Ketika Danau Tiberias Kekeringan

Yordan — 1miliarsantri.net : Danau Tiberias dan Thabariyah yang mengering dikaitkan dengan kemunculan Yajuj dan Majuj . Pasalnya keringnya danau Tiberias disinyalir sebagai akan datangnya Yajuj dan Majuj sebagai tanda akhir zaman atau kiamat. Seperti dituliskan dalam dari Researchgate, faktanya, penyedot air di Danau Tiberias saat ini adalah Israel. Sejak tahun 1964 air danau sudah dieksploitasi secara besaran oleh perusahaan nasional Israel HaMovil haArtzi. Air danau Tiberias dialirkan ke seluruh penjuru Israel melalui pipa raksasa, pemompaan dengan skala besar, kanal dan danau buatan. Rata-rata per hari dikuras 1,7 juta m3 air dari danau itu atau 400 juta m3 per tahun. Danau Tiberias sebelumnya berada di wilayah Palestina. Tapi saat ini, telah diklaim Israel sebagai bagian wilayahnya. Danau ini pun berganti menjadi beberapa nama, yaitu Danau Galilea, Danau Genesaret, Danau Kineret, Danau Kinerot, dan disebut juga sebagai Danau Tiberias. Berbeda dengan danau laut mati atau Dead Sea yang berada di sebelah selatan danau ini, Danau Thabariyah berair tawar. Sementara, danau laut mati berair asin. Israel menjadikan danau ini sebagai suplai air minum mereka. Memiliki luas 166 km persegi. Kedalaman danau ini mencapai 43 meter. Menariknya, danau ini berada pada 211 meter di bawah permukaan laut. Karena itulah, dijuluki danau air tawar terendah di dunia. Sebagian sumber air di danau ini berasal dari mata air bawah tanah. Dan sumber utama aliran air ke danau ini adalah dari sungai Yordan yang mengalir dari utara ke selatan. Air danau Tiberias bukan hanya tawar dan segar. Tapi juga hangat. Tidak heran jika di danau ini berkembang banyak flora dan fauna. Jika dilihat dari volume normal danau ini yang akhirnya habis diminum oleh rombongan Yajuj dan Majuj, bisa dibayangkan berapa banyak jumlah Yajuj dan Majuj yang akan datang di akhir zaman itu. (luk) Baca juga :

