Waktu Paling Mustajab Saat Berdoa di Bulan Ramadhan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah, rahmat dan ampunan. Setiap Muslim tentu bergembira dalam menyambut bulan mulia ini. Di bulan ini pula nilai ibadah dilipatgandakan serta doa-doa dikabulkan. Namun, ada waktu-waktu mustajab di mana doa tidak tertolak selama Ramadhan. Waktu mustajab untuk berdoa adalah waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan. Seorang muslim yang berdoa pada waktu mustajab niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Berikut waktu-waktu mustajab untuk berdoa berdasarkan hadits Rasulullah SAW : عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam, lantas Ia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni.” (HR. Bukhari). Ibnu Hajar menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32). عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ دُونَ الْغَمَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ بِعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga orang yang tidak akan ditolak doanya; imam yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka dan do’a orang yang teraniaya. Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: “Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.” (HR. Ibnu Majah). عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim). عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ وَابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ الدُّعَاءُ فِيهِ أَفْضَلُ أَوْ أَرْجَى أَوْ نَحْوَ هَذَا Dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: “Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib.” Abu Isa berkata; hadits ini hasan dan telah diriwayatkan dari Abu Dzar serta Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Doa di tengah malam terakhir lebih baik dan lebih diharapkan….” Atau seperti itu. (HR. Tirmidzi). عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ Dari Anas bin Malik dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah. (HR. Abu Dawud). Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ “Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi) قيل يا رسولَ اللهِ! أيُّ الدعاءِ أسمَعُ؟ قال جوفُ الليلِ الآخرِ ودبرُ الصلواتِ المكتوباتِ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Wahai Rasulullah! Doa apa yang paling didengar?” Beliau menjawab, “Di akhir malam dan di akhir salat wajib.” (HR. Tirmidzi No. 3499 dan An-Nasa’i No. 9936) Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ يُرِيدُ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ “(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah asar.” (HR. Abu Daud, no. 1048; An-Nasa’i, no. 1390) (yat) Baca juga :

Read More

Mossad dan Hamas Akan Bernegoisasi Dengan Mediator dari Qatar dan AS

Gaza — 1miliarsantri.net : Sebuah sumber mengatakan, Kepala intelijen Israel David Barnea diperkirakan akan memimpin perundingan gencatan senjata dengan mediator saat negosiasi dilanjutkan di Qatar untuk merespons proposal gencatan senjata baru Hamas. Sumber tersebut merupakan orang yang mengetahui perundingan tersebut. Perundingan antara Kepala Mossad David Barnea, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dan pejabat pemerintah Mesir akan fokus pada sisa perbedaan antara Israel dan Hamas. Termasuk, mengenai pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan. Pada Jumat (15/3/2024) lalu Israel mengatakan akan mengirim delegasi ke Doha, Qatar, tetapi tidak mengungkapkan kapan atau siapa yang akan terlibat dalam perundingan. Reuters melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengadakan rapat kabinet keamanan sebelum perundingan. Pejabat pemerintah Israel belum dapat dimintai komentar karena Sabtu (16/3/2024) merupakan hari Sabat Yahudi. Barnea terlibat dalam perundingan dalam kesepakatan sebelumnya. Gencatan senjata pada November lalu, disepakati dan berlaku setelah ia berpartisipasi dalam perundingan di Doha. Pertemuan terakhirnya dengan perdana menteri Qatar terjadi pada Januari lalu yang mengarah pada proposal yang ditolak Hamas. Israel mengeklaim dalam serangan mendadak 7 Oktober 2023, Hamas membunuh 1.200 orang dan menculik 253 sandera. Operasi militer Israel di Gaza sudah menewaskan lebih dari 31.500 orang Palestina, kementerian kesehatan Gaza mengatakan 70 persen diantaranya adalah perempuan dan anak-anak. Pekan ini, Hamas mengajukan proposal gencatan senjata baru pada mediator perundingan dan Amerika Serikat (AS). Proposal itu mencakup pembebasan sandera Israel yang ditukar dengan kebebasan tahanan Palestina dipenjara Israel. Sudah beberapa kali upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza mengalami kegagalan tahun ini. Meski tekanan masyarakat internasional semakin menguat karena tingginya jumlah korban jiwa akibat serangan darat dan udara dan Israel di kantong pemukiman Palestina itu. (zul) Baca juga :

