Kemendag Soroti Lonjakan Harga Minyakita

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan perhatian khusus terhadap melonjaknya harga minyak goreng kemasan Minyakita yang kini mencapai Rp 17.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi fokus utama pemerintah di tengah persiapan menghadapi periode akhir tahun. “Kita akan segera membahas masalah kenaikan harga Minyakita ini dalam rapat koordinasi yang sudah diagendakan,” terang Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Moga Simatupang di Jakarta, Ahad (24/11/2024). Investigasi awal Kemendag mengungkap bahwa distributor tingkat kedua (D2) menjadi penyebab utama kenaikan harga. Penerapan sistem minimum order quantity oleh D2 membuat pedagang pengecer kesulitan membeli Minyakita sesuai kebutuhan pasar. Merespon situasi ini, Kemendag akan menggelar rapat koordinasi pada Kamis pekan depan. Pertemuan ini tidak hanya membahas masalah Minyakita, tetapi juga mencakup strategi menghadapi kebutuhan pangan jelang Nataru. “Kami akan mengadakan pertemuan koordinasi bersama produsen dan distributor minggu depan untuk membahas kelancaran distribusi jelang nataru. Seluruh pemangku kepentingan akan dilibatkan, termasuk dinas terkait dan asosiasi pedagang,” ungkapnya. Rapat koordinasi tersebut akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk distributor, pelaku usaha, dinas terkait, dan asosiasi pedagang pasar. Tujuannya memastikan distribusi lancar dan harga tetap terkendali selama periode akhir tahun. Meskipun kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan dianggap wajar, Kemendag tetap berkomitmen menjaga stabilitas. Pemerintah akan memastikan pasokan bahan pokok, termasuk Minyakita, tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Memang biasanya ada kenaikan harga menjelang hari besar, tapi kami akan pastikan stok tercukupi dan harga tetap terkendali melalui pengawasan distribusi yang ketat,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Gaya Hidup Sehat ala Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Salah satu karunia Allah SWT yang sering diabaikan atau dilalaikan manusia adalah nikmat kesehatan. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW, “Ada dua nikmat yang sering kali dilalaikan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan kesempatan.” Padahal, kesehatan merupakan mahkota yang tidak dapat dirasakan kecuali bagi mereka yang sakit. Dr Husain Haikal dalam kitabnya, Hayatu Muhammad, menjelaskan, Nabi Muhammad SAW selama hidupnya hanya dua kali mengalami sakit. Pertama, ketika beliau kembali dari ziarah makam pahlawan di Baqi’. Kedua, ketika beliau mengalami susah tidur dan demam panas beberapa hari sebelum wafatnya. Lalu