Khusyuk Merupakan Kunci Sekaligus Ruh dalam Sholat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam rukun Islam, sholat menempati urutan kedua setelah syahadat. Berbeda dengan wahyu-wahyu yang lain, yang selalu melalui perantara Malaikat Jibril, perintah sholat lima waktu langsung disampaikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW, ketika Isra Miraj. Ini sebagai pertanda, betapa pentingnya ibadah sholat lima waktu itu. Hukum sholat pun wajib. Ibadah ini pula yang membedakan umat Islam dari umat beragama yang lain. Oleh karena itu, sudah seharusnya sholat lima waktu itu kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan yang lebih penting lagi, sholat itu harus kita laksanakan dengan khusyuk. Sholat, menurut etimologi berarti doa mohon kebajikan. Dalam berdoa, kita tentu melakukannya dengan penuh kesungguhan. Sudah semestinya kita juga harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan sholat. عن أبي قتادة رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته)، قالوا: يا رسول الله، وكيف يسرق من صلاته؟ قال: لا يُتِمّ ركوعها ولا سجودها ولا خشوعه Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Seburuk-buruk pencurian manusia adalah yang mencuri dalam sholatnya.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah SAW bagaimana seseorang mencuri sholatnya?” Belia bersabda, ”Yaitu dia tidak menyempurnakan rukunya, sujudnya, dan khusyunya.” (HR al-Baihaqi). Jadi, untuk bisa khusyuk dalam sholat, pertama-tama kita memang harus tahu arti dari bacaan yang kita lafadzkan. Berikutnya, bacaan-bacaan dalam sholat itu kita hayati sepenuhnya agar makna semua bacaan-bacaan itu meresap ke dalam hati sanubari kita. Memang, untuk bisa khusyuk dalam sholat bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila kamu berdiri melaksanakan sholat, maka hendaklah sholat seperti sholatnya orang yang hendak meninggal dunia.” (HR Ahmad). Menurut Al-Ghazali dalam bukunya, Ihya Ulumiddin, khusyu adalah ruhnya sholat. Sedangkan khusyuk itu adalah buah dari iman dan hasil keyakinan akan Keagungan Allah Azza Wa Jalla. Barang siapa yang dikaruniai hal itu, maka ia akan khusyuk di dalam sholat dan di luar sholat. Karena yang menimbulkan khusyuk adalah kesadaran bahwa Allah selalu mengamati hamba-Nya di manapun dia berada. (yat) Baca juga:

Read More

Jumlah Warga Palestina yang Meninggal di Gaza Mencapai 35.984 orang

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu (26/5/2024) mengatakan ada sebanyak 35.984 orang telah terbunuh selama lebih dari tujuh bulan perang antara Israel dan militan Palestina di wilayah Gaza. Jumlah tersebut termasuk sedikitnya 81 orang yang tewas dalam 24 jam terakhir. Selain itu, sejak perang dimulai ketika militan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober, 80.643 orang telah terluka di Jalur Gaza. Angka tersebut mengalami peningkatan dari pekan lalu, dimana pada Selasa (21/5/2024), jumlah korban tewas di Gaza mencapai 35.562 orang, sementara korban luka 79.652 orang. Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza meskipun pengadilan dunia telah memerintah Israel untuk menghentikan serangannya di wilayah tersebut, khususnya di kota Rafah. Pengadilan dunia juga telah memerintahkan Israel untuk tetap membuka penyeberangan Rafah antara Mesir dan Gaza, yang ditutup awal bulan ini pada awal serangannya terhadap kota tersebut. Namun, setelah keputusan itu diumumkan, Israel kembali melancarkan serangan di Jalur Gaza sejak Sabtu pagi. Sementara itu, bentrokan antara tentara Israel dan sayap bersenjata Hamas terus berlanjut. Perlu diketahui, lebih dari tujuh bulan konflik antara Israel-Palestina, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang dilumpuhkan militer zionis. Saksi Palestina dan tim AFP melaporkan serangan Israel terjadi di Rafah dan pusat kota Deir al-Balah. “Kami berharap keputusan pengadilan akan memberikan tekanan pada Israel untuk mengakhiri perang pemusnahan ini, karena tidak ada lagi yang tersisa di sini,” ungkap Oum Mohammad Al-Ashqa, seorang wanita Palestina dari Kota Gaza yang mengungsi ke Deir al-Balah akibat perang tersebut. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Gelombang Pertama Didominasi Jamaah Perempuan

