Bagaimana Membangun Potensi Dakwah di Media Sosial

Jakarta — 1miliarsantri.net : Survei terbaru dari We Are Social dan Kepis 2022 menyebutkan, pengguna internet di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya. Bahkan saat ini mencapai 204 juta pengguna atau sudah digunakan oleh 73.7 persen penduduk Indonesia. Disebutkan pula, sekitar 80,1 persen penduduk Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi dan dapat menghabiskan waktu 8 jam 36 menit dalam satu hari menggunakan internet. Banyaknya waktu yang dihabiskan orang Indonesia di internet dapat menjadi peluang penyebaran dakwah secara digital. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dakwah diartikan sebagai penyiaran agama dan pengembangannya di masyarakat, seruan untuk memeluk, mempelajari dan mengamalkan ajaran agama. Influencer Dakwah Risyad Baya’sud, mengatakan bahwa perintah penyebaran dakwah disampaikan dalam Surat Ali Imran ayat 104 yang berbunyi, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Pada era digital, dakwah memiliki banyak bentuk saluran bisa dari teks atau buku digital, foto atau visual kreatif berbentuk meme atau infografis, video dari Instagram Reels atau Tiktok, podcast, live streaming serta aplikasi meeting seperti Zoom yang mempertemukan langsung jemaah dan pendakwah melalui ruang digital. Menurut Tim Pengurus Komite Publikasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Fiskal Purbawan, setidaknya ada tiga pertimbangan memilih platform digital untuk penyebaran dakwah. “Sebaiknya pertimbangkan citra dari media sosial tersebut dan karakteristik setiap platform, mengetahui target audiens, mempertimbangkan waktu dan sumber daya. Banyak platform yang bisa digunakan untuk berdakwah. Mari kita sebarkan kebaikan di dunia maya, untuk memberikan kebaikan dan kebermanfaatan untuk ke sesama dunia,” papar Fiskal kepada 1miliarsantri.net, Rabu (8/5/2024). Sementara Dosen Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Mufid Masruhan, menerangkan, komunikasi atau penggunaan bahasa juga berperan penting dalam dakwah di platform digital. “Komunikasi sebaiknya lugas dan mudah dipahami, menarik dan kekinian, menyesuaikan target audiens, menjelaskan sumber dengan baik, dan tidak lupa untuk selalu santun, menghormati semua orang. Selain menggunakan bahasa yang santun, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam dakwah yang baik terutama menjaga niat yang lurus, menghargai perbedaan, menjadi teladan yang baik, siap menerima kritik dan saran, serta terbuka bekerja sama dengan komunitas,” jelas Masruhan. Di samping itu, Masruhan menyampaikan ada beberapa hal yang sepatunya dihindari dalam dakwah karena dapat membawa efek negatif, seperti penggunaan bahasa kasar dan menyinggung pihak tertentu, bahasa yang provokatif dan diskriminatif. “Selanjutnya, saring dahulu materi dakwah agar terhindari dari hoaks dan konteks menyesatkan. Hindari pola pemilihan kata yang hiperbola seperti berlebihan dan bombastis. Paling penting, jangan menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan syariat Islam,” tekan Masruhan. Kemudian Risyad menambahkan, berdakwah dengan media sosial merupakan sebuah inovasi. Namun demikian sebagaimana informasi yang banyak beredar di internet, tidak ada salahnya untuk teliti akan konteks dakwah yang disampaikan, dengar, dan pahami. Ia pun mengutip surat Al Hujurat ayat 6, “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan satu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu,” Saat berdakwah dengan media sosial, Risyad memberi tips yaitu memulai dengan memahami kebutuhan umat dan tetapkan tujuan dengan jelas. Selanjutnya tidak lupa untuk perbanyak relasi dan silaturahmi serta banyak membaca untuk memperkaya ilmu dan lancar dalam penyampaian dakwah. “Dakwah bisa dimulai dari yang terdekat dan bersabar untuk menjalani proses,” terang Risyad. Selain itu, kata Masruhan, dakwah melalui media digital juga butuh netiket atau etika dalam berinternet. Etika digital ditawarkan sebagai pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi dengan menggunakan media digital. “Mari kita rayakan teknologi, kita hormati ilmu pengetahuan, kita dukung semua bentuk kemajuan, tetapi semua harus demi mengangkat derajat manusia. Etika ada karena kita adalah manusia,” pungkas Masruhan. (Iin) Baca juga :