Read More

Islam Memberikan Perhatian Besar Terhadap Akal Manusia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Persoalan akal dikemukakan secara khusus dalam Alquran. Kata akal dalam bahasa Arab aql, disebutkan Alquran sebanyak 49 kali. Bahkan banyak ayat yang mendorong agar manusia memaksimalkan penggunaan akalnya guna menuju kehidupan dunia akherat yang lebih baik. Pakar tafsir Alquran, Prof M Quraish Shihab, dalam buku Logika Agama: Kedudukan Wahyu dan Batas-Batas Akal dalam Islam menjelaskan kata akal sendiri, mengutip pendapat Imam Ghazali, memiliki banyak pengertian. Akal merupakan potensi yang membedakan manusia dari binatang dan yang menjadikan manusia mampu menerima berbagai pengetahuan teoritis. Selain itu, akal juga adalah pengetahuan yang dicerna oleh seorang anak yang telah mendekati usia dewasa. Akal dapat pula dimaknai sebagai pengetahuan yang diperoleh seseorang berdasar pengalamannya yang pada gilirannya memperhalus budinya. Meski demikian, ada batasan-batasan yang perlu diketahui terkait keberadaan akal ini. Seperti dikutip dari QS l-Mulk ayat 10, disebutkan kata na’qil (kami berakal), menurut mantan Menag RI tahun 1998 ini, sesuai dengan makna kebahasaannya yakni aql (akal) yang artinya tali pengikat.”Ia adalah potensi manusiawi yang fungsinya sebagai tali pengikat yang akan menghalanginya terjerumus ke dalam dosa.” Akal semacam itulah mestinya harus diupayakan untuk meraihnya, karena dapat menyelamatkan seseorang kelak. Sebab tanpa akal, imbunya, siapa pun pasti akan terjerumus meski memiliki pengetahuan teoritis yang mumpuni. Begitu pula apabila yang dimaksudkan akal merupakan potensi berpikir manusia yang mengantarnya mampu menjangkau serta memahami semua persoalan, namun harus dikatakan bahwa potensi itu tidaklah memadai. Dijelaskan, bahwa pada setiap agama ada ajaran yang tidak mampu dicerna oleh akal dan praktek-praktek yang sifatnya ta’abbudiy yang tidak terjangkau nalar, meski tidak bertentangan dengan akal. “Uraian-uraian yang menyangkut persoalan metafisika pun bukan dalam wilayah akal serta kemampuannya untuk mencernanya apalagi menolaknya,” papar Quraish dalam bukunya. Dia mencontohkan, ada manusia mau melihat Tuhan, tapi melihat matahari saja tidak sanggup karena pasti yang bisa dilihat hanya cahayanya. “Cahayanya pun kita tidak bisa tangkap berlama-lama. Ini menunjukkan bahwa manusia angkuh,” tukas dia kemudian. Oleh karenanya, dalam kaitan ini, Quraish sekali lagi menekankan bahwa Dzat Tuhan tidak terbatas. Di mana pun manusia berada, Tuhan ada di situ. “Dia mengetahui anda dan senantiasa mengawasi. Kalau saya berkata tidak ada Tuhan, maka saya tidak bisa menerima bagaimana sesuatu bisa ada sedang tidak ada yang mengadakannya.” Selanjutnya dikenal pula rasional, ini merupakan yang terjangkau dan dibenarkan oleh akal. Ada juga irasional, yaitu bertentangan dengan akal dan ada yang dinamakan supra-rasional yang adalah hakikat yang benar namun tidak dapat dicerna akal. Maka dari itu ungkapnya, akal memiliki wilayahnya, demikian juga agama. Keduanya harus saling mengakui dan tidak boleh dipertentangkan. “Sebab begitu dipertentangkan, maka pasti salah satunya keliru,” kata mantan Dubes RI untuk Mesir, Djibouti, dan Somalia ini seraya menambahkan, bahwa ada perbedaan antara sesuatu yang bertentangan dengan akal dan sesuatu yang belum dimengerti akal. Jadi pada intinya, akal pikiran serta logika hanya dapat menjangkau hal-hal yang bersifat lahir dan nyata bagi pandangan manusia. Sementara hal-hal yang bersifat ghaib dan bathin serta rahasia di balik kata-kata, tukasnya, itu semua jika tidak dijelaskan oleh Allah SWT atau Rasulullah SAW, maka akal manusia akan sulit dan mustahil untuk menjangkaunya. (yan) Baca juga :

