Bisnis Karpet Yang Ditekuni Mulai Dari Nol, Sekarang Beromzet Miliaran Rupiah

Bekasi — 1miliarsantri.net : Ibarat pepatah mengatakan, jika sudah rejeki, tak akan lari kemana. Usaha dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Ungkapan tersebut sepertinya tepat disematkan pada pengusaha muda, Heru Purnomo pemilik HJ Karpet. Heru mengawali bisnis karpetnya sejak tahun 2011. Ia memulainya dari nol hingga kini memiliki omzet miliaran rupiah. Sebelum memulai usahanya, Heru sempat menjadi karyawan di salah satu perusahaan di Jakarta selama 13 tahun. Namun, keinginannya untuk menjadi seorang pengusaha, mendorong Heru untuk mulai merintis bisnis. “Saya mulai usaha dari apa yang kita punya dan kita bisa. Saya mulai dari menjual sprei, payung, daster. Bahkan saya pernah mengawali dengan kacang goreng,” ungkap Heru kepada 1miliarsantri.net, Minggu (24/09/2023). Pria yang berdomisili di Bekasi ini mengungkapkan dulu dirinya pernah ikut multi level marketing (MLM) sebelum masuk dunia bisnis seutuhnya. Dalam prosesnya tersebut, Heru mulai mengenal karpet. Kemudian, ia mencoba memadukan sistem MLM dengan karpet dan memasarkannya lewat katalog. “Kami mulai memasarkan karpet melalui katalog. Kenapa? Karena saat itu saya benar-benar nggak punya modal,” terang Heru. Ia pun mencoba menjual karpet ke beberapa lingkaran pertemanan lewat katalog. Respons positif tak kunjung didapat Heru. Namun, kondisi tersebut tak mematahkan semangatnya. “Dalam bisnis itu kita harus mencoba. Kalau ini gagal, kita coba lagi. Ternyata kita gagal karena tidak fokus,” lanjutnya. Hingga akhirnya Heru mendapat pesanan pertama sebanyak empat karpet dengan nilai Rp1,6 juta dibayar dengan kredit. Kemudian, permasalahan baru timbul karena Heru tak memiliki modal untuk membeli karpet. Ia pun lantas mencoba sistem bagi hasil. “Dari hasil keuntungan karpet itu, sekitar Rp700.000, saya bagi menjadi 20 persen untuk jasa jual, 40 persen untuk pengelola, dan 40 persen untuk pemodal,” jelas Heru. Ia pun menawarkan sistem tersebut pada pembeli pertama. Di mana sang pembeli ditawarkan keuntungan 60 persen untuk jasa jual dan pemodal sementara Heru mendapat 40 persen. Inilah cikal bakal bisnis Heru yang diawali tanpa modal sama sekali. Usaha Heru makin dikenal orang saat dirinya mulai berjualan lewat internet. Bahkan, nama HJ Karpet langsung muncul saat orang mengetik kata “karpet” di mesin pencarian. Pesanan mulai banyak berdatangan, mulai dari Aceh hingga Papua. Heru akhirnya memberlakukan sistem keagenan agar bisnisnya makin menyebar. Seiring itu, Heru berani mengakuisisi pabrik karpet. Saat ini pria yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin ini memiliki beberapa cabang di Indonesia dengan 150 karyawan. “Saya yakin semua orang, semua pebisnis pemula, itu pasti di awal bicara masalah modal. Padahal setelah kita jalani, modal bukanlah utama. Yang utama adalah keberanian mengubah mental. Dari mental miskin menjadi mental kaya. Mental menerima jadi mental memberi,” pungkasnya. (fat) Baca juga :

