Unusa Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Rp200 Juta

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggalang dana kemanusiaan untuk Palestina. Hasil penggalangan disalurkan melalui NU Care-Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazisnu) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Hasil yang terkumpul dan disalurkan berjumlah Rp200 juta. Penyerahan itu secara simbolis dilakukan Kamis (25/1) siang kepada Ketua Lazisnu PWNU Jawa Timur, Afif Amrullah. Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie M.Eng., menegaskan komitmennya mendukung korban konflik di Palestina. “Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis ke-Islam-an, Unusa merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam membantu saudara-saudara kita di Palestina yang tengah mengalami kesulitan,” urainya. Dia menambahkan, generasi muda perlu tahu mengenai krisis kemanusiaan yang sedang dialami oleh Palestina. Dengan menyadarkan generasi muda akan realitas konflik dan penderitaan yang terjadi, diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus bersikap proaktif dan memberikan dukungan massif kepada Palestina. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan yang dilakukan selama satu bulan, yakni sejak akhir bulan November hingga tanggal 31 Desember 2023. Total dana yang terkumpul yakni sebesar Rp 200 juta. Dengan adanya dukungan ini, Unusa menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak dan nilai kehormatan kemanusiaan. Afif Amrullah menyampaikan apresiasi kepada Unusa atas dukungan yang telah disalurkan melalui Lazisnu PWNU Jawa Timur. Ini bukan hanya sekedar bantuan material, melainkan juga bentuk solidaritas dan simbol dari kepedulian bersama terhadap konflik yang terjadi di Palestina. “Kerjasama ini tidak hanya sebatas aksi kemanusiaan biasa, tetapi juga mencerminkan sebuah komitmen bersama dalam mendukung perjuangan dan hak asasi manusia di Palestina,” imbuhnya. Afif mengatakan, Lazisnu terus memastikan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dapat benar-benar sampai ke rakyat Palestina. Ia menyebut kerjasama ini sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bersama menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar lembaga dan masyarakat dalam mengatasi krisis kemanusiaan. “Harapannya, apa yang kita upayakan ini dapat bermanfaat, pendistribusian melalui PWNU Jawa Timur ini dapat membantu saudara-saudara di Palestina untuk memperjuangkan hak kemerdekaannya,” pungkasnya. (her) Baca juga :

