Pemerintah Saudi Siapkan Drone untuk Mempercepat Transfer Darah pada Penyelenggaran Haji 2024

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Kesehatan Pemerintah Kerajaan Saudi akan menggunakan drone untuk mentransfer darah selama penyelenggaran ibadah haji tahun 2024 ini. Drone tersebut secara resmi akan digunakan untuk membawa unit darah dan sampel laboratorium antara rumah sakit di tempat-tempat suci di Mina dan Arafah, tempat puncak ibadah haji. Akhir tahun lalu, Kementerian Kesehatan Saudi dan Saudi Post (SPL) melakukan uji coba transfer darah menggunakan drone di tempat-tempat suci dekat Mekkah. Latihan ini dilakukan untuk memastikan kecepatan dan keamanan layanan rawat jalan yang disiapkan untuk para jamaah haji. Keberhasilan simulasi tersebut membawa lampu hijau dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji sekaligus membantu penanganan keadaan darurat selama ibadah tahunan tersebut. Teknik ini dapat memotong layanan transportasi darah menjadi dua menit lebih cepat dibanding diangkut dengan cara tradisional yang memakan waktu hingga 2,5 jam. Hampir 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji tahun lalu. Angka tersebut menandai kembalinya jumlah jamaah haji ke masa sebelum pandemi. Belum lama ini Arab Saudi juga mengumumkan aturan baru untuk musim haji 2024 yang dijadwalkan pada Juni nanti. Menurut Menteri Haji Saudi Tawfiq Al Rabiah, aturan baru tersebut menyebutkan tidak ada lagi tempat khusus yang untuk negara-negara tertentu di Masyair. Dia menjelaskan bahwa lokasi ditentukan oleh negara yang lebih cepat menyelesaikan semua kontrak dan siap untuk musim haji 1445 H. Mekanisme baru ini bertujuan untuk memfasilitasi persiapan penyelenggaran haji. (dul) Baca juga :

Read More

Telkomsel Serahkan Sepatu di Papua Hasil Donasi Pelanggan

Sorong — 1miliarsantri.net : Pada bulan Ramadhan ini Telkomsel menyerahkan ratusan pasang sepatu hasil donasi pelanggan kepada sejumlah pelajar di Papua. Penyerahan donasi merupakan bagian dari rangkaian program donasi melalui penukaran Telkomsel Poin pelanggan yang dilakukan selama periode Desember 2023 hingga Januari 2024. Pendistribusian ratusan sepatu dilakukan secara bertahap mulai Maret 2024 ke sejumlah sekolah di sekitar Jayapura, Timika dan Sorong. Di antara yang mendapat bantuan adalah SD Inpres Toghompatu, SD Inpres Kibay Arso Timur, SD & SMP Satu Atap Pomako Timika, SD YPPK TIPUKA (Mapurujaya) Timika, SD Inpres Timika 7 (Mulia Kencana, SP 7), hingga SMA Negeri 7 Kabupaten Sorong. Menurut Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Saki H. Bramono, Telkomsel menyampaikan apresiasi bagi para pelanggan yang telah turut berpartisipasi menukarkan Poin yang mereka miliki agar bisa sambungkan senyuman untuk langkah masa depan para pelajar di Papua. Melalui inisiatif ini, Telkomsel mengambil peran terdepan untuk berdampingan bersama pelanggan meringankan langkah sejumlah pelajar di Papua agar semakin semangat belajar dalam menggapai masa depan yang lebih cerah. “Langkah nyata ini juga merupakan perwujudan komitmen Telkomsel sebagai penggerak dampak sosial dan lingkungan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses bisnis berkelanjutan perusahaan, yang diharapkan dapat terus menjadi berkah berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat Indonesia,” ungkapnya. Dalam program ini, lebih dari 39 ribu pelanggan telah berpartisipasi menukarkan Telkomsel Poin mereka melalui aplikasi MyTelkomsel untuk menjadi donasi sepatu bagi para pelajar yang membutuhkan di Papua. Adapun produksi sepatu dalam program ini juga dilakukan dengan berkolaborasi bersama brand lokal “Polos Made by You”, sebagai bentuk dukungan Telkomsel dalam mendorong kemajuan ekonomi kreatif dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah lokal. Selain menyalurkan donasi sepatu, Telkomsel juga menyerahkan bantuan modem Telkomsel Orbit ke beberapa sekolah, untuk mendukung proses belajar mengajar di beberapa sekolah tersebut. (hil/adv) Baca juga :

