Jamaah Haji Lansia Asal Jakarta Hilang di Makkah, Tanpa Identitas dan Alat Komunikasi

Jamaah haji lansia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72) dilaporkan hilang di Makkah sejak 15 Mei 2026. Keluarga memohon doa dan bantuan semua pihak untuk membantu pencarian. Makkah – 1miliarsantri.net | Saat jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia yang tengah menunaikan ibadah suci di Tanah Haram, sebuah kabar pilu datang dari rombongan jamaah haji Indonesia. Seorang jamaah lanjut usia asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), dilaporkan hilang di Kota Makkah setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap sejak beberapa hari lalu. Muhammad Firdaus merupakan anggota Kloter 27 JKG asal Pondok Gede, Jakarta. Ia diketahui meninggalkan penginapan di kawasan Sektor 9 Makkah, Arab Saudi, pada 15 Mei 2026, dan hingga kini belum kembali. Keluarga serta petugas haji masih terus melakukan pencarian dan berharap ada kabar baik dari Tanah Suci. Di usia senjanya, Firdaus berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri melalui KBIH Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Perjalanan spiritual yang seharusnya menjadi momen penuh kekhusyukan itu kini berubah menjadi kecemasan mendalam bagi keluarga yang menanti kepulangannya dengan selamat. Meninggalkan Hotel Sejak 15 Mei 2026 Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan keluarga dan pemberitaan media, Firdaus terakhir terlihat meninggalkan Future Light Hotel kamar 916 pada pagi hari. Rekaman CCTV menunjukkan ia keluar sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi, mengenakan baju koko putih dan sarung, tanpa didampingi siapa pun. Yang membuat kondisi ini semakin memprihatinkan, Firdaus diketahui pergi tanpa membawa identitas diri, kartu Nusuk (kartu pintar haji), telepon seluler, maupun dokumen penting lainnya. Keponakan Firdaus, Alwihaz Zerra, mengungkapkan bahwa sang paman meninggalkan seluruh barang penting di hotel. “Abah pergi tidak membawa kartu identitas, Nusuk (kartu pintar haji), HP semua ditinggal di hotel,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media detik.com. Pihak keluarga menegaskan bahwa Firdaus tidak memiliki riwayat amnesia maupun demensia. Namun, mereka menduga kondisi psikologisnya saat itu sedang linglung, sehingga dikhawatirkan tersesat di tengah padatnya aktivitas jamaah haji di Kota Makkah. Respon Konjen RI di Jeddah

Read More

Doa dan Zikir: Perisai Hidup Muslim yang Menguatkan Hati dan Mendatangkan Pertolongan Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net: Doa dan zikir merupakan perisai seorang Muslim. Simak keutamaan doa dalam Al-Qur’an dan hadits, manfaat zikir, serta pentingnya memperbanyak doa sebagai pelindung kehidupan dunia dan akhirat. Dalam kehidupan seorang Muslim, doa dan zikir bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi menjadi perisai yang menjaga hati, menenangkan jiwa, dan mendatangkan pertolongan Allah. Islam mengajarkan bahwa seorang hamba harus senantiasa bergantung kepada Allah melalui doa dan memperkuat hubungan spiritual dengan zikir. Keutamaan Doa Sebagai Senjata Orang Beriman Para ulama menjelaskan bahwa doa merupakan senjata orang mukmin yang dapat mendatangkan kebaikan dan menolak keburukan. Doa menjadi bentuk kedekatan antara hamba dengan Allah serta solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Doa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”… (QS. Ghafir / Surah ke-40 ayat 60) Ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah bentuk ibadah langsung kepada Allah sekaligus bukti ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya. Bahkan meninggalkan doa termasuk sikap sombong terhadap Allah. Rasulullah SAW juga menegaskan kedudukan doa dalam sebuah hadits:

Read More
hukum khalwat

Hukum Khalwat Menurut Al Qur’an dan Hadist! Muslim Wajib Paham dan Waspada Diri!

