Israel Bombardir Wilayah Selatan Gaza

Khan Younis — 1miliarsantri.net : Israel mulai membombardir daerah-daerah di selatan di mana warga Palestina mencari keselamatan. Sementara Israel mulai mengevakuasi warganya di kota besar di utara dekat perbatasan Lebanon. Evakuasi ini merupakan tanda terbaru dari invasi darat Israel ke Gaza yang dapat memicu gejolak regional. Warga Palestina di Gaza melaporkan adanya serangan udara besar-besaran di Khan Younis di selatan. Mereka mengatakan ambulans membawa pria, wanita dan anak-anak ke Rumah Sakit Nasser di kota tersebut, rumah sakit terbesar kedua di Gaza yang sudah penuh dengan pasien dan orang yang mencari perlindungan. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memerintahkan pasukan darat untuk bersiap melihat Gaza “dari dalam.” Pernyataan ini mengisyaratkan serangan darat yang bertujuan untuk menghancurkan Hamas di Gaza dua pekan setelah serangan mendadak mereka ke Israel. Pejabat Israel belum memberikan jadwal untuk operasi semacam itu. Lebih dari satu juta orang mengungsi di Gaza, dan banyak di antara mereka yang mengindahkan perintah Israel untuk melakukan evakuasi ke wilayah utara wilayah pesisir yang tertutup. Rumah sakit-rumah sakit di Gaza yang kewalahan menjatah pasokan medis dan bahan bakar untuk generator yang semakin menipis. Sementara pihak berwenang menyiapkan logistik untuk pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan dari Mesir yang belum masuk. Para dokter di bangsal yang gelap di seluruh Gaza melakukan operasi dengan menggunakan cahaya ponsel dan menggunakan cuka untuk mengobati luka yang terinfeksi. Kesepakatan untuk mengirimkan bantuan ke Gaza melalui Rafah, satu-satunya jalur penyeberangan di wilayah tersebut yang tidak dikendalikan oleh Israel , masih rapuh. Israel mengatakan pasokan tersebut hanya dapat disalurkan kepada warga sipil dan akan “menggagalkan” pengalihan apa pun yang dilakukan Hamas. Lebih dari 200 truk dan sekitar 3.000 ton bantuan ditempatkan di atau dekat Rafah. Namun pekerjaan perbaikan jalan di sisi Gaza yang rusak akibat serangan udara belum dimulai. Israel mengevakuasi warganya yang tinggal di dekat Gaza dan Lebanon dan menempatkannya di hotel-hotel lain di negara itu dalam program yang didanai negara. Pada Jumat (20/10/2023) Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan rencana evakuasi di Kiryat Shmona, sebuah kota berpenduduk lebih dari 20.000 penduduk di dekat perbatasan Lebanon. Kelompok Hizbullah di Lebanon yang memiliki persenjataan besar berupa roket jarak jauh, hampir setiap hari saling baku tembak dengan Israel di sepanjang perbatasan. Kelompok yang didukung Iran ini mengisyaratkan akan ikut berperang jika Israel berusaha memusnahkan Hamas. Iran yang mendukung Hizbullah dan Hamas mendukung rencana tersebut. Sementara Presiden AS Joe Biden menjanjikan dukungan yang tak tergoyahkan bagi keamanan Israel, “hari ini dan selamanya.” Ia menambahkan dunia “tidak bisa mengabaikan kemanusiaan warga Palestina yang tidak bersalah” di Jalur Gaza yang terkepung. Dalam pidatonya di Ruang Oval, beberapa jam setelah kembali ke Washington dari kunjungan darurat ke Israel, Biden membedakan antara warga Palestina pada umumnya dan Hamas. Ia menghubungkan perang yang terjadi saat ini di Gaza dengan invasi Rusia ke Ukraina. Biden mengatakan Hamas dan Presiden Rusia Vladimir Putin “ingin sepenuhnya memusnahkan demokrasi di negara tetangga.” Biden mengatakan ia mengirimkan “permintaan anggaran mendesak” ke Kongres pada untuk mencakup bantuan militer darurat ke Israel dan Ukraina. (Satria/AP) Baca juga :