Read More

Aksi Sedekah Umat Muslim Capai Rp 717,6 Miliar

Jakarta. — 1miliarsantri.net : Sepanjang tahun 2023, aksi kedermawanan (filantropi) umat Islam Indonesia berhasil mengumpulkan dana sebesar 46 juta dollar AS atau senilai Rp717,6 miliar. Aksi tersebut memecahkan rekor untuk mendukung sekitar dua juta pengungsi dan pengungsi internal (IDP) di 23 negara. Komisaris Tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) melaporkan, negara-negara yang paling banyak menerima bantuan zakat dan sadaqah, antara lain Lebanon, Suriah, dan Yaman. Dalam bentuk zakat, Yaman menerima 5,7 juta dollar AS (Rp87,7 miliar) dan Lebanon menerima 5,6 juta dollar AS (Rp87,2 miliar) di tahun 2023. Sementara untuk sadaqah tertinggi per negara, Suriah menerima bantuan tertinggi yaitu 8,6 juta dollar AS atau sekira Rp133,9 miliar pada tahun 2023. Di tahun 2023, Dana Zakat Pengungsi mengumpulkan kontribusi lebih dari 21 juta dollar AS (Rp327,1 miliar), yang dialokasikan untuk penerima yang memenuhi syarat sesuai dengan kebijakan distribusi zakat 100 persen. Pendekatan ini didukung oleh 17 dukungan yang diterima UNHCR. Begitu pula, sumbangan sadaqah melampaui 25 juta dollar AS, yang memberikan manfaat kepada lebih dari 826.000 orang di 16 negara seperti Afghanistan, Bangladesh, Yunani, Etiopia, India, Yordania, Kenya, Libanon, Pakistan, dan Uganda. Sejak dimulainya Dana Zakat Pengungsi pada tahun 2017, kontribusi sadaqah telah membantu lebih dari 2,7 juta pengungsi dan IDP di 23 negara. “Bulan ini (Ramadan) secara tradisi ditandai dengan momen-momen kegembiraan, syukur, kekeluargaan, pertemuan bersama di meja. Namun, kekerasan yang meningkat dan brutal di seluruh dunia membuat banyak keluarga kehilangan momen-momen seperti ini,” terang Komisaris UNHCR, Filippo Grandi, dikutip Sabtu (16/3/2024). Laporan tersebut juga mencatat, filantropi umat Islam untuk pengungsi makin meningkat, dengan kontribusi terhadap UNHCR naik hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir. “Saya memikirkan jutaan pengungsi Sudan yang terpaksa menjalani Ramadhan jauh dari rumah… mereka yang mengungsi di Yaman, penderitaan yang dialami pengungsi Suriah, Afghanistan, Rohingya, dan pengungsi lainnya.” tambahnya. Selama bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk bersedekah, berpuasa dari fajar hingga senja, tidak makan, minum, dan merokok. Bulan ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah, bertafakur, bertaubat dan beramal. Umat Islam juga diharapkan dapat beramal, salah satunya melalui zakat fitrah wajib dibayarkan pada akhir Ramadhan atau sebelum shalat Idul Fitri. Infak ini berbeda dengan zakat yang dapat diberikan kapan saja sepanjang tahun. Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam dan setara dengan 2,5 persen tabungan setahun penuh. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Muslim Philanthropy Initiative di Indiana University, pada 2021, Muslim Amerika menyumbang sekitar 1,8 miliar dollar AS dalam bentuk zakat. Rata-rata Muslim di AS menyumbangkan sekitar 2.070 dollar atau Rp32,3 juta dalam bentuk zakat. (yan) Baca juga :

Read More

Momentum Ramadhan Dimanfaatkan Pengurus DKM Sabilul Muttaqien Patra Sediakan Ifthar