Read More

Beragam Penyembuhan Penyakit Dengan Menggunakan Tasbih

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan, zikir kepada Allah SWT merupakan obat bagi manusia dan memiliki keutamaan yang lebih bernilai dari emas dan perak. Untuk mencapai tujuan ini, banyak umat Islam membawa sibhah atau tasbih. Secara tradisional, tasbih digunakan untuk melacak berapa kali seseorang telah mengucapkan Subhanallah, Alhamdulliah dan Allahu Akbar. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakannya setelah salat wajib untuk melafalkan dzikir. Diriwayatkan dari Abu Ma’bad: Ibnu Abbas berkata kepadaku, “Pada masa hidup Nabi, merupakan kebiasaan untuk merayakan pujian kepada Allah dengan suara keras setelah salat wajib.” Ibnu Abbas lebih lanjut berkata, “Ketika saya mendengar zikir, saya akan mengetahui bahwa salat berjamaah wajib telah selesai” (HR Bukhari). Namun, meskipun dzikir kepada Allah telah diucapkan sejak zaman Nabi, sibhah seperti yang kita kenal sekarang belum tercatat ada pada saat itu. Beberapa catatan sejarah menunjukkan , umat Islam mengadopsi sibhah dari India pada abad ke-2 Hijriah. Mengutip About Islam, sebelum adanya tasbih atau sibhah, umat Islam kerap menggunakan batu-batu sebagai alat bantu dzikir. Agama-agama lain menggunakan tali yang diikat atau selendang anyaman untuk melacak bacaan. Akan tetapi, teknologi modern telah menambahkan dimensi baru pada tasbih ketika sibhah elektronik ditemukan. Banyak orang bahkan memilih untuk tidak menggunakan sibhah sama sekali. Padahal, menggunakan sibhah tidak hanya membantu dalam melacak zikir, tetapi juga dapat menyembuhkan, tergantung dari kayu atau batu yang digunakan untuk membuat tasbih. Di situs Islamic Shopping Network, banyak jenis tasbih yang tersedia mulai dari batu Pirus dan Mata Harimau hingga manik-manik Cendana dan Rosewood. Pencarian di situs-situs lain mengungkapkan sejumlah situs yang didedikasikan untuk membuat tasbih batu khusus. Sepanjang sejarah, berbagai budaya telah menggunakan batu permata dan kayu untuk penyembuhan. Robert Frost, seorang dokter di Basel, Swiss, baru-baru ini mempelajari sifat-sifat ilmiah dari permata dan kayu ini dan menciptakan sebuah metode pengujian kayu dan batu permata yang mengungkapkan khasiat penyembuhannya secara ilmiah. Dalam penelitian klinisnya, Dr. Frost dalam “Gems and Woods” menemukan, menggunakan batu permata atau kayu yang tepat dapat mengurangi rasa sakit, mencegah reaksi alergi, meningkatkan koordinasi, dan bahkan meningkatkan kekuatan otot. Sebagai contoh; Mata harimau secara tradisional digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan memperkuat keyakinan. Batu ini dapat menyembuhkan area perut dan sering digunakan untuk membantu masalah ginjal, pankreas, hati, usus kecil atau perut. Batu ini juga ditemukan memiliki efek menenangkan bagi orang yang memegangnya. Pirus menjaga perasaan cinta tanpa syarat di dalam hati seseorang dan membantu seseorang merasa lebih terhubung dengan Allah. Pirus juga membantu pencernaan protein dan dengan demikian membantu pencernaan. Pirus juga membantu mengeluarkan perasaan negatif seperti iri hati atau kemarahan dari diri seseorang. Membantu penyembuhan penyakit tiroid, tenggorokan, telinga, leher dan sistem pernapasan. Ini juga dapat membantu memerangi alergi atau masalah jantung. Manik-manik amber dapat membantu mengangkat beban berat, kecubung dapat membangkitkan semangat atau menyembuhkan perut atau hati, dan onyx hitam membantu seseorang untuk mengubah kebiasaan buruk. Ada banyak buku dan situs web yang membahas tentang kekuatan penyembuhan permata. Berhati-hatilah dalam pencarian Anda, karena beberapa situs bersifat mistis dan firasat. Namun ada juga buku-buku ilmiah dan situs web yang menawarkan informasi tentang permata kepada masyarakat umum. Kekuatan penyembuhan tasbih kayu sering kali terletak pada aromanya, yang dilepaskan dan dihidupkan kembali saat digunakan. Aroma rosewood secara tradisional digunakan untuk mengatasi ketegangan saraf, frigiditas, dan sakit kepala. Aroma ini juga membantu sistem kekebalan tubuh, membantu melawan virus dan meregenerasi sel. Baik untuk mengatasi jet lag dan radang kulit serta memiliki kemampuan untuk membuat seseorang rileks tanpa membuatnya mengantuk. Manik-manik yang terbuat dari kayu cendana mengeluarkan aroma yang telah digunakan untuk penyembuhan sejak zaman nabi. Kayu cendana merupakan kayu antidepresan, antiseptik, insektisida, dan obat penenang. Kayu ini dapat membantu penyembuhan sel dan digunakan untuk membantu sistem kekebalan tubuh dalam proses penyembuhan atau mencegah penyakit. Dalam Tafsir Ibnu Juzayy, dikatakan bahwa Nabi Muhammad berkata dalam sebuah pesan dari Allah, “Aku ada dalam pendapat hamba-Ku tentang Aku dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku.” Untuk alasan ini dan alasan kemudahan transportasi, tasbih merupakan hadiah yang populer dari satu Muslim ke Muslim lainnya. Dengan sedikit pemikiran, hadiah ini dapat memberikan semangat secara fisik dan juga spiritual. (yat) Baca juga :

Read More

Wujudkan Eco-Pesantren, Adaro Lakukan Program Konservasi Bambu di Kalimantan Selatan

Tabalong — 1miliarsantri.net : Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) bersama Self Learning Institute melakukan program konservasi bambu di Pondok Pesantren Teknologi Pertanian Al Islam Desa Kambitin Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen wujudkan Eco-pesantren. Perwakilan Ponpes Al Islam, Ustadz Hakim, mengatakan, pesantren siap dan berkomitmen untuk dapat menjalankan kegiatan eco-edu-tourism ini, mengingat dapat berdampak besar pada kesejahteraan dan image baik ponpes. “Program konservasi bambu ini sebagai program unggulan dalam rangka mewujudkan Ponpes Al-Islam sebagai eco-pesantren,” terang Ustadz Halim di Tabalong melalui keterangan pers, dikutip Selasa (29/1/2024). Dia menyampaikan rasa syukur karena program ini berlanjut. Hal tu mengingat sebelumnya para santri di Ponpes Al Islam mendapat pelatihan pengolahan bambu oleh Yayasan Bambu Indonesia. “Alhamdulillah setelah mendengar paparan konsep dan arah pengembangannya, kami mendapat angin segar dan harapan baru untuk pesantren, khususnya untuk program bambu ke depannya,” tambahnya. Program bambu yang diinisiasi Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) sendiri merupakan bagian dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) di Ponpes Al Islam Kambitin. Dengan fokus kegiatan untuk dapat memetakan kompleksitas yang dihadapi, baik oleh ponpes maupun YABN ketika memulai dan menjalankan program bambu itu serta membentuk dan memperkuat kelembagaan dalam menjalankan budidaya bambu. Selain penguatan kelembagaan juga diberikan berbagai praktik pertanian alami bagi kalangan ponpes dengan harapan ilmu yang diterima bermanfaat untuk pengembangan budidaya bambu dan tanaman lain. Sementara, Perwakilan Self Learning Institute, Mochammad Irvan Efrizal, menjelaskan, budidaya bambu di Ponpes Al Islam sangat mendukung untuk mewujudkan Eco-Pesantren. Budidaya bambu yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya bagian dari pembelajaran bagi santri. “Santri dapat menjadi agen perawat dan pelestari lingkungan sebagai langkah konkrit dalam menjawab tantangan krisis ekologi saat ini,” jelas Irvan. Penanaman bambu sendiri adalah upaya untuk menjawab tantangan krisis ekologi yang terjadi saat ini dan juga sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan. Mengingat bambu salah satu tanaman yang menghasilkan 62 ton oksigen per hektare dan dapat menyerap 88 ton karbondioksida dalam setahun. Selain itu, bambu adalah tanaman yang dapat mengkonservasi air dan dalam satu rumpunnya dapat menyimpan hingga 5.000 liter air. Irvan menyebutkan, adanya kawasan konservasi bambu di Ponpes Al Islam maka kualitas udara dan cadangan air untuk kebutuhan pondok pesantren dan masyarakat sekitar akan menjadi lebih baik. (gun) Baca juga :