Mayoritas ulama sepakat bahwa khalwat dilarang dalam Islam Bandung – 1Miliarsantri.net – Di tengah kesibukan kerja, studi, hingga hubungan sosial zaman sekarang, isu khalwat (خلوة) atau berduaan antara laki-laki dan perempuan non-mahram sering jadi pertanyaan besar bagi banyak Muslim. Bagaimana sebenarnya pandangan Islam soal hukum khalwat ini? Apa batasannya? Dan bagaimana cara menerapkannya di era digital seperti sekarang? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Artinya, khalwat bukan sekadar soal duduk berdua di ruang tertutup, tapi juga terkait kondisi yang membuka peluang munculnya fitnah atau godaan. Apa Itu Khalwat? Secara bahasa, khalwat berarti menyendiri atau menyepi. Bahkan, dalam makna spiritual, khalwat bisa berarti menyendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Nabi Muhammad ﷺ sendiri pernah melakukan khalwat di Gua Hira sebelum turunnya wahyu. Nabi Musa ‘alaihis-salam juga melakukan khalwat dengan beribadah dan berdoa, begitu pula Maryam ‘alaihas-salam yang menyendiri untuk beribadah. Namun, ketika konteksnya laki-laki dan perempuan non-mahram, khalwat punya hukum berbeda. Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, maka setanlah yang menjadi orang ketiganya.” (HR. Tirmidzi) Inilah sebabnya ulama menegaskan bahwa berduaan yang benar-benar tertutup, tanpa bisa dilihat atau dimasuki orang lain, sangat berbahaya bagi iman dan bisa membuka jalan dosa. Khalwat di Zaman Sekarang Nah, tantangannya makin besar di era modern. Banyak yang bertanya: Para ulama menjelaskan bahwa khalwat baru terjadi jika: Jadi, ngobrol lewat grup, bertemu di ruang publik, atau berdiskusi di kelas terbuka tidak termasuk khalwat. Tapi tetap, adab Islam harus dijaga dan bicara seperlunya, menundukkan pandangan, dan menjaga batasan. Baca juga: Memasak jadi Ibadah? Yuk Terapin Halal Home Cooking dari Sekarang! Contoh Kasus dari Al-Qur’an Kisah Nabi Yusuf ‘alaihis-salam jadi pelajaran penting. Beliau pernah digoda istri pembesar Mesir yang menutup pintu rapat-rapat. Allah ﷻ abadikan kisah ini dalam Al-Qur’an:

Read More

Usaha Syariah ‘Meraih Laba’ Tanpa Kehilangan Berkah

Tegal – 1miliarsantri.net: Di era perdagangan bebas saat ini persaingan usaha semakin dinamis, pelaku bisnis berlomba mengejar profit maksimal. Namun bagi seorang muslim, arah usaha tidak sekadar menuju keuntungan duniawi. Ada cita-cita yang lebih tinggi daripada itu, yakni mencari ridha dan meraih keberkahan dari Allah SWT dalam setiap rupiah yang dihasilkan. Maka, mengelola keuangan usaha dengan prinsip syariah bukan sekadar menambah nilai islami, tapi juga menjadi fondasi untuk membangun bisnis yang jujur, adil, dan berkelanjutan. Prinsip-prinsip ekonomi Islam mengajarkan bahwa bisnis yang sehat bukan hanya soal untung rugi saja, tapi juga soal tanggung jawab moral. Baca juga: Sistem Koperasi Syariah Dan Ikhtiar Membangun Ekonomi Umat Yang Berkeadilan Keuangan Syariah untuk Menjaga dari yang Haram, Menguatkan yang Halal Dalam Islam, harta adalah titipan. Maka pengelolaan keuangan tak bisa dilakukan semaunya, melainkan harus mengikuti nilai-nilai syariat. Ada tiga hal pokok yang dihindari dalam sistem keuangan syariah, seperti riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (spekulasi atau perjudian). Larangan riba disebutkan secara tegas dalam QS. Al-Baqarah [2]: 275–279. Dalam ayat-ayat itu, Allah SWT menegaskan bahwa praktik riba merusak tatanan ekonomi dan menimbulkan ketidakadilan sosial. Sebaliknya, Islam menekankan pentingnya transparansi, keadilan, dan saling ridha dalam bermuamalah. Usaha yang Diberkahi Ketika Dunia dan Akhirat Bertemu Sering muncul anggapan bahwa usaha syariah akan menghambat laju keuntungan. Faktanya justru sebaliknya. Bisnis yang dikelola dengan prinsip Islam cenderung lebih stabil dan dipercaya, karena dilandasi oleh kejujuran dan tanggung jawab. Adapun ciri-ciri usaha yang diberkahi antara lain: Dengan membangun reputasi yang bersih, usaha pun menjadi ladang keberkahan yang mengalir bukan hanya untuk pemiliknya, tapi juga untuk banyak pihak. 5 Langkah Praktis Mengelola Keuangan Usaha secara Syariah Agar bisnis tetap berada di jalur yang halal dan berkah, berikut beberapa tips praktis yang bisa langsung diterapkan oleh para pelaku usaha muslim: 1. Catat Semua Transaksi dengan Jujur Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 282 mewajibkan pencatatan utang-piutang. Ini menunjukkan pentingnya dokumentasi dalam kegiatan ekonomi. Maka setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apa pun, perlu dicatat secara transparan. Ini bukan hanya mencegah sengketa, tapi juga memudahkan evaluasi usaha. 2. Gunakan Akad yang Sesuai Syariah Transaksi dalam Islam harus didasari oleh akad yang jelas dan disepakati. Adapun beberapa akad yang umum dipakai: Pemilihan akad yang tepat menjadi pagar hukum dan moral bagi transaksi usaha.