Indramayu — 1miliarsantri.net : Bulan Suci Ramadan kembali menjadi momen bagi ummat Muslim untuk berlomba meraih berkah. Hal tersebut juga dilakukan di lingkungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan, yakni melalui penyediaan takjil dan ifthar bagi ratusan jamaah Masjid Sabilul Muttaqien Perumahan Pertamina Bumi Patra Indramayu, Jawa Barat. Setiap hari, setidaknya ada sekitar 150 hingga 200 orang yang berasal dari sekitar Kompleks Perumahan Bumi Patra dan mahasiswa hadir untuk berbuka puasa dan Sholat Maghrib berjamaah di Masjid kompleks pekerja Pertamina RU VI ini. Takjil yang sediakan Dewan kemakmuran Masjid (DKM) pun beraneka ragam, seperti kue tradisional, kurma, buah, dan teh manis hangat untuk membatalkan puasa, serta nasi kotak sebagai menu makan malam. Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI RU VI Balongan Mohamad Zulkifli menerangkan, penyediaan takjil dan iftar ini merupakan program kerja Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina RU VI yang rutin dilaksanakan saat Ramadan. Anggaran penyediaan ifthar ini, kata Zulkifli, bersumber dari donasi para pekerja di lingkungan Kilang Pertamina Balongan. “Silakan bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa bisa ke Masjid di Kompleks Bumi Patra,” ungkap Zulkifli, Sabtu (16/3/2024). Sementara itu, Burhanudin, pengurus DKM Masjid Sabilul Muttaqin, mengatakan, hingga Ramadan ke-3 ini ada 64 pekerja RU VI yang telah mendonasikan dananya untuk kebutuhan ifthar dengan total donasi yang terkumpul sebesar Rp 33.970.000. “Alhamdulillah penyediaan ifthar semuanya berjalan lancar, total sudah lebih 500 ifthar nasi kotak yang telah disalurkan selama selama 3 hari Ramadhan,” kata Burhan. Evi (34 tahun) salah satu warga Balongan yang turut berbuka di Masjid Sabilul Muttaqien menuturkan, momen berbuka puasa di Masjid yang berada di kompleks Pertamina merupakan salah satu momen yang dinantikannya setiap tahun. Disampaikan Evi, buka puasa bersama di Masjid adalah sebuah keberkahan yang tidak bisa dirasakan setiap saat, hanya ada di Bulan Ramadan saja. “Alhamdulillah tiap Ramadan selalu menyempatkan buka puasa disini, suasananya sangat saya rindukan,” ungkapnya. (fer) Baca juga :

Read More

Israel Tembaki Warga Palestina Yang Kelaparan

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara Israel kembali menembaki orang-orang yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza pada Kamis (14/3/2024), menewaskan 20 orang dan melukai sedikitnya 155 orang lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, insiden tersebut terjadi di sekitar kawasan Bundaran Kuwait. Kantor berita resmi Palestina WAFA. mengonfirmasi puluhan orang tewas dan terluka. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa serangan itu menunjukkan niat Israel yang terencana untuk melakukan aksi pembantaian baru dan mengerikan. Proses evakuasi korban tewas dan luka-luka sedang berlangsung meski kondisi di wilayah itu cukup menantang. “Jumlah korban tewas bisa bertambah karena kondisi serius korban cedera yang kini dirawat di beberapa rumah sakit terdekat,” tambahnya. Israel meluncurkan perangnya di Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 31.300 warga Palestina dan mendorong wilayah itu ke ambang kelaparan. Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di daerah kantong Palestina tersebut, menyebabkan penduduknya, khususnya warga di Gaza utara, berada di ambang kelaparan. Perang tersebut juga telah memaksa 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kelangkaan akut bahan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara sebagian besar infrastruktur daerah itu telah rusak atau hancur, menurut PBB. Israel dituding melakukan aksi genosida di Mahkamah Internasional, yang dalam putusan sela pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil langkah untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