Read More

Makna Asmaul Husna Al-Lathif Sang Mahalembut

Surabaya — 1miliarsantri.net : Grand Syekh Al-Azhar ke-48, Ahmed Al Tayyeb menyampaikan penjelasan tentang makna Al-Lathif, yang merupakan salah satu dari Asmaul Husna. Al-Lathif disebutkan sebanyak tujuh kali dalam Alquran. Dia menjelaskan, kata “Al-Lathif” mengandung dua makna utama, yaitu ketersembunyian (al-khafa) dan kehalusan (ad-daqqah). Al-Lathif merujuk pada sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus, yang tidak terlihat oleh mata, atau memerlukan pencarian yang sangat dalam untuk menemukan. Dilansir laman Masrawy, Syekh Al-Azhar itu menyatakan bahwa makna “Al-Lathif” tidak hanya terbatas pada benda-benda fisik yang dapat dirasakan, tetapi juga mencakup entitas lain seperti pikiran, perasaan, cinta, kebencian dan sifat-sifat tercela serta hal-hal lain yang tidak nyata. Ini menunjukkan perbedaan antara filsafat materialistik yang hanya berfokus pada materi fisik dengan filsafat yang lebih mendalam, yang lebih dekat dengan teologi. Dia juga mengkritik dominasi filsafat empiris dan ilmiah yang hanya mengakui apa yang dapat diukur oleh panca indera. Menurutnya, pandangan ini telah menjadikan banyak orang menjauh dari keimanan kepada Allah SWT dan justru membawa mereka pada keadaan keagamaan yang kritis. “Mereka mengatakan bahwa apa yang ada di pikiran tapi tidak ada di indera adalah kebohongan. Ini adalah kata yang membenarkan kecenderungan yang menyimpang dari Allah subhanahu wa Ta’ala dan cenderung ateisme,” tuturnya. Lebih lanjut, Syekh Al Tayyeb menyampaikan, Al-Lathif” menunjukkan adanya eksistensi yang tersembunyi, yang jauh lebih dalam daripada apa yang dapat dirasakan oleh panca indera manusia. Al-Lathif, sebagai salah satu Asmaul Husna, memberikan pengetahuan yang mendalam tentang makna filosofis dan teologis, serta menekankan adanya eksistensi yang halus dan tersembunyi di sekitar kita. “Al-Lathif adalah yang tersembunyi tapi ada,” jelasnya. Asmaul Husna memiliki keutamaan yang besar, salah satunya menjadi faktor seorang Muslim masuk surga. Bagi siapa saja hamba yang mengetahui asmaul husna, meyakininya dan mengamalkannya maka baginya surga. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah RA Rasulullah bersabda: عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَال: قَالَ رَسولُ الله صلى الله عليه وسلم: لله تِسْعَةٌ وَتِسَعُونَ اسْمًا مَائةٌ إلَّا وَاحِدَةً لا يَحْفَظُها أَحَدٌ إلا دَخَلَ الجَنَّةَ “Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Tidak ada orang yang menghafalnya kecuali dia masuk surga.” Dalam riwayat lain berbunyi, “Barang siapa yang menghitungnya maka masuk surga.” (yat) Baca juga :