timbul pertanyaan, mengapa Nabi Muhammad SAW selalu sehat? Pertama, beliau senantiasa bangun subuh. Waktu subuh tentu tidak sama dengan waktu pagi Pagi adalah waktu setelah matahari terbit, kira-kira jam 07.00. Adapun waktu subuh ialah setelah fajar menyingsing dan sebelum matahari terbit. Ini sebagaimana disebutkan Alquran surah Takwir ayat ke-18. Artinya: “Demi waktu subuh di kala fajar merekah.” Sumpah Allah dengan waktu itu adalah untuk menarik perhatian manusia, khususnya manusia yang beriman kepada-Nya akan pentingnya waktu itu bagi kesehatan fisik dan mental. Udara subuh memang sangat segar dan banyak mengandung zat asam yang sangat diperlukan buat pernapasan manusia. Tidak heran orang-orang yang suka bangun subuh dan selalu menghirup udara subuh sukar dihinggapi penyakit paru-paru. Pernapasannya teratur dan paru-parunya menjadi kuat. Bangun subuh tidak saja besar artinya bagi kesehatan jasmani, tetapi juga bagi kesehatan rohani kita. Faktor kedua, beliau selalu menjaga kebersihan. Sejak kecil, Rasulullah SAW menyukai kebersihan meskipun negerinya kekurangan air. Ketika diangkat menjadi rasul, makin besar perhatiannya pada kebersihan. Beliau bersabda: “Kebersihan itu adalah sebagian daripada iman.” Maka, siapa yang tidak suka menjaga kebersihan, ternodalah sebagian imannya. Faktor ketiga yang menyebabkan Rasulullah SAW senantiasa sehat adalah, beliau selalu makan secukupnya. Rasulullah SAW bersabda: “Kami adalah kaum yang tak pernah makan sebelum lapar, dan bila kami makan tidak pernah sampai kenyang.” Makan memang merupakan salah satu syarat untuk hidup, bila kita tidak makan pada waktunya, maka zat-zat pembakar dalam tubuh kekurangan bahan bakar yang mengakibatkan pembakaran tidak terjadi. Bila pembakaran tidak terjadi, panas badan berkurang dan darah tidak bisa teratur lagi. Maka, makan diperlukan untuk hidup, tetapi manusia hidup bukan untuk makan. Manusia yang hidup hanya untuk makan merosot nilainya menjadi hewan. Sungguh tepat apa yang dikatakan oleh salah seorang sahabat Rasulullah SAW sekaligus menantu beliau, yakni ‘Ali bin Abi Thalib: “Orang yang hidup hanya untuk mengisi perutnya, nilainya sama dengan apa yang keluar dari perutnya.” Faktor terakhir karena beliau banyak berjalan kaki. Dalam berdakwah dari satu tempat ke tempat lain, Rasulullah senantiasa berjalan kaki mengingat keadaan saat itu belum ada kendaraan seperti sekarang ini. Para ahli kesehatan menyatakan bahwa berjalan kaki adalah suatu cara gerak badan yang sangat penting dan menyehatkan. Dengan sering berjalan kaki, pernapasan lebih teratur, urat-urat akan selalu tergerakkan, paru-paru akan menjadi kuat, dan darah menjadi bersih. (yan) Baca juga :