Read More

Kerja Keras Disertai Doa dan Keyakinan Tinggi, Sukses Akan Diraih

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kesuksesan itu bukan hanya ketika kita berhasil cetak penjualan ratusan juta atau miliaran. Jauh lebih penting lagi, kesuksesan itu adalah tentang bagaimana kita bisa bangkit dari keterpurukan. Saat dulu kita ditolak, diremehkan, ditertawakan atau diledekin ketika kita menjalankan bisnis, atas izin Allah kita tetap tegak berdiri dan dengan yakin terus melaju menjalankannya. Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu adalah orang kaya raya di Mekkah. Dia juga termasuk golongan Assabiqunal Awwalun (golongan pertama yang memeluk Islam). Ketika hijrah ke Madinah bersama Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf meninggalkan semua hartanya. Kekayaannya nol. Hartanya kosong. Dia harus memulai lagi membangun bisnisnya dari awal. Abdurrahman bin Auf mulai berdagang keju dan minyak samin di Pasar Bani Qainuqa’. Walaupun dia pedagang, dia tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim. Bahkan, Abdurrahman bin Auf sampai dengan saat ini terkenal akan sedekahnya yang tidak pernah tanggung-tanggung. Setengah hartanya, 500 kuda, 500 unta, ribuan budak dimerdekakan, beliau berikan kepada Rasulullah SAW dan perjuangan umat Islam (Ibnu Katsir dalam kitab al-Bidayah wan Nihayah, sumber dari riwayat Ma’mar dari Az-Zuhri). Dari kisah di atas, kita belajar bahwa tidak ada kata menyerah dan berputus asa untuk orang-orang beriman. Ketika bisnis kita belum sesuai harapan, kita hanya perlu: (1) terus berdoa agar ditolong Allah Subhanahu wa Ta’ala (2) terus bekerja tanpa minder tanpa baper (3) terus belajar untuk memantaskan diri diberi kesuksesan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pendiri Microsoft, Bill Gates, juga terkenal dengan quotes motivasinya: “Sebuah permata tidak akan bisa dipoles tanpa gesekan. Demikian juga seseorang, tidak akan sukses tanpa tantangan.” Pengusaha tangguh adalah pengusaha yang militan dalam dakwah dan mencari nafkah. Bahkan pengusaha tangguh juga insya Allah bercita-cita besar memuliakan ummat Rasulullah SAW dan mencetak banyak pengusaha tangguh lainnya. (yan) Baca juga :

Read More

Banyak Mahasiswa Belgia dan Belanda Turut Gelar Aksi Pro Palestina

Amsterdam — 1miliarsantri.net : Beberapa mahasiswa di Belgia dan Belanda menduduki sebagian universitas Ghent dan Amsterdam sebagai protes perang Israel di Gaza. Para mahasiswa Eropa bergabung dalam aksi serupa di seluruh dunia yang dimulai di kampus-kampus Amerika Serikat (AS). Pada Selasa (7/5/2024) juru bicara University of Ghent (UGnet) mengonfirmasi laporan media setempat. Ia mengatakan sekitar 100 mahasiswa menduduki sebagian universitas tersebut. Ia menambahkan para mahasiswa mengatakan unjuk rasa akan digelar sampai 8 Mei. UGent tidak menyetujui permintaan mahasiswa menggelar unjuk rasa. Namun sejumlah pegawai dan profesor menandatangani surat terbuka mendukung protes tersebut dan mengecam keputusan universitas untuk melanjutkan hubungan dengan Israel. Media Belanda melaporkan mahasiswa University of Amsterdam (UvA) meminta kampus mereka dan Vrije Universiteit Amsterdam (VU) untuk menghentikan kerja sama ekonomi dan akademik dengan Israel. Sebelumnya dilaporkan mahasiswa-mahasiswi universitas terkemuka di Inggris, Oxford dan Cambridge mendirikan tenda-tenda protes pro-Palestina. Penyelenggara mengatakan aksi ini bagian dari solidaritas dengan rakyat Palestina. Mereka tidak menentukan sampaikan kapan tenda-tenda protes ini akan berdiri. Dikutip Aljazirah sekitar 50 mahasiswa mendirikan tenda-tenda protes di Oxford. Para mahasiswa juga mendirikan tenda media, penyegaran dan penyambutan. Mahasiswa Oxford keturunan Yahudi-Amerika Kendall Gardner mengatakan salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah universitas “divestasi dari semua entitas dan pemilik saham yang mendukung atau terlibat dalam penjajahan, apartheid dan genosida Israel di Gaza.” Mereka juga menuntut Universitas Oxford berkomitmen untuk membangun kembali sektor pendidikan tinggi Gaza yang dipimpin Palestina. (ryl) Baca juga :

