PP Muhammadiyah Serahkan Bantuan ke Palestina

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyerahkan bantuan rakyat Indonesia untuk Palestina yang dihimpun di Lazismu melalui Muhammadiyah Aid ke mitra lokal di Palestina. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan, dua periode bantuan untuk Palestina ini terkumpul dana Rp40 miliar. Periode pertama dari 2018 sampai sebelum pecah perang kembali 2023, Muhammadiyah sudah menyalurkan bantuan untuk Palestina sebesar Rp27 miliar. Sementara bantuan kedua yang akan disalurkan Muhammadiyah sebesar Rp13 miliar akan diserahkan kepada wakil dari Palestina. “Kami PP Muhammadiyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar persyarikatan dan para simpatisan, serta seluruh keluarga yang memberikan keprihatinan untuk Palestina,” ujar Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah, Sabtu (04/11/2023). Dana yang terkumpul akan diserahkan dalam berbagai bentuk barang dan program kemanusiaan. Penggalangan dana periode kedua untuk Palestina ini sementara dicukupkan, dan akan bersambung dengan penggalangan untuk program-program lain. “Kami selain mengembangkan dan mengumpulkan dana untuk charity, kedermawanan, juga ke depan akan terus melakukan program empowerment dan resolusi konflik,” lanjut Haedar. Pada kesempatan ini Haedar Nashir juga mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia untuk Palestina. Menurutnya, melalui pernyataan Menlu, Retno LP Marsudi di PBB merupakan bukti sikap tegas, kokoh, dan istikamah membela Palestina dan mengutuk agresi dan penjajahan Israel. “Kami sekali lagi memaklumatkan bahwa pengumpulan dana untuk Palestina merupakan bentuk keprihatinan Muhammadiyah, dan nanti kami harapkan berbagai pihak untuk melakukan gerakan yang sama,” katanya. Teknis penyerahan bantuan Muhammadiyah ke Palestina memakai beberapa skema, pertama melalui mitra-mitra lokal yang sudah bergabung dalam program sebelumnya. Mitra-mitra lokal dapat menyalurkan bantuan dari stok obat dan makanan yang dikirim dari daerah-daerah di Palestina luar kota Gaza. Kedua dengan mengirimkan bantuan dari Indonesia yang berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia yang akan mengirim bantuan melalui mesir dan palang merah. Bantuan melalui Pemerintah Indonesia akan diberangkatkan akhir pekan ini. Muhammadiyah akan mengirimkan bantuan berupa 2400 kaleng RendangMu dan 600 paket Family Kit yang berisi Selimut, handuk dan pakaian dalam. Untuk pengiriman barang akan dilakukan dengan menggunakan Pesawat Hercules menuju Mesir dan akan diserahkan melalui palang merah oleh pemerintah sebagai bagian pengiriman bantuan Rakyat Indonesia untuk Palestina. Pengiriman bantuan yang akan diberangkatkan dari Halim Perdana Kusuma ini akan dilepas langsung oleh Presiden RI. (mif) Baca juga :