Read More

MUI Perkuat Fatwa Ramadhan Tanpa Produk Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Irsyadat atau seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) semakin memperkuat Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina, yang menyatakan wajib hukumnya bagi umat Islam membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. Fatwa tersebut merekomendasikan agar umat Islam menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel. “Ramadhan tahun ini masih diselimuti momentum penderitaan yang belum berhenti terhadap warga Palestina. Saudara-saudara kita masih mengalami penderitaan, kelaparan, kesakitan, ketidaktersediaan makanan, minuman dan tempat tinggal. Korban terus berjatuhan akibat kebijakan represif Zionis Israel,” terang Wakil Sekjen MUI Bidang Dakwah, KH Arif Fakhruddin di kantor MUI di Jakarta, Senin (18/3/2024). Menurut Arif, komitmen boikot sudah diperkuat dengan Fatwa MUI. Sehingga, hal itu mengikat secara keagamaan maupun secara kenegaraan dan kebangsaan. Ditambah, militer Israel terus melakukan genosida dengan mengebom warga sipil di Jalur Gaza, Palestina. MUI pun menyampaikan irsyadat ‘Ramadhan Bersama Palestina, Ramadhan Membasuh Luka Palestina’ Didukung lima pimpinan ormas dan lembaga Islam yang mewakili Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Al-Washliyah, Mathla’ul Anwar, dan Persatuan Islam (Persis), MUI tampil bersama membacakan deklarasi penting tersebut. Salah satu dari lima poin deklarasi tersebut tegas, menyeru umat Islam agar mulai bulan Ramadhan 1445 Hijriyah tidak menggunakan lagi produk perusahaan yang terafiliasi penjajah Israel dan pendukungnya. “Seperti kebutuhan konsumsi sahur, berbuka puasa, dan barang hantaran Lebaran (hampers) maupun produk-produk lainnya,” ungkap Arif. Meski sudah mengeluarkan fatwa dan instruksi kepada umat Islam, menurut Arif, MUI sebagai lembaga memang tidak mengeluarkan daftar nama produk terafiliasi Israel di Indonesia. Namun, beberapa merek yang beredar sudah disebut sebagai sebagai perusahan global yang terindikasi pro-Israel. Tak pelak, instruksi MUI kepada umat Islam disambut di jagad maya dan menyasar ke salah satu produk perusahaan global terbesar di Indonesia. Warganet juga menautkan poster di media sosial bertuliskan desakan MUI yang menyerukan seluruh umat Islam di Indonesia agar tidak menggunakan produk terafiliasi Israel. Pada poster yang sama juga terpampang ajakan, “Dukung saudara kita di Palestina. Sucikan bulan Ramadhan tanpa produk-produk pendukung Zionis Israel”. Situs Bdnaash.com menjadi rujukan paling popular bagi warga yang ingin melakukan boikot dan mencari tahu produk terafiliasi Israel. Berdasarkan observasi di lapangan, gencarnya ajakan boikot terhadap produk-produk terafiliasi Israel cukup berimbas positif ke produk buatan dalam negeri. “Hanya ini yang bisa kita lakukan untuk mendukung boikot, merek yang satu itu sudah tidak dijual lagi di tempat saya,” tutur ibu Siti, salah satu pemilik toko sembako di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. (wink) Baca juga :

Read More

Lexyndo Hakim : Ramadhan 1445 H Diwarnai Toleransi Tinggi Antar Umat Beragama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Lexyndo Hakim angkat bicara tentang Ramadhan 1445 H yang diwarnai dengan toleransi tinggi antar umat beragama. Perbedaan tidak membuat pihak-pihak yang berseberangan saling bertikai, sebaliknya keberagaman itu membuat ikatan persatuan semakin kuat. Hal itu dilihatnya pada oerbedaan penentuan awal Ramadhan, dimana Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024 sementara menurut Nadlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, 1 Ramadhan dimulai pada 12 Maret 2024. Di sisi lain, kata dia, Ramadhan kali ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Berangkat dari fakta tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menganjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih pertama di rumah, sebagai simbol toleransi dan penghargaan kepada penganut kepercayaan lain. “Perbedaan tersebut seakan menjadi warna yang indah jika kita lukiskan dalam canvas keberagaman dan persatuan. Indonesia yang terdiri dari ragam suku, agama, dan budaya, secara naluri tentu akan selalu memiliki perbedaan. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan di NKRI ini. Namun perbedaan tersebut justru bisa menjadi fondasi dan modal utama kemajuan bangsa dan negara,” ungkap Lexyndo dalam keterangannya, Senin (18/3/2024). Kemudian, Lexyndo juga mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, “Perbedaan umatku adalah Rahmat.” Perbedaan, kata dia, bisa menjadi cara kita menyayangi sesama dan mengasihi satu sama lain. Menurutnya, dari kegiatan resiprokal tersebut, akan tumbuh kerjasama dan kerjabersama yang produktif sehingga menghasilkan sesuatu yang positif untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar. “Ramadhan juga bukan menjadi alasan kita menjadi pasif. Ramadhan justru menganjurkan kita menjadi pribadi yang aktif, baik dalam bekerja, belajar, maupun olahraga. Semoga Ramadhan kali ini kita dapat memastikan spiritual saving terpenuhi dengan baik dan momentum untuk terlibat aktif dalam setiap kebaikan untuk persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Memburuk dan Melampaui Bencana

Gaza — 1miliarsantri.net : Kepala Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Jagan Chapagain mengatakan, saat ini warga sipil Gaza menghadapi tingkat penghinaan, kesengsaraan dan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menambahkan situasi kemanusiaan di Gaza melampaui tingkat bencana. “Situasi kesehatan di ambang kehancuran dengan rumah sakit dalam kondisi yang menyedihkan,” ujarnya di media sosial X,, Sabtu (16/3/2024). Chapagin juga mengatakan krisis pangan memperburuk situasi yang sudah sangat mengerikan. Begitu banyak warga Gaza yang tidak memiliki apa-apa untuk berbuka puasa. “Nasib para sandera tetap menjadi keprihatinan kemanusiaan yang serius, membuat keluarga mereka terjebak di antara keputusasaan dan harapan ketika mereka menunggu kabar tentang orang yang mereka cintai,” tambah kepala IFRC. Sebelumnya Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan taktik Israel menciptakan kelaparan di Gaza tidak dapat diterima. Hal ini ia sampaikan saat bertemu kepala lembaga bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarin. “Israel harus memberikan lebih banyak akses bantuan kemanusiaan ke Gaza,” kata De Croo di media sosial X. Dia mengatakan Belgia terus membantu UNRWA yang “menjadi tulang punggung bantuan untuk rakyat di Gaza” dan menyampaikan duka cita pada 160 staf UNRWA yang terbunuh di Gaza. Seorang aktivis Palestina mengunggah video di media sosial Instagram yang menunjukkan seorang anak Palestina meminta makanan pada pasukan Mesir dari tiang listrik di pagar perbatasan selatan Gaza. “Saya ingin mati sekarang. Kami ingin makan, kami ingin hidup, mengatakan tidak ada makanan untuk dimakan saudara-saudara saya, kami ingin makan,” kata anak itu dalam video yang diverifikasi Aljazirah. UNRWA memperingatkan satu dari tiga anak di Gaza mengalami malnutrisi dan “kelaparan akan segera terjadi.” Israel melancarkan serangan balasan ke Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober. Serangan tersebut telah menewaskan hampir 31.200 warga Palestina dan melukai lebih dari 72.900 lainnya di tengah kehancuran massal dan kelangkaan kebutuhan pokok. Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di daerah kantong Palestina tersebut, menyebabkan penduduknya, terutama warga Gaza utara, berada di ambang kelaparan. Perang Israel telah memaksa 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah blokade terhadap sebagian besar makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong itu telah rusak atau hancur, menurut PBB. Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Putusan sementaranya pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil langkah untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Berbagai Macam Tradisi Unik Umat Islam di Dunia Saat Ramadhan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Ramadhan adalah bulan suci yang disambut sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain berpuasa, saat Ramadhan dianjurkan banyak melakukan berbagai macam amalan kebaikan seperti sedekah, berdizkir, memperbanyak sunnah dan lainnya. Begitu juga dengan tradisi dan keragaman budaya yang dirayakan lebih dari dua miliar umat Islam di dunia saat Ramadhan datang. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, memiliki tradisi budaya masing-masing dalam meramaikan Ramadhan. Berikut sejumlah tradisi Ramadhan terindah dari seluruh dunia. Masyarakat Mesir merayakan bulan suci Ramadhan dengan menerangi jalan-jalan pada sore dan malam hari dengan lentera warna-warni yang disebut “fanous”. Tradisi fanous ini bermuasal dari Kerajaan Fatimiyah ketika Kekhalifahan Al-Mu?izz li-Din Allah disambut dengan lentera warna-warni saat ia tiba di Kairo. Hingga kini, tradisi fanous menjadi salah satu cara yang paling membangkitkan semangat dan penuh warna untuk meramaikan jalanan selama Ramadhan. Tradisi Seheriwalas di India yaitu membangunkan jamaah untuk sahur dalam tradisi Mughal kuno. “Seheriwalas” (juga disebut zohridaars) di New Delhi adalah tradisi yang sangat digemari di India, sejak zaman Mughal. Para penjaga kota ini akan mengumandangkan doa dan nama Allah serta shalawat dalam syair yang indah. Tradisi ini memastikan semua orang di lingkungan tersebut terjaga untuk sahur sebelum shalat subuh. Di Indonesia sendiri banyak tradisi dalam menyambut dan merayakan Ramadhan, salah satunya adalah Padusan. Padusan berasal dari bahasa Jawa yang artinya mandi. Tradisi padusan memiliki makna membersihkan diri secara jasmani dan rohani sebelum Ramadhan. Banyak umat Islam, khususnya di Pulau Jawa yang masih menjalankan tradisi ini. Umumnya masyarakat akan berendam di mata air alami atau bahkan danau untuk padusan. Mata air memiliki makna spiritual yang mendalam bagi budaya Jawa dan merupakan bagian integral dari penyucian bulan suci. Praktik ini diyakini disebarkan oleh Wali Songo. Bertahun-tahun yang lalu, merupakan praktik umum bagi para tetua dan pemuka agama setempat untuk memilih dan menetapkan mata air suci untuk padusan. Saat