Read More

Sejarah dan Perkembangan Musik Dalam Peradaban Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Belakangan, marak perdebatan soal kebolehan bermusik dalam Islam. Sudah awam sejak seribu tahun lalu, para ulama punya pandangan berbeda-beda soal tersebut. Faktanya, musik jarang sekali absen dari peradaban Islam. Menurut Philip K Hitti dalam History of The Arabs, lantunan hymne keagamaan primitif telah memberikan pengaruh saat Islam datang. Hal tersebut nampak dalam talbiyyah ritual haji, yakni ucapan “Labbaika” para jamaah haji. Selain itu, tampak juga dalam lantunan tajwid saat membaca Alquran. Dalam hal alat musik, kata Hitti, masyarakat Arab pra-Islam di Hijaz telah menggunakan duff yakni tambur segi empat, qashabah atau seruling, zamr yakni suling rumput, serta mizhar atau gambus yang terbuat dari kulit. Para penyair juga menggubah syair mereka ke dalam sebuah lagu. Ketika Rasulullah diutus mendakwahkan Islam, sebagian besar musisi justru menyeru pada berhala. Bahkan ada seorang seniman yang ingin menandingi wahyu Allah yang disampaikan Rasulullah. “Kecaman Muhammad terhadap para penyair muncul bukan karena mereka penyair, tapi karena mereka menjadi corong para penyembah berhala. Nabi mendiskreditkan musik, juga karena musik diasosiasikan dengan ritual ibadah kaum pagan,” kata sejarawan ternama itu. Dalam beberapa hadis, Rasulullah hanya memperbolehkan musik didendangkan pada dua momen saja, yakni pernikahan dan hari raya. Saat Aisyah binti Abu Bakar menikahkah seorang wanita dengan laki-laki Ansar, Rasulullah bersabda, ‘’Wahai Aisyah, tidak adakah kalian mempunyai hiburan (nyanyian). Sesungguhnya orang-orang Ansar menyukai hiburan (nyanyian).’’ (HR Bukhari dan Muslim). Hal serupa juga terjadi saat hari raya. Berdasarkan Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Aisyah mendengarkan permainan rebana (duff) anak perempuan kecil saat Idul Adha. Melihat hal itu, Rasulullah membiarkannya karena saat itu hari raya. Selain pada dua momen itu, Rasulullah diriwayatkan sangat mencegah musik dimainkan. Hal itu karena bangsa Arab menggunakannya sebagai ajakan untuk melakukan ritual berhala. Pada awal perkembangannya, jenis musik dalam Islam bisa dibedakan menurut alat musik yang digunakan. Kala itu, musik Islam hanya mengenal alat sederhana seperti rebana, rebab, seruling dan bedug. Nah, jenis musik yang berkembang pada masa ini adalah kasidah. Karena itu, kasidah bisa disebut sebagai salah satu jenis musik tertua dalam Islam. Selain itu ada gazal yang biasanya dimainkan hanya dengan menggunakan qanun dan rebab. Tema gazal adalah cinta dan kerinduan. Di kawasan Hijaz, berkembang luas musik qabus atau qanbus. Di Indonesia, musik yang melibatkan banyak alat ini dikenal dengan sebutan gambus. Di awal perkembangan musik Islam, dikenal pula nasyid, yakni jenis musik yang lebih menonjolkan lirik daripada musik. Lawannya adalah naubah, yang lebih menonjolkan unsur instrumen daripada lirik. Pada abad ke-7, hadir seorang musikus handal dari Baghdad yang kemudian hijrah ke Andalusia. Namanya Abul-Hasan Ali bin Nafi. Hitam kulitnya, merdu suaranya sehingga ia dijuluki Ziryab alias Burung Hitam. Dalam teori musik, Ziryab banyak melakukan revolusi besar. Dia, misalnya, mengatur ulang parameter dalam musik dan irama musik. Dia juga menciptakan cara-cara baru terkait ekspresi di dalam bermusik. Ziryab pernah menyusun repertoar dengan 24 nabaat. Setiap nabaat terdiri dari potongan berbagai vokal dan instrumental yang dilakukan pada sembilan gerakan. Setiap gerakan tersebut memiliki ritme tersendiri. Selain dikenal sebagai musisi andal, Ziryab pun tercatat sebagai orang pertama yang memperkenalkan oud, semacam alat musik bersenar ke Eropa. Ia juga berinovasi menempatkan senar tambahan pada oud. Dari Andalusia, alat musik sejenis kecapi itu kemudian dikenal luas ke berbagai negara di benua itu dan kini kita kenal sebagai gitar. Pada abad ke-9, hadir seorang filsuf bernama Abu Nasr Muhammad al-Farabi di Baghdad. Bukan hanya seorang filsuf ia juga terkenal sebagai musikus andal. Ia bahkan disebut sebagai penemu not musik. Penemuan not musik tersebut dijabarkan Al Farabi dalam karyanya Al Musiqa Al Kabir (Kitab Besar Musik). Buku itu lama menjadi rujukan utama para musisi klasik Barat. Ilmu dasar musik tercantum dalam karya fenomenalnya tersebut. Musik dalam pandangan Al Farabi dapat menciptakan ketenangan dan mampu mengendalikan emosi. Ia pun meneliti musik sebagai terapi penyakit psikologis. Al Farabi kemudian menciptakan prinsip-prinsip filosofis tentang musik, baik kualitas kosmik dan pengaruhnya. Ia kemudian menangani akal dengan terapi musik dan mendapati adanya efek terapi musik di jiwa. Konon, susunan musik Al Farabi sedemikian canggih hingga bisa membuat pendengarnya menangis tertawa. Pada abad ke-11, musik sudah mulai digunakan sebagai sarana oleh kaum Sufi untuk mendekatkan diri pada Allah. Imam Al-Ghazali menerangkan fenomena ini dalam kitabnya berjudul Kimia-i Sa’adah. Ia menjelaskan, para sufi memanfaatkan musik untuk membangkitkan cinta yang lebih besar kepada Allah dalam diri mereka. Dan dengan bermusik, para sufi kerap mendapatkan penglihatan dan kegairahan rohani. “Maka dalam hal ini, hati para sufi menjadi sebersih perak yang dibakar di dalam tungku. Mencapai suatu tingkat kesucian yang tak akan pernah bisa dicapai oleh sekadar hidup prihatin walau seberat apapun.” Puncak capaian musik sufi ini mengambil tempat di anak benua India dalam bentuk qawwali. Dari wilayah itu, muncul maestro-maestro musik sufi, mendayu-dayu dan sangat piawai memainkan nada-nada setengah bahkan seperempat. Mendiang Nusrat Fateh Ali Khan, kemudian Abida Parveen sampai AR Rahman sang pemenang penghargaan Oscar kini jadi penggawa musik sufi tersebut. Sejak abad ke-17 hingga medio 19 Masehi, banyak penduduk kulit hitam dari Afrika barat yang dibawa paksa ke Amerika dan dijadikan budak. Menurut para sejarawan, sekitar 30 persen dari mereka adalah orang Islam. Sejumlah ilmuwan, termasuk Sylviane Diouf dari Pusat Kajian Budaya Kulit Hitam Schomburg New York, menunjukkan bahwa para budak Muslim itulah yang menancapkan akar musik blues di Amerika Serikat. Untuk membuktikan keterkaitan antara musik blues Amerika dengan tradisi kaum Muslim, penulis buku In Motion: The African-American Migration Experience (2005) itu menunjukkan dua rekaman kepada hadirin di sebuah seminar di Harvard University. Yang pertama adalah lantunan azan, sesuatu yang akrab di telinga orang Islam. Kemudian, Diouf memutar “Levee Camp Holler”, yakni lagu blues lawas yang pertama kali muncul di Delta Mississippi sekitar 100 tahun silam. Lirik “Levee Camp Holler” itu terdengar seperti azan karena berisi tentang keagungan Tuhan. Seperti halnya lantunan panggilan shalat, lagu tersebut menekankan kata-kata yang terdengar bergetar. Menurut Diouf, langgam yang sengau dalam lagu genre blues itu dan kemiripan liriknya dengan azan adalah bukti pertautan antara blues dan umat Islam, khususnya dari Afrika barat. Jadi, orang boleh saja berdebat soal halal-haram musik dalam Islam. Yang tak bisa disangkal, seni suara tersebut sudah sekian lama jadi latar suara jalan…