Mekkah — 1miliarsantri.net : Kedatangan kelompok terbang (kloter) 42 Embarkasi Solo (SOC-42) di Madinah pada 24 Mei 2024 kemarin menandai berakhirnya fase kerangkatan jamaah haji gelombang pertama. Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), jamaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Suci berjumlah 88.987 orang. Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, profil jamaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Suci bila dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, didominasi jemaah perempuan sebanyak 49.210 orang (55,3%) dan laki-laki sebanyak 39.777 (44,7%). Dia menyebut, mayoritas jamaah tersebut belum berhaji sebanyak 87.673 orang (98,52%). Bagi mereka, tahun ini merupakan kali pertama mereka berhaji, sementara jamaah yang telah berhaji hanya 1,48% atau 1.314 orang. “Dengan potret data jamaah gelombang I didominasi perempuan, kebijakan pemerintah memberikan proporsi petugas perempuan cukup banyak tahun ini dinilai sebagai langkah tepat sebagai bentuk afirmasi dan perlindungan jamaah,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Ketika Danau Tiberias Kekeringan

Yordan — 1miliarsantri.net : Danau Tiberias dan Thabariyah yang mengering dikaitkan dengan kemunculan Yajuj dan Majuj . Pasalnya keringnya danau Tiberias disinyalir sebagai akan datangnya Yajuj dan Majuj sebagai tanda akhir zaman atau kiamat. Seperti dituliskan dalam dari Researchgate, faktanya, penyedot air di Danau Tiberias saat ini adalah Israel. Sejak tahun 1964 air danau sudah dieksploitasi secara besaran oleh perusahaan nasional Israel HaMovil haArtzi. Air danau Tiberias dialirkan ke seluruh penjuru Israel melalui pipa raksasa, pemompaan dengan skala besar, kanal dan danau buatan. Rata-rata per hari dikuras 1,7 juta m3 air dari danau itu atau 400 juta m3 per tahun. Danau Tiberias sebelumnya berada di wilayah Palestina. Tapi saat ini, telah diklaim Israel sebagai bagian wilayahnya. Danau ini pun berganti menjadi beberapa nama, yaitu Danau Galilea, Danau Genesaret, Danau Kineret, Danau Kinerot, dan disebut juga sebagai Danau Tiberias. Berbeda dengan danau laut mati atau Dead Sea yang berada di sebelah selatan danau ini, Danau Thabariyah berair tawar. Sementara, danau laut mati berair asin. Israel menjadikan danau ini sebagai suplai air minum mereka. Memiliki luas 166 km persegi. Kedalaman danau ini mencapai 43 meter. Menariknya, danau ini berada pada 211 meter di bawah permukaan laut. Karena itulah, dijuluki danau air tawar terendah di dunia. Sebagian sumber air di danau ini berasal dari mata air bawah tanah. Dan sumber utama aliran air ke danau ini adalah dari sungai Yordan yang mengalir dari utara ke selatan. Air danau Tiberias bukan hanya tawar dan segar. Tapi juga hangat. Tidak heran jika di danau ini berkembang banyak flora dan fauna. Jika dilihat dari volume normal danau ini yang akhirnya habis diminum oleh rombongan Yajuj dan Majuj, bisa dibayangkan berapa banyak jumlah Yajuj dan Majuj yang akan datang di akhir zaman itu. (luk) Baca juga :

