Sebanyak 66.364 Santri PKPS Ikuti Ujian Kesetaraan Nasional Berbasis Komputer

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ujian Kesetaraan Nasional (UKN) pada Pondok Pesantren Salafiyah penyelenggara Pendidikan Kesetaraan (PKPPS) berlangsung sejak Maret 2024. Ada tiga tahap UKN, jenjang Ulya (4 – 7 Maret 2024), Wustha (6 – 8 Mei 2024), dan Ula (21 – 23 Mei 2024). Total ada 66.364 santri yang terdaftar ikut UKN berbasis computer (Computer Based Test atau CBT). Tingkat partisipasi santri dalam UKN CBT 2024 ini hamper 100 %. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding UKN CBT 2023 yang partisipasinya ada pada kisaran 35%. “Bagi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, perkembangan ini sangat drastis dan membanggakan,” terang Plt. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Sabtu (25/5/2023). “Tentunya yang demikian ini memenuhi ekspektasi Kementerian Agama yang berupaya meningkatkan literasi digital pesantren sebagai salah satu program prioritasnya,” ujarnya. Hal senada disampaikan Plt Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad. Menurutnya, peningkatan literasi digital di pesantren sangat penting dan itu harus dapat dibuktikan secara terukur. Abu Rokhmad berharap permasalahan sistem pendataan pesantren juga bisa segera diselesaikan. “Saya berharap persoalan data pesantren ini bisa menjadi kegiatan prioritas yang segera diselesaikan. Sebab, saat ini data pesantren dipisahkan dari pelaporan data pendidikan Islam yang ada di EMIS,” harap Abu Rokhmad. Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Anis Masykhur menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengembangkan SIKAP atau Sistem Informasi Ketenagaan dan Administrasi Pesantren. Ke depan, SIKAP akan disempurnakan untuk menjadi rumah data ketenagaan, kesantrian, kelembagaan, dan kurikulum pesantren. Pelaksanaan ujian yang berbasis computer (bahkan android) ini, kata Anis, selanjutnya diikuti dengan keharusan memasukkan data nilai santri, baik nilai akumulasi dalam rapot maupun hasil ujian nasional. Data ini akan menjadi Rapor dan Ijazah Digital (RID). Proses integrasi RID ini juga mencapai target. “Satu minggu setelah pelaksanaan ujian nasional tingkat Ulya dan Wustha, prosentase pengintegrasian mencapai rata-rata 91%. Ini berarti, minggu ini diharapkan mencapai 100%,” ujarnya lebih lanjut. Integrasi RID dalam SIKAP akan menjadi sumber informasi tentang capaian kompetensi santri pada kelompok mata pelajaran umum maupun dirasah Islamiyah, termasuk juga capaian penguasaan turats (kitab kuning). Bentuk capaian tersebut dapat dilihat dalam transkrip ijazah atau bukti penyelesaian studi lainnya pada sebuah jenjang tertentu pada satuan pendidikan pesantren. “Kesuksesan ini tidak terlepas dari soliditas tim di bawah komando Masithoh Hasbi, “korlap” digitalisasi pendidikan pesantren salafiyah. Perkembangan positif ini akan diperluas pada satuan pendidikan pesantren lainnya,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Banyak Sunnah Rasulullah SAW yang Dilupakan