Read More

Hizbul Wathan Membentuk Karakter Jenderal Sudirman

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Dalam biografi resmi yang dirilis Pusat Sejarah TNI, ada pelbagai cerita mengenai besarnya pengaruh Hizbul Wathan (HW) dalam membentuk pribadi Jenderal Besar Sudirman. Tokoh militer Indonesia itu pada masa remajanya bergabung dengan kepanduan dalam lingkup Muhammadiyah tersebut. “Melalui kegiatan Hizbul Wathan, bakat bakat kepemimpinan Sudirman terlihat. Ia menjadi pandu yang disiplin, dan bertanggung jawab, cinta terhadap alam,” demikian petikan narasi dalam buku tersebut. Secara umum, ada tiga kegiatan yang diikuti Sudirman muda sebagai seorang pandu HW, yakni pendidikan rohani, pelatihan jasmani, dan karya bakti. Untuk yang terakhir itu, lelaki kelahiran Purbalingga (Jawa Tengah) itu diharuskan aktif dalam Majelis Penolong Kesengsaraan Oemat (kini PKU) Muhammadiyah. Bersama rekan-rekannya, ia ikut mengumpulkan zakat, mempersiapkan penyelenggaraan shalat id, menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kepada warga, serta pelbagai kegiatan positif lain-lainnya. Ada pula satu kisah perkemahan pandu HW di Lereng Batur, daerah Dieng Wonosobo. Dlaam kegiatan itu, tampak karakteristik Sudirman remaja saat menghadapi situasi dan kondisi yang ekstrem. Menjelang malam, turun hujan deras. Udara menjadi sangat dingin. Rekan-rekan Sudirman yang tak kuat dingin meminta izin untuk pindah tenda atau turun ke rumah penduduk. Sementara, Sudirman tetap dalam tendanya. Seorang kawannya yang bertugas jaga malam sempat mendengar lantunan bacaan ayat Kursi–Alquran surah al-Baqarah ayat ke-255–dari dalam tenda Sudirman. Setelah itu, ia terlihat mengenakan baju hangat dan menunaikan shalat malam. Hizbul Wathan menjadi jalan awal bagi Sudirman muda untuk terjun ke lapangan dakwah sebagai seorang kader Muhammadiyah. Keaktifannya pun tercatat dalam Pemuda Muhammadiyah. Pada 1937, ia menjadi wakil Pemuda Muhammadiyah wilayah Banyumas. Di Pemuda Muhammadiyah pula, kecakapan Sudirman dalam berdakwah kian terasah. Seorang kawan aktivis di organisasi, Hardjomartono, memberikan kesaksian, sebagaimana direkam Sardiman dalam bukunya. Menurut dia, Pak Dirman biasa berdakwah di pelbagai daerah sekitar Banyumas, termasuk Rawalo. Di sana, pernah Hardjomartono dan kawan-kawan berbincang dengan Sudirman. “Wahai para pemuda Muhammadiyah! Ada dua pilihan penting dalam kehidupan yang kita jalani saat ini. Pertama, iskhariman, yakni hidup yang mulia. Yang kedua, musyahidan, yakni mati syahid. Kalian memilih yang mana?” kata Hardjomartono menirukan perkataan Sudirman waktu itu. “Kalau memilih iskhariman, bagaimana syaratnya?” kata seorang kawan. “Kamu harus selalu beribadah dan berjuang untuk agama Islam,” jawab Sudirman. “Bagaimana kalau musyahidan?” timpal Hardjomartono. “Kamu harus berjuang melawan setiap bentuk kebatilan dan berjuang untuk memajukan Islam.” “Jadi, semua harus berjuang?” sambung yang lain. “Kedua pilihan itu seimbang,” jelas Sudirman, “maka kita akan mendapatkan semua kalau mau. Salah satu musuh penghalang saat ini adalah penjajahan. Agar pemuda mendapatkan kemuliaan, maka harus bersiap untuk berjuang, siap syahid untuk mendapatkan kemerdekaan. Para pemuda harus berani untuk jihad fisabillilah.” (jeha) Baca juga :