KH Anang Rikza : Tiga Manfaat Al Qur’an Bagi Kehidupan Kita

Semarang — 1miliarsantri.net : Bacaan wajib setiap Muslim adalah Alquran. Kitab suci ini memuat pedoman yang menjadi acuan setiap orang menjalani hidup sekaligus menjadi bekal untuk kehidupan di akhirat. Pengasuh Pondok Modern Tazakka Jawa Tengah KH Anang Rikza Masyhadi menjelaskan tiga fungsi Alquran, diantaranya : Pertama adalah sebagai petunjuk Hal ini dijelaskan dalam ayat yang menyebut Ramadhan sebagai waktu penurunan Alquran, شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la’allakum tasykurụn. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (al-Baqarah: 185). “Maksudnya, Alquran menjadi penerang. Karena dicerahkan Alquran, kita jadi tahu ini boleh dan lainnya tidak,” terang kiai peraih Ph.D dari Universitas Suez Canal Mesir tersebut. Kedua, Alquran sebagai penjelas Selain mencerahkan, Alquran juga menjelaskan manfaat melakukan apa yang diperintahkan. Misalkan mendirikan sholat, berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. وَأَقِمِ الصَّلوةَ إِنَّ الصَّلوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ Wa aqimish shalaata innash shalaata tanhaa ‘anil- fakhsyaa-i wal munkar. “Kerjakanlah sholat, sesungguhnya sholatitu mencegah perbuatan yang keji dan yang mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45). Begitu juga dengan ibadah dan perintah lainnya. “Alquran menjelaskan itu semua dengan baik, sehingga kita dapat mempraktikkannya dalam keseharian,” ujar Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) tersebut. Ketiga, Alquran sebagai pembedaSurat al-Baqarah ayat 185 di atas sudah menjelaskan bahwa Alquran membedakan yang benar dan bathil. Begitu juga dengan ahli surga dan ahli neraka, sebagaimana dijelaskan dalam Surah al-Hasyr ayat 20. Anjuran Kiai Anang menjelaskan semua yang terhubung dengan Alquran menjadi mulia, alias diangkat derajatnya oleh Allah. Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu dan berlimpah kebajikan, karena itulah waktu Alquran diturunkan. Malaikat Jibril menjadi penghulu malaikat, karena dia membawa Alquran kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad menjadi sayyidul anbiya, karena dia mengamalkan Alquran. “Praktik Alquran yang ideal ada pada diri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam,” kata Kiai Anang. Agar dapat menghayati Alquran, dia mengimbau setiap Muslim memperbanyak baca Alquran. “Ini bulan Ramadhan, mari kita memperbanyak khataman Alquran. Juga kita pahami maknanya. Kemudian amalkan dalam keseharian, insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas Kiai Anang Rikza. (hud) Baca juga :

Read More

Selama Ramadhan Otoritas Masjidil Haram Siapkan Pintu Khusus untuk Jamaah Umrah Agar Tidak Berdesakan

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci menetapkan pintu khusus di Masjidil Haram untuk jamaah umrah selama bulan suci Ramadhan 1445 H. Pihak administrasi pintu dan otoritas keamanan masjid, membuka 210 pintu untuk mencegah kepadatan. Pintu masuk dan keluar Masjidil Haram dijaga oleh pihak berwenang, dengan fokus mengakomodasi individu berkebutuhan khusus. Inisiatif ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga pemerintah yang bekerja di Masjidil Haram. “Jamaah umrah diperbolehkan menggunakan berbagai pintu masuk, termasuk Gerbang Raja Abdulaziz, Gerbang Raja Fahd, Gerbang Umrah, Gerbang Salam, dan pintu 85-93 di lantai dasar kecuali 88,” ungkap pihak berwenang, dikutip Arab News, Jumat (15/3/2024). Selain itu, jamaah umrah dapat menggunakan Tangga Ajyad, Jembatan Ajyad, Tangga Shubaika 65-66, Tangga Raja Fahd 91-92, tangga 84, perlintasan samping 78-80 untuk keluar, tangga 74, tangga biasa 71, 73, 85, 88, Raja Fahd tangga, dan pintu 75-77, 81-83. Sedangkan tangga Shubaika dan Gerbang Raja Abdulaziz disediakan untuk keadaan darurat. Di lantai satu, jamaah dapat menggunakan Gerbang Raja Fahd, Gerbang Umrah, Gerbang Zubair, Jembatan Ajyad, Jembatan Shubaika, Jembatan Othman, lift Gerbang Raja Fahd. Sementara di lantai dua, jamaah dapat memaksimalkan lift Tangga Al-Arqam, lift Gerbang Umrah, lift Tangga Ajyad, lift Tangga Marwa, dan atap untuk penyandang disabilitas. Pihak berwenang menetapkan pintu masuk khusus bagi perempuan untuk mengakses ruang salat. Selain itu, terdapat pintu masuk khusus untuk jamaah berkebutuhan khusus, seperti Gerbang Al-Salam, Gerbang Raja Abdullah, dan lift Tangga Marwa. Tugas utama petugas pintu dan penjaga di setiap pintu adalah mencegah masuknya tas dan koper, melarang semua makanan kecuali kopi dan kurma, membatasi kamera tanpa izin, dan mengatur kerumunan. Di atas pintu terdapat tanda-tanda dengan informasi penting. Misalnya, ada tanda yang menyatakan bahwa Masjidil Haram penuh dan tidak boleh ada orang yang masuk. Kemudian ada tanda berwarna hijau yang berarti boleh masuk ke dalam Masjidil Haram. Agar mempermudah menemukan jalan pulang, jamaah dianjurkan mencatat nomor gerbang. Petugas selalu siap di pintu masuk Masjidil Haram untuk memandu pengunjung dan peziarah serta memastikan jamaah dapat bergerak dengan mudah dan menemukan rute tercepat. Para petugas juga fasih dalam berbagai bahasa dan siap di setiap pintu untuk membantu mereka yang tersesat. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dapat melakukan ritual mereka tanpa kesulitan apapun. (dul) Baca juga :

