Jakarta Pusat Job Festival 2025: Temukan Peluang, Wujudkan Masa Depan Gemilang

Peluang Kerja Melalui Job Fair Virtual dan Job Festival Offline Jakarta Pusat – 1miliarsantri.net: Dalam rangka mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan layanan penempatan tenaga kerja, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat akan menggelar Jakarta Pusat Job Festival 2025. Mengusung tema “Temukan Peluang, Wujudkan Masa Depan Gemilang”, acara ini diselenggarakan secara hybrid, sehingga para pencari kerja dapat mengikuti baik secara daring maupun luring. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin dalam video singkat yang tersebar dimedia sosial mengajak para pencari kerja untuk menghadiri Jakarta Pusat Job Festival pada 30 September – 1 Oktober 2025. Arifin mengatakan, “job festival ini dibuka dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore, dengan menghadirkan 36 perusahaan serta ribuan lowongan pekerjaan untuk berbagai kalangan usia, termasuk disabilitas. Semuanya gratis dan terbuka untuk umum.” Rangkaian Kegiatan Jakarta Pusat Job Festival 2025 Job Fair Virtual– 25 September – 8 Oktober 2025– Melalui situs resmi: jobfair.kemnaker.go.id Job Festival Offline– 30 September – 1 Oktober 2025– Gedung Pertemuan PertaminaJl. Cempaka Putih Tengah XX B No.20B, RT.3/RW.6, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Administrasi Jakarta Pusat. Perusahaan yang terdaftar hingga saat ini ada 10 perusahaan, dengan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 309, jabatan sebanyak 41, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Tenaga Kerja.

Read More

Bagaimana Kecerdasan Buatan Mentransformasi Pembelajaran Di Sekolah?

Situbondo – 1miliarsantri.net: Dunia pendidikan sekarang sedang memasuki era baru, dan salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan adalah kecerdasan buatan. Proses pembelajaran yang awalnya menggunakan papan tulis kini beralih ke layar digital, dari guru satu arah beralih ke pembelajaran interaktif, kecerdasan buatan menjadi salah satu penggerak utama adanya perubahan ini. Tidak hanya sebagai tren teknologi, kecerdasan buatan kini benar-benar mengubah cara kita memahami ilmu dan menyerap pelajaran, terutama di lingkungan sekolah. Transformasi pembelajaran di sekolah saat ini, tidak lagi hanya bergantung pada metode konvensional, tetapi mulai memanfaatkan teknologi cerdas seperti AI (artificial intelligence). Jika dulu guru menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, kini tidak lagi karena situasinya telah berubah. Saat ini sudah banyak berbagai media yang bisa menjadi sumber pengetahuan juga. Kehadiran kecerdasan buatan telah membuka jalan bagi sistem pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan efisien. Contohnya, ketika siswa sedang belajar Biologi dan merasa kesulitan untuk memahami satu topik. Di sinilah kecerdasan buatan berperan membantu kita memahami materi sesuai dengan ritme dan gaya belajar kita sendiri. Salah satu kekuatan utama AI dalam pendidikan adalah kemampuannya untuk menyediakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Teknologi seperti asisten virtual, chatbot edukatif, platform e-learning, dan aplikasi belajar berbasis AI kini mampu memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih dinamis. Yang mana tidak lagi hanya terpaku pada satu metode saja, tetapi bisa menyesuaikan dengan kemampuan bahkan kebutuhan masing-masing siswa Bahkan, kecerdasan buatan dapat memberikan saran materi tambahan, latihan soal khusus, dan umpan balik instan untuk meningkatkan pemahaman. Guru juga semakin dimudahkan. Dengan bantuan AI, analisis terhadap hasil belajar siswa menjadi lebih akurat. Guru bisa mengetahui siapa saja yang mengalami kesulitan, bagian mana dari materi yang paling banyak ditanyakan, dan bagaimana strategi pengajaran bisa diubah agar lebih efektif. Ini semua mungkin berkat kecerdasan buatan yang mampu membaca pola, memahami perilaku belajar, dan menawarkan solusi berbasis data. Tidak Hanya untuk Murid, Tapi Juga untuk Sekolah Kecerdasan buatan tidak hanya membantu siswa dan guru di dalam kelas. Banyak sekolah sudah mulai menerapkan sistem manajemen berbasis AI untuk mengelola jadwal, absensi, hingga evaluasi hasil belajar secara otomatis. Dengan proses administrasi yang lebih ringkas tersebut, maka tenaga pengajar bisa fokus pada hal yang lebih penting, seperti mengajar dengan hati, tidak hanya mencatat dan mendikte saja. Selain itu, AI juga memungkinkan adanya simulasi dan visualisasi dalam pembelajaran. Misalnya, pada pelajaran sejarah yang mana kini bisa dilakukan melalui animasi interaktif, dan kita bisa masuk ke dalam suasana peradaban dan melihat langsung bagaimana situasi pada masa itu, semua dari layar tablet atau laptop. Ini tidak lagi menjadi kenyataan di masa yang akan datang, tapi sudah mulai direalisasikan di beberapa sekolah modern. Tak heran jika banyak sekolah mulai melirik teknologi ini sebagai investasi masa depan. Terlebih lagi di era pasca pandemi, yang mana pembelajaran jarak jauh sangat membutuhkan sistem yang mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan juga sistem yang fleksibel. Nah, di sinilah kecerdasan buatan memberikan solusi nyata. Tantangan Menuju Era Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan

Read More