Pengurus Masjid Salman Sesalkan Adanta Aktifitas Yang Membawa Pesan LGBT Dalam Kegiatan OSKM ITB

Bandung — 1miliarsantri.net : Berdasarkan laporan munculnya aktivitas-aktifitas yang membawa pesan gerakan LGBTQ, khususnya dalam kegiatan OSKM ITB 2023, Keluarga Besar Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan sangat menyesalkan dan menyatakan menolak setiap bentuk perilaku serta budaya LGBTQ dalam bentuk apapun. “Kami Keluarga Besar Masjid Salman ITB, yakni pembina, pengurus, dan jamaah, sangat menyesalkan munculnya aktivitas-aktivitas yang membawa pesan-pesan gerakan LGBTQ baik secara tersirat maupun tersurat, khususnya dalam kegiatan OSKM ITB 2023,” terang Dewan Pakar Salman ITB, M Salman AN, dalam konferensi Pers, Selasa (22/08/2023). Salman mengatakan, hal tersebut diduga terjadi karena kurangnya kesadaran dari semua pihak, terkait mengenai bahaya wacana maupun gerakan LGBTQ di dunia internasional. Menurutnya, wacana dan gerakan LGBTQ pada dasarnya berakar pada falsafah yang menolak adanya fitrah atau jati diri yang digariskan Sang Pencipta pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya. “Falsafah ini memandang manusia berhak secara bebas tanpa batas mengubah atau memperlakukan dirinya sekehendaknya sendiri. Padahal manusia adalah hamba Allah SWT yang seharusnya menaati aturan yang telah ditetapkan Allah SWT,” lanjutnya. Salman menambahkan, Masjid Salman ITB menolak terhadap setiap bentuk perilaku serta budaya LGBTQ dalam bentuk apapun. Penolakan dalam bentuk apapun itu termasuk di dalam penggunaan simbol, identitas, kegiatan keorganisasian, maupun hal lainnya. Maka dari itu, pihaknya mengajak segenap mahasiswa, dosen, tenaga pendidik, orang tua mahasiswa, jamaah Masjid Salman, dan masyarakat luas agar lebih peduli akan nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa. Salman juga mengajak semua pihak tersebut untuk memperdalam pemahaman dan penghayatan ajaran agama masing- masing, serta mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat. “Kami juga mengajak semua pihak untuk memperkuat peran keluarga, kawan sejawat, dan lingkungan terdekat dalam membimbing dan mengarahkan adik-adik mahasiswa agar menjadi insan yang berkarakter kuat dan beretika tinggi, sehingga dapat menjadi pemimpin bangsa yang unggul di masa depan,” pungkasnya. (ede)

Read More

Habib Umar Berziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari

Jombang — 1miliarsantri.net : Ulama asal Tarim, Yaman, Habib Umar bin Hafidz melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari sekaligus dalam rangka menghadiri acara Mulataqa (Pertemuan) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (22/08/2023). Habib Umar didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudh (Gus Kikin), Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel, KH Taufiqurrohman Muchit, dan beberapa habib dan kiai yang turut menemani selama ziarah berlangsung. Dalam kegiatan ziarah ke makam KH. Hasyim Asy’ari tersebut Habib Umar membacakan beberapa ayat Al-Qur’an seperti sebagian surat Al-Baqarah, dilanjutkan dengan ayat kursi, hingga pembacaan doa secara bergantian. Ia bersama rombongan kemudian menuju Masjid Pondok Pesantren Tebuireng, tempat pusat Multaqa Ulama dikawal tim keamanan. Kedatangannya sesuai jadwal yang disusun panitia Mulataqa Ulama. Dalam unggahan informasi terkait acara ini, Habib Umar bin Hafidz memang dijadwalkan hadir di Pesantren Tebuireng di tengah jadwal rihlahnya di sejumlah Pesantren di Indonesia. “Pesantren Tebuireng mengadakan Multaqo Ulama bersama al-Habib Umar bin Hafidz, yang dilaksanakan Selasa, 05 Shafar 1445 H / pada 22 Agustus 2023,” ujar Gus Kikin. Dalam sambutannya, Gus Kikin mengaku sangat gembira menyambut Habib Umar bin Hafidz beserta rombongan di Pesantren Tebuireng. “Alhamdulillah pada sore hari ini kita bisa bersilaturahim dengan Habib Umar, sesuatu yang sangat-sangat membahagiakan khususnya bagi kami keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng,” tukasnya. Gus Kikin juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua undangan karena tempat pertemuan ini yang cukup terbatas. Pesantren Tebuireng sebelumnya telah berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkan penyambutan Habib Umar. “Saya mohon maaf karena tempat yang terbatas, kami tidak mampu tidak bisa menghormati semua tamu sebagaimana layaknya menghormati tamu. Jadi, kami mohon maaf betul. Semuanya seadanya,” sambungnya. Bagi Gus Kikin, kehadiran Habib Umar memberikan pelecut untuk terus meneladani kiprah-kiprah Hadratussyekh KH M Hasyim lebih jauh lagi. “Dan ini menjadikan semakin semangat bagi kami untuk melanjutkan meneruskan uswah hasanah (teladan baik) Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari,” pungkasnya. (yat) Baca juga :