Read More

Aisyiyah Bahas Gerakan Perempuan Bersama Kowani dan Wanita Katolik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Aisyiyah bersama organisasi perempuan yang lain punya komitmen yang sangat tinggi bersama-sama memajukan bangsa dan negara menuju terwujudnya peradaban utama. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam sarasehan gerakan perempuan bertema “Refleksi Gerakan Perempuan Menuju Indonesia Berkeadilan” pada Jum’at (22/11/2024) lalu di Jakarta. Sarasehan yang digelar dalam rangka menyongsong Tanwir I ‘Áisyiyah pada tanggal 15 hingga 17 Januari 2024 ini dihadiri oleh berbagai organisasi perempuan Indonesia. Kegiatan ini menurut Salmah diharapkan dapat memberikan masukan-masukan penting pada acara Tanwir ‘Aisyiyah mendatang. ‘Aisyiyah sendiri disebut Salmah adalah salah satu dari tujuh organisasi perempuan yang masih berkiprah hingga hari ini yang pada masa awal pergerakan perempuan Indonesia menjadi Steering Committee Kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928. “Ketujuh organisasi tersebut tentu semuanya mempunyai komitmen perempuan untuk merdeka dan alhamdulillah masih tetap berkiprah hingga saat ini adalah ‘Aisyiyah bersama Wanita Katolik dan Wanita Taman Siswa,” ucap Salmah. Ketiga organisasi ini bersama dengan 111 organisasi perempuan Indonesia yang tergabung dalam KOWANI disebut Salmah tentu memberikan kontribusi yang luar biasa untuk perkembangan Indonesia. Kongres Perempuan Indonesia pertama disebut Salmah memiliki cita-cita untuk kemajuan perempuan, menginspirasi bukan hanya untuk kaum perempuan tetapi juga bangsa Indonesia. Utusan ‘Aisyiyah yang saat itu diwakili oleh Ibu Munjiyah dan Ibu Hayinah menunjukkan semangat perempuan Indonesia untuk merdeka dan berkemajuan. Munjiyah pada saat itu disebut Salmah menyampaikan pidatonya tentang Derajad Perempuan. Salah satu pernyataan beliau yakni perempuan dan lelaki Islam itu masing-masing berhak berkemajuan dan berkesempurnaan dan bahwasanya yang dikata kemajuan dan kesempurnaan itu adalah menurut hak dan batas-batasnya masing-masing. Amanat dari Kongres Perempuan Pertama tersebut menurut Salmah masih terus dilaksanakan oleh ‘Aisyiyah, sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya memiliki konsen pada kesetaraan bagi perempuan dan laki-laki dalam ber amar ma’ruf nahi munkar. “Antara lain dengan lahirnya ribuan amal usaha ‘Áisyiyah diantaranya majalah Suara Aisyiyah pada tahun 1928, TK ABA, Perguruan Tinggi, Rumah Sakit, Panti Asuhan, Koperasi, dan lain sebagainya,” papar Salmah. Kontribusi ‘Aisyiyah dalam Pembangunan Indonesia ini juga diamini oleh Giwo Rubianto Wiyogo, selaku Ketua Umum KOWANI. Giwo menyebut walaupun KOWANI adalah anaknya ‘Aisyiyah, tetapi ‘Aisyiyah dan KOWANI bersama-sama mengawal kemajuan perempuan Indonesia. “’Aisyiyah menjadi pilar penting dalam pendidikan. Kita mengetahui pendidikan tinggi, ratusan sekolah, puluhan ribu PAUD yang dikelola, ‘Aisyiyah ini menjadi panutan bagi organisasi anggota KOWANI dalam mempelopori pendidikan dan ‘Aisyiyah juga banyak mendapatkan penghargaan berbagai amal usaha,” tambahnya. Kedepannya, Giwo menyampaikan harapannya kepada ‘Aisyiyah agar dapat mengawal dan membimbing gerakan pemberdayaan perempuan dan berbagai program-programnya. “Karena seorang ibu tidak boleh melupakan anaknya, sudah dilahirkan tidak boleh diabaikan,” ucapnya. Masyitoh Chusnan, Ketua PP ‘Aisyiyah menyampaikan dari ibu bangsa lahir anak-anak bangsa yang kenal tentang kebangsaannya dan anak-anak bangsa yang menjadi teladan. Menurutnya lahirnya anak-anak bangsa yang bisa diteladani adalah dari ibu-ibu bangsa yang juga teladan yang nantinya melahirkan bangsa yang teladan. Oleh karena itu disebut Masyitoh, perempuan mempunyai banyak potensi untuk membangun bangsa “Wahai kaum perempuan, di dalam diri kita sesungguhnya banyak energi positif yang bisa kita sumbangkan untuk warga bangsa,” tegasnya. Ia juga ingin mengajak para perempuan menyadari bahwa setiap perempuan adalah pemimpin di berbagai level. “Mari kita bersama-sama bukan hanya memberdayakan tetapi juga memperjuangkan tugas-tugas kita sebagai ibu bangsa baik peran domestik juga peran publik.” Dalam kegiatan ini hadir pula Ketua PP ‘Aisyiyah, Latifah Iskandar dan Siti Aisyah. Hadir sebagai pemateri, Siti Zuhro, Guru Besar Riset Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Peneliti Senior BRIN; Lusia Willar, DPP Wanita Katolik RI; Siti Syamsiyatun, Ketua LPPA PP ‘Aisyiyah; dan Sri Yoeliati Sugiri, Wanita Taman Siswa. (Iin) Baca juga :

