Begini Cara Rasulullah SAW Bermesraan dengan Istri yang Sedang Haid

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW adalah sosok yang paling baik untuk keluarganya, paling baik hati dan paling penyayang. Beliau Rasulullah SAW juga adalah sosok yang paling baik kepada istri. Rasulullah SAW juga pernah berpesan untuk bersikap dengan sebaik-baiknya kepada keluarga. Sebagaimana hadits berikut: عن عائشة، قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي Diriwayatkan dari Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarga. Dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi) Contoh baiknya Rasulullah SAW kepada keluarganya juga ditunjukkan melalui sikap mesra beliau kepada Aisyah RA yang sedang haid. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, yang berkata: كُنْتُ أشْرَبُ وأَنَا حَائِضٌ، ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ علَى مَوْضِعِ فِيَّ، فَيَشْرَبُ، وأَتَعَرَّقُ العَرْقَ وأَنَا حَائِضٌ، ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ علَى مَوْضِعِ فِيَّ. وَلَمْ يَذْكُرْ زُهَيْرٌ فَيَشْرَبُ. “Aku minum ketika sedang haid, lalu memberikan minum itu kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau meletakkan mulutnya di bagian bekas bibirku pada gelas tersebut, lalu meminumnya. Aku juga pernah menggigit daging ketika sedang haid, kemudian aku menyuapkannya kepada Rasulullah SAW, dan beliau SAW meletakkan mulutnya di bagian bekas bibirku.” (HR. Muslim) Dalam hadits tersebut, Aisyah RA menceritakan tentang apa yang dilakukan Rasulullah SAW kepadanya ketika dia sedang haid. Aisyah minum dengan bejana (semacam gelas), dan Rasulullah SAW juga meminumnya di bagian bekas bibir Aisyah pada bejana tersebut. Begitu pun pada saat Aisyah makan daging dalam kondisi haid. Daging yang tersisa setelah dimakan Aisyah, diambil Rasulullah SAW, lalu dimakan beliau pada bagian bekas gigitan Aisyah. Hal itu bertujuan untuk menyenangkan istri yang sedang haid. Juga untuk menghilangkan rasa sedih yang sering kali hinggap pada istri yang haid. Ini juga merupakan bentuk perilaku yang baik antara suami dengan istri yang sedang haid. Apa yang ditunjukkan Rasulullah SAW itu berlawanan dengan sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang pada masa sebelum Islam. Ketika itu, jika ada wanita yang haid, maka orang-orang tidak akan memakan atau meminum dari bekas perempuan yang haid. (yus) Baca juga :

Read More

Lima Mahasiswa dari Palestina Dapat Beasiswa dari Universitas Airlangga Surabaya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Airlangga (Unair) memberikan beasiswa kepada lima mahasiswa asal Palestina. Beasiswa itu diberikan pada Sidang Dies Natalis Ke-69 Universitas Airlangga, di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, Surabaya, Rabu (15/11/2023). Lima mahasiswa Palestina masing-masing mendapatkan bantuan biaya hidup sebesar 5 juta rupiah serta biaya kuliah sesuai dengan yang berlaku pada program studi masing-masing mahasiswa. Salah satu penerima beasiswa tersebut yaitu Amina Alzaanin, mahasiswa S3 Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga. Amina mengaku belum mengetahui kondisi terkini keluarganya di Palestina. “Belum ada komunikasi, selama 15 hari ini belum ada kabar apapun. Kalau rumah saya sudah dibom, sudah hancur. Jadi kondisi saat ini merupakan perang yang besar,” ucap Amina. Amina merasa terbantu oleh dukungan dan doa yang civitas akademika Unair berikan, terlebih lagi beasiswa yang ia terima. Karena hal itu, ia dapat kembali menjaga semangat untuk terus melanjutkan studinya. “Terima kasih banyak karena kita semua di sini mengetahui bagaimana kondisi saat ini di Gaza, kita tidak bisa komunikasi sama keluarga kita. Akan tetapi, Universitas Airlangga membuat kita merasa tidak sendiri di sini dan terus semangat untuk melanjutkan kuliah,” ujar Amina Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih SE MT Ak, menyampaikan rasa duka terhadap peristiwa di Palestina saat ini. Dia mengatakan, beberapa mahasiswa Palestina tidak dapat menghubungi sanak saudaranya di sana. Akibatnya, kiriman biaya hidup yang seharusnya mahasiswa terima harus terhenti begitu saja. “Ada kawan-kawan yang untuk menghubungi keluarganya saja kesulitan bahkan tidak bisa. Apalagi untuk mendapatkan kiriman biaya dan lain-lain. Sehingga, pasti kondisi seperti sekarang akan sangat mengganggu proses belajar mengajar dari kawan-kawan mahasiswa,” ucap Nasih. Menganut nilai ‘Morality’, Unair terpanggil untuk memberikan kontribusi terbaiknya. Prof Nasih mengatakan, dukungan moral maupun materi dapat membantu mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi mereka di Indonesia. “Support dari kita sangat dibutuhkan untuk bisa menyelamatkan, paling tidak studi kawan-kawan mahasiswa yang berasal dari Palestina. Rencananya kita memberikan beasiswa sampai dengan selesainya studi yang bersangkutan,” ujar Prof Nasih. (har) Baca juga :