Read More

Kisah Marbot Masjid Yang Bisa Lolos Kuliah di Amerika

Semarang — 1miliarsantri.net : Salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Khoirul Adib tak henti-hentinya mengucap syukur. Lajang kelahiran Tuban, Jawa Timur ini meraih beasiswa kuliah jurusan Teknologi Informasi di Amerika Serikat. Pemuda yang sehari-hari menjadi marbot masjid ini tak bisa melupakan peristiwa saat lolos seleksi MOSMA Kemenag. MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) merupakan salah satu program implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Di Semarang, Adib adalah marbot (tukang bersih-bersih) masjid. Dia tinggal di sebuah masjid dan ikut memakmurkannya dalam beragam kegiatan keagamaan dan sosial yang diadakan. Khoirul Adib merasa bisa kuliah di Semarang sebenarnya sudah luar biasa baginya. Apalagi, dia diterima pada jurusan yang menjadi passionnya. “Kuliah di Semarang bagi orang desa seperti saya sudah luar biasa, apalagi bisa belajar di jurusan teknologi,” ujar Adib dalam sambungan videocall kepada 1miliarsantri.net, Senin (21/08/2023) Meski demikian, bukan berarti Adib tidak ingin kuliah di luar negeri. Tentu ada cita-cita, meski lebih sering dipendamnya. Dia merasa, kuliah di luar negeri adalah mimpi yang terlalu tinggi bagi seorang anak desa sepertinya. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, dia harus sering bolak balik Semang – Tuban – Semarang, menempuh jarak sekitar 280 km sekali jalan. Ibunya sedang sakit, sehingga dia harus merawatnya. Beruntung sudah ada jalan tol, sehingga jarak tempuh bus makin pendek, berkisar 5 – 6 jam. Tidak ada salahnya anak desa bermimpi kuliah di luar negeri. Khoirul Adib yakin bahwa rezeki sudah diatur yang Maha Kuasa. Tugasnya berikhtiar mencari jalan, dan saat itu yang terbayang adalah mencari beasiswa. Gayung bersambut, jalan itu datang dalam bentuk MOSMA. Adib mengaku kali pertama mendengar info MOSMA dari teman-temannya di kampus. Dia lalu mencari informasi di media online, dan mendapati penjelasan bahwa MOSMA merupakan program kerja sama Kementerian Agama dan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang memberi beasiswa kuliah di luar negeri. MOSMA menjadi bagian dari implementasi program Beasiswa Indonesia Bangkit. Adib merasa ini menjadi peluang baginya untuk merengkuh asa. Semua proses dilengkapi untuk memastikan dia bisa mendaftar. “Saya tertarik untuk mempelajari dan mendaftar. Lika-liku perjalanannya saya lalui untuk bisa ikut mendaftar program tersebut. Ini bukan semata tentang mimpi saya, tapi juga harapan orang tua,” sambungnya. Pendaftaran MOSMA dibuka dari 15 Juni – 5 Juli 2023. Total ada 451 pendaftar, memacu Khoirul untuk bersiap menyongsong persaingan. Dari hasil seleksi administrasi, terpilih 192 peserta yang masuk tahap seleksi. Dan, nama