Kemenag Meningkatkan Kualitas Pelayanan KUA di Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan

Manado — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan kualitas pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA), di Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara H Sarbin Sehe, di Tomini, Selasa, melihat langsung kondisi kantor dan dinamika pelayanan yang dilakukan KUA Pembantu Kecamatan Tomini kepada masyarakat, sekaligus mendengarkan langsung kerinduan masyarakat setempat. Kakanwil selama ini masyarakat di dua kecamatan, Posigadan dan Tomini yang terdiri dari 23 desa mendapat pelayanan di KUA Kecamatan Posigadan. Sementara, jarak antara kedua kecamatan lumayan jauh. Karena itu Camat Tomini bersama perangkatnya berkenan memberikan gedung sementara sebagai KUA Pembantu Kecamatan Tomini karena jarak dari Tomini ke KUA Posigadan lumayan jauh. Jarak yang jauh ini menyebabkan ada kendala soal pencatatan nikah dan pelayanan lain kepada umat dan masyarakat di Kecamatan Tomini. Kakanwil berterima kasih dan memberi apresiasi kepada kepada Ibu Camat Tomini Siska Saripi, dan seluruh perangkatnya karena sudah memberikan dan menyediakan gedung dan fasilitas yang layak untuk melayani masyarakat. Gedung KUA Tomini dipinjamkan oleh Camat, karena KUA Tomini masih dalam proses persiapan pembangunan dan strukturnya. “Kita berharap strukturnya tidak terlalu lama dan gedung baru segera dibangun demi pelayanan yang maksimal dan berkualitas kepada masyarakat di Kecamatan Tomini”, katanya. Pembangunan KUA Kecamatan Tomini dipandang penting untuk dilakukan karena selama ini masyarakat di Tomini mendapat pelayanan di KUA Posigadan. Hal ini tentunya berpengaruh pada pelayanan pencatatan nikah dan pelayanan lainnya yang dibutuhkan masyarakat, sehingga Camat Tomini dan Kemenag Bolsel mengambil langkah inisiatif meminjamkan gedung untuk memudahkan pelayanan. (hen) Baca juga :

Read More

Laznas PPPA Daarul Qur’an Gandeng Kemenag Untuk Program Kampung Zakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Laznas PPPA Daarul Qur’an bersilaturahmi dengan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Waryono Abdul Ghafur di Kantor Kemenag, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (26/09/2023). Waryono mengapresiasi gerakan zakat melalui dakwah tahfizhul Qur’an yang telah menjamur hingga ke berbagai belahan dunia seperti Rumah Tahfizh, Pesantren Takhassus, Qur’an Call, Mobile Qur’an, Kampung Qur’an dan program-program lainnya yang mencetuskan program-program inovatif untuk melahirkan generasi-generasi penghafal Qur’an. “Masya Allah, melihat begitu luasnya syiar dakwah Daarul Qur’an tentu sangat banyak program yang bisa kita sinergikan bersama,” ujar dia dalam siaran pers yang diterima 1miliarsantri.net, Selasa (26/09/2023). Turut hadir dalam pertemuan ini Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Ekonomi Tarmizi As Shidiq, Direktur Marketing dan Komunikasi Laznas PPPA Daarul Qur’an Dwi Kartika Ningsih, Direktur Operasional Abdul Sidik, Cooporate Secretary Nanang Ismuhartoyo dan Gengeral Manager Program Zainal Umuri. Berbagai program zakat juga di bahas bersama untuk dikolaborasikan agar kebermanfaatannya semakin luas. Salah satunya seperti program Kampung Zakat yang telah digulirkan Kemenag sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi umat. Waryono berharap kader-kader penghafal Qur’an bisa mengabdi di wilayah-wilayah Kampung Zakat yang ada di seluruh Indonesia. “Jadi pendidikan dan masjidnya hidup, ekonominya tumbuh dan kesehatannya terjamin. Insya Allah mencerminkan Qaryah Thayyibah (suatu kampung yang masyarakatnya menjalankan ajaran Islam),” jelas dia. Terkait kerja sama yang sudah berjalan seperti pendampingan Kantor Urusan Agama (KUA) kata Waryono, ia berharap dapat dikembangkan. Menurutnya Laznas PPPA Daarul Qur’an harus menambah jumlah pendampingan KUA. “Langkah ini sebagai ikhtiar untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah pada pasangan yang baru menikah. Sebab melihat banyaknya kasus perceraian dibanding pernikahan,” ujar dia. Waryono mengajak Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk semakin meluaskan manfaat zakat. Khususnya untuk membantu saudara muslim penyintas disabilitas yang punya keinginan besar bisa membaca Al-Qur’an. Serta membantu dhuafa yang kesulitan dalam pengobatan sakit karena tidak ada biaya. Menyambut hal tersebut, Pimpinan Daarul Qur’an Direktorat Zakat dan Wakaf Muhammad Anwar Sani menjelaskan di lembaganya sendiri, dana zakat, infak, sedekah dan wakaf memang sangat luas manfaatnya. Seperti berdirinya Pesantren Daarul Qur’an, rumah tahfizh di seluruh Indonesia dari sedekah, telah melahirkan generasi penghafal Qur’an yang alumni santri-santrinya kini juga telah merintis dakwah tahfizul Qur’an di sejumlah negara. “Dari dana sedekah dan wakaf juga telah berdiri Klinik DAQU di Malang dan Magelang yang sangat membantu masyarakat dhuafa,” ujar dia. Anwar Sani mengatakan, lembaganya mendukung penuh program-program yang bisa disinergikan antara Kemenag RI dan Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk kebermanfaatan umat. “Tentunya kami menyambut baik jika ada program yang bisa dikolaborasikan bersama Kemenag,” tutupnya. (rid) Baca juga :