Read More

Aturan Baru Bagi Jamaah Haji dan Umrah Ketika Berkunjung ke Raudhah Syarif

Madinah — 1miliarsantri.net : Otoritas Perawatan Masjid Nabawi mulai menerapkan mekanisme baru untuk kunjungan ke Raudhah Syarif di Masjid Nabawi, Madinah. Aturan baru tersebut mengharuskan jamaah dan pengunjung memindai kode batang di gerbang otomatis untuk masuk ke Rawdah Sharif. Prosedur tersebut dilakukan melalui platform Nusuk, di mana jamaah cukup mengikuti tahapan yang diberikan melalui berbagai bahasa untuk melakukan kunjungan. Kemudian, setelah melakukan reservasi melalui aplikasi tadi, pendaftar akan menerima jadwal kunjungan dan barcode. Nantinya pengunjung akan diingatkan tentang janji temu 24 jam sebelum tanggal kunjungan dan memintanya untuk mengkonfirmasi atau membatalkan, dan tidak dapat menggunakan barcode untuk kunjungan sebelum waktu yang ditentukan. Begitu pengunjung tiba di halaman Masjid Nabawi, ia akan diarahkan melalui layar panduan menuju pintu masuk yang ditunjuk untuk kunjungan tersebut. Jamaah akan diterima oleh staf terlatih dan dipandu melalui tahapan kunjungan. Sebelum tiba di Rawdah Sharif, pengunjung harus memindai barcode melalui gerbang otomatis lalu menuju ke ruang tunggu dan kemudian ke grup untuk masuk. Pengunjung akan dikembalikan melalui tempat yang telah ditentukan apabila izin tersebut diketahui tidak aktif pada waktu itu. Badan Masjid Nabawi telah mengalokasikan jalur khusus bagi masyarakat berkebutuhan khusus dan luas pembukaannya akan ditentukan sesuai dengan kapasitas Rawdah Syarif. Pihak Masjid Nabawi juga menyiapkan layar elektronik yang tersedia dalam beberapa bahasa untuk mengedukasi pengunjung tentang etika berkunjung dan ruang tunggu yang disiapkan untuk kenyamanan jamaah. Memasuki waktu kunjungan yang telah ditentukan, para pengunjung akan diarahkan menuju pintu masuk Rawdah Syarif melalui jalur yang tertata dan terstandar hingga tiba di tempat shalat. Setelah waktu berkunjung berakhir, pengunjung akan diarahkan ke pintu keluar yang telah ditentukan. Tindak lanjut juga dilakukan melalui sistem digital canggih yang beroperasi lewat kamera dan sensor pintar, untuk melacak pola pergerakan pengunjung masuk dan keluar serta mengetahui jumlah pendatang melalui peta termal dan geografis interaktif. Ruang kendali bersama akan mengelola manajemen kerumunan dan sistem digital, mempertemukan semua pihak terkait untuk mendaftarkan pengunjung untuk koordinasi langsung. Aturan ini akan memberikan solusi cepat jika terjadi kepadatan berlebih, dan akan diterbitkan laporan berkelanjutan dengan tujuan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan layanan. (ham) Baca juga :