Read More

Nasihat Istri yang Menguatkan Dakwah Rasulullah SAW

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW adalah contoh teladan dalam memimpin keluarga dan istri-istri beliau. Rasulullah SAW juga menunjukkan bagaimana perlunya mendengar pendapat dari istri. Beliau tidak menolak mendengarkan pendapat mereka. Rasulullah SAW biasa meminta pendapat istri-istrinya mengenai beberapa perkara agama dan urusan kenegaraan. Salah satu kisahnya adalah ketika Rasulullah SAW mengikuti pendapat istrinya, Ummu Salamah, dalam konteks ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu beliau Rasulullah SAW meminta para sahabat untuk melakukan beberapa hal, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang melakukannya. Berikut ini penggalan dari hadits panjang yang menceritakan tentang hal tersebut, sebagaimana diriwayatkan dari Miswar bin Makhramah RA. قالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ لأصْحَابِهِ: قُومُوا فَانْحَرُوا ثُمَّ احْلِقُوا، قالَ: فَوَاللَّهِ ما قَامَ منهمْ رَجُلٌ حتَّى قالَ ذلكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَلَمَّا لَمْ يَقُمْ منهمْ أحَدٌ دَخَلَ علَى أُمِّ سَلَمَةَ، فَذَكَرَ لَهَا ما لَقِيَ مِنَ النَّاسِ، فَقالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ: يا نَبِيَّ اللَّهِ، أتُحِبُّ ذلكَ؟ اخْرُجْ ثُمَّ لا تُكَلِّمْ أحَدًا منهمْ كَلِمَةً، حتَّى تَنْحَرَ بُدْنَكَ، وتَدْعُوَ حَالِقَكَ فَيَحْلِقَكَ، فَخَرَجَ فَلَمْ يُكَلِّمْ أحَدًا منهمْ حتَّى فَعَلَ ذلكَ؛ نَحَرَ بُدْنَهُ، ودَعَا حَالِقَهُ فَحَلَقَهُ، فَلَمَّا رَأَوْا ذلكَ قَامُوا، فَنَحَرُوا، وجَعَلَ بَعْضُهُمْ يَحْلِقُ بَعْضًا Setelah Rasulullah SAW menyelesaikan perjanjian Hudaibiyah, beliau Rasulullah SAW menyerukan sahabat-sahabatnya, “Bangunlah dan sembelihlah kurban-kurban kalian, lalu cukur rambut kalian.” Demi Allah, tidak ada satu pun sahabat Rasulullah SAW yang berdiri untuk mengikuti perintah tersebut. Walaupun perintah itu diulang tiga kali. Setelah terlihat tidak ada satu pun yang menunaikan perintah, Rasulullah SAW masuk ke tenda Ummu Salamah dan menceritakan apa yang telah beliau hadapi dari orang-orang. Kemudian, Ummu Salamah RA berkata, Wahai Nabi Allah, apakah kamu ingin mereka melakukan hal itu? Keluarlah tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada mereka, sampai kamu menyembelih kurban dan mendatangkan tukang cukur untuk memangkas rambutmu.” Rasulullah SAW pun keluar dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun kepada orang-orang, sampai beliau melakukannya, yakni menyembelih kurban dan mendatangkan tukang cukur untuk memangkas rambut beliau. Lalu para sahabat melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW. Mereka pun bangkit dan menyembelih kurban serta mencukur rambut mereka satu sama lain.” (HR. Bukhari). (yat) Baca juga :