Read More

Alumni Unej Berkomitmen Berikan yang Terbaik Untuk Masyarakat

Jember — 1miliarsantri.net : Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) berkomitmen memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia termasuk almamater melalui berbagai inovasi dan karya-karya yang dihasilkan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Kauje Muhammad Sarmuji mengatakan, pada ajang reuni alumni Universitas Jember, diharapkan mampu membangkitkan potensi para alumni untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Ini bagian dari usaha kita untuk membangkitkan potensi alumni Universitas Jember. Kontribusi terhadap almamater dan juga kepada masyarakat,” ungkap Sarmuji, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (27/5/2024). Sarmuji menjelaskan, ajang reuni yang dibalut dengan pelaksanaan Jalan Gembira Nasional ke-2 Kauje di kawasan Stadion Gajayana, Kota Malang itu bertujuan untuk memunculkan energi baru dari para alumni Universitas Jember. Menurutnya, lulusan Universitas Jember merupakan kelompok minoritas kreatid yang mampu membaur dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata. Para alumni Universitas Jember, banyak berkarya untuk masyarakat. “Dan kita harap alumni Universitas Jember, menjadi minoritas kreatif, menjadi kelompok elit yang organik, yang membaur dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata,” harapnya. Ia menambahkan, salah satu bentuk kontribusi alumni Universitas Jember untuk masyarakt adalah dengan memproduksi beras fortifikasi yang bisa membantu penanganan stunting. Inovasi tersebut, merupakan bukti nyata kontribusi salah satu alumni Universitas Jember. “Beras yang dihasilkan bisa diperuntukkan untuk mengatasi stunting. Itu bisa bermanfaat, itu akan kita fasilitasi supaya bisa tampil,” sambungnya. Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Akhmad Munir menambahkan, saat ini alumni Universitas Jember sudah menunjukkan kualitas dan mampu memberikan kontribusi besar kepada masyarakat. Menurutnya, para alumni Universitas Jember tersebut saat ini banyak berkontribusi pada sektor pemerintahan, swasta termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diharapkan, para alumni tersebut akan terus mengisi pembangunan Indonesia ke depan. “Para alumni sudah menunjukkan kualitasnya dan bisa berkontribusi besar kepada beberapa sektor baik di pemerintahan, swasta dan BUMN. Harapannya, ke depan, para alumni ini terus mengisi dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” kata Munir. Dalam ajang reuni yang diramaikan dengan kegiatan Jalan Gembira Nasional tersebut, diikuti kurang lebih 4.800 alumni Universitas Jember. Para alumni itu, datang dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sulawesi Selatan hingga Jakarta. (fq) Baca juga :

Read More

Beberapa Truk Bantuan Kemanusiaan Sudah Tiba di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Truk-truk bantuan kemanusiaan sudah mulai memasuki Gaza melalui penyeberangan Karem Abu Salem di selatan, sementara kondisi kehidupan ratusan ribu warga Palestina terus memburuk akibat perang Israel yang tak henti-hentinya di daerah kantong Palestina tersebut. Penyeberangan Karem Abu Salem terletak di persimpangan Israel, Gaza dan Mesir. TV Al-Qahera yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir pada Minggu membagikan video di X, yang menunjukkan truk-truk bantuan memasuki Gaza melalui penyeberangan, yang dikenal oleh warga Israel sebagai Kerem Shalom. Pihak official pemberi bantuan mengatakan setidaknya ada 200 truk yang barus bisa memasuki Gaza. Empat truk pertama yang memasuki Gaza membawa bahan bakar untuk rumah sakit dan desalination plants, kata Hani Mahmoud dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza. Ia mengatakan empat truk lainnya diperkirakan akan membawa gas untuk memasak. Mahmoud mengatakan, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada organisasi-organisasi yang seharusnya menerima bantuan, yang akan membawanya ke gudang-gudang di zona pengungsian di kota Khan Younis dan pusat Gaza. Namun, Mahmoud juga mengatakan bahwa bantuan itu sangat tidak cukup. “200 truk tersebut tidak cukup untuk mengatasi hambatan dan keadaan ekstrim yang diakibatkan oleh serangan pengeboman besar-besaran serta kondisi yang terjadi di lapangan. Kita berbicara tentang mekanisme bantuan yang rusak di lapangan dalam hal memastikan keamanan bagi para pekerja bantuan, dalam hal infrastruktur, serta gudang-gudang yang telah diserang dengan sengaja beberapa kali di masa lalu,” urao Mahmoud. Volume pengiriman pada Minggu masih jauh dari apa yang dikatakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu minimal 500 hingga 600 truk yang dibutuhkan setiap hari untuk memberi makan jutaan orang – sebagian besar dari mereka adalah para pengungsi – yang berada di ambang kelaparan. Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), sebuah pemantau kelaparan global, telah memperingatkan akan terjadinya kelaparan yang akan segera terjadi di beberapa bagian Gaza, yang dihuni oleh 2,3 juta orang. Sebagai informasi, bantuan untuk Gaza sempat tertahan di penyeberangan perbatasan Rafah sejak awal Mei setelah pasukan Israel meningkatkan serangan militernya di wilayah tempat ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi berlindung. Rafah merupakan pintu masuk utama ke Gaza untuk bantuan kemanusiaan dan pasokan komersial. Para pejabat kemanusiaan PBB, kelompok-kelompok bantuan dan petugas kesehatan telah memohon kepada Israel selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, untuk mengizinkan pengiriman makanan, bahan bakar, dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan ke Gaza, dan memperingatkan bahwa jika hal itu tidak dilakukan, maka akan terjadi kelaparan massal di wilayah tersebut. Pada Jumat, Mesir mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan PBB mengalir ke Gaza untuk sementara waktu melalui Karem Abu Salem hingga mekanisme hukum untuk membuka kembali penyeberangan Rafah dari sisi Palestina. Ada laporan bahwa beberapa pasokan makanan yang menuju Gaza mulai membusuk karena adanya penundaan pengiriman yang sempat terjadi. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Rashdul Qiblah Terjadi pada 27 dan 28 Mei 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) RI meminta masyarakat untuk mengecek ulang arah kiblat pada 27 dan 28 Mei mendatang. Imbauan ini terkait akan peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat. “Peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada hari Senin dan Selasa, 27 dan 28 Mei 2024, bertepatan dengan 18 dan 19 Zulkaidah 1445 H pada pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA. Saat itu, matahari akan melintas tepat di atas Kakbah,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib, Ahad (26/5/2024). Lalu apa itu Istiwa A’zam atau Rashdul Qiblah? Istiwa A’zam adalah momen di mana matahari melintas tepat di atas Kakbah. Di masa ini arah kiblat searah dengan matahari yang ditandai dengan bayang-bayang benda tegak lurus yang akan membelakangi arah kiblat. Mengacu pada tinjauan astronomi/ilmu falak, ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena rashdul kiblat tersebut. “Ini adalah waktu yang tepat bagi kita, umat Islam Indonesia untuk kembali mengecek arah kiblat,” ujarnya. Berikut cara menentukan arah kiblat menggunakan Istiwa Azam atau Rashdul Qiblah: Baca juga :