Read More

China Luncurkan Al Qur’an Versi Mereka Dengan Menggabungkan Islam dan Konghucu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah China baru-baru ini berencana membuat Al-Quran versi mereka dengan menggabungkan ajaran Islam dan Konghucu. Seperti diberitakan Radio Free Air, dikutip Minggu (24/09/2023), Al-Quran versi China tersebut merupakan bagian dari upaya “sinisasi” terhadap Islam. Sinisasi sendiri diartikan sebagai proses modifikasi sesuatu sesuai dengan budaya China. Upaya sinisasi Islam ini sudah desain sejak 2018. Pada 2018, Institut Pusat Sosialisme China, bagi dari Kelompok Kerja Front Persatuan Partai Komunis, menyusun 32 poin sinisasi tiga agama monoteistik utama di China, yaitu Protestan, Katolik, dan Islam, yang akan diterapkan selama lima tahun ke depan. Namun, pada akhir Juli lalu, sejumlah pejabat pemerintah dan akademisi China bertemu di Urumqi untuk membahas penerapan sinisasi Islam di Xinjiang. Dalam pertemuan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, rencana sinisasi Islam belum berjalan signifikan. “Islam membutuhkan lebih banyak rekayasa,” kata mereka. Terkait itu, China merasa perlu berbuat lebih untuk menyatukan Islam dengan Konfusianisme. Demi mencapai tujuan tersebut, pemerintah China merasa perlu untuk merilis Al-Qur’an dan Hadist berbahasa Mandarin yang diterjemahkan dan diberi anotasi selaras dengan “semangat zaman.” “Mensinisasi Islam di Xinjiang harus mencerminkan aturan sejarah tentang bagaimana masyarakat berkembang, melalui konsolidasi kekuatan politik, pengamanan masyarakat, dan konstruksi budaya,” kata Wang Zhen, profesor di Institut Sosialisme Pusat Tiongkok. Pemimpin Partai Komunis China (PKC) sekaligus Presiden China, Xin Jinping sempat menyinggung sinifikasi agama di tahun 2015. Dia menyebutkan Sinicizing Islam secara khusus pada tahun 2017. PKC sudah lama memandang agama Islam sebagai ancaman. Selama beberapa dekade, PKC kerap menganiaya umat Muslim, seperti etnis Uyghur dan Hui. Namun kini, setelah kampanye yang oleh AS disebut sebagai genosida, partai tersebut praktis menghapus praktik publik Islam di Xinjiang yang tidak diawasi secara langsung oleh AS. “Tujuan akhir dari Sinicisasi adalah untuk memungkinkan adanya pengawasan yang lebih besar,” kata David Stroup, dosen Studi Tiongkok di Universitas Manchester. “Mereka ingin mengendalikan segalanya.” Kini mereka mencoba mengatasi kekusutan dalam versi baru Islam yang diharapkan dapat mengikat Muslim Tiongkok, termasuk Muslim Uyghur, kepada negara. Rencana 32 Poin Rencana 32 poin Islam menyoroti “masalah-masalah di beberapa bidang yang tidak dapat diabaikan,” menurut terjemahan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh China Law Translate. Rencana tersebut menyoroti “masalah di beberapa daerah yang tidak bisa diabaikan”. Menurut rencana tersebut, beberapa tempat di China telah “dipenuhi dengan ideologi ekstremis.” Masjid-masjid meniru arsitektur asing, umat Muslim mengenakan pakaian asing, dan label halal pada makanan diterapkan secara berlebihan. “Beberapa meniadakan ideologi tradisional Islam China,” tulis rencana tersebut seperti dikutip RFA. PKC akan memperkuat personel keagamaan untuk “menjelaskan dengan benar” Al-Quran dan Hadist versi terjemahan baru. Terjemahan ini akan “Menggunakan Konfusianisme untuk menafsirkan kitab suci”. Penafsiran itu merujuk pada kumpulan terjemahan dan tulisan Islam dalam bahasa Cina Dinasti Qing, yang dikenal di kalangan sarjana Barat sebagai Kitab Han, yang menggunakan konsep Konfusianisme untuk menguraikan teologi Islam. Teks-teks tersebut diproduksi di Tiongkok bagian timur, tidak pernah diedarkan di wilayah Uyghur, dan tidak diakui dalam tradisi Islam Uyghur. “PKT mengidentifikasi ini sebagai satu-satunya praktik keagamaan yang benar di Tiongkok,” kata Stroup. “Menggunakan pembingkaian seperti ini, untuk menyelaraskan Islam dengan Konfusianisme, menyelaraskan Islam dengan tradisi Tiongkok, adalah pembacaan sejarah yang sangat selektif.” Selain terjemahan bahasa Mandarin, partai tersebut sedang mempertimbangkan terjemahan Al-Qur’an Uyghur yang baru dan berbahasa Sinicized. Banyak Muslim Uyghur menyukai terjemahan bahasa Arab-Uyghur tahun 1980-an yang ditulis oleh ulama Muhammad Salih. Namun toko buku berhenti menyediakannya sekitar tahun 2010. Mereka menggantinya dengan terjemahan kelompok yang banyak dikritik, yang dijual seharga 1.000 yuan. Salih meninggal dalam tahanan polisi pada 2018 dalam usia 82 tahun. “Waktu selalu berubah, masyarakat selalu membaik, sehingga pemahaman kita terhadap kitab-kitab klasik seperti Al-Qur’an juga harus berubah,” kata Profesor Universitas Peking, Xue Qingguo, menurut laporan Xinhua pada konferensi Urumqi. (wink/AP) Baca juga :