Read More

Perkumpulan Bumi Alumni Bandung Gelar Nikah Bersama Pasangan Muda-Mudi

Bandung — 1miliarsantri.net : Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) kembali menyelenggarakan Nikah Bersama untuk pasangan muda-mudi di Kota Bandung dan sekitarnya yang sudah siap mengarungi mahligai rumah tangga, Sabtu (23/09/2023). Kegiatan Nikah Bersama tahun ini berlangsung di D’Botanica Mall Bandung berkolaborasi dengan Koperasi UMKM Alumni Indonesia (Kuali) yang juga menggelar Baazar dan Ekshibisi UMKM. Kegiatan PBA ini dihadiri oleh Kepala Bidang Udaha Kecil Dinas Koperasi Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ucup Yusup, Lurah Padjadjaran, Paridin dan menghadirkan ustaz AA Hadi dan Cheche Kirani yang memberikan tausiyah singkat kepada 10 pasangan yang mengikuti acara nikah bersama. Ketua Umum Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), Ary Zulfikar mengatakan, kegiatan Nikah Bersama ini merupakan bagian dari komitmen PBA untuk membantu warga yang ingin menikah namun terganjal dari sisi ekonomi. “Nikah Bersama diikuti 10 pasangan mempelai dengan berbagai macam latar belakang. Alhamdulilah kegiatannya berjalan lancar. Selamat kepada para mempelai pengantin semoga sakinah mawadah warahmah,” terang Kang Azoo, sapaan Ary Zulfikar. Kang Azoo menambahkan, kegiatan Nikah Bersama ini selain bagian dari rangkaian milad Ke-3 PBA pada 26 September 2023, juga berkolaborasi mendorong perkembangan pelaku UMKM seperti fashion dan tata rias (make up), wedding organizer, pelaku ekonomi kreatif, kuliner dan craft. “Terima kasih kepada para pelaku usaha yang sudah mendukung dan ikut memeriahkan event ini. dan tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, Kelurahan Kecamatan, Pemkot Bandung, KUA, Provinsi Jabar, Dinas UMKM. Semoga kolaborasi ini bisa terus berkesinambungan dan dilakukan di event selanjutnya,” jelasnya. Sementara itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet yang juga Ketua Dewan Pembina PBA mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara rutin tahunan nikah bersama, bazaar dan ekshibisi UMKM, sebagai rangkaian peringatan HUT Ke-3 Perkumpulan Bumi Alumni (PBA). “Semoga PBA terus bersama pelaku UMKM Indonesia untuk maju dan berkembang menjadi poros perekonomian nasional dan meningkatkan finansial anggotanya,” tutur Bamsoet. Bamsoet juga mengucapkan selamat kepada para mempelai pengantin, semoga langgeng serta diberi keberkahan dalam mengarungi kehidupan baru dalam berumah tangga. “Untuk para mempelai selamat menikah, semoga diberi keberkahan, kebahagiaan selalu diberi kesehatan,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, sebagai penggagas kegiatan nikah bersama, Dewi Tenty Septi Artianty menuturkan, dari tahun ke tahun antusiasmenya semakin meningkat. Misalnya, ketika tahun pertama digelar sewaktu pandemi Covid-19 hanya enam pasangan yang mengikuti kegiatan ini, lalu tahun berikutnya 12 pasangan, dan tahun ini diikuti 10 pasangan pengantin. “Sebetulnya tahun ini ada 12 pasangan, namun dua pasangan pengantin mundur, mungkin ada dokumen yang belum selesai. Tapi secara keseluruhan alhamdulillah berjalan lancar,” imbuhnya. Dewi juga menambahkan, kegiatan Nikah Bersama tahun ini lebih menarik dan semarak karena diikuti pameran atau Baazar UMKM, fashion dan tata rias (make up), Wedding Organizer serta pelaku ekonomi kreatif lainnya. “Pelaku UMKM juga senang ikut kegiatan ini, selain bisa berkarya juga dari sisi sosiaslnya merasa terpanggil,” imbuhnya. Ketua Panitia, Yayan Abdul Wahid menjelaskan, kegiatan Nikah Bersama ini dilakukan secara gratis bagi para pasangan pengantin. Bahkan, para pasangan ini mendapat fasilitas berupa perlengkapan hantaran pernikahan (Alquran dan perlengkapan alat shalat). “Kami berharap pengantin ini mendapat keberkahan dan juga para pelaku UMKM mendapat feedback dari kegiatan ini serta usahanya terus berkembang,” jelas Yayan. Kegiatan Nikah bersama juga diramaikan oleh 29 pelaku UMKM yang menawarkan aneka makanan dan minuman serta produk fashion dan craft dalam bazar dan ekshibisi UMKM 2023. (den) Baca juga :