Khoirul Adib tercantum dalam pengumumannya. Adib tergabung dalam kelompok S1 beserta 106 peserta lainnya. Ada 78 peserta untuk jenjang S2, dan 7 mahasiswa untuk jenjang S3. Tahap wawancara dilakukan secara daring (dalam jaringan), 13 – 14 Juli 2023, memudahkan Adib untuk tetap bisa sambil merawat ibunya. Sebab, dia tidak harus pergi ke Jakarta. Selain aspek psikologis dan akademik, Adib juga harus mempersiapkan kemampuannya berbahasa Inggris karena dia ambil pilihan ke Amerika. (Untuk pilihan ke Timur Tengah, salah satu materi tesnya adalah kemampuan Bahasa Arab). “Semua tahapan saya lalui dan pada saat pengumuman, 18 Juli 2023, ternyata nama saya dinyatakan lolos untuk bisa mengikuti program MOSMA Student Exchange di kampus ternama Amerika Serikat, Rochester Institute Of Technolgy,” ujarnya sambil tersenyum. Berita baik ini langsung disambut oleh keluarga. Orang tua nya begitu bangga melihat anaknya bisa mewujudkan cita-cita Adib, sebab dirinya juga lolos seleksi dan menjuarai kompetisi riset teknologi di Korea Selatan. “Alhamdulillah, sebelum ke Amerika, saya bisa ikut kompetisi riset internasional di Korea Selatan. Alhamdulillah, saya mendapat medali perak. Terima kasih Pak Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas. Terima kasih Kementerian Agama,” ceritanya. Di tengah rasa bahagia akan prestasi di Korea Selatan dan peluang kuliah di Amerika, Mahasiswa kelahiran 2002 mendapat kabar duka. Ibu yang sangat disayangi dan selama ini dirawat, wafat. Duka makin dalam karena saat itu, Khoirul Adib masih berada di Korea Selatan. Sehingga, dia tidak bisa mengurus jenazah ibunya hingga dimakamkan. “Namun saya tetap kuat dan harus meneruskan perjuangan ibu, agar bisa menjadi orang bermanfaat untuk semua orang,” tekadnya. Adib mengenang, bahwa dia sebenarnya juga mendapat tawaran untuk diterima kuliah satu semester di Columbia University, salah satu Ivy League Universities di Amerika Serikat (salah satu universitas top di AS). Tapi tidak sempat menindaklanjuti pendaftaran, karena sampai penutupan, dia harus merawat ibunya yang sakit keras. Ibunya sempat membaik sehingga dia bisa ikut kompetisi riset di Korea Selatan. Tapi Allah sudah menetapkan batas usia sang bunda. Semoga almarhumah senantiasa mendapat limpahan rahmah. “Batal masuk Columbia University, saya alhamdulillah diterima di Rochester Institute of Technology, salah satu universitas bergengsi juga di AS,” ucapnya penuh syukur. Negeri Paman Sam yang selama ini ada di angan, mulai terbayang. Meski hanya 6 bulan, kesempatan kuliah di sana tidak boleh disia-siakan. Adib mencoba mempersiapkan segala sesuatunya, sesuai kemampuannya, sembari menunggu jadwal keberangkatan. (hud)

Read More

MUI Adakan Kegiatan Road Show ke Beberapa Ponpes Untuk Mengedukasi Segala Bentuk Kekerasan di Pesantren