Read More

Jumlah TPQ dan Madrasah Diniyah Semakin Bertambah dan Sangat Penting Manfaatnya Mengurangi Gawaiholic pada Anak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hodri Arief menjelaskan aturan lima hari sekolah sepintas memberi kesempatan untuk belajar full day dan ada dua hari di rumah. Aturan ini tampak tidak punya dampak negatif, tetapi karena full day selama lima hari maka tidak menyisakan waktu untuk belajar di Madrasah Diniyah yang biasanya dilaksanakan pada sore hari. “Dari pertimbangannya menjadi jelas mengapa aturan lima hari sekolah berdampak langsung pada KBM Madrasah Diniyah,” terang nya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (23/09/2023). Meski kebijakan ini berlangsung jumlah madrasah diniyah dan TPQ terus meningkat. Namun menurut Kyai Hodri kita tidak bisa membaca atau memahami semakin banyaknya Madrasah Diniyah dan TPQ akan serta merta mampu meningkatkan kualitas Pendidikan Islam. “Kita juga perlu melihat aktivitas dan prilaku anak-anak kita di luar madrasah, seperti gawaiholic (kecanduan gagdet) yang sangat banyak menyita waktu, perhatian, dan konsentrasi anak-anak kita,” sambungnya. Ini artinya, Madrasah Diniyah dan TPQ hanya salah satu faktor dalam pendidikan. Faktor lain yang sangat penting saat ini justru peran orangtua dalam menemani anak-anak saat bermain gawai, tidak hanya mengarahkan mana yang boleh dan mana yang tidak, tetapi juga alokasi waktu yang harus tepat. Dari sini kita bisa melihat “kontestasi” antara perangkat teknologi informasi dengan KBM Madrasah Diniyah dan TPQ. Karena hal ini juga sekolah Islam terpadu semakin diminati. Kemungkinan menyatukan, atau menggabungkan pola sekolah terpadu dengan Madrasah Diniyah bisa saja. “Tetapi ada segmen-segmen yang terkadang susah dipertemukan. Misalnya, Madrasah Diniyah secara umum menjadikan turats sebagai sumber belajar, sementara di sekolah terpadu belum tentu demikian,” imbuhnya. Sebelumnya Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama NU untuk menolak menerapkan kebijakan lima hari sekolah dalam sepekan. NU selama ini telah memiliki sekian banyak Madrasah Diniyah yang menanamkan pendidikan karakter dan mengajarkan dasar-dasar keagamaan yang moderat. “Sedangkan jika kebijakan lima hari sekolah tersebut diterapkan maka proses pendidikan di Madrasah Diniyah tersebut tidak akan maksimal atau terancam,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Mahasiswa Unesa Merubah Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan Tangan Bernilai Jual Tinggi