Read More

Imbas Perobekan Alquran di Den Haag, MUI Ajak Masyarakat Cegah Islamphobia

DenHaag — 1miliarsantri.net : Sekelompok warga Belanda yang menamakan dirinya sebagai “Patriotische Europaer Gegen die Islamisieurung des Abendlandes”(PEGIDA) atau Patriot Eropa melawan Islamisasi di Barat telah melakukan tindakan yang menyakiti umat Islam. Dikutip dari Daily Sabah Selasa (26/09/2023), pemimpin Pegida Edwin Wagensveld melakukan perobekan Alquran di depan beberapa kedutaan besar negara mayoritas Islam, seperti Indonesia, Turki, Pakistan, di Den Hag pada Sabtu 23 September 2023 lalu. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan agar pemerintah setempat memberikan perhatian khusus terhadap aksi tersebut. “Pemerintah Belanda dan pemerintah manapun di Eropa seharusnya memiliki kepekaan atau sensitifitas terhadap hal ini. Jangan berdalih kepada upaya menghormati prinsip freedom of expression lalu membiarkan kelompok yang ternyata justru merusak kehormatan dan kedaulatan individu, komunitas dan kepercayaan kepada agama. Ini dua hal yang sangat bertentangan,” imbuhnya. Dia menegaskan, aksi yang dilakukan di kantor kedutaan negara Muslim termasuk KBRI ini benar-benar menunjukkan dengan kasat mata penghinaan dan kebencian terhadap Islam sekaligus terhadap umat Islam. Aksi ini juga, menurut dia, mengesankan kuat adanya kesengajaan Pegida untuk menyatakan kebenciannya kepada umat Islam Indonesia, Pakistan, Turki, dan umat Islam dari manapun. Dia mengatakan, aksi yang sebetulnya sudah pernah dilakukan beberapa waktu sebelumnya ini memang diarahkan kepada imigran muslim di Belanda dan Eropa secara umum. “Seperti yang dilakukan kelompok nasionalis ekstremis Paludan dan Salwan Momika di Swedia, Pegida ini juga menunjukkan sikap anti mereka kepada imigran Muslim dan juga Islam sekaligus,” tuturnya. Melalui aksi ini, kata Sudarnoto, tampak semakin menegaskan bahwa Islampofobia terus menunjukkan sikapnya yang terang-terangan terutama di Eropa. Oleh karena itu, Sudarnoto meminta agar para tokoh maupun aktivis HAM melakukan langkah taktis untuk menghentikan Islamofobia. “Saya ingin menyerukan kepada para tokoh lintas agama dan aktivis HAM di Eropa khususnya untuk saling bahu-membahu, bekerjasama, meneguhkan semangat dan langkah bersama melakukan langkah taktis dan beradab meyakinkan pemerintah dan semua pihak untuk menghentikan Islamofobia,” kata dia. Menurut Sudarnoto, aksi ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang diadopsi PBB. Membiarkan dan apalagi memberikan ruang dan sekaligus melindungi kelompok ekstremis seperti ini merupakan pengkhianatan terhadap keputusan PBB dan tentu merusak kemanusiaan. “Karena itu sangat diharapkan pihak aparat dan pemerintah setempat benar-benar menunjukkan niat tulus mereka untuk bersikap adil dengan cara memberikan sanksi terhadap siapa saja yang telah merendahkan ajaran agama dan menyakiti umat beragama termasuk umat Islam,” kata dia. Melalui kejadian ini, dia juga menyampaikan bahwa Duta Besar Belanda di Jakarta seharusnya memberikan keterangan terbuka dan meyakinkan kita semua bahwa pemerintah Belanda akan menghentikan aksi-aksi yang tidak terhormat dan tidak beradab kelompok ekstremis ini. (gut) Baca juga :

