Pemerintah Iran Mengapresiasi Haji Ramah Lingkungan dari Kemenag Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kebijakan Haji Ramah Lansia yang diterapkan Indonesia pada pelaksanaan haji 1444H/2023M lalu mendapat apresiasi dari pemerintah Republik Islam Iran. Apresiasi tersebut disampaikan Amirul Hajj Iran Hojjat-ol-Eslam Seyyed Abdol Fattah Navab saat berkunjung ke Kantor Kementerian Agama, di Jalan Lapangan Banteng Barat no.3-4, Jakarta. “Saya senang sekali mendengar penjelasan terkait penyelenggaraan haji yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Izinkan saya memberikan apresiasi terhada kebijakan Haji Ramah Lansia ini. Kebijakan ini sangat mulia dan terpuji,” terang Amirul Hajj Iran Abdol Fattah Navab di Kantor Kemenag, Rabu (30/11/2023). Hadir menyambut kedatangan Delegasi Haji Iran, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, Sekretaris Ditjen PHU Abdullah, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, beserta jajaran Direktorat Jenderal PHU. Lebih lanjut, Navab juga mengungkapkan keinginannya untuk menjalin kerja sama perhajian dengan Indonesia, salah satunya adalah penguatan literasi perhajian. “Saat ini Iran memiliki 1.000 buku tentang perhajian, serta empat jurnal ilmiah tentang perhajian. Saya berharap, ke depan kita ada kolaborasi untuk menulis jurnal bersama terkait perhajian,” tutur Navab. Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief menyambut baik ide tersebut. Menurutnya ise tentang kolaborasi penguatan literasi haji ini sangat baik sekali. Dan kami juga merasa terhormat dapat berkerja sama dengan Iran. “Beberapa cara pengelolaan haji yang dilakukan Iran juga dapat menjadi inspirasi kami untuk memperbaiki layanan haji kepada para jamaah. Misalnya terkait dengan penyediaan dapur untuk layanan konsumsi yang telah dilakukan Iran,” ungkap Hilman. Sebelumnya, Delegasi Haji Iran menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan halal jamaah Iran selama musim perhajian, mereka telah memiliki dapur sendiri di Madinah dan Makkah. “Kami juga memiliki tenaga jagal yang direkrut dari jemaah haji Iran. Begitu juga juru masaknya. Mereka adalah jemaah haji yang menyedekahkan tenaganya untuk membantu pelayanan haji. Jadi yang kami lakukan, dari jamaah haji untuk jamaah,” lanjut Navab. Navab mengungkapkan, selama ini Iran menyediakan tiga kali makan setiap hari bagi semua jamaah. “Besaran harganya sekitar 50 SAR/hari. Ini mencakup tiga kali makan,” sambungnya. Menanggapi skema pemberian konsumsi jemaah haji tersebut, menurut Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid juga serupa dengan yang dilakukan Indonesia pada pelayanan haji mendatang. “Untuk layanan katering, tahun 2024 jamaah haji akan mendapat 126 kali makan, terdiri atas: 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Makkah, dan 15 kali makan selama di Arafah dan Mina (Armuzna). Selain itu, jamaah juga mendapat 1 kali snack berat di Muzdalifah,” pungkas Subhan. (rid) Baca juga :