Read More

Kemenag Bakal Cetak Al-Qur’an Bahasa Isyarat Pertama di Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) berupaya memperluas akses layanan publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satunya menyelesaikan penyusunan mushaf Al-Qur’an Bahasa Isyarat 30 Juz. “Alhamdulillah, proses penyunan mushaf Al-Qur’an Isyarat sudah selesai dan akan segera kita cetak. Ini akan menjadi mushaf Al-Qur’an Bahasa Isyarat pertama di Indonesia, bahkan dunia,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Senin (13/11/2023). Menag berharap kehadiran mushaf Al-Qur’an Isyarat ini dapat memudahkan akses masyarakat disabilitas terhadap kitab suci. “Ini yang selama ini juga menjadi arahan dari Presiden Joko Widodo agar layanan pemerintahan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” sambungnya. Selain mushaf Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Kemenag juga memiliki mushaf Al-Qur’an 30 juz standar Braille. Saat ini, telah dilakukan proses penyempurnaan cetakan mushaf Al-Qur’an yang diperuntukkan khususnya bagi masyarakat disabilitas netra. Menurut Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) H Abdul Aziz Sidqi, mushaf Al-Qur’an Isyarat telah hadir dalam format digital dan dapat diakses melalui aplikasi Pusaka Superapps Kementerian Agama. Saat ini, pihaknya sedang melakukan proses cetak mushaf Al-Qur’an Isyarat dan rencananya terbit pada akhir 2023. “Kita siapkan versi cetaknya. Insya Allah akan selesai pada akhir 2023 ini,” ungkap Aziz, panggilan akrabnya. Senada dengan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Aziz mengaku pihaknya telah melakukan kajian. Hasilnya, sekarang belum ada cetakan mushaf Al-Qur’an Bahasa Isyarat. “Setelah kami lakukan semacam kajian, ini adalah mushaf Al-Qur’an Isyarat pertama 30 juz yang ada di dunia,” sambungnya. Menurut Aziz, mushaf Al-Qur’an Isyarat diperkirakan memiliki halaman lebih tebal dari mushaf pada umumnya. Ini karena, mushaf Al-Qur’an Isyarat memuat tidak hanya teks Al-Qur’an semata, tetapi juga akan memuat font isyaratnya. Mushaf Al-Qur’an Isyarat akan dicetak dalam dua jilid. Jilid pertama mencakup Juz 1-15, sementara jilid kedua mencakup Juz 16-30. Rencananya, dalam terbitan pertama akan dicetak kurang lebih 1.000 hingga 2.000 eksemplar. “Kurang lebih sekitar, 1.000-2.000 eksemplar. Jadi, karena ini tidak sama seperti Al-Qur’an biasa, kita buat 2 jilid karena, kalau (juz 1-30) 1 jilid, ini akan tebal sekali,” sambungnya. Terdapat dua metode yang digunakan dalam mushaf Al-Qur’an Isyarat yaitu metode kitabah dan metode tilawah. Pada proses penyusunannya, Aziz menyebut pihaknya bersinergi dengan para ahli, teman disabilitas tuli, dan berbagai organisasi terkait. “Bersama-sama merumuskan kesepakatan mengenai huruf, harakat, dan tanda baca. Setelah itu, tim yang sama menyusunnya dengan melibatkan semua stakeholder yang terlibat. Kita cek satu persatu, kita susun ayatnya mulai dari Al-Fatihah, sampai An-Nas, kita cek dan baca satu persatu, hurufnya harakatnya, karena ini Al-Quran tidak boleh ada yang kurang atau kelebihan huruf maupun harakat. Kami mematikan bahwa nanti Al-Qur’an yang kami cetak sudah sahih, tidak ada lagi kesalahan. Tidak ada lagi kesalahan,” imbuhnya. Aziz menjelaskan bahwa proses penyusunan mushaf Al-Qur’an Isyarat sudah dimulai sejak 2021 dengan diawali menyusun panduan membaca Al-Qur’an bahasa isyarat. Setelah peluncuran Juz ‘Amma bahasa isyarat pada 2022, pihaknya kemudian melanjutkan penyusunan seluruh 30 juz Al-Qur’an dalam bahasa isyarat. Mushaf Al-Qur’an Isyarat ini, terang Aziz, merupakan wujud perhatian penuh pemerintah dalam hal ini Kemenag melalui LPMQ terhadap layanan keagamaan, khususnya terkait Al-Qur’an. Upaya ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan kitab suci dan lektur keagamaan yang mudah diakses. “Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas di mana di situ disebutkan dalam Pasal 14 di huruf C itu jelas dikatakan bahwa penyandang disabilitas juga berhak mendapat layanan kitab suci dan juga lektur keagamaan yang mudah diakses,” pungkasnya (rid) Baca juga :