Read More

Mahfud MD : Jejak Perjuangan Mbah Hamid Pasuruan, Wajib Kita Ikuti dan Dipertahankan

Pasuruan — 1miliarsantri.net : Budaya pesantren saat ini sudah tumbuh secara egaliter di Indonesia. Umat Islam maju dan berkembang, tidak ada gejala Islamophobia, dan ini adalah salah satu hasil perjuangan Al-Arif Billah Al-Magfurlah KH. Abdul Hamid dari Pasuruan, Jawa Timur. Demikian uraian yanfg disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, saat menghadiri dan memberikan sambutan acara Haul ke-42 Al-Magfurlah KH. Abdul Hamid Bin Abdullah bin Umar di Pondok Pesantren Salafiyah, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (25/09/2023). Ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia hadir di haul KH Abdul Hamid. Tampak hadir juga Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU yang juga Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf, Menteri BUMN Erick Thohir, serta para Kyai dan Ulama Pondok Pesantren Salafiyah. Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menyebut penting untuk diingat ketika kita menghormati haul KH Andul Hamid yang merupakan seorang wali, adalah Nahdlatul Ulama. Jamiyah NU adalah karunia luar biasa, belum pernah dalam sejarah ada ulama mengorganisir diri secara independen seperti NU, sepanjang sejarah peradapan umat manusia ini belum pernah terjadi. Menurut Yahya, NU adalaah organisasi ulama yang berpikir tentang peradaban. Kemuliaannya pasti luar biasa karena disitu dikumpulkan ulama solihin di kalangan ahlus sunnah wal jamaah. Jangan sampai lepas dari NU. Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD, memandang Indonesia merdeka, kaum muslim maju, orang Islam hidup seperti saat ini, semua karena Indonesia merdeka yang ikut melahirkan adalah para ulama, termasuk santri-santri dari Kyai Hamid. “Kyai Hamid adalah salah seorang ulama besar, tokoh besar pesantren yang telah melahirkan puluhan ribu santri yang mengisi dan memajukan Republik Indonesia ini,” terang alumnus Pesantren Al-Mardiyah, Waru, Pamekasan, Jawa Timur ini. Mahfud menambahkan, saat ini di Indonesia sudah tumbuh budaya pesantren. Jaman dulu menurutnya, Panglima TNI tidak ada sholat secara terbuka, dulu sembunyi-sembunyi karena malu dan takut. Sekarang di markas-markas TNI dan Polri, dan di rumah pimpinan Polri dan TNI, diadakan pengajian-pengajian. Budaya pesantren seperti ini sudah tumbuh secara alamiah dan egaliter. Ini menandakan tidak ada Islamophobia di Indonesia. “UU Pesantren, Universitas Islam Negeri, semua dikasih oleh pemerintah, pesantren sudah megah, ini juga salah satu perjuangan KH Abdul Hamid. Umat merasakan hidup di Indonesia, karena sesuai ajaran Kyai Hamid, yaitu apa? menjunjung persatuan, menghargai manusia, hidup sederhana, jangan jumawa, tegakkan kehidupan bernegara yang baik,” pungkasnya. (dit) Baca juga :