Read More

Amalan Ayat 1000 Dinar Yang Terbukti Buat Rezeki Sederas Air Hujan

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Banyak orang bekerja keras dari pagi hingga malam, tetapi rezeki seolah mandek, tak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. Di sisi lain, ada pula yang tampak biasa saja, namun hidupnya berkecukupan dan dipenuhi berkah. Apa rahasianya? Salah satu amalan yang sudah dipercaya secara turun-temurun adalah ayat 1000 dinar. Bukan sembarang bacaan, ayat ini dikenal memiliki keutamaan luar biasa, khususnya dalam mendatangkan kelapangan rezeki dan perlindungan dari kesulitan hidup. Dan dalam artikel ini, kami akan membahas secara lengkap apa itu ayat 1000 dinar, dalilnya, manfaatnya, dan bagaimana cara mengamalkannya agar benar-benar membawa keberkahan. Asal-Usul Ayat 1000 Dinar Nama ini tidak berasal dari hadits sahih, melainkan dari sebuah kisah yang populer di kalangan umat muslim. Kisah ini menceritakan tentang seorang pedagang yang bermimpi bertemu Nabi Khidir. Nabi Khidir memerintahkannya untuk bersedekah 1000 dinar dan mengamalkan ayat ini. Setelah mengamalkannya, pedagang tersebut selamat dari musibah kapal tenggelam dan rezekinya menjadi berlimpah ruah, bahkan ia menjadi penguasa di wilayah tersebut. Apa Itu Ayat 1000 Dinar? Sebelum kita membahas manfaat dan cara mengamalkannya, penting untuk memahami apa sebenarnya ayat 1000 dinar. Istilah ini merujuk pada potongan ayat dari Surah At-Talaq ayat 2-3 (QS 65 : 2-3) yang berbunyi: “…Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya…” Ayat ini dikenal sebagai ayat 1000 dinar karena diyakini mampu mendatangkan rezeki yang besar, layaknya mendapat uang 1000 dinar. Di masa lampau, dinar adalah mata uang yang bernilai tinggi, sehingga makna ayat ini tidak hanya soal materi, tetapi juga keberlimpahan secara spiritual dan hidup yang penuh solusi. Bacaan Ayat 1000 Dinar Berikut adalah bacaan ayat 1000 dinar yang bisa Anda Amalkan: Keutamaan dan Khasiat Ayat 1000 Dinar Ayat 1000 dinar bukan hanya sekadar bacaan biasa. Ayat ini memiliki keutamaan luar biasa jika diamalkan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Dan beberapa keutaman tersebut, seperti: 1. Membuka Pintu Rezeki dari Arah Tak Terduga Salah satu poin utama dari ayat 1000 dinar adalah jaminan dari Allah bahwa siapa yang bertakwa akan diberi jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Artinya, ketika kita istiqomah mengamalkan ayat ini, maka pintu rezeki bisa datang dari sumber yang bahkan tak pernah kita duga sebelumnya. 2. Menenangkan Hati dan Mengurangi Kecemasan Tak sedikit orang yang merasa cemas akan masa depan dan takut kekurangan. Ayat 1000 dinar mengandung makna tawakal, yakni menyerahkan segala urusan kepada Allah. Dengan membacanya secara rutin, hati menjadi lebih tenang karena percaya bahwa Allah sudah menyiapkan jalan terbaik. 3. Perlindungan dari Kesulitan Hidup Ayat ini juga menjanjikan “alan keluar bagi mereka yang bertakwa. Artinya, dalam situasi sulit apa pun, Allah akan memberikan pertolongan. Banyak orang yang mengamalkan ayat 1000 dinar dan merasakan bahwa kesulitan hidupnya perlahan-lahan teratasi, meski secara logika manusia tampak mustahil.

