Rasa Haru Mewarnai Keberhasilan Tim MAN 2 Kota Malang Menjuarai Olimpiade Penelitian Siswa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tim Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang berhasil meraih dua medali Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2023. Ajang ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Fairuz Daffa Al Hazza dan Aqila Razzan Setyovianto meraih Medali Perak pada bidang Matematika, Sains dan Teknologi. Sedangkan Nadiya Rahma Ihsan meraih Medali Perunggu pada bidang yang sama. Juara OPSI diumumkan pada Jumat (10/11/2023) di Hotel Menara Panin Sula, Jakarta Barat. “Alhamdulillah, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak-anak diajang OPSI. Dua medali yang telah diraih ini menjadi kebanggan kita di madrasah dan Kementerian Agama,” ucap Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M. Pd. Dirinya tak berhenti mengucap syukur atas keberhasilan anak didiknya tersebut, dan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan selama ini. “Atas nama keluarga besar madrasah, kami sampaikan terima kasih kepada ananda Fairuz Daffa Al Hazza, Aqila Razzan Setyovianto, dan Nadiya Rahma Ihsan, beserta Tim akademik dan guru pendamping yang tiada lelah melayani di semua tahapan kompetisi yang dilalui,” sambungnya. Guru pembina Wulaidah menambahkan Fairuz Daffa Al Hazza dan Aqila Razzan Setyovianto dalam OPSI 2023 meneliti tentang AUTOPON atau Automatic Rumpon. “Riset ini untuk meningkatkan produktivitas perikanan laut Indonesia dengan menggunakan 3 jenis atraktor ikan yang bekerja otomatis dengan sistem arduino,” jelas Wulaidah. Adapun Nadiya Rahma Ihsan, dia meneliti obat kanker payudara. Judul penelitiannya adalah “In silico and Molecular Dynamics Simulation Analysis of Methanol Extracs from the Leaves and Stems of ‘Rhizophora mucronata’ as Potent Inhibitors of p56lck Tyrosine Kinase (LCK) in Breast Cancer Therapy”. “Penelitian ini menggunakan metode in silico dan simulasi dinamika molekuler yang menghasilkan senyawa terbaik sebagai kandidat potensial untuk menjadi obat penyakit kanker payudara,” ujar Wulaidah, panggilan akrabnya. Untuk meraih medali OPSI, lanjut Wulaidah, siswa MAN 2 Kota Malang harus bsrsaing dengan ribuan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Dia berharap siswa MAN 2 Kota Malang juga bisa meraih prestasi membanggakan bagi Indonesia di ajang internasional. “Prestasi anak-anak ini tidak terlepas kolaborasi yang padu antara civitas akademika MAN 2 Kota Malang yaitu stakeholder, guru, pembina, alumni serta Komite Madrasah yang terus melakukan pelatihan intensif dan suport dalam kegiatan prestasi peserta didik,” ucapnya. Tradisi Prestasi Nasional di Kemendikbud ini menunjukkan komitmen MAN 2 Kota Malang dalam mempertahankan prestasi di bidang akademik dan mewujudkan generasi unggul. “Semoga kesuksesan peserta didik setiap tahun ini menjadi motivasi dan teladan bagi yang lainnya. Untuk Fairuz Daffa Al Hazza, Aqila Razzan Setyovianto, dan Nadiya Rahma Ihsan, semoga ke depan dapat mewujudkan impian untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah global,” harap Wulaidah. (rid) Baca juga :

Read More

Hati Yang Lapang dan Bersih, Akan Mendatangkan Banyak Kebaikan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Hati yang bersih akan mendatangkan kebaikan bagi seorang hamba. Untuk itu muslim dapat memanjatkan doa untuk hati yang bersih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti dikutip dari pesan Telegram Silsilah sahihah, Berikut doa untuk Hati yang bersih, Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa: اللهمَّ آتِ نفسي تَقْواها وزكِّها فأنت خيرُ من زكَّاها أنت ولِيُّها ومولاها Allohumma ati nafsi taqwaha wa zakkiha fa-anta khoyru man zakkaha anta waliyyuha wa maulaha “Ya Allah datangkanlah ketakwakan kepada hatiku. Bersihkanlah hatiku, karena engkau adalah Dzat yang paling kuasa untuk membersihkannya. Engkaulah yang menguasainya dan yang memilikinya” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam kitab As Sunnah [319], dihasankan oleh Al Albani. Doa ini juga bagian dari doa yang panjang dalam hadis riwayat Muslim (2650) dari Imran bin Hushain radhiallahu’anhu). Di samping itu, Rasulullah SAW bersabda: ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ : دَعْوَةُ الوَالِدِ وَ دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ “Tiga doa yang tidak tertolak, doa orang tua, doa orang yang puasa dan doa orang musafir (bepergian)”. HR. Al-Baihaqi. (yus) Baca juga :