ini, banyak yang hanya pergi ke danau dan kolam renang terdekat, atau menyucikan diri di rumah sendiri. Maroko juga memiliki tradisi selama Ramadhan yang disebut “nafar” atau pembawa pesan kota. Nafar yang mengenakan pakaian tradisional gandora, sandal dan topi dengan meniup terompet membangukan warga untuk sahur. Seorang nafar dipilih oleh warga karena kejujuran dan empatinya. Tradisi yang tersebar di Timur Tengah hingga Maroko ini dimulai pada abad ketujuh, ketika seorang sahabat Nabi Muhammad berkeliaran di jalanan saat fajar sambil menyanyikan sholawat merdu. Ketika musik nafar terdengar di seluruh kota, hal itu disambut dengan rasa syukur dan terima kasih, dan dia secara resmi diberi kompensasi oleh masyarakat pada malam terakhir Ramadhan. Di banyak negara di Timur Tengah, meriam ditembakkan setiap hari selama bulan Ramadhan sebagai tanda berakhirnya puasa pada hari itu.Tradisi yang dikenal dengan sebutan midfa al iftar ini konon dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun yang lalu, di bawah kekuasaan Ottoman Khosh Qadam. Praktik ini menyebar ke banyak negara di Timur Tengah termasuk Lebanon, di mana meriam digunakan oleh Ottoman untuk menandai buka puasa di seluruh negeri. Tradisi ini sempat hilang pada tahun 1983 usai invasi yang menyebabkan penyitaan beberapa meriam. Namun setelah perang, tradisi ini kembali dilanjutkan oleh tentara Lebanon. Bagi generasi tua, tradisi penembakan meriam menjadi pembangkit nostalgia mengingat Ramadhan di masa kecil mereka. Tradisi haq al laila berlangsung pada tanggal 15 Sya’ban, sebulan sebelum Ramadhan. Pada hari itu, banyak anak-anak mengenakan pakaian warna cerah dan mengumpulkan permen atau manisan sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional daerah setempat. Nyanyian Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum, yang diterjemahkan dari bahasa Arab menjadi ‘Berikan kepada kami dan Allah akan membalas Anda dan membantu Anda mengunjungi Rumah Allah di Mekah’, bergema di jalan-jalan saat anak-anak dengan penuh semangat mengumpulkan hadiah mereka. Di akhir Ramadhan, perempuan-perempuan di Pakistan mendatangi pasar setempat untuk membeli gelang warna warni. Selain itu mereka juga mengecat tangan dan kaki dengan desain henna yang rumit. Sehubungan dengan tradisi ini, para pemilik toko mendekorasi kios mereka dan tetap buka hingga dini hari. Para perempuan setempat mendirikan toko henna darurat di dekat toko perhiasan, sehingga mereka dapat menarik pelanggan untuk berbelanja dan langsung mengaplikasikan henna di tempat. Suasana pasar yang ramai di Chaand Raat menjadi salah satu perayaan rakyat Pakistan dalam menyambut Idul Fitri keesokan harinya. Berakhirnya bulan Ramadhan ditandai dengan terlihatnya hilal pertama. Meskipun hal ini dipraktikkan di seluruh dunia, keunikan tradisi ini di Afrika Selatan diilustrasikan oleh maan kykers (bahasa Afrika untuk ‘pengamat bulan’). Umat Muslim dari seluruh Afrika Selatan menghadiri acara di Cape Town untuk melihat bulan baru. Namun hanya maan kykers, yang ditunjuk oleh Dewan Peradilan Muslim Afrika Selatan, yang dapat mengumumkan penampakan resmi tersebut. Para maan kykers berdiri di sepanjang pantai di Sea Point Promenade, di Three Anchor Bay atau bahkan di puncak Signal Hill, untuk mengamati hilal. Bulan harus terlihat dengan mata telanjang, dan pada malam yang cerah di Cape Town, tidak ada pemandangan yang lebih indah. Tradisi ini berlangsung sejak masa Kesultanan Utsmaniyah, di mana penabuh genderang berkeliling di jalan-jalan untuk mengingatkan waktu sahur. Para penabuh genderang mengenakan kostum tradisional Ottoman, termasuk fez dan rompi yang keduanya dihiasi motif tradisional. Saat mereka berkeliling dengan davul (gendang berkepala dua Turki), para penabuh genderang Ramadhan mengandalkan kemurahan hati warga untuk memberi tip atau bahkan mengundang mereka untuk berbagi makanan sahur. Kegiatan ini biasanya dikumpulkan dua kali di bulan suci, dan banyak pemberi yang percaya bahwa mereka akan menerima keberuntungan sebagai balasan atas kebaikan yang diberikan. Pada dini hari, setelah berbuka puasa, para pria dari berbagai generai berkumpul untuk bermain permainan tradisional mheibes. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 hingga 250 pemain, yang semuanya bergiliran menyembunyikan mihbes, atau cincin. Permainan tipu daya, mheibes diawali dengan ketua tim memegang cincin, tangannya dibungkus selimut. Anggota lainnya harus duduk dengan tangan erat di pangkuan, saat pemimpin memberikan ring kepada salah satu pemain lain secara rahasia. Dalam pertarungan yang menegangkan, lawan harus menentukan siapa di antara lusinan pria yang menyembunyikan cincin itu hanya melalui bahasa tubuh. Meskipun asal muasal permainan ini tidak diketahui secara pasti, permainan ini memiliki nilai budaya dan sejarah yang mendalam. Selama berabad-abad, umat Muslim Roma, yang berasal dari Kekaisaran Ottoman, mengumumkan awal dan akhir puasa dengan lagu-lagu tradisional. Setiap hari…

