RS Indonesia di Gaza Tak luput Dari Serangan Zionis Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Puluhan korban gugur dan luka-luka akibat pemboman Israel masih terus dilakukan dan dibawa ke Rumah Sakit Indonesia, walau RS yang pembangunannya diinisiasi MER-C ini sudah tak bisa beroperasi karena kehabisan bahan bakar dan energi akibat serangan beruntun yang dilakukan zionis Israel. “Kami memiliki beberapa informasi baru mengenai terhentinya kegiatan operasional yang terjadi di dekat Rumah Sakit Indonesia. Kami menerima lebih dari 50 orang tewas dan terluka dalam pemboman Israel baru-baru ini. 40 persen dari mereka yang terbunuh dan terluka dalam pengeboman tersebut adalah anak-anak,” terang Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Atef al-Kahlout, berbicara kepada Aljazirah, Jumat (4/11/2023) dini hari. Al-Kahlout menambahkan generator utama rumah sakit Indonesia telah berhenti 48 jam yang lalu. Kini pihaknya mengalami kekurangan tenaga medis yang parah. “Karena itu, saya memohon kepada masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan kepada konvoi medis yang dijadwalkan berangkat besok menuju penyeberangan Rafah,” harapnya. Sementara itu, pihak militer Israel telah mengkonfirmasi bahwa “pesawatnya telah menghantam sebuah ambulans” di Gaza. Militer mengklaim bahwa pesawat itu digunakan oleh pejuang Hamas. Sementara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan konvoi ambulans tersebut, akan sedang mengangkut pasien warga sipil yang terluka ke perbatasan Rafah dengan Mesir. Seorang juru bicara Kementerian juga mengatakan sebelumnya bahwa Palang Merah telah diberitahu bahwa konvoi medis ambulans akan meninggalkan Rumah Sakit al-Shifa, sebelum diserang. Namun akhirnya konvoi ambulance membawa pasien luka ke perbatasan Rafah tersebut, harus hancur terkena bom Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Jumat (03/11/2023) menyerukan “penghormatan penuh terhadap hukum internasional,” menekankan bahwa rumah sakit tidak boleh dijadikan sasaran serangan, menyusul laporan serangan Israel di gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Saat menanggapi pertanyaan wartawan tentang kemungkinan PBB menyusun rencana menegakkan hukum internasional dan mencegah serangan Israel ke fasilitas kesehatan, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan pihaknya akani terus menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional. “Ini mencakup ketentuan bahwa rumah sakit tidak boleh digunakan dalam pertempuran apa pun. PBB selalu siap menyampaikan seruan dalam setiap kasus (konflik),” ujar Dujarric yang mencatat bahwa PBB sebelumnya telah menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dalam konflik, seperti yang terjadi di Ukraina dan Sudan. Ketika ditanya tentang aksi PBB selain menyerukan penghentian permusuhan atau mengecam aksi brutal, Dujarric mengklarifikasi bahwa dia hanya bisa berbicara mewakili sekretaris jenderal PBB. “Kami terus menyerukan hal ini dan terus mendorongnya di hadapan umum dan terus mendorongnya secara pribadi. Ada bagian legislatif lain di PBB, yang mungkin bisa berbuat lebih banyak untuk memastikan pengakhiran konflik,” ucap Dujarric. Pada Jumat, serangan bom Israel menargetkan ambulans di depan gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, yang menyebabkan kematian beberapa warga Palestina dan melukai banyak lainnya. Hingga Jumat lalu, jumlah warga Gaza yang terbunuh sejak dimulainya agresi Israel ke wilayah tersebut pada 7 Oktober 2023 lalu telah melampaui 9.200 jiwa. Sebanyak 70 persen dari mereka adalah anak-anak, perempuan, dan lansia. Sementara korban luka di Gaza telah menembus 22 ribu orang. Agresi Israel juga mengakibatkan lebih dari 1 juta warga Gaza terlantar dan mengungsi. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Warga Yahudi Sejak Kolonial Belanda Banyak Berdiam di Indonesia,