Read More

Seluruh Kegiatan Harlah NU ke 101 Dipusatkan di Yogyakarta

Bantul — 1miliarsantri.net : Memperingati kelahiran Nahdlatul Ulama genap berusia 101 tahun pada Ahad (28/1/2024) dalam penanggalan Hijriah, tepatnya 16 Rajab 1445 H. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar sejumlah acara yang berpusat di Yogyakarta. Ketua Panitia Pelaksana Harlah Ke-101 NU Syarif Munawi menyampaikan bahwa kegiatan ini dibuka dengan Istighotsah di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Bantul, Yogyakarta pada Ahad (28/1/2024). Istighotsah dipimpin langsung oleh Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori dan diisi mauidhah hasanah oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Kegiatan ini diikuti oleh warga dan seluruh pengurus NU Bantul, para kiai pesantren di Bantul, serta santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. “Kegiatan doa bersama ini dimaksudkan untuk memohon pertolongan Allah bagi kemaslahatan Nahdlatul Ulama dan Indonesia. Sebagai ungkapan syukur atas perjalanan Nahdlatul Ulama yang telah mencapai 101 tahun hijiriah, panitia menyajikan 101 tumpeng untuk dinikmati bersama,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (28/1/2024). Kegiatan rangkaian Harlah Ke-101 NU dilanjutkan dengan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, Senin (29/1/2024). Pada Halaqah Nasional ini hadir empat pembicara, yakni Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf; Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir; COO Center for Shared Civilizational Values, North Caroline, USA H Muhammad Cholil; dan pengajar di Boston University, USA Prof Robert W Hefner. Halaqah dipandu oleh Anggota Lakpesdam PBNU Prof Ismail Fajrie Alatas. Selanjutnya, rangkaian Harlah Ke-101 NU diisi dengan Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, pada Selasa (30/1/2024). Kegiatan Konbes NU kali ini fokus membahas Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang mengatur dasar dan wewenang pembahasan dan penetapan hukum, metode dan proses pengambilan keputusannya, serta hal-hal terkait lainnya. Hal lain yang dibahas adalah perihal Perkum tentang pengelolaan fasilitas kesehatan, serta penyempurnaan Perkum tentang permusyawaratan dan pengukuran kinerja. Lalu Puncak Harlah Ke-101 NU akan digelar di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta pada Rabu (31/1/2024). Waktu tersebut juga bertepatan dengan Harlah Ke-98 NU berdasarkan kalender masehi. Pada Puncak Harlah ke-101 NU di UNU Yogyakarta ini, ada tujuh rangkaian kegiatan sebagai berikut: Baca juga :

Read More

Menag Resmikan Gedung ITC UIN Malang Yang Mampu Menampung 5000 Mahasiswa

Malang — 1miliarsantri.net : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan gedung Ma’had dan Islamic Tutorial Center (ITC) di Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Gedung Ma’had atau Asrama ini didesain mampu menampung 5 000 mahasiswa baru. “Peresmian gedung ditandai dengan pemotongan pita, dan kita semua sama-sama bisa menyaksikan peresmian gedung Ma’had dan ITC UIN Malang. Semoga kita semua diberikan nikmat sehat dan kelancaran,” terang Menag kepada 1miliarsantri.net, Ahad (28/1/2024). Ma’had yang dibangun UIN Malang ini merupakan satu-satunya asrama yang mampu menampung seluruh mahasiswa tingkat pertama. Menag mengingatkan, dengan pembangunan gedung megah ini, ada beban berat yang diemban, “Dengan beban berat ini, tentu tantangannya tidak mudah. Nah hal itulah yang perlu bersama kita cari solusinya. Terutama terkait keberlanjutan pemanfaatan gedung tersebut,” ungkap Menag. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan aset yang dimiliki Perguruan Tinggi. Menurutnya, banyak aset yang bisa dimanfaatkan dengan baik dalam upaya menyokong keberlanjutan operasional kampus. “Karena membangun dinilai lebih lebih mudah, dibanding mempertahankan kelayakan fungsi dari gedung tersebut. Jadi harus ada kreatifitas dalam mengelola keuangan kampus. Agar berkelanjutan dalam pengelolaan operasional gedungnya,” lanjutnya. Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan adalah terkait tata laksana pengelolaan asrama. Menurut Gus Men, hingga saat ini, belum ada kejelasan struktur organisasi yang membuat pengelolaan lebih profesional. “Kemudian terkait status struktur di Ma’had, jangan dibiarkan tidak jelas. Ini perlu diperbaiki. Harus menjadi hal yang bergengsi, agar lebih baik,” imbuhnya. Ia pun berharap gedung megah ini dapat memberikan manfaat yang besar, baik kepada mahasiswa maupun pengembangan keilmuan. Terakhir, Menag merasa senang dengan proses pembangunan yang begitu cepat. Bahkan, masih menyisakan 100 hari lebih dari target yang ditetapkan. “Karena tergolong cepat pengerjaannya, semoga ini dicontoh oleh yang lain,” harapnya. Rektor UIN Malang, M Zainudin menjelaskan bahwa gedung Ma’had dan ITC dibangun di area Kampus III UIN Malang dengan desain lafadz basmalah (Bismillahirrahmanirrahim). “Tahap pertama yang dibangun sekarang ini adalah lafadz Ar-Rahim, dengan biaya dari SFD dan dana pendamping proyek dari Pemerintah Indonesia dengan total 63, 9 juta USD atau Rp960 Miliar yang dibangun di atas lahan 12 ha dari total tanah 100 ha,” jelasnya. “Tahun ini, UIN Malang berencana menerima 5.500 mahasiswa S1, sesuai dengan kapasitas ma’had. Karena di kampus ini seluruh mahasiswa baru wajib tinggal di ma’had selama minimal satu tahun untuk pengembangan wawasan keislaman khas pesantren dan penguatan karakter,” bebernya. Ke depan, lanjut Rektor, setelah selesainya pembangunan gedung Ar-Rahim ini diharapkan dapat menerima mahasiswa baru hingga 7-10 ribu untuk memenuhi Angka Partisipasi Kasar (APK) dalam rangka Perluasan Akses Pendidikan. Terakhir, Zainudin mwngucapkan terima kasih atas dukungan Menteri Agama dalam pembangunan ini, Ia pun berharap pembangunan bisa segera rampung. “Semoga proses pembangunan kampus III ini lancar sesuai target, dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya. (fin) Baca juga :

Read More

Bulan Rajab Secara Makna Adalah Bulan yang Mulia, Guna Persiapan Menuju Ramadhan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Dr KH Masyhuril Khamis membeberkan apa itu bulan Rajab dan berbagai keutamaannya. Bulan Rajab secara makna adalah bulan yang mulia. Bulan Rajab juga salah satu dari empat bulan yang dimuliakan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ [ التوبة: 36] “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (At Taubah ayat 36) Imam At-Thabari dalam tafsirnya menukil perkataan sahabat Ibnu Abbas RA, perihal kemuliaan yang Allah SWT berikan untuk bulan-bulan haram ini: خصَّ من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حُرُمًا، وعظّم حُرُماتهن، وجعل الذنبَ فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم. “Allah SWT memberikan keistimewaan untuk empat bulan haram di antara bulan-bulan yang ada, dan diagungkan kemuliaannya bulan itu, dan menjadikan dosa yang terbuat serta amal ibadah yang dilaksanakan menjadi lebih besar ganjaran dosa dan pahalanya.” (Tafsir At-Thabari 14/238) Karena itu, di bulan yang dimuliakan ini kita diperintahkan untuk memperbanyak ibadah secara umum dan lebih kuat dalam menahan untuk tidak bermaksiat. Salah satu ibadah yang baik dan bisa dilakukan oleh hampir semua orang di bulan haram atau mulia ini, adalah puasa. Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunan mereka, meriwayatkan hadits dari salah seorang dari suku al-Bahilah: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَنَا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ قَالَ فَمَا لِي أَرَى جِسْمَكَ نَاحِلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا بِالنَّهَارِ مَا أَكَلْتُهُ إِلَّا بِاللَّيْلِ قَالَ مَنْ أَمَرَكَ أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَكَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَقْوَى قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا بَعْدَهُ قُلْتُ إِنِّي أَقْوَى قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمَيْنِ بَعْدَهُ قُلْتُ إِنِّي أَقْوَى قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمْ أَشْهُرَ الْحُرُمِ “Aku mendatangi Nabi SAW lalu aku berkata kepada beliau, “Wahai Nabi, aku adalah orang yang pernah datang kepadamu di tahun pertama.” Nabi kemudian bertanya, “Kenapa badan kamu menjadi kurus?” Dia menjawab, “Aku –selama ini- tidak makan dalam sehari kecuali malam saja.” Nabi bertanya, “Siapa yang menyuruhmu menyiksa tubuhmu seperti ini?” Aku –al-Bahiliy- menjawab, “Wahai Nabi, aku ini orang yang kuat bahkan lebih kuat.” Nabi SAW bersabda, “Puasalah bulan sabar –bulan Ramadhan- saja, dan sehari setelahnya!” Lalu aku menjawab, “Aku lebih kuat dari itu ya Nabi!” Nabi menjawab, “Kalau begitu, puasa Ramadhan dan 2 hari setelahnya!” Aku menjawab lagi, “Aku lebih kuat dari itu wahai Nabi!” Nabi berkata, “Kalau begitu, puasa Ramadhan, kemudian 3 hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan haram!” Kiai Masyhuril menjelaskan, dalam bulan rajab ini juga terdapat satu peristiwa yang sangat monumental dalam Islam, yaitu peristiwa Isra Miraj. Banyak hal yang bisa dipetik dari peristiwa tersebut. Inti dari Isra Miraj adalah dikukuhkannya tugas utama manusia sebagai hamba di dunia ini, yaitu disyariatkannya ibadah sholat. “Ibadah sholat adalah ibadah yang paling utama karena akan ditanyakan pertama kali di akhirat,” jelas Kiai Masyhuril. Nabi bersabda: ((إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ –: اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا)) “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba di hari kiamat adalah sholatnya. Maka, jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari sholat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari sholat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i) Dengan demikian, Kiai Masyhuril mengatakan, hal paling penting di kehidupan ini adalah sholat, sehingga jangan pernah merasa tenang dan bangga ketika anak keturunan sukses secara duniawi tapi masih berani meninggalkan sholat. Begitu pula sebaliknya, meski anak keturunan masih belum mapan, tapi jika sudah disiplin tidak pernah meninggalkan shalat dalam kondisi apapun, maka patut untuk bersyukur kepada Allah. “Marilah kita jadikan bulan Rajab ini selain sebagai persiapan menuju bulan mulia (Ramadhan), kita jadikan sebagai bulan perbaikan sholat kita dan anak keturunan kita. karena di dalamnya ada peristiwa agung Isra Miraj yang merupakan disyariatkannya sholat 5 waktu,” pungkasnya. (yat) Baca juga :