Read More

Memerlukan Ketahanan Fisik, Saat Manasik Haji, Jamaah Latihan Fisik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pelaksanaan Haji adalah ibadah yang memerlukan ketahanan fisik. Karena itu, jamaah haji samgat perlu mempersiapkan kemampuan fisik saat akan menjalani ibadah haji. Pesan ini disampaikan Direktur Bina Haji Arsad Hidayat dalam diskusi bersama insan media mengangkat tema “Istitha’ah Kesehatan Dahulu, Bayar Lunas Kemudian”. “Orientasi manasik kita selama ini lebih ke bacaan dan hafalan doa. Kita coba perkenalkan manasik juga latihan fisik. Sebelum bermanasik, jenaah diminta jalan kaki dulu. Haji adalah ibadah fisik, bukan ibadah bacaan (semata),” terangnya kepada 1 miliarsantri.net, Sabtu (04/11/2023) Isu kesehatan jemaah menjadi salah satu perhatian Kementerian Agama dalam melakukan persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah menggelar mudzakarah yang secara khusus membahas tentang syarat istitha’ah kesehatan jemaah haji. Mudzakarah Perhajian, kata Arsad Hidayat telah menghasilkan sembilan rekomendasi dan itu menitikberatkan kepada penguatan istithaah kesehatan jemaah haji. Salah satu rekomendasi itu adalah Kementerian Kesehatan agar menerapkan istithaah kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji atau perubahannya. Kementerian Kesehatan juga agar melakukan pemeriksaan lain yang meliputi kesehatan jiwa, kognitif, dan kesehatan activity daily living (ADL); “Kementerian Kesehatan juga direkomendasikan menyempurnakan aplikasi Siskohatkes untuk penetapan istithaah kesehatan Jemaah Haji,” sambung Arsad. Arsad menambahkan, istithaah kesehatan akan menjadi perhatian bersama, pemerintah, jemaah, dan juga masyarakat. Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan secara berjenjang akan memberikan edukasi dan sosialisasi tentang istitha’ah kesehatan haji kepada jemaah haji melalui penyuluhan kesehatan serta bimbingan manasik haji dan melibatkan peran serta masyarakat/KBIHU dan Ormas Islam. Kementerian Agama Kabupaten/Kota juga diminta membentuk tim bersama yang terdiri dari unsur Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan unsur terkait lainnya untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada jemaah haji terkait istitha’ah kesehatan, baik yang memenuhi kriteria atau yang tidak. “Materi istitha’ah kesehatan dan fikih haji lansia juga akan dimasukkan dalam buku panduan bimbingan manasik haji Kementerian Agama. Sehingga, jemaah haji bisa mendapatkan pemahaman lebih komprehensif,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More

Seorang Tentara Senior Israel Tewas Terbunuh Dalam Pertempuran Darat di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejuang Palestina membunuh seorang komandan batalion brigade lapis baja Israel di Gaza. Letkol Salman Habaka menjadi prajurit ke-18 yang tewas di Gaza dalam dua hari pertempuran sengit. Dia adalah tentara Israel paling senior yang terbunuh sejak serangan darat meningkat pada hari Selasa. Kabar tewasnya komandan senior dalam pasukan Israel ini disampaikan oleh tentara Israel pada Kamis (02/11/2023). Laporan pertempuran jarak dekat terus bermunculan sejak Selasa di setidaknya empat front di sepanjang pinggiran kota-kota di bagian timur dan utara Gaza. Radio tentara Israel mengatakan pertempuran “berkepanjangan” dan intens terjadi semalam setelah pasukan infanteri Israel disergap oleh pejuang Palestina. Laporan tersebut mengatakan 20 pejuang Hamas tewas sementara tentara mengatakan mereka membunuh “puluhan agen” tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Middle East Eye tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen. Hamas belum mengomentari jumlah korban yang dilaporkan dalam pertempuran yang menewaskan komandan senior Israel ini. Sementara itu, seorang tentara Israel terluka parah dalam sebuah insiden di perbatasan Mesir, kata media Israel, mengutip pihak militer. Lokasi dan keadaan pasti insiden tersebut tidak diungkapkan oleh pihak militer. Belum jelas apakah lokasi tersebut berada di dekat perbatasan dengan Gaza atau lebih jauh ke selatan. (bal/AP) Baca juga :