Read More

Pengungsi Lebanon Pilih Kembali ke Zona Perang

Gaza — 1miliarsantri.net : PBB menyatakan keprihatinan pada Jumat karena kondisi yang sangat buruk di Suriah membuat sebagian warga Lebanon yang mengungsi ke sana memilih untuk kembali ke Lebanon, meskipun masih dalam situasi perang Israel-Hezbollah. Gonzalo Vargas Llosa, perwakilan badan pengungsi PBB di Suriah mengatakan “Ada keluarga Lebanon yang mulai mengambil keputusan sangat sulit dan berpotensi mengancam nyawa untuk kembali ke Lebanon.” “Meski jumlahnya sangat kecil, bagi kami bahkan angka kecil adalah sinyal yang mengkhawatirkan,” katanya kepada wartawan di Jenewa melalui sambungan video dari perbatasan Suriah-Lebanon. UNHCR memperkirakan sekitar 560.000 orang telah mengungsi ke Suriah dari Lebanon sejak akhir September, ketika baku tembak lintas batas antara Israel dan Hezbollah atas perang di Gaza meningkat menjadi perang terbuka. Otoritas Lebanon bahkan menyebut angka yang lebih tinggi, yaitu lebih dari 610.000 pengungsi. Vargas Llosa menjelaskan bahwa sekitar 65 persen dari mereka yang menyeberang ke Suriah adalah warga Suriah yang sebelumnya mengungsi ke Lebanon akibat konflik di negara mereka yang telah berlangsung 13 tahun. Dia menyoroti bahwa dari tahun 2017 hingga 23 September tahun ini, sekitar 400.000 warga Suriah telah kembali ke negara mereka dari Lebanon. “Kami mencatat jumlah yang kurang lebih sama dalam periode tujuh hingga delapan minggu,” katanya, menambahkan bahwa sekitar 150.000 warga Lebanon juga tiba di Suriah selama periode tersebut. Dia memuji “sikap teladan” dan “penampilan luar biasa dari kemurahan hati” yang ditunjukkan terhadap para pengungsi oleh masyarakat di seluruh Suriah, “yang infrastrukturnya hancur, yang ekonominya hancur.” Namun dia memperingatkan bahwa mengingat “situasi ekonomi Suriah yang sangat buruk… tidak jelas berapa lama kemurahan hati ini akan bertahan.” Tanda-tanda mengkhawatirkan mulai muncul, katanya, menunjuk pada jumlah orang yang memilih untuk kembali ke Lebanon meskipun berisiko. Mereka pergi karena menganggap “kondisi di Suriah sangat mengerikan, dan mereka mungkin lebih baik di Lebanon, meskipun ada pemboman.” Di Lebanon, mereka mungkin memiliki sistem dukungan yang lebih baik, akses ke layanan lebih mudah, dan bahkan kemampuan untuk menghasilkan sedikit pendapatan, katanya. “Jumlah yang kami temui di perbatasan sangat kecil, mungkin rata-rata 50 keluarga per hari,” katanya. Namun Vargas Llosa memperingatkan bahwa “kecuali ada suntikan dukungan internasional yang nyata… jumlah warga Lebanon yang memilih untuk pulang ke situasi yang luar biasa sulit ini mungkin akan bertambah dalam minggu dan bulan mendatang.” “Ini akan sangat mengkhawatirkan.” Bahkan ada beberapa pengungsi Suriah yang memilih untuk kembali lagi ke Lebanon, “terutama karena kondisi ekonomi yang luar biasa buruk di Suriah,” kata Vargas Llosa. Sementara itu, dia mengatakan bahwa baru-baru ini terjadi “penurunan penting dalam laju kedatangan” ke Suriah, dari puncak 10.000-15.000 per hari menjadi rata-rata sekitar 2.000. Vargas Llosa menyatakan bahwa hal ini kemungkinan terkait dengan serangan berulang Israel ke penyeberangan perbatasan. “Warga Suriah dan Lebanon sangat takut menggunakan rute pelarian ini,” katanya, meminta militer Israel untuk “segera menghentikan serangan yang tidak dapat diterima ini.” (zul) Baca juga :