Read More

Sholat Kafarat Adakah Dalilnya? Bagaimana Pandangan 4 Madzhab?, Ini Penjelasan Singkatnya

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Setiap manusia pasti pernah berbuat khilaf, termasuk dalam hal meninggalkan ibadah wajib seperti sholat. Lalu muncul pertanyaan, adakah cara untuk menebus sholat yang pernah ditinggalkan? Salah satu amalan yang sering dibicarakan adalah tata cara sholat kafarat. Sholat ini diyakini sebagian kalangan sebagai ibadah penghapus dosa sholat fardhu yang tertinggal. Namun, benarkah hal itu dibenarkan dalam Islam? Dan bagaimana pandangan empat madzhab besar dalam fiqih terhadap praktek ini? Pada artikel ini, kami akan membahas secara menyeluruh tata cara sholat kafarat, lengkap dengan dalil, perbedaan pendapat ulama, hingga panduan pelaksanaannya menurut referensi klasik dan kontemporer. Jangan lewatkan uraian penting ini, karena bisa jadi Anda sedang berada di persimpangan antara amalan sunnah dan sesuatu yang justru terlarang. Apa Itu Sholat Kafarat? Sholat kafarat, juga dikenal sebagai sholat al-bara’ah, adalah bentuk ibadah tambahan yang diyakini sebagian kalangan sebagai sarana untuk menebus atau mengganti sholat wajib yang ditinggalkan. Nama “kafarat” berasal dari kata kufr yang berarti menutupi. Dalam konteks ini, maksudnya adalah menutupi kesalahan masa lalu dengan amal kebaikan. Beberapa kelompok melaksanakan sholat kafarat khususnya pada Jumat terakhir bulan Ramadhan. Mereka percaya bahwa sholat ini bisa menggantikan sholat-sholat fardhu yang luput dikerjakan atau dilakukan secara tidak sah. Namun, praktik ini mengundang perbedaan pendapat tajam di kalangan ulama. Tata Cara Sholat Kafarat dan Doanya Sebelum membahas pendapat ulama, penting untuk memahami tata cara sholat kafarat secara umum sebagaimana dipraktikkan sebagian masyarakat. Dan berikut adalah langkah-Langkah pelaksanaannya: Pandangan Ulama, Boleh atau Haram? Pembahasan mengenai tata cara sholat kafarat tidak lengkap tanpa mengetahui pendapat ulama mengenai keabsahannya. Berikut pandangan dari empat madzhab besar dalam Islam: 1. Madzhab Hanafi Ulama Hanafiyah pada umumnya tidak menyebutkan sholat kafarat secara eksplisit dalam kitab-kitab fiqih mereka. Namun, mereka mewajibkan qadha atas setiap sholat fardhu yang ditinggalkan, tanpa menyebut adanya ibadah khusus seperti sholat kafarat. 2. Madzhab Maliki Ulama Maliki juga tidak mengenal praktik sholat kafarat sebagai ibadah tersendiri. Mereka lebih menekankan kewajiban qadha sholat secara langsung dan segera setelah sadar atau mampu melaksanakannya. 3. Madzhab Syafi’i