Read More

Astronom Temukan Benua Tertua di Bima Sakti

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bumi diduga bukan satu-satunya pemilik benua dan konsekuensinya; kehidupan, di galaksi Bima Sakti. Menurut penelitian baru, benua tertua berpotensi telah muncul 5 miliar tahun sebelum bumi. Artinya, ada banyak dunia di Bima Sakti yang menampung kehidupan alien yang lebih maju dari kita. Hipotesisnya berasal dari pendapat umum para ahli astrobiologi, bahwa sebuah planet perlu memiliki ciri-ciri tertentu untuk mendukung kehidupan. Di antaranya, oksigen di atmosfernya yang melindungi organisme dari radiasi berbahaya, dan air cair sebagai permulaan kehidupan. Meskipun kehidupan tidak sepenuhnya memerlukan daratan yang luas, sejarah bumi menunjukkan bahwa daratan penting agar kehidupan bisa berkembang dan bertahan dalam jangka waktu lama. Jadi, jika sebuah planet ekstrasurya memiliki benua sebelum Bumi, maka kemungkinan ada kehidupan yang lebih tua dan lebih maju di dunia tersebut. Hipotesis itu mengarahkan Jane Greaves, astronom Universitas Cardiff di Inggris untuk menjawab pertanyaan penting; Kapan benua pertama kali muncul di sebuah planet di galaksi kita? Melalui penelitiannya, Greaves menemukan benua dan kehidupan mungkin telah muncul 4 – 5 miliar tahun sebelum Bumi di dua planet ekstrasurya. “Jika kehidupan di planet lain memiliki permulaan 5 miliar tahun, maka ia berpotensi menampung kehidupan yang lebih berevolusi daripada kita,” tulis Greaves dalam hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Research Notes of the American Astronomical Society edisi September 2023. Begini ceritanya. Benua terbentuk akibat lempeng tektonik, yaitu pergerakan lempeng batuan yang mengapung di atas lelehan bagian dalam suatu planet. Panas dari inti planet mencegah magma mengeras dan menghentikan pergerakan benua. Panas tersebut berasal dari unsur-unsur radioaktif seperti uranium-238, thorium-232, dan potasium-40 di inti planet, yang terus mengeluarkan energi. Sebagian besar unsur radioaktif tersebut berasal dari peristiwa bencana kosmik, seperti ledakan supernova dan tabrakan antara bintang raksasa yang mati atau bintang neutron. Jejak unsur-unsur tersebut bisa dideteksi dalam panjang gelombang cahaya yang dipancarkan bintang. Dalam penelitian barunya, Greaves menggunakan tingkat uranium-238 dan potasium yang ada di bintang-bintang terdekat, ditambah usia bintang yang diukur oleh satelit Gaia Badan Antariksa Eropa (ESA). Dengan unsur tersebut, Greaves memperkirakan kapan sebuah planet berbatu di sekitar masing-masing bintang itu cukup panas untuk munculnya lempeng tektonik. Dia menemukan, benua pertama harusnya terbentuk di sekitar bintang mirip matahari pada 2 miliar tahun sebelum lempeng tektonik bumi muncul. Benua tertua dari bintang terdekat berada di sekitar bintang HD 4614, yang berjarak 20 tahun cahaya dari Bumi. Namun ada dua bintang yang menarik perhatian, yaitu HD 76932 dan HD 201891 yang sedikit lebih kecil dari matahari kita. Mereka masing-masing terletak 70 hingga 110 tahun cahaya dari kita di wilayah cakram tebal. Planet dari dua bintang tersebut bisa membentuk benua hingga 5 miliar tahun lebih awal dari Bumi. Berdasarkan sampel dari 29 bintang dan teori tentang planet layak huni yang berlaku saat ini, Greaves menyimpulkan ada dua sistem dalam sampel tersebut yang memiliki biosfer lebih maju daripada di Bumi. Menentukan planet yang berpotensi menarik dan layak huni, seperti yang diidentifikasi Greaves, merupakan persiapan penting bagi Observatorium Habitable Worlds (Teleskop pemburu dunia layak huni) yang sedang dibangun NASA. Teleskop itu akan digunakan para astronom mengamati planet mirip Bumi dan tanda-tanda kehidupan pada tahun 2040an. Greaves berharap penelitian ke depan akan menganalisis lebih banyak bintang untuk menentukan mereka memiliki planet dengan lempeng tektonik atau tidak. “Lempeng tektonik bisa membantu mengungkap sistem yang lebih tua di mana kehidupan bisa ada sebelum kehidupan di Bumi,” kata Greaves. (har) Sumber: Live Science Baca juga :