Read More

Penataan Jiwa Sangat Diperlukan agar Ramadhan Bisa Kita Jalani Dengan Sukses

Surabaya — 1miliarsantri.net : Mufti Mesir, Dr Syauqi Alam menyampaikan penjelasan tentang salah satu kunci sukses di bulan suci Ramadhan. Dia mengatakan, penataan jiwa adalah hal yang sangat diperlukan selama bulan Ramadan. “Orang-orang yang mengenal Allah menikmati berbagai kebahagiaan dan merasakan manisnya kehidupan dunia dalam hati mereka,” kata dia dilansir laman Masrawy. Allah SWT berfirman:وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ yang artinya : “Dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.” (QS. Muhammad ayat 6) Berdasarkan ayat tersebut, Syauqi Alam menuturkan, hal itulah yang Allah SWT sediakan untuk mereka sebagai ganjaran yang besar di akhirat kelak. Mufti Mesir juga menyampaikan, mereka yang berjuang di jalan Allah menghadapi rintangan dan tantangan yang menghalangi mereka dalam meraih kebahagiaan tersebut atau setidaknya menikmati embusan kebahagiaan itu. “Hidup di dunia ini hanyalah medan ujian dan cobaan. Maka orang yang berhasil dan selamat adalah orang yang mengikuti jalan penataan jiwa. Sementara yang gagal dan binasa adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya,” tuturnya. Dia menambahkan, jiwa membutuhkan perlakuan dan pelatihan yang baik, sebagaimana yang disampaikan oleh ulama masyhur Sufyan al-Tsauri (lahir 96 H atau 716 M). Al Tsauri, juga dikenal sebagai guru Imam Syafi’i. Ulama bernama lengkap Sufyan bin Sa’id bin Masruq bin Habib bin Rafi’ bin Abdillah itu pernah berkata: “ما عالجت أمرا أشد عليا من نفسى، والإنسان فى هذه الرحلة لتقويم نفسه يجد له أعونا على الخير، ويجد أحيانا أخرى مناهضين لهذا ومحاربين له” “Aku tidak pernah menghadapi sesuatu yang lebih sulit daripada diriku sendiri, dan manusia dalam perjalanan penataan jiwa ini akan menemukan bantuan kebaikan, dan terkadang akan menemui yang menentang dan melawan hal tersebut.” (yat) Baca juga :