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sunnah Rasulullah SAW yang mulai diabaikan oleh umatnya. Beberapa di antaranya termasuk mengucapkan salam saat bertemu sesama Muslim yang tidak dikenal, mengamalkan doa sebelum dan sesudah makan, serta menjaga silaturahim dengan saudara dan tetangga. Sunnah-sunnah ini mengandung hikmah dan kebaikan yang mendalam, namun sering kali terlupakan di tengah kesibukan dan gaya hidup modern yang serba cepat. Padahal, dengan menghidupkan kembali sunnah-sunnah ini, kita dapat memperkuat ikatan sosial dan spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. Berikut deretan sunnah Rasulullah SAW yang mulai diabaikan umat Muslim. عن أنس بن مالك -رضي الله عنه-: صَابَنَا وَنَحْنُ مع رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ مَطَرٌ، قالَ: فَحَسَرَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ ثَوْبَهُ، حتَّى أَصَابَهُ مِنَ المَطَرِ، فَقُلْنَا: يا رَسولَ اللهِ، لِمَ صَنَعْتَ هذا؟ قالَ: لأنَّهُ حَديثُ عَهْدٍ برَبِّهِ تَعَالَى Sahabat Nabi SAW, Anas bin Malik, dalam sebuah riwayat, kemudian bertanya mengapa Rasulullah melakukan itu. Lalu dijawablah, “Karena ini adalah perjanjian dengan Allah SWT yang Mahatinggi.” مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُرِيْدُ أَنْ يُوْصِيَ فِيْهِ يَبِيْتُ لَيْلَتَيْنِ إِلاَّ وَوَصِيِّتُهُ مَكْتُوْبَةٌ عِنْدَهُ “Tidak pantas bagi seorang Muslim yang memiliki sesuatu yang ingin ia wasiatkan untuk melewati dua malamnya melainkan wasiatnya itu tertulis di sisinya.” Dalam hadits itu dapat diketahui bahwa Nabi SAW meminta setiap Muslim untuk berinisiatif menulis surat wasiat jika ada hal yang ingin diwasiatkan, dengan perkiraan waktu dua malam. Namun waktu dua malam ini bukan batasan waktu, sebab di hadits lain ada yang tertulis satu malam dan tiga malam. Doa itu ialah,“سُبحانَكَ اللَّهمَّ وبحمدِكَ ، أشهدُ أن لا إلَهَ إلَّا أنتَ أستغفرُكَ وأتوبُ إليكَ “. Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Al-Albani dalam shahih At-Tirmidzi dari jalur Abu Hurairah. Doa tersebut ialah استودِعُ اللَّهَ دينَكَ وأمانتَكَ وآخرَ عملِكَ. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi dari jalur Abdullah bin Umar. Baca juga :

Read More

Liga Arab Sambut Baik Pengakuan Kemerdekaan Untuk Palestina

Kairo — 1miliarsantri.net : Liga Arab menyambut baik pengakuan resmi negara Palestina oleh Spanyol, Irlandia, dan Norwegia. Pengakuan ini diharapkan dapat membantu memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Hal ini juga menjadi langkah positif dalam upaya mencapai perdamaian di Timur Tengah. Perdana Menteri ketiga negara tersebut mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka secara resmi akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara pada tanggal 28 Mei 2024. Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab, mengatakan bahwa “langkah signifikan ini menggarisbawahi komitmen tulus terhadap solusi dua negara dan mencerminkan keinginan tulus negara-negara ini untuk melindunginya dari pihak-pihak yang berupaya melemahkan atau memberantasnya.” Gamal Roshdy, juru bicara Aboul Gheit, mengatakan bahwa perkembangan penting ini mengikuti pengakuan baru-baru ini dari Barbados, Jamaika, Trinidad dan Tobago, dan Bahama. Penambahan ini menjadikan jumlah total negara yang mengakui negara Palestina menjadi sekitar 147, selaras dengan konsensus global yang sangat besar. Roshdy mengatakan pengakuan tersebut “merupakan aspek mendasar dari kedudukan negara dalam hukum internasional. “Langkah ini mewujudkan pendirian politik, moral, dan hukum yang berprinsip. Ini menandai tonggak penting menuju realisasi negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tuturnya mengutip ucapan Abdul Gheit. Aboul Gheit mengatakan bahwa “pengakuan tersebut menyampaikan pesan yang jelas kepada rakyat Palestina: dunia berdiri teguh dalam membela hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka.” Dia menekankan bahwa “di tengah kesulitan yang ada saat ini, jalur politik menuju terwujudnya negara Palestina tidak bisa dihindari.” Aboul Gheit mendesak negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk menilai kembali posisi mereka dan menyelaraskan diri dengan perjalanan sejarah. Ia menggarisbawahi bahwa mengakui Palestina menandakan komitmen tulus terhadap solusi dua negara, menyimpang dari pendekatan kekerasan, dan mendorong perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan. (lil) Baca juga :