Read More

Kisah Penggemar Moge yang Beralih Bangun Pesantren Gratis

Bekasi — 1miliarsantri.net : Ini benar-benar kisah yang sangat inspiratif. Adalah H.Nasuhendi, pria yang memiliki hobi Moge (Motor Gede—Harley Davidson), suka tour keliling daerah, dan juga menjabat sebagai Ketua Moge Kabupaten dan Kota Bekasi, mendadak berubah menjadi tidak suka. Dia rela melepaskan semua jabatannya termasuk menjadi Ketua Komunitas penyuka burung se Jabar dan Banten. Aktivitas lain H.Nasuhendi yang menjadi folunter orangtua asuh AFS (American Foundry Society) Intercultural Program — yang mengurus program pertukaran pelajar asing di Indonesia — mendadak tidak dijalani lagi. Dua kegiatan lainnya, sebagai anggota komunitas mobil Toyota Land Cruiser dan Range Rover, juga seketika dilepas. Mengapa semua jabatan dan kegiatan yang awalnya sangat disukai itu dilepas secara mendadak, Ada apa? Ternyata hati dan pikirannya selalu dihantui kegelisahan. Ayah, biasa H.Nasuhendi dipanggil, sering mendapat telpon “terror” dari kawan dekatnya. Misalnya tiba tiba kawan dekatnya telpon menanyakan ayah lagi dimana, dan dijawab sedang tour Moge di Timor Timur. Saat itulah, kawan dekat ayah, berucap, ”Kamu itu ngapain pergi jauh jauh, manfaatnya apa? Kalau kamu ada apa-apa dan maaf kalau sampai tidak selamat, apakah itu menjadi akhir kehidupanmu yang baik apa buruk?” “Teror telpon itulah yang membuat saya terus merenung,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Selasa (7/5/2024). “Terror” lain yang sering dikemukakan kawan dekatnya, saat ayah mengurus AFS yang terkait pertukaran pelajar asing setingkat SMA di Jakarta. ayah menjadi bapak angkat pelajar asing dari Amerika, dari Italia dan juga Jepang. Awalnya berjalan biasa. Ayah juga merasa bangga dan senang bisa menjadi bapak angkat pelajar asing. Baginya, bisa membantu orang asing tinggal di rumahnya karena sedang mengikuti pertukaran pelajar, menjadi sebuah kepuasan. Karena ayah merasa dirinya bermanfaat bagi orang lain. Namun, bagi kawan dekatnya, apa yang ayah lakukan itu perlu dikaji ulang. Tidak salah juga saran dari kawan dekatnya ayah. Karena pengalaman menjadi bapak angkat pelajar Jepang, ternyata tidak mudah. Pelajar Jepang merasa takut dengan ayah, karena oleh pelajar jepang dicurigai sebagai bagian dari teroris. Kecurigaan pelajar Jepang itu muncul karena ayah beragama Islam dan menyandang haji. Meskipun sudah dijelaskan berulangkali bahwa ayah bukan teroris, dan Islam bukan agama teroris, namun pelajar Jepang tetap merasa ketakutan. Di tengah gejolak batinnya yang sedang “perang dingin” dengan pelajar Jepang tersebut, kawan dekat ayah datang dan menceramahi dirinya. “Dari pada mengurus orang yang tidak seiman, lebih baik mengurus orang-orang yang seiman,” kata ayah menirukan saran dari kawan dekatnya tersebut. Lalu ayah bertanya kepada kawan dekatnya, ”Maksudnya gemana?” Kawan dekatnya menyarankan ayah membangun pesantren untuk membantu memberikan pendidikan anak-anak agar memiliki kemampuan agama yang baik. Dengan memiliki pesantren, manfaatnya bagi ayah akan lebih baik karena bisa menguatkan secara keagamaan, dan juga bisa menjadi investasi untuk bekal di kemudian hari. Kawan dekat ayah menyarankan membangun pesantren, karena kawannya tersebut juga memiliki pesantren. “Sejak itulah saya berfikir keras merenungkan saran kawan dekat saya,” sambung ayah yang asal daerah Brebes Jawa Tengah ini. Setelah hati dan pikirannya merasa mantab untuk membangun pesantren, ayah berkeliling daerah untuk melakukan studi banding ke berbagai pesantren. Banyak pesantren yang sudah dikunjungi, namun ayah merasa kurang puas. Akhirnya, ayah bertemu Ustadz Yusuf Mansur