Bekasi — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak semua pihak memerangi segala bentuk kekerasan di pondok pesantren (ponpes). Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK) Prof Amany Lubis merasa sangat prihatin dengan adanya kejadian kekerasan tersebut. Dia mendorong semua pihak mencegah kekerasan. Kekerasan dalam bentuk apapun di pesantren sangat berbahaya. “Kita harus menjaga anak-anak santri kita, dan menjaga karakter pesantren yang saling mengajarkan perdamaian, memupuk saling asah asih asuh dan anti terhadap kekerasan dalam bentuk apapun,” terang Amany kepada 1miliarsantri.net, Senin (21/08/2023).. Amany mengatakan, MUI akan melakukan kegiatan Road Show ke beberapa Pondok Pesantren. Kegiatan ini sebagai bentuk kesungguhan KPRK MUI dalam upaya mencegah dan menanggulangi tindak kekerasan pada anak, termasuk kekerasan seksual yang sangat membahayakan ini sudah menyasar ke pondok-pondok pesantren. “Banyak diberitakan kasus kekerasan termasuk kekerasan seksual di pesantren. Kami ingin mendengar dan berdialog langsung dari para santri,” tegasnya. Selain itu, kata Amany, pihaknya melakukan Roadshow Pondok Pesantren ini untuk belajar dari para pengasuh dan pengelola pondok pesantren Mahasina tentang bagaimana menjaga para santrinya dari bahaya dan ancaman kekerasan. Amany mengutip pernyataan Wakil Presiden RI KH Maruf Amin saat membuka Roadshow Pondok Pesantren yang pertama di Pondok Pesantren Tanara, Serang, Banten. “Pesantren merupakan pusat peradaban Islam, pusat untuk membangun masyarakat dan merupakan satu-satunya lembaga pencetak para ulama, harus kita jaga baik-baik,” kata Amany mengutip kiai Maruf Amin. Oleh karena itu, Amany menegaskan, anak-anak khususnya di pondok pesantren harus dijaga dari segala bentuk kekerasan. (fat) Baca juga :

Read More

Kisah Guru Jepang Takjub Melihat Islam dan Akhirnya Menjadi Muallaf

Osaka — 1miliarsantri.net : Menjadi seorang muslim di Jepang tidaklah mudah. Apalagi menjadi seorang muallaf. Banyak tantangan dan rintangan yang mesti dilalui dengan penuh kesabaran. Hal itulah yang dilalui Saki Takao. Mengenakan kimono merah muda, Saki Takao merayakan ulang tahun ke-26 dengan mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya yakni menjadi seorang muslim. Mengutip The Asahi Shimbun, dia membaca Syahadat dikelilingi 15 anggota keluarga dan teman. Dia lalu melafalkan dua kalimat syahadat melalui telepon pintar. Meski perayaannya sederhana, jalan guru SMA itu untuk menjadi seorang muslim pada November lalu tidaklah mudah. Lahir dan dibesarkan di Jepang, Takao kuliah di Universitas Osaka Jogakuin. Di sana dia bertemu dengan seorang muslim, seorang pria dari Turkmenistan. Itu pertama kali dalam hidupnya. Takao terlibat banyak percakapan dengan pria tersebut. Awalnya Takao tidak sadar. Saat pertemanan sudah terbangun kuat, Takao cukup kaget mengetahui pria tersebut seorang muslim. Saat Takao pulang ke kampung halaman dan mengambul kuliah hubungan internasional, dia merasa malu dengan diri sendiri. Itu karena menjauhi seorang teman hanya karena seorang muslim. Hal itu terus terngiang-ngiang. Hingga dua tahun kemudian, musim panas 2019, Takao melakukan perjalanan ke berbagai negeri berpenduduk muslim seperti Turki, termasuk Indonesia. Takao bertemu banyak orang baik di sepanjang jalan, yang akhirnya ingin belajar lebih banyak tentang Islam dan Muslim. Setelah lulus, Takao mulai bekerja sebagai guru bahasa Inggris di SMA di Osaka. Berbicara tentang Islam di kelasnya, dia mengetahui bahwa murid-muridnya mengasosiasikan agama Islam dengan “terorisme.” “Kesan negatif dari sejumlah kecil orang tampaknya membayangi yang lainnya. Para siswa seperti saya dulu,” katanya, dikutip About Islam, Senin (21/08/2023). Untuk mengetahui lebih banyak tentang agama Islam, Takao mulai mengunjungi masjid untuk mempelajari lebih lanjut tentang Islam. Dia mencoba makanan halal dan bahkan ikut puasa Ramadhan. Saat memutuskan menjadi seorang Muslim, Takao berbagi kabar tersebut dengan keluarganya. Ibunya mengatakan bahwa dia “tidak menyukai gagasan itu”, sementara ayahnya memperingatkan putrinya tentang “sisi negatif” agama setelah dia pindah agama. “Tetapi jika Anda siap untuk itu terjadi, yang perlu Anda lakukan hanyalah memikirkan masalah setelah Anda menerima doktrin tersebut,” katanya. Takao akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat saat terjangkit Covid-19. Dia kemudian bertemu dengan tunangannya, seorang pria Muslim Malaysia. Pria tersebut membantu Takao memperkuat langkah untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. “Rasa keanehan ini hanya mungkin karena saya baru masuk iman. Saya ingin selalu mengingat perasaan itu sejak saat ini dan seterusnya selama sisa jalan agama saya,” ujarnya. Takao menambahkan, hidup dalam masyarakat Jepang juga bukannya tanpa kesulitan. Dirinya dapat lari ke dunia Islam jika merasa mereka tak tertahankan, sekarang dia memiliki dua masyarakat yang terbuka. Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, jumlah Muslim di Jepang lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Pada 2010, statistik menunjukkan jumlah jamaah Muslim di Jepang mencapai 110.000. Pada akhir 2019, jumlahnya meningkat menjadi 230.000 (termasuk sebanyak 50.000 mualaf Jepang). (yen) Baca juga :