Read More

Kisah Musailamah Sang Pendusta

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Musailamah al-Kadzab mengaku dirinya sebagai nabi pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Awalnya, ia pemeluk Islam dari Yamamah di Jazirah Arab, yang dikenal sebagai orang yang memiliki sifat lemah lembut dalam bertutur, pandai bicara, dan menarik simpati. Bahkan di lingkungan sekitarnya, Musailamah al-Kadzab didukung oleh Bani Hanifah dan memiliki pengaruh cukup besar. Karena klaimnya sebagai nabi, Musailamah al-Kadzab terlibat dalam Pertempuran Yamamah bersama pasukan Amirul Mukminin Abu Bakar dan tewas di tangan Wahsyi bin Harb. Wahsyi telah mendapat hidayah sehingga dia menyatakan keimanannya. Dia yang menewaskan paman Nabi SAW, yaitu Hamzah. Adapun Musailamah bin Habib memperoleh julukan al-Kadzab karena dia seorang pembohong atau pendusta. Perkembangan pengikut Musailamah makin hari makin besar. Dengan kepercayaan diri, dia membuat kitab dengan harapan ada legitimasi. Namun para ahli seni menilai kitab tersebut tidak mempunyai nilai seni. Ajaran Musailamah al-Kadzab semakin berkembang hingga Nabi Muhammad SAW wafat pada 632 H. Selepas Nabi Muhammad SAW wafat, Musailamah dan pengikutnya makin membuat tidak menyenangkan pemimpin Islam di Madinah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin Abu Bakar. Bahkan Musailamah menyerukan akan memerangi Madinah, yang saat itu menjadi pusat pemerintahan Islam. Menanggapi hal itu, Amirul Mukminin Abu Bakar kemudian mengutus panglima perangnya, Khalid bin Walid, beserta pasukannya untuk menumpas Musailamah dan pengikutnya. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba yang senantiasa berdusta dan terbiasa berdusta, akhirnya dicap di sisi Allah SWT sebagai pendusta.” Kemudian Nabi SAW melanjutkan, “Celakalah bagi orang-orang yang berbicara, kemudian dia berdusta, kemudian dia ditertawakan oleh manusia. Celakalah dia. Celakalah dia.” Seseorang bertanya pada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, mungkinkah seorang Mukmin itu berzina? Mungkinkah seorang Mukmin itu mencuri?” Rasulullah SAW menjawab, “Kadang-kadang bisa terjadi hal yang demikian itu (berzina dan mencuri).” Kemudian Rasulullah ditanya lagi, “Mungkinkah dia berdusta?” Beliau menjawab, “Tidak. Sesungguhnya dusta itu dibuat oleh orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah SWT.” Jelas dalam hadis tersebut ditegaskan bahwa pendusta itu disamakan sebagai hamba yang tidak mengimani ayat-ayat-Nya. Sedangkan orang mencuri dan berzina, merupakan tindakan khilaf (maksiat), tapi dia meyakini ayat-ayat-Nya. Ada seorang ibu berkata kepada anak kecilnya, “Kemarilah! Nanti aku beri engkau.” Maka Nabi SAW bertanya, “Apa yang akan engkau berikan jika ia datang?” Wanita itu menjawab, “Kurma.” Nabi SAW berkata, “Jika engkau tidak melakukannya, maka tercatat atasmu sebuah dusta.” Pada saat kita awal membangun sebuah rumah tangga dengan karunia putra-putri yang rupawan, sering kita berkata saat mau berangkat kerja sambil berpamitan pada anak-anak, “Nanti diberikan oleh-oleh ya.” Namun sering kita lupa tidak membelikannya saat pulang pada malam harinya. Inilah bentuk dusta yang kita tidak menyadari dan bahayanya jika hal itu terjadi berulang, sehingga berdusta kita anggap hal biasa. Apalagi jika kebiasaan ini terjadi pada tokoh, dampaknya akan lebih besar daripada seorang ibu yang lupa memenuhi janji pada anaknya. Hendaknya seseorang menghindari perbuatan dusta, termasuk dalam angan-angan dan perkataan hati. Dalam kehidupan keseharian, sering kita jumpai seseorang berdusta untuk memperoleh tambahan harta dan kehormatan. Jika terdesak untuk berbohong, maka dia mesti mengatur dengan kata-kata kiasan sebisa mungkin hingga dirinya tidak menganggapnya sebagai kebohongan. Ini merupakan tindakan pembenaran atas dusta yang dilakukannya. Kita bersikap optimistis agar negeri ini bebas dari contoh Musailamah al-Kadzab. Ada dusta yang diperbolehkan, Ummu Kultsum RA berkata, “Rasulullah SAW tidaklah meringankan (membolehkan) dusta sedikit pun kecuali dalam tiga hal, yaitu seseorang yang berkata-kata untuk mendamaikan, seseorang yang berkata-kata ketika perang, dan seseorang yang memuji istrinya.” Oleh karena itu, semenjak dini anak-anak kita dan keturunannya dididik untuk bersikap jujur yang jauh dari dusta. (mif) Baca juga :

