MUI Salurkan Dana Untuk Warga Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyalurkan dana senilai Rp9,3 miliar melalui Baznas untuk disumbangkan kepada warga Palestina. Dalam kesempatan tersebut, penyerahan dana secara simbolis oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar kepada Ketua Baznas Prof Noor Achmad. Proses penyerahan dana disaksikan langsung Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma’ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya. “Jumlah yang telah terkumpul sekarang bantuan dari MUI sebesar 261 miliar. Ada beberapa tahap penyaluran dana ini. Pertama dana yang disalurkan sebesar 26.5 miliar, kemudian tahap kedua kami salurkan 9.3 miliar. Jadi kurang lebih sudah ada 43 miliar dana yang disalurkan,” terang Prof Noor Ahmad saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Selasa (14/5/2024). Menurut dia, sampai saat ini, terdapat dana sekitar Rp220 miliar yang belum disalurkan disebabkan pihak Baznas masih kesulitan untuk menyalurkannya ke warga Palestina. Ketua Baznas ini mengaku, upaya negosiasi dan mencari jalan untuk menyalurkan bantuan masih terus diupayakan melalui para relawan yang ada di Mesir. Kendati demikian, harapannya dana yang terkumpul tersebut dapat digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana yang ada di Palestina. “Rencananya kami ingin dana tersebut dapat disalurkan untuk pembangunan rumah sakit ataupun sekolah. Akan tetapi kalau ada kesempatan untuk membantu kemanusiaan segera bagi warga Palestina tentunya dana tersebut akan tetap kami salurkan,” bebernya. Selain disaksikan oleh Wapres KH Ma’ruf Amin, dalam kegiatan tersebut juga turut hadir tokoh-tokoh bangsa, mulai dari pimpinan ormas, jajaran menteri, hingga Wapres ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla, serta Wapres ke-6 Tri Sutrisno. (Iin) Baca juga :

Read More

Prof KH Aswadi : Perbanyak Baca Shalawat Selama di Tanah Suci

Madinah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Pemberangkatan jamaah gelombang pertama berlangsung dari 12 – 23 Mei 2023 menuju Kota Madinah Al-Munawwaroh. Madinah adalah satu dari dua kota suci. Madinah dulunya bernama Yastrib. Ini merupakan kota Hijrah Nabi Muhammad SAW. Lantas, apa saja aktivitas jamaah selama di Madinah? Pembimbing Ibadah yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, Prof. KH. Aswadi menjelaskan, selama di Madinah, aktivitas utama jemaah adalah beribadah. Hal ini bisa dilakukan di Masjid Nabawi atau di hotel, disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan jemaah. Menurut KH Aswadi, nilai pahala salat di Masjid Nabawi mencapai 1.000 kali lipat. Selain salat wajib, jemaah juga bisa melakukan ibadah sunnah lainnya, misalnya: salat sunnah, membaca Al-Quran, bahkan jika mampu hingga menghatamkan. “Jamaah haji selama berada di Kota Madinah diharapkan memperbanyak bacaan Salawat kepada Rasulullah. Kita semua berharap bisa mendapatkan syafaat Rasulullah, kelak di Yaumul Akhir, ucapnya di Madinah, Selasa (14/5/2024). Meski banyak keistimewaan, KH. Aswadi menekankan, bahwa amalan yang dilakukan harus tetap sesuai kemampuan. Jamaah diimbau tidak memaksakan diri. Dia mencontohkan, jamaah lanjut usia, sebaiknya melihat kondisi kesehatan. Jika kondisi kesehatannya fit dan merasa sanggup, bisa beribadah di Masjid Nabawi. Jika kondisi kesehatannya tidak mendukung untuk berangkat ke Masjid Nabawi, alangkah baiknya untuk tetap melakukan amalan di hotel tempat mengina. “Jamaah haji lansia, dengan beribadah di hotel dapat menjaga kondisi hingga puncak haji. Meskipun demikian, fadilah dan pahala yang didapatkan sama dengan ibadah yang dilakukan di Masjid Nabawi,” pungkas KH. Aswadi. (dul) Baca juga :