Read More

Digital Detox Ala Muslim: Rehat dari Sosmed Demi Hati yang Lebih Tenang, Simak Tipsnya

Jakarta – 1miliarsantri.net: Semua informasi dan kegiatan terasa ada dalam satu genggaman, terutama melalui smartphone. Ini fenomena yang membentuk gaya hidup masyarakat saat ini terutama Gen Z dan generasi digital lainnya. Di zaman serba digital ini, siapa sih yang nggak pegang smartphone hampir setiap saat? Bangun tidur langsung buka WhatsApp, sebelum tidur scrolling Instagram atau TikTok. Sosial media memang menyenangkan—bisa terhubung dengan banyak orang, update tren terbaru, atau cari inspirasi. Tapi, tanpa kita sadari, terlalu lama berselancar di dunia maya bisa bikin hati capek, pikiran penuh, bahkan iman terasa menurun. Digital Detox Untuk Kesehatan Mental dan Menjaga Iman Nah, di sinilah digital detox alias istirahat sejenak dari media sosial jadi penting. Sebagai seorang muslim, rehat dari sosmed bukan cuma demi kesehatan mental, tapi juga demi menjaga hati agar lebih tenang dan dekat dengan Allah. Kenapa Kita Butuh Digital Detox? Sering merasa hidup orang lain kok “lebih bahagia” setelah lihat story atau postingan mereka? Ini yang disebut social comparison. Padahal, belum tentu apa yang mereka tampilkan sama dengan kenyataan. Pernah niatnya mau buka Instagram “cuma 5 menit”, eh tahu-tahu sudah 1 jam? Waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk baca Al-Qur’an, shalat sunnah, atau ngobrol sama keluarga malah habis buat scrolling. Kebanyakan melihat konten hiburan kadang bikin kita jadi lalai. Dzikir yang biasanya rutin bisa terlewat, shalat jadi terburu-buru karena “tanggung, bentar lagi videonya habis”. Cara Digital Detox ala Muslim Tenang, digital detox bukan berarti harus uninstall semua aplikasi dan kabur ke hutan kok! Cukup lakukan perlahan tapi konsisten. Berikut beberapa tipsnya: ✅ 1. Niatkan karena Allah Perbaiki niat dulu. Digital detox ini bukan semata-mata demi kesehatan mental, tapi demi membersihkan hati dan mendekatkan diri pada Allah. ✅ 2. Tetapkan Waktu Bebas Sosmed Misalnya, setelah shalat Subuh sampai Dzuhur nggak buka media sosial sama sekali. ✅ 3. Ganti dengan Aktivitas yang Menenangkan Hati

Read More

Peduli Teknologi Ramah Lingkungan: Gaya Hidup Berkah yang Sudah Hadir Di Sekitar Kita