Read More

Menstruasi Bisa Berpengaruh pada Gangguan dan Pola Tidur

Jakarta — 1miliarsantri.net : Psikolog klinis anak dan remaja dari Universitas Indonesia Melissa Magdalena mengatakan bahwa menstruasi berpengaruh pada gangguan tidur. Salah satunya, menyebabkan kurang tidur maupun kelebihan tidur. “Kenapa? Karena pada beberapa orang, masa menstruasi itu menyebabkan kesakitan, nyeri, atau tidak nyaman. Itu membuat kita kelelahan,” terang Melissa kepada 1miliarsantri.net di Jakarta, Senin (13/11/2023). Melissa melanjutkan, akibatnya terdapat dua dampak gangguan tidur, yakni menjadi susah tidur akibat rasa nyeri tersebut, atau memaksakan diri untuk tidur lebih panjang untuk menghilangkan rasa nyeri. Selain tubuh yang kelelahan, Melissa menjelaskan bahwa gangguan tidur juga bisa diakibatkan oleh perubahan hormon estrogen menjelang dan saat menstruasi. Hal tersebut, kata dia, berpengaruh pada metabolisme tubuh, sehingga menjadi lebih sulit untuk tidur. “Ketiga, karena ada kecemasan. Takut bocor, takut kena, hal tersebut memang membuat menstruasi menyebabkan gangguan tidur,” kata Melissa. Adapun dampak dari gangguan tidur ini adalah sulitnya seseorang untuk berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, bahkan dapat membahayakan keamanan diri dalam aktivitas sehari-hari. “Tentunya, gangguan tidur juga berpengaruh pada produktivitas juga,” ucap Melissa. Oleh karena itu, ia menilai penting untuk mengatasi gangguan tidur, terlebih untuk gangguan tidur yang dialami saat menstruasi. Melissa menganjurkan untuk melakukan sleep hygiene atau menjaga kebersihan menjelang tidur untuk aktivitas sehari-hari, terutama ketika sedang menstruasi, agar tidur menjadi lebih nyaman. “Sleep hygiene ini bisa dilakukan agar kita juga lebih nyaman dan lebih percaya untuk tidur, karena tahu tempat tidur kita bersih,” pungkas Melissa. (Iin) Baca juga :

Read More

Berikut Daftar Produk Israel yang Jadi Target Boikot Masyarakat Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menghimbau umat Islam untuk menghindari sebisa mungkin transaksi ataupun menggunakan produk Israel dan afiliasinya yang mendukung penjajahan di Palestina. Imbauan tersebut berbarengan dengan dikeluarkannya fatwa bahwa membeli produk dari pendukung agresi Israel ke Palestina hukumnya haram. “Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina saat ini hukumnya wajib. Maka kita tidak boleh mendukung pihak yang memerangi Palestina, termasuk penggunaan produk yang hasilnya secara nyata menyokong tindakan pembunuhan warga Palestina,” terang Niam saat menyampaikan hasil fatwa MUI, Jumat (10/11/2023) lalu. Gerakan boikot pada produk-produk Israel dan yang terafiliasi dengan penjajahan Palestina terus menyebar luas. Sejumlah negara dengan tegas memutuskan untuk melakukan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS). BDS sendiri adalah gerakan boikot konsumen dengan meyakinkan pedagang di seluruh dunia untuk berhenti menjual produk Israel. Hingga saat ini ada sejumlah produk Israel yang diboikot dunia. Dilansir dari laman BDS Movement, berikut daftar produk Israel yang menjadi target boikot masyarakat dunia: Kabel listrik ini rencananya akan menghubungkan pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina ke Eropa. Pada tahun 2022, mereka menjalin kemitraan dengan perusahaan Israel Electra Consumer Products dan anak perusahaannya Yenot Bitan, yang keduanya terlibat dalam pelanggaran berat terhadap rakyat Palestina. Kedua perusahaan itu terlibat dalam “rasisme anti-Palestina, propaganda Israel, dan pengagungan kekerasan kolonial pemukim terhadap masyarakat adat,” sebagaimana dinyatakan oleh organisasi kebudayaan Palestina. Sejumlah produk lain yang diboikot masyarakat dunia karena disebut menyokong agresi Israel ke Palestina, di antaranyaMcDonald’s, Burger King, Papa John’s, Pizza Hut, dan lainnya. Produk-produk ini menjadi sasaran kampanye boikot organik akar rumput di berbagai negara. Karena perusahaan-perusahaan tersebut atau cabang serta waralaba mereka di Israel, secara terbuka mendukung apartheid Israel. (wink) Baca juga :