Read More

Hamas Rilis Laporan Tentang Operasi Badai Al Aqsa Menjelaskan Motif Di balik Serangan Mereka ke Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Hamas merilis dokumen terperinci setebal 16 halaman untuk menjelaskan motivasi di balik serangan mereka ke Israel pada tanggal 7 Oktober, dan secara langsung mengaitkannya dengan perjuangan Palestina yang lebih luas. Dokumen tersebut juga sekaligus membantah dengan tegas tuduhan Israel seputar operasi tersebut. Kantor Media Hamas, dalam merilis dokumen tersebut dalam bahasa Arab dan Inggris, menawarkan wawasan langka mengenai pengambilan keputusan dan kejadian operasi perlawanan yang signifikan pada tanggal 7 Oktober. Dokumen yang dirilis pada hari Ahad pekan lalu berjudul “Narasi Kami…Operasi Badai Al-Aqsa.” Laporan tersebut dimulai dengan menetapkan Operasi Badai Al-Aqsa sebagai tindakan yang perlu dan reaktif, terhadap strategi agresif Israel yang bertujuan memberantas perjuangan Palestina. Pernyataan ini ditujukan kepada “Rakyat Palestina yang teguh,” yang telah mengalami kampanye genosida militer Israel, yang kini memasuki hari ke-107. Buku ini menelusuri asal-usul penderitaan Palestina hingga masa-masa awal penjajahan Zionis dan bahkan era kolonial Inggris. Hal ini menjelaskan penderitaan selama puluhan tahun di bawah penindasan, perampasan hak asasi manusia, dan kebijakan apartheid. Dokumen tersebut mengkritik apa yang disebut sebagai proses penyelesaian damai dan dukungan bias AS dan sekutu Baratnya terhadap Israel, serta menuduh mereka memungkinkan memperpanjang pendudukan dan penindasan terhadap rakyat Palestina. Setelah 75 tahun pendudukan dan penderitaan tanpa henti, dan setelah kegagalan seluruh inisiatif pembebasan dan hasil buruk dari proses perdamaian, apa lagi yang bisa diharapkan dunia dari rakyat Palestina?” tulis laporan tersebut. Hal ini mencakup upaya untuk merebut tanah Palestina, Yudaisasi wilayah tersebut, dan upaya untuk melakukan kontrol penuh atas Masjid Al-Aqsa dan tempat suci lainnya. Hamas memposisikan operasi tersebut sebagai upaya strategis untuk membebaskan Jalur Gaza dari blokade, membebaskannya dari pendudukan Israel, dan mendapatkan kembali hak-hak nasional. Tujuan utamanya, sebagaimana digariskan, adalah pembentukan negara Palestina yang berdaulat, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Terkait ketidaksempurnaan operasional, Hamas mengakui bahwa “Beberapa kesalahan” terjadi karena kerusakan tak terduga pada sistem keamanan dan militer Israel, yang menyebabkan kekacauan di sepanjang perbatasan Gaza. Dalam laporan tersebut, tertulis juga bagaimana perlakuan manusiawi terhadap semua warga sipil yang ditahan di Gaza, dan menyoroti pembebasan mereka selama gencatan senjata kemanusiaan dengan imbalan perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Menyikapi isu kontroversial yang menargetkan warga sipil Israel, laporan tersebut dengan tegas menyangkal tindakan tersebut, dan menggarisbawahi komitmen moral dan agama untuk menghindari jatuhnya korban sipil, khususnya perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia. Bagian kedua, ‘Peristiwa Operasi Banjir Al-Aqsa,’ dengan tegas membantah tuduhan terhadap Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengenai penargetan warga sipil pada tanggal 7 Oktober, dan menganggapnya sebagai rekayasa tak berdasar yang berasal dari propaganda Israel. Laporan tersebut menegaskan bahwa sumber independen belum membuktikan klaim tersebut. Lebih lanjut, rekaman video dan kesaksian warga Israel diduga menunjukkan bahwa Brigade Al-Qassam tidak menargetkan warga sipil pada hari itu. Laporan tersebut mengklaim bahwa banyak korban di pihak Israel disebabkan oleh tembakan dari tentara dan polisi mereka di tengah kekacauan tersebut. “Pejuang Palestina secara eksklusif menargetkan tentara pendudukan dan individu bersenjata yang menentang rakyat kami,” tegas dokumen tersebut. Bagian ketiga menyerukan penyelidikan internasional terhadap kejahatan perang Israel, menyoroti perlawanan yang dihadapi Palestina ketika meminta penyelidikan semacam itu di ICC. Hamas mendesak negara-negara, khususnya Amerika Serikat, Jerman, Kanada, dan Inggris, untuk mendukung keadilan dengan mendukung penyelidikan atas kejahatan yang dilakukan di wilayah pendudukan Palestina. Pada bagian keempat, berjudul ‘Siapa Hamas’, kelompok ini mendefinisikan dirinya sebagai gerakan pembebasan nasional dengan tujuan dan misi pasti yang didasarkan pada hak warga Palestina untuk membela diri, membebaskan, dan menentukan nasib sendiri. Ini berbicara tentang perjuangan heroik rakyat Palestina melawan pendudukan Israel yang brutal dan berkepanjangan, yang ditandai dengan agresi dan pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang sebagian besar menargetkan warga sipil. Bagian terakhir, ‘Apa yang Dibutuhkan’, menyerukan penghentian segera agresi Israel di Gaza, pertanggungjawaban hukum atas penderitaan manusia yang menimpa rakyat Palestina, dan tuntutan terhadap Israel atas kejahatan terhadap warga sipil dan infrastruktur. Hamas mengimbau komunitas global, terutama negara-negara yang sebelumnya terjajah, untuk mengakui penderitaan rakyat Palestina dan memulai gerakan solidaritas di seluruh dunia, mempromosikan keadilan, kesetaraan, dan hak atas kebebasan dan martabat. Setelah serangan lintas batas Hamas, Israel memulai serangan hebat di Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 25 ribu warga Palestina dan melukai 62.681 lainnya. PBB melaporkan bahwa serangan ini telah membuat 85 persen penduduk Gaza mengungsi, menyebabkan kekurangan makanan, air, dan obat-obatan, serta merusak atau menghancurkan 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Kemenag Kumpulkan 79 Pimpinan Pesantren Penyelenggara Ma’had Aly se Indonesia