Read More

Menag Usulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 Sebesar Rp105 Juta

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M dengan sebesar rata-rata Rp105 juta. Usulan ini disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas kepada DPR dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII, Senin (13/11/2023). Rapat Kerja ini mengagendakan pembahasan tentang Pembicaraan Pendahuluan BPIH dan Pembentukan Panja (Panitia Kerja) BPIH Tahun 1445 H/2024 M. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi menyepakati Moekhlas Sidik sebagai Ketua Panja yang akan memimpin serangkaian rapat pembahasan tentang biaya haji 2024. “Pemerintah kemarin menggelar rapat kerja dengan Komisi VIII membahas biaya haji. Siklusnya memang pemerintah mengajukan usulan biaya haji. Kita usulkan BPIH sebesar Rp105 juta per jemaah. Usulan ini yang akan dijadikan bahan pembahasan oleh Panja untuk nantinya disepakati berapa biaya haji tahun 2024,” jelas Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (15/11/2023). Undang-undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa BPIH adalah sejumlah dana yang digunakan untuk operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji. Pasal 44 menyebutkan bahwa BPIH bersumber dari Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji yang harus dibayar jemaah), anggaran pendapatan dan belanja negara, Nilai Manfaat, Dana Efisiensi, dan/atau sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Jadi ini masih usulan awal yang akan dibahas di Panja. Kalau sudah ditelaah dan dikaji harga-harga di lapangan, baru disepakati dan ditetapkan berapa yang dibayar jemaah haji (Bipih) dan berapa yang diambilkan dari nilai manfaat setoran awal jemaah,” sambung Menag. Menurut Menag, ada yang berbeda dalam skema pengusulan biaya haji 2024 dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah dalam Raker DPR kemarin hanya mengusulkan besaran BPIH-nya saja. Pemerintah tidak lagi menghitung komposisi besaran Bipih yang akan dibayar jemaah dan Nilai Manfaat. “BPIH yang diusulkan pemerintah ini selanjutnya akan dibahas secara lebih detil setiap komponennya oleh Panja BPIH. Setelah BPIH disepakati, baru akan dihitung komposisi berapa besaran Bipih yang dibayar jemaah dan berapa yang bersumber dari Nilai Manfaat,” papar Menag Yaqut. Sebagai informasi, pemerintah pada 2023 mengusulkan BPIH dengan rata-rata sebesar Rp98.893.909,11. Setelah dilakukan serangkaian pembahasan melalui Panja BPIH dan peninjauan harga, pada akhirnya disepakati BPIH 2023 rata-rata sebesar Rp90.050.637,26, dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp15.150 dan 1 SAR sebesar Rp4.040. Selanjutnya, disepakati biaya Bipih yang dibayar jemaah pada 2023 rata-rata sebesar Rp49.812.700,26 (55,3%), sedang yang bersumber dari nilai manfaat sebesar rata-rata Rp40.237.937 (44,7%). (wink)