Read More

Pentingnya Fleksibilitas dalam Hukum Islam Terkait Musik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Polemik seputar hukum musik masih menjadi sorotan hangat dalam diskusi umat Islam hari-hari ini. Perspektif yang beragam mengenai legalitas musik terus memunculkan pertentangan. Di satu sisi, ada yang memandang bahwa musik secara mutlak haram; sementara di sisi lainnya, ada yang meyakini bahwa musik tidak memiliki batasan hukum yang tegas. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah sendiri telah mengeluarkan fatwa mengenai hukum musik. Dalam menanggapi keberagaman pendapat tentang musik, berdasakan buku Tanya Jawab Agama jilid V (2013) Majelis Tarjih membuat tiga klasifikasi: Pertama, jika musik memberikan dorongan kepada keutamaan dan kebaikan, maka hukumnya disunahkan. Kedua, jika musik hanya bersifat sebagai hiburan atau permainan semata tanpa dampak yang signifikan, hukumnya biasanya dimakruhkan. Namun, perlu diingat bahwa jika musik tersebut mengandung unsur negatif, maka hukumnya menjadi haram. Ketiga, jika musik mendorong kepada perbuatan maksiat atau kemaksiatan, maka hukumnya jelas haram. Pandangan Majelis Tarjih ini sejalan dengan Imam Al Ghazali. Menurutnya, musik dianggap haram apabila membangkitkan atribut yang tercela dalam diri manusia. Namun, Imam Al Ghazali juga memberikan perspektif yang lebih nuansa terkait hukum ini. Baginya, musik hanya menjadi makruh apabila seseorang terlalu terbuai olehnya, sehingga melupakan kewajiban-kewajiban yang lain. Lebih lanjut, jika musik hanya dinikmati sebagai bentuk kesenangan tanpa adanya efek negatif yang signifikan, maka statusnya menjadi mubah atau diperbolehkan. Imam Al Ghazali juga menyatakan bahwa musik dapat dianjurkan apabila mampu meningkatkan rasa cinta kepada Allah dan membangkitkan atribut yang terpuji dalam diri manusia. Dari penjelasan yang telah disampaikan, terbuka ruang untuk membongkar metode istinbath hukum yang digunakan oleh Majelis Tarjih dan juga Imam Al Ghazali. Untuk melengkapi pemahaman akan hal ini, kita akan menggunakan kerangka teoritik yang dikemukakan oleh pakar hukum Islam sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar. Dalam buku yang berjudul Fikih Kebhinekaan, Syamsul Anwar menguraikan tentang tipologi ‘illat, atau yang dikenal dalam hukum Islam sebagai metode kausasi dan ratio legis. Dua macam kausa ini menjadi landasan penting dalam penetapan hukum Islam. Pertama, “al-‘illah al-f?’ilah” atau kausa efisien, merupakan penyebab yang mendasari ditetapkannya suatu ketentuan hukum. ‘Illat ini berada di depan penetapan hukum itu sendiri. Sebagai contoh, dalam institusi pernikahan, ijab qabul menjadi ‘illat sahnya suami istri berhubungan badan. Begitu juga, dalam konteks tindak pidana korupsi, ‘illat dari jatuhnya hukum potong tangan adalah tindakan korupsi itu sendiri. Kedua, “al-‘illah al-gh?’iyyah” atau kausa final, adalah tujuan yang hendak diwujudkan melalui suatu penetapan hukum. Menurut Syamsul, ‘illat ini terwujud setelah penetapan hukum. Sebagai contoh, pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang sahnya sebuah perceraian yang harus ditentukan di pengadilan bertujuan untuk menekan tingkat perceraian dan mencegah talak yang sewenang-wenang. Menurut Syamsul, ‘illat ini biasanya disebut sebagai Maq?shid al-Syar?’ah, yaitu tujuan-tujuan utama dari syariat Islam. Kalau kita melihat argumen Majelis Tarjih dan Imam al-Ghazali tentang musik seperti yang sudah disampaikan di atas, yang menyatakan bahwa musik dapat dihukumi sebagai haram, makruh, mubah, atau dianjurkan, maka dapat dikategorikan bahwa pandangan ini termasuk dalam kategori al-‘illah al-gh?’iyyah. Dengan pembacaan kausa final ini, kita menghukumi segala sesuatu tergantung pada tujuan akhirnya. Berdasarkan penjelasan di atas, tampaknya Majelis Tarjih bermaksud memberikan pelajaran penting bahwa penetapan hukum tidak boleh dilihat secara monolitik. Bagi Majelis Tarjih, suatu perbuatan jangan hanya dihukumi sebagai haram atau halal tanpa mempertimbangkan konteks dan tujuan akhir dari hukum tersebut. Dalam hal ini, kausa final atau al-‘illah al-gh?’iyyah seharusnya menjadi landasan utama dalam menetapkan hukum. Dengan pendekatan ini, kita diarahkan untuk melihat segala objek hukum secara menyeluruh, adil, dan proporsional. Tidak selalu suatu perbuatan dipandang sebagai halal atau haram secara mutlak, tetapi tergantung pada dampaknya dan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, kesimpulan hukum dilihat secara kondisional. Jika musik membawa seseorang kepada kesesatan atau perbuatan maksiat, maka hukumnya adalah haram. Namun, jika musik tersebut membawa seorang Muslim kepada kemashlahatan, maka hukumnya adalah mubah atau diperbolehkan. Pendekatan ini juga mengajarkan pentingnya kontekstualitas dan keadilan dalam menetapkan hukum Islam, serta menegaskan bahwa hukum-hukum tersebut tidaklah statis, tetapi dapat beradaptasi dengan perubahan zaman dan kondisi sosial. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Majelis Tarjih lainnya terhadap aktivitas menggambar, melukis, dan membuat patung. Meskipun sebagian kelompok Islam mungkin mengharamkan praktik ini, Majelis Tarjih mengadopsi metode pembacaan teks yang menyeluruh (istiqra), yang memungkinkan penilaian yang lebih proporsional dan kontekstual terhadap aktivitas-aktivitas tersebut. Dengan menggunakan pendekatan ini, aktivitas menggambar, melukis, dan membuat patung tidak dilihat secara monolitik, tetapi dinilai berdasarkan tujuan akhir atau al-‘illah al-gh-’iyyahnya. Dalam hal ini, aktivitas tersebut dapat dihukumi sebagai haram jika dianggap sebagai bentuk penyembahan atau penghormatan yang tidak pantas, seperti dalam praktik berhala. Namun, aktivitas tersebut dapat menjadi mubah jika digunakan sebagai media pembelajaran, penghiasan, atau bentuk ekspresi kreatif yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Pendekatan ini memungkinkan kita untuk menghukumi segala sesuatu secara kondisional-kontekstual, bukan secara parsial-tekstual. Oleh karena itu, dalam menentukan hukum yang bersifat konkret dan praktis, agar tidak bersifat monolitik, diperlukan penggunaan kerangka kausa final atau maq?shid al-syar?’ah atau al-‘illah al-gha’iyyah. Dengan menggunakan al-‘illah al-gh?’iyyah seperti yang dilakukan Imam al-Ghazali dan Majelis Tarjih, pembacaan terhadap teks al-Qur’an dan Hadis yang semula cenderung menekankan pada sisi parsialitas (juz’iyyah) dan monolitik, dapat diperluas cakupan pemahamannya menjadi lebih umum (‘ammah) dan universal (‘alamiyyah). Dengan pendekatan ini pula, Islam tidak lagi dipandang sebagai agama yang kaku, rigid, dan eksklusif. Sebaliknya, Islam menjadi ummatan wasatha (ummat yang moderat) dan rahmatan li al-‘alaa?n (rahmat bagi seluruh alam). Dengan memperluas cakupan pemahaman terhadap tujuan akhir dari hukum-hukum Islam, umat Muslim dapat menghadapi tantangan-tantangan zaman dengan lebih bijaksana dan inklusif. (wink) Baca juga :