dan mengunjungi pesantren Darul Qur’an. Ayah merasa cocok karena pesantren Darul Qur’an benar-benar menjadi pesantren modern, baik secara kurikulumnya maupun managemennya. Karena ayah merasa tidak memiliki kemampuan agama yang cukup, ia menyerahkan managemen pesantren, sistem pengajaran dan perekrutan santri-santrinya diserahkan kepada pihak Darul Qur’an. Ayah sendiri memilih bertugas menyiapkan bangunan fisiknya dan pembiayaannya. Ayah menyiapkan bangunan di atas lahan 4 hektar dari total tanah seluas 15 hektar yang berada di Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Desain pesantrennya tidak semua dalam bentuk bangunan, karena ingin lebih menonjolkan format pesantren alam agar para santrinya merasa lebih nyaman. Pesantren yang diberi nama “Pesantren Takhfidz Darul Qur’an Takhassus Difa Kreasi Wanayasa” juga menerapkan standar Jepang, baik dari sisi kebersihan, penataan dapur, toilet, jemuran pakaian dan fasilitas tempat tidur para santri. Fasilitas lain, yang juga disediakan adalah kolam renang, lapangan olahraga, dan fasilitas kesenian. Termasuk juga lahan untuk bercocok tanam para santri. “Semua fasilitas ini disediakan agar para santri yang belajar di pesantren nyaman dan tidak merasa jenuh,” ujar ayah. Dengan lengkapnya fasilitas pesantren dan standar managemen ala Darul Qur’an, sempat diusulkan agar santri yang belajar di pesantren dikenakan biaya. Namun, ayah memilih semua santri yang belajar di pesantren tidak dibebani biaya apa pun alias full gratis. Karena gratis, para santri yang belajar di pesantren direkrut dari berbagai daerah, dan diprioritaskan bagi anak dari keluarga tidak mampu. Saat ini, pesantren yang sudah berjalan 3 tahun, memiliki 100 santriwati dengan 16 ustadzah. “Santrinya sudah ada yang lulus. Bagi yang lulus, diminta untuk menjadi ustadzah selama 1 tahun sebagai ikatan dinas, dan setelah itu dibebaskan kembali ke kampung halamannya,” papar ayah yang sangat humble ini. Menurut ayah, sementara ini pesantrennya baru menampung 100 santriwati. Ke depan akan ditingkatkan kembali. Dan saat ini, pesantrennya masih fokus mengurus santriwati, dan belum berfikir untuk menampung santri laki-laki. “Mengurus santri laki-laki lebih berat,” ujarnya. Ayah mengaku sangat terharu mempunyai pesantren, karena kehidupannya semakin tenang dan penuh keikhlasan. Apalagi keluarganya sangat mendukung. “Biasanya saya keluyuran ke luar kota naik motor gede, sekarang di rumah mengurus pesantren, sehingga istri dan anak sangat senang,” kata ayah. Yang juga membuat ayah merasa terharu karena para santrinya cerdas-cerdas. Ada santri yang sebelas bulan bisa menyelesaikan hafalan 30 juz. Para ustadzahnya menerapkan sistem pembelajaran sangat disiplin. Ada model setoran hafalan, sehingga para santri bisa menyelesaikan dengan tepat waktu. Namun ada yang lebih awal bisa menyelesaikan hafalan 30 juz. “Subhanalloh,” ujar ayah bertasbih. Tentang pembiayaan pesantren yang seluruhnya menjadi tanggungjawab ayah, sampai sekarang tidak pernah ada masalah. “Alhamdulillah lancar. Semua gaji saya saya serahkan untuk pembiayaan pesantren,” ujar ayah yang punya gaji dari bisnisnya sendiri. Ayah memang punya perusahaan yang hasilnya sebagian disisikan untuk menopang pembiayaan pesantren. Tentang suka dukanya memiliki pesantren, menurut ayah, yang paling mencemaskan di saat ada santriwati yang kabur dari pesantren. Biasanya santriwati yang tidak kuat karena merasa tertekan dengan setoran hafalan, ada yang berusaha kabur. “Yang saya benar-benar cemas dapat informasi ada santriwati jam 3 pagi kabur dari pesantren. Jam 3 pagi santri perempuan kabur, bagaimana tidak cemas? Untungnya saya sangat dekat…