Read More

Sandiaga : Santri Innofest 2023 Diharapkan Bisa Menumbuhkan Laju Perekonomian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno memberi dukungan kepada finalis Santri Innofest 2023 dalam upaya membangun industri kreatif dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Sandiaga Uno menekankan peran penting ekonomi kreatif dalam memajukan bangsa dan ekonomi Indonesia. “Santri Innofest harus membangun sebuah industri kreatif dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Ekonomi kreatif kita sangat berperan dalam membangun bangsa,” terang Sandi saat acara Santri Innofest 2023 di Masjid Istiqlal, Selasa (31/10/2023). Menurut dia, santri memiliki potensi luar biasa karena memiliki akses bukan hanya ke agama dan budaya. Tetapi, juga ilmu pengetahuan dan teknologi. Santri Innofest 2023 menjadi wadah yang tepat bagi santri untuk menggabungkan elemen-elemen tersebut dalam menciptakan inovasi dan produk seni yang bernuansa islami. “Saya sangat berterima kasih kepada penggagas Santri Innofest 2023 ini. Mudah-mudahan bisa mengembangkan produk-produk seni yang islami dan bisa memberikan kontribusi kepada kreatif industri,” ungkapnya. Sandi menambahkan, ekonomi kreatif di Indonesia telah mencapai posisi yang sangat baik dengan kontribusi sebesar 8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Dengan 17 subsektor yang beragam, ekonomi kreatif Indonesia telah mampu memberikan kontribusi sebesar 1.300 triliun Rupiah, menjadikan Indonesia salah satu pemain utama dalam ekonomi kreatif di dunia. Ia menekankan pentingnya membangun ekonomi kreatif berkelanjutan. Ia meyakini upaya tersebut sebagai kunci untuk mengantarkan Indonesia menuju ‘Indonesia Emas 2045,’ sebuah visi masa depan yang diharapkan mampu membawa kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sandi juga menyebut tiga subsektor ekonomi kreatif yang tengah berkembang pesat di Indonesia, yaitu kuliner, fashion, dan kriya. Ia berharap bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh santri melalui Santri Innofest 2023 dapat memberikan kontribusi signifikan pada sektor-sektor ini. B Sandi juga mengutip penggalan pada jurnal penelitian yang ditulis oleh santri Pesantren Gontor Darussalam, Ponorogo, Jawa Timur mengenai tentang industri kreatif berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa santri telah aktif dalam menggali pengetahuan dan berkontribusi pada perkembangan industri kreatif. “Kebanyakan orang atau konsumen bisa membeli barang dengan harga yang luar biasa karena aspek emosional. Jadi, bukan aspek logical, tapi aspeknya emosional,” tandas Sandi. Baginya, Santri Innofest 2023 merupakan salah satu wadah bagi para santri untuk berinovasi dan mengembangkan produk kreatif mereka, dengan harapan dapat memberikan kontribusi bagi ekonomi kreatif Indonesia. Semangat ini terimplementasi melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang diwujudkan dalam semangat ‘3G’ (Gercep, Geber, Gaspol). Ia mendorong para santri untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dalam upaya memajukan industri kreatif di Indonesia. Sandi juga berpesan kepada finalis Santri Innofest 2023 terkait pentingnya menyentuh emosi konsumen. Ia menjelaskan bahwa untuk pada akhirnya memutuskan membeli, konsumen tidak melulu memusatkan pada pertimbangan logis, tetapi juga emosional. “Karena kalau hati sudah bergerak, maka produk-produk ini akan mampu mendapatkan emotional attachment,” tutupnya. (wink) Baca juga :