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dengan judul Sahabat Akrab, foto Reuters yang dimuat sejumlah harian ibu kota pada 2006 memperlihatkan Menlu AS Condoleeza Rice berjabatan tangan dengan PM Israel Ehud Omert di Jerusalem. Keduanya tertawa-tawa, seolah-olah puas karena pasukan Israel berhasil melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Lebanon dan Palestina — kebanyakan di antaranya wanita dan anak-anak. Israel yang mendapat dukungan AS juga mempergunakan senjata-sernjata pemusnah massal yang dinyatakan terlarang oleh konvensi Jenewa. Amerika Serikat yang kini terus membela Israel, menolak gencatan senjata dan menghendaki penyerbuan sekutunya itu ke Lebanon tanpa menghiraukan berapa pun korban jiwa. Pakar hukum dari sebuah universitas ternama di AS tidak menyebutkan serangan Israel itu sebagai kejahatan perang. Itulah sikap negara imperialis yang mengklaim kampiun hak azasi manusia (HAM). HAM memang milik mereka, bukan milik kita. Sementara PBB tidak berdaya melihat kekejamaan di luar perikemanusiaan itu. Bung Karno pernah menyatakan PBB nyata-nyata menguntungkan Israel dan merugikan negara-negara Arab. Pernyataan itu dikemukakan saat Indonesia keluar dari organisasi dunia tersebut. Konon, warga Yahudi sudah sejak kolonial Belanda banyak berdiam di Indonesia, khususnya di Jakarta. Pada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia, ada sejumlah Yahudi yang membuka toko-toko di Noordwijk (kini Jl Juanda) dan Risjwijk (Jl Veteran) — dua kawasan etlie di Batavia kala itu — seperti Olislaeger, Goldenberg, Jacobson van den Berg, Ezekiel & Sons dan Goodwordh Company. Mereka hanya sejumlah kecil dari pengusaha Yahudi yang pernah meraih sukses. Mereka adalah pedagang-pedagang tangguh yang menjual berlian, emas dan intan, perak, jam tangan, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya. Sejumlah manula yang diwawancarai menyatakan, pada tahun 1930-an dan 1940-an jumlah warga Yahudi di Jakarta banyak. Jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Karena mereka pandai berbahasa Arab, mereka sering dikira keturunan Arab. Sedangkan Abdullah Alatas (saat saya wawancarai berusia 75 tahun) mengatakan, keturunan Yahudi di Indonesia kala itu banyak yang datang dari negara Arab. Maklum kala itu Zionis Israel yang merampas tanah Palestina belum terbentuk. Seperti keluarga Musri dan Meyer yang datang dari Irak. Di masa kolonial, warga Yahudi ada yang mendapat posisi tinggi di pemerintahan. Termasuk Gubernur Jenderal AWL Tjandra van Starkemborgh Stachouwer (1936-1942). Sedangkan Ali Shatrie (87) menyatakan kaum Yahudi di Indonesia memiliki persatuan yang kuat. Setiap Sabat (hari suci umat Yahudi), mereka berkumpul bersama di Mangga Besar, yang kala itu merupakan tempat pertemuannya. Menurut majalah Sabili, dulu Surabaya merupakan kota yang menjadi basis komunitas Yahudi, lengkap dengan sinagognya yang hingga kini masih berdiri. Sedangkan menurut Ali Shatrie, mereka umumnya memakai paspor Belanda dan mengaku warga negara kincir angin. Abdullah Alatas mengalami saat-saat hari Sabat di mana warga Yahudi sambil bernyanyi membaca kitab Talmut dan Zabur, dua kitab suci mereka. Pada 1957, ketika hubungan antara RI-Belanda putus akibat kasus Irian Barat (Papua), tidak diketahui apakah seluruh warga Yahudi meninggalkan Indonesia. Konon, mereka masih terdapat di Indonesia meski jumlahnya tidak lagi seperti dulu. Yang pasti dalam catatan sejarah Yahudi dan jaringan gerakannya, mereka sudah lama menancapkan kukunya di Indonesia. Bahkan gerakan mereka disinyalir telah mempengaruhi sebagian tokoh pendiri negeri ini. Sebuah upaya menaklukkan bangsa Muslim terbesar di dunia (Sabili, 9/2-2006). Dalam buku Jejak Freemason & Zionis di Indonesia disebutkan bahwa gedung Bappenas di Taman Surapati dulunya merupakan tempat para anggota Freemason melakukan peribadatan dan pertemuan. Gedung Bappenas di kawasan elite Menteng, dulunya bernama Gedung Adhuc Stat dengan logo Freemasonry di kiri kanan atas gedungnya, terpampang jelas ketika itu. Anggota Freemason menyebutnya sebagai loji atau rumah syetan. Disebut rumah setan, karena dalam peribadatannya anggota gerakan ini memanggil arwah-arwah atau jin dan syetan, menurut data-data yang dikumpulkan penulisnya Herry Nurdi. Freemasonry atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda masuk ke Indonesia dengan beragam cara. Terutama lewat lembaga masyarakat dan pendidikan. Pada mulanya gerakan itu menggunakan kedok persaudaraan kemanusiaan, tidak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat. Dalam buku tersebut disebutkan, meski pada tahun 1961, dengan alasan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, Presiden Soekarno melakukan pelarangan terhadap gerakan Freemasonry di Indonesia. Namun, pengaruh Zionis tidak pernah surut. Hubungan gelap ‘teman tapi mesra’ antara tokoh-tokoh bangsa dengan Israel masih terus berlangsung. (yat) Baca juga :