Read More

Segala Keinginan Harus lah Diserahkan Kepada Allah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Umat Islam diperintahkan memutus segala harapan kepada selain Allah SWT. Hanya dengan begitu, seorang muslim akan merdeka dari orang lain dan urusan dunia. Sebaliknya, ketika seseorang mengedapankan urusan dunia, maka orang itu bisa menjadi budak harta. “Begitu kita bisa memutus harapan kepada selain Allah, maka kita akan merdeka. Seseorang akan menjadi budak dari apa yang ia inginkan dan ia harapkan,” terang Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, dalam kajian daring Formula Hati, Sabtu (21/10/2023). Selain itu, seorang muslim juga harus terus menumbuhkan rasa harap dan ingin hanya kepada Allah. Dengan begitu, seseorang akan disebut sebagai abdullah (hamba Allah), bukan hamba manusia atau mahluk lain. “Menghibalah kepada Allah, jangan menghiba kepada makhluk-Nya. Kehormatan dan kemuliaan itu terjadi ketika engkau memutus harapan kepada makhluknya Allah,” tambahnya. Hikmah tersebut akan datang kepada orang yang telah melakukan tiga hal sebagaimana anjuran Islam. Hikmah itu akan datang dari kebersihan hati, pendalaman ilmu, dan pengalaman hidup. Untuk mendapatkan hikmah itu, seseorang perlu terus untuk mengasah hati agar hati terus bisa dekat kepada Allah, bergantung kepada Allah, berharap kepada Allah, dan memutus harapan kepada makhluk-Nya. “Ini adalah proses kematangan jiwa yang perlu ditekuni. Proses untuk menuju ke keadaan hati yang seperti ini memang membutuhkan waktu. Setiap saat kita membaca ‘Hanya kepada-Mu kami menghamba’. Namun, apakah kita sudah demikian? Bisa jadi kita masih menghamba kepada harta, posisi, orang lain dan bukan kepada Allah,” tutur Ustadz Fauzi. Ustadz Fauzi menegaskan, orang yang tidak mendekat kepada Allah dengan halusnya kebaikan yang Dia berikan, maka ia akan diseret (supaya mendekat) dengan rantai cobaan. Ujian seseorang sebenarnya cara Allah memanggil hamba-Nya untuk mendekat. “Jiwa yang buruk tidak kembali kepada Allah kecuali dengan ujian dan bala. Kehendak Allah dari hamba-Nya ini adalah agar hamba ini kembali kepada Allah dengan senang hati atau terpaksa. Hamba yang diingatkan dengan ujian ini sebenarnya diberikan kebaikan oleh Allah karena tidak dibiarkan terlunta-lunta untuk mengurus hidupnya sendiri. Ia dipaksa untuk kembali kepada Allah,” pungkasnya. (mif) Baca juga :