Read More

Kemenag Gelar PeaceSantren di Beberapa Pesantren Ajak Tebar Perdamaian

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam momentum Ramadhan tahun 2024 ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan berjuluk “PeaceSantren” dibeberapa Pesantren seluruh Indonesia, yang diawali di Pesantren Az Ziyadah Jakarta Timur, Sabtu (16/3/2024) sore. Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Saiful Rahmat Dasuki lewat kegiatan ini mengajak kepada para santri untuk menggaungkan pesan-pesan damai ke tengah-tengah masyarakat. “Mari dengan acara PeaceSantren ini kita jadikan pesan damai dari pesantren kita gaungkan ke seluruh khalayak yang ada di luar pesantren,” ujar Wamenag Saiful dalam sambutannya. Dia menambahkan, pondok pesantren adalah sebuah antitas pendidikan yang di dalamnya penuh dengan kedamaian, penuh persaudaraan dan penuh dengan suasana santai. Segala permasalahan yang ada di pesantren, bisa diselesaikan dengan damai, nyaman, dan aman. “Makanya kalau ada santri yang gampang marah, yang gampang teriak-teriak, nyantrinya kurang lama. Karena kalau sudah nyantri lama pasti biasanya akan timbul karakter yang santai, karakter yang tidak mudah meledak-ledak, tapi bukan pula tidak peduli dengan kehidupan di luar pesantren,” sambungnya yang disambut ketawa para undangan dan santri yang hadir. Dia mengatakan, di pesantren tidak pernah terdengar yang namanya tawuran antar santri. Karena setiap permasalahan di pesantren cukup diselesaikan dengan cara ngopi bareng, guyonan, dan bercanda. “Beda dengan tempat-tempat lain. Makanya program PeaceSantren ini adalah sebuah wujud dari ijtihad Kemenag untuk menyuarakan perdamaian yang menjadi karakter dunia pesantren,” imbuhnya. Dalam kegiatan PeaceSantren ini, Kemenag menggandeng Band Gigi. Ratusan santri yang hadir pun tampak senang dengan lagu-lagu yang dibawakan Band Gigi dalam acara ini, seperti lagu “Perdamaian” dan “Kota Santri”. Sang vokalis, Arman Maulana pun terus menggaungkan pesan damai lewat lagu-lagunya, serta mengajak para santri untuk selalu menyuarakan perdamaian. Setelah mendengar lagu-lagu religi dari Band Gigi, para santri juga disuguhkan dengan acara Dialog Perdamaian bersama personel Band Gigi dan juga Pengasuh Ponpes Az Ziyadah, Gus Muhajir Zayadi. Dalam dialog ini, drumer Band Gigi, Gusti Hendy berpesan kepada para santri Az-Ziyadah untuk selalu menancapkan perdamaian ke dalam hatinya. “Intinya itu adalah persamaian itu harus ditancapkan ke dalam diri kalian masing-masing,” ujar Hendy. Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, kegitan PeaceSantren ini pada prinsipnya adalah sebuah pesan damai dari pesantren. Karena, menurut dia, pesantren yang mengusung nilai-nilai keagamaan selalu mengajarkan kedamaian dan harmoni. “Hari ini kita ingin mengingatkan kembali agar masyarakat senantiasa meningkatkan kapasitas keharmoniannya agar pertumbuhan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ucap Ramadhani. Kegiatan PeaceSantren ini juga akan digelar di beberapa pesantren lainnya dengan menggandeng Band Gigi. Setelah dari Pesantren Az Ziyadah, Kemenag akan menyampaikan pesan damai dari Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang pada 20 Maret 2024, Pesantren Al Musaddadiyah Garut pada 23 Maret 2024, Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta pada 27 Maret 2024, dan Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang pad 30 Maret 2024. (Iin) Baca juga :