Read More

Turki Kembali Jadikan Gereja Kuno Ikonik Menjadi Masjid

Istanbul — 1miliarsantri.net : Turki kembali membuka gereja kuno bernama Chora, salah satu bangunan Bizantium paling terkenal di Istanbul, untuk ibadah umat muslim setelah sebelumnya digunakan sebagai museum selama lebih dari 70 tahun. Presiden Turki Tayyip Erdogan telah meresmikan pembukaan Gereja Chora, atau Kariye sebagai mesjid pada Senin (6/5/2024) setelah dilakukan restorasi. Gereja yang dibangun pada abad ke-4 ini sempat menjadi museum pada 1945. Meskipun dijadikan Mesjid, Erdogan tetap menjadikan aula luar sebagai museum, sehingga pengunjung dapat melihat mosaik berharga yang menghiasi langit-langit Turki. Salah satu turis asal Inggris, Ferdy Simon mengatakan, dia lebih suka bangunan itu tetap dijadikan museum agar orang bisa melihat mosaik dan lukisan dinding di sana. “Sepertinya ini merupakan langkah politik,” katanya, berbicara di luar Chora. “Agak disayangkan kalau melihat perempuan-perempuan taat datang ke sini untuk salat dan mereka diberitahu tidak boleh masuk ke area utama narthex,” imbuhnya merujuk pada fakta bahwa bagian area utama diperuntukkan bagi laki-laki, seperti di semua masjid. Di sisi lain, seorang pria Turki yang datang untuk salat bernama Ugur Gokgoz, mengatakan bahwa digunakannya Gereja Chora sebagai masjid adalah hak masyarakat Turki. Pemerintah pun tidak menghilangkan artefak yang ada dan tetap melestarikannya. “Ada bagian kecil yang diperuntukkan untuk salat. Bahkan mereka (pemerintah) tidak merobohkan semua bangunan dan mengubahnya menjadi masjid secara utuh,” ujarnya. Sebagai informasi, Erdogan seorang pejuang Muslim yang saleh di Turki dan ketua partai yang berpegang teguh pada islam, sebelumnya juga telah mengubah Hagia Sophia dari museum menjadi masjid pada 2020 dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh puluhan ribu orang. Langkah tersebut dikritik oleh para pemimpin gereja dan beberapa negara Barat, yang mengatakan bahwa mengubah kembali Hagia Sophia berisiko memperdalam perpecahan agama. Erdogan pun menepis kritikan tersebut dan mengatakan langkah tersebut adalah campur tangan terhadap hak kedaulatan dan dia bertekad untuk melindungi hak-hak umat Islam. (hur) Baca juga :