Read More

Terbaru Diluncurkannya Tafsir Al-Mishbah Dalam Bentuk Aplikasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang tentang pengajaran Al-Qur’an. Ulama di Indonesia terus berupaya mengajarkan Al-Qur’an melalui tafsir, bahkan sejak abad ke-17. Salah satu tafsir yang cukup dikenal masyarakat Indonesia adalah “Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (MQS), yang telah diakui oleh para ulama di dalam dan luar negeri. Setelah hadir dalam bentuk buku dan audio visual di program televisi, dengan penuh rasa syukur, Selasa (31/10/2023) Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) meluncurkan Aplikasi Tafsir Al-Mishbah yang dirancang untuk membuat ajaran Al-Qur’an lebih mudah diakses seluruh lapisan masyarakat pada era digitalisasi yang pesat. Tafsir Al-Mishbah memiliki gaya bahasa penulisan yang mudah dicerna oleh segenap kalangan, dan menjadi salah satu karya tafsir paling komprehensif dalam mengulas setiap ayat Al-Qur’an, yang disertai dengan contoh konkret dan relevan dengan realitas sosial serta budaya Indonesia. Hal ini pun diturunkan ke dalam bentuk aplikasinya. “Dengan hadirnya Aplikasi Tafsir Al-Mishbah sebagai manifestasi dari Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), semoga dapat menjadikan Al-Qur’an lebih dekat dan mudah diakses oleh publik. “Ini merupakan langkah penting untuk memperluas kesempatan dan keterjangkauan bagi masyarakat untuk memahami makna setiap ayat dalam Al-Qur’an dengan lebih mudah dan fleksibel, di mana pun dan kapan pun,” menurut Nasywa Shihab, Direktur Utama Penerbit Lentera Hati, sebagai penerbit buku Tafsir Al-Mishbah. Sesuai dengan arti dari kata Al-Mishbah yaitu pelita yang dapat memberi penerangan bagi yang berada dalam kegelapan. Hal itu sejalan dengan motivasi dari sang penulis dan pendiri Pusat Studi Al-Qur’an, Prof. Quraish Shihab, ketika membuat Tafsir Al-Misbah. “Harapannya, Tafsir Al-Mishbah dalam bentuk aplikasi ini dapat terus memberi kemudahan bagi umat Islam di mana pun, khususnya Indonesia, untuk mendapatkan pemahaman yang utuh dari setiap ayat dalam Al-Quran serta membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul dalam pemikiran masyarakat sehingga mereka dapat konsisten menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan dalam menjalankan kehidupan,” ujarnya. Tafsir Al-Mishbah dengan berbagai keunggulannya, menjadikannya sebuah karya tafsir yang sangat istimewa. Ini juga tertuang dalam fitur yang terdapat dalam aplikasi ini. Melalui aplikasi ini, umat Muslim di Indonesia tidak hanya dapat mempelajari makna dari setiap ayat dalam Al-Qur’an di mana pun mereka berada, namun juga mendapat kemudahan dalam mencari pembahasan tertentu yang mengarahkan pada tafsir ayat sesuai dengan topik. “Sehingga target pengguna seperti masyarakat umum yang baru mulai belajar tentang Al-Qur’an, ataupun para akademisi yang mencari referensi, bisa mendapatkan jawaban atau arahan dengan cepat,” jelas Arkka Dhiratara, CEO Hukum Online yang juga Tech. Advisor Tafsir Al-Mishbah Apps. Tafsir Al-Mishbah akan terus mengembangkan beragam fitur untuk mempermudah proses pembelajaran Al-Qur’an, termasuk akan tersedianya terjemahan tafsir dalam bahasa Inggris, serta penambahan materi audio video kajian Tafsir Al-Mishbah yang telah disiarkan di salah satu stasiun TV nasional. KH. Ulil Abshar Abdalla,, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan, bahasa Arab di dalam Al-Qur’an memiliki kedalaman dan nuansa yang sangat kaya. Maka itu, menjadi tantangan tersendiri bagi seorang mufasir untuk melakukan interpretasi dan penekanan terhadap apa yang sebenarnya dimaksud Al-Qur’an. Menurut dia, hal istimewa dari Tafsir Al-Mishbah adalah kemampuannya untuk menjelaskan secara terperinci makna-makna kata yang dikandung dalam Al-Qur’an. Terlebih penulisnya, Prof. Quraish Shihab, terus terlibat dalam pengembangan-pengembangan Tafsir Al-Mishbah hingga menjadi bentuk aplikasi seperti sekarang. “Keterlibatan penulis dapat dimaknai dengan jaminan. konsistensi kualitas Tafsir Al-Mishbah dalam ragam platform sehingga bisa dinikmati oleh publik secara lebih luas. Termasuk ke depan rencana penerjemahan Tafsir Al-Mishbah ke dalam Bahasa Inggris,” ujar Ulil. Pusat Studi Al-Qur’an merupakan organisasi nirlaba yang konsisten menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Indonesia melalui berbagai program dan inisiasinya, salah satunya adalah aplikasi Tafsir Al-Mishbah ini. “Aplikasi ini terwujud tidak luput dari dukungan para donatur yang sejalan dengan nilai yang dianut Pusat Studi Al-Qur’an dan menjadikan aplikasi ini sebagai wakaf produktif. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan kekayaan sumber belajar Al-Qur’an bagi para pembaca kami dengan terus melakukan perkembangan melalui program yang inovatif dan relevan,” tutup Nasywa. (yan) Baca juga :

Read More

Angklung Sebagai Warisan Budaya Indonesia Yang Mendunia Hingga Dibuat Tampilan Google Doodle