Read More

Kemenag Mulai Kirim Tim ke Arab Saudi Untuk Persiapan Musim Haji 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mulai mempersiapkan operasional penyelenggaraan musim haji tahun 1445 H/2024 M. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) memberangkatkan tim pengadaan akomodasi dan katering untuk mulai mempersiapkan hotel dan konsumsi jamaah di Arab Saudi. “Tim Akomodasi dan Tim Katering sudah berangkat ke Arab Saudi pada 27 November 2023 dan 30 Nopember kemarin tim Transportasi sudah berangkat ke Arab Saudi untuk menyiapkan kebutuhan layanan bus bagi jamaah haji 1445 H/2024 M,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Jumat (01/12/2023). Menurut Subhan, jamaah haji Indonesia akan tinggal di Arab Saudi selama lebih kurang 41 hari. Selama sembilan hari di Madinah dan sisanya di Makkah. Tim tersebut akan mempersiapkan hotel jamaah baik di Makkah dan Madinah. Untuk layanan katering, tahun 2024 jamaah haji akan mendapat 127 kali makan, terdiri atas: 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Makkah, 15 kali makan selama di Arafah dan Mina (Armuzna), 1 kali snack berat di Muzdalifah, dan satu kali makan di Bandara Saudi (Jeddah atau Madinah). “Tim akan menyiapkan pengadaan dapur penyedian layanan haji di Arab Saudi. Mereka harus dapat menyiapkan makanan bercita rasa nusantara,” papar Subhan. Selain akomodasi dan katering, jamaah haji Indonesia juga akan mendapat layanan transportasi. Ada tiga jenis layanan transportasi. Pertama, layanan dari bandara Madinah ke hotel di Madinah (dan sebaliknya). Kedua, layanan bus antar kota dari Madinah ke Makkah (dan sebaliknya). Ketiga, layanan dari bandara Jeddah ke hotel di Makkah (dan sebaliknya). Keempat, layanan bus salawat. “Tim transportasi akan menyiapkan pengadaan armada bus yang digunakan jamaah haji Indonesia. Kita sudah rumuskan sejumlah spesifikasi kendarannya, termasuk usia tahun pembuatan maksimal 5 tahun. Selanjutnya Tim akomodasi, katering, dan transportasi akan bertugas lebih kurang 30 hari di Arab Saudi. Semoga proses pengadaan layanan bisa berjalan lancar dan optimal,” tandasnya. Ditjen PHU juga akan segera menggelar seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Direktur Bina Haji Arsad Hidayat mengatakan, proses seleksi petugas haji 1445 H/2024 M akan digelar pada Desember 2023. “Proses seleksi petugas akan digelar secara berjenjang, dari tingkat Kemenag Kabupaten/Kota hingga pusat,” jelas Arsad. Menurut Arsad, ada tiga jenis petugas haji yang akan disiapkan. Pertama, petugas yang menyertai jemaah haji atau yang disebut dengan PPIH Kelompok Terbang (kloter). Kedua, petugas yang tidak menyertai jemaah haji atau yang disebut PPIH Arab Saudi (Non Kloter). Ketiga, petugas pendukung PPIH. “Proses seleksi ini akan digelar mulai akhir tahun dan diharapkan pada awal tahun 2024 sudah diperoleh daftar nama yang akan bertugas pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H. Proses seleksi akan dilakukan dengan Computer Assisted Test atau CAT dan wawancara,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Rahasiakan Sejarah Rasulullah SAW, Pendeta Yahudi Senang Merubah Isi Taurat