Read More

Komite Fatwa Badan Pengembangan Halal Eropa, Menghadiri Halaqah Dakwah MUI

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Komite Fatwa Badan Pengembangan Halal Eropa, Dr. Muhammad Ali Ba’alau menghadiri Halaqah Dakwah MUI pada Rabu (1/11/2023) di Kantor MUI, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia membeberkan empat kaidah fikih minoritas. Pertama, Dr. Ba’alau menjelaskan fikih minoritas hanya berlaku bagi muslim yang hidup di negara dengan mayoritas penduduknya non-muslim. Fikih ini akan berbeda dengan fikih yang berlaku di negara berpenduduk mayoritas muslim. “Pertama adalah kaidah mempermudah dan menghilangkan atau menghindari kesulitan (at-taysir wa raf’u ‘anil haraj), ” terangnya. Contoh dari kaidah ini, terang Dr. Ba’alau ialah kebolehan menjamak shalat Magrib dan Isya meski tidak dalam kesulitan. Praktik ini kerap terjadi ketika musim panas di negara-negara Eropa. “Saat musim panas di Britania, malam hari hanya berlangsung selama 5 jam dan siang hari selama 19 jam dan pada keadaan seperti ini sulit untuk membedakan kapan waktu Magrib usai dan kapan masuknya waktu Isya sampai subuh tiba,” jelasnya. Karena samarnya antara waktu magrib dan isya tersebut, ucap Dr. Ba’alau, Komite Fatwa Eropa membolehkan menjamak shalat maghrib dan isya meski tidak dalam perjalanan atau sebab lain yang biasanya menjadi alasan jamak shalat diperbolehkan. “Hal ini untuk mempermudah masyarakat di sana dan dalam rangka menerapkan kaidah mempermudah dan menghilangkan kesulitan,” kata dia. Kaidah kedua, kata dia, adalah adanya kebutuhan yang setara dengan hukum darurat (al-hajah tunazzalu manzilata ad-dharurah). Contoh penerapan kaidah ini adalah ketika masyarakat Eropa dihadapkan pada mahalnya biaya tempat tinggal sehingga mereka terpaksa mencicilnya lewat Bank Ribawi. “Tempat tinggal adalah kebutuhan darurat, oleh karena itu, kami menerbitkan fatwa mengenai kebolehan bertransaksi di Bank Ribawi untuk kebutuhan yang memang darurat,” lanjutnya. Ketiga, imbuh dia, adalah kaidah fatwa dapat berubah tergantung zaman, situasi, dan kondisi (taghayyurul fatwa bittaghayyuriz zaman wal hal). Penerapannya dalam fikih minoritas, jelas Dr. Ba’alau, adalah kebolehan seorang muslim dalam menerima warisan non-muslim. “Seperti kita tahu, dalam fikih disebut tidak boleh seorang muslim menerima warisan non-muslim dan sebaliknya. Akan tetapi, karena kita hidup di wilayah yang mayoritas penduduknya non-muslim, perihal waris jadi diperbolehkan mengacu pada pendapat sahabat Ali,” terangnya. Kaidah keempat dari fikih minoritas adalah mempertimbangkan dampak masa depan, (al-‘ibratu bil maalat). Misalnya ketika sekolah-sekolah di sebagian negara Eropa melarang siswinya mengenakan hijab. “Karena mempertimbangkan pentingnya pendidikan bagi perempuan dan dampak yang lebih berbahaya jika mereka tidak dapat menempuh studi yang layak, akhirnya diputuskan jika dalam keadaan tersebut para siswi diperbolehkan melepas hijab, ” ungkap Dr. Ba’alau. Sebagai pengingat, fatwa-fatwa ini hanya berlaku di wilayah tersebut dan tidak berlaku di negara yang mayoritasnya muslim seperti Indonesia. (rid) Baca juga :

