Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara Sepakati Kolaborasi Ekonomi Syariah, Dorong Lahirnya 1 Juta Pengusaha

Gaido Group dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara sepakat memperkuat ekonomi syariah melalui Gaido Connected, wisata halal, pemberdayaan masjid, dan target 1 juta pengusaha. Jakarta – 1miliarsantri.net | Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia terus bergerak dan menemukan berbagai bentuk baru, tidak hanya melalui lembaga keuangan, tetapi juga melalui masjid yang dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Salah satu inisiatif tersebut hadir di Jembrana, Bali, melalui Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), yang mengembangkan kawasan masjid sekaligus ekosistem ekonomi syariah di atas lahan seluas sekitar dua hektare. Kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Pantai Bali juga berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran kawasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi syariah di Indonesia melalui pengembangan potensi masyarakat berbasis masjid. Masjid tersebut juga telah mendapat perhatian dari sejumlah tokoh nasional yang berkunjung dan menggelar kegiatan di kawasan tersebut. Masjid Pantai Bali diresmikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, pada 6 Februari 2026. Pengurus YMPN Kunjungi Graha Gaido Setelah sebelumnya menjalin silaturahmi melalui pertemuan daring, pengurus Yayasan Masjid Pantai Nusantara melakukan kunjungan ke Graha Gaido, Cideng, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas peluang kerja sama strategis dalam pengembangan kawasan Masjid Pantai Bali sekaligus memperluas jejaring ekonomi syariah di Indonesia. Rombongan diterima langsung oleh Muhammad Hasan Gaido, Founder & CEO Gaido Group, didampingi Nur Akbar selaku CEO Gaido Connected dan Ida Irawati selaku CMO Gaido Connected. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia dengan menghubungkan potensi kawasan masjid, produk masyarakat, layanan perjalanan, ekonomi kreatif, hingga sektor wisata ramah muslim. Gaido Connected Dorong Gerakan 1 Juta Pengusaha Ekonomi Syariah Melalui Gaido Connected, kedua pihak akan bersinergi mendukung gerakan melahirkan 1 juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia. Berbagai produk dan layanan yang berkembang dalam ekosistem Yayasan Masjid Pantai Nusantara nantinya akan dipromosikan dan dipasarkan melalui platform Gaidoo.id, sebagai ekosistem ekonomi syariah dalam satu genggaman. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk dan usaha berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan tersebut, masjid diharapkan dapat memainkan peran yang lebih luas sebagai pusat aktivitas umat, bukan hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Rencana Kantor Cabang Gaido Travel ke-74 di Masjid Pantai Bali Selain pengembangan ekosistem digital dan pemasaran produk, Gaido Group juga berencana mewujudkan program wakaf pembukaan Kantor Cabang Gaido Travel ke-74 di kawasan Masjid Pantai Bali, Jembrana, Bali, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali. Kehadiran kantor cabang tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan umrah, haji khusus, serta wisata ramah muslim atau wisata halal. Potensi keberangkatan jamaah umrah dari Bali menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan layanan tersebut. Terlebih, tersedianya penerbangan internasional dari Bali melalui berbagai maskapai menuju Arab Saudi dinilai dapat membuka peluang pengembangan pasar perjalanan ibadah dan wisata ramah muslim.

Read More

ITERA dan YMPN Perkuat Kolaborasi Pengembangan Masjid Pantai Bali Berbasis Sains, Teknologi, dan Pariwisata Masyarakat

ITERA dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara menjalin kerja sama strategis mengembangkan Masjid Pantai Bali di Jembrana berbasis sains, teknologi, lingkungan, budaya, dan wisata religi untuk pemberdayaan masyarakat pesisir. Jembrana, Bali – 1miliarsantri.net | Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dalam pengembangan kawasan Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan kawasan berbasis sains, teknologi, pendidikan, budaya, lingkungan, serta pariwisata berbasis masyarakat multikultur yang tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal. Kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kawasan pesisir yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif, edukatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Pengembangan Masjid Pantai Bali diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir melalui pendekatan kolaboratif antara dunia akademik, masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan media. Rektor Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha hadir langsung meninjau kawasan Masjid Pantai Bali bersama Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Muhammad Syahril Badri Kusuma, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat berbasis kawasan pesisir. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nyoman menyampaikan bahwa ITERA sebelumnya juga telah mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Cupel melalui kolaborasi bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat Kepakaran Institut Teknologi Bandung (DPMK-ITB) guna membantu penanganan abrasi di kawasan Masjid Pantai Bali. “Kawasan pesisir seperti Desa Cupel membutuhkan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah. Karena itu, ITERA telah mengirimkan mahasiswa KKN untuk ikut membantu penguatan pemberdayaan masyarakat pesisir serta bersama DPMK-ITB mendukung penanganan abrasi di Cupel, Jembrana,” ujar Prof. Nyoman. Menurutnya, kerja sama antara ITERA dan YMPN diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan berbasis sains dan kemanusiaan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Firmansyah Dimmy, menyampaikan bahwa Masjid Pantai Bali diharapkan menjadi pusat peradaban pluralitas baru yang menghadirkan harmoni antara spiritualitas, sains, lingkungan, dan budaya lokal. “Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, dan pengembangan wisata berbasis nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Read More