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Para pendeta-pendeta Yahudi senang sekali mengubah-ngubah isi Taurat dan menafsirkannya sesuai dengan ambisi mereka. Apalagi tentang informasi akan datangnya rasul akhir zaman yaitu nabi Muhammad SAW dari tanah Arab keturunan Ismail. Pendeta-pendeta Yahudi menutup-nutupinya karena bagi mereka nabi terakhir itu harus dari Yahudi. ۞ اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ مِنْۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ Artinya: Maka, apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka agar percaya kepadamu, sedangkan segolongan mereka mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahui(-nya)? (Alquran surat Al Baqarah ayat 75). Ibnu Katsir dalam tafsir Qur’an Al Adzim menjelaskan tentang ayat ini. Ia menjelaskan lafadz:اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ Artinya adalah apakah kalian (Muslimin) mengharapkan mereka percaya pada kalian?. Maksudnya mengikuti dengan penuh ketaatan. Mereka (orang Yahudi) adalah golongan sesat sebagaimana nenek moyang mereka yang telah menyaksikan sendiri tanda-tanda kekuasaan Allah dan bukti-bukti yang jelas, tetapi hati mereka mengeras. Orang-orang Yahudi itu diberi petunjuk oleh Allah dengan diturunkannya Taurat. Tetapi mereka mengubahnya. وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ Artinya : padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah kemudian mereka mengubahnya. Artinya mereka (orang Yahudi) menakwilkannya dengan penafsiran yang tidak semestinya. Mereka mengetahui bahwa mereka melakukan kesalahan dengan mengubah dan menakwilkan firman-firman Allah. Menurut AS Siddiq yang diubah oleh orang Yahudi adalah kitab taurat. Menurut Qatadah orang-orang Yahudi mendengar firman Allah (Taurat) lalu mengubahnya setelah mereka memahami. Sedang menurut Mujahid yang mengubah dan mengenyembunyikan adalah para pendeta dari kalangan Yahudi. وقال أبو العالية ، عندما إلى ما أنزل الله في كتابهم ، من نعت محمد ﷺ فحرفوه عن مواضعه. Artinya: Abu Aliyah berkata : mereka memahami apabila mereka merujuk ke apa yang diturunkan Allah dalam kitabnya, dari yang menyangkut nabi Muhammad, tetapi mereka mengubahnya dari yang sebenarnya. (Lihat tafsir Qur’an Al Adzim karya Ibnu Katsir, cetakan Dar Thayyibah linnasyri wa Tauzi, Saudi, jilid 1/A halaman 308). Dalam tafsir tahlili Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama RI dijelaskan pada ayat ini Allah mengarahkan kembali firman-Nya kepada orang-orang mukmin agar mereka jangan terlalu banyak mengharapkan akan berimannya orang-orang Yahudi, karena watak mereka tidaklah jauh berbeda dengan watak nenek moyang mereka. Hal yang demikian itu disebabkan adanya pendeta-pendeta Yahudi pada zaman dahulu yang mempelajari Taurat dan memahaminya kemudian mengubah pengertiannya, bahkan mengganti ayat-ayatnya dengan sengaja, terutama yang berkenaan dengan kedatangan Nabi Muhammad. Mereka sebenarnya menyadari bahwa mereka telah melakukan penyelewengan dengan memutarbalikkan isi Taurat itu. Pelajaran agama yang sudah diputarbalikkan itulah yang diajarkan kepada keturunannya. Orang Yahudi pada zaman Rasul saw berpegang teguh dengan ajaran nenek moyang mereka yang keliru. Keinginan yang besar dari Nabi saw dan kaum Muslimin agar orang Yahudi beriman dan mengikuti ajaran Islam, sebab agama mereka paling dekat dengan Islam. Oleh karenanya, orang-orang Yahudi terus hidup berada dalam kesesatan. Mereka mengubah ayat-ayat Allah, membunuh para nabi-nabinya, bahkan mereka juga menjadi manusia yang paling bengis dan kejam di alam dunia. Mengutip istilah Thomas Hobbes seorang filsuf Inggris abad pertengahan yang menyebut Yahudi sebagai Leviathan atau monster yang sangat kejam. Mereka menindas rakyat Palestina yang mayoritas adalah umat Muslim. Dalam Alquran, sekitar tujuh juz yang khusus membahas tentang bangsa Yahudi Israel. Ini sebagai pengingat bagi umat nabi Muhammad SAW tentang sepak terjang kekejaman mereka sejak masa lalu, dari masa nabi-nabi terdahulu sebelum nabi Muhammad SAW hingga saat ini. Bahkan dalam hadits nabi banyak menyebutkan tentang bangsa Yahudi yang akan menjadi golongan pengikut Dajjal. Merekalah yang akan bertempur dengan umat Islam pada akhir zaman. حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَمِّهِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ الطَّيَالِسَةُ Artinya: Telah menceritakan kepada kami Manhsur bin Abu Muzahim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamzah dari Al Auza’i dari Ishaq bin Abdullah dari pamannya, Anas bin Malik Rasulullah SAW bersabda: “Dajjal diikuti Yahudi Ashbahan sebanyak tujuh puluh ribu, mereka mengenakan jubah hijau. (HR. Muslim nomor 5237). (mif) Baca juga :