Read More

KH Ali Mujib: Ada Doa Orang Tua dalam Kesuksesan Anak

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hasanah Tulungagung Jawa Timur, KH Ali Mujib mengingatkan, kesuksesan seorang anak tak bisa dilepaskan dari doa orang tua. “Siapa pun kita bisa sukses itu pasti di belakang kita ada orang-orang hebat yang harus kita akui keberadaannya,” ujar Kiai Mujib. Orang-orang tersebut adalah orang tua. Tidak ada seorang anak yang sukses tanpa doa orang tua utamanya doa seorang ibu. Kiai Mujib menambahkan, bagi seorang murid yang paling berjasa dalam hidupnya adalah seorang guru. Bagi seorang suami yang berjasa dalam hidupnya tentu istrinya. “Sehebat-hebatnya kita sebagai suami pasti ada doa istri yang istimewa makanya seorang suami tidak boleh bangga diri ketika sukses. Dia harus ingat betapa besar pengaruh istrinya yang sangat luar biasa dalam menentukan keberhasilan seorang suami, sehingga nama suami harus berada di dalam doa seorang istri. Makanya suami yang paham itu akan tahu kalau di balik kesuksesannya ada doa istri yang tulus di belakanganya,” bebernya. Kiai Mujib menerangkan, ada beberapa kewajiban yang dilakukan oleh anak semasa kedua orang tua masih hidup, yaitu mentaati semua perintahnya. Dengan catatan perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Menurutnya, hukum mentaati kedua orang tua adalah wajib atas setiap Muslim dan haram hukumnya mendurhakai keduanya. Tidak diperbolehkan sedikit pun mendurhakai dan menyakiti mereka berdua. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh mendurhakai apa saja yang diperintahkan oleh kedua orang tua. “Barangsiapa yang menomorsatukan orang tuanya maka Allah akan menomorsatukan anak-anaknya. Tidak hanya rezeki yang berkah, anak kita pun akan disukseskan oleh Allah. Cukup kita berbuat baik kepada orang tua maka Allah akan memberikan balasan kebaikan kepada anak keturunan kita,” imbuhnya. Di akhir penyampaiannya KH Ali Mujib mengingatkan tentang larangan bagi seorang ibu berbicara kasar atau seenaknya kepada anak-anaknya karena ucapan yang keluar dari seorang ibu jadi doa untuk anak-anaknya. “Sehingga diusahakan meski sedang dalam keadaan marah tetap membiasakan diri untuk berbicara yang baik-baik saja terhadap anak-anaknya,” pungkasnya. (don) Baca juga :

Read More

Bacaan Dzikir Yang Dicintai Allah dan Rasul Nya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Terdapat kalimat yang begitu dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yakni tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. “Kalimat yang paling mulia sesudah Alquran adalah tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Banyak dalil yang menjelaskan keistimewaan empat kalimat tersebut,” kata Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi’i Jember, Ustaz Abdullah Zaen Lc.,MA melalui pesan Telegram. Ustadz Abdullah menjelaskan, di antara fadilahnya empat kalimat istimewa tersebut ialah: “Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat. Subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah dan Allahu akbar. Tidak masalah engkau memulainya dari manapun”. HR. Muslim dari Samurah bin Jundub. “Aku bisa mengucapkan subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illallah dan Allahu akbar, lebih kucintai dibandingkan dunia seisinya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. “مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ، وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ” “Tidaklah seorang di muka bumi mengucapkan la ilaha illallah, Allahu akbar, subhanallah, alhamdulillah dan la haula wa la quwwata illah billah; melainkan dosa-dosanya akan diampuni, walaupun lebih banyak dibanding buih di lautan”. HR. Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahaby. عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشَجَرَةٍ يَابِسَةِ الوَرَقِ فَضَرَبَهَا بِعَصَاهُ فَتَنَاثَرَ الوَرَقُ، فَقَالَ: “إِنَّ الحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَتُسَاقِطُ مِنْ ذُنُوبِ العَبْدِ كَمَا تَسَاقَطَ وَرَقُ هَذِهِ الشَّجَرَةِ” Anas bin Malik bertutur, bahwa suatu saat Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam melewati pohon yang daun-daunnya telah kering. Lalu beliau memukulkan tongkatnya ke pohon, maka berguguranlah daun-daunnya. Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya alhamdulillah, subhanallah, la ilah illallah dan Allahu akbar akan menggugurkan dosa-dosa hamba sebagaimana bergugurannya dedaunan pohon ini”. HR. Tirmidzy dan dinyatakan hasan. Ustadz Abdullah mengatakan, para ulama menjelaskan bahwa dosa-dosa yang dimaksud dalam hadits di atas adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar maka untuk menghapuskannya perlu dengan taubat. Sebagaimana diterangkan dalam hadits-hadits lain. (yat) Baca juga :