Surabaya — 1miliarsantri.net : Tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merubah pelepah pisang yang dianggap sampah, dapat ditemukan di berbagai tempat dan berakhir sebagai limbah menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai jual tinggi. Tim PKM-K yang terdiri dari 5 mahasiswa tersebut antara lain Fatmah Lailatul Zahroh (Pend. Teknik Mesin), Rizdana Galih Pambudi (Pend.Teknik Mesin), Edwin Fitkirana (Pend. Teknik Mesin), Mochammad Hildad Ajiban (Pend. Teknik Mesin), dan Wulan Mel Sandy (Pend. Akuntansi). Mereka dibimbing oleh Dr. Yunus, M.Pd. Di tangan mereka, pelepah pisang berubah menjadi vas bunga, kotak pensil, kotak tisu hingga tas jinjing dan lain-lain. Produk tersebut bisa menjadi hiasan di rumah pun bisa menjadi bingkisan atau cinderamata bagi yang berkunjung ke Surabaya atau Jawa Timur pada umumnya. Ketua tim, Fatmah Lailatul Zahroh mengatakan, selain misi lingkungan, di balik produk yang mereka lahirkan itu juga mengandung misi pengenalan budaya. Dengan kata lain, produk tersebut dilengkapi dengan atribut (gambar) tradisi-budaya Jatim seperti Tari Reog Ponorogo, Remo, Karapan Sapi Madura, Tari Gandrung dan Tari Tiban. “Pengguna produk ini sekaligus bisa memperluas pengetahuan tentang budaya,” ucapnya. Dia menambahkan, gambar ikon budaya Jatim yang ada di produk tersebut berbasis augmented reality (AR) yang dikombinasikan dengan aplikasi ‘Gedebog IDN: Pengenalan Budaya’ yang juga mereka rancang. Aplikasi yang sudah tersedia di Play Store itu terdiri dari sejumlah fitur seperti kamera scan yang jika diarahkan kepada gambar yang ada di permukaan produk, secara otomatis aplikasi akan menampilkan informasi visual 3D terkait budaya tersebut. Misalnya yang scan gambar Reog Ponorogo, maka visual 3D Reog akan muncul dengan gerakan tarian dan musik khas Reog. Dosen pembimbing, Yunus, menambahkan, aplikasi itu juga memuat penjelasan yang mendalam tentang asal-usul, makna, dan sejarah budaya tersebut. Dengan cara ini, customer atau wisatawan bisa belajar, memahami dan menghargai warisan budaya Jawa Timur. Dia mengapresiasi dan mendukung penuh ide mahasiswa bimbingannya itu. Sebab, dapat mengenalkan budaya unggulan masyarakat Jatim kepada masyarakat luas, utamanya pelancong dari berbagai negara lain. Inovasi ini juga dapat mengatasi persoalan limbah pelepah pisang yang banyak dikeluhkan. “Ini bagian dari konsep dan solusi pengelolaan limbah untuk lingkungan berkelanjutan,” ungkapnya. Dia melanjutkan, limbah pelepah pisang banyak di Indonesia. Terlebih di berbagai perkebunan, banyak dan sampai menumpuk. Selama ini, memang banyak yang berusaha mengolah limbah pelepah pisang, seperti menjadi campuran pupuk organik, pakan ternak alami hingga keripik. “Itu belum cukup sebagai solusi untuk mengatasi persoalan limbah pisang ini. Dibutuhkan inovasi lain agar limbah ini bisa bermanfaat dan berdaya jual. Para mahasiswa kami cari solusi, riset dan akhirnya memutuskan membuat kerajinan tangan yang berdaya jual dengan misi kebudayaan,” pungkasnya. (har)

Read More

Kemenag Mencatat Setiap Tahun nya Angka Perceraian Semakin Meningkat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Prof Dr Kamaruddin Amin mengungkapkan, setiap tahun nya angka perceraian di Indonesia berjumlah 516 ribu pasangan. Dia mengatakan, kini angka perceraian mengalami peningkatan dan angka pernikahan menurun. “Ada kenaikan angka perceraian di Indonesia, menjadi 516 ribu setiap tahun. Sementara angka pernikahan semakin menurun, dari 2 juta menjadi 1,8 juta peristiwa nikah setiap tahun,” terangnya dalam agenda Rakornas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) 2023, di Jakarta, Kamis (21/09/2023). Kamaruddin mengatakan, jumlah itu tergolong fantastis sehingga untuk menanganinya membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk Baznas. “Kita bisa bayangkan, kalau ada 516 ribu pasang yang bercerai setiap tahun, itu artinya kita melahirkan jutaan anak-anak yatim setiap tahun,” tuturnya. Kamaruddin menambahkan, hal tersebut juga berarti bahwa ada 516 ribu duda dan janda setiap tahun di Indonesia. “Duda-duda 516 ribu setiap tahun, dan juga janda-janda setiap tahun cukup banyak di Indonesia,” tuturnya. Dia mengungkapkan, ini fakta yang akan menimbulkan masalah sistemik sehingga dibutuhkan bimbingan atau konsultasi keluarga yang dilaksanakan oleh para penghulu di seluruh wilayah Indonesia dan juga penyuluh-penyuluh agama. Kamaruddin melanjutkan, Ditjen Bimas Islam Kemenag memiliki program Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin (Bimwincatin). Ini adalah program yang sangat penting untuk memberikan edukasi kepada mereka yang hendak menikah. “Karena mereka yang ingin menikah ini ternyata tidak semuanya siap, belum paham tentang kelaruga, belum siap menjadi suami atau istri dan belum paham tentang manajemen keuangan, kesehatan reproduksi. Sehingga berpotensi melahirkan generasi stunting, yang sangat berpotensi untuk bercerai,” katanya. Kamaruddin juga menuturkan, pernikahan dini, angka stunting, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), itu sangat berpotensi terjadi jika mereka tidak memiliki wawasan tentang keluarga. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara Baznas dan juga LAZ, untuk bisa mengatasi sejumlah persoalan makro keluarga Indonesia yang berkorelasi dengan ketahanan nasional. “Ini demi meningkatkan kualitas keluarga-keluarga di Indonesia. Saya kira teman-teman BAZNAS juga bisa mengambil porsi untuk berkontribusi memitigasi atau mengurangi sejumlah masalah-masalah keluarga yang terjadi di Indonesia,” pungkasnya. (rid)