Read More

KH Abdul Chalim Beserta Enam Tokoh Pejuang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Jakarta — 1miliarsantri.net : Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2023 kepada enam tokoh dari berbagai daerah yang telah berjasa bagi bangsa dan negara, di Istana Negara, Jakarta. Salah satu tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional yakni almarhum KH Abdul Chalim dari Jawa Barat. KH Asep Saifuddin Chalim, putra almarhum KH Abdul Chalim mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan semua pihak yang telah menunjuk ayahnya sebagai Pahlawan Nasional. “Terima kasih kepada negara terutama kepada Presiden Jokowi karena beliau yang menandatangani sekaligus menganugerahkan gelar pahlawan nasional tersebut,” terang Asep di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/11/2023). Kiai Asep menjelaskan, KH Abdul Chalim merupakan seorang tokoh dalam kajian ilmiah pada peristiwa 10 November. KH Abdul Chalim, katanya, juga merupakan tokoh moderasi dan salah satu tokoh yang mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). “Beliau ketika mendirikan Nahdlatul Ulama sebagai yang mengundang para ulama untuk mendirikan Nahdlatul Ulama, beliau yang menjadi komunikator kepada para ulama tetapi yang lebih penting dari itu beliaulah penggagas bahwa pertemuan para ulama itu agenda utamanya adalah kemerdekaan Indonesia dalam resolusi jihad,” tutur kiau Asep. Wakil Ketua MPR Yandri Susanto menilai, KH Abdul Chalim layak dijadikan pahlawan nasional karena rekam jejak dan fakta-fakta yang mendukung. Menurutnya, KH Abdul Chalim ikut langsung berperang dan berdakwah serta memiliki perannya sangat strategis di Nahdlatul Ulama. “Tidak banyak yang sesempurna Kiai Abdul Halim. Istilah saya ada tiga di beliau yaitu politisi, pejuang, dan ulama. Kenapa politisi dia pernah menjadi anggota MP. Kenapa dia pejuang karena dia yang ikut dalam Resolusi Jihad, dia mendirikan Nahdlatul Ulama. Kenapa dia ulama karena dia mendakwah dan tokoh di Indonesia,” tandas Yandri. (rid) Baca juga :