Read More

Sekitar 6.500 Oang di Gaza Masih Dinyatakan Hilang

Gaza — 1miliarsantri.net : Kepala kantor media Gaza, Ismail al-Thawabta, meminta komunitas internasional untuk membantu otoritas lokal dalam melacak dan menyelamatkan ribuan warga Palestina yang hilang sejak 7 Oktober. Mereka diduga telah tertimbun reruntuhan bangunan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. “Tim pertahanan sipil masih menemukan puluhan syuhada dari bawah reruntuhan, dan jalan dari selatan hingga utara Jalur Gaza,” terang Al-Thawabta kepada media, Jumat (01/12/2023). Menurut Al-Thawabta, ada sekitar 6.500 orang yang masih menghilang, termasuk lebih dari 4.700 anak-anak dan perempuan. Mereka mungkin berada di bawah reruntuhan atau masih belum diketahui nasibnya. Tim evakuasi Gaza membutuhkan peralatan, mesin, dan bahan bakar untuk menjangkau mereka yang berada di bawah reruntuhan. Namun, itu sangat sulit dengan kondisi yang saat ini terjadi di wilayah kantung itu, meski jeda pertempuran berlangsung. Al-Thawabta meminta masyarakat internasional untuk“mengintervensi dengan menyediakan alat berat dan tim khusus dalam pembersihan puing-puing. Bantuan tersebut sangat berguna untuk mengeluarkan orang-orang hilang atau jenazah dari bawah reruntuhan. Direktur eksekutif UNICEF Catherine Russell sebelumnya menyatakan, 1.200 anak lainnya diyakini masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang dibom atau belum ditemukan. “Selain bom, roket, dan tembakan, anak-anak Gaza berada pada risiko ekstrim akibat kondisi kehidupan yang sangat buruk,” lanjutnya. Departemen Pertahanan Sipil Palestina menyatakan, dua lusin orang dari pasukan pencarian dan penyelamatan utama di Gaza telah meninggal akibat serangan. Sedangkan 100 pekerja lainnya terluka. Lebih dari separuh kendaraannya kini kehabisan bahan bakar atau rusak. Direktur pertahanan sipil di wilayah tersebut Brigjen. Rami Ali al-Aidei menyatakan, lembaga yang dipimpinnya tidak memiliki alat berat yang berfungsi sama sekali, termasuk buldoser dan crane. Setidaknya lima buldoser besar diperlukan hanya untuk mencari serangkaian bangunan tinggi yang runtuh di kota pesisir Deir al-Balah. Kondisi itu berarti bahwa jenazah dan orang-orang yang putus asa mencarinya bukanlah fokusnya. “Prioritas setelah pemboman adalah bagi mereka yang selamat dibandingkan para martir,” kata al-Aidei. Dengan keterbatasan peralatan dan tenaga, warga Gaza mencari jenazah di bawah reruntuhan secara manual menggunakan tangan kosong atau dengan peralatan seadanya. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Membangun Relasi Hubungan Anak dengan Orang Tua Menurut Al Qur’an

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam Islam, membangun sebuah relasi atau hubungan antara anak dan orang tua sangatlah penting. Dengan adanya hubungan tersebut, terjalin sebuah ikatan yang kuat antara anak dan orang tua. Keluarga merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan ini, karena setiap aspek dalam kehidupan ini, sebagian besar berasal dari keluarga. Tentu saja seluruh aspek kehidupan ini ada di dalam Al-Qur’an, salah satunya relasi anak dan orang tua dalam keluarga. Allah SWT. telah mengatur itu semua dalam Q.S. Al-Isra (17) ayat 23-27. Pada ayat 23 dan 24, Allah memerintahkan kita agar selalu berbuat baik dan menghormati orang tua, dengan cara bertutur kata yang baik terhadap orang tua serta selalu menyayanginya. Kemudian, dalam ayat selanjutnya yakni 25, Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam hati, dan Allah menganpuni orang yang ingin bertaubat. Selanjutnya dalam 2 ayat terakhir, yaitu 26 dan 27, Allah menganjurkan untuk berbagi dan jangan bersikap boros, karena sesungguhnya pemboros itu adalah saudaranya setan. Berikut adalah ayat, terjemahan, dan isi kandungan Q.S. Al-Isra (17) 23-27: وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا ۗ اِمَّا يَـبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا (٢٣) “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (23) Isi kandungan: Pada ayat ini, berisi tentang perintah menyembah kepada Allah dan menyayangi orang tua. Sebagai anak, kita dilarang untuk mengucap kata “ah” dan membentak kedua orang tua. Jika berbicara yang menyakiti hati orang tua saja dilarang, apalagi memukul atau melakukan tindak kekerasan lain pada orang tua. وَا خْفِضْ لَهُمَا جَنَا حَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا (٢٤) “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (24) Isi kandungan: Dalam ayat ini, kita dianjurkan untuk bersikap rendah diri sebagai rasa sayang kita terhadap kedua orang tua. Kemudian, meminta do’a kepada Allah agar selalu menyayangi mereka, karena merekalah yang telah mendidik kita sedari kecil. رَّبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗ اِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِ نَّهٗ كَا نَ لِلْاَ وَّا بِيْنَ غَفُوْرًا (٢٥) “Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.” (25) Isi kandungan: Allah mengetahui yang lahir dan batin, serta akan mempertimbangkan dan memperhitungkannya. Jika kita benar-benar tulus menyayangi orang tua, sekalipun kita terlanjur berbuat salah, minta maaflah kepada mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun bagi orang yang ingin bertaubat. وَاٰ تِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَا لْمِسْكِيْنَ وَا بْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا (٢٦) “Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (26) Isi kandungan: Berikanlah hak kepada keluarga baik dari pihak Bapak atau Ibu, bantuan berupa zakat, sedekah, silaturahim. Berikan juga kepada orang miskin walaupun bukan saudara dan juga orang yang dalam perjalanan (ibnu sabil). Jangan boros dalam membelanjakan harta pada jalan yang tidak benar. اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَا نُوْۤا اِخْوَا نَ الشَّيٰطِيْنِ ۗ وَكَا نَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا (٢٧) “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (27) Isi kandungan: Orang yang menghambur-hamburkan harta dalam hal yang tidak benar, perbuatannya disamakan dengan perbuatan setan. (yat) Baca juga :