Read More

Menag dan Sekjen IIFA Bahas Peran Masjid

Jakarta — 1mikiarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Prof. Dr.Nasaruddin Umar menerima kunjungan Sekretaris Jenderal International Islamic Fiqih Academy (IIFA), Koutoub Moustapha Sano, di Kantor Pusat Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta. Turut hadir dalam pertemuan ini Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin. Ada yang menarik dalam pertemuan penting ini. Menag dan Sekjen IIFA terlibat diskusimembahas peran masjid dalam mendidik masyarakat melalui khutbah yang terstruktur dan relevan. Sekjen IIFA menyampaikan pengalamannya sebagai Menteri Agama di negaranya, di mana ia mengatur khutbah Jumat dengan tema yang seragam di semua masjid. “Kita akan katakan, hari ini, Jumat ini, kita akan bicara tentang, misalnya, maslahat, atau berbicara tentang melawan korupsi. Jadi semua masjid harus membahas ini. Karena jika kita tidak melakukannya, beberapa masjid akan melakukan sesuatu yang tidak relevan bagi masyarakat,” terang Sekjen IIFA, Sabtu (23/11/2024). Dia juga menekankan pentingnya melatih para khatib untuk memastikan khutbah yang diberikan berkualitas. “Saya tidak mengontrol isinya, tetapi saya ingin mengontrol topiknya. Topiknya harus baik, penting, dan orang-orang belajar darinya,” tambahnya. Sekjen IIFA menilai langkah ini efektif dalam melawan ekstremisme melalui khutbah yang benar dan edukatif. Ia juga menegaskan kesiapan IIFA untuk bekerja sama dengan Kemenag dalam membangun pendidikan Islam yang moderat dan toleran. “Ini adalah langkah bagus untuk melawan terorisme melalui khutbah yang benar, mencegah khutbah yang salah yang bisa meracuni audiens dengan informasi keliru tentang Islam. Hal ini membantu menjaga harmoni dan kohesi dalam masyarakat,” ungkapnya. Menanggapi hal tersebut, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa di Indonesia, masyarakat memiliki kebebasan dalam mengelola masjid, termasuk dalam memilih materi khutbah. Namun, Kemenag telah menyediakan panduan berupa 4-5 contoh khutbah yang dapat diakses melalui situs web dan media sosial. “Dan itu sangat banyak diunduh, mencapai ribuan. Namun, kami tidak bisa memaksa orang untuk menggunakan atau membacanya. Di Indonesia, kebanyakan masjid dibangun oleh masyarakat, sehingga kami tidak bisa memaksa mereka,” ujar Menag. Menag juga mengapresiasi fenomena pendidikan Islam yang semakin berkembang di masjid-masjid Indonesia. “Ada fenomena baru di Indonesia saat ini. Setelah Maghrib dan juga setelah Subuh, ada ceramah. Saya pikir ini adalah fenomena yang sangat baik,” katanya. “Dua dekade yang lalu, hanya beberapa masjid tertentu yang melakukan itu. Sekarang, hampir semua masjid di Indonesia menggunakan waktu ini untuk memberdayakan pendidikan Islam bagi masyarakat setelah Maghrib dan Isya,” lanjutnya. Selain membahas khutbah, diskusi juga menyoroti potensi besar zakat dan wakaf dalam mengatasi masalah sosial. Menurut Menag, jika dikelola dengan baik, zakat dan wakaf dapat digunakan untuk menciptakan sekolah dan mengentaskan kemiskinan. (wink) Baca juga :