Read More

Kisah Perjalanan Raden Wijaya Dalam Merebut Istana Singasari dari Jayakatwang

Mojokerto — 1miliarsantri.net : Suatu kisah menyebutkan, Raden Wijaya dan pasukannya nyaris kembali merebut istana Kerajaan Singasari usai diserang dan dikuasai Jayakatwang dan tentaranya. Hal ini karena kelengahan dan kurang siap siaganya pasukan Jayakatwang. Saat itu, pasukan Jayakatwang tengah menggelar pesta pora di istana Singasari ketika malam menjelang. Mereka mengira pasukan Singasari seluruhnya berhasil ditaklukkan. Terlebih ketika siang hari Raden Wijaya dan pasukannya melarikan diri. Di ibu kota kerajaan, sebagaimana dikutip dari buku “Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit” karya dari Prof. Slamet Muljana, pengepungan istana Singasari dengan sisa-sisa tentara yang ada membuat banyak yang meninggal di kedua belah pihak. Tampaknya pasukan Raden Wijaya yang jumlahnya sedikit tak bisa dianggap remeh oleh lawan. Namun, putri Gayatri tertangkap oleh tentara musuh, kemudian diangkut ke Kediri. Putri Tribuwana tinggal bersembunyi. Pada petang itu ia keluar benteng akan melarikan diri. Ia melintasi api unggun, bekas bediang tentara musuh. Pada momen kegelapan yang ditembus nyala api itu putri Tribuwana terlihat oleh raden Wijaya, disangka musuh, kemudian dihampiri. Demikianlah ia dapat diselamatkan oleh Raden Wijaya. Selanjutnya atas nasehat Lembu Sores, Raden Wijaya bersama sang putri dan para pengikutnya mundur keluar kota, menuju arah utara. Tidak akan ada gunanya melanjutkan perang, yang pasti akan membawa kekalahan, karena jumlah tentara Kediri jauh lebih besar. Mereka berjalan ke jurusan utara menuju Madura dengan maksud akan minta bantuan adipati Banyak Wide alias Arya Wiraraja, yang sebenarnya adalah aktor intelektual pemberontakan di Kerajaan Singasari. Namun hal itu tidak diketahui oleh Raden Wijaya. Menantu Kertanagara, penguasa Singasari ini memilih melarikan diri ke Arya Wiraraja, yang berseberangan dengan Kertanagara karena diturunkan jabatannya dari pejabat di istana, lantas ‘dibuang’ menjadi Adipati. (tin) Baca juga :

Read More

Meski Digoyang Gempa, Masjid Ikonik Koutoubi di Marrakech Maroko Tetap Kokoh Berdiri