Read More

Kajian Peran Ulama Dalam Sejarah Indonesia Menurut Beberapa Penulis

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Di Indonesia, kontribusi kaum ulama diakui sangat besar dalam konteks perjuangan, baik di lini pendidikan, sosial, dan bahkan politik kebangsaan. Sejarah mencatat, mereka berperan strategis, baik pada masa tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara pra-kolonial, masa penjajahan, maupun era kemerdekaan bahkan hingga saat ini. Ulama dan Kekuasaan merupakan salah satu buku yang merangkum narasi perjuangan ulama di Nusantara secara bernas dan mendalam. Karya guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Prof Jajat Burhanudin, ini mulanya merupakan disertasi yang dibuat sang penulis ketika menempuh studi S-3 di Leiden University (Belanda). Dengan karyanya itu, Prof Jajat bermaksud merevisi sejumlah historiografi Islam Indonesia modern yang muncul sebelumnya, yakni buah tangan para sejarawan sebelumnya yang telah menulis ihwal ketokohan ulama dalam pentas sejarah nasional. Sebut saja, The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942 karya Deliar Noer (1973) atau Muhammadiyah: The Political Behavior of a Muslim Modernist Organization Under Dutch Colonialism karya Alfian (1989). Maka, Ulama dan Kekuasaan berusaha mengemukakan aspek-aspek yang sempat terabaikan dari studi-studi terdahulu tentang ulama Nusantara. Fokusnya mengungkapkan bagaimana proses historis yang membuat ulama memiliki fondasi intelektual dan sosial yang mapan. Buku tersebut diawali dengan pembahasan tentang peran ulama saat Nusantara masih berupa kerajaan-kerajaan Islam. Nusantara pra-kolonial—atau kerap disebut the lands below the wind (‘negeri di bawah angin’)—menampilkan eratnya hubungan antara kalangan raja (penguasa politik) dan ulama. Hal ini merujuk pada kesaksian para pengelana yang mengunjungi negeri-negeri Muslim di kepulauan tersebut. Misalnya, Ibnu Battuta yang melawat ke Samudra Pasai—kerajaan Islam pertama di Nusantara—pada 1345/1346. Penjelajah terbesar Arab itu, menurut Jajat, melaporkan bahwa Raja Samudra Pasai saat itu, Sultan Malik al-Zahir, amat gemar belajar Islam pada ulama. Di istana raja tersebut, kerap berlangsung diskusi keilmuan antara elite kerajaan dan alim ulama. Jajat berkesimpulan, Islam merupakan faktor yang tak terpisahkan dalam pembentukan kerajaan-kerajaan di Nusantara sebelum datangnya masa kolonialisme Eropa. Hasilnya, lanjut dia, pandangan politik yang berpusat pada raja menjadi basis kultural bagi pembentukan diskursus intelektual Islam sepanjang periode pra-kolonial. Otoritas politik raja pun diwarnai narasi-narasi agama. Dalam membahas Nusantara era kerajaan-kerajaan Islam, Jajat juga menghubungkan keadaan saat itu dengan Tanah Suci. Bagi raja-raja dan alim ulama Muslim Nusantara, Makkah dan Madinah memiliki posisi penting dalam horizon pemikiran mereka. Jajat membahas ketokohan beberapa ulama Nusantara pada masa itu yang mengadakan rihlah keilmuan hingga ke Tanah Suci. Mereka antara lain adalah al-Raniri (wafat 1608), Abdurrauf al-Sinkili atau Abdurrauf Singkel (1615-1693), serta Yusuf al-Makassari (1627-1699). Menurut Jajat, mereka menjadikan daulat kerajaan sebagai tempat untuk melancarkan misi pembaruan agama Islam. Ide-ide pembaruan itu pun diperoleh terutama saat masing-masing menuntut ilmu di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada masa ini, pengaruh alim ulama di lingkungan istana kerajaan tak lepas dari adanya jabatan kadi. Menurut Jajat, lembaga kadi kian mapan pada abad ke-17, misalnya di Aceh atau Banten. Dalam kasus Kerajaan Aceh, di samping kadi juga terdapat lembaga lain yang bertugas memberi nasihat kepada raja. Syaikhul Islam, demikian nama lembaga itu, menunjukkan besarnya pengaruh intelektual Muslim di lingkungan istana. Salah satu tokoh syaikhul Islam yang terkemuka di Aceh ialah Hamzah Fansuri (wafat 1590). Memasuki era kolonialisme, Jajat menunjukkan adanya pembentukan elite Muslim baru. Keadaan itu tak lepas dari peran jaringan ulama Nusantara yang mengadakan rihlah atau bahkan mengajar di Tanah Suci. Mereka berkontribusi dalam mengintegrasikan Islam di Hindia Belanda—sebutan bagi Nusantara kala dicengkeram kolonialisme—ke dalam arus perkembangan Islam di Timur Tengah. Ulama-ulama Jawi yang pulang ke Tanah Air kerap membentuk suatu kelompok sosial yang berorientasi pada pemahaman Islam. Kalangan ulama juga turut andil dalam upaya melawan kolonialisme. Pada akhir abad ke-18, Makkah menjadi pusat gerakan puritan Wahhabi. Jajat menjelaskan, gerakan tersebut menjadi wadah intelektual dan politik Islam di Makkah. Pada gilirannya, Wahhabi mengilhami munculnya “gerakan reformis Islam pra-modern”—demikian Jajat meminjam istilah dari Fazlur Rahman (1966). Ulama-ulama Nusantara yang terpengaruh Wahhabi memunculkan peristiwa-peristiwa letupan perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Misalnya, kasus Gerakan Padri di Sumatra Barat (1807-1832). Gerakan itu muncul saat tiga ulama Minangkabau kembali dari Makkah pada 1803. Mereka adalah Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang. Setelah bersentuhan dengan Wahhabi di Tanah Suci, ketiganya pun melancarkan semangat pembaruan Wahhabi di daerah asal mereka. Awalnya, upaya mereka mendapat tantangan dari kaum adat. Bahkan, perang saudara pun tak terhindarkan. Akan tetapi, konflik yang ada lantas berubah menjadi perlawanan terhadap penjajah setelah Belanda memihak secara terbuka golongan adat. Di Jawa, pada abad ke-19 juga pecah Perang Diponegoro. Jajat mengakui, gerakan yang dimotori Pangeran Diponegoro (wafat 1855) itu tak memiliki hubungan dengan Wahhabi di Makkah. Akan tetapi, bangsawan Muslim Yogyakarta itu diilhami semangat kebangkitan Islam sehingga tampil memimpin perjuangan kaum Pribumi melawan Belanda. Selain itu, sang pangeran juga merangkul komunitas santri sebagai basis kekuatan. Peristiwa Banten tahun 1888 juga dibahas oleh Jajat dalam bukunya itu. Sebab gerakan perlawan ini diinisiasi para ulama terkemuka setempat waktu itu, yakni Haji Abdul Karim, Haji Tubagus Ismail, Haji Mardjuki, dan Haji Wasid. Mengutip kajian Kartodirdjo (1966), para alim itu menyebut pergerakan mereka sebagai jihad melawan kolonial. Selain itu, mereka berkomitmen kuat untuk mewujudkan masyarakat yang berorientasi syariat. Karya Prof Jajat Burhanudin tidak hanya menampilkan pembahasan flashback, melainkan juga menyoroti keadaan terkini. Dalam perenungannya, sang penulis meneroka keadaan Muslimin Indonesia, sekurang-kurangnya, sejak era Orde Baru hingga Reformasi kini. Dalam lingkup nasional, Majelis Ulama Indonesia (MUI) muncul sebagai kristalisasi peran golongan ulama. MUI berdiri sejak Juli 1975. Menurut Jajat, lembaga itu dirancang untuk memfasilitasi komunikasi dua arah antara kepentingan pemerintah dan masyarakat Muslim dengan cara di mana selurug kelompok Islam di negara ini dapat terwakili. Pada zaman Orde Baru, dia menjelaskan, MUI berada dalam bayang-bayang pemerintah. Keadaan itu mengingatkan orang-orang pada kantor penghulu bentukan pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-19 atau syaikhul Islam di Kerajaan Aceh abad ke-17. Memasuki era Reformasi, MUI pun bertransformasi. Kecenderungan orientasinya kini pada umat, alih-alih negara. Umat Islam Indonesia zaman Reformasi juga dapat mengambil rujukan dari ulama lain, yakni yang di luar kelembagaan MUI. Misalnya, untuk menyebut satu saja dari banyak contoh, ketokohan sosok KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Dengan dukungan ekspose media—televisi atau radio—ceramah-ceramah Aa Gym dapat menjangkau khalayak luas. Pengaruhnya pun kian besar seiring waktu. Jajat menegaskan, kalangan ulama merupakan salah satu faktor penyokong utama pembentukan…