Read More

Kemenag Berikan Pembekalan Kepada Para Guru Ponpes Al Zaytun

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan pembekalan kepada para guru dan tenaga kependidikan madrasah Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Kegiatan yang dimotori Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam ini diikuti 40 guru MI, MTs, dan MA Al-Zaytun. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan sharing session yang dipandu perwakilan Densus 88. Hal ini bertujuan untuk mendengar pendapat para guru untuk menciptakan madrasah yang kondusif bagi peserta didik. Turut hadir, Kasubag Tata Usaha Direktorat GTK Madrasah dan Kasi Penmad Kabupaten Indramayu. Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya peran guru dalam membentuk pemahaman untuk memiliki sikap moderat sejak dini. “Guru madrasah memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman yang toleran sejak dini kepada peserta didik. Guru madrasah harus berhati-hati dalam berbicara kepada siswa, karena apa yang diucapkan oleh guru bisa jadi kenyataan,” urai Zain kepada 1miliarsantri.net, Senin (21/08/2023). Zain menuturkan, madrasah yang kondusif penting bagi perkembangan peserta didik. Ini mengapa, para guru diharapkan salah satunya perlu memiliki kemampuan untuk memahami minat, bakat, dan kemampuan peserta didiknya. “Semisal ada murid yang suka matematika, sains, bahasa, melukis dan lain-lain. Guru harus bisa memfasilitasi itu. Dengan demikian Kecerdasan-kecerdasan siswa bisa terekspos dan dimaksimalkan,” terangnya. Zain menambahkan guru harus mampu mewujudkan madrasah menjadi creative school. Dia berharap guru bisa menerapkan konsep “madrasati jannati” atau madrasahku adalah surgaku. “Kalau para siswa ini sudah merindukan madrasahnya, tempat belajarnya, maka otomatis mereka juga akan cinta atau bahkan kecanduan untuk belajar di madrasahnya,” pungkasnya. (den) Baca juga :