Read More

Mahasiswi Universitas Portland Merasakan Betul Fungsi Hijab

Portland — 1miliarsantri.net : Kami adalah wajah Islam.” Itulah kata-kata yang digunakan oleh Manar Surur, presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim di Universitas Portland, negara bgian Oregon, wilayah Amerika Serikat. Meskipun banyak yang melihat wanita mengenakan hijab karena alasan kesopanan, mahasiswa junior di UP ini percaya bahwa hijab memiliki aspek penting dalam memberikan kekuatan kepada wanita Muslim untuk merepresentasikan agama mereka. “Bagi kami, kami mengenakan hijab untuk mewakili agama,” terang The Beacon dari About Islam, Sabtu (05//11/2023). Belajar di sebuah institusi Katolik di mana siswa Muslim merupakan minoritas, visibilitas Hijabis datang dengan stereotip, dengan banyak yang melihat Muslim berhijab sebagai orang yang tertindas. Namun, Surur dan anggota MSA tahun kedua, Menar Emam, percaya bahwa MSA telah membantu membangun komunitas yang lebih kuat bagi mahasiswa Muslim dan Hijabi di kampus. “Tidak ada Muslim di sekolah menengah saya, jadi ketika saya datang ke sini, hal itu membuka mata saya. Saya tidak pernah khawatir tentang bagaimana saya terlihat oleh orang lain karena saya melihat begitu banyak orang Hijabi. Meskipun ini adalah sekolah Katolik, saya merasa nyaman,” ujar Emam. Islam memandang hijab sebagai aturan berpakaian yang wajib, bukan sebagai simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang. Para perempuan muda ini percaya bahwa hijab mereka tetap menjadi simbol iman, identitas, dan komunitas. “Ini juga membebaskan dalam arti tertentu karena semua orang di sekitar Anda tidak mengenakan (hijab). Hijab membuat saya bangga karena saya dapat mewakili agama saya dengan cara seperti itu,” pungkasnya. (dwi/CP) Baca juga :

Read More

Lautan Manusia Memakai Pakaian Serba Putih dan Atribut Palestina Banjiri Kawasan Monas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Aksi ungkapan rakyat Indonesia bela Palestina dilakukan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (05/11/2023) yang dihadiri sekitar dua juta masaa dari berbagai penjuru daerah. Pukul 06.10 WIB tampak massa aksi terlihat berbondong-bondong mulai datang dari Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat (Jakpus) dan massa aksi kebanyakan mengenakan pakaian didominasi warna putih. Massa aksi terdiri dari berbagai kalangan dari anak-anak hingga orang tua. Tampak massa aksi juga sudah memakai atribut membela Palestina. Atribut tersebut yakni syal bendera Palestina maupun ikat kepala bertuliskan ‘Save Palestina’. Tampak per pukul 06.26 WIB massa aksi masih terus berdatangan. Massa aksi longmarch berjalan langsung menuju ke Monas. Tampak beberapa pedagang atribut Palestina juga di dekat Stasiun. Terlihat massa juga berbondong-bondong membeli atribut. Pihak keamanan dari Kepokisian juga tengah berada di lokasi guna mengamankan massa aksi. Sebagaimana diketahui dan diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas) pada 5 November. MUI menyatakan aksi ini untuk menunjukkan sikap Indonesia. “Masyarakat Indonesia mengutuk terhadap agresi Israel, kemudian kita menginginkan ada perdamaian di Palestina dan dalam waktu dekat gencatan senjata yang kita inginkan,” terang Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, saat dihubungi disela-sela aksi, Minggu (05/11/2023). Dia mengatakan Aksi Bela Palestina digelar sebagai kecaman atas serangan-serangan yang terus dilakukan Israel. Pada aksi tersebut, disampaikan sejumlah tuntutan terkait bencana kemanusiaan di Palestina dan Israel. “Tuntutan paling mendesak ialah hentikan penindasan, penyerangan, dan lakukan gencatan senjata. Itu tuntutan mendesak. Karena banyak masyarakat sipil yang menjadi korban, ada anak-anak, wanita, hingga orang tua,” lanjutnya.. Per Jumat (03/11/2023), Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan korban tewas mencapai 9.061 orang. Dari jumlah korban tewas itu, sebanyak 3.760 orang di antaranya ialah anak-anak serta 2.326 perempuan. Selain itu, 32.000 orang lainnya terluka. Pada Aksi Bela Palestina ini akan didorong upaya mengakhiri konflik antara Palestina dan Israel agar tercipta perdamaian. “Berikutnya, bagaimana bisa menciptakan perdamaian, jangan memperkeruh, ambil inisiatif dari organisasi keagamaan negara-negara terdekat untuk menyelesaikan konflik ini,” sambungnya.. Tak cuma orasi dan doa bersama, dalam Aksi Bela Palestina juga akan dilakukan penggalangan bantuan baik berupa dana maupun pakaian layak pakai dan beberapa jenis obat-obatan dan makanan untuk disalurkan kepada korban di Palestina. Cholil mengatakan bantuan yang diterima untuk korban akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). “Kemudian memberi bantuan kemanusiaan yang bisa kita berikan, baik atas nama dorongan agama untuk membantu orang lain atau atas dorongan kemanusiaan,” pungkasnya. (deka) Baca juga :