Read More

Semua Rumah Sakit di Jalur Utara Gaza Berhenti Beroperasi

Gaza — 1miliarsantri.net : Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza mengatakan semua rumah sakit di utara Jalur Gaza sudah berhenti beroperasi. Israel menggelar pengeboman di Kota Gaza dan kamp pengungsi Jabalia yang berada di utara kantong pemukiman itu sejak Sabtu (11/5/2024) malam. Berhentinya operasi rumah sakit-rumah sakit itu terjadi setelah PBB memperingatkan rumah sakit di seluruh Gaza dapat berhenti beroperasi karena kehabisan bahan bakar. Menurut PBB, sejak Ahad (12/5/2024) tidak ada truk bantuan yang masuk Jalur Gaza sejak 5 Mei lalu. Israel memblokir penyeberangan Rafah di selatan Gaza. Sebelumnya Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan empat petugas medis termasuk orang-orang yang ditemukan tewas dibunuh di rumah sakit al-Shifa. Dalam pernyataannya, Sabtu kemarin kementerian mengatakan total petugas medis yang tewas dibunuh sepanjang perang Israel di Gaza menjadi 492 orang. Kementerian mengatakan pasukan Israel juga menahan 42 petugas medis dari rumah sakit itu. Sehingga total petugas medis yang ditahan menjadi 310 orang. Kementerian menambahkan para petugas medis ditahan dalam “kondisi yang mengerikan” yang mengancam nyawa mereka. Kementerian juga mencatat kematian dokter bedah Adnan al-Bursh yang tewas saat ditahan pasukan Israel. “(Israel harus) segera membebaskan semua petugas medis dan bertindak cepat untuk menyelamatkan yang tersisa dari fasilitas medis kami,” beber kementerian. Sebanyak 80 jenazah ditemukan di tiga pemakaman massal di Rumah Sakit al-Shifa sehingga total jenazah yang ditemukan dari pemakaman massal di rumah sakit itu menjadi 510 jenazah. Kementerian mengatakan terdapat “bukti kuat” beberapa korban “dieksekusi” dengan ditembak dari jarak dekat. Sebab terdapat luka tembak di kepala dan dada mereka. Awal pekan ini, para pejabat Palestina mengatakan mereka menemukan pemakaman massal baru di Rumah Sakit al-Shifa, yang dikepung pasukan Israel pada Maret lalu. Pemakaman massal ketujuh yang ditemukan di seluruh Gaza sejak dimulainya perang Israel. (zul) Baca juga :