Jakarta — 1miliarsantri.net : Google Doodle menampilkan alat musik angklung untuk memperingati Hari Angklung. Pada 18 November 2010 di Nairobi Kenya, Organisasi Pendidikan Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO) secara resmi menyatakan angklung sebagai warisan budaya dunia. UNESCO mengukuhkan angklung sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. “Doodle animasi ikut merayakan Angklung, alat musik Indonesia yang terbuat dari bambu,” tulis Google. Google Doodle adalah tampilan di beranda halaman pencarian Google. Bisanya Doodle memberikan penampilan khusus untuk mengenang tokoh atau perayaan hari besar. Dalam tampilan Google Doodle hari ini terlihat ada enam orang pria dan perempuan yang sedang memainkan angklung. Yang menarik, Google Doodle menyelipkan satu orang difabel yang duduk di kursi roda sebagai bentuk respek. Keenam orang itu terlihat sedang menggetarkan angklung secara bergantian. Jika Sedulur klik gambar Doodle tersebut, Sedulur akan diarahkan ke pencarian dengan kata kunci “Angklung”. Angklung adalah alat musik dari budaya Sunda yang terdiri dari dua bagian tabung dan satu bagian atas. Angklung berbentuk tabung dengan ukuran berbeda yang pada akhirnya menentukan nada angklung. Cara memainkan angklung dengan menggoyangkan dan mengetuk pangkal bambu dengan lembut. Cara ini akan menghasilkan nada yang lembut. Namun memainkan angklung tidak bisa sendiri. Sebab, satu angklung hanya bisa mengeluarkan satu nada bunyi, sehingga angklung harus dimainkan secara berkelompok untuk menciptakan melodi yang berbeda. Angklung sendiri bukan alat musik baru, sebab sudah ada sejak empat abad atau 400 tahun lalu di Jawa Barat. Penduduk di bumi Parahyangan percaya suara bambu bisa menarik perhatian Dewi Sri, dewi padi dan kemakmuran. Karena itu, saban tahun pengrajin terbaik di masing-masing desa menggunakan bambu hitam khusus untuk membuat angklung guna menghasilkan nada lembut dan indah. Di musim panen, angklung tersebut dimainkan dengan harapan dewa akan memberkati mereka dengan hasil panen yang subur. Sebagai warisan budaya, angklung sering digunakan di berbagai acara. Baik di Jawa Barat atau sebagai pertunjukan ketika ada tamu kehormatan di Istana Kepresidenan. Seperti dinukil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata “angklung” berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan”. Artinya gerakan pemain angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya. Secara etimologis, angklung berasal dari kata angka yang berarti nada, dan lung yang punya arti pecah. Sehingga angklung bisa diartikan nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap. Seperti dijelaskan sebelumnya, angklung sudah ada sejak 400 tahun lalu sejak zaman Kerajaan Sunda. Bahkan angklung disebut sudah dimainkan sejak abad ke-7. Dari akar sejarah, angklung bukan murni sebagai alat kesenian saja, tetapi juga berfungsi sebagai ritual keagamaan. Angklung digunakan sebagai pengganti genta (bel) yang dipakai oleh seorang pedanda (pendeta Hindu) dalam acara keagamaan. Pada masa Kerajaan Pajajaran yang menganut agama Hindu, angklung malah dijadikan sebagai alat musik korps tentara kerajaan. Seperti pada perang Bubat, angklung dipakai untuk membangkitkan semangat prajurit. (Iin) Baca juga :

Read More

Seoul Central Mosque Masjid Pertama dan Tertua di Korea Selatan Yang Lengkap Dengan Lokasi Wisata Kuliner Muslim