Marrakech — 1miliarsantri.net : Masjid Koutoubia merupakan salah satu bangunan paling simbolis di Marrakech, Maroo. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Maroko dan dapat menampung 25.000 jamaah sekaligus. Tempat ini merupakan salah satu Situs Warisan Dunia Unesco. Saat gempa berkekuatan Mw 6,8 melanda wilayah Marrakech-Safi pada 8 September 2023, masjid ini tetap utuh. Hanya beberapa bagian yang dilaporkan rusak. Kendati begitu, menara masjid tidak runtuh dan tetap berdiri tegak. Kerusakan terdeteksi di tembok merah. Tembok tersebut merupakan serangkaian benteng pertahanan yang melingkupi distrik medina bersejarah yang pertama kali dibangun pada awal abad ke-12. Mengutip laman resminya, berlokasi tepat di Jantung kota Marrakes, Masjid Koutoubia dibangun dengan gaya tradisional Almohadi pada abad ke-12. Koutubia berarti “penjual buku” dalam bahasa Arab, karena daerah ini dikenal sebagai tempat penjualan manuskrip. Masjid ini adalah masjid terbesar di kota Marrakesh, Maroko dan memiliki menara yang juga merupakan menara tertinggi di Marrakesh, yaitu memiliki tinggi sekitar 70 m. Hukum setempat membatasi segala pembangunan yang melampaui tinggi menara tersebut, sehingga menara tersebut tetap menjadi puncak tertinggi di kota Marrakesh. Masjid ini memiliki nama yang beragam seperti Jami’ al-Kutubiyah, Kutubiya Mosque, Kutubiyyin Mosque, dan Mosque of the Booksellers. Nama-nama ini diambil karena dahulu area di sekitar masjid banyak ditemukan penjual buku atau naskah pada abad ke-12 sampai 13 yang kemudian nama tersebut melekat pada Masjid Koutoubia. Itu karena berlokasi di wilayah tempat para pedagang berjualan buku. Keistimewaan masjid ini terletak pada menara masjid yang berdiri indah dan menakjubkan, Selain itu, menara yang memiliki tinggi 77 meter ini hanya dapat dimasuki oleh umat Islam, sehingga para pengunjung yang beragama lain dilarang memasuki menara agung ini. Salah satu hal menarik lainnya dari menara ini adalah di puncak menara terdapat hiasan berbentuk bola yang terbuat dari emas asli. Pada awalnya hanya terdapat tiga bola, lalu bola keempat didonasikan oleh istri Yacoub el-Mansour karena beliau gagal untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Karena menara ini merupakan menara tertinggi, pemandangan dari atas menara sangat menakjubkan. Pemandangan dari seluruh penjuru kota Marrakesh dapat Bapak/Ibu saksikan dari atas menara ini. (ghu/AFP) Baca juga :