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Pernahkah Anda membayangkan bagaimana dunia kita 10 tahun ke depan jika tidak ada perubahan terhadap gaya hidup dan cara kita memanfaatkan teknologi? Isu lingkungan yang makin mendesak memaksa manusia untuk tidak hanya berpikir maju, tapi juga bertindak bijak. Di sinilah teknologi ramah lingkungan mengambil peran besar. Gaya hidup seorang Muslim sejati tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab terhadap alam semesta. Dalam era modern, kepedulian terhadap teknologi ramah lingkungan menjadi bagian penting dari gaya hidup Islami. Menggunakan energi terbarukan, mengurangi sampah elektronik, hingga memilih perangkat hemat daya adalah langkah konkret yang menunjukkan kepedulian terhadap bumi—amanah Allah yang harus dijaga. Bukan sekadar tren atau jargon industri, teknologi ini menjadi jawaban konkret atas krisis perubahan iklim, polusi, dan kelangkaan sumber daya alam.  Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan dan insinyur telah berlomba-lomba menciptakan teknologi yang tidak hanya efisien, tetapi juga mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Islam mendorong umatnya untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56) Selain itu, Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang hemat, bersih, dan bijak dalam menggunakan sumber daya, meskipun dalam kelimpahan. Teknologi ramah lingkungan sejatinya sejalan dengan prinsip hidup Islami yang mengajarkan kesederhanaan, efisiensi, dan keberkahan dalam pemanfaatan nikmat dunia. Teknologi ramah lingkungan hadir dalam berbagai bentuk dan bidang, mulai dari energi hingga transportasi, dari konstruksi hingga gaya hidup sehari-hari. Dan dalam pembahasan khusus ini, kami akan memberikan penjelasan contoh dari teknologi ramah lingkungan yang sudah hadir di sekitar kita. Apa saja? Ini dia penjelasan lengkapnya! 1. Panel Surya Panel surya menjadi contoh paling populer dari teknologi ramah lingkungan. Teknologi ini kini semakin efisien dan terjangkau, serta dapat dipasang di berbagai lokasi, baik rumah tinggal, gedung perkantoran, hingga kendaraan listrik. Penggunaan panel surya secara signifikan dapat mengurangi emisi karbon karena menggantikan peran bahan bakar fosil dalam menghasilkan listrik. Selain itu, penggunaannya mampu menekan biaya listrik jangka panjang, yang membuatnya semakin diminati oleh masyarakat. Pemerintah dan sektor swasta juga mulai mendorong penggunaan teknologi ini dalam skala besar melalui program insentif dan proyek energi bersih nasional. 2. Kendaraan Listrik Kendaraan listrik merupakan inovasi besar dalam bidang transportasi yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Berbeda dengan kendaraan konvensional yang mengandalkan bahan bakar fosil dan menghasilkan emisi gas buang, kendaraan listrik digerakkan oleh baterai yang dapat diisi ulang dengan energi bersih. Teknologi ini membantu menurunkan tingkat polusi udara, terutama di kota-kota besar dunia. 5 negara produsen kendaraan listrik teratas di pasar global adalah Cina, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Jerman. Sayangnya belum satupun negara muslim yang masuk sebagai produsen. Infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya juga terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan tanpa emisi ini di masa depan. 3. Bangunan Hijau Bangunan hijau atau green building merupakan penerapan teknologi ramah lingkungan di sektor konstruksi. Konsep ini mengedepankan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan seperti kayu daur ulang, bambu, atau batu alam. Selain itu, desain bangunan dirancang agar memaksimalkan cahaya alami dan ventilasi udara, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap listrik untuk pencahayaan dan pendingin ruangan.

Read More

Gen Z Taat: Anti Skip Sholat Saat Nongkrong

Surabaya – 1miliarsantri.net: Di tengah gaya hidup Gen Z yang lekat dengan nongkrong, ngopi, dan hangout bareng teman, tetap ada sosok-sosok keren yang nggak pernah lupa kewajiban utama: sholat. Mereka membuktikan bahwa asyik nongkrong nggak harus bikin lalai ibadah. Justru, di balik gaya kasual dan celoteh santai, ada komitmen kuat untuk tetap taat. Inilah cerita tentang Gen Z Taat — generasi yang memilih anti skip sholat, bahkan saat lagi seru-serunya kumpul bareng. Seseorang yang lahir antara tahun 1997-2013 tergabung dalam kelompok generasi Z atau istilah kerennya yaitu Gen Z. Gen Z seringkali dikenal dengan generasi yang sangat aktif, ekspresif, dan memiliki gaya hidup dinamis. Mereka sangat familiar dengan kemajuan teknologi, dan suka sekali untuk melakukan eksplorasi ke tempat-tempat baru, dan tentunya hobi banget yang namanya nongkrong. Akan tetapi, di tengah-tengah mereka sibuk nongkrong di cafe, mall, atau tempat-tempat nongkrong lain, muncul satu pertanyaan penting: “Mereka masih menjaga sholatnya ga sih?”, atau “Mereka gimana ya menjalankan kewajiban ibadah sholatnya?” Dan jawabannya: “ya bisa banget dong!” Saat ini makin banyak Gen z yang sadar bahwa keren itu bukan cuma dari outfit, akan tetapi juga soal ketaatan. Ketaatan kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Sholat tetap yang utama, meskipun lagi di luar rumah atau nongkrong pun tetap harus dan wajib hukumnya untuk menjaga sholat. Adapun dalil tentang perintah Sholat dalam Al-Quran Surat An Nisa Ayat 103: اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا Artinya: “Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (Q.S. An Nisa: 103). Pada ayat tersebut menjelaskan tentang pentingnya mengingat Allah SWT di manapun dan kapan pun serta melaksanakan kewajiban ibadah sholat dengan sempurna atas waktu yang telah ditentukan sebagai orang-orang yang beriman. Nah, biar tetap istiqomah, yuk simak tips simple tapi powerfull untuk tetap jaga sholatmu! 1. Cari Tempat yang Menyediakan Musholla. Sebelum berangkat nongkrong atau hangout, pastikan dulu tempat yang dituju menyediakaan fasilitas ibadah seperti musholla atau lokasinya yang berdekatan dengan masjid. Lantas, bagaimana cara kita tahu tempatnya ada mushollanya atau tidak? Teknologi sudah canggih, manfaatin sosial mediamu buat cari tau di cafe itu ada mushollanya atau tidak? Tidak ada salahnya juga untuk tanya melalui DM (Direct Message) ke adminnya “Kak, di situ ada mushollanya ga ya?” Untuk cara lain yaitu cek di google maps, tempatnya kira kira dekat dengan masjid apa ya. 2. Atur Waktu Keberangkatan. Supaya tidak mengganggu waktu sholat, kalau bisa berangkat setelah menjalankan ibadah sholat.