Read More

Baznas Tidak Akan Gunakan Dana ZIS Jika Dilibatkan Program Makan Gratis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyatakan tidak akan menggunakan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), jika dilibatkan dalam program makan siang dan minum susu gratis untuk anak, yang diusung oleh pemerintahan terpilih. “Program makan siang gratis ini kami pastikan tidak akan menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat ke Baznas,” kata Ketua Baznas RI Noor Achmad dalam keterangan di Jakarta, Ahad (26/5/2024). Noor melanjutkan pihaknya justru akan memberdayakan para mustahik dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui binaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas. Ia menegaskan pihaknya tidak akan pernah mengkapitalisasi program makan siang gratis dengan objek mustahik yang makan, tapi justru melibatkan mustahik yang menyediakannya. “Justru kalau sudah dikapitalisasi, kami tidak bisa terlibat. Kami berusaha memberdayakan mustahik. Para mustahik boleh saja mengambil keuntungan, sementara kami hanya mendampingi,” ungkapnya. Menurut Noor, program makan siang gratis harus banyak dinikmati mustahik, sehingga tidak ada lagi orang tanpa asupan gizi dan protein yang memadai, apalagi sampai ada yang kelaparan, yang sesuai dengan tujuan Baznas dalam menyejahterakan masyarakat. “Jangan sampai ada program besar seperti itu, tapi justru banyak mustahik yang menganggur. Ini menurut kami jangan sampai terjadi,” ujarnya. Noor menjelaskan banyak program unggulan Baznas yang tersebar di pelosok negeri, yang bisa menopang kesuksesan program makan siang gratis, salah satunya Balai Ternak Baznas yang kini ditargetkan mencapai 35 titik balai ternak. Kemudian, sambungnya, Baznas juga memiliki Program Lumbung Pangan Baznas, yang telah berperan penting dalam menyuplai kebutuhan beras zakat fitrah Baznas ke seluruh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Noor juga menyebut sepanjang triwulan pertama 2024 lebih dari 66 ribu mustahik telah diberdayakan oleh Baznas/Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam bidang ekonomi, yang diklaim sangat mungkin bertambah jika para mustahik dilibatkan dalam program makan siang gratis. “Kalau terealisasikan, maka akan menjadi pergerakan ekonomi umat di tingkat bawah dan terbangun ta’awuniyah yaitu saling tolong menolong dan kegotongroyongan, yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan serta terbangunnya moral umat yang penuh dinamika untuk maju dan saling menghargai,” tutup Noor Achmad. (wink) Baca juga :