Read More

Polri Beri Peluang Hafiz dan Hafizah Untuk Menjadi Anggota Kepolisian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan merekrut para hafiz dan hafizah berprestasi untuk menjadi anggota polisi. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, para hafiz bisa diberdayakan di kepolisian untuk mengisi ruang-ruang keagamaan di masyarakat. “Apabila sudah memiliki otoritas, penerimaan masyarakat akan semakin baik. Apalagi diperoleh dari polisi yang hafiz dan ahli tafsir dengan paham keagamaan moderat,” ungkap Zayadi kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (21/10/2023). Zayadi menyampaikan, rencana perekrutan tersebut menjadi keputusan yang dihasilkan dari pertemuan antara Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama bersama Biro SDM Mabes Polri, di Jakarta belum lama ini. Ia menjelaskan, dalam perekrutan tersebut, teknis persyaratan standar diserahkan ke instansi kepolisian. Nantinya, Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di daerah memegang data para hafiz per tiga tahun. “Kita menghargai kecakapan minimal yang menjadi standar di kepolisian. Mudah-mudahan formasinya akan banyak dan akan disebarkan ke Polda-polda,” tambah Zayadi. Ia berharap, perekrutan tersebut menjadi pionir yang dapat memantik kementerian atau instansi lainnya dalam memberdayakan para hafiz berprestasi. “Saya bayangkan mereka ada di setiap masjid kementerian, masjidnya dimakmurkan oleh alumni juara MTQ ataupun STQH yang moderat,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Biro Dalpers SSDM Polri, Brigjen Pol Nurworo Danang diwakili Kabagdiapers Biro Dalpers SSDM Polri, Kombes Pol Fadly Samad mengatakan, Polri sejak tahun 2019 telah melakukan rekrutmen proaktif melalui jalur afirmatif, penghargaan, dan prestasi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri. “Tahapan rekrutmen itu sudah ada ketentuannya, hanya standarnya kita agak turunkan untuk rekrutmen proaktif, karena tidak mungkin disamakan. Standar ini nantinya diterapkan di masing-masing daerah dengan persyaratan yang disesuaikan,” tutur Fadly saat ditemui 1miliarsantri.net di Kantor Mabes Polri. Fadly mengatakan, para hafiz dan hafizah di kepolisian dapat melakukan kegiatan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) melalui pendekatan agama. Ia menginformasikan, perekrutan ini akan dibuka pada bulan November hingga Desember dengan formasi sebanyak 700 anggota melalui rekrutmen proaktif. (wink) Baca juga :

Read More

Tingkatkan Literasi Keuangan, Baznas Gerilya Hingga ke Wilayah Pesisir Bekasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target peningkatan literasi keuangan hingga melebihi 50 persen pada akhir 2023. PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) pun mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan nasional. Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji mengapresiasi fokus OJK dalam prioritas literasi keuangan tahun 2023 yang menyasar pelajar atau santri, UMKM, penyandang disabilitas dan masyarakat daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Sebagai perusahaan sistem pembayaran terdepan yang menjadi bagian Holding Danareksa, pihaknya mendukung literasi keuangan nasional. “Dalam konteks pertumbuhan masyarakat yang terus meningkat dan permintaan akan transaksi keuangan yang semakin tinggi, peningkatan literasi keuangan hingga ke wilayah pesisir sangat penting untuk menciptakan akses keuangan yang merata,” terang Ario kepada 1miliarsantri.net di Jakarta, Sabtu (21/10/2023). Meninjau data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, angka indeks literasi keuangan nasional masih di angka 49,68 persen. Hal itu menunjukkan peningkatan sebesar 9,11 persen dibandingkan dengan 2019 yang baru mencapai 38,03 persen. Dukungan Jalin dalam meningkatkan literasi keuangan melalui penyelenggaraan sosialisasi mengenai dasar layanan perbankan kepada masyarakat di pesisir Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (19/10/2023). Menurut Ario, acara tersebut merupakan langkah penting dalam merayakan Bulan Inklusi Keuangan 2023 yang berlangsung sepanjang Oktober 2023. “Terkait dengan acara ini, Jalin juga bekerja sama dengan Baznas untuk menyediakan pelayanan kesehatan gratis, bantuan sembako, dan obat-obatan kepada masyarakat di pesisir Pantai Bahagia. Kolaborasi ini juga menandai awal rangkaian perayaan HUT ke-7 Jalin yang jatuh pada 3 November 2023,” kata Ario. Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan, pemberian bantuan serta pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat merupakan bagian dari program Baznas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama keluarga rentan. Dia menyebut, kemitraan Baznas dan Jalin sebenarnya sudah terjalin dengan baik selama ini. “Hal ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan langsung maupun kesehatan gratis yang akan terus ditingkatkan,” ujar Saidah. (fat) Baca juga :

Read More

Pondok Gontor Gelar Serangkaian Acara Memperingati 100 Tahun Pendirian nya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pondok Modern Darussalam Gontor, salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia, merayakan tonggak sejarah penting perjalanan pendidikannya memasuki usia ke-100 tahun. Dalam rangka memeriahkan momentum tersebut sekitar 10.000 alumni Gontor, santri dan wali santri Gontor akan menggelar Tasyakuran dengan melakukan “Tajammu’” (kumpul bersama), dan Jalan Sehat Monas, Ahad, 22 Oktober 2023. “Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memberikan penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat-Nya, Pondok Gontor telah berusia satu abad lebih berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia,” terang KH Sofwan Manaf, Steering Committee sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Jakarta dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (20/10/2023). KH Sofwan menjelaskan, kegiatan “Tajammu’”, dan Jalan Sehat di Monas, Jakarta ini, merupakan rangkaian dari kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor yang sebelumnya sudah digelar di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, pada tanggal 27 September 2023 lalu. “Dengan spirit persatuan dan kebhinekaan NKRI, kali ini kami ingin membawa rasa syukur kami ini ke masyarakat kota Jakarta. Memadukan antara mengenang sejarah panjang Gontor dengan doa bersama di Monas dan menyongsong masa depan yang lebih baik dengan jalan sehat di Car Free Day,” jelas KH Sofwan. Rangkaian kegiatan Tajammuk dan Jalan Sehat ini akan dimulai pukul 05.30 hingga pukul 10.00 WIB, yang diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan Hymne “Oh Pondokku”. Pimpinan Pondok Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, dijadwalkan akan melepas langsung start jalan sehat dari pintu Barat Daya Monas (Patung Kuda) hingga bunderan HI dan kembali lagi ke Monas. “Tercatat, insya Allah kegiatan ini akan diikuti oleh kurang lebih 10 ribu alumni, santri dan wali santri Gontor, dari berbagai daerah. Atas nama panitia kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik,” ujar Luqman Hakim Arifin, Jubir Kepanitiaan di lokasi konferensi pers. Selain Tajammu’ dan jalan sehat, Tasyakuran Peringatan 100 tahun Gontor ini juga akan dimeriahkan dengan atraksi santri dari pelbagai pesantren alumni Gontor di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Mulai dari Marching Band, Reog Ponorogo, Debus Banten, Singa Depok, Pantomim, Hadroh, Silat, Paskibra, Pramuka, Ondel-ondel Jakarta, Tari Saman, Tari Nusantara dan lain-lain. “Meski persiapannya agak mepet, tapi kami semua sangat siap dan antusias. Ini momentum yang pas untuk bersyukur mengenang jasa para kiai dan santri, khususnya pendiri Gontor yang telah berjasa mendidik kita semua. Kami semua bangga sebagai santri,” tambah Luqman. Hadir dalam konferensi pers kegiatan Tajammu’ dan Jalan Sehat 100 Tahun Gontor di Monas, antara lain, Dr KH Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), Dr AM Fachir (Mantan Wakil Menlu), Dr KH Lukman Hakim Saifuddin (Mantan Menteri Agama), Prof Dr Husnan Bey Fananie (Mantan Dubes RI untuk Azerbaijan), Ustadz Bachtiar Nasir (Ulama), Prof Asep S Jahar, Ph.D. (Rektor UIN Jakarta), H. La Ode M Safiul Akbar (tokoh muda nasional), Luqman Hakim Arifin (Wakil Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta), dan lain-lain. (rid) Baca juga :

Read More

Kemenag Terus Lakukan Bimbingan Mencegah Pernikahan Dini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Upaya pencegahan pernikahan dini terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag). Salah satunya menambah jumlah fasilitator Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwin Catin) dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada 2023. Menurut Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto, tahun ini Kemenag telah berhasil mencetak 3.200 fasilitator BIMWIN dan BRUS. “Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana pertahun kita hanya mencetak sekitar 400 fasilitator,” kata Suryo kepada 1miliarsantri.net, Jumat (20/10/2023). Keberhasilan ini merupakan hasil dari perubahan strategi bimbingan teknik (bimtek) fasilitator. Semula, bimtek hanya dilakukan terpusat di Jakarta, menjadi tersebar ke seluruh kantor wilayah. Dengan strategi ini, bimtek fasilitator dapat menjangkau lebih banyak calon fasilitator di seluruh Indonesia. “Bimtek fasilitator yang tersebar ke seluruh kantor wilayah ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas Bimwin Catin dan BRUS di Indonesia,” ungkapnya. Hingga saat ini, Kemenag telah menggelar 64 kali bimtek fasilitator. Bimtek tersebut diikuti calon fasilitator dari berbagai latar belakang, mulai dari penyuluh agama, guru, hingga tokoh masyarakat. Suryo berharap, dengan adanya 3.200 fasilitator ini, Bimwin dan BRUS semakin berkualitas. “Dengan bimbingan yang berkualitas diharapkan dapat mencegah pernikahan dini dan perceraian,” pungkasnya. (yus) Baca juga :

Read More

Musim Haji 2024 Indonesia Mendapat Tambahan 20 ribu Kuota Haji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia dipastikan mendapat tambahan 20 ribu kuota haji dari pemerintah Arab Saudi untuk musim haji 2024. Hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangannya usai menghadiri KTT ASEAN-GCC di Riyadh, Jumat (20/10/2023). “Kurang dari 12 jam komitmen tambahan kuota haji langsung diberikan paling tidak 20 ribu untuk tahun depan tambahannya untuk Indonesia,” ujar Jokowi yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden. Pemberian tambahan kuota haji tersebut dilakukan saat pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi (KAS) Mohammed bin Salman al-Saud. Jokowi menyampaikan kondisi antrean haji di Indonesia sangat panjang. Bahkan calon jamaah haji harus menunggu hingga 47 tahun. “Saat bertemu dengan Perdana Menteri Mohammad bin Salman, saya menyampaikan apa adanya bahwa antrean haji di Indonesia sangat panjang bahkan ada yang harus menunggu 47 tahun sehingga Indonesia membutuhkan tambahan kuota haji. Alhamdulillah ditanggapi sangat positif oleh Kerajaan Saudi,” terang Jokowi. Dalam keterangannya, Jokowi juga menjelaskan mengenai KTT ASEAN-GCC yang dihadirinya. Menurutnya ASEAN dan GCC sepakat untuk meningkatkan kerja sama di tengah kondisi dunia yang terbelah. Selain itu, dalam forum tersebut juga dibahas mengenai upaya penyelesaian konflik di Palestina. ASEAN dan GCC pun sepakat untuk mengupayakan penghentian kekerasan dan membuka akses secara penuh untuk dukungan kemanusiaan. “Salah satu yang dibahas terkait Palestina dan 16 negara anggota ASEAN-GCC sepakat untuk mengupayakan penghentian kekerasan. Membuka askes penuh dukungan kemanusiaan dan menegaskan kembali komitmen solusi dua negara agar kedua negara bisa hidup berdampingan secara damai,” pungkas Jokowi. (wink) Baca juga :

Read More

Banyaknya Kritikan Pedas Atas Serangan yang dilakukan Israel

Yerusalem — 1miliarsantri.net : Sejak Taufan Al-Aqsa pada 7 Oktober lalu, perhatian dunia terfokus pada rentetan rudal yang ditembakkan militer Israel ke Jalur Gaza. Demikian pula perlawanan yang dilakukan pejuang Gaza. Sedikit saja yang memperhatikan langkah politik zionis Israel yang menangkap siapa saja yang mengkritik serangan udara Israel ke Jalur Gaza. Penjajah juga menangkap para pendukung Hamas. Majalah Israel “972” melaporkan, semua warga Palestina dan sebagian orang Yahudi menentang tindakan militer Israel memblokade total dan menyerang Jalur Gaza melalui udara. Majalah tersebut menerbitkan sebuah artikel investigasi yang dilakukan jurnalis Ghosn Bsharat, Oren Ziv, dan Baker Zoabi. Mereka mengungkapkan, di tengah kesibukan dunia menyaksikan penghancuran Gaza, zionis Israel justru melancarkan penangkapan terhadap siapa saja yang mengkritik serangan tersebut. Zionis Israel bahkan mengintervensi para pengusaha untuk memecat karyawan yang mengkritik dan mendukung Hamas. Perkara postingan di laman facebook saja bisa berbuah penangkapan. Majalah itu mencontohkan sebuah surat kepada mahasiswa dari Fakultas Yahudi Israel di Central Israel College. Mahasiswa tersebut ditegur melalui surat resmi hanya karena mengubah foto profil dengan kometar “the Ghetto Gaza akan dibebaskan.” Surat tersebut berisi, “mengingat bahayanya, postingan Anda mengakibatkan Anda diskors sambil menunggu penyelidikan disipliner yang akan dilakukan terhadap Anda dalam beberapa hari mendatang.” Majalah tersebut menunjukkan, Kantor Kejaksaan Agung meminta para petinggi sebuah universitas karena mahasiswa menerbitkan sebuah tulisan yang mengecam tindakan Israel di Jalur Gaza dan memuji Hamas. Data nama-nama mahasiswa yang terlibat daam tulisan diminta pihak kepolisian untuk diselidiki pada tingkat pidana di luar hukuman disiplin dari universitas. Namun, meningkatnya penganiayaan dalam beberapa hari terakhir tidak hanya terbatas pada institusi akademis. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadaan Darurat di Komunitas Arab melaporkan, setidaknya 30 warga Palestina di Israel telah dipecat dari pekerjaan, karena postingan media sosial yang dianggap mendukung Hamas. Polisi Israel mengungkapkan, sekitar 170 warga Palestina telah ditangkap atau diserahkan untuk diinterogasi. Kantor Kejaksaan Agung mengatakan bahwa mereka “tidak memberikan toleransi” terhadap mereka yang menyatakan “dukungan terhadap musuh,” dan bagi mereka yang ingin menyakiti tentara Israel “saat mereka melawan musuh yang mematikan.” . Direktur Pusat Kehakiman, Hassan Jabareen, mengatakan, kantor pusat “menerima laporan tentang penangkapan ilegal yang sering dilakukan secara brutal dan larut malam tanpa alasan, semuanya berdasarkan postingan di media sosial,” yang mencerminkan “tren penganiayaan dan pelarangan yang disengaja dan disengaja.” Pusat itu telah menerima laporan tentang orang-orang yang dipanggil untuk penyelidikan polisi atau diinterogasi hanya karena “menyukai” postingan di media sosial. Mengutip Al Jazeera, dalam kasus aneh lainnya yang terlihat minggu lalu, Amer Al-Huzayel, calon walikota kota Rahat Badui, ditangkap karena dicurigai “membantu musuh di masa perang” berdasarkan analisis politik singkat yang dia lakukan. Dia menulis di Facebook memaparkan pendapat tentang kemungkinan Israel menduduki kembali Jalur Gaza. Perwakilan polisi berkata, dia “mempublikasikan beberapa postingan, termasuk satu yang kami yakini membantu musuh.” Dalam konteks yang sama, penyanyi terkenal Palestina Dalal Abu Amna – yang memiliki lebih dari satu juta pengikut – ditangkap karena postingan. Dia menulis, “Tidak ada pemenang selain Tuhan.” Kantor Polisi juga mengintimidasi aktivis sayap kanan yang dan mengirimi mereka beberapa pesan ancaman. Pesan itu sempat tidak dibalas. Tiba-tiba polisi datang ke rumahnya dan langsung melakukan penangkapan. Kampanye melawan kebebasan berekspresi ini melampaui tingkat lembaga negara dan akademis hingga ke masyarakat luas, seperti yang dikatakan majalah tersebut. Israel Frey, jurnalis Yahudi sayap kiri dan kritikus vokal terhadap kebijakan Israel, menjadi sasaran kampanye intimidasi. Dia menyatakan, Petugas polisi yang membawanya untuk diinterogasi. Dia diludahi, diserang secara fisik, dan menuduhnya “mendukung Hamas.” (rid/AP) Baca juga :

Read More

Ketika Terjadinya Kesepakatan Membunuh Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketika kesepakatan membunuh Rasulullah SAW telah diambil, malaikat Jibril segera memberitahu Rasulullah SAW tentang rencana makar mereka. Dia juga memberitahukan bahwa Allah SWT telah mengizinkannya untuk melakukan hijrah. Seperti dikutip dari Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah SAW disarikan dari kitab ar-Rahiq al-Makhtum, Rasulullah SAW segera menuju rumah Abu Bakar, di siang hari yang terik dan pada waktu yang biasanya jarang orang lalu lalang. Sesampainya di rumah Abu Bakar, Rasulullah SAW meminta kepadanya agar tidak ada seorangpun keluarganya yang berada di dalam, karena dia akan menerangkan rencana perjalanan Hijrahnya kepadanya. Abu Bakar sangat gembira dengan dipilihnya dia sebagai teman yang mendampingi hijrah Rasulullah SAW. Setelah itu Rasulullah SAW kembali ke rumahnya, menunggu datangnya malam. Pada saat yang bersamaan para pembesar suku Quraisy sudah bersiap-siap untuk melaksanakan rencana mereka. Rencana sudah mereka susun di siang harinya secara matang. Mereka telah memilih 11 orang dari masing-masing suku untuk menunaikan tugas tersebut. Ketika gelap malam mulai tiba, mereka bergerak dengan mengintai rumah Rasulullah SAW, jika mereka melihat beliau telah tertidur, maka ekskusi tersebut akan mereka lakukan. Berdasarkan kesepakatan, eksekusi tersebut akan mereka lakukan pada pertengahan malam. Mereka sangat yakin ekskusi tersebut akan berhasil dilaksanakan. Namun di balik semua itu ada Allah Ta’ala yang selalu melindungi hamba-Nya dan berbuat sesuai kehendak-Nya. Dia berfirman : وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗوَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS al-Anfal ayat 30). Maka pada waktu yang sangat kritis tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu untuk tidur di tempat tidurnya dengan menggunakan selimut yang biasa beliau gunakan. Setelah itu Rasulullah SAW keluar menerobos kepungan mereka yang saat itu penglihatannya Allah SWT cabut sehingga tidak melihat Rasulullah SAW. Bahkan beliau SAW sempat mengambil tanah dalam dua genggam tangannya dan menuangkannya di atas kepala-kepala mereka. وَجَعَلۡنَا مِنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ سَدًّا وَّمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدًّا فَااَغۡشَيۡنٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُوۡنَ “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (QS Yasin ayat 9) Kemudian pada malam itu juga, Rasulullah SAW berjalan menuju rumah Abu Bakar radhiyallahuanhu. Sementara itu para pengepung rumah Rasulullah SAW masih menunggu-nunggu waktu pelaksaan ekskusi tersebut. Namun seseorang datang melewati tempat mereka, seraya bertanya, “Apa yang kalian tunggu?”, mereka menjawab, “Muhammad”, orang tersebut lantas berkata, “Kalian telah tertipu dan gagal, demi Allah, dia telah pergi meninggalkan kalian, dan dia telah menuangkan debu di atas kepala kalian.” Mereka berkata, “Demi Allah, kami tidak melihatnya”, lalu mereka membersihkan debu dari kepala mereka. Mereka segera masuk ke rumah dan melihat ada seseorang yang sedang tidur. Mereka mengira bahwa dia adalah Rasulullah SAW yang sedang tidur dibalik selimutnya. Namun ternyata yang tidur di tempat itu adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. (yat) Baca juga :

Read More

Sambut Hari Santri, PBNU Akan Gelar Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi

SURABAYA, 1miliarsantri.net – Jika dulu tantangan santri adalah melawan penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan, saat ini para santri harus melawan musuh yang jauh lebih besar namun tak kasat mata. Musuh tersebut adalah belum meratanya kualitas digitalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Pendidikan, Prof. Moh Mukri, dalam Webinar SEVIMA pada Jum’at (20/10). Ulama asli Lampung ini memandang bahwa penyatuan pemahaman bagi santri dan perguruan tinggi terkait digitalisasi sangatlah penting. Karena  digitalisasi adalah suatu keniscayaan di masa depan. “Digitalisasi merupakan tuntutan zaman, jadi tidak mungkin ke depan masih serba manual, ketika di kampus ingin melihat data mahasiswa tinggal klik, harus sudah kelihatan. Disamping itu, bekerja dan berkarya saat ini mutlak butuh kompetensi digital. Berdakwah pun sekarang bisa pakai berbagai media online yang semakin canggih, jadi santri harus siap dengan digitalisasi!” kata Moh Mukri di hadapan ribuan santri pemirsa Webinar SEVIMA. Menjawab tantangan digitalisasi perguruan tinggi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan hajat besar bertajuk “Simposium Transformasi Digitalisasi dan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Menuju 5.0”. Moh Mukri menyebutkan bahwa simposium ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri Nasional, dan rencananya akan digelar selama beberapa hari pada sekitar pertengahan atau akhir November 2023. Dihadiri Ribuan Pejabat Tinggi Negara, Rektor, dan Akademisi NU Disampaikan Ketua PBNU Bidang Pendidikan Prof. Moh Mukri, simposium ini akan menjadi sarana diskusi bagi para pengambil kebijakan di dunia pendidikan, terutama para pejabat tinggi negara di bidang pendidikan dan teknologi digital, serta dihadiri berbagai pimpinan dan akademisi perguruan tinggi. Baik itu dari Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa simposium ini akan diselenggarakan dengan standar maksimal, dan telah mendapat restu dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Sehingga harapannya perguruan tinggi di bawah naungan NU, serta kampus-kampus lain yang ingin mengikuti perkembangan teknologi informasi, dapat terwadahi di momentum hari santri ini. “Terlebih sebelumnya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2023, Ketua Umum PBNU bersama para ulama NU dari penjuru negeri telah bersepakat. Bahwa program transformasi digital menjadi ikon dari agenda ‘Memenangi Masa Depan’ di forum tersebut. Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi di momentum hari santri ini, nantinya akan melanjutkan arahan para ulama, ” lanjut Mukri. Dalam simposium ini, para peserta akan memperoleh kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif mengenai penerapan teknologi dalam pendidikan tinggi. Simposium juga dikonsep lebih dari sekadar seminar, karena akan menjadi ajang silaturahim, sarana kolaborasi, serta berbagi bimbingan dari perguruan tinggi lain yang lebih senior bagi PTNU. “Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa PTNU masih membutuhkan bimbingan dan arahan. Melalui kerjasama ini, kita dapat membangun kolaborasi yang kuat, memajukan PTNU, dan pada akhirnya, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan alam semesta,” lanjut Mukri. Senada, Ketua Pelaksana Simposium Transformasi Digital yang sekaligus Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban Dr. Luthfi Hamidi , juga menekankan bahwa rangkaian dari peringatan Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober bukan sekedar seremonial semata. Hari Santri adalah momentum sekaligus tonggak penting yang perlu dimanfaatkan perkembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia. Termasuk untuk digitalisasi perguruan tinggi. “Oleh karenanya melalui Simposium Digitalisasi Perguruan Tinggi, ayo kita bergandeng tangan untuk memajukan PTNU. PTNU adalah berkah bagi alam semesta, dan kita perlu membentuk santri generasi penerus yang unggul di era 5.0, terkoneksi secara global, dan mampu terus dalam berkarya dan berdakwah di dunia yang semakin digital!,” pungkas Luthfi Hamidi. (hp)

Read More