Read More

Sifat Utama Rasulullah SAW Adalah Sederhana dan Rendah Hati

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW memiliki sifat kesederhanaan dan kerendahan hati yang sempurna. Dari sifat tersebut, umat manusia bisa belajar banyak dan meningkatkan gaya hidup secara signifikan jika mengikuti sunnahnya. Manusia memiliki sifat dasar menganggap diri sendiri lebih unggul dari orang lain. Hal itu pada akhirnya memunculkan ego yang mendorong perasaan negatif satu sama lain. Berbeda dengan Rasulullah SAW. Meski punya banyak pengikuti, namun beliau tetap rendah hati dan tidak pernah menganggap dirinya lebih unggul dari para sahabat dan manusia lainnya. Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW tidak suka diperlakukan seperti orang yang memiliki kekuatan besar atau pengikut yang mirip dengan raja atau penguasa. Beliau melarang orang berdiri di hadapannya atau berlutut untuk memberikan simbol-simbol penghormatan. Beliau tinggal di rumah sederhana dan makan makanan yang sederhana. Meskipun beliau adalah seorang Nabi dan memiliki banyak pengikut, beliau tidak pernah menggunakan pengaruhnya untuk hidup bermewah-mewahan. Beliau menjalani kehidupan yang tidak bergelimang harta, melainkan hidup dalam kerendahan hati dan kesederhanaan. Suatu ketika Rasulullah SAW bepergian dengan para sahabatnya. Ketika tiba waktunya untuk menyiapkan makanan, beliau meminta mereka untuk menyembelih seekor domba. Seorang pria berkata, “Saya akan menyembelihnya”. Kata yang lain, “Saya akan mengulitinya.” Yang ketiga berkata, “Aku akan memasaknya.” Maka Rasulullah bersabda, “Aku akan mengumpulkan kayu untuk api.” Mereka berkata: “Tidak, kami akan mencukupkanmu dengan pekerjaan itu.” “Aku tahu bahwa kalian dapat melakukannya untukku, tetapi aku benci diistimewakan. Allah tidak suka melihat seorang hamba-Nya diistimewakan oleh orang lain.” Maka dia pun pergi dan mengumpulkan kayu bakar. (Khulasa As- Siyar hal.22) Rasulullah SAW adalah seorang suami dan ayah yang patut dicontoh. Meskipun memiliki banyak istri, beliau memberikan hak-hak mereka, memperlakukan mereka dengan setara. Selain itu, beliau juga membantu pekerjaan rumah tangga. Beliau memperbaiki sepatu dan pakaiannya sendiri. Selain menjadi suami dan ayah yang baik, dia juga seorang yang baik. Dia memperlakukan semua wanita dengan hormat. Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Beliau lebih cantik dari seorang perawan di kamar kerjanya. Ketika beliau membenci sesuatu, kami membacanya di wajahnya. Beliau tidak menatap wajah siapa pun, beliau selalu menundukkan pandangannya. Dia lebih banyak melihat ke tanah daripada melihat ke langit. Pandangan beliau yang paling banyak kepada manusia adalah pandangan mata. (HR. Bukhari, no. 504) Rasulullah SAW selalu berbuat baik kepada orang miskin dan membutuhkan. Beliau tidak pernah memperlakukan para pelayan/budak dengan buruk. Beliau memperlakukan mereka secara setara. Bahkan, saat dihadiahi seorang budak bernama Zayd bin Haritsah oleh Sitti Khadijah, Rasulullah memperlakukan seperti anak angkat. Zayd kemudian menjadi salah satu sahabat terdekat Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi (SAW) bersabda, “Orang yang menjaga dan bekerja untuk seorang janda dan orang miskin, adalah seperti seorang pejuang yang berjuang di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan berdoa sepanjang malam. (HR. Bukhari no. 6006) Karakter Nabi adalah sedemikian rupa sehingga orang-orang cenderung menerima Islam. Beliau sadar akan singkatnya dunia ini dan tahu bahwa tempat tinggal manusia yang sebenarnya adalah di akhirat. Maka itu, sudah sepatutnya seorang muslim mengikuti jejak beliau agar nonmuslim melihat keindahan akhlak masyarakat muslim. (yus) Baca juga :

Read More

Konsumsi Jamaah Haji dan Umrah di Saudi Dipasok Dari Negara Non Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Dr. Kasan menyampaikan selama ini kebutuhan konsumsi untuk jamaah haji dan umroh di Arab Saudi dipasok oleh negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim. Di antaranya dari China, Vietnam, dan Thailand. “Dari catatan yang ada, banyak sekali kebutuhan jamaah haji dan umroh yang dipasok bukan oleh Indonesia, tetapi dari negara yang bahkan mayoritas penduduknya bukan Muslim. Dari China, dari Vietnam, dari Thailand, itu mereka yang mendapatkan, bisa memasok untuk konsumsi jamaah haji maupun jamaah umroh yang beribadah ke Saudi,” ungkapnya kepada media di Jakarta, Jumat (22/09/2023). Kasan menjelaskan, perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi itu jauh lebih sedikit dibandingkan perdagangan Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA), yang merupakan tetangganya Saudi. Tetapi kalau soal jamaah haji dan umroh, Indonesia ke Saudi itu paling banyak. “Nilai perdagangan kita dengan Saudi itu tidak sebesar kita berdagang dengan UEA meski secara penduduk UEA itu sangat sedikit dibandingkan Saudi. Tetapi jamaah kita, jamaah haji dan umroh pasti mengeluarkan biaya yang besar untuk setiap tujuan melakukan ibadah haji di Saudi,” sambungnya. Dalam konteks demikian, Kasan menuturkan, Indonesia melalui Kementerian Perdagangan ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan Saudi. “Dan kalau bisa, konsumsi bagi jamaah haji dan umroh itu harusnya bisa dipasok dari Indonesia,” lanjutnya. Kasan memaparkan selama melakukan ibadah haji dan umroh, tentu jamaah itu perlu makan dan minum. “Makanan dan minumannya itu kita targetkan supaya bisa mayoritas dipenuhi oleh para eksportir dari Indonesia. Karena jamaah haji mayoritas dari Indonesia, pasti yang makan orang Indonesia. Jamaah umroh apalagi,” ujarnya. Indonesia, kata dia, saat ini, sudah punya hubungan bilateral dengan UEA. Mengingat Saudi juga anggota Gulf Cooperation Council (GCC) atau Dewan Kerja Sama untuk negara Arab di Kawasan Teluk, maka ini menjadi pintu untuk pembebasan tarif bea masuk beberapa produk pangan. “Atau untuk yang lainnya yang akan masuk ke UEA maupun Saudi sebagai bagian dari perjanjian perdagangan,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Munas Alim Ulama NU Menghasilkan Beberapa Sikap Ulama Dalam Menghadapi Umara