Read More

Selama Ramadhan BSI Rutin Adakan Edukasi Keuangan Syariah di Masjid

Jakarta — 1miliarsantri.net : PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) selama bulan Ramadhan rutin melakukan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat melalui transaksi digital. Sebagaimana diketahui, masjid memiliki beberapa fungsi utama, selain sebagai pusat ibadah, pendidikan dan pengajaran, serta sebagai pemberdayaan ekonomi umat melalui Baitul Mal. Direktur Retail Banking BSI, Ngatari mengatakan selama bulan Ramadhan, BSI akan menguatkan edukasi kepada masyarakat di masjid masjid. Khususnya pada transaksi digital melalui BSI Mobile. Hal ini juga dilakukan untuk mempererat hubungan antara BSI dengan komunitas yang ada di sekitar masjid. “Sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual, BSI terus memberikan edukasi kepada masyarakat salah satunya adalah literasi pembayaran digital melalui BSI Mobile. BSI Mobile saat ini sudah memiliki berbagai fitur yang bisa memberikan kemudahan bagi para nasabah untuk bisa berbagi selama bulan Ramadan,” terang Ngatari kepada 1miliarsantri.net, Jumat (15/3/2024). Kerja sama untuk layanan keuangan dan digitalisasi masjid ini salah satunya adalah pemanfaatan BSI Mobile dan QRIS, dimana aplikasi ini dapat memudahkan masjid dalam mengelola transaksi dan masyarakat untuk melakukan pembayaran Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf secara non tunai. Menurut Ngatari, hal tersebut tentunya menunjang kemajuan masjid, baik dari segi banyaknya donatur, maupun kemudahan takmir untuk mengelola dana dari jemaah yang masuk via aplikasi. “Sementara dari sisi jemaah, mereka dapat memberikan zakat, infaq, dan sedekah secara lebih mudah melalui QRIS di BSI Mobile, maupun melalui fitur-fitur yang ada di BSI Mobile,” sambungnya. Sebagai informasi, hingga Januari 2024, jumlah transaksi di BSI Mobile mencapai 38 juta transaksi dengan volume hingga Rp47 triliun. Sementara transaksi yang menggunakan QRIS BSI berada di angka 5 juta transaksi dengan volume sebesar Rp697 miliar. Tidak hanya gencar edukasi, di bulan Ramadan ini BSI juga membuat roadshow di sejumlah masjid di beberapa kota. Masjid yang menjadi lokasi roadshow tersebut antara lain adalah di Masjid Sunda Kelapa di Jakarta Pusat, Masjid Darussalam di Cibubur, Masjid Al Jabbar di Bandung, Masjid Al Falah di Surabaya dan beberapa Masjid di Jawa Tengah. Selain itu, BSI juga melakukan kegiatan Tarhib Ramahan di 5 masjid di Banda Aceh, Medan, Palembang, Makassar, dan Banjarmasin. Khusus BSI Gema Ramadhan di kota Surabaya dilaksanakan di Masjid Al Falah pada tanggal 10 – 16 Maret 2024 namun untuk bazaar UMKM dan BSI akan terus hadir sampai menjelang lebaran nanti. (Iin) Baca juga :