Seoul — 1miliarsantri.net : Seoul Central Mosque merupakan masjid pertama atau tertua di Korea Selatan yang berdiri sebagai masjid pada 1976. Lokasi masjid ini berada di Hannam-dong, Distrik Yongsan, Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Berdasarkan catatan The Seoul Guide, geografis masjid ini berdiri tepat di puncak bukit. Tempat itu dikunjungi orang-orang pada akhir pekan demi memperoleh ajaran Islam. Selain itu, di sana ceramah juga disediakan dalam bahasa Inggris dan Arab (selain bahasa Korea yang menjadi bahasa utama). Korean E Tour menjelaskan, Seoul Central Mosque merpakan tempat ibadah umat Islam di Korea. Di dalamnya orang-orang bisa mendapatkan pendidikan Islam beserta budaya-budayanya. Mulai 1962, Korean Muslim Federation (KMF) mendapatkan bantuan keuangan dari Malaysia sebesar 33 ribu dolar Amerika Serikat. Memasuki 1970, beberapa negara Islam dari timur tengah ikut serta berkontribusi. Tepat 1974, pembangunan dilakukan di atas tanah yang diberikan pemerintahan Korea Selatan. Luas tanah yang didonasikan mereka kala itu adalah 5.000 meter persegi. Kemudian, tepat pada 21 Mei 1976, masjid ini resmi dibuka. Selain komunitas Muslim Korea, ternyata penduduk atau wisatawan non muslim juga ada yang mengunjungi tempat ini. Namun, ada aturan untuk mengenakan pakaian sopan (standar Muslim) jika ada orang non-Muslim berkunjung. Pihak masjid ini menyediakan barang seperti jilbab, rok, dan beberapa pakaian lainnya. Pada 20 Juli 1990, Seoul Central Mosque memperoleh donasi kembali dari Bank Pembangunan Islam Arab Saudi. Berawal dari masjid ini, didirikan juga beberapa tempat ibadah serupa di wilayah lain Korea Selatan. Bangunan Seoul Central Mosque berwarna putih. Di bagian depan, terdapat menara yang terhubung dengan bangunan utamanya. Seperti masjid pada umumnya, menara ini diberikan lambang bulan-sabit pada puncaknya. Di pintu masuk masjid, tulisan “Allahu Akbar” akan menjadi penampakan utamanya. Terakhir, di bagian luar sebelum masuk gerbang, ada tulisan korea yang maknanya adalah kalimat syahadat. Terkait ruangan, Seoul Central Mosque terdiri dari tiga lantai. Untuk lantai pertama, difungsikan sebagai kantor atau ruang pertemuan KMF. Lantai kedua ada tempat ibadah yang khusus untuk laki-laki. Sedangkan lantai tiganya, dipergunakan untuk ibadah perempuan. Di sekitaran daerah masjid ini, Sungwon Pusat Seoul, terdapat beberapa toko, makanan, supermarket, dan agen perjalanan. Sektor perdagangan ini kebanyakan menyediakan hal yang dekat dengan budaya Islam atau sesuatu yang sifatnya tidak haram. Mengutip catatan Namsan Korea, Seoul Central Mosque juga punya lembaga pendidikan. Di antaranya seperti madrasah, Institut Penelitian Kebudayaan Islam, dan beberapa aktivitas yang berbau pendidikan lainnya. Fakta Menarik Seoul Central Mosque Kami, peserta tur 2018 Halal Restaurant Week Korea, dua kali menyambangi restoran halal di daerah Itaewon ini. Satu ke Murree Muslim Food dan satu lagi ke Kervan, restoran kebab Turki, cabang Itaewon. Pengunjung masjid bukan hanya umat muslim yang menunakan ibadah saja, tetapi juga warga Korea yang ingin melihat keindahan masjid serta keindangan pemandangan tepi sungai Hangang yang alirannya bermuara ke Laut Kuning. (yun/AP) Baca juga :

Read More

MUI Targetkan Program Standardisasi Dai Mencapai Level Internasional

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menargetkan program Standardisasi MUI bisa mencapai level Internasional di masa depan. Hal itu dia sampaikan saat membuka Standardisasi MUI ke-26. Menurutnya, setiap da’i merupakan duta agama Islam. Oleh karena itu, setiap dai wajib punya kompetensi mumpuni yang terstandard. Apa yang dibicarakan dai, ujar Kiai Cholil, berisikan nilai dan ajaran Islam. “Kegiatan Standardisasi Dai yang dikomandoi Komisi Dakwah MUI ini bertujuan menyamakan persepsi, hingga angkatan 26 ini alhamdulillah sekitar 1700 da’i telah terstandardisasi MUI. Semoga di masa depan ada Standardisasi Dai skala internasional, kegiatan yang sudah berlangsung selama ini menjadi langkah awal menuju ke level itu,” terang Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok ini. Dia menambahkan, ntuk menuju arah itu, dai harus membuktikan inovasi metode berdakwah. Inovasi menunjukkan dai paham lingkungan sekitar dan kondisi keumatan saat ini. Inovasi itu juga membuktikan bahwa program Standardisasi Dai MUI bermanfaat memperbaiki kualitas dai di Indonesia. “Inovasi metode berdakwah menjadi salah satu bagian yang akan dipelajari dalam kegiatan standardisasi, dakwah tidak sembarangan dan harus memiliki strategi agar tersampaikan dengan baik kepada umat,” lanjutnya. Selain metode berdakwah, Kiai Cholil juga menyampaikan materi lain terkait Islam wasathiyah serta hubungan Islam dan nasionalisme dalam konteks beragama. Islam dan nasionalisme, kata dia, tidak dapat dipisahkan. MUI berulangkali menyatakan NKRI harga mati. Karena itu, wilayah dakwah dapat diisi pula dengan nilai-nilai kebangsaan. “Dengan membaca Fatihah, mari kita buka acara hari ini, semoga apa yang kita lakukan mendatangkan kebaikan bagi kita sendiri, umat dan juga bangsa,” pungksnya. (rid) Baca juga :