Read More

Keturunan dari Raja yang Punya Banyak Anak Jadi Raja tanpa Cawe-cawe Orang Tua

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Anak-anak muda ini jadi raja tanpa bantuan orang tua. Sebut saja nama Pangeran Jimbun, Joko Tingkir, Sutowijoyo, Raden Wijaya, Ken Arok, dan Jayakatwang. Pangeran Jimbun meniadi Raja Demak dikenal dengan nama Raden Patah. Joko Tingkir menjadi Raja Pajang dengan nama Sultan Hadiwijoyo, dan Sutowijoyo menjadi raja Mataram dengan nama Panembahan Senopati. Raden Wijaya menjadi raja Majapahit, Ken Arok menjadi raja Singosari, dan Jayakatwang menjadi raja Kediri. Mereka keturunan dari raja yang punya banyak anak, sehingga mereka bukan putra mahkota. Lantas, bagaimana mereka bisa menjadi raja tanpa cawe-cawe orang tua, bahkan menjadi pendiri kerajaannya? Tapi ada yang memakai cara licik. Pangeran Jimbun adalah anak raja terakhir Majapahit, Brawijaya V. Ibunya diuang oleh Brawijaya V saat mengandung dirinya, diberikan kepada Adipati Palembang Arya Damar. Joko Tingkir juga masih keturunan dari Brawijaya V. Kakeknya, Ki Ageng Pengging I (Andayaningrat) merupakan menantu Brawijaya V. Sutowijoyo juga masih keturunan dari Brawijaya V. Brawijaya V memiliki anak yang diramalkan akan mengalahkan nama besar Brawijaya V, karenanya ia dibuang ke Tarub, Grobogan, semasa masih kecil. Nama anaknya Bondan Kejawan, yang kemudian diambil menantu oleh Joko Tarub yang menikahi bidadari. Sutowijoyo merupakan keturunan kelima dari Bondan Kejawan. Raden Wijaya merupakan keturunan keempat dari Ken Arok dan Ken Dedes dari pihak ibu. Sedangkan Ken Arok merupakan anak dari pembantu adipati pada masa Kerajaan Kediri. Ayahnya bernama Gajah Para dan ibunya bernama Ken Endok. Dari nama-nama yang disebut di atas, hanya Ken Arok yang bukan keturunan dari raja. Ken Arok harus berjuang keras untuk bisa menjadi raja setelah hidup dalam pengasuhan penjudi karena bapaknya meninggal saat ia masih di kandungan. Tapi cara yang ia lakukan untuk ukuran sekarang dianggap cara licik. Saat raja terakhir Singosari Kertanegara mendapat perlawanan dari Bupati Gelang-gelang Jayakatwang, Raden Wijaya mendapat tugas menumpas pemberontakan itu. Tetapi para pemberontak berhasil membunuh Kertanegara. Jayakatwang yang merupakan keturunan dari raja terakhir Kediri, Kertajaya. Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Ken Arok berjuang cukup lama dengan cara untuk ukuran sekarang disebut licik. Kediri surut, ken Arok menjadi Singosari tanpa cawe-cawe orang tua. Raja terakhir Singosari, Kertanegara, adalah mertua Raden Wijaya. Empat putri Kertanegara dinikahi oleh Raden Wijaya. Raden Wijaya bukan termasuk raja yang punya banyak anak. Saat Jayakatwang merebut Singosari, Raden Wijaya melarikan diri. Di kemudian hari ia menyusun siasat, mengaku menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Jayakatwang menerimanya. Raden Wijaya lalu meminta kawasan hutan untk berburu, yaitu hutan tarik di sebelah timur Kediri. Saat membuka hutan didapati buah yang rasanya pahit. Itu adalah buah maja, sehingga kampung yang dibangun Raden Wijaya diberi nama Majapahit. Raden Wijaya kemudian merebut kekuasaan dari Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan tentara Mongol. Majapahit kemudian menjadi kerajaan, bertahan hingga 1478. Raja terakhir Majapahit Brawijaya V tertarik dengan nama pemuda dari Bintoro. Pemuda itu adalah Pangeran Jimbun, yang ternyata adalah anaknya dari istri yang ia berikan kepada Arya Damar. Ia kemudian mengangkatnya sebagai adipati Bintoro. Ketika Majapahit semakin surut, Pangeran Jimbun menjadikan Demak Bintoro sebagai kerajaan baru, tanpa cawe-cawe dari orang tuanya. Sultan ketiga Demak, Sultan Trenggono, memiliki menantu bernama Joko Tingkir yang sebelumnya menjadi santri Ki Ageng Selo di Desa Selo, Grobogan. Ki Ageng Selo adalah cucu dari Bondan Kejawan dan kakek dari ayah Sutowijoyo. Saat sultan terakhir Demak Sultan Prawoto dibunuh Adipati Jipang Aryo Penangsang, Joko Tingkir mendapat tugas untuk menyingkirkan Aryo Penangsang. Ayah Sutowijoyo, Ki Ageng Pemanahan, yang menjadi penasihat Joko Tingkir bisa menyingkirkan Aryo Penangsang dengan menggunakan Sutowijoyo. Ia mendapat hadiah hutan Mentaok di Mataram. Ia lalu membukanya dan membangun permukiman baru di sana. Sutowijoyo yang diangkat sebagai anak oleh Joko Tingkir, kelak diangat menjadi adipati Mataram, ketika Joko Tingkir sudah menjadi Sultan Pajang. Joko Tingkir menjadikan Pajang sebagai kerajaan setelah tak ada keturunan Raden Patah yang meneruskan pemerintahan Kerajaan Demak. Sebagai menantunya, ia melanjutkannya sebagai raja di Pajang, dan menjadikan Demak sebagai wilayah Kadipaten. Sutowijoyo kemudian menjadikan Mataram sebagai kerajaan dan ia menjadi rajanya dengan nama Panembahan Senopati. Pajang juga ia jadikan sebagai wilayah kadipaten. Sutowijoyo kemudian punya banyak anak. Mereka semua bukan putra mahkota, tetapi keturunan dari raja yang punya banyak anak. Kecuali Ken Arok, yang dianggap sebagai keturunan Betara Brahma. Mereka berhasil menjadi raja tanpa cawe-cawe orang tua, kendati ada yang mencapainya dengan cara licik. (jeha) Baca juga :