Read More

Ingin Kuasai Jagad Maya, Israel Bangun Digital Dome untuk Perang di Sosial Media

Tel aviv — 1miliarsantri.net : Ribuan sukarelawan di Israel menjaring akun daring dan media sosial untuk mencari berita palsu dan misinformasi seputar perang negara tersebut dengan Hamas. Mereka ini yang menghadapi pertempuran lain dengan berada di dalam Digital Dome. Sejak konflik meningkat sebulan yang lalu, kebohongan, ketidakbenaran, dan disinformasi telah memicu konflik di seluruh dunia. Misinformasi dan gambar fotorealistik palsu yang dibuat oleh AI mengenai perang tersebut diedarkan dan dibagikan kembali di media sosial, memicu emosi dan kemarahan yang kuat dari kedua sisi. Untuk melawan perang informasi di dunia maya, sebuah organisasi pemantau disinformasi yang berbasis di Israel yang bernama FakeReporter menjalankan ruang perang yang dikelola oleh 2.500 sukarelawan di seluruh Israel. Tim ini didirikan oleh tim peneliti, aktivis, dan pakar Open Source Intelligence (OSINT). Para relawan menandai dan melaporkan konten yang dinilai mencurigakan, jahat, dan vulgar ke platform itu sendiri. FakeReporter juga membantah narasi yang menyesatkan di media sosial. Kepala komunikasi FakeReporter Yotam Frost mengatakan, perang antara Israel dan Hamas melampaui medan pertempuran, itu terungkap setiap hari di media sosial. “FakeReporter telah mengamati peningkatan disinformasi yang mengkhawatirkan, khususnya di X. Saat ini, melatih pemikiran kritis sangatlah penting untuk membedakan antara fakta dan opini,” ungkapnya dikutip dari AlArabiyah. Saat ini, organisasi itu telah melihat banyak contoh dengan beredarnya postingan palsu dan penuh kekerasan di X. Dalam banyak kasus, komunitas memberikan konteks yang tepat melalui catatan komunitas. “Hanya saja, meskipun sudah jelas bahwa postingan tersebut palsu, postingan tersebut tidak akan dihapus. Keputusan ini mencerminkan pilihan strategis X dan platform sosial lainnya,” kata Frost. Kondisi itu yang membuat FakeReporter dan pejabat senior di komunitas teknologi tinggi Israel menciptakan “Digital Dome” atau sebuah platform digital untuk melindungi publik dari konten berbahaya. “Inovasi ini bergantung pada kombinasi teknologi Kecerdasan Buatan dan laporan dari pengguna di semua platform, yang bertindak sebagai ‘mata di lapangan’,” ujarnya. Frost menyatakan, konsekuensi dari disinformasi dan misinformasi sangat besar. “Mereka menimbulkan ancaman serius terhadap demokrasi, melemahkan ketahanan sosial dan meningkatkan stres, kecemasan, kebencian, dan ekstremisme,” imbuhnya. Menurut Frost, perputaran informasi dapat dengan mudah mempengaruhi proses militer, politik, dan diplomatik serta pengambilan keputusan yang sebenarnya. Ancaman tersebut lebih dari sekedar disinformasi karena menyerang fondasi masyarakat demokratis dan kemampuan individu untuk melakukan debat yang rasional dan berdasarkan fakta. Saat ini, mereka berupaya menyaring sejumlah besar informasi yang dinilai tidak benar yang beredar di jagat maya. Frost mengatakan, hingga saat ini organisasi itu telah mengumpulkan lebih dari 20 ribu laporan berita palsu di media sosial. Penyaringan awal dilakukan oleh relawan berdedikasi yang mengidentifikasi dan meneruskan konten yang jelas-jelas melanggar pedoman komunitas platform media sosial. Laporan tersebut kemudian disempurnakan lebih lanjut oleh tim terpisah sebelum diserahkan langsung ke platform. Frost mengatakan, penyebaran informasi yang cepat saat ini bertentangan dengan proses penting penyelidikan menyeluruh, verifikasi, dan penyampaian informasi yang dapat dipercaya kepada publik. Dia memberikan contoh dengan seorang jurnalis Israel membagikan video lama yang memperlihatkan sebuah roket tidak berfungsi di langit, sehingga menimbulkan tuduhan bahwa Israel berusaha menutupi tindakannya. Pada hari yang sama, halaman Facebook yang mengaku sebagai halaman resmi IDF menyombongkan diri dan mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut, sehingga menyesatkan banyak orang. “Sangat penting untuk menyadari bahwa platform media sosial memiliki kemampuan, baik dalam teknologi, sumber daya manusia, atau sumber daya keuangan untuk meminimalkan penyebaran disinformasi,” lanjut Frost. Tapi Frost menyatakan, banyak yang memilih untuk tidak menerapkan langkah-langkah tersebut dan kebijakan yang ada gagal meminimalkan misinformasi dan disinformasi secara efektif. “Khususnya, platform seperti X telah mengurangi tim kepercayaan dan keselamatan mereka yang sudah sangat kekurangan staf,” paparnya. FakeReporter didirikan sekitar tiga tahun lalu dan dijalankan oleh Achiya Schatz. Sebelum perang, lembaga ini fokus membantu orang-orang yang menjadi sasaran pelecehan daring karena berani menentang korupsi pemerintah. Sebelum FakeReporter, Schatz adalah juru bicara sebuah organisasi bernama Breaking the Silence. Organisasi ini menerbitkan kesaksian anonim tentara Israel yang mengklaim bahwa mereka menyaksikan pelanggaran etika selama bertugas di Tepi Barat dan Gaza. “Anggap saja ini sebagai Iron Dome digital, yang melindungi kita semua dan menggagalkan siapa pun yang mencarinya untuk menyakiti kita,” pungkas Schatz menjelaskan tentang kehadiran Digital Dome dikutip dari calcalistech.(zain/AA) Baca juga :