Read More

Gus Yahya : Kenaikan Biaya Haji Diharapkan Tidak Memberatkan Jamaah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1445 H/ 2024 M disepakati oleh Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR sebesar Rp93.410.286. Dari jumlah tersebut, jamaah membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp56.046.172 (60 persen). Sementara sisanya akan dibayarkan dengan menggunakan nilai manfaat pengelolaan dana haji sebesar Rp37.364.114 (40 persen). Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berharap kenaikan biaya haji itu tak terlalu memberatkan jamaah. Sebab ia menilai, meski terjadi kenaikan biaya haji tetapi sebagian biaya tersebut masih dapat ditanggulangi oleh dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Hal ini diharapkan dapat meminimalisasi dampak kenaikan biaya terhadap masyarakat yang berkeinginan menunaikan ibadah haji. “Biasanya itu tidak bayar penuh. Berapa pun yang ditetapkan, itu sebagian akan dibayar dengan dana abadi haji, BPKH itu. Mudah-mudahan tidak terlalu memberatkan,” urai Gus Yahya. Gus Yahya juga menyoroti bahwa pada tahun sebelumnya, biaya haji yang harus dibayar oleh jamaah sekitar Rp50 juta dan kenaikan menjadi sekitar Rp90 juta di tahun kemarin, sehingga kenaikannya kali ini masih dianggap sebagai kisaran yang wajar. “Tahun kemarin sudah sekitar Rp90-an juta dan jamaah bayar sekitar Rp50 juta. Saya kira masih normal,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu. Sementara itu Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI Hilman Latief menjelaskan, kenaikan biaya haji ini terjadi karena adanya penyesuaian harga pada sejumlah komponen. Di antaranya karena ada kenaikan biaya penerbangan dari semula Rp32,743 juta menjadi Rp33,427 juta. Dari kesepakatan ini, terjadi kenaikan BPIH yang sebelumnya pada 2023 sebesar Rp90.050.637,26. Kenaikan juga terjadi pada persentase antara biaya yang dibayar oleh jamaah atau Bipih yang sebelumnya pada 2023 sebesar 55,3 persen atau sebesar Rp49.812.700,26. Sementara terjadi penurunan persentasi dari nilai manfaat yakni menjadi 44,7 persen atau rata-rata Rp40.237.937. (rid) Baca juga :