Read More

Posisi Sujud Bisa Obati Sakit Pinggang

Jakarta — 1miliarsantri.net : Universitas Harvard menyebut sujud adalah posisi terbaik untuk mengobati sakit punggung tanpa harus menjalani operasi atau prosedur medis. Sakit punggung sendiri menjadi masalah paling umum di dunia medis. Bahkan penderitanya mencapai lebih dari 1 juta orang secara global per tahunnya. Banyak orang yang menjalani pengobatan ekstensif hingga melakukan operasi untuk menghilangkan penyakit tersebut. Akan tetapi, tindakan ini malah menimbulkan efek samping jangka panjang. Namun, menurut Harvard Health, ada cara sederhana untuk menghilangkan sakit punggung, yaitu dengan melakukan sujud. “Anda mungkin mempertimbangkan operasi atau intervensi lain untuk mengobati sakit punggung. Tetapi sebenarnya obat terbaik adalah gerakan dan olahraga kuno yang baik,” bunyi unggahan di ‘X’, sebelumnya dikenal dengan Twitter. Sujud adalah sikap tubuh dengan dahi, hidung, kedua tangan, dua lutut, dan jari kaki menyentuh tanah. Bagi umat Islam, sujud merupakan salah satu gerakan salat. Selain memberi manfaat untuk mengobati nyeri atau sakit punggung, ada beberapa manfaat lain dari sujud. Di antaranya, posisi ini dapat meningkatkan pengiriman oksigen ke jaringan dan sirkulasi darah. Kemudian, sujud disebut juga sebagai terapi fisiologi terbaik untuk mengurangi kecemasan, depresi, dan stres. Fakta yang sama juga pernah disampaikan oleh ahli jantung, psikoterapis dan spesialis nutrisi dan penuaan, Stephen Sinatra, dikutip dari Saudi Gazette. Menurut Sinatra dalam penelitiannya, tentang efek positif sujud bagi kesehatan, disebutkan Bumi adalah planet listrik dan tubuh manusia adalah makhluk bioelektrik. Saat sujud tubuh akan menyerap elektron dari permukaan Bumi yang membantu menetralisir radikal bebas bermuatan positif dalam tubuh yang merusak sel kita. Aktivitas destruktif radikal bebas dalam tubuh dikaitkan dengan banyak penyakit dan penuaan dini. Sujud dapat mengurangi peradangan, rasa sakit, kecemasan, dan stres. “Sujud dapat memulihkan dan menstabilkan sirkuit bioelektrik yang mengatur fisiologi dan organ Anda, menyelaraskan ritme biologis dasar Anda, meningkatkan mekanisme penyembuhan diri, mengurangi peradangan dan rasa sakit, serta meningkatkan kualitas tidur dan perasaan tenang Anda.” ungkap Dr. Sinatra. (Iin) Baca juga :

Read More

Ustadz Jeje : Polri Harus Tangkap dan Proses Secara Hukum Pemilik Akun Sunnah Nabi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Terkait beredarnya konten yang memvisualisasikan Nabi Muhammad SAW dalam bentuk animasi dan menghina Nabi, membuat Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam Ustadz Jeje Zaenudin turut merespons viralnya kanal Youtube Sunnah Nabi tersebut. Dia meminta kepada pihak kepolisian dan Kementerian Kominfo agar segera menyelidiki serta memproses secara hukum pemilik akun tersebut. “Jika ternyata ada unsur pidana atau diduga ada penistaan kepada Nabi Muhammad SAW dalam akun tersebut agar segera menangkap dan memproses secara hukum pemilik akun Sunnah Nabi,” terang Ustadz Jeje dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada media, Ahad (20/08/2023). Ustadz Jeje menilai, akun Youtube Sunnah Nabi diduga telah melakukan pelecehan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, channel youtube ini dibuat secara sengaja dengan misi penyesatan pemahaman terhadap beberapa aspek sejarah Nabi dan ajaran Islam. “Terutama bagi non muslim dan masyarakat muslim yang awam,” kata Ketua MUI Pusat ini. Terkait konten-konten yang disuguhkan, Ustaz Jeje mengimbau, agar kaum muslimin waspada dan selektif dalam menerima tontonan-tontonan di medsos yang dibuat para musuh dan pembenci Islam dengan menggunakan nama chanel media Islam. “Walaupun didalam akun tersebut memberikan argumen cuplikan Quran atau Hadist, tapi sesungguhnya menyajikan kesesatan pemikiran dan interpretasi,” pungkasnya.(rid) Baca juga :