Read More

Masjid Al Aqsa Merupakan Saksi Peristiwa Perjalanan Isra Mi’raj

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Palestina memiliki fadhilah yang besar dalam Islam. Salah satunya, Masjid Al-Aqsa merupakan saksi atas peristiwa perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَاررَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Mahamendengar lagi Mahamengetahui.” (QS Al Isra ayat 1) Ulama Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, Masjid Al-Aqsa adalah tempatnya para nabi dari zaman Nabi Ibrahim AS. Karena hal inilah, para nabi itu berkumpul di Masjid Al-Aqsa, lalu Nabi Muhammad SAW mengimami mereka dalam sholat. Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin termulia dan terdepan. Hal tersebut disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: لَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِي عَنْ مَسْرَاايَ فَسَأَلَتْنِي عَنْ أَشْيَاءَ مِنْ بَيْتِ اللْمَقْدِسِ لَمْ أُثْبِتْهَا فَكُرِبْتُ كُرْبَةً مَا كُرِبْتُ مِثْلَهُ قَطُّ قَالَ فَرَفَعَهُ اللَّهُ لِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ مَا يَسْأَلُونِي عَنْ شَيْءٍ إِلَّا أَنْبَأْتُهُمْ بِهِ وَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي جَمَاعَةٍ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَإِذَا مُوسَى قَائِمٌ يُصَلِّي فَإِذَا رَجُلٌ ضَرْبٌ جَعْدٌ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوءَةَ وَإِذَا عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيُّ وَإِذَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّللَام قَائِمٌ يُصَلِّي أَشْبَهُ النَّاسِ بِهِ صَصَاحِبُكُمْ يَعْنِي نَفْسَهُ فَحَانَتْ الصَّلَاةُ فَأَمَمْتُهُمْ فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنْ الصَّلَاةِ قَالَ قَائِلٌ يَا مُحَمَّدُ هَذَا مَالِكٌ صَاحِبُ النَّارِ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَبَدَأَنِي بِالسَّلَامِ “Aku telah melihat diriku sendiri dalam sebuah mimpi ketika di hijr, orang-orang quraisy bertanya kepadaku mengenai perjalanan malamku (pada waktu Isra dan Miraj). Mereka menanyakan beberapa hal mengenai Baitul Maqdis yang belum aku ketahui dengan pasti sehingga aku pun merasakan kesusahan yang sama sekali belum pernah aku rasakan sebelumnya.” Beliau bersabda lagi, “Maka Allah pun mengangkatnya untukku agar aku dapat melihatnya. Dan tidaklah mereka menanyakan kepadaku melainkan aku pasti akan menjawabnya. Aku telah melihat diriku bersama sekumpulan para Nabi. Dan tiba-tiba aku diperlihatkan Nabi Musa yang sedang berdiri melaksanakan sholat, ternyata dia adalah seorang lelaki yang kekar dan berambut keriting, seakan-akan orang bani Syanuah. Aku juga diperlihatkan Isa bin Maryam yang juga sedang berdiri melaksanakan shalat. Urwah bin Masud Ats Tsaqafi adalah manusia yang paling mirip dengannya. Telah diperlihatkan pula kepadaku Nabi Ibrahim yang juga sedang berdiri melaksanakan shalat, orang yang paling mirip denganya adalah sahabat kalian ini; yakni diri beliau sendiri. Ketika waktu sholat telah masuk, aku pun mengimami mereka semua…” (HR Muslim) Nabi SAW secara eksplisit menyebutkan bahwa beliau berada di depan semua rasul dan beliau SAW memimpin mereka. Kemudian para rasul itu sholat di belakang Nabi Muhammad SAW sebagai pengakuan atas status dan keutamaan Nabi Muhammad SAW. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa risalah yang dibawa Nabi Muhammad merupakan penyempurna atas risalah yang mendahuluinya. Sehingga, risalah terdahulu itu tidak boleh diamalkan atau dijadikan pedoman. Adapun Masjid Al-Aqsa, merupakan tugas risalah terakhir yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Seluruh rasul dan nabi telah menyerahkannya kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Masjid Al-Aqsa diperuntukkan bagi kaum Muslimin sampai Hari Kiamat kelak, sebagaimana kesaksian para rasul. (yat) Baca juga :