Read More

Kisah Si Pitung Punya Segudang Ilmu Kanuragan Bisa Menghilang Sampai Kebal Bacok

Jakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tak pernah mendengar cerita Si Pitung, legenda silat sekaligus pahlawan dari Betawi. Jagoan asal Rawa Belong itu disebut memiliki segudang ilmu kanuragan yang membuat pening kompeni. Namun pada akhirnya Pitung mati setelah tubuhnya ditembak peluru emas. Bagaimana kisahnya? Batavia Oktober 1893. Rakyat Betawi di kampung-kampung tengah berkabung. Dari mulut ke mulut mereka mendengar si Pitung atau Bang Pitung meninggal dunia, setelah tertembak dalam pertarungan tidak seimbang dengan kompeni. Bagi warga Betawi, kematian si Pitung merupakan duka mendalam. Karena ia membela rakyat kecil yang mengalami penindasan pada masa penjajahan Belanda. Sebaliknya, bagi kompeni sebutan untuk pemerintah kolonial Belanda pada masa itu, Pitung adalah penjahat, pengacau, perampok, dan entah apa lagi. Jagoan kelahiran Rawa Belong, Jakarta Barat, ini telah membuat repot pemerintah kolonial di Batavia, termasuk gubernur jenderal. Bang Pitung dinilai berpotensi menimbulkan ancaman keamanan dan ketertiban. Karena itu berbagai macam strategi dilakukan pemerintah Hindia Belanda untuk menangkapnya hidup atau mati. Pitung ditetapkan sebagai orang yang kudu dicari dengan status penjahat kelas wahid di Betawi. Bagaimana Belanda tidak gelisah, dalam melakukan aksinya membela rakyat kecil Bang Pitung berdiri di barisan depan. Kala itu Belanda memberlakukan kerja paksa terhadap pribumi termasuk ‘turun tikus’. Dalam gerakan ini rakyat dikerahkan membasmi tikus di sawah-sawah di samping belasan kerja paksa lainnya. Belum lagi blasting (pajak) yang sangat memberatkan petani oleh para tuan tanah. Si Pitung, yang sudah bertahun-tahun menjadi incaran Belanda, berdasarkan cerita rakyat, Pitung mati setelah ditembak dengan peluru emas oleh Schout van Hinne dalam suatu penggerebekan karena ada yang mengkhianati dengan memberi tahu tempat persembunyiannya. Ia ditembak dengan peluru emas oleh Schout (setara Kapolres) van Hinne karena dikabarkan kebal dengan peluru biasa. Begitu takutnya penjajah terhadap Bang Pitung, sampai tempat ia dimakamkan dirahasiakan. Takut jago silat yang menjadi idola rakyat kecil ini akan menjadi pujaan. Si Pitung, berdasarkan cerita rakyat (folklore) yang masih hidup di masyarakat Betawi, sejak kecil belajar mengaji di langgar (mushala) di kampung Rawa Belong. Dia, menurut istilah Betawi, ‘orang yang denger kate’. Pitung juga ‘terang hati’, cakep menangkap pelajaran agama yang diberikan ustadznya, sampai mampu membaca (tilawat) Alquran. Selain belajar agama, dengan H Naipin, Pitung –seperti warga Betawi lainnya–, juga belajar ilmu silat. H Naipin, juga guru tarekat dan ahli maen pukulan. Suatu ketika di usia remaja –sekitar 16-17 tahun, oleh ayahnya Pitung disuruh menjual kambing ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari kediamannya di Rawa Belong dia membawa lima ekor kambing naik gerobak. Ketika dagangannya habis dan hendak pulang, Pitung dibegal oleh beberapa penjahat pasar. Mulai saat itu, dia tidak berani pulang ke rumah. Dia tidur di langgar dan kadang-kadang di kediaman gurunya H Naipan. Ini sesuai dengan tekadnya tidak akan pulang sebelum berhasil menemukan hasil jualan kambing. Dia merasa bersalah kepada orang tuanya. Dengan tekadnya itu, dia makin memperdalam ilmu maen pukulan dan ilmu tarekat. Ilmu pukulannya bernama aliran syahbandar. Kemudian Pitung melakukan meditasi alias tapa dengan tahapan berpuasa 40 hari. Kemudian melakukan ngumbara atau perjalanan guna menguji ilmunya. Ngumbara dilakukan ke tempat-tempat yang ‘menyeramkan’ yang pasti akan berhadapan dengan begal. Salah satu ilmu kesaktian yang dipelajari Bang Pitung disebut Rawa Rontek. Gabungan antara tarekat Islam dan jampe-jampe Betawi. Dengan menguasai ilmu ini Bang Pitung dapat menyerap energi lawan-lawannya. Seolah-olah lawan-lawannya itu tidak melihat keberadaan Bang Pitung. Karena itu dia digambarkan seolah-olah dapat menghilang. Menurut cerita rakyat, dengan ilmu kesaktian rawa rontek-nya itu, Bang Pitung tidak boleh menikah. Karena sampai hayatnya ketika ia tewas dalam menjelang usia 40 tahun Pitung masih tetap bujangan. Si Pitung yang mendapat sebutan ‘Robinhood’ Betawi, sekalipun tidak sama dengan ‘Robinhood’ si jago panah dari hutan Sherwood, Inggris. Akan tetapi, setidaknya keduanya memiliki sifat yang sama: Selalu ingin membantu rakyat tertindas. Meskipun dari hasil rampokan terhadap kompeni dan para tuan tanah yang menindas rakyat kecil. Sejauh ini, tokoh legendaris si Pitung dilukiskan sebagai pahlawan yang gagah. Pemuda bertubuh kuat dan keren, sehingga menimbulkan rasa sungkan setiap orang yang berhadapan dengannya. Dalam film Si Pitung yang diperankan oleh Dicky Zulkarnaen, ia juga dilukiskan sebagai pemuda yang gagah dan bertubuh kekar. Namun menurut Tanu Trh dalam ‘Intisari’ melukiskan berdasarkan penuturan ibunya dari cerita kakeknya, Pitung tidak sebesar dan segagah itu. ”Perawakannya kecil. Tampang si Pitung sama sekali tidak menarik perhatian khalayak. Sikapnya pun tidak seperti jagoan. Kulit wajahnya kehitam-hitaman, dengan ciri yang khas sepasang cambang panjang tipis, dengan ujung melingkar ke depan.” Menurut Tanu Trh, ketika berkunjung ke rumah kakeknya berdasarkan penuturan ibunya, Pitung pernah digerebek oleh schout van Hinne. Setelah seluruh isi rumah diperiksa ternyata petinggi polisi Belanda ini tidak menemukan si Pitung. Setelah van Hinne pergi, barulah si Pitung secara tiba-tiba muncul setelah bersembunyi di dapur. Karena belasan kali berhasil meloloskan diri dari incaran Belanda, tidak heran kalau si Pitung diyakini banyak orang memiliki ilmu menghilang. ”Yang pasti,” kata ibu, seperti dituturkan Tanu Trh, ”dengan tubuhnya yang kecil Pitung sangat pandai menyembunyikan diri dan bisa menyelinap di sudut-sudut yang terlalu sempit bagi orang-orang lain”. Sedang kalau ia dapat membuat dirinya tidak tampak di mata orang, ada yang meyakini karena ia memiliki kesaksian “Ilmu Rontek”. (yan) Baca juga :