Read More

Menag Cek Kesiapan Bus Salawat Untuk Angkutan Jamaah Haji Indonesia

Madinah — 1miliarsantri.net : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecek kesiapan layanan bus salawat dan bus antar kota dalam kunjungan kerjanya ke Makkah Al-Mukarramah. Pengecekan sarana transportasi jamaah haji Indonesia ini dilakukan di Terminal Syib Amir, Makkah. Untuk bus salawat, pihak syarikah (perusahaan) telah menyiapkan bus yang ramah lansia dan disabilitas. Untuk memudahkan jamaah naik, deck bus ini bisa diturunkan. Pintu bus juga dilengkapi deck yang bisa dilewati kursi roda. “Bus salawat disabilitas sudah disiapkan, ada sekitar 20 bus salawat dan lansia. Bus dilengkapi dengan deck yang bisa dilewati kursi roda. Sehingga, ini memudahkan lansia dan disabilitas untuk mengakses masuk bus. Ini kemajuan dari pelayanan,” terang Menag saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Senin (13/5/2024). Bus salawat produksi tertua adalah tahun 2019. Banyak juga yang diproduksi pada 2022 dan 2023. Ada dua tipe, yaitu city bus dan bus ramah disabilitas/lansia. Untuk city bus, kapasitas mencapai 70 jamaah (duduk dan berdiri). Untuk bus disabilitas dan lansia, ada 18 kursi yang tersedia. Pada bagian tengah bus, ada ruang untuk meletakkan kursi roda jamaah haji. Setiap bus dilengkapi dengan pendingin udara, pemecah kaca, P3K, Apar, GPS, ban cadangan, tombol pintu darurat, dan lainnya. Bus salawat akan melayani jamaah dari hotel ke Masjidil Haram selama 24 jam. Ada 22 rute yang disiapkan untuk antar jemput jamaah yang tinggal di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Rei Bakhsy. Selain bus salawat, Menag juga mengecek kesiapan bus antar kota. Sarana transportasi jamaah haji Indonesia ini paling tua diproduksi 2019. Banyak juga yang produksi 2023 dan 2024. Bus yang digunakan adalah type couch dengan kapasitas rata-rata 47 kursi. Meski demikian, masing-masing bus akan diisi maksimal 42 jamaah. Untuk keamanan dan kenyamanan jamaah, bus dilengkapi pendingin udara, kulkas, toilet, pemecah kaca, P3K, apar, GPS, USB, ban cadangan, tombol pintu darurat, bagasi bawah dengan kapasitas memadai (untuk bawan 42 jemaah). Bus antar kota akan melayani rute: Bandara Madinah ke Hotel Madinah (dan sebaliknya), Hotel Madinah ke Hotel Makkah (dan sebaliknya), serta Bandara Jeddah ke Hotel di Makkah (dan sebaliknya) “Saya pastikan agar bus tidak hanya dipamerkan tapi pada waktunya dioperasikan agar dimanfaatkan jamaah haji kita. Kita juga telah siapkan 76 halte. Setiap halte akan ada petugas transportasi yang berjaga 24 jam penuh secara bergantian,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Unusa Gandeng Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus Jawa Tengah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus berupaya memfasilitasi santri pondok pesantren (ponpes) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Salah satunya menjalin kerja sama dengan sejumlah ponpes. Tak hanya ponpes di Jawa Timur, kerja sama juga dilakukan dengan ponpes di luar Jatim. Terbaru, Unusa meneken kerja sama dengan Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus Jawa Tengah. “Ini merupakan kerja sama pertama Unusa dengan ponpes di luar Jatim untuk tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Sebelumnya kerja sama kita lebih banyak untuk pengabdian masyarakat ya, seperti penyediaan air bersih,” terang Wakil Rektor 3, Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Kerja Sama Unusa, Umi Hanik, M.Kes. kepada 1miliarsantri.net, Senin (13/5/2024). Umi mengungkapkan penandatanganan kerja sama tersebut akan dilakukan pada hari Kamis (9/5/2024) lalu di Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus. Ini sekaligus menjadi kunjungan balasan Unusa ke Kudus. “Sebelumnya dari pihak ponpes Muria ini sudah berkunjung ke Unusa pada Desember 2023 lalu. Mereka datang untuk mencari informasi terkait fakultas kedokteran (FK) Unusa). Nah sekarang giliran kami yang melakukan kunjungan balasan ke Kudus,” sambung Umi. Umi melanjutkan, selain penanganan MoU, dalam kunjungan ke Kudus tersebut, Unusa juga akan membuka pendaftaran mahasiswa baru tak hanya untuk FK tapi juga semua prodi-prodi yang dimiliki Unusa. “Jadi kita membuka pendaftaran offline di sana untuk semua prodi Unusa. Ini untuk memudahkan santri ponpes Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus yang ingin masuk ke Unusa. Kasihan kan kalau mereka harus datang ke Surabaya, jadi kita jemput bola,” jelas Umi. Umi menuturkan kunjungan ke ponpes Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus dilakukan selama dua hari. Dalam kunjungan tersebut digelar juga seminar anti bullying. “Unusa menghadirkan dokter spesialis kejiwaan untuk menjadi pemateri dalam seminar anti bullying. Sekarang ini kan marak ya bullying, tidak hanya di ponpes tapi juga di sekolah-sekolah,” imbuh Umi. Umi berharap dengan adanya kerja sama Unusa dan Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus kian membuka lebar peluang santri ponpes untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Ke depan kami juga akan memperbanyak kerja sama dengan ponpes di luar Jatim ya, tidak hanya untuk pengabdian masyarakat tapi juga mencakup semua bidang tri dharma perguruan tinggi,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Dr Zouhair Punya Pengalaman di Zona Konflik Seluruh Dunia