Read More

Kisah Bung Karno Ngaku Pelagak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hari ulang tahun pertama Angkatan Perang akan dilakukan pada 5 Oktober 1946. Perencanaannya penuh gegap gempita. Bung Karno sebagai panglima tertinggi Angkatan Perang akan melakukan inspeksi pasukan dengana cara yang megah dan mengagumkan dengan naik kuda. Padahal ia tak pernah naik kuda. Mengaku sebagai pelagak, ia akan menunjukkan hal yang layak dilakukan oleh pelagak. “Untuk pawai besok berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan yang hampir mendekati kematiannya,” perintah Bung Karno kepada seorang perwira kavaleri. Di rumah, Fatmawati pun terheran-heran mendengar keinginan Bung Karno itu. Tentu saja, karena ia belum pernah melihat Bung Karno naik kuda. Maka, kita pun layak heran. Sebab yang sering kita lihat di foto-foto adalah Bung Karno sedang naik sepeda ontel. Baik itu naik sepeda sendirian maupun berdua bersama Fatmawati yangduduk di boncengan belakang. Kenapa inspeksi pasukan tidak menggunakan sepeda saja? Tidak. Bung karno ingin upacara peringatan Angkatan Perang itu bernagsung secara medah dan menganggumkan. Naik sepeda tidak memperlihatkan kemegahan yang ia inginkan. Maka, naik kuda menjadi pilihan utama. “Jadi bagaimana caranya?” tanya Fatmawati. “Aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang pelagak. Karena itu aku hendak melakukan apa yang diperbuat oleh orang yang pelagak. Aku akan belajar naik kuda,” kata Bung Karno. “Kan pawainya besok?” sahut Fatmawati. “Ya, saya akan belajar dalam satu hari,” jawab Bung Karno. Seorang perwira kavaleri melatih Bung Karno naik kuda. Tetapi ketika perwira itu tidak setuju Bung Karno naik kuda tua, Bung Karno yang pelagak itu menjadi grogi. “Tidak, Pak. Tidak pantas untuk Bapak. Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang,” kata perwira itu. Sang perwira memiliki alasan kuat. Angkatan Perang harus memiliki semangat tempur. “Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala dan kuda yanag terbaik dari seluruh kelompok,” kata perwira itu. Bung Karno layak gugup mendengar pe njelasan perwira itu, karena ia memang berlum pernah naik kuda. “Di masa yang sudah-sudah, pergaulanku dengan kuda hanya sekadar menepuk-nepuk kuduknya saja,” kata Bung Karno. Bung Karno semakin grogi karena ia mendapat informasi bahwa kuda yang akan ia naiki belum pernah berbaris mengikuti irama musik. Kuda itu hanya dilatih sehari penuh untuk siap mengikuti upacara dan dinaiki Bung Karno. Seusai berlatih naik kuda, Bung Karno mendapat pijatan darfi Fatmawati. Ia mengeluh badannya pegal-pegal. “Fat, rupanya kuda itu tidak dilatih untuk tahu bahwa Presiden yang akan menunggangnya,” kata Bung Karno. “Nanti kuberitahu pelatihnya, kuda-kuda itu harus diberi pelajaran mengenal penunggangnya. Presiden, meneri, atau jenderal,” jawab Fatmawati yang disusul dengan tawa ringan. Hari-H tiba. Terompet telah dititup, genderang telah dipukul berderam-deram. Bung Karno menaiki kuda untuk memulai pawai. “Binatang itu berjalan mengikuti irama musik. Ia menjadi liar,” kata Bung Karno. Untung, Bung Karno yang sudah naik kuda itu bisa segera mengatasi situasi. Itu terjadi saat ia melihat pasukan yang berbaris rapi. “Datanglah sifatku yang congkak. Sorak-sorai dan teriakan gembira dari rakyat yang berjejal-jejal di lapangan pawai menghidupkan semangat,” kata Bung Karno yang mengaku sebagai seorang pelagak. Ia lalu menggunakan pergelangan kakinya untuk mengendalikan kudanya, seperti yang diajarkan oleh perwira kavaleri. Kuda itu menurut perintah Bung Karno, berjalan dengan langkah yang tenang dan teratur di depan pasukan Angkatan Perang. “Dan kuda yang bagus itu tak pernah menyadari bahwa tuannya lebih gentar menghadapi peristiwa itu daripada binatang itu sendiri,” kata Bung Karno. (yan) Baca juga :