Read More

Manajemen Waktu Ala Muslim: Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat

Situbondo – 1miliarsantri.net: Manajemen waktu adalah keterampilan penting yang perlu dikuasai setiap Muslim untuk memaksimalkan potensi diri dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam belajar maupun bisnis. Dalam panduan ini, kita akan melihat bagaimana contoh Rasulullah SAW dapat diterapkan sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Kadang 24 jam dalam sehari itu terasa tidaklah cukup. Rasanya baru saja memulai aktivitas, tahu-tahu matahari sudah tenggelam. Padahal to-do list masih panjang, waktu ibadah belum maksimal, dan waktu untuk diri sendiri pun sering terlewat. Di sinilah pentingnya managemen waktu ala muslim, tentang cara kita mengatur waktu bukan hanya untuk produktivitas dunia, tapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena hakikatnya waktu itu adalah amanah, dan setiap detiknya akan kita pertanggungjawabkan. Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallaam “Teladan Terbaik” Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam mengatur waktu. Beliau membagi harinya menjadi beberapa segmen untuk menjalankan ibadah, berinteraksi dengan keluarganya, melakukan pekerjaan sosial, dan berdakwah. Dari contoh kehidupan beliau, kita bisa belajar untuk menentukan prioritas yang jelas dan memastikan setiap aktivitas dilakukan dengan seimbang antara dunia dan akhirat. Bagi umat Islam, waktu bukan sekadar hitungan jam. Waktu punya nilai spiritual yang tinggi. Berikut beberapa ayat Al-Qur’an yang menunjukkan pentingnya manajemen waktu dalam kehidupan seorang Muslim: 1. Surat Al-‘Ashr (103:1-3) وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ Artinya:“Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3). Makna: Ayat ini menjadi penegasan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika tidak dimanfaatkan dengan iman, amal saleh, dan perbuatan yang bernilai, maka manusia akan merugi. 2. Surat Al-Mu’minun (23:1-3) قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ۝ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ Artinya:“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”(QS. Al-Mu’minun: 1–3). Makna: Manajemen waktu dalam Islam juga berarti menjauhi hal sia-sia dan menggunakan waktu untuk hal yang bermanfaat seperti ibadah dan kebaikan sosial. Yuk, kita bahas bagaimana manajemen waktu ala muslim bisa jadi kunci menyeimbangkan dunia dan akhirat dalam keseharian kita. Membagi Waktu dengan Niat dan Prioritas Seringkali, kita terlalu sibuk mengejar dunia, sampai lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang kerja, target, dan hasil. Islam mengajarkan kita untuk niatkan segala sesuatu karena Allah. Inilah pondasi awal managemen waktu ala muslim. Ketika niat kita sudah lurus, maka aktivitas apapun itu seperti bekerja, belajar, bahkan istirahat sudah bernilai ibadah.

Read More