Gaza — 1miliarsantri.net : Dr Zouhair Lahna, memiliki pengalaman bekerja di di zona konflik di seluruh dunia, seperti Suriah, Libya, Yaman, Uganda dan Ethiopia menyatakan dirinya cukup kaget dengan kondisi perang di Gaza. Dirinya pun tidak pernah melihat kondisi perang seperti ini setelah Israel mulai invasi Rafah. Situasi di Gaza sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian dunia internasional. Pada Selasa, pasukan Israel telah merebut dan menutup perbatasan Rafah di Gaza dengan Mesir, padahal lokasi ini merupakan jalur satu-satunya jalan keluar bagi warga Palestina dari perang dan pintu masuk terpenting bagi bantuan kemanusiaan. “Ini adalah ketidakadilan lainnya. Itu bukan manusia,” kata Zouhair sambil menggelengkan kepalanya saat diwawancarai di Kairo, Mesir, tempat dia dievakuasi dari Rumah Sakit Gaza Eropa di Khan Younis. Tindakan Israel tersebut semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat terpuruk. Zouhair pun juga menyesal harus meninggalkan rekan-rekan Palestinanya usai dievakuasi ke Kairo, Mesir. “Saya marah, galau, kesal. karena saya meninggalkan beberapa orang. Mereka adalah teman-temanku. Saya bersama mereka, para dokter ini, orang-orang ini. Kami makan bersama, kami bekerja bersama dan sekarang saya meninggalkan mereka dalam kesulitan. Mereka harus memindahkan keluarga, mencari tenda, mencari air, mencari makan,” lanjutnya. Zouhair telah menghabiskan waktu berbulan-bulan menjadi sukarelawan di rumah sakit Gaza sebagai bagian dari misi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dokter Palestina di Eropa (PalMed Europe) dan Rahma International yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Pada pagi hari ketika warga Palestina yang mengungsi di Rafah timur diperintahkan untuk mengungsi dan sebelum tank Israel menyerbu, Zouhair dan rekan-rekan asingnya juga menerima pesan teks dari tentara Israel. “Tentara Israel, mereka tahu segalanya. Mereka tahu semua orang yang berada di Gaza dan bagaimana cara menjangkau mereka. Mereka menyuruh kami pergi,” ujar dia. Teks tersebut mendesak para dokter asing untuk meninggalkan Gaza karena militer Israel akan segera memulai operasi di Rafah timur. Beberapa jam kemudian, Zouhair dan rekan-rekannya dari PalMed Europe dan Rahma International dijemput oleh organisasi mereka dan dibawa ke tempat aman di Kairo. “Ada empat dokter di Rumah Sakit Eropa, empat di Rumah Sakit Kuwait dan dua lainnya. Kami menunggu sementara mereka memberikan nama kami kepada pihak berwenang Mesir dan Israel, dan akhirnya, kami mendapat kabar untuk pergi,” tambahnya. Saat mereka berangkat, selebaran dari militer Israel yang berisi perintah evakuasi jatuh dari langit bersama dengan rudal dari pesawat tempur Israel. “Orang-orang panik saat mereka menuju ke utara dari Rafah menuju Khan Younis atau ke barat menuju laut,” kenang Zouhair. (zul) Baca juga :

