Soal Tambang, Ormas dan Kekeliruan Cara Berpikir

Bandung — 1miliarsantri.net : Ali Akbar Al-Buthoni menyoroti persoalan tambang yang melibatkan Ormas oleh karena kebijakan pemerintah, Kebijakan tambang untuk Ormas di Indonesia telah menimbulkan perdebatan yang cukup tajam. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2024 yang memungkinkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan untuk memperoleh izin usaha pertambangan. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ormas keagamaan tidak memiliki kapabilitas dalam mengelola tambang dan berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, kebijakan ini juga dapat memicu konflik internal di dalam ormas dan memperburuk situasi. SOAL TAMBANG, ORMAS & KEKELIRUAN CARA BERPIKIR Ali Akbar Al-Buthoni | Hijrah Peradaban Channel Ramai belakangan ini pernyataan Pandji Pragiwaksono yang mengkritik ormas Islam karena mengelola tambang. Sebagian setuju, sebagian tersinggung. Tapi dari sudut pandang aqliyah Islamiyah, problem utamanya bukan pada setuju atau tidak setuju, melainkan cara berpikir yang dipakai. 1️⃣ MASALAHNYA BUKAN “ORMAS”, TAPI SISTEM Dalam Islam, tambang adalah kepemilikan umum (milkiyyah ‘ammah). Artinya:• tidak boleh dimonopoli individu,• tidak boleh diserahkan ke korporasi,• apalagi jadi alat tambal-bolong sistem ekonomi rusak. Ketika tambang diserahkan ke ormas, BUMN, atau swasta di bawah sistem kapitalisme, itu tetap salah secara prinsip, meski pelakunya berlabel “Islam”. Jadi keliru jika masalahnya dipersempit menjadi: “Ormas boleh atau tidak?” Padahal akar masalahnya: negara tidak menjalankan syariat pengelolaan harta umat. 2️⃣ KRITIK TANPA MEMBONGKAR SISTEM = KRITIK SETENGAH MATANG Mengkritik ormas tanpa menyentuh sistem kapitalisme sama seperti:• marah pada korban,• tapi membiarkan pelaku utama tetap berkuasa. Islam tidak mengajarkan berpikir parsial. Islam mengajarkan berpikir menyeluruh (syumuli):• siapa pemilik harta?• siapa pengelola sah?• untuk siapa hasilnya? Jika negara menyerahkan tambang kepada siapa pun selain negara sebagai pengelola amanah umat, itu pelanggaran konsep Islam, bukan sekadar pelanggaran etika. 3️⃣ AQLIYAH ISLAMIYAH TIDAK SIBUK PADA AKTOR, TAPI PADA HUKUM Orang dengan aqliyah Islamiyah tidak terjebak:• siapa yang lebih bermoral,• siapa yang lebih nasionalis,• siapa yang lebih islami secara simbol. Yang ditanya:Apakah ini sesuai hukum Allah atau tidak? Jika tidak sesuai:• meski dilakukan ormas,• meski dibungkus niat baik,• meski dibela publik figur,TETAP SALAH SECARA SYAR’I. 4️⃣ NARASI “ORMAS MENGELOLA TAMBANG” JUSTRU MENORMALISASI KEDZALIMAN Ini yang jarang disadari. Ketika ormas diberi konsesi tambang:• ormas diposisikan sebagai penyangga sistem rusak,• umat diarahkan bertengkar horizontal,• negara lepas tanggung jawab. Padahal dalam Islam: Negara wajib mengelola harta umum dan hasilnya dikembalikan ke rakyat. Bukan dilempar ke ormas agar terlihat “adil”. ❝Isu tambang bukan isu moral individu, tapi isu sistem pengelolaan kekayaan umat.❞ Selama kapitalisme dijadikan fondasi,• siapa pun pengelolanya akan bermasalah,• kritik apa pun akan berputar di permukaan. Islam tidak butuh aktor baik di sistem rusak. Islam butuh sistem benar yang menata aktor.** Editor : Thamrin Humris Sumber : Saluran Ali Akbar Buton | Hijrah Peradaban Channel di WhatsApp: | Temαn Hijrαhmu — www.aliakbaralbuthoni.com Foto : Ali Akbar Buton | Hijrah Peradaban Channel