Read More

Irlandia, Norwegia dan Spanyol, Mengakui Negara Palestina

Washington — 1miliarsantri.net : Gedung Putih pada Rabu (22/5/2024) lalu menegaskan kembali penolakannya terhadap pengakuan sepihak atas negara Palestina setelah tiga negara Eropa yaitu Irlandia, Norwegia dan Spanyol, mengakui negara Palestina. Menanggapi tindakan ketiga negara Eropa itu, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan menyatakan bahwa negara Palestina mana pun harus dibentuk melalui negosiasi langsung dengan Israel. “Apa yang bisa saya sampaikan kepada Anda adalah kami percaya satu-satunya cara Anda akan mencapai solusi dua negara yang bermanfaat bagi Israel dan Palestina adalah melalui negosiasi langsung antara kedua pihak,” katanya kepada wartawan di Gedung Putih. Ketiga negara Eropa pada Rabu (22/5/2024) mengatakan bahwa mereka akan secara resmi mengakui negara Palestina pada 28 Mei, sebuah langkah yang merupakan pukulan besar bagi Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah lama menentang negara Palestina, dan baru-baru ini menolaknya pada Rabu (22/5) ketika dia mengatakan pengakuan Irlandia, Norwegia dan Spanyol itu “adalah hadiah bagi terorisme dan tidak akan membawa perdamaian.” Dia menuduh bahwa negara Palestina akan menjadi “negara teroris,” dan menegaskan bahwa pemerintahnya “tidak akan menyetujui hal ini” dan “tidak akan menghentikannya untuk mengalahkan Hamas.” Bezalel Smotrich, menteri keuangan Israel, secara terpisah mengancam akan mengambil “tindakan hukuman yang keras” terhadap Otoritas Palestina (PA) sebagai pembalasan atas pengakuan negara Palestina, termasuk memotong pendapatan pajak pemerintah. “Pada rapat kabinet terakhir, banyak menteri, termasuk saya, dengan tegas mengajukan tuntutan untuk tindakan hukuman yang keras terhadap Otoritas Palestina atas tindakan sepihaknya terhadap Israel, termasuk upayanya untuk mendapatkan pengakuan sepihak dan dukungannya terhadap kasus hukum terhadap Israel di Den Haag,” kata Smotrich. Pendapatan pajak – yang dikenal di Palestina dan Israel sebagai “maqasa” – dikumpulkan oleh pemerintah Israel atas nama Otoritas Palestina atas impor dan ekspor Palestina, dan Israel sebagai imbalannya mendapat komisi sebesar 3 persen. Pendapatannya diperkirakan sekitar 188 juta dolar AS (sekitar Rp3 triliun) setiap bulan dan merupakan sumber pendapatan utama bagi Otoritas Palestina. “Apa yang dapat dilakukan Amerika Serikat melalui diplomasi yang keras dan diplomasi ‘informal’, yang dipimpin oleh presiden menteri luar negeri, saya sendiri dan pihak lain sedang mewujudkan visi kawasan yang terintegrasi, Israel yang aman, dan solusi dua negara,” kata Sullivan. Dia mengatakan hal tersebut ketika ditanya mengenai penolakan lama Israel untuk terlibat dalam proses apa pun yang akan mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka. “Israel adalah negara yang berdaulat, pada akhirnya mereka harus memutuskan apa yang akan mereka lakukan. Apa yang bisa kita lakukan sebagai teman adalah mencoba melakukan upaya-upaya untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya. (ris) Baca juga :