Read More

Jika Hizbullah Berulah, Menhan Israel Ancam Akan Jadikan Lebanon Seperti Gaza

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperingatkan Hizbullah bahwa melancarkan perang akan mengakibatkan kehancuran yang luas di Lebanon. Kondisi serupa dengan yang terjadi di Gaza bisa terjadi pula di Lebanon. “Jika Hizbullah melakukan kesalahan seperti ini di sini, pihak yang akan menanggung dampaknya adalah warga Lebanon yang pertama dan terutama. Apa yang kami lakukan di Gaza, juga bisa kami lakukan di Beirut,” ujar Gallant kepada tentara di perbatasan utara Israel dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantornya. Pemimpin Hizbullah yang berkuasa di Lebanon Hassan Nasrallah mengatakan sebelumnya, kelompok bersenjatanya telah menggunakan senjata jenis baru dan menyerang sasaran baru di Israel dalam beberapa hari terakhir. Hizbullah telah menggunakan rudal yang dikenal sebagai Burkan, yang menggambarkan muatan bahan peledaknya antara 300 hingga 500 kilogram. Dia juga mengonfirmasi bahwa kelompok tersebut telah menggunakan senjata drone untuk pertama kalinya. “Hizbullah berjanji bahwa front di selatan melawan musuh bebuyutannya akan tetap aktif. Nasrallah sebelumnya mengatakan, ada kemungkinan pertempuran di front Lebanon berubah menjadi perang besar-besaran. Front ini akan tetap aktif,” janjinya. Dalam penyataan terbaru, Nasrallah menegaskan ada peningkatan dalam operasi Hizbullah di sepanjang garis depan dengan Israel. “Terdapat peningkatan kuantitatif dalam jumlah operasi, ukuran dan jumlah sasaran, serta peningkatan jenis senjata,” kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi. Nasrallah mengatakan kelompok itu juga menyerang kota Kiryat Shmona di Israel utara untuk pertama kalinya sebagai pembalasan atas pembunuhan tiga gadis dan nenek mereka awal bulan ini. Hizbullah telah terlibat baku tembak dengan pasukan Israel di perbatasan Lebanon-Israel sejak 8 Oktober, dan membunuh sedikitnya 70 pejuangnya, beberapa warga sipil juga menjadi korban jiwa. Tapi serangan balasan sebagian besar terbatas di perbatasan dan Hizbullah sebagian besar menyerang sasaran militer. Kelompok yang didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada 1982 adalah ujung tombak aliansi yang didukung Iran yang berlawanan dengan Israel dan Amerika Serikat. (gun/AAP) Baca juga :