Read More

Jamaah Lansia Dihimbau Jangan Kelelahan dan Dehidrasi

Madinah — 1miliarsantri.net : Sejumlah jamaah ditemukan petugas haji lupa arah jalan kembali ke hotel. Diduga mereka mengalami gejala dimensia, yaitu kondisi penurunan kemampuan berpikir dan ingatan seseorang yang umumnya terjadi pada lansia (usia 65 tahun ke atas). Kondisi ini sangat dimungkinkan mengingat jamaah lansia pada musim haji tahun ini mencapai 45.000. Hal ini dikonfirmasi dengan temuan Tim Media Center Haji (MCH) yang sering menjumpai dan mengantarkan jamaah haji lansia dan disinyalir menderita gejala dimensia. Kepala Seksi Layanan Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Dokter Leksmana Arry Chandra mengatakan, ada jamaah lansia yang mengalami kelupaan saat sedang menunaikan ibadah haji, baik lupa nama, keluarga, atau merasa dirinya masih berada di kampung halaman. “Gangguang ini secara umum dipicu oleh dua hal, baik karena faktor sosial atau psikososial maupun faktor pribadi atau psikologis. Selain itu juga dipicu oleh faktor biologis,” terang dokter yang sehari-hari bertugas di Daerah Kerja (Daerah Kerja) Madinah. Gangguan jiwa jenis ini juga biasanya dipicu faktor genetik. “Mereka sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan, kemudian kambuh lagi setibanya di Arab Saudi,” ungkapnya di Madinah, Jumat (24/5/2024). Demensia biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, disorientasi waktu, dan disorientasi orang-orang di sekitarnya. Gejala yang bisa terlihat di awal biasanya seperti mudah lupa, terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja dialami. Kemudian, sulit mempelajari hal baru, sulit konsentrasi, termasuk sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari kampungnya. “Jamaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif. Misalnya dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi, atau melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia,” sambungnya. Setelah pasien pulih, tetap perlu pendampingan. Sebab, demensia sewaktu-waktu bisa muncul terutama disebabkan kelelahan dan dehidrasi. Bagi jamaah lansia sangat disarankan untuk beristirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar kegiatan ibadah haji. Hal itu dapat memicu kelelahan ataupun terjadi dehidrasi akibat paparan cuaca panas di Arab Saudi. Menurut dr. Leks, Jamaah lansia memang masih bisa dicegah terjadinya demensia. Artinya, perlu mewaspadai gejala dimensia. Jangan sampai menimbulkan gejala disorientasi. Salah satu pencegahannya adalah dengan stimulasi kognitif. Caranya bisa dengan mengajak jamaah haji itu bercerita. “Para pendamping jamaah diimbau untuk selalu mengajak mereka bersosialisasi, berdoa, zikir bersama, kemudian hindari yang bisa menyebabkan jamaah lansia menjadi lelah,” tutupnya. (dul) Baca juga :

Read More

Kriteria Hewan yang Layak Untuk Qurban

Jakarta — 1miliarsantri.net : Umat Islam di seluruh dunia bersiap untuk melaksanakan ibadah kurban. Dalam melaksanakan kurban, penting untuk memastikan hewan yang akan disembelih memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Kriteria ini dapat dilihat dari dua aspek utama: fisik dan kesehatan hewan. Kriteria Fisik Hewan Kurban Pertama, hewan kurban harus sehat, baik, dan tidak cacat. Hal ini dijelaskan dalam beberapa hadis Rasulullah SAW. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah berkurban dengan dua ekor kibasy bertanduk yang bagus. Anas menyaksikan sendiri Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai). Selain itu, Abi Said al-Khudri juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Hadis lainnya dari Ubaid bin Fairuz mencatat bahwa Al-Barra bin Azib menegaskan ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud). Berdasarkan hadis-hadis tersebut, kriteria fisik hewan yang layak dijadikan kurban adalah: Sebaliknya, hewan yang tidak layak untuk kurban meliputi: Kriteria Kesehatan Hewan Kurban Aspek kesehatan hewan kurban juga sangat penting. Hewan harus bebas dari penyakit yang jelas terlihat, tidak pincang, dan tidak kurus kering. Hal ini bukan hanya untuk memenuhi syarat syariat, tetapi juga untuk memastikan bahwa daging yang dihasilkan layak konsumsi dan bermanfaat bagi penerimanya. Pemilihan hewan kurban yang memenuhi kriteria tersebut merupakan bentuk ketaatan dan penghormatan kepada perintah Allah SWT. Ini juga mencerminkan kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah kurban. Dengan memilih hewan yang terbaik, umat Islam menunjukkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Kriteria dari Segi Umur Dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa hewan yang memenuhi untuk berkurban, yaitu; unta usianya telah berumur 5 tahun, sapi telah berumur 2 tahun dan kambing telah berumur 1 tahun. (rid) Baca juga :

Read More

Tips Sehat ala Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam Islam kesehatan termasuk bagian dari nikmat Allah SWT yang paling besar dan patut disyukuri. Sebab kita tahu bahwa orang yang didera keluhan atau rasa sakit tentu akan merasa kurang nyaman dalam menjalani kehidupan. Belum lagi kalau harus berobat atau ikhtiar mencari obatnya, tentu harus menyiapkan biaya yang tidak bisa diduga sebelumnya. Oleh karena itu manusia harus banyak bersyukur atas nikmat sehat yang disadangnya, agar pemberian Allah kepadanya semakin bertambah. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat yang Ia berikan kepada hamba-Nya.” (HR. Turmudzi dan Hakim, Imam Suyuthi meng-hasan-kannya). Lalu seperti apa wujud rasa syukur yang harus kita lakukan? Dengan menjaga keberlangsungan nikmat sehat itu sendiri, dengan kata lain memelihara kesehatan secara berkesinambungan. Apabila kekuatan dan kesehatan saja merupakan nikmat Allah yang besar dan anugerah-Nya yang melimpah, maka sangatlah pantas bagi orang yang diberi rizqi itu untuk menjaganya dan melindunginya dari hal-hal yang membahayakan. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Ada dua nikmat yang di dalamnya banyak orang tertipu: sehat dan senggang” (HR. Bukhari). Mengutip dari berbagai sumber, cara menjaga kesehatan dalam Islam yaitu: “Bersiwak itu membersihkan mulut dan menyebabkan ridha Tuhan (Allah)”(HR. Ahmad, Nasa-i, Ibnu Hibban, Hakim. Juga Baihaqi dari „Aisyah ra., dan Ibnu Majah dari Abu Umamah al-Bahily). Selain kebersihan tubuh, tempat-tempat penting seperti rumah kita, masjid dan sebagainya haruslah menjadi contoh dalam hal perhatian pada kebersihan dan kesehatan. Kebersihan tempat mandi, tempat wudhu, toilet, tempat sepeda, tempat sandal, tempat sampah, lantai dan lain-lain haruslah menjadi prioritas utama. Wajib hukumnya seorang muslim menjaga kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Bahkan diriwayatkan oleh Thabrani dari Hudzaifah bin Usaid, “Barangsiapa mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, maka layak mendapat laknat mereka.” Hadis lainnya terkait hal ini yaitu “Jauhilah dua kutukan atau dua macam orang yang dikutuk: orang yang membuang kotoran di jalan orang dan di tempat berteduh” (HR.Muslim, Abu Dawud, Ahmad). Nabi Muhammad SAW menganjurkan olahraga yang baik seperti berenang, menembak (memanah), menunggang kuda, dan lari (atletik). Hadits Muttafaq ‘alaih menyebutkan bahwa Nabi SAW mohon perlindungan kepada Allah dari ketidakberdayaan dan pemalas. Beliau menjadikan bangun pagi dengan bersemangat sebagai sifat seorang mukmin yang multazim (konsekuen pada agamanya). “Syetan mengikat pada tengkuk salah seorang dari kalian sebanyak tiga ikatan jika ia sedang tidur…” (HR.Bukhari kitab Tahajjud III/24). Beliau dalam sejarah juga pernah lomba lari dengan Aisyah RA, isteri beliau sendiri.(HR. Ahmad dan Abu Dawud). Semua ini mendidik kita agar membiasakan diri giat dan cekatan, bukan pemalas, dan semua itu menyehatkan tubuh kita. (yan) Baca juga :