Read More

Abdullah bin Salam Pendeta Yahudi Yang Akhirnya Masuk Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Abdullah bin Salam merupakan seorang pendeta Yahudi yang tinggal di Madinah di masa kehidupan Rasulullah SAW. Sebagai seorang pemimpin agama Yahudi, ia sangat mengetahui betul isi kandungan dalam kitab Taurat. Di dalam Taurat isinya sangat terperinci bahwa kelak akan diutus seorang Nabi terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW yang akan hijrah ke Madinah. Di hari awal-awal Nabi sampai di Madinah, Abdullah segera menemui Nabi SAW untuk mengetahui secara langsung dan menguji Muhammad bahwa beliau benar-benar seorang nabi terakhir yang disebutkan dalam Taurat. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhasil dijawab dengan tegas dan lugas oleh Nabi SAW, Abdullah bin Salam akhirnya bersyahadat dan memeluk Islam. Namun, dia khawatir dengan pengikutnya, karena Abdullah bin Salam mengetahui betul watak dan tabiat umat Yahudi yang suka berkhianat. Abdullah mengatakan, “‘Ya Rasulullah, kaum yahudi ini kaum pendusta, yahudi memberikan kesaksian itu sendiri, tentang sifatnya yang suka bohong, ‘maka rahasiakan masuk Islamku ini, tapi panggil mereka semua ya Rasulullah, lalu tanyakan kepada mereka tentang kedudukanku, baru kemudian sampaikan bahwa aku sudah masuk Islam.” Setelah itu, para pemimpin agama Yahudi dikumpulkan di hadapan Rasulullah di masjid di Madinah. Sedangkan Abdullah bersembunyi di balik dinding tipis masjid. Dalam persembunyian itu, Abdullah mendengarkan bagaimana respons umatnya ketika Nabi Muhammad mengajak mereka agar beriman kepada Allah SWT. “Wahai yahudi, bertakwalah kamu kepada Allah, kamu tahu saya utusan Allah,” ujar Nabi Muhammad SAW. Yahudi adalah umat yang paling mengetahui tentang ciri-ciri Nabi Muhammad, laiknya seorang ibu yang langsung mengenali anaknya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 146 “allazina aatainahumul-kitaaba ya’rifuunahuu kamaa ya’rifuuna abnaa ahum.” “Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab (taurat dan injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.” Yahudi mengetahui betul bahwa Muhammad adalah seorang Nabi, dan bahwa apa yang dibawa Nabi Muhammad itu benar karena mereka telah mengenal Nabi Muhammad dari Taurat. Bahkan tiga suku ini, Qainuqa, Nadhir, dan Quroidzoh hijrah ke Madinah karena tahu Madinah adalah tempatnya hijrah Nabi terakhir (Muhammad SAW). “Mereka tahu betul bahwa ini Nabi muhammad, saking dirincikan betul dalam Taurat, kata Nabi SAW, ‘kalian orang yang paling mengenalku, kalian tahu saya utusan Allah, berimanlah,’ tetapi secara serentak mereka mengatakan tidak mau beriman,” ujar Abdullah bin Salam waktu itu. Lalu Nabi SAW bertanya, “bagaimana pendapat kalian tentang Abdullah bin Salam?” Mereka mengatakan, ‘Oh dia ulama kami, dia orang paling saleh di antara kami, dia pemimpin kami, dia tuan kami dan anak tuan kami, maksudnya dia dan ayahnya, dua-duanya terhormat di sisi kami.’ Nabi kembali bertanya, “bagaimana kalau Abdullah bin salam sudah masuk Islam?” mereka menjawab, “tidak mungkin, mustahil.” Lalu kata Nabi SAW, “Abdullah bin Salam keluarlah,” Abdullah tadinya berada di sebelah tembok masjid, lalu masuk dan mengatakan, “Hai yahudi, Asyhadu ‘allailahaillah wa anna Muhammad Rasulullah.” Mereka dijebak oleh pendeta mereka sendiri yang masuk Islam pada waktu itu. Tetapi apa jawaban mereka? Lagi-lagi mereka, Yahudi, secara serentak menolak dan justru ingkar lagi berdusta. Dalam hadits imam Bukhari disebutkan, mereka (Yahudi) mengatakan, “Dia (Abdullah bin Salam) adalah orang paling bodoh di antara kami, dia orang paling jahat di antara kami, dan tidak punya kedudukan di mata kami,” “Begitu spontan mereka berkhianat seperti itu. Ini kondisi yang digambarkan dalam Alquran dan juga sunnah Nabi SAW,,” terang Abdullah bin Salam Berbeda dengan apa yang terjadi saat ini di Palestina dan apa yang dilakukan oleh Yahudi Israel, adalah mencerminkan bagaimana sifat mereka yang tidak pernah berubah, suka membuat kerusakan. Terkait kondisi di Palestina saat ini, saudara kita yang sedang dibantai oleh kaum Yahudi, dan telah banyak korban atas kejadian tersebut. Begitulah sifat orang Yahudi suka membuat kerusakan di muka bumi. Mereka suka sekali melakukan kerusakan di atas muka bumi, dan Allah tidak mencintai orang-orang yang membuat kerusakan. (al-Maidah ayat 64). (yan) Baca juga :