Read More

Pesantren NU Pertama di Jepang Diresmikan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setelah melalui perjuangan dan renovasi lahan serta bangunan, akhirnya pesantren pertama Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Koga, Prefektur Ibaraki, Jepang telah diresmikan Dubes RI untuk Jepang, pada Jumat 3 Mei 2024 lalu. Hal ini merupakan sebuah prestasi bersejarah telah dicapai oleh warga nahdliyin di Jepang dengan diresmikannya pesantren pertama NU di negeri Sakura. Ketua PCINU Jepang, Achmad Gazali mengatakan, didirikannya pesantren tersebut untuk memperluas nilai pendidikan dan dakwah Islam di Jepang yang merupakan negara minoritas Muslim. Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan warga Indonesia, termasuk didalamnya warga NU diperkirakan akan terus naik karena pemerintah jepang membuka diri untuk pekerja dari luar Jepang. “Pertumbuhan warga NU sekitar 120.000 di akhir Juni, pada akhir tahun ini diperkirakan akan mencapai 160.000-170.000”, beber Heri yang juga merupakan Mustasyar PCINU Jepang. Dubes juga menyampaikan bahwa istilah pemagang akan dihilangkan dan diganti dengan program ikuseisuro (TG 0) dengan syarat bahasa diturunkan menjadi N5. Selama lima tahun, sekitar 520.000 specified skilled worker, kebanyakan dari pekerja tidak bermukim di kota besar, tetapi di kota-kota kecil, sehingga model pengembangan di daerah pedesaan sangat tepat, dan itu kultur utamanya NU. “Untuk mengembangkan basis NU dapat dimulai dari desa stempat. Contoh di Hokkaido, pada tahun 2020 warga kita sekitar 800-900 orang. Sekarang ini specified skilled worker nya atau tokuteigino sudah mencapai 1400, begitu pula juga di Okinawa”, papar Heri. Heri berharap, melalui peresmian pesantren ini, komunitas dibangun dan gotong royong dapat dikembangkan. Menurutnya kalau ada pesantren, orang pasti datang. Peresmian Pesantren ini dirangkaikan dengan kegiatan Pendidikan Dasar Pendidikan Penggerak Kader Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) dan Pendidikan Menengah Kader Nahdllatul Ulama (PMKNU) yang diadakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang. Menurut Achmad Gazali, Ketua PCINU Jepang, alasan peresmian pesantren ini dibarengkan dengan kegiatan pengkaderan agar para peserta pendidikan mendapatkan spirit adanya pesantren, sehingga pesantren NU ini ke depan memiliki ruh kegiatan dari kegiatan pengkaderan. Kegiatan PD-PKPNU dan PMKNU tersebut mendatangkan sejumlah Kyai dari Indonesia untuk memberikan setidaknya 20 materi tentang Islam Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah. Ketua PBNU, KH Masyuri Malik, dalam sambutannya di Pesantren NU Koga, menyampaikan para jamaah harus dapat menjaga islam khususnya NU. “NU itu tidak butuh kita, kita yang butuh NU, tentunya menjadi harapan kita semua nanti di akhirat kelak, kita bisa berkumpul dengan orang orang sholih, seperti Kyai Hasym Asari, pendiri NU”, tutupnya. (rid) Baca juga :