Read More

Sosok RA Kartini yang Memiliki Hobi Gemar Membaca

Jepara — 1miliarsantri.net : RA Kartini salah satu tokoh pejuang dsn pergerakan emansipasi wanita memiliki hobi gemar membaca. Banyak buku yang sudah ia baca, tetapi ia menolak untuk membaca buku karya PJ Veth. Padahal buku karya etnolog Belanda itu mendapat penghargaan dari Kongres Geografi di Paris pada 1873. Lalu mendapat penghargaan lagi dari Kongres Geografi di Venesia pada 1881. Selain itu, Yayasan Thorbecke juga memberi penghargaan pada 1882. Buku itu, Java, terdiri dari tiga jilid terbit sejak 1875 hingga 1882. Tapi, begitu ia menemukan buku yang ia suka, ia akan membaca buku itu tanpa jeda dengan cara mengurung diri di kamar. Alasannya tentu bukan karena buku itu berbahasa Belanda, sebab RA Kartini cukup mahir berbahasa Belanda. Ia, misalnya, membaca buku De Wapens Neergelegd karya Bertha von Suttner yang pada 1905 menerima Nobel. Buku itu berbicara tentang perjuangan memenangkan perdamaian sosial. RA Kartini memang menyukai tema-tema sosialisme. Karenanya, ia juga membaca buku roman berjudul De Vrouw en het Socialisme karya August Bebel. Ia bahkan pernah mengurung diri di kamar untuk menuntaskan membaca buku roman setebal 567 halaman tanpa jeda. Roman itu berbicara tentang emansipasi perempuan, judulnya Hilda van Suylenburg, karya C Goekoop de Jong. Bahkan ia sampai mengulang membaca hingga tiga kali. “Mau aku mengorbankan segala-galanya kalau saja diperoleh hidup di masa Hilda van Suylenburg,” tulis Kartini 25 Mei 1899. Buku bertema emansipasi perempuan yang pertama ia baca ya Hilda van Suylenburg itu. Ia kagum pada dampak gerakan emansipasi perempuan di Eropa yang digambarkan buku itu. “Percayakah kau, kalau Hilda van Suylenburg itu aku tamatkan tanpa berhenti? Aku kurung diriku di dalam kamar terkunci, lupa segala-galanya, tak dapat aku melepaskan dia dari tangan, dia begitu menyeret hatiku,” tulis Kartini pada 12 Januari 1900. Setelah RA Kartini menikah, ia mengutarakan niatnya melakukan sesuatu ala Hilda van Suylenburg. Sebelumnya ia juga telah membaca buku Moderne Vrouwen terjemahan dalam bahasa Belanda dari buku Prancis. Namun, ia tidak menyukai buku itu. Ia kembali ke buku Hilda van Suylenburg. “Sekarang kami akan melakukan sesuatu ala Hilda van Suylenburg: seorang ibu dengan bayi dalam gendongan pergi bekerja,” tulis Kartini pada 8 Juni 1904. Menyukai karya-karya Barat, bukan berarti RA Kartini tidak menyukai buku yang membahas mengenai Jawa. Ia membaca Wedhatama dan Centhini, sehingga mendapat wawasan mengenai nilai-niai Jawa. Ia juga membaca buku-buku hikayat wayang. Ia pun membaca buku-buku Multatuli. Setelah menuntaskan Max Havelaar, RA Kartini lalu membaca Minnebrieven, yang diterbitkan setelah Max Havelaar. Ia membaca dua kali Minnebrieven. Dari karya Multatuli inilah muncul kesadaran kuat RA Kartini untuk membela pribumi. Ada kalimat yang ia sukai dari buku karya Multatuli, yaitu: “Tugas manusia adalah memanusiakan manusia”. Dan “Bertambah orang Jawa bekerja, bertambah banyak laba didapat oleh mereka (pembesar-pembesar dan sebagainya), oleh pemerintah, oleh nasion”. Lalu mengapa ia tak suka buku Java karya PJ Veth? Ia kecewa dengan isi buku itu yang menurutnya membahas sisi negatif orang Jawa. Ia menolak untuk membaca buku yang menimbulkan kekecewaan. Buku-buku yang ia baca adalah buku-buku yang memunculkan kesadaran baru. Bukan berarti semua buku Barat bagus. Tidak. Buktinya, ia tidak suka dengan pandangan dalam buku Moderne Vrouwen. Ini buku Prancis yang diterjemahkan dari bahasa Prancis itu. RA Kartini mendapat kecocokan pemikiran dalam buku Moderne Maagden karya Marcel Prevost. Ini juga buku Prancis yang telah diterbikan dalam bahasa Belanda. “Karena penemuan-penemuan kembali banyak hal yang memang telah aku pikirkan, rasakan, dan alami,” tulis Kartini 23 pada Agustus 1900. RA Kartini juga cukup antusias membaca sejarah Revolusi Prancis, selain sejarah Yunani dan Romawi. Ia menjalankan prinsip kebebasan, persamaan, dan persaudaraan dalam kehidupannya sehari-hari. Hasil dari membaca buku sejarah Prancis, RA Kartini menjalankan prinsip bebebasan, persamaan, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Tentang ini, ia pernah bercerita lewat suratnya tertanggal 18 Agustus 1899. Ia juga menyukai buku Buddhisme karya Fielding. Juga menyukai biografi Pundita Ramabai. Ramabai Sarasvati meruoakan pembaharu sosial di India dan belum menikah ketika berusia 22 tahun. (her) Baca juga :