Read More

Menag Berharap BKM Bisa Perkuat Masjid Menjadi Pusat Kegiatan Sosial Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pesan Presiden Joko Widodo terkait revitalisasi masjid di Indonesia. Masjid hanya untuk pusat kegiatan sosial dan dilarang untuk politik praktis. “Presiden menegaskan dua pesan. Pertama, masjid bukan hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan saja, tapi juga pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Menag dikutip Minggu (13/11/2023) Menag menuturkan, hal ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW saat mendirikan Masjid Quba di Madinah. “Masjid Quba inilah yang mendorong kemajuan peradaban kota Madinah pada masa itu. Kota Madinah ini maju karena kontrak sosial atau konstitusi yang lahir berkat perundingan-perundingan untuk kemaslahatan umat yang dibahas di masjid. Kedua, sebagai pengurus BKM kita harus menjaga masjid agar tidak digunakan sebagai tempat berpolitik praktis,” ungkap Menag. Ia menuturkan, semestinya kalau ingin berpolitik di masjid maka harus mencontoh apa yang dilakukan pada masa Rasulullah. Pada masa Rasulullah, menurut Menag, masjid adalah tempat membicarakan politik untuk persatuan umat dan tidak terkait dengan perbedaan kepentingan. Inilah high politics. “Dulu Nabi Muhammad SAW di masjid melakukan politik keumatan atau istilahnya sekarang high politics, tidak terkait dengan perbedaan kepentingan, dan justru sebaliknya mempersatukan perbedaan dari berbagai kabilah di sana,” papar Menag. Hal ini berbeda dengan yang terjadi saat ini. Kegiatan politisasi yang dilakukan di masjid pada saat ini justru cenderung memecah belah umat dan mengkotak-kotakkan umat. “Ketika melakukan konsolidasi politik di masjid, justru terjadi pengkotakan. Ini tidak boleh kita biarkan,” ucap Menag Yaqut. Namun sayangnya, menurut Menag, banyak orang yang beranggapan konsolidasi politik yang dilakukan di masjid menjadi bagian yang dicontohkan Rasulullah. Hal ini yang menurutnya, pengurus BKM perlu mengambil peran untuk menjelaskan kesalahpahaman tersebut. Ia mengungkapkan aktivitas politik di masjid saat ini sering dikaitkan dengan aktivitas Nabi Muhammad SAW saat membangun peradaban di Madinah dengan berpolitik di masjid pada zaman dahulu. Menurutnya, hal ini berbeda dengan yang terjadi pada zaman sekarang dan tidak bisa disamakan dengan yang terjadi di zaman dahulu. “Pada masa Nabi, politik yang berjalan di masjid itu adalah politik yang mempersatukan banyaknya kabilah-kabilah yang berbeda. jika masjid dijadikan alat berpolitik justru yang terjadi adalah pengkotak-kotakkan. Itu berbanding terbalik dengan politik pada masa Rasulullah,” jelasnya. Lebih lanjut, Menag berharap Rakernas BKM yang berlangsung pada 8-10 November 2023 lalu dapat memberikan kontribusi besar dalam penguatan peran masjid di Indonesia. “BKM ini mendapat dukungan besar, jadi saya berharap juga dapat memainkan peran yang lebih besar. Mari kita gunakan masjid, kita desain jadi masjid di mana dulu pernah dicita-citakan Rasulullah, yang bukan hanya menjadi pusat kegiatan ibadah umat Muslim, tapi juga menjadi pusat kegiatan sosial ekonomi untuk kemakmuran untuk umat yang lebih luas,” pungkas Menag. Baca juga :