Read More

Sejarah Pertama Kali Haji Dilaksanakan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Haji adalah ibadah yang diwajibkan kepada setiap umat Islam yang mampu menjalankannya. Siapa yang pertama kali menunaikan ibadah haji? Berikut beberapa pendapat mengenai hal tersebut. Perintah melakukan haji dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 97. Allah SWT berfirman, فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ Artinya: “Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” Menukil buku Menuju Umrah dan Haji Mabrur karya Syaiful Alim, pendapat mengenai sejarah pelaksanaan haji dapat dirujuk dari kitab As-Sirah an-Nabawiyyah fi Dhau-i al-Mashadir al-Ashliyah karya Mahdi Rizqullah Ahmad, Akhbar Makkah wa Ma Ja’ala min al-Atsar karya Muhammad bin Abdullah al-Azraqi, dan Tarikh Makkah al-Mukarramah Qadiman wa Haditsan karya Muhammad Ilyas Abdul Ghani. Sejarah Haji Dimulai dari MalaikatDikisahkan bahwa sejarah haji dimulai ketika para malaikat menggugat kebijakan-Nya dalam menciptakan manusia. Hal ini tertera dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 30. وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’.” Pada akhirnya, malaikat merasa bersalah. Mereka mengelilingi Arsy (tawaf) seraya menangis dan memohon ampun atas kelancangan kepada-Nya. Allah SWT pun membuat miniatur Arsy bernama Baitul Makmur (Ka’bah). Di tempat ini, para malaikat melanjutkan tawaf. Nabi Adam AS Melakukan Haji Mengikuti MalaikatDikisahkan pula bahwa setelah Nabi Adam AS dan Hawa diturunkan ke bumi, mereka segera bertobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Menurut riwayat dari Ibnu Abbas RA, Nabi Adam AS juga melakukan tawaf. Melihat Nabi Adam AS yang tengah melakukan tawaf, para malaikat menemuinya seraya berkata, “Semoga hajimu mabrur, wahai Adam. Sesungguhnya kami telah melaksanakan ibadah haji di Baitullah ini sejak 2.000 tahun sebelum kamu.” Nabi Adam AS pun bertanya kepada para malaikat, “Pada zaman dahulu, apa yang kalian baca ketika tawaf?” Mereka menjawab, “Dahulu, kami mengucapkan Subhaanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.” Nabi Adam AS berkata, “Tambahkanlah dengan ucapan walaa hawla walaa quwwata illa billah.” Lalu, para malaikat mengikuti saran Nabi Adam AS tersebut. Nabi Ibrahim AS Menyerukan Perintah HajiKetika terjadi banjir pada masa Nabi Nuh AS, Allah SWT mengangkat Ka’bah kembali ke langit agar tidak dicemari dosa penduduk bumi. Nabi Ibrahim AS menelusuri jejaknya dan membangun Ka’bah yang baru, tetapi dengan fondasi dari Ka’bah yang lama. Hal ini diriwayatkan Qatadah sebagaimana dinukil al-Umari. Diceritakan dalam Tarikh Ka’bah karya Ali Husni al-Kharbuthli yang diterjemahkan Fuad Ibn Rusyd, setelah selesai membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyerukan perintah ibadah haji kepada manusia. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 27. Allah SWT berfirman, وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْق Artinya: “(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” Imam ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa setelah mendapat perintah tersebut Nabi Ibrahim AS berkata, “Wahai Tuhanku, suaraku tidak mampu memanggil hingga jauh.” Allah SWT menjawab, “Serulah! Aku yang akan menyampaikan.” Nabi Ibrahim AS pun menyeru, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan atas kamu haji ke Baitullah.” Ternyata, seluruh makhluk yang ada di bumi dan langit mendengar seruan Nabi Ibrahim AS tersebut. Imam ath-Thabari juga menceritakan bahwa setelah itu Jibril datang menemui Nabi Ibrahim AS pada hari Tarwiyah (8 Zulhijjah) dan melakukan rangkaian ibadah haji bersamanya. (rid) Baca juga :