Read More

Ciri-Ciri Orang yang Bertakwa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setiap perintah Allah SWT yang kita kerjakan selalu memiliki tujuan akhir, yaitu untuk membentuk insan-insan yang bertakwa. Maknanya, manusia yang siap taat untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Dengan ketakwaan itu, seseorang mendapatkan jaminan ampunan dan surga-Nya. Di antaranya, perintah untuk menghambakan diri secara total kepada Allah SWT (QS al-Baqarah [2]: 21), memenuhi janji (QS al-Baqarah [2]: 63), penegakan hukum qishas (QS al-Baqarah [2]: 179), menjalankan ibadah puasa Ramadhan (QS al-Baqarah [2]: 183), istiqamah di jalan Islam (QS al-An’am [6]: 153), dan berpegang teguh kepada kebenaran (QS al-Araf [7]: 171). Ujung ayat-ayat tersebut berbunyi, “La’allakum tattaqun…” (agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa). Dalam Alquran, telah disebutkan karakteristik yang selalu melekat dalam diri manusia yang bertakwa. Pertama, dalam surah al-Baqarah [2] ayat 3-4. Yaitu, manusia yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan kepadanya, beriman kepada kitab suci Alquran dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta yang yakin akan adanya kehidupan akhirat. Kedua, dalam surah al-Baqarah [2] ayat 177. Orang yang bertakwa adalah yang beriman kepada Allah, Hari Akhir, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan nabi-nabi-Nya. Kemudian, dia memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan, dan orang yang meminta-minta. Orang yang bertakwa juga memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Selain itu, orang yang bertakwa selalu menepati janjinya dan bersabar dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan. Ketiga, dalam surah Ali Imran [3] ayat 134-135. Yaitu, orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit, menahan amarahnya, memaafkan kesalahan orang lain, dan apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri segera ingat kepada Allah, lalu memohon ampun kepada-Nya. Dalam Alquran, juga telah disebutkan jaminan (balasan) yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang bertakwa (muttaqin). Pertama, jaminan ampunan dan mendapatkan surga. Allah SWT berfirman, “Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS Ali Imran [3]: 146). Kedua, diberikan baginya jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup. Allah SWT berfirman, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS at-Thalaq [65]: 2). Ketiga, diberikan jaminan rezeki dari arah yang tidak terduga sebelumnya. Allah SWT berfirman, “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS at-Thalaq [65]: 3). Keempat, akan dihapuskan dosa-dosanya dan diberikan pahala yang berlipat. Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (QS at-Thalaq [65]: 5). (yat) Baca juga :

Read More

Festival Dakwah Pemuda Islam Dibanjiri Peserta

Bekasi — 1miliarsantri.net : Festival dakwah pemuda Islam yang digelar di Masjid Baitul Makmur Bekasi mencatatkan prestasi membanggakan dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda. Acara bertajuk “Menyala Pemuda Islam 2024” yang berlangsung sejak 27 Oktober hingga 24 November 2024 ini berhasil menarik 190 peserta dari 68 sekolah, dengan 96 finalis dari 55 sekolah melaju ke babak final. Kegiatan yang diinisiasi Remaja Islam Telaga Sakinah (RISALAH) ini dibuka dengan Kajian Akbar bersama Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, seorang akademisi sekaligus ulama yang menginspirasi lewat perpaduan ilmu agama dan sains. Kajian bertema “Mutiara Keteladanan dari Perjalanan Hidup Imam Ahmad rahimahullah” ini menarik ratusan peserta dari beragam latar belakang. Festival ini menghadirkan beragam lomba menarik, termasuk Pidato tingkat SMP-SMA, Tahfidz untuk SD, dan Panahan untuk tingkat pemula. Inovasi terbaru hadir melalui Lomba Cerdas Cermat Online tentang Sirah Nabawiyah dan ZISWAF yang dapat diikuti secara daring. Antusiasme peserta tidak hanya berasal dari Bekasi, tetapi juga Bandung dan Karawang. Para finalis akan bertanding memperebutkan total hadiah Rp 15 juta berupa uang tunai, piala, dan sertifikat penghargaan dalam grand final. Babak final dan pengumuman pemenang digelar pada Ahad, 24 November 2024, pukul 07:30-14:00 WIB di Masjid Baitul Makmur, Perumahan Telaga Sakinah, Bekasi. (yus) Baca juga :