Read More

Perjanjian Hudaibiah Memiliki Dampak Yang Sangat Besar

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Perjanjian Hudaibiah antara kaum kafir Quraisy dan Muslim memiliki dampak yang sangat besar. Secara umum perjanjian ini menunjukkan diakuinya keberadaan kaum Muslimin di Madinah dan ini merupakan kemenangan tersendiri bagi kaum Muslimin. Seperti dikutip dari Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah SAW disarikan dari kitab ar-Rahiq al-Makhtum, Sekaligus dengan adanya perjanjian tersebut dapat menghalangi keangkuhan dan kezaliman kaum musyrikin yang selalu berupaya menyerang kaum Muslimin. Di sisi lain, dengan adanya perjanjian tersebut, membuka peluang yang sangat besar bagi kaum Muslimin untuk melancarkan dakwahnya yang selama ini banyak disibukkan peperangan-peperangan bersama kaum Quraisy. Dan nyatanya kemudian hal tesebut terbukti, di mana kaum muslimin sebelum perjanjian tersebut berjumlah tak lebih 3.000 orang, namun dua tahun setelah perjanjian tersebut pada peristiwa Fathu Makkah pasukan kaum Muslimin sudah berjumlah 10 ribu orang. Adapun pasal yang menyatakan bahwa penduduk Makkah yang kabur ke Madinah harus dikembalikan oleh Rasulullah SAW ke Makkah, sedangkan penduduk Madinah yang kabur ke Makkah tidak dikembalikan, sepintas perjanjian tersebut menguntungkan kaum musyrikin. Namun jika diamati dengan seksama, hal tersebut ternyata dapat dipahami. Karena orang yang beriman tidak mungkin akan kabur ke Makkah untuk minta perlindungan, maka jika ada yang kabur, pastilah dia orang kafir yang telah nyata kekafirannya. Untuk orang seperti itu, tidak ada ruginya bagi kaum Muslimin jika mereka kabur dari Madinah. Sedangkan kaum Muslimin di Makkah jika dia hendak kabur, maka Madinah bukanlah satu satunya tujuan untuk itu. Bumi Allah SWT amatlah luasnya, maka dia dapat mencarinya selain Madinah. Hal itu kemudian terbukti, ada seorang sahabat yang bernama Abu Bashir kabur dari Mekkah ke Madinah. Namun Rasulullah SAW berdasarkan perjanjian tersebut tidak menerimanya, maka beliau menyerahkannya kepada dua utusan Quraisy yang menjemputnya. Tetapi di tengah perjalanan Abu Bashir berontak, tidak bersedia kembali ke Makkah, dua orang utusan Quraisy tersebut dibunuh olehnya. Akhirnya dia mencari lokasi di tepi pantai sebagai tempat tinggalnya. Hal tersebut kemudian diikuti Abu Jandal yang tinggal dan bergabung bersamanya. Begitulah seterusnya satu demi satu kaum Muslimin yang berada di Makkah kabur ke tempat itu, dan lama kelamaan akhirnya membentuk komunitas tersendiri. Hal ini ternyata menyulitkan kaum Quraisy sendiri, karena kafilah dagang mereka sering diganggu kaum Muslimin yang berada di tempat tersebut sebagai pembalasan atas perlakuan aniaya yang mereka terima selama ini dari kaum musyrikin. Di kalangan para sahabat sendiri, pada awalnya timbul keberatan dengan isi perjanjian tersebut. Karena secara lahir, perjanjian tersebut berpihak kepada kaum musyrikin. Namun akhirnya mereka menyadari bahwa keputusan Rasulullah SAW akan selalu mendatangkan kemaslahatan, karena semuanya berasal dari Allah Ta’ala. Apalagi tidak lama kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat Nya : اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS al-Fath ayat 1) Maka bergembiralah para sahabat dengan kabar gembira kemenangan yang gilang gemilang. Pada awal tahun ke tujuh, setelah disepakatinya perjanjian tersebut, sejumlah tokoh Quraisy masuk Islam, di antaranya Amr bin Ash, Kholid bin Walid dan Utsman bin Talhah. (mif)

Read More