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar forum pertemuan pemimpin lembaga pendidikan tinggi pesantren atau Mudir Ma’had Aly. Pertemuan yang dihadiri 79 Mudir Ma’had Aly ini berlangsung di Surabaya, 25 – 27 Januari 2024. Forum ini mendiskusikan kurikulum, digitalisasi, dan rencana pengaplikasian kitab kuning digital pada pendidikan tinggi pesantren. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani menyatakan bahwa lembaga pendidikan pesantren, termasuk Ma’had Aly, telah melahirkan ulama-ulama besar. Para alumni pesantren telah berkiprah di banyak sektor, baik formal maupun non formal. Namun, menurutnya masih ada beberapa PR yang harus diselesaikan berkaitan dengan lulusan lembaga pendidikan pesantren, yaitu rekognisi atau pengakuan. “Atas dasar itu, Kemenag terus berupaya untuk mendorong rekognisi alumni pesantren. Salah satunya memberikan fasilitasi kepada para santri melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB),” terangmya kepada 1miliarsantri.net di Surabaya, Sabtu (27/1/2024). Saat ini, kata Kang Dhani, sapaan akrabnya, alumni Pendidikan Diniyah Formal (PDF), melalui skema PBSB bisa kuliah di perguruan tinggi, misalnya UI, UGM, dan lainnya. Mereka juga dapat mengambil jurusan seperti ilmu kedokteran, akuntansi, dan hubungan internasional. Meski demikian, Kang Dhani menyadari bahwa PR rekognisi ini belum selesai. Ia mengaku pernah mendapat cerita dari alumni Marhalah Tsaniah Ma’had Aly (setara S2) yang terkendala ketika hendak melanjutkan S3. “Ketika dia mau daftar S3 di kampus umum menggunakan ijazah Ma’had Aly, pihak kampus tidak tahu. Begitu ditanya akreditasi dan disodorkan hasil akreditasi Ma’had Aly yang hasilnya mumtaz alias unggul, mereka juga tidak tahu,” ujarnya. Kang Dhani mengajak seluruh mudir untuk terus meningkatkan kualitas Ma’had Aly. Sebagai bagian dari subsistem pendidikan nasional, Kang Dhani berharap ke depan Ma’had Aly sudah siap diakreditasi oleh lembaga seperti Lamgama (Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal). “Akreditasi dari Majelis Masyayikh dengan hasil mumtaz (A), jayyid (B), dan maqbul (C) seperti yang selama ini dijalani harus dilanjutkan, tetapi sebagai pelengkap perlu ditambah dengan akreditasi dari lembaga semacam Lamsama,” lanjutnya. Sehingga, imbuhnya, Ma’had Aly yang memperoleh akreditasi mumtaz dari Majelis Masyayikh juga mendapatkan predikat unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri. Hal ini merupakan salah satu bentuk adaptasi Ma’had Aly. Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu optimistis kalau Ma’had Aly mampu melakukannya. Sebab, ciri khas pesantren adalah kemampuannya di dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dengan peraturan perundang-undangan. “Saya yakin Ma’had Aly akan menapaki kejayaannya ketika ia mampu beradaptasi dengan dinamika peraturan perundang-undangan yang ada,” tegasnya. Sementara itu Plt. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono menyatakan pentingnya pertemuan para Mudir Ma’had Aly. “Forum Mudir Ma’had Aly ini merupakan jembatan untuk bagaimana komunikasi dengan para pihak, terutama dengan Kemenag,” tutur Waryono. Sejumlah narasumber dihadirkan dalam pertemuan ini. Di antaranya KH. Afifudin Muhadjir (pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iah Sukorejo), Prof. Nur Syam (Guru Besar UIN Surabaya), dan Prof. Abd. A’la Basyir (Anggota Majelis Masyayikh). “Semoga kehadiran para narasumber yang luar biasa ini semakin menambah semangat kita semua untuk terus meningkatkan kualitas Ma’had Aly,” tutupnya. (har) Baca juga :