Read More

Setia di Jalan Takwa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Alkisah, ada dua sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang sangat setia kepada istri masing-masing. Dua sahabat itu adalah Umar bin al-Khattab dan Anas bin Malik RA. Keduanya selalu membangunkan istrinya, kemudian anaknya, agar dapat melaksanakan shalat Tahajud dan makan sahur bersama. Kedua sahabat ini merasa sangat terkesan saat mendengar hadis qudsi, “Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa kemuliaan orang Mukmin itu terletak pada qiyamul lail.” (HR Muslim). Sedemikian mendalamnya kesan itu, sehingga Umar bin al-Khattab menyampaikan pesan kepada rakyatnya, “Manisnya kehidupan dunia itu terletak pada tiga hal: qiyamul lail, bertemu dengan sahabat seperjuangan, dan shalat berjamaah.” Diriwayatkan Aisyah RA, Rasulullah SAW pernah melakukan shalat Tahajud dalam waktu sangat lama. Beliau meminta Aisyah, untuk membiarkannya berberibadah kepada Allah dengan khusyuk. Aisyah RA mendekati Rasulullah dan berkata, “Demi Allah, aku ingin selalu dekat denganmu dan melakukan sesuatu yang dapat membahagiakanmu!” Rasul pun bergeming terhadap “ajakan” Aisyah. Rasul lalu mengambil air wudhu dan melanjutkan shalat malamnya saat itu. Aisyah kemudian mengisahkan bahwa Rasul meneruskan shalat malamnya sambil menitikkan air mata. Air mata itu mula-mula hanya membasahi pipi, lalu jenggot, sampai akhirnya membasahi tempat sujud beliau. Rasulullah tidak henti-hentinya menangis dalam shalat Tahajud itu hingga Bilal RA mengumandangkan azan Subuh. Aisyah bertanya, “Mengapa engkau menangis seperti itu? Tidakkah Allah telah mengampuni dosa masa lalu dan mendatang engkau?” Rasul menjawab, “Sungguh aku beribadah seperti itu karena aku ingin menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur!” Bersyukur merupakan jalan takwa kepada Allah dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Setia di jalan takwa dapat mengalahkan kecintaan hamba terhadap dunia, harta, takhta, bahkan wanita. Oleh karena itu, Rasulullah SAW meneladankan kesetiaan di jalan takwa dengan selalu berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu untuk selalu merasa takut kepada-Mu, di saat sendiri maupun ramai. Aku memohon kepada-Mu kelezatan untuk memandang wajah-Mu, dan merindukan pertemuan mesra nan indah dengan-Mu dalam situasi tanpa penderitaan yang membahayakan dan tanpa fitnah yang menyesatkan.” (HR an-Nasai no 1304). Setia di jalan takwa adalah solusi kehidupan, pembuka pintu rezeki, dan pelancar segala urusan (QS ath- Thalaq [65]: 2-4). (yan) Baca juga :

Read More

Direktur Rumah Sakit dan 6 Staf Medis di Lebanon Menjadi Korban Serangan Israel

Ramallah — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan serangan udara Israel pada Jumat (22/11/2024) telah menewaskan Dr. Ali Rakan Allam, Direktur Rumah Sakit Universitas Dar al-Amal di wilayah timur dekat Baalbek, bersama dengan enam rekan kerjanya. Dalam pernyataan resmi, kementerian mengecam “serangan pengecut Israel yang menargetkan kediamannya di dekat rumah sakit” dan mengutuk “agresi Israel yang terus-menerus terhadap staf dan fasilitas medis.” Israel terus melanjutkan kampanye militer intensif melawan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran, mengaburkan harapan akan gencatan senjata segera meski ada upaya mediasi dari utusan AS. Mediator AS Amos Hochstein menyatakan pekan ini di Beirut bahwa gencatan senjata “sudah di depan mata.” Ia kemudian melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz sebelum kembali ke Washington. Kunjungan diplomatik ini bertujuan mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung lebih dari setahun antara Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan selatan Lebanon. Konflik semakin memanas ketika Israel meningkatkan serangannya pada akhir September dan mengirim pasukan darat ke Lebanon pada 1 Oktober. Pasukan Israel telah terlibat pertempuran dengan Hizbullah di sejumlah kota sepanjang perbatasan dan pekan ini bergerak lebih dalam hingga ke pinggiran Khiyam, sebuah kota yang berjarak sekitar enam kilometer dari perbatasan. Hizbullah melaporkan telah menembakkan roket ke arah pasukan Israel di timur Khiyam setidaknya empat kali pada hari Jumat. Sumber keamanan menyebutkan pasukan Israel juga telah maju ke beberapa desa di sebelah barat, kemungkinan besar berusaha mengisolasi Khiyam sebelum melancarkan serangan ke kota tersebut. (yam) Baca juga :

Read More