Read More

Ribuan Jamaah Nahdlatul Aulia Hadiri Istighotsah dan Doa Bersama Untuk Bangsa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menjelang perputaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Ketua Umum Nahdlatul Aulia, KH Sjech Khatibul Umam Wiranu memimpin dan sekaligus mengajak doa bersama dalam Istighatsah di Stadion Madya Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (24/09/2023) Doa bersama dalam kegiatan Istigasah ini selain bertujuan untuk mengobati hati bangsa dan negara Indonesia menjelang Pemilu 2024, juga sekaligus dalam rangka memperingati hari lahir ke-17 Nahdlatul Aulia. “Nahdlatul Aulia hadir sebagai salah satu dari bagian perjuangan tauhid dan thoriqoh dan melengkapi dari organisasi-organisasi yang sudah ada, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama,” terang Umam Wiranu. Dalam tausiyahnya, Umam Wiranu mengungkapkan Nahdlatul Aulia berarti kebangkitan para wali. “Nahdlatul Aulia ingin membangkitkan kembali jiwa-jiwa wali yang ada di setiap orang,” ujar KH Sjech Khatibul Umam Wiranu melalui pesan tertulis yang diterima 1miliarsantri.net, Senin (26/09/2023). Turut hadir tokoh ulama KH Said Aqil Siroj yang juga memberikan sambutannya pada kegiatan doa bersama dan Istighosah ini. KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa gerakan thoriqoh merupakan revolusi spiritual, lebih dari revolusi mental. Doa bersama dalam kegiatan Istighotsah ini juga bertujuan agar kontestasi Pemilu 2024 berjalan kondusif. Dia, berharap kepada Presiden Jokowi maupun Presiden RI mendatang, serta seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan doa bersama untuk pertobatan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Dia menjelaskan, alasan menggelar Istighosah di Gelora Bung Karno karena mengacu pada perjuangan Bapak Bangsa, The Founding Father dalam membangun pondasi tauhid dan thoriqoh. Pada tahun 1963 Bung Karno bersama rakyat Indonesia mengadakan Ganefo, Indonesia berani memerdekakan diri dari bangsa lainnya dengan mengadakan pesta olahraga. “Bangkitlah jiwanya, bangkitlah badannya,” imbuh dia. “Ini merupakan puncak perjalanan spiritual yang fokusnya kepada Allah,” tuturnya. Hadir sejumlah tokoh lain di antaranya, Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwahid, KH Ridwan Mukti, Wakil Ketua KPK, Nuril Ghufron, Sekda Kabupaten Cilacap, Awaludin Muri, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Ma’mun Murod, serta Juru bicara Presiden RI era Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi. Istighotsah di Gelora Bung Karno yang digelar Nahdlatul Aulia dihadiri sekitar 8.000 jamaah dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Lampung, Bangkalan, Malang, Lumajang, Pati, Rembang, dan Semarang. (rid) Baca juga :

Read More

Dikecam Banyak Pihak, Grup K-Pop Kingdok Rombak Total Cover Albumnya Yang Mirip Al Qur’an