Read More

Beberapa Aturan Yang Dilarang di Masjidil Haram

Makkah — 1miliarsantri.net : Sejak Senin (20/5/2024) lalu, ribuan calon jamaah haji Indonesia sudah tiba di Makkah Al Mukarramah untuk melaksanakan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram. Saat berada di masjid ini, jamaah haji pun tidak boleh berbuat sesukanya, karena pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan cukup ketat. Bisa aja jamaah haji Indonesia menganggap apa yang dilakukan di Masjidil Haram lumrah dilakukan di masjid-masjid Indonesia. Namun, pada kenyataannya hal itu sangat dilarang untuk dilakukan di Masjidil Haram. Berikut lima hal yang lumrah dilakukan jamaah haji tapi tidak boleh dilakukan ketika berada di Masjidil Haram: Saat berada di Indonesia, mungkin jamaah haji Indonesia lumrah membetangkan spanduk atau bendera ketika berada di kawasan masjid. Namun, ketika berada di kawasan Masjidil Haram, Anda jangan coba-coba. Karena, askar atau polisi yang bertugas di Masjidil Haram akan segera mengambil tindakan tegas. Ketika menemukan barang, orang Indonesia biasanya tergerak mengambilnya untuk kemudian mengembalikan ke pemiliknya. Namun, tindakan ini dilarang dilakukan di Masjidil Haram.Karena, otoritas Arab Saudi bisa menganggapnya sebagai tindakan pencurian. Karena itu, jika menemukan barang berharga yang tercecer atau tergeletak, jamaah sebaiknya segera menghubungi pihak berwenang. Berkumpul atau berkerumun merupakan hal yang lumrah dilakukan orang-orang Indonesia ketika berada di kawasan masjid Indonesia. Namun, jika Anda berkerumun di kawasan Masjidil Haram, Anda akan segera dibubarkan oleh askar. Pada Jumat (24/5/2024) dini hari, beberapa wartawan media Indonesia sempat melakukan mapping ke kawasan Masjidil Haram. Dan benar adanya, ketika ada rombongan jamaah yang berhenti dalam waktu yang lama, pihak askar langsung menyuruh mereka melanjutkan perjalannya. Karena, hal itu dapat menganggu jamaah lainnya yang akan lewat. Merekam video di dalam masjid mungkin lumrah dilakukan di Indonesia untuk kemudian diunggah ke media sosial. Namun, jika hal itu dilakukan di kawasan Masjdil Haram, akan beda ceritanya. Jika jamaah merekam video di masjid ini terlalu lama dan tidak bergerak, maka askar akan datang untuk mengamankannya. Karena itu, ketika ingin mengambil video di Masjidil Haram, jamaah hendaknya terus berjalan, serta tidak membawa peralatan lengkap, seperti tripod, lampu, mikropon khusus, kabel audio-video, dan lain sebagainya. Untuk yang satu ini, calon jamaah haji Indonesia juga tidak boleh melakukannya di kawasan Masjidil Haram. Karena, jika hal ini dilakukan, jamaah haji Indonesia bisa mendapatkan hukuman yang cukup berat, yakni dikenakan denda 200 riyal oleh pihak berwenang atau sekitar Rp 800 ribu. “Jamaah dilarang merokok di kawasan masjid dan tempat tertentu yang ditetapkan otoritas setempat, karena merokok di area terlarang bisa menjadi masalah serius bagi jamaah, di antaranya akan dikenakan denda yang cukup besar oleh pihak berwenang,” ucap anggota Tim Media Center Kemenag, Widi Dwinanda. (dul) Baca juga :

Read More