Read More

Berikut 3 Amalan Yang Bisa Dilakukan di Bulan Safar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bulan Safar 1445 H tahun ini diawali pada hari Jumat (18/8/2023) lalu. Bulan kedua kalender Hijriah ini perlu banyak kita isi dengan berbagai amalan yang dapat memberikan pahala besar. Setidaknya ada tiga amal berlipat ganda yaitu(1) amal kebaikan yang pahalanya 10 kali lipat;(2) amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat; dan(3) amal kebaikan yang pahalanya sangat banyak lebih dari 700 kali lipat. Pertama, amal kebaikan yang nilai pahalanya mencapai 10 kali lipat.Imam an-Nawawi menyampaikan, setiap kebaikan itu pasti pahalanya dilipatgandakan sampai 10 kali lipat atas dasar rahmat Allah. Maka amal kebaikan apapun pahalanya otomatis 10 kali lipatnya. Ini seiring dengan firman Allah QS Al-An’am ayat 16. Kedua, amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat, di antaranya sebagai berikut. Donasi untuk perjuangan jihad fi sabilillahHal ini sebagaimana disabdakan langsung Nabi Muhammad SAW, “Siapa saja yang mengirim donasi infak untuk perjuangan jihad fi sabilillah sementara ia sendiri hanya diam di rumah (tidak ikut berangkat berjuang), maka baginya setiap donasi satu dirham mendapatkan pahala 700 dirham.” (Hadits riwayat Ibnu Majah dan Al-Mundziri). Amal apa saja sesuai dengan tingkat keikhlasan, kekhusyukan, kemanfaatan bagi orang lain dan semisalnya Hal ini sesuai dengan penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari, juz II halaman 326 dan sabda Nabi Muhammad saw, “Setiap amal manusia dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat.” (Hadits riwayat Imam Muslim). Ketiga, amal kebaikan yang pahalanya mencapai lebih dari 700 kali lipat bahkan tak terhingga. Di antara amalan itu adalah membaca dzikir masuk pasar. Dalam konteks sekarang masuk mall, dan semisalnya. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad saw berikut. Artinya, “Siapa saja yang masuk ke pasar lalu membaca dzikir yang artinya: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Allah Dzat yang menghidupkan dan yang membinasakan, Allah Dzat adalah Yang Maha Hidup yang tidak akan pernah binasa, hanya pada kekuasan-Nya lah kebaikan, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’; maka Allah pastikan bagi orang yang membacanya itu sejuta kebaikan, Allah lebur darinya sejuta keburukan, dan Allah angkat baginya sejuta derajat.” (Hadits riwayat al-Hakim). (yan) Baca juga :

Read More

Pengungsi Suriah di Idlib Bertahan Ditengah Suhu Ekstrim

Idlib — 1miliarsantri.net : Pengungsi Suriah di Provinsi Idlib berjuang untuk bertahan hidup di tenda-tenda darurat di bawah suhu panas ekstrem mencapai 50 derajat celcius. Suhu terik mempersulit warga yang tinggal di tenda-tenda darurat dengan mayoritas perempuan dan anak-anak. Gelombang panas ekstrim dapat berakibat fatal bagi penderita penyakit kronis, dan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit pada anak-anak. Penghuni kamp yang kesulitan untuk mendapatkan air di daerah tersebut mencoba mendinginkan tenda dengan cara primitif. Mohammed Damis, yang melarikan diri dari pengeboman tentara Suriah pada 2019 dan berlindung di kamp Andalusia di desa Zerdene mengatakan, penduduk di wilayah tersebut mengalami hari yang sulit karena cuaca sangat panas. Damis mengatakan, penduduk kekurangan kebutuhan hidup dasar. Bahkan orang dewasa dan anak-anak kerap mengeluhkan tentang panasnya kamp darurat. “Untuk mengurangi pengaruh sinar matahari, kami membawa mobil tangki berisi air dan menyemprotkan ke tenda-tenda,” ujar Damis, dilaporkan Anadolu Agency, Sabtu (19/8/2023). Damis mengatakan, di penghujung hari, suhu turun menjadi 45 derajat celcius di luar. Tetapi di dalam tenda suhunya tetap 51 derajat celcius. Damis mengatakan, hidup di dalam tenda sangat sulit. “Tidak ada baterai di tenda, dan tidak ada kipas angin. Kami mengisi baskom besar dengan air untuk mendinginkan bayi,” kata Damis. Sementara itu, penghuni kamp lainnya, Mohammed Cesim mengatakan, dia telah tinggal di kamp pengungsi yang sama selama empat tahun dan tendanya mulai rusak. Cesim berharap ada panel energi surya di tenda untuk menghidupkan listrik, sehingga pengungsi bisa menyalakan kipas angin. “Ini adalah hari-hari tersulit dalam hidup kami. Kami tidak dapat melakukan apa pun. Kami tidak bisa duduk atau tidur karena panas terik,” ujar Cesim. Sekitar 1,9 juta orang terlantar tinggal di sekitar 1.430 kamp atau lokasi pemukiman sendiri di Suriah barat laut. Menurut PBB, sebagian besar penduduk kamp adalah perempuan dan anak-anak. (fyt/AP) Baca juga :

Read More