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setelah mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, karena cover albumnya yang kontroversial, grup K-pop Kingdom yang berada dalam naungan agensi GF Entertainment memutuskan untuk merombak total cover album barunya bertajuk History of Kingdom: Part VII JAHAN itu. Pihak GF Entertainment pun menyatakan penyesalannya. “Dengan penuh rendah hati menyampaikan penyesalan kami, dan menggunakan kesempatan ini untuk meyakinkan Anda bahwa kami berkomitmen mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang,” kata GF Entertainment dalam pernyataan resminya yang diunggah di akun official Kingdom, Senin (25/09/2023). Selain merombak total desain cover album, mereka juga akan menarik kembali seluruh 70 ribu eksemplar album yang sudah terjual. Bahkan mereka akan membuang semua album tersebut, serta akan melakukan penerbitan ulang. “Preorder untuk album baru Kingdom baru akan dimulai kembali pada 26 September 2023 pukul 11.00 (waktu Korea), dan perilisan resmi akan dilanjutkan sesuai jadwal semula pada 18 Oktober 2023,” ujar pernyataan resmi tersebut. Untuk diketahui, GF Entertainment mendapat kecaman setelah merilis cover album grup K-Pop Kingdom. Pasalnya, cover album itu dinilai mirip dengan cover Alquran. Kingdom memulai debutnya pada 2021 dengan judul lagu pertama mereka yang bertema raja. Setiap anggota grup diberi nama sesuai nama raja dari sejarah dunia. Seusai permintaan maaf dirilis, seluruh penggemar mengapresiasi Kingdom dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi pada kemudian hari. Ada juga yang memberikan saran, jika suatu hari ingin membuat sesuatu dengan latar agama apapun itu, sebaiknya didiskusikan dulu dengan ahlinya. “Terima kasih atas permintaan maafnya!! Itu adalah kesalahan yang mahal, tapi menjadi pelajaran bagus untuk dipetik. Saya berharap ada diskusi mendalam dengan staf mengenai ikonografi dan teks menyoal keagamaan sebagai inspirasi, karena ada garis yang tidak boleh dilewati,” ungkap akun @everydayjia***. “Tolong lebih berhati-hati dan lakukan riset lebih banyak lagi untuk ke depannya,” tulis akun @fvla***. (lin) Baca juga :

Read More

Keistimewaan Para Wali-wali Allah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Allah SWT memiliki wali-wali di dunia, orang yang menjadi wali-Nya memiliki keistimewaan tersendiri. Dan siapakah yang disebut sebagai wali Allah tersebut? Seperti dikutip dari Syarah 10 Hadits Qudsi Pilihan disusun Abu Hafizhah Irfan, Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إنَّ اللهَ قال: مَن عادى لي وليًّا فقد آذنتُه بالحرب، وما تقرَّب إليَّ عبدي بشيء أحب إليَّ مما افترضتُ عليه، وما يزال عبدي يتقرَّب إليَّ بالنوافل حتى أحبَّه، فإذا أحببتُه: كنتُ سمعَه الذي يسمع به، وبصرَه الذي يُبصر به، ويدَه التي يبطش بها، ورجلَه التي يمشي بها، وإن سألني لأعطينَّه، ولئن استعاذني لأُعيذنَّه، وما تردَّدتُ عن شيء أنا فاعلُه تردُّدي عن نفس المؤمن، يكره الموتَ وأنا أكره مساءتَه». “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah menyatakan perang dengannya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nawafil (sunnah) hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar. (Aku akan menjadi) penglihatannya yang dengannya ia melihat. (Aku akan menjadi) tangannya yang dengannya ia memukul. (Aku akan menjadi) kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya. Tidaklah Aku ragu untuk berbuat sesuatu seperti keraguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin, ia membenci kematian sedangkan Aku tidak suka menyakitinya.” (HR. Bukhari Juz 5 : 6137) Disebutkan dalam hadits di atas, إنَّ اللهَ قال: مَن عادى لي وليًّا “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi waliKu.” Yang dimaksud wali Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah orang yang beriman dan selalu bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana yang Allah jelaskan di dalam Alquran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوْا يَتَّقُوْنَۗ “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak (pula) bersedih. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (QS Yunus ayat 62-63) Iman adalah membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan. Sedangkan yang dimaksud dengan taqwa adalah melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, di atas cahaya petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena mengharapkan pahala dari Allah ﷻ. Dan meninggalkan maksiat kepada Allah, di atas petunjuk dari Allah, karena takut hukuman dari Allah SWT. (Taisirul Karimir Rahman) Para wali-wali Allah senantisa bertaqwa kepada Allah SWT di mana pun mereka berada. Sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah perbuatan dosa dengan kebaikan niscaya akan menghapuskannya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi). (mif) Baca juga :