Read More

Beberapa Hal Perintah Qurban dalam Al Quran dan Hadis

Surabaya — 1miliarsantri.net : Lebaran Idul Adha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Pada hari yang penuh berkah ini, umat Muslim diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban. Tindakan ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang penuh makna. Mengapa kurban begitu istimewa? Pertama-tama, kurban adalah wujud ketaatan kepada perintah Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dalam Al Quran, “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (QS. Al-An’am: 162). Dalam melakukan kurban, umat Muslim meneguhkan kesetiaan mereka kepada Sang Pencipta. Perintah yang secara spesifik menunjuk kurban terdapat dalam QS. Al-Kautsar ayat 2, “Maka salatlah engkau karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. al-Kautsar: 2). Dalam QS. Al-Hjj ayat 34, “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya.” (QS. Al-Hajj: 34). Selain itu, kurban juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Dalam berbagi daging kurban kepada yang membutuhkan, kita menghidupkan nilai-nilai solidaritas dan keadilan sosial. Rasulullah SAW bersabda, “Bebaskanlah tahanan, berilah makan orang yang lapar, dan jenguklah orang sakit.”(HR. Bukhari). Dengan berkurban, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan primer mereka, tetapi juga memberikan mereka rasa dihargai dan diingat. Rasulullah SAW juga memberikan peringatan kepada mereka yang mampu namun enggan berkurban, “Barangsiapa mempunyai keluasan rizki (mampu berkurban) tetapi ia tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat kami bersembahyang.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Dalam hadis lain dari shahabat Zaid bin Arqam, “Aku atau mereka bertanya: Hai Rasulullah, apakah kurban itu? Nabi Saw menjawab: Itulah suatu sunnah ayahmu Ibrahim. Mereka bertanya (lagi): Apakah yang kita peroleh dari kurban itu? Rasulullah Saw menjawab: Di tiap-tiap bulu kita mendapat suatu kebajikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Dalam esensi, kurban adalah panggilan untuk bersatu dalam ketaatan kepada Allah dan membantu sesama manusia. Dengan mengikuti landasan perintah kurban dalam Al Quran dan Hadis, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga mengukir jejak kebaikan yang abadi dalam sejarah umat manusia. Mari berkurban dengan penuh keikhlasan dan harapan, untuk meraih ridha Allah SWT serta menebarkan kebaikan di sekitar kita. (yat) Baca juga :

Read More

Lebih dari Satu Juta Warga Terpaksa Meninggalkan Rumah

Rafah — 1miliarsantri.net : Didera hujan dan ketakutan akan bom yang terus dilancarkan tentara Israel, warga sipil Palestina keluar dari tenda-tenda atau rumah di Rafah. Mereka mencari tempat pengungsian ke tempat lain menjelang operasi militer Israel ke kota paling selatan Jalur Gaza itu. Sebagian warga memasukan anak-anak dan barang-barang mereka ke gerobak keledai, beberapa ke mobil, sisanya hanya berjalan kaki. Kasur ditumpuk di atas kap mobil dan memasukan kursi roda di bagasi. Banyak pengungsi yang sudah pindah lebih dari satu kali selama serangan Israel ke Gaza tujuh bulan terakhir. Sebagian besar kantong pemukiman itu menjadi reruntuhan bangunan yang hancur dibom. “Penjajah Israel memberitahu warga untuk pergi Rafah dan ini tempat yang aman. Hari ini mereka memberitahu kami untuk keluar dari Rafah, kemana orang-orang akan pergi,” kata salah satu pengungsi Abu Ahmed, Selasa (7/5/2024). Hal ini ia sampaikan saat berada di samping tenda-tenda pengungsi yang berlumpur karena diguyur hujan semalaman. Israel memerintahkan warga Palestina untuk melakukan evakuasi dari Rafah pada Senin dini hari. Tampaknya sebagai persiapan serangan untuk menyerang kota perbatasan Gaza-Mesir itu. Israel mengklaim terdapat ribuan pasukan Hamas di Rafah dan kemungkinan lusinan sandera yang ditawan selama serangan mendadak 7 Oktober 2023. Lebih dari satu juta yang orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan-serangan Israel mengungsi ke Rafah. Militer Israel memberitahu mereka untuk pindah ke tempat yang disebut “perluasan zona humaniter” sejauh 20 kilometer. Meski warga masih berkemas dan pindah, suara ledakan serangan udara sudah terdengar di timur Rafah. Asap dan debu memberikan latar belakang menakutan selama evakuasi paksa. “Kami tidak tidur sejak pukul 2 pagi karena pengeboman itu, dan kami bangun di pagi hari untuk menemukan hujan mengguyur deras, kami tenggelam dalam hujan, pakaian dan barang-barang kami, kami keluar ke jalan. Kami juga bangun untuk berita yang lebih buruk, seruan untuk meninggalkan Rafah. Genosida terbesar akan terjadi, bencana terbesar akan terjadi di Rafah,” kata salah satu pengungsi Aminah Adwan. Sementara itu Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sudah lebih dari 34 ribu orang tewas akibat serangan Israel ke kantong pemukiman rakyat Palestina itu sejak Oktober lalu. (zul) Baca juga :