Read More

Korban Serangan Israel di Gaza Bertambah Menjadi 35.526 Orang

Gaza — 1miliarsantri.net : Jumlah korban tewas akibat serangan mematikan Israel di Jalir Gaza telah melonjak menjadi 35.562 sejak 7 Oktober lalu dan hingga saat ini hampit diseluruh wilayah kantong terkepung militer zionis. Kementerian Kesehatan Palestina menambahkan dalam sebuah pernyataan, setidaknya 79.652 orang juga terluka dalam serangan itu. “Serangan Israel menewaskan 106 orang dan melukai 176 lainnya dalam 24 jam terakhir. Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” terang salah satu sumber. Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera dilakukan di wilayah tersebut. Perlu diketahui, lebih dari tujuh bulan konflik antara Israel-Palestina, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang dilumpuhkan militer zionis. Israel pun dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) pada Januari. Bahkan ICJ mengeluarkan keputusan sementara yang memerintahkan negara tersebut untuk menghentikan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Syakir Daulay : Carilah Teman yang Membuat Bertambah Taqwa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Syakir Daulay, artis dan pendakwah Gen Z mengingatkan, carilah teman yang tidak hanya membuat tertawa, tetapi juga teman yang membuat bertaqwa. “Teman yang membuatmu bertaqwa dengan cara ketika ada waktu kosong menggunakan waktu kosong tersebut dengan ibadah dan mencari ridho Allah SWT,” ungkap Syakir dalam Majelis Subuh GenZI (MSG) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) bebetapa waktu lalu. Kegiatan MSG bertema “Semangat Menyala Bangkitkan Asa” diawali dengan Khotmil Qur’an yang dipimpin KH Muzakky Al-Hafidz. Pendakwah asal Aceh yang aktif di medsos itu mengatakan agama itu mudah. “Cara Rasulullah untuk mengajari agama itu dengan contoh cinta. Kalau diajari nonton TV dan medsos ya cinta film/kartun dan suka caci maki, tapi kalau dibawa ke ulama ya cinta ulama dan cinta agama,” sambungnya. Baginya, cara untuk tetap istiqomah beragama itu dengan tiga cinta, yakni cinta kepada Al-Qur’an, cinta Rasulullah, dan cinta kepada keluarga-sahabat Rasulullah. “Cinta Al-Qur’an itu mudah, karena mukjizat yang abadi adalah Al-Qur’an, bahkan Al-Qur’an sekarang ada dimana-mana, di HP juga ada. Nggak usah langsung baca yang banyak, tapi 1 lembar. Baca Al-Qur’an itu seperti memiliki segala-galanya. Kalau saya, saya PDKT (pendekatan) dengan Al-Qur’an itu dengan baca Al-Waqiah setiap hari, maka sukses, tidak fakir dan tetap dalam ketenangan hidup,” tambahnya. Untuk cinta Rasulullah, alumni Pesantren Darul Al-Qur’an