Read More

Amani Al-Baba, Menggambarkan Perjuangan Palestina Lewat Seni

Gaza — 1miliarsantri.net : Amani Al-Baba merupakan salah satu pelukis Palestina yang mengabdikan karya lukisnya untuk perjuangan Palestina. Dia sudah berkarya sejak 1998 hingga sekarang. Menurutnya seni bisa menggambarkan perjuangan Palestina. Seni adalah bahasa universal dan sarana untuk mengekspresikan apa yang dialami rakyat Palestina dalam bentuk pembantaian dan kengerian. Seni adalah bahasa visual berpengaruh yang merangkum banyak makna, dan tidak memerlukan terjemahan. Seni juga menyebar dengan cepat, dan mengkomunikasikan pemikiran kepada semua orang melalui situs jejaring sosial. “Kami memperhatikan bahwa gambar-gambar yang berkaitan dengan perang tidak adil di Gaza mendominasi Di sebagian besar publikasi, meskipun beberapa video disensor atau dilarang, gambar-gambar tersebut berhasil melanggar larangan tersebut,” terang Amani, dikutip Al Jazeera, Jumat (01/12/2023). Dia menjelaskan, seni mengekspresikan senimannya dan masyarakat yang diwakili. Seni merupakan cerminan dari apa yang terjadi dalam pikiran masyarakat. Oleh karena itu, seni dapat menjadi motivator, ekspresif, atau alat penghiburan, dan melodi. Seni menghubungkan pemikiran. Pemikiran yang bebas dan teguh adalah bagian yang melekat dalam jiwa seniman mana pun. Amani mengemukakan, karya seni memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan perjuangan ke setiap generasi. Maka itu, kewajiban bagi setiap seniman untuk menyampaikan pesan tersebut. “Karena kita sebenarnya sedang hidup dalam perang nilai, baik langsung maupun tidak langsung. Maka sudah menjadi tugas kita untuk memberikan perhatian pada pembentukan kesadaran, yang dimulai dengan menanamkan kesadaran di benak anak-anak dan keluarga melalui soft power, yaitu segala bentuk seni,” tuturnya. Saat ini, Amani bersama sejumlah seniman sedang menggarap program “Benih Semangka.” Ide tersebut didasarkan pada apa yang dilakukan penulis Al-Quds, Ziad Khadash, dengan berkomunikasi dengan anak-anak di Gaza untuk menghilangkan rasa takut dan menghibur mereka. Amani mengatakan, Ziad merekam cerita untuk anak-anak tentang seekor burung yang melarikan diri dari pemburu. Ragam cerita akan diabadikan dalam program tersebut untuk membangkitkan semangat warga Palestina, terutama anak-anak yang menjadi korban pembantaian. “Kami terus bekerja untuk mereka melalui Pengumpulan Benih Semangka,” tutup Amani. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Kematian Diperkirakan Lebih Banyak Akibat Penyakit Pernafasan di Gaza