Read More

Gus Mus Memberikan Pesan Kepada Warga NU Harus Tetap Rukun, Tenang dan Tidak Berlebihan

Renbang — 1miliarsantri.net : Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, memberikan pesan masyarakat, khususnya warga NU untuk tetap rukun, tenang, dan tidak berlebihan dalam dukung mendukung capres dan cawapres pada pemilu 2024. “Nasihat saya, kalau kalian setuju. Di tahun politik ini, tenang saja. Ini sesuatu yang rutinan setiap 5 tahun sekali. Kalau teman kalian tidak sama pilihan sama kalian, ya tidak apa-apa,” terang Gus Mus dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ PWNU Jawa Tengah, dikutip dari Youtube Kanal Mata Air, Sabtu (27/1/2024). Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini, perbedaan pilihan sesuatu yang alamiah dan akan berulang setiap ada pemilu. Penyebabnya tentu ada banyak faktor, bisa karena kedekatan emosional, perbedaan sudut pandang, hingga beda dalam tujuan. Namun, ciri dari tokoh NU dan Nahdliyin sejak dulu selalu berpendapat berdasarkan dalil-dalil atau dasar yang kuat sehingga dalam setiap gerak-geriknya ada landasan yang kuat. “Karena ketidaksamaan tersebut sesuatu yang alamiah. Beda itu fitrah, tidak ada salahnya beda,” tegas Gus Mus. Gus Mus juga mengingatkan, jangan sampai perbedaan pilihan dalam pemilu yang lima tahun sekali merusak pernikahan yang sudah dibangun puluhan tahun. Begitu juga pemilu tersebut tidak boleh merenggut persaudaraan dan memutuskan silaturahim. “Suami istri beda pilihan itu tidak dosa, jangan bertengkar. Kenapa harus bertengkar, yang enak adalah calonnya. Kalian dapat apa ketika harus ngotot-ngototan?” sambung Gus Mus. Menurut Gus Mus, untuk menyikapi ketika ada yang meminta dukungan maka jika cocok, dukung dengan tanpa merusak hubungan suami istri dan persaudaraan. Karena nanti lima tahun kemudian akan ada calon baru lagi, beda kembali calonnya, calon yang didukung akan berbeda lagi. “Jadi ketika ada yang minta dukungan ya didukung, biasa saja. Jadi tenang saja, tidak perlu tegang-tegangan, santai aja. Tidak perlu merengut (cemberut) terus-menerus. Hidup akhir zaman jangan banyak gaya. Syukur yang diperbanyak,” lanjutnya. Gus Mus juga mengingatkan pengurus Nahdlatul Ulama yang ada di Jawa Tengah untuk lebih fokus ke politik kebangsaan dan kerakyatan. Memikirkan nasib petani yang belum sejahtera. Gus Mus sepakat jika pengurus NU Jawa Tengah fokus penguatan akar rumput. Penguatan ekonomi masyarakat kecil. Warga NU harus disiapkan secara kolektif untuk kapasitas dan keilmuannya. Jangan hanya ikut-ikutan atau hura-hura saja, kata Gus Mus. “Kesimpulannya, NU balik ke awalnya, tujuan awalnya menyantuni masyarakat, mengelola masyarakat, mengurus masyarakat, pengurus-pengurus NU harus ingat ini,” pungkasnya. (hud) Baca juga :

Read More