di Tangerang asuhan Ustadz Yusuf Mansur itu mengajak jamaah MSG sering membaca sholawat agar semangat tetap menyala dan asa tetap bangkit, serta mendapat cahaya Rasulullah. “Rasululah itu publik figur, jadi artis itu juga jadi publik figur, publik figur itu bisa diikuti dan didengar anak-anak muda, sehingga bermanfaat, asalkan tetap rendah diri dan belajar kepada guru atau siapapun. Guru saya bilang kalau jadi lampu di siang hari itu biasa karena sudah terang, tapi jadi lampu di tempat gelap disitu justru menjadi berharga,” paparnya. Syakir menyatakan pentingnya lingkungan, karena lingkungan itulah yang membuat hati bersih atau kotor. “Muslim yang baik kalau muslim lain atau lingkungannya bisa selamat dari mulut dan tangannya, sering berkumpul dengan orang sholeh dan tidak merendahkan siapapun, apalagi lewat medsos,” imbuhnya. Syakir yang merantau ke Jakarta sejak SD itu menyatakan pentingnya tujuan hidup kepada ridho Allah dengan sholat, sholawat, dan baca Al-Qur’an. “Kalau cari ridho Allah, kalau dari muda mencari Allah, maka Allah akan bereskan hidupnya. Kalau tujuan hidup kita adalah Allah, maka Allah tidak pernah mengecewakan. Kita tetap berbuat apa saja, tapi ubah tujuannya kepada Allah,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Diimbau Patuhi Etika Saat Ziarah di Jabal Uhud

Makkah — 1miliarsantri.net : Selain Masjid Nabawi dan Raudhah, jamaah haji Indonesia kerap mengunjungi sejumlah situs bersejarah, salah satunya Jabal Uhud. Destinasi ini meliputi Masjid Syuhada Uhud, Jabal Rumma (lokasi para pemanah pada Perang Uhud), dan makam para syuhada. Jabal Uhud adalah salah satu tujuan ziarah utama bagi jamaah haji Indonesia di Madinah. Dalam bahasa Indonesia, “Jabal” berarti bukit. Tempat ini menjadi saksi bisu peristiwa Perang Uhud yang terjadi antara tentara Islam yang dipimpin Rasulullah SAW melawan kaum Quraisy. Perang Uhud, yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, berawal dari konflik bersenjata akibat kekalahan kaum Quraisy dalam Perang Badar. Dalam pertempuran ini, 70 sahabat, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib, gugur sebagai syuhada. Selain meneladani kisah heroik Perang Uhud, ada beberapa etika yang perlu dijaga oleh jamaah haji saat berziarah di Jabal Uhud: “Ya Hajj, mamnu’ (tidak boleh),” tegas penjaga makam Syuhada Uhud. “Mencoret-coret sangat dilarang, dan tidak ada manfaatnya,” jelas Syeh Salih, salah satu penjaga makam Syuhada Uhud. Dengan menjaga adab dan etika saat ziarah, diharapkan jamaah haji dapat menghormati situs-situs bersejarah dan menjaga nama baik Indonesia. (dul) Baca juga :

Read More