Read More

Sebanyak 40 Ribu Lebih Calon Jamaah Haji Jawa Barat Siap Berangkat ke Tanah Suci

Bandung — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan sebanyak 40.201 orang calon jamaah haji siap berangkat ke tanah suci Makkah. Mereka akan mulai masuk ke asrama pada 11 Mei dan berangkat Tanah Suci pada 12 Mei. Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kemenag Jabar Boy Hari Novian mengatakan, persiapan rencana keberangkatan calon jamaah haji di Jawa Barat berlangsung baik. Para calon jamaah haji akan masuk ke asrama embarkasi Bekasi dan Kertajati. “Secara keseluruhan alhamdullah kita sudah selesai, persiapannya baik di asrama embarkasi Bekasi maupun embarkasi Kertajati. Kita sudah persiapkan semua fasilitas yg dibutuhkan untuk menerima jamaah,” terangnya, Senin (6/5/2024). Ia mengungkapkan kloter pertama calon jamaah haji akan masuk ke asrama tanggal 11 Mei dan berangkat ke Tanah Suci tanggal 12 Mei. Dokumen-dokumen calon jamaah haji seperti paspor, visa dan lainnya sudah disiapkan. “Secara keseluruhan alhamdullilah kita sudah siap untuk melaksanakan operasional haji di tahun 2024,” lanjutnya. Boy melanjutkan calon jamaah haji yang akan berangkat mencapai 40.201 orang termasuk 1.478 tambahan jamaah haji. Mereka terbagi dalam dua embarkasi yaitu embarkasi Bekasi sebanyak 3 kloter dan embarkasi Kertajati sebanyak 33 kloter. Ia menambahkan calon jamaah haji yang berusia di atas 60 tahun atau lansia sekitar 30 persen. Oleh karena itu, pihaknya masih mengusung tema haji ramah lansia dengan sejumlah fasilitas yang disediakan mulai dari menu makanan hingga fasilitas kursi roda dan kamar. “Semua sudah kita siapkan baik di asrama haji maupun nanti di tanah suci. Jadi, insya Allah, pada tahun ini lansia akan mendapatkan fasilitas khusus yang memang lebih kita utamakan untuk lansia,” sambungnya. Ia mengatakan, para lansia yang berangkat haji ditemani oleh pendamping yang berasal dari keluarga sehingga diharapkan mereka beribadah lebih aman dan lancar. (den) Baca juga :

Read More

Emberkasi Surabaya Berangkatkan 39.228 Calon Jamaah Haji

Surabaya — 1miliarsantri.net : Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya siap memberangkatkan sebanyak 39.228 calon jamaah haji yang mayoritas berasal dari provinsi Jawa Timur (Jatim). “Calon jamaah haji Embarkasi Surabaya tahun 2024 akan tergabung dalam 106 kelompok terbang atau kloter yang diberangkatkan ke Arab Saudi menggunakan Maskapai Saudia Arabian Airlines dengan tipe pesawat Airbus 330 kapasitas 371 orang,” terang Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mufi Imron Rosyadi kepada 1miliarsantri.net, Senin (6/5/2024). Pada tahun-tahun sebelumnya, calon jamaah haji Embarkasi Surabaya menggunakan pesawat tipe Boeing 747 yang berkapasitas 450 orang. Mufi menjelaskan karena tahun ini tipe pesawatnya lebih kecil maka jumlah kloternya menjadi semakin banyak. “Kami telah menjadwalkan calon jamaah haji kloter pertama masuk ke Asrama Haji Surabaya tanggal 11 Mei 2024. Sedangkan kloter terakhir akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 9 Juni 2024,” sambungnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jatim itu menandaskan, per hari terdapat sekitar 4 hingga 5 kloter yang masuk Asrama Haji Surabaya dan keluar berangkat ke Arab Saudi. “Kami berharap PPIH Embarkasi Surabaya bisa mengemban amanah dengan baik dan mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ungkapnya. PPIH Embarkasi Surabaya masih melakukan pendataan terhadap jamaah lanjut usia (lansia) yang memerlukan kursi roda dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Mufi menyebut calon jamaah haji lansia yang menggunakan kursi roda tahun ini jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu. “Kalau tahun lalu jamaah yang menggunakan kursi roda dari Embarkasi Surabaya mencapai ribuan. Tahun ini sepertinya hanya beberapa saja. Setidaknya kami percaya seluruh jamaah calon haji Embarkasi Surabaya sehat, lancar menjalankan ibadah dan mendapatkan predikat haji mabrur,” lanjutnya. Tahun ini, Mufi memastikan, Bandara Internasional Juanda telah ditetapkan sebagai salah satu pemberi layanan Mecca Road sehingga memungkinkan efektivitas dan efisiensi layanan kepada jamaah. “Dalam layanan Mecca Road, khususnya pemeriksaan paspor jamaah akan diperiksa dokumennya oleh Petugas Imigrasi Arab Saudi yang bertugas di Bandara Juanda. Sehingga saat mendarat di Bandara Jeddah atau Madinah, jamaah langsung menuju hotel dan tidak perlu antre lagi untuk pemeriksaan paspor seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More