Read More

Kisah Ketika Sultan Agung Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Dikisahkan ada dua abdi keraton tengah menggunjing Sultan Agung yang tidak berpuasa disaat bulan Ramadhan. Karena tidak berpuasa, Sultan Agung membuat repot para abdi keraton. Pagi-pagi para abdi harus menyiapkan hidangan untuk sarapan sang raja Mataram itu. Sultan Agung makannya cukup banyak, berbeda dengan hari-hari di luar bulan puasa. “Kok malah makan sampai lima-enam kali. Apa tidak kasihan dengan para pembantu,” kata salah satu abdi kepada temannya. Mereka tidak tahu alasan Sultan Agung tidak berpuasa. Dua abdi itu sengaja menggunjing saat mereka lewat depan rumah Kiai Penghulu Keraton. Saat itu, Kiai Penghulu sedang bercengkerama dengan anak cucu di halaman rumah. Keesokan harinya, Kiai Penghulu sengaja menyempatkan waktunya untuk menghadap Sultan Agung pada pagi hari. Tiba di keraton, ia melihat banyaknya makanan yang terhidang dan Sultan Agung siap menyantapnya. Kiai Penghulu pun langsung menyindir Sultan Agung karena sebagai panatagama tidak memberi contoh berpuasa selama Ramadhan. “Mana ada kalifah yang menjadi tuntunan malah tidak bisa dipatuhi. Kitab apa yang mengajarkan hal ini?” tanya Kiai Penghulu. Tidak paham maksud Kiai Penghulu, Sultan Agung mengajukan pertanyaan mengenai isi pernyataan Kiai Penghulu. “Sekarang bulan Ramadhan, Gusti. Mengapa panjenengan tidak berpuasa?” jawab Kiai Penghulu. “Aku tahu ini bulan puasa, namun yang berpuasa kan bulannya. Jadi, aku tak perlu ikut berpuasa,” jawab Sultan Agung bermain kata-kata. Kiai Penghulu pun menyesali hal itu. Sebab selama ia bertugas menjadi penghulu keraton, ia telah mengajarkan hal ihwal puasa kepada semua abdi dalem di keraton yang telah beragama Islam. “Duh. Bagaimana ini, Gusti?” kata Kiai Penghulu. Ia pun segera menyatakan bahwa ia mengajarkannya di keraton pun atas perintah Sultan Agung. Ia semula hanyalah petani biasa di Kramatwatu, Panarukan. Sultan Agung bertemu dengannya saat Sultan Agung hendak berangkat shalat Jumat ke Makkah. Kepada Sultan Agung ia yang saat itu sedang mengerjakan kebun menitip pesan kepada Sultan Agung untuk Imam Syafii di Makkah. Ketika bertemu Imam Syafii, Sultan Agung tahu jika petani yang menitip pesan itu justru lima kali sehari shalat di Makkah. Imam Syafii pun menyarankan agar Sultan Agung mengangkatnya sebagai penghulu keraton. Sultan Agung memintanya untuk mengajarkan Islam di lingkungan keraton, termasuk hal ihwal puasa Ramadhan. Kiai Penghulu pun menyatakan kekhawatirannya, jika rakyat mengetahui rajanya tidak berpuasa, tentu mereka akan ikut tidak berpuasa juga. Sultan Agung pun meminta agar Kiai Penghulu tidak salah pengertian. Sultan Agung menjelaskan, sebagai kalifatullah panatagama dirinya memang memiliki kedudukan yang berbeda dengan rakyat kebanyakan. Kiai penghulu mengakui kebenaran pernyataan Sultan Agung itu. Namun ia mengingatkan bahwa jasadnya sama dengan jasad rakyat kebanyakan. Rakyat memiliki syahwat, raja juga memiliki syahwat. Raja memiliki hasrat untuk makan, tidur, bangun, rakyat juga memilikinya. Lupa, kaget, tertawa, sakit, meninggal, yang dipunyai rakyat kebanyakn, juga dipunyai oleh raja Mataram. Menjadi kalifatullah itu , kata Kiai Penghulu, hanyalah menjadi wakil Allah di muka bumi, yang menjadi penguasa keadilan seluruh jagad. Karena itu, Kiai Penghulu menyarankan, sebaiknya Sultan Agung tetap berpuasa di bulan Ramadhan karena rakyat kebanyakan juga berpuasa. Penjelasan Kiai penghulu yang panjang lebar itu membuat Sultan Agung tertawa. Ia pun kemudian bertanya kepada Kiai Penghulu, “Puasanya rakyat kebanyakan itu seperti apa?” Maka, Kiai Penghulu pun menjelaskan tata cara berpuasa Ramadhan yang telah ia ajarkan. Selama bulan Ramadhan, rakyat kebanyakan akan bangun pukul tiga pagi untuk makan sahur. Setelah itu, mereka tidak makan dan minum sepanjang hari hingga tiba waktu Maghrib ketika kelelawar keluar dari sarangnya. “Ketika kelelawar sudah beterbangan di sore hari, itulah waktunya berbuka,” kata Kiai Penghulu. Sultan Agung pun bertanya cukup begitukah yang disebut berpuasa? Begitulah syariat berpuasa di bulan Ramadhan, kata Kiai Penghulu. Mendengar penjelasan Kiai Penghulu itu, Sultan Agung merasa sudah cukup untuk menyudahi pengujiannya tentang ilmu puasa kepada Kiai Penghulu. Maka Sultan Agung pun lantas berpuasa Ramadhan. Ihwal kejadian itu sebenarnya Sultan Agung sengaja melakukan hal itu untuk menguji kedalaman ilmu Kiai Penghulu. (mif) Baca juga :

Read More