Jakarta – 1miliarsantri.net : Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) telah menghasilkan banyak rekomendasi. Salah satu hasil munas tersebut menyangkut sikap dan bentuk ideal relasi ulama dengan umara. Hasil ini telah ditetapkan menjadi putusan Munas Alim Ulama setelah sebelumnya dibahas di Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah. Menurut Koordinator Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah KH Abdul Moqsith Ghazali, ulama dan umara merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Hal tersebut dikutipnya dari pernyataan Imam Ghazali yang menyebut pemerintahan atau kekuasaan dengan agama laksana saudara kembar. Kiai Moqsith kemudian menjelaskan beberapa sikap ulama dalam menghadapi umara atau pemerintah, diantaranya Pertama, para ulama senantiasa memberikan nasihat kepada para penguasa dengan cara yang lembut. Kedua, wajib bagi para ulama untuk selalu menyampaikan pesan-pesan agama dan nilai-nilai moral untuk dijadikan bekal dan pedoman para pemimpin dalam menentukan kebijakan dan regulasi yang berorientasi pada kemaslahatan. Ketiga, para ulama saat menghadapi penguasa adalah menjaga muru’ah atau integritas. Tiga sikap ideal umara ketika menghadapi ulamaPertama, umara harus senantiasa berkonsultasi dengan para ulama untuk mewujudkan keadilan. Kedua, pemerintah harus meminta fatwa dan pandangan para ulama, baik terkait masalah agama, maupun yang berkaitan dengan masalah kebangsaan, apalagi negara Indonesia berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketiga, pemerintah hendaknya memiliki rasa rindu ingin melihat wajah ulama dan mendengarkan nasihat-nasihatnya. Bentuk ideal relasi ulama-umara Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah juga telah menetapkan bentuk ideal relasi ulama dengan umara. Berikut lima bentuk ideal relasi itu:Pertama, al-mu’awanah ala al-‘adli wa as-shalah atau saling tolong menolong dalam merealisasikan keadilan dan kebaikan. Kedua, al-muwazanah bayna al-mashalih wa al-mafasid. Artinya, ulama memerankan fungsi sebagai penasihat keputusan pemimpin saat dihadapkan pada beberapa pilihan kebijakan. Ketiga, al-‘alaqah al-jadaliyyah fi ta’yid al-akhir wa taqwil al-i’wijaj, yakni hubungan dialektis antara ulama dan umara. Jika kebijakan dan regulasi yang ada berorientasi pada kemaslahatan dan kebaikan maka para ulama akan mendukungnya, tapi jika kebijakan umara dianggap melenceng atau bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, maka para ulama akan mengkritisi dan memberikan masukan-masukan yang proporsional. Keempat, al-musa’adah ‘ala imarah al-bilad wa al-kaun yaitu membantu pemerintah dalam memelihara dan memakmurkan negara dan alam semesta. Kelima, al-muhafadzah ‘ala at-ta’yusy as-silmi, yaitu bekerja sama dalam menjaga kehidupan saling berdampingan yang penuh kedamaian. Bentuk dan sikap ideal relasi ulama-umara yang dibahas di Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah ini telah ditetapkan menjadi keputusan Munas Alim Ulama NU pada sidang pleno penetapan hasil sidang komisi, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada Selasa (19/09/2023). Draf hasil putusan tersebut diserahkan kepada pimpinan sidang yaitu Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni. (rid) Baca juga:

Read More