Read More

Pasukan Mongol Ketika Dikalahkan Tentara Jawa Madura

Surabaya.– 1miliarsantri.net : Kerajaan Kediri dapat dihancurkan oleh tiga gabungan pasukan Mongol, pasukan Raden Wijaya, dan Arya Wiraraja, dari Madura. Langkah selanjutnya yakni bagaimana caranya mengusir tentara Mongol dari Pulau Jawa. Sekali lagi Raden Wijaya dan Arya Wiraraja menggunakan strategi licik dan cerdik. Kemenangan peperangan melawan Kediri ini konon membuat pasukan Tartar Mongol begitu senang. Selayaknya kemenangan perang, maka diadakanlah pesta yang melibatkan seluruh pasukan Mongol, Raden Wijaya, dan Arya Wiraraja. Tapi menariknya di sela-sela pesta itu Raden Wijaya dan pasukannya pamit pulang. Alasannya mereka kembali ke Desa Tarik, untuk mempersiapkan diri menyerahkan dirinya ke tentara Mongol. Dikisahkan pada “Sandyakala di Timur Jawa (1042 – 1527 M) : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit” pulangnya Raden Wijaya dan pasukannya ke Tarik disetujui oleh pimpinan pasukan Mongol. Bahkan pimpinan pasukan Mongol secara khusus mengutus sekitar ratusan pasukannya untuk mengawal kepulangan rombongan Majapahit ini. Pengawalan ini sebagai bentuk bagian dari skema penyerahan diri yang disepakati antara Raden Wijaya dengan pasukan dari Kekaisaran Mongol dari Cina. Sejarah Cina kemudian mencatat bahwa sebulan kemudian setelah penaklukan itu, Raden Wijaya yang kembali ke Tarik membunuh 200 orang prajurit Mongol yang mengawalnya ke Majapahit. Penumpasan pertama rombongan Mongol itu dilakukan oleh Sora dan Ranggalawe, dua panglima perang Majapahit yang merupakan paman dan keponakan tersebut. Setelah rombongan yang jadi penghalang itu telah habis, Raden Wijaya dan para panglimanya menyusun rencana lanjutan, yaitu untuk menyerang balik pasukan Mongol yang sedang dilanda ‘mabuk kemenangan’. Dengan membawa pasukan yang lebih besar, Raden Wijaya menggerakkan pasukannya menuju markas utama pasukan Mongol dan melancarkan serangan tiba-tiba. Pasukan Mongol yang masih larut dalam pesta pora usai menang perang tak menyangka bakal menerima serangan balasan, dari pasukan yang turut serta berperang melawan Kediri di Daha. Alhasil serangan gabungan Majapahit dan pasukan Madura dari Arya Wiraraja ini mampu membunuh banyak prajurit Mongol di markas utama. Sisanya berusaha untuk lari ke kapal mereka. Tapi mereka terus dikejar oleh pasukan gabungan Jawa-Madura. Setelah mencapai sebuah candi, tentara Mongol disergap oleh tentara Jawa yang telah menunggu. Raden Wijaya tidak menyerang Mongol secara langsung, sebaliknya ia menggunakan semua taktik yang memungkinkan untuk mengacaukan dan mengurangi pasukan musuh sedikit demi sedikit. Selama pelarian itulah pasukan Mongol juga kehilangan semua rampasan perang yang ditangkap sebelum dari Kediri. Mereka terpaksa harus memikirkan nyawa masing-masing agar bisa selamat kembali ke kapal, dan cabut dari tanah Jawa. (riz) Baca juga :

