Selat Malaka Urutan Pertama Cokepoints Global Jalur Strategis Minyak Dunia
Jakarta – 1miliarsantri.net | Distribusi minyak dunia ke berbagai negara dan kawasan sangat bergantung pada beberapa jalur laut yang cukup padat. Jalur distribusi melalui beberapa selat dan terusan yang sempit dan padat, merupakan titik rawan (chokepoints), seperti Selat Malaka. Titik-titik rawan (chokepoints) adalah saluran sempit di sepanjang jalur laut global yang banyak digunakan dan sangat penting bagi perdagangan dan keamanan energi global karena volume besar minyak bumi dan cairan lainnya serta gas alam cair yang melewatinya, diantaranya Selat Malak, Selat Hormuz dan lainnya. Berdasarkan data yang dilansir dari EIA (Administrasi Informasi Energi AS) Selat Malaka, salah satu chokepoints yang melintasi tiga negara, Indonesia, Malaysia dan Singapura merupakan titik terpadat dengan volume 23.2 juta barel. Titik-titik tersibuk (chokepoint) transit minyak dunia (Berdasarkan rata-rata aliran harian), data ini merupakan data dari tahun 2020 hingga semester pertama tahun 2025. Mengutip sumber data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), Prospek Energi Jangka Pendek , Februari 2026, dan analisis EIA berdasarkan pelacakan kapal tanker Vortexa dan data Otoritas Terusan Panama, menggunakan faktor konversi dan perhitungan EIA, berikut urutannya : Total perdagangan minyak maritim dunia melalui 8 titik tersebut sebanyak 79.8 juta barel dan total pasokan minyak dunia sebanyak 104.4 juta barel (rata-rata harian). Namun perlu diketahu, data tersebut merupakan data Perdagangan minyak maritim dunia tidak termasuk volume intra-negara kecuali volume yang melewati titik-titik rawan global dan Tanjung Harapan. 1H25 = paruh pertama tahun 2025. Selat Denmark tidak termasuk aliran melalui Terusan Kiel. Sementara itu data untuk Terusan Panama berdasarkan tahun fiskal (1 Oktober hingga 30 September).*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Sumber : EIA.GOV, @factpress_ir Foto : kolase foto dari EIA dan FactPress