Read More

Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Berakhir Tanpa Kesepakatan

Gaza — 1miliarsantri.net : Militer Israel telah meningkatkan serangannya di Kota Rafah, Gaza selatan, dan menyerang Kota Gaza, serta melumpuhkan operasi bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah Palestina seiring negosiasi gencatan senjata berakhir tanpa adanya kesepakatan. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada hari Jumat bahwa 110.000 warga Palestina telah meninggalkan Rafah. Pasukan Israel telah bergerak ke timur kota dalam operasi pertempuran jarak dekat dan melakukan serangan udara. “Banyak pihak ketakutan. Mereka telah mengkhawatirkan hal ini sejak lama dan sekarang hal ini sudah terjadi. Ada pemboman terus-menerus. Banyak asap di langit Gaza, dan banyak warga Palestina yang pindah,” ujar Direktur Perencanaan UNRWA Sam Rose. Dia menambahkan, Israel menjadikan Gaza sebagai sasaran “pengepungan abad pertengahan” dalam perang “bumi hangus”. Pasukan Israel awal pekan ini juga menguasai penyeberangan perbatasan Rafah, menutup pintu masuk penting bagi bantuan kemanusiaan. “Tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza sejak hari Minggu. Tidak ada bantuan, tidak ada bahan bakar, tidak ada perbekalan, tidak ada apa-apa. Dan kami sekarang benar-benar kehabisan cadangan terakhir,” kata Rose. “Kami masih punya beberapa hari lagi bahan cadangan yang bisa kami sediakan. Namun segala sesuatunya akan segera mati tanpa bahan bakar, tanpa air. Jadi situasinya benar-benar menyedihkan,” tambahnya. Akibat serangan Israel, pasien dan staf terpaksa keluar dari rumah sakit di Rafah, menyebabkan banyak warga Palestina yang sakit dan terluka tidak bisa mendapatkan perawatan. “Rumah Sakit Al-Najjar tidak berfungsi. Dan Rumah Sakit Kuwait [di Rafah] hanya untuk trauma dan keadaan darurat. Kami tidak punya tempat tidur, tidak ada rumah sakit untuk merujuk [orang-orang], terutama untuk pasien kritis,” tambahnya. Lebih lanjut, para saksi juga melaporkan serangan udara dan pertempuran di lingkungan Kota Gaza, yang menargetkan Zeitoun, Sabra, Nassr, Tal al-Hawa, dan kamp pengungsi Shati. Setidaknya tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka setelah serangan Israel menghantam sebuah rumah keluarga di pusat Kota Gaza, menurut kantor berita Wafa. Sementara itu, Delegasi Israel dan Hamas telah meninggalkan ibu kota Mesir, Kairo, setelah dilakukan negosiasi akhir gencatan senjata, yang dimediasi oleh Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir. Hamas mengatakan pada hari Jumat bahwa “bola sekarang sepenuhnya” berada di tangan Israel. Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan kedua belah pihak harus menunjukkan “fleksibilitas” untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan yang ditahan di Gaza dengan tahanan Palestina. Hamas mengatakan kesepakatan itu akan mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza, pemulangan warga Palestina yang menjadi pengungsi akibat perang, dan pertukaran tawanan dengan tawanan, dengan tujuan “gencatan senjata permanen”. Kelompok tersebut mengatakan mereka tetap berpegang pada persyaratan tersebut, sedangkan Israel telah “mengajukan keberatan terhadap beberapa isu utama Hamas”. Tuntutan Hamas untuk menghentikan pertempuran selama 12 minggu adalah poin utama yang menjadi hambatan bagi Israel selama perundingan gencatan senjata minggu ini. (zul) Baca juga :

Read More