Wisata Religi Jembrana Makin Memikat: Jukung Berlayar Hadirkan Pesona Baru Masjid Pantai Bali dan Tradisi Maritim Nusantara

Wisata Religi Jembrana semakin memikat dengan hadirnya Jukung Berlayar (Perahu Besar Berlayar), perpaduan kearifan lokal, budaya maritim, dan pesona Masjid Pantai Bali yang memperkuat daya tarik wisata religi dan bahari di Kabupaten Jembrana. Jembrana, Bali — 1miliarsantri.net | Wisata Religi Jembrana terus berkembang sebagai destinasi yang memadukan nilai spiritual, budaya, dan keindahan alam pesisir. Salah satu daya tarik terbaru yang sedang dikembangkan adalah Jukung Berlayar (Perahu Besar Berlayar), sebuah inovasi berbasis budaya maritim yang digagas oleh Tim Masjid Pantai Bali sebagai upaya pelestarian tradisi sekaligus penguatan potensi pariwisata daerah. Jukung Berlayar merupakan pengembangan dari perahu tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Bali, khususnya di Jembrana. Dengan ukuran yang lebih besar dan dilengkapi layar yang khas, perahu ini menghadirkan pengalaman bahari yang unik sekaligus menjadi simbol kuat warisan budaya maritim Nusantara. Kehadirannya semakin memperkaya potensi Wisata Religi Jembrana, khususnya di kawasan Masjid Pantai Bali yang kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi dan edukasi. Perpaduan Kearifan Lokal dan Inovasi Wisata Bahari Jukung Berlayar memadukan nilai-nilai tradisional masyarakat pesisir dengan sentuhan inovasi yang membuatnya semakin menarik sebagai sarana wisata air. Selain mempertahankan bentuk dan karakter khas perahu tradisional Bali, penggunaan layar memberikan nilai estetika yang memukau sekaligus memperkuat identitas budaya maritim daerah.

Read More

ITERA dan YMPN Perkuat Kolaborasi Pengembangan Masjid Pantai Bali Berbasis Sains, Teknologi, dan Pariwisata Masyarakat

ITERA dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara menjalin kerja sama strategis mengembangkan Masjid Pantai Bali di Jembrana berbasis sains, teknologi, lingkungan, budaya, dan wisata religi untuk pemberdayaan masyarakat pesisir. Jembrana, Bali – 1miliarsantri.net | Institut Teknologi Sumatera (ITERA) bersama Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dalam pengembangan kawasan Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan kawasan berbasis sains, teknologi, pendidikan, budaya, lingkungan, serta pariwisata berbasis masyarakat multikultur yang tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal. Kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kawasan pesisir yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif, edukatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Pengembangan Masjid Pantai Bali diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir melalui pendekatan kolaboratif antara dunia akademik, masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan media. Rektor Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha hadir langsung meninjau kawasan Masjid Pantai Bali bersama Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Muhammad Syahril Badri Kusuma, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat berbasis kawasan pesisir. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nyoman menyampaikan bahwa ITERA sebelumnya juga telah mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Cupel melalui kolaborasi bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat Kepakaran Institut Teknologi Bandung (DPMK-ITB) guna membantu penanganan abrasi di kawasan Masjid Pantai Bali.

Read More

Masjid Pantai Bali, Ikon Smart Masjid di Pesisir Jembrana: Wisata Religi, Manasik Haji, dan Motor Ekonomi Umat

Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Jembrana, hadir sebagai Smart Masjid dengan fasilitas manasik haji terlengkap di Bali. Ikon wisata religi dan pusat transformasi sosial ekonomi pesisir. Jembrana, Bali — 1miliarsantri.net: Masjid Pantai Bali merupakan simbol peradaban dan transformasi pesisir yang mengusung visi sebagai “Smart Masjid” hadir bukan sekadar sebagai tempat ibadah. Masjid ini tumbuh menjadi ikon peradaban, pusat edukasi keislaman, destinasi wisata religi, sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir Bali. Berlokasi di kawasan pantai Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, masjid ini menjadi simbol harmoni antara spiritualitas, budaya, arsitektur, dan pembangunan berkelanjutan. Keberadaannya memperlihatkan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan penguatan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Dukungan Tokoh Nasional dan Internasional Masjid Pantai Bali mendapatkan dukungan luas dari berbagai tokoh nasional dan internasional. Di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, almarhum Kyai Muhammad Jazir, Imam Besar Islamic Cultural Center New York Shamsi Ali, dai kondang Mamah Dedeh, mantan Menpora Adhyaksa Dault, pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, da’i nasional Bachtiar Natsir, novelis Habiburrahman El Shirazy, Omar Mitha, serta musisi sekaligus pendakwah Derry Sulaiman. Dukungan ini menunjukkan bahwa Masjid Pantai Bali tidak hanya bernilai lokal, tetapi memiliki makna strategis secara nasional bahkan global. Pelopor Manasik Haji Pertama di Bali Masjid Pantai Bali menjadi pelopor fasilitas manasik haji terlengkap di Pulau Bali. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan replika Ka’bah, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, replika bangunan Masjidil Haram, Jamarat, serta area Sa’i antara Shafa dan Marwah.

Read More

Bersih Masjidku-Bersih Negeriku: Mengenang dan Meneruskan Jejak Almarhum KH Muhammad Jazir ASP

Gerakan Bersih-Bersih Masjid Jawa–Bali yang digagas oleh tokoh Jogokariyan, KH. Muhammad Jazir ASP bersama beberapa Masjid dan didukung oleh Marbot Aplikasi adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memuliakan rumah Allah dan negeri ini. Bali – 1miliarsantri: Kegiatan Safari Bersih-Bersih Masjid adalah simbolisasi dan implementasi sebuah gerakan membangun Indonesia agar bisa berubah lebih baik lagi, membersihkan hati, meminimalisir korupsi, merawat kebersamaan dan menjaga alam yang menjadi amanah kita sebagai Khalifah fil ard, pemimpin di muka bumi. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kehidupan: tempat membangun kejujuran, kebersihan, keberanian, kemandirian, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan amanah. Bersih sebagai prinsip hidup Rasulullah SAW yang memancarkan kejujuran. Kebersihan masjid adalah cermin kebersihan pengelolanya. Masjid yang bersih diharapkan akan melahirkan jama’ah yang jujur. Pengelolaan yang bersih melahirkan kepercayaan. Dan, dari kepercayaan itulah peradaban dibangun. Gerakan yang dilakukan oleh ratusan orang ini tidak berhenti pada sapu dan kain pel, tetapi menjelma menjadi gerakan moral: membersihkan niat dari pamrih, membersihkan amanah dari pengkhianatan, membersihkan dakwah dari kepentingan sempit.

Read More