Read More

Sekitar 1000 Pesantren Tolak Kampanye Politik dilingkungan Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu membolehkan penyelenggaraan kampanye politik di sekolah-sekolah dan fasilitas negara. Namun berbeda hal nya dengan seribu pesantren ini menyatakan penolakan terhadap kampanye yang dibolehkan tersebut. Seribu pengasuh pesantren tersebut berkumpul di Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat pada 22-24 September 2024. Kehadiran para pengasuh pesantren itu bertujuan membahas isu-isu penting terkait penguatan kemandirian pesantren untuk stabilitas nasional dalam Halaqah Nasional Pengasuh Pesantren bertema Fiqih Siyasah: Penguatan Kemandirian Pesantren Untuk Stabilitas Nasional. Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), KH Sarmidi Husna menyampaikan, Halaqah Nasional Pengasuh Pesantren yang berlangsung pada 22-24 September 2024 ini membahas sejumlah isu penting yang mencakup kemandirian pesantren, transformasi digital di pesantren, inkubasi bisnis pesantren, keadilan pajak bagi pesantren, serta masalah kebangsaan seperti etika politik kiai, pencegahan kekerasan berbasis agama, netralitas penyelenggara dan aparat dalam pemilu, stabilitas nasional, dan pengembangan wawasan kebangsaan melalui kurikulum pesantren. “Halaqah ini kita menghadirkan 1.000 pengasuh pesantren di Indonesia untuk membahas isu-isu aktual dan membangun silaturahmi antar pengasuh pesantren. Halaqah nasional ini juga memberikan kesempatan bagi pesantren-pesantren di seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, mengeksplorasi inovasi baru, dan membangun jaringan yang kuat demi masa depan yang lebih baik,” terang Kiai Sarmidi, Ahad (14/9/2023). Pada kesempatan ini, Kiai Sarmidi menggarisbawahi tiga isu penting, yang perlu dibahas dan perlu dicarikan rumusan solusinya. Pertama, terkait pajak di pesantren. Karena pesantren selama ini memiliki kontribusi besar terhadap negara dalam mencerdaskan anak bangsa. Alih-alih mendapatkan reward dari pemerintah, justru pesantren malah dibebani dengan membayar pajak, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seringkali pesantren tiba-tiba mendapat tagihan pajak yang memberatkan, tanpa didahului sosialisasi dan edukasi. Dalam halaqah ini, para pengasuh pesantren meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif, sebelum melakukan pemungutan pajak pesantren. Termasuk memberikan keringanan pajak serta rekomendasi kepada pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) untuk membentuk tax-center di pesantren. Sarmidi menjelaskan, yang kedua, tentang pentingnya transformasi digital di pesantren. Saat ini transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi telah menjadi keharusan, sementara pesantren saat ini masih belum melek dunia digital. “Dalam halaqah ini, pesantren diharapkan lebih inisiatif dan adaptif terhadap proses transformasi digital. Di sisi lain, para pengasuh pesantren mendorong pemerintah untuk dapat memfasilitasi penguatan infrastruktur dan ekosistem digital di pesantren secara menyeluruh,” ujar Kiai Sarmidi. Kiai Sarmidi menambahkan, yang ketiga, penting dibahas dalam halaqan ini terkait perhelatan Pemilu 2024, di mana Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa fasilitas lembaga pendidikan boleh digunakan untuk kampanye, termasuk pesantren dengan izin dari penanggung jawab (pengasuh pesantren). Kiai Sarmidi menegaskan, dalam halaqah ini, para kiai melihat kampanye politik di pesantren akan berdampak negatif, mengingat kampanye di pesantren selalu untuk mendulang suara, bukan untuk pendidikan politik. Situasi ini menurut para pengasuh pesantren bisa menimbulkan gejolak dan ketegangan, baik antar pesantren, alumni pesantren maupun masyarakat secara luas. “Para pengasuh pesantren, karena itu, menolak pelaksanaan kampanye di lingkungan pesantren dengan mempertimbangkan madharat-nya jauh lebih besar daripada kemanfaatannya,” ujar Kiai Sarmidi. P3M menyampaikan bahwa pengasuh pesantren dari seluruh penjuru negeri dengan antusias mengikuti acara ini dengan harapan bahwa diskusi dan pemikiran yang disampaikan oleh pemimpin bangsa akan membantu mereka memahami peran pesantren dalam pembangunan nasional, kemandirian pesantren dalam aspek ekonomi, serta peran pesantren dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial di Indonesia. Di antara pembicara kunci yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Dalam halaqah ini, Mahfud MD menyampaikan fiqh siyasah atau fiqh politik bertema “Penguatan Kemandirian Pesantren untuk Stabilitas Nasional.” Mahfud MD menyampaikan, dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin ini, mari semua menjadi muhajirin. Yakni orang-orang yang hijrah menuju Indonesia emas. “Indonesia emas itu dalam bahasa arabnya adalah baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” ujar Mahfud MD. Halaqah ini, juga dihadiri Dr. As’ad Said Ali (Mantan Waka BIN), KH Masdar Farid Mas’udi (Rais Syuriah PBNU), KH Dr Abun Bunyamin (Pengasuh Pesantren Al-Muhajirin), Prof Waryono (Direktur PD Pontren), Yon Arsal (Staf Ahli Kemenkeu RI), Dr. Mohammad Syukron Habibie (Senior Vice President BSI), Pipin Moh Saiful Arifin (Sekretaris Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia), Dr Ir Mahfud (Sekretaris Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK RI), KH Abdul Moqsith Ghazali (Katib Syuriah PBNU), Dr. Rumadi Ahmad, (Staf Khusus KSP Republik Indonesia). (rid) Baca juga :

