Rp 4,5 Triliun Anggaran Kementerian Dikembalikan ke Menkeu Purbaya, Ini Sebabnya

Anggaran negara sebesar Rp 4,5 triliun dikembalikan oleh kementerian/lembaga kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa karena tidak terserap penuh. Simak penjelasan lengkap penyebab, data terbaru, hingga dampak terhadap realisasi APBN 2025. Jakarta — 1miliarsantri.net: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) pemerintah telah mengembalikan anggaran negara sekitar Rp 4,5 triliun kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelang akhir tahun anggaran 2025. Angka ini mengalami peningkatan dari jumlah sebelumnya yang dilaporkan sebesar sekitar Rp 3,5 triliun. Pengembalian ini menunjukan bahwa setiap tahun tidak ada satu pun kementerian (kinerja kementerian 2025) yang mampu menyerap 100 % anggarannya. Mengapa Anggaran Dikembalikan Purbaya memaparkan, pengembalian anggaran ini disebabkan utamanya oleh ketidakmampuan beberapa kementerian/lembaga membelanjakan pagu anggarannya secara optimal sampai batas akhir realisasi anggaran tahunan. Banyak program kerja yang tertunda atau tidak terlaksana karena proses administratif, teknis, hingga internal instansi yang berjalan lambat. Angka Pengembalian Terus Bertambah Jelang Penutupan APBN Hingga pertengahan Desember 2025, total anggaran yang dikembalikan ke kas negara telah mencapai sekitar Rp 4,5 triliun, dan angka ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses rekapitulasi akhir realisasi anggaran yang belum selesai. Menteri Purbaya enggan merinci kementerian atau lembaga mana saja yang mengembalikan anggarannya, namun menegaskan bahwa fenomena seperti ini hampir selalu terjadi setiap akhir tahun anggaran. Dampak Terhadap Pengendalian APBN

Read More

2 Gunung Di NTT Meletus Nyaris Bersamaan: Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Ile Lewotolok

Nusa Tenggara Timur (NTT) – Masyarakat NTT kembali dikejutkan oleh aktivitas dua gunung berapi aktif. Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang berada di Kabupaten Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Lembata, kembali menunjukan aktivitas geologinya pada Selasa 17 Juni 2025. Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Gunung Lewotobi Laki-Laki, dengan ketinggian 1.584 mdpl atau 5.196 kaki, pada titik koordinat 8°32′00″S 122°45′28″E  , merupakan jenis gunung Stratovolcano, secara administratif berada di Kabupaten Flores Timur, sore tadi meletus. Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan rilis “Peningkatan Gempa Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki Level III (Siaga), 17 Juni 2025 Pukul 14.00 WITA.” Erupsi yang terjadi ditandai dengan letusan abu vulkanik yang membumbung tinggi, disertai dengan lontaran material pijar terjadi pada pukul 17.35 WITA. Kondisi ini menyebabkan dampak langsung bagi masyarakat sekitar, seperti hujan abu yang mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari. PVMBG melaporkan, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 10.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 11.584 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Gunung Ile Lewotolok Mengalami Erupsi Lanjutan Nyaris bersamaan dengan meletusnya Gunung Lewotobi Laki-Laki, 18 menit berselang Gunung Ile Lewotolok Mengalami Erupsi Lanjutan, tepatnya pada pukul 17.53 WITA, Selasa (17/6/2025). Gunung Ile Lewotolok yang dikenal dengan nama Gunung Api Lewotolok, berada pada koordinat 8.272°LS 123.505°BT merupakan gunung api Stratovolcano, terletak di bagian utara-tengah Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, sebelumnya meletus pada Mei 2025 lalu.

Read More