Read More

Beberapa Negara Berani Memutuskan Hubungan Dengan Israel

Yerussalem — 1miliarsantri.net : Beberapa negara akhirnya dengan berani memutuskan hubungan dengan Israel. Sikap ini sebagai bentuk protes atas pengeboman dan pembunuhan warga sipil di Gaza. Pada Kamis (02/11/2023), Bahrain mengusir duta besar Israel untuk Manama dan menarik kembali utusannya dari Tel Aviv. Dalam sebuah pernyataan, parlemen Bahrain mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan yang diambil untuk mendukung “perjuangan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina”. “Kami mengonfirmasi kepergian duta besar Israel ke negara tersebut, kembalinya duta besar Bahrain dari Israel, dan penghentian hubungan ekonomi,” bunyi pernyataan itu seperti dilansir Doha News. Sehari sebelumnya, Yordania telah memanggil pulang duta besarnya untuk Israel, dan mengatakan bahwa negara itu hanya akan mengembalikan utusannya jika Israel menghentikan “krisis kemanusiaan yang ditimbulkannya”. Pada Selasa (31/11/2023) malam, Wakil Menteri Luar Negeri Bolivia Freddy Mamani mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa negaranya telah memutuskan “hubungan diplomatik dengan negara Israel sebagai bentuk penolakan dan kutukan terhadap serangan militer Israel yang agresif dan tidak proporsional yang terjadi di Jalur Gaza”. Negara tetangganya, Kolombia dan Chile juga memanggil pulang duta besar mereka untuk melakukan konsultasi untuk mengutuk kematian warga sipil di Gaza dan menyerukan gencatan senjata. Negara-negara Amerika Latin lainnya, termasuk Argentina dan Brasil, juga telah meningkatkan kritik mereka terhadap dampak operasi militer Israel terhadap warga sipil. Israel lalu mengkritik negara-negara Amerika Selatan setelah mereka memutuskan hubungan diplomatik dan memanggil pulang duta besar. Israel pada hari Rabu (1/11/2023), meminta Kolombia dan Chile untuk “secara eksplisit mengutuk organisasi Hamas. Di mana Israel memfitnah Hamas sebagai “organisasi yang membantai dan menculik bayi, anak-anak, perempuan dan orang tua,” menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Israel. Seruan tersebut muncul beberapa jam setelah Chile dan Kolombia memanggil pulang duta besar mereka untuk Israel pada Selasa malam di tengah-tengah kecaman atas pembunuhan warga sipil di Gaza. “Israel mengharapkan Kolombia dan Chile untuk mendukung hak sebuah negara demokratis untuk melindungi warga negaranya, dan menyerukan pembebasan segera semua orang yang diculik, dan tidak bersekutu dengan Venezuela dan Iran untuk mendukung Hamas,” kata Kementerian Luar Negeri Israel. Sebelumnya, Presiden Chile Gabriel Boric menyebut Hamas dalam sebuah pernyataan terpisah di X, sebelumnya Twitter, di mana ia mengatakan “warga sipil tak berdosa” adalah “korban utama serangan Israel.” Chile “tidak ragu mengutuk serangan dan penculikan yang dilakukan oleh Hamas,” tulis Boric. “Kemanusiaan tidak dapat mempertahankan dirinya melalui ikatan yang tidak manusiawi,” ujarnya. Presiden Kolombia Gustavo Petro telah bersikap lebih tegas dengan membagikan banyak pesan di media sosial yang mengutuk tindakan Israel. “Ini disebut genosida; mereka melakukannya untuk menyingkirkan orang-orang Palestina dari Gaza dan mengambil alihnya,” tulis Petro di X. “Kepala negara yang melakukan genosida ini adalah penjahat terhadap kemanusiaan.” Sebelumnya, Israel telah mengutuk keputusan Bolivia pada hari Selasa untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, dan menyebutnya sebagai “menyerah pada rezim Ayatollah di Iran.” Meskipun Sunni, Hamas telah tumbuh semakin dekat dengan negara adidaya Syiah, Iran. Bolivia juga sebelumnya pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2009 dan melanjutkannya kembali pada tahun 2020. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Terdapat 3 Tokoh Ulama Indonesia Yang Menjadi Rujukan Umat Islam Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sejak abad ke-18, Indonesia mengirimkan banyak ulama untuk belajar di wilayah Hijaz, termasuk ke Tanah Suci. Mereka dikirim untuk menimba ilmu, bermukim, hingga menjadi imam di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Setidaknya ada tiga ulama Nusantara yang dihormati dunia Islam. Tidak hanya di Tanah Air, namun ketiga ulama itu juga disegani masyaraka Arab Saudi hingga menjadi rujukan umat Islam dunia, diantaranya : Syeikh Junaid bermukim di Mekkah sejak 1834 dan meninggal dunia pada 1840 di usia 100 tahun. Berkat keluasan ilmunya, ia dikenal sebagai syaikhul masyaikh para ulama mazhab Syafi’i. Syekh Ahmad Khatib memilih tetap tinggal di Makkah untuk menyelesaikan hafalan Alquran. Awal kisahnya menjadi Imam Masjidil Haram saat ia sholat berjamaah di belakang Syarif Aunur Rafiq yang saat itu menjadi imam. Syekh Ahmad Khatib membetulkan bacaan Syarif Aunur yang salah. Syarif Aunur Rafiq pun mengangkat Syekh Ahmad Khatib menjadi Imam Masjidil Haram. Sepanjang hayat, Syekh Ahmad Khatib sudah menulis berbagai buku agama berbahasa Arab dan Melayu seperti fikih, ushul fikih, tasawuf. Sama seperti dua sahabatnya, Syekh Nawawi dan Syekh Junaid, Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi meninggal dunia dan dimakamkan di Mekkah pada 1916. Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani yang menimba ilmu di Mekkah sekitar 30 tahun itu sudah menulis 115 kitab, yang meliputi kitab ilmu fikih, tauhid, tafsir, tasawuf dan hadis. Beliau meninggal dunia di Mekkah pada 1897. (yan) Baca juga :