Read More

Benarkah Ratu Kalinyamat Melakukan Tapa Telanjang

Jakarta — 1miliarsantri.net : Babad Tanah Jawi menyebut Ratu Kalinyamat melakukan tapa telanjang setelah suaminya dibunuh. Tim Pakar Ratu Kalinyamat menyatakan hal ini tidak bisa dimaknai secara harfiah. Tim pakar untuk pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional ini diketuai oleh Prof Dr Ratno Lukito. Anggotanya terdiri dari Dr Alamsyah, Dr Chusnul Hayati, Dr Connie Rahakundini Bakrie, dan Dr Irwansyah. Menurut Tim Pakar Ratu Kalinyamat, tapa telanjang tidak ada dalam tradisi masyarakat Jawa. Ada 11 jenis tapa yang biasa dilakukan orang Jawa di masa lalu, di dalamnya tidak ada tapa telanjang. Orang Jawa memiliki pepatah: Jawa tapa, Landa guna, Cina banda, Arab agama. Artinya Orang Jawa memilih meninggalkan urusan duniawi, orang Belanda menginginan manfaat, orang Cina mencari kekayaan, orang Arab menyebarkan agama. Tim Pakar Ratu Kalinyamat mengutip catatan arkeolog Belanda J Knebel pada 1897 menyebutkan 11 jenis tapa yang dilakukan orang Jawa pada abad ke-16: Di daftar itu tidak ada tapa wuda (telanjang). Di daftar itu juga tidak ada tapa ngrowot, yaitu tapa dengan cara tidak makan nasi. Juga tidak ada tapa pati geni, yaitu bertapa dengan cara menghindari cahaya. Tapa ngebleng juga tidka masuk dalam daftar itu. tapa ngebleng adalah bertapa dengan cara tidak makan minum di tanggal-tanggal ganjil. Tapa berendam di pertemuan arus sungai, yang disebut tapa kungkum, juga tidak masuk dalam daftar itu. Pun tapa pendem, yaitu bertapa di dalam tanah, juga tidak ada dalam daftar. Apakah jenis tapa yang tidak ada dalam daftar yang disusun Knebel belum ada di abad ke-16? Tapa kungkum jelas sudah tua juga, karena Sunan Kalijaga melakukannya. Tapa, menurut Bausastra Jawa karya Poerwadarminta: nglakoni matiraga sarta sumingkir saka ing alam rame (menjalani matiraga dan menjauh dari pergaulan masyarakat). Matiraga artinya menahan hawa nafsu atau menjauhkan diri dari kesenangan duniawi. “Jadi, tapa wuda merupakan makna simbolik keikhlasan Ratu Kalinyamat untuk meninggalkan kemewahan duniawi yang didorong oleh penyerahan total kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis Tim Pakar Ratu Kalinyamat. Penulis Portugis Tome Pires yang bercerita mengenai Jawa, sedikit membahas tapa yang dilakukan orang Jawa. Menurut dia, ada sekitar 50 ribu oertapa laki-laki di Jawa pada masa itu. Tomes Pires mengumpulkan catatan pada 1512-1515 pada saat Jepara dipimpin Dipati Unus. Ratu Kalinyamat lahir pada tahun 1514 dan melakukan tapa telanjang pada 1549 atau 1550. Ternyata tapa ada alirannya. Meski tidak menyebutkan nama-nama alirannya, Tome Pires menyebut jumlahnya, ada 3-4 aliran. Para pertama ini dipuja oleh orang-orang Moor. Yangd isebut orang Moor adalah orang-orang di Jawa yang menganut Islam, bangsa Moro, yang berasal dari Andalusia. Orang-orang Moor ini senang memberi mereka sedekah. Akan lebih senang lagi jika para pertapa mengunjungi rumah mereka, meski para pertapa itu tidak akan makan di dalam rumah mereka, melainkan di luar rumah. Para pertapa itu jika bepergian, mereka melakukannya dengan berkelompok, 2-3 orang. “Saya pernah beberapa kali melihat 10 atau 12 pertapa ini di Jawa,” tulis Tome Pires. Dengan penjelasan ini, tergambar jika bertapa itu tidak seperti yang digambarkan di film-film, duduk bersila melakukan semedi. Mereka juga melakukan aktivitas. Jadi, semedi hanya merupakan bagian dari tapa. Bagaimana dengan pertapa perempuan? Tome Pires menyebut jumlahnya dua kali lipat dari pertapa pria. Ada lebih dari 100 ribu pertapa perempuan di Jawa pada masa itu. Tentu ada sebabnya sehingga pertapa perempuan lenih banyak. Para pertapa perempuan ini ada yang tidak menikah ada yang bertapa setelah kehilangan suami. Dalam tradisi Jawa pra-Islam, perempuan yang ditinggal mati suaminya akan ikut mati juga dengan cara membakar diri atau menenggelamkan diri atau bunuh diri dengan keris. Tapi ada juga yang menolak ikut mati, lalu bertapa. Para pertapa mengasingkan diri di pegunungan. Mereka membangun tempat tinggal.“Mereka membangun rumah di pegunungan dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya,” tulis Tome Pires. “Mereka hidup dalam kesucian hingga mati. Mereka membangun rumah-rumah mereka di tempat terpencil,” ulang Tome Pires. Babad Tanah Jawi tidak menggambarkan detail tempat tapa Ratu Kalinyamat. Tapi diceritakan ada banyak pembantu yang menyertainya, artinya tentu ada pesanggrahan di tempat bertapa itu. Jika kemudian Joko Tingkir, adik ipar Ratu Kalinyamat, disertai oleh Ki Ageng Pemanahan, bisa mengunjungi Ratu Kalinyamat, kita juga menjadi tidak heran meski Ratu Kalinyamat sedang bertapa telanjang. Jika di lokasi pertapaan ada rumah, maka ia telanjang di dalam rumah itu, sehingga tidak merendahkan martabat perempuan. Dialog dengan Joko Tingkir dan Ki Ageng Pemanahan bisa dilakukan dengan tidak saling bertemu muka. Sebab ada batas dinding atau tirai sebagai pembatasnya. (yan) Baca juga :

Read More