Read More

Beberapa Cara Agar Khatam Qur’an Selama Ramadhan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ramadhan disebut juga dengan bulan nya Al-Qur’an, di mana Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk umat manusia. Dan didalam bulan Ramadhan, banyak orang berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah dengan menggelar Tadarus Qur’an. Menggiatkan berbagai amal shaleh pada Ramadhan merupakan sunnah Rasulullah, termasuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Seperti tertuang dalam hadist Rasulullah yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an, عن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح . “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469). Setiap masuk Ramadhan, umat Islam berusaha untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Namun, dalam mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan ada batasan yang perlu diperhatikan. Rasulullah SAW misalnya, melarang untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam durasi waktu yang terlalu cepat sehingga terburu-buru saat membacanya. Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah Saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari) “Mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari, ditakutkan pembacanya tidak bisa memahami dan menghayati kandungan dari Al-Qur’an,” Selain itu, menjaga konsistensi bacaan Al-Qur’an hingga khatam di bulan puasa terbilang susah-susah gampang. Meski begitu tak lantas menyurutkan Anda untuk dapat mengkhatamkan Al-Qur’an saat Ramadhan. Berikut beberapa tips khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama. Mushaf khataman adalah mushaf Al-Qur’an yang dicetak dalam bundel per juz secara terpisah. Satu juz berisikan 11 lembar atau 22 halaman. Tetapkan target, misalnya 1 hari dibaca 1 juz sehingga dalam sebulan akan khatam. Mushaf Al-Qur’an terdiri dari 30 juz yang panjangnya bervariasi, jadi target yang harus dicapai adalah membaca 1 juz setiap hari. Mushaf khataman ini juga memiliki ukuran fleksibel yang muat di saku baju. Sehingga memudahkan dalam mengatur jumlah bacaan. Secara psikologis, orang akan jenuh bila melihat buku yang tebal. Karena itu, untuk menyiasatinya gunakan jumlah lembaran dalam tiap juz Al-Qur’an. Bagi jumlah lembar dalam 1 juz kemudian baca setiap selesai shalat wajib. Mushaf Al-Qur’an yang umum beredar di Indonesia, rata-rata dalam 1 juz terdapat 9-10 lembar, nada juga yang lebih. Misalnya jika dalam juz pertama terdapat 10 lembar, bagi dalam lima waktu shalat. Maka setiap selesai shalat, Anda bisa membaca 2 lembar saja. Dengan pengaturan bacaan dua lembar atau empat halaman usai shalat, maka dalam satu hari bisa menyelesaikan satu juz Al-Quran. Bila hal tersebut dilakukan secara konsisten, maka khatam Al-Qu’ran selama Ramadhan dapat tercapai. Jumlah halaman pada mushaf Al-Qur’an berbeda-beda. Sebagai contoh, Mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI) yang di cetak oleh Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama memiliki 604 halaman. Agar bisa khatam hingga akhir Ramadhan, dengan asumsi 29 hari, maka setiap harinya usahakan membaca 21-22 halaman. Anda bisa membacanya dengan variasi waktu dalam satu hari tersebut dengan target 21 halaman per hari. Namun, jika tidak bisa menyelesaikan 11 lembar atau 21 halaman sekaligus, manfaatkan aplikasi Al-Qur’an Digital pada smart phone dan manfaatkan waktu-waktu luang untuk membacanya. (yat) Baca juga :

Read More