Read More

Berikut 20 Sifat Mustahil Bagi Allah Yang Wajib Kita Ketahui Sebagai Musli

Surabaya — 1miliarsantri.net : Seorang muslim yang beriman kepada Allah artinya ia meyakini bahwa tiada tuhan yang patut disembah selain Allah. Hal itu berdasarkan sifat wajib Allah Wahdaniyyah yang berarti Maha Esa, tunggal, dan tidak ada yang menandinginya.Namun, ada sifat mustahil bagi Allah yang wajib juga kita ketahui sebagai seorang muslim yang bertakwa kepadanya. Sifat Mustahil adalah, sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Berikut ini 20 sifat mustahil bagi Allah. Sebagai umat Islam tentunya kita meyakini tidak mungkin alam semesta ini ada jika Allah tidak ada, artinya Allah mustahil Allah bersifat Adam. Allah berfirman mengenai ciptaannya dapat dilihat dari Surah An-Nahl ayat 3 خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ Latin: Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq, ta’ālā ‘ammā yusyrikụn Artinya: Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan. Sebab itu Allah mustahil bersifat Huduts, karena Allah yang terdahulu dan menciptakan seluruh alam semesta, terkait hal itu ada padat surah Al Hadid Ayat 3. هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ Latin: Huwal-awwalu wal-ākhiru waẓ-ẓāhiru wal-bāṭin, wa huwa bikulli syai`in ‘alīm Artinya: Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Allah itu kekal, dialah yang tidak mempunyai permulaan dan juga tidak ada akhir. Kita harus meyakini bahwa Allah akan ada selama-lamanya, sebab itulah Allah mustahil bersifat fana. Pada firman Allah di surah Ar-Rahman juga bisa kita lihat bahwa Allah bersifat kekal atau baqa dan berlawanan dari sifat fana. وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ Arab-Latin: Wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām Artinya: Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Tentunya sifat ini kebalikan dari sifat wajib Allah yaitu mukhalafatu lil hawaditsi (berbeda dari makhluk ciptaannya). Akan hal itu makna dari sifat ini sangat berkebalikan dari sifat Allah yang tidaklah serupa dengan manusia. Sebab Allah, tak dapat diserupai dan tidak menyerupai makhluk ciptaan-Nya. Mengenai hal itu, kita bisa melihat pada firman Allah di surah Al Ikhlas ayat 4. وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ Arab-Latin: Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad Artinya: Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia Kita mengetahui bahwa Allah lah yang berkuasa di seluruh alam semesta ini sebab karena Allah yang menciptakan makhluk dan alam semesta, sebab itulah tidak mungkin Allah mempunyai sifat Ajzun atau tidak berkuasa atau lemah. إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ Arab-Latin: Innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr Artinya: Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Dalam berkehendak Allah tidaklah terpaksa. Dia yang maha mampu dan mempunyai segalanya serta berkuasa untuk berkehendak. Hal itu ada pada firmannya di surah Al-Buruj ayat 16 فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ Latin: Fa”ālul limā yurīd Artinya: Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Jahlun berlawanan dari ilmu yang dimana artinya maha mengetahui. Maka dari itu mustahil bagi Allah jika memiliki sifat Jahlun sebab ialah pencipta makhluk, hingga yang terdapat pada langit dan bumi. Hal itu semakin diperkuat dari firman Allah di surah Al Hujurat ayat 18 إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ Latin: Innallāha ya’lamu gaibas-samāwāti wal-arḍ, wallāhu baṣīrum bimā ta’malụn Artinya: Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Akan itulah Allah tidak memerlukan pertolongan dari siapapun dan apapun. Dalam surah Al-Ikhlas Allah berfirman. وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ Latin: Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah dialah yang maha sempurna dan tidaklah memerlukan bantuan siapapun. Hal itu bisa kita lihat pada firman Allah di surah Ankabut ayat 6. وَمَن جَٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ Arab-Latin: Wa man jāhada fa innamā yujāhidu linafsih, innallāha laganiyyun ‘anil-‘ālamīn Artinya: Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Allah berfirman dalam surah Al-Furqan ayat 58 وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْحَىِّ ٱلَّذِى لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا Latin: Wa tawakkal ‘alal-ḥayyillażī lā yamụtu wa sabbiḥ biḥamdih, wa kafā bihī biżunụbi ‘ibādihī khabīrā Artinya: Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya. Tidak ada yang luput dari pendengarannya sebab itulah sifat ini berlawanan dari sifat wajib Allah yaitu Sama’. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 127. وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ Latin: Wa iż yarfa’u ibrāhīmul-qawā’ida minal-baiti wa ismā’īl, rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī’ul-‘alīm Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Tidak ada yang luput dari pandangan dan penglihatan Allah di alam semesta ini. Sebab itulah mustahil bagi Allah disebut dengan Umyun. Allahberfirman pada surah إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ Latin: Innallāha ya’lamu gaibas-samāwāti wal-arḍ, wallāhu baṣīrum bimā ta’malụn Artinya: Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Itulah 20 sifat yang mustahil bagi Allah, hal tersebut haruslah kita pahami dan wajib kita ketahui sebagai seorang muslim yang bertakwa kepada Allah. Hal itu juga berguna agar kita lebih mengenal Allah. (yat) Baca juga :