Read More

Travel Umrah: Usaha Jasa Berbasis Syariah Yang Menguntungkan Dan Berkah

Jakarta – 1miliarsantri.net: Di zaman sekarang, banyak orang mulai sadar pentingnya menjalankan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara duniawiah, tapi juga membawa keberkahan untuk akhirat. Nah, dari sini muncullah berbagai bentuk usaha syariah yang umum dijalankan sesuai prinsip Islam, ada Lembaga Keuangan dan Perbankan Syariah, Koperasi Syariah, Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Bisnis Perdagangan (Jual Beli Halal) perdagangan, Lembaga Ziswaf, Startup, Platform Digital Syariah, Pertanian & Peternakan Halal, dan Usaha Jasa Syariah. Salah satu jenis usaha yang cukup menarik untuk dibahas adalah usaha jasa berbasis syariah. Jenis usaha ini menawarkan layanan atau bantuan kepada orang lain, tapi semuanya tetap dalam koridor syariat. Usaha ini adalah salah satu cara untuk mendatangkan keuntungan dan juga mendapatkan pahala secara bersamaan. Usaha jasa berbasis syariah yang terbukti menjanjikan dan penuh keberkahan, seperti: Jasa Travel Umrah, Layanan Qurban/Aqiqah dan Jasa Pendidikan Berbasis Syariah. Baca juga: Nota Diplomatik Dubes Arab Saudi, Dinamika Penyelenggaraan Haji, Ini Penjelasan Kementerian Agama Apakah Travel Umrah merupakan Peluang Usaha Jasa Berbasis Syariah yang Potensial? Kebutuhan masyarakat Muslim untuk menunaikan ibadah Umrah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, di luar musim haji pun permintaan tetap ada bahkan cukup tinggi. Ini artinya, potensi pasar selalu ada dan cenderung tumbuh. Maka bisa dikatakan peluang usaha jasa berbasis syariah yang satu ini cukup stabil dan tahan banting. Travel Umrah ini bukan hanya soal bisnis jalan-jalan saja, Tapi dibalik itu, ada tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik dan tentunya sesuai syariat. Mulai dari memastikan akomodasi yang nyaman, jadwal keberangkatan yang teratur, sampai pembimbing ibadah yang kompeten, semuanya perlu dikelola dengan baik. Dan yang membuat usaha ini tidak kalah menarik adalah karena travel umrah termasuk dalam kategori usaha jasa berbasis syariah, yang  tidak hanya mencari untung saja, tapi juga membawa misi ibadah dan nilai dakwah. Kita bisa membantu saudara sesama Muslim dalam meraih impian mereka untuk bisa  menginjakkan kaki di Tanah Suci. Kebayang kan, betapa besarnya pahala yang ikut mengalir? Baca juga: Kursus Privat Bahasa Arab, Peluang Usaha Syariah Modal Kecil Dari sisi bisnis, kita juga bisa mengembangkan layanan tambahan seperti, pengadaan perlengkapan ibadah yang memadai, paket city tour Islami, hingga penyediaan edukasi manasik online yang cukup mumpuni. Semua itu bisa membuka banyak pintu rezeki selama tetap memegang prinsip halal dan jujur. Kunci utama yang perlu diterapkan ialah, jalankan usaha dengan transparan dan amanah, selama kita menjalankan prinsip ini maka otomatis kepercayaan pelanggan akan semakin kuat. Dijamin mereka bakal balik lagi, bahkan merekomendasikan ke teman dan keluarga. Testimoni positif dari setiap jemaah akan menjadi promosi gratis yang sangat efektif. Apalagi sekarang, promosi usaha makin mudah dengan perkembangan media sosial. Apalagi sekarang, promosi usaha makin mudah dengan perkembangan media sosial. Kita bisa membuat konten yang menyentuh hati, seperti kisah inspiratif jamaah lansia yang akhirnya bisa ke Tanah Suci, atau video singkat suasana ibadah di Masjidil Haram. Dengan konten yang tepat dan menyentuh, maka usahamu akan mudah dikenal dan dipercaya. Baca juga: Sertifikasi Halal Gratis Bagi ‘UMK’, Ini Dasar Hukumnya Travel Umrah, Bukti Nyata Usaha Jasa Berbasis Syariah yang Memberkahi Di tengah banyaknya pilihan usaha, travel Umrah menjadi bukti nyata bahwa usaha jasa berbasis syariah bisa sukses tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Karena dalam bisnis ini konsep kita tidak hanya berpatokan pada mencari rezeki semata, tapi juga akan menjadi bagian dari perjalanan spiritual orang lain. Keberkahan tidak hanya akan datang dari keuntungan materi saja, tapi juga dari rasa puas melihat jamaah yang kita bawa bisa menjalankan ibadah dengan lancar. Usaha ini cocok buat kalian yang ingin berwirausaha sambil tetap menjaga integritas dan niat baik. Jadi, jika kalian sedang mencari ide usaha jasa berbasis syariah yang memiliki masa depan cerah, maka travel Umrah patut untuk dipertimbangkan. Bukan hanya menguntungkan, tapi juga memberi nilai tambah secara spiritual. Siapa tahu, lewat usaha ini kalian bisa menjadi perantara jutaan orang untuk mewujudkan impian suci mereka. Bukankah itu luar biasa?** Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Foto ilustrasi Editor : Thamrin Humris

Read More