Read More

Peringatan 100 Tahun Gontor Dimulai Dengan Sujud Syukur dan Khataman Massal

Ponorogo — 1miliarsantri.net : Serangkaian kegiatan dalam rangka 100 tahun Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor akan digelar, diawali dengan kegiatan Sujud syukur sebagai tanda dimulainya rentetan kegiatan yang akan digelar pada Rabu, 27 September 2023 atau 12 Rabiul Awwal 1445. Acara sujud syukur akan digelar di Masjid Jami’ Gontor, kampus-kampus putra, UNIDA Gontor dan juga seluruh pondok alumni Gontor. “Sejak kesyukuran 50 tahun Gontor, acara peringatan dan kesyukuran Gontor selalu diawali dengan sujud syukur,” terang Ketua Umum Peringatan 100 tahun Gontor, Prof K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi. Lebih lanjut Prof Hamid menjelaskan bahwa rentetan kegiatan 100 tahun berfokus pada menghasilkan karya monumental yang dapat diwariskan pada generasi berikutnya. “Setiap aspek kegiatan kami desain untuk melahirkan legacy bagi 100 tahun kedua Gontor,” ungkapnya. Peringatan puncak 100 Tahun Gontor akan dirayakan pada 2026 mendatang. Sementara sujud syukur ini menandai 100 tahun hijriyah berdirinya Gontor. “Adapun secara hitungan masehi, 100 tahun Gontor akan jatuh pada 2026,” kata Humas Gontor, Riza Ashari. Acara dijadwalkan akan dimulai pukul 08.30 WIB dengan beberapa sambutan dari pimpinan dan beberapa tokoh masyarakat. Dilanjutkan dengan shalat dzuhur berjama’ah serta sujud syukur. Kegiatan ini diikuti oleh 30.604 santri dari seluruh kampus, 1.015 tamu undangan, dan juga 483 pondok alumni. Tamu undangan yang dijadwalkan hadir dalam sujud syukur ini antara lain Wakil Rais ‘Aam PBNU sekaligus Ketum MUI, KH Anwar Iskandar, Ketua PP Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup sekaligus Waketum MUI, KH Anwar Abbas, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, serta Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Qur’an (LPMQ) Abdul Aziz Sidqi. Sedangkan di kampus Gontor Putri, sujud syukur akan dilaksanakan esok harinya pada Kamis, 28 September 2023 yang akan dihadiri oleh dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dua hari sebelumnya, Senin, 25 September 2023, Jam’iyyatu-l- Huffazh Gontor akan melaksanakan sima’an Al-Qur’an 30 juz di masjid jami’ hingga Selasa siang. Kemudian dilanjutkan dengan khataman yang diikuti oleh seluruh santri sebagai bentuk rasa syukur atas usia 100 tahun Gontor. Santri akan dibimbing langsung oleh tiap wali kelas dan akan mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali. Salah satu rentetan kegiatan sujud syukur terdapat seremoni awal penulisan mushaf Gontor oleh Al-Ustadz Muhammad Nur, dengan simbolis penulisan lafadz “basmalah” oleh Sheikh Belaid Hamidi. Targetnya, penulisan Mushaf ini akan diselesaikan sebelum puncak peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. (gung) Baca juga :

Read More