Read More

Jutaan Umat Muslim Indonesia Gelar Aksi Peduli Palestina di Monas

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama beberapa ormas keagamaan yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina akan menggelar aksi damai solidaritas Palestina pada Ahad (5/11/2023) di Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Aksi akan diikuti lebih dari 2 juta massa dan ada sejumlah orasi dari para tokoh-tokoh lintas agama. Menlu RI Retno Marsudi akan hadir dalam aksi tersebut. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan aksi merupakan bentuk dukungan kepada Palestina. Menurut Sudarnoto, masyarakat Indonesia tegak lurus sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. “Pemerintah Indonesia tidak akan bergeser sedikitpun untuk terus mendukung Palestina,” tegas Sudarnoto kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (02/11/2023). Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis mengatakan Aksi Bela Palestina merupakan bentuk kepedulian sesama muslim. Dikatakan Kiai Cholil, 93 persen penduduk Palestina adalah muslim. “Yang dibunuh (Israel) orang muslim yang tidak bersalah. Sesama muslim diibaratkan satu bangunan,” terang Kiai Cholil. Kendati demikian, lanjut Kiai Cholil, kejadian di Palestina adalah kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel. Sehingga sejatinya siapa pun yang mengaku manusia, apapun agamanya akan menentang yang dilakukan Israel. Kiai Cholil mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut terlibat. Aksi ini mendapat dukungan penuh dari organisasi seperti PGI, Permabudhi hingga organisasi lintas agama lainnya. Kiai Cholil mengimbau agar masyarakat atau organisasi yang mengikuti aksi tidak membawa bendera partai politik dan atribut yang bertentangan dengan NKRI. “Bawa bendera ormasnya masing-masing. Enggak boleh bawa bendera partai politik. Jangan ada provokasi,” himbau Kiai Cholil. Sementara itu, Koordinator Lapangan Aksi KH Bachtiar Nasir menerangkan izin penggunaan Monas sudah dikantongi panitia. Menurut UBN, sapaan akrab KH Bachtiar Nasir, aksi ini bukan aksi 212. Aksi Bela Palestina ini merupakan rangkaian aksi yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya. “Yang menyelenggarakan majelis agama yang dibackup oleh MUI. Diharapkan peserta berbaju putih,” pungkas UBN. (wink) Baca juga :

Read More