Read More

Cara Menjaga Lidah Kita Agar Terhindar dari Keburukan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Lidah adalah berkah dari Allah sebagai alat komunikasi yang hebat. Hewan tidak dapat berbicara, sedangkan manusia bisa. Lalu, bagaimana cara menunjukkan rasa syukur atas lidah Anda? Yakni dengan menggunakan lidah dengan cara yang benar. Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang menjaga apa yang ada di antara dua rahangnya, maka aku akan menjamin surga baginya.” (HR. Bukhari). Lidah memang anugerah besar bagi manusia. Namun, banyak manusia terjerumus ke dalam keburukan karena salah menggunakan lidah untuk berbicara. Khawlah b. Yahya, pendiri SISTERS’ PROJECT dan penulis buku How to Live by the Names of Allah, mencontohkan satu dosa besar yang dihasilan oleh kejahatan lidah, yakni menggunjing. Nabi Muhammad pernah bertanya kepada para sahabatnya: “Tahukah kalian apa itu menggunjing?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda: “Menyebutkan tentang saudaramu apa yang ia benci.” Mereka berkata: “Bagaimana jika apa yang kami katakan tentang saudara kami itu benar?” Beliau bersabda: Jika ada pada dirinya apa yang kalian katakan tentangnya, maka itu adalah ghibah (menggunjing), dan jika kalian mengatakan tentangnya apa yang tidak benar, maka kalian telah memfitnahnya. (HR. Muslim) Allah berfirman dalam Al-Quran: “Janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.” (QS Al hujurat: 12) 4 Tips Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Buruk MenggunjingKhawlah membagikan empat tips cara mengatasi kebiasaan menggunjing. Pertama, ingatlah hukuman Allah dan renungkanlah ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang perkataan buruk. Kedua, takutlah bahwa kesalahan Anda akan terungkap. Rasulullah bersabda: “Wahai orang-orang yang beriman dengan lidah kalian, namun keimanan belum masuk ke dalam hati kalian. Janganlah kalian menggunjingkan kaum Muslimin, dan janganlah kalian mengikuti aib-aib mereka. Karena barangsiapa yang mengikuti aib orang lain, maka Allah akan membuka aibnya, dan barangsiapa yang dibukakan aibnya oleh Allah, maka Allah akan mempermalukannya di dalam rumahnya sendiri.” (HR. Abu Dawud) Ketiga, ketahuilah bahwa Anda memberikan pahala kepada orang lain jika Anda menggunjingkan mereka. Seorang pria datang kepada Hasan al-Bashri dan mengatakan bahwa ia telah mendengar bahwa Hasan al-Bashri telah menggunjingnya. Mendengar hal ini, ia berkata: “Siapakah kamu sehingga aku memberikan pahala kepadamu?” Dikatakan pula: “Seandainya aku menggunjing, aku akan menggunjing kedua orang tuaku, karena mereka yang paling berhak mendapatkan pahala dariku!” Keempat, hal paling penting adalah bahwa ada pahala yang besar dalam menjauhi ghibah. Nabi bersabda: “Barangsiapa yang menjaga kehormatan saudaranya ketika ia tidak ada, maka Allah akan menjaga wajahnya dari api neraka pada hari kiamat.” (Sunan at-Tirmidzi) Berbicara hal baik-baik atau diam. Ucapan Anda bisa berupa khayr (baik), syarr (jahat), atau laghw (sia-sia). Selain ucapan yang baik, diam juga bisa menjadi pendorong produktivitas yang hebat! Diam bisa menjadi ibadah. Diam adalah perhiasan tanpa permata dan benteng tanpa tembok. “Diam membebaskan kita dari keharusan meminta maaf kepada siapa pun, malaikat pencatat tidak mencatat apa pun saat kita diam, dan kesalahan kita disembunyikan,” kata Khawlah melalui laman about Islam, Sabtu (11/11/2023). Tiga Cara Mengendalikan Lidah Sebelum Anda berbicara, tanyakan pada diri Anda sendiri: Apakah perkataan saya ini akan menyenangkan Allah? Apakah perkataan saya ini akan mendekatkan saya kepada Allah? Apakah perkataan ini akan menghasilkan ketaatan kepada Allah? Jika ya, bicaralah, jika tidak, diamlah.” “Jumlah yang Anda masukkan harus cukup besar untuk membuat Anda merasa menyesal dan mengingat betapa besar kerugian yang akan Anda terima di akhirat! Anda dapat menyumbangkan uang tersebut untuk amal,” tutur Khawlah. “Tidaklah sulit untuk menghentikan kebiasaan berbicara kotor. Gantilah dengan dzikir. Kapanpun Anda bisa, mulailah mengganti kata-kata umpatan Anda dengan Alhamdulillah, atau Subhanallah atau kata-kata dzikir lainnya. Dengan cara ini Anda mendapatkan pahala dari mengingat Allah dan Anda membersihkan hati dan lidah Anda dari kata-kata kotor, karena Allah membenci kata-kata kotor!” pungkas Khawlah. (yat) Baca juga :

Read More