Kairo — 1miliarsantri.net : Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan jumlah orang yang meninggal di Jalur Gaza karena penyakit akan lebih banyak dibandingkan karena pengeboman. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ada peningkatan risiko wabah penyakit karena tempat penampungan yang penuh sesak dan kurangnya makanan, air, sanitasi dan obat-obatan yang tersedia. Ia mengatakan 111 ribu orang menderita infeksi saluran pernapasan dan 75 ribu lainnya menderita diare, lebih dari separuhnya berusia di bawah lima tahun. “Mengingat kondisi kehidupan dan kurangnya perawatan kesehatan, lebih banyak orang yang dapat meninggal karena penyakit daripada pengeboman,” terangnya, Kamis (30/11/2023) Ia menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan. “Ini adalah masalah hidup atau mati bagi warga sipil.” PBB mengatakan serangan Israel ke Gaza membuat 1,8 juta orang atau sekitar 80 persen dari populasi Gaza mengungsi. Sementara itu warga Palestina di Gaza khawatir perang Israel-Hamas, yang menyebabkan kematian, kehancuran, dan pengungsian yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut akan kembali pecah. “Kami sudah muak, kami ingin perang ini berhenti,” iba Omar al-Darawi, yang bekerja di rumah sakit Al-Aqsa Martyrs yang penuh sesak di pusat kota Deir al-Balah. Seorang ayah dari tiga anak yang tinggal bersama keluarga lain di selatan Gaza, Ihab Abu Auf mengatakan dua kali ia mencoba dua kali kembali ke rumahnya di utara, namun ditolak pasukan Israel. Kedua orang tersebut berbicara ketika mediator internasional bekerja untuk memperpanjang gencatan senjata yang telah menghentikan pertempuran selama hampir satu minggu. Keduanya mengatakan akan menjadi bencana besar jika Israel melanjutkan serangannya dan mengirim pasukan ke selatan, di mana ratusan ribu warga Palestina telah mencari perlindungan. “Ke mana kami akan pergi dengan perempuan dan anak-anak kami?. Mereka menginginkan Nakba yang lain,” ujar Abu Auf. Ia mengacu peristiwa yang memaksa ratusan ribu orang Palestina melarikan diri atau diusir dari wilayah yang sekarang disebut Israel selama perang tahun 1948 yang melatarbelakangi berdirinya negara tersebut. Mesir menolak menerima pengungsi Palestina dan Israel menutup perbatasannya sejak perang mulai pecah. (met/AP) Baca juga :

Read More

Kenaikan Biaya Haji 2024 Bisa Dicicil Dengan Skema Berikut

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah bersama DPR telah menyepakati jumlah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445H/2024 M sebesar Rp93.410.286. Dari jumlah tersebut, 60 persennya akan dibayar oleh jamaah untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dengan rata-rata sebesar Rp56.046.172. Sementara 40 persennya akan menggunakan nilai manfaat pengelolaan dana haji sebesar Rp37.364.114. Total penggunaan dana nilai manfaat keuangan haji secara keseluruhan sebesar Rp8.2 Triliun. Dengan kesepakatan yang dicapai pada Raker Penetapan BPIH 1445H/2024M di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (27/11/2023), terjadi kenaikan BPIH sebesar 3 juta rupiah dibanding tahun 2023. Untuk mengatasi kenaikan ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan skema baru dalam pelunasan. Pihaknya membuka skema cicilan pelunasan biaya haji melalui top up virtual account (VA) Bank Penerima Setoran BPIH. Dalam skema ini, calon jamaah dapat menyetorkan dana haji sesuai kemampuannya sampai dengan penutupan pelunasan BPIH. “Sistem nya top up. Tidak ada ketentuan (jumlahnya). Jadi tidak kayak tahun lalu atau sebelumnya yang sekali bayar harus lunas. Sekarang bisa top up. Relatif lebih ringan,” terangnya kepada media, Kamis (30/11/2023). Pola ini akan meringankan beban kenaikan Bipih dengan menyetor dana sesuai kemampuan ke virtual account masing-masing jamaah. Sehingga jamaah akan siap saat pelunasan. ad Terlebih saat ini keputusan jumlah BPIH lebih cepat sekitar 3 bulan dibanding tahun lalu. Hal ini menambah waktu persiapan pelunasan yang dimiliki oleh jamaah. Penetapan BPIH lebih awal ini menurut Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi memang bertujuan untuk memberikan kesempatan calon jamaah untuk menyiapkan dana pelunasan. Rata-rata, tiap jamaah tinggal melunasi Bipih sebesar Rp28,6 juta dari Rp56 juta yang harus dibayar. Hal ini karena jamaah sudah melakukan setoran awal sebesar Rp 25 juta saat pendaftaran awal. Skema baru ini diharapkan tidak akan memberatkan jamaah di tahun ini dan berikutnya. (wink)

Read More