Read More

Islam Memberikan Perhatian Besar Terhadap Akal Manusia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Persoalan akal dikemukakan secara khusus dalam Alquran. Kata akal dalam bahasa Arab aql, disebutkan Alquran sebanyak 49 kali. Bahkan banyak ayat yang mendorong agar manusia memaksimalkan penggunaan akalnya guna menuju kehidupan dunia akherat yang lebih baik. Pakar tafsir Alquran, Prof M Quraish Shihab, dalam buku Logika Agama: Kedudukan Wahyu dan Batas-Batas Akal dalam Islam menjelaskan kata akal sendiri, mengutip pendapat Imam Ghazali, memiliki banyak pengertian. Akal merupakan potensi yang membedakan manusia dari binatang dan yang menjadikan manusia mampu menerima berbagai pengetahuan teoritis. Selain itu, akal juga adalah pengetahuan yang dicerna oleh seorang anak yang telah mendekati usia dewasa. Akal dapat pula dimaknai sebagai pengetahuan yang diperoleh seseorang berdasar pengalamannya yang pada gilirannya memperhalus budinya. Meski demikian, ada batasan-batasan yang perlu diketahui terkait keberadaan akal ini. Seperti dikutip dari QS l-Mulk ayat 10, disebutkan kata na’qil (kami berakal), menurut mantan Menag RI tahun 1998 ini, sesuai dengan makna kebahasaannya yakni aql (akal) yang artinya tali pengikat.”Ia adalah potensi manusiawi yang fungsinya sebagai tali pengikat yang akan menghalanginya terjerumus ke dalam dosa.” Akal semacam itulah mestinya harus diupayakan untuk meraihnya, karena dapat menyelamatkan seseorang kelak. Sebab tanpa akal, imbunya, siapa pun pasti akan terjerumus meski memiliki pengetahuan teoritis yang mumpuni. Begitu pula apabila yang dimaksudkan akal merupakan potensi berpikir manusia yang mengantarnya mampu menjangkau serta memahami semua persoalan, namun harus dikatakan bahwa potensi itu tidaklah memadai. Dijelaskan, bahwa pada setiap agama ada ajaran yang tidak mampu dicerna oleh akal dan praktek-praktek yang sifatnya ta’abbudiy yang tidak terjangkau nalar, meski tidak bertentangan dengan akal. “Uraian-uraian yang menyangkut persoalan metafisika pun bukan dalam wilayah akal serta kemampuannya untuk mencernanya apalagi menolaknya,” papar Quraish dalam bukunya. Dia mencontohkan, ada manusia mau melihat Tuhan, tapi melihat matahari saja tidak sanggup karena pasti yang bisa dilihat hanya cahayanya. “Cahayanya pun kita tidak bisa tangkap berlama-lama. Ini menunjukkan bahwa manusia angkuh,” tukas dia kemudian. Oleh karenanya, dalam kaitan ini, Quraish sekali lagi menekankan bahwa Dzat Tuhan tidak terbatas. Di mana pun manusia berada, Tuhan ada di situ. “Dia mengetahui anda dan senantiasa mengawasi. Kalau saya berkata tidak ada Tuhan, maka saya tidak bisa menerima bagaimana sesuatu bisa ada sedang tidak ada yang mengadakannya.” Selanjutnya dikenal pula rasional, ini merupakan yang terjangkau dan dibenarkan oleh akal. Ada juga irasional, yaitu bertentangan dengan akal dan ada yang dinamakan supra-rasional yang adalah hakikat yang benar namun tidak dapat dicerna akal. Maka dari itu ungkapnya, akal memiliki wilayahnya, demikian juga agama. Keduanya harus saling mengakui dan tidak boleh dipertentangkan. “Sebab begitu dipertentangkan, maka pasti salah satunya keliru,” kata mantan Dubes RI untuk Mesir, Djibouti, dan Somalia ini seraya menambahkan, bahwa ada perbedaan antara sesuatu yang bertentangan dengan akal dan sesuatu yang belum dimengerti akal. Jadi pada intinya, akal pikiran serta logika hanya dapat menjangkau hal-hal yang bersifat lahir dan nyata bagi pandangan manusia. Sementara hal-hal yang bersifat ghaib dan bathin serta rahasia di balik kata-kata, tukasnya, itu semua jika tidak dijelaskan oleh Allah SWT atau Rasulullah SAW, maka akal manusia akan sulit dan mustahil untuk menjangkaunya. (yan) Baca juga :

Read More

Alumni Unej Berkomitmen Berikan yang Terbaik Untuk Masyarakat

Jember — 1miliarsantri.net : Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) berkomitmen memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia termasuk almamater melalui berbagai inovasi dan karya-karya yang dihasilkan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Kauje Muhammad Sarmuji mengatakan, pada ajang reuni alumni Universitas Jember, diharapkan mampu membangkitkan potensi para alumni untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Ini bagian dari usaha kita untuk membangkitkan potensi alumni Universitas Jember. Kontribusi terhadap almamater dan juga kepada masyarakat,” ungkap Sarmuji, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (27/5/2024). Sarmuji menjelaskan, ajang reuni yang dibalut dengan pelaksanaan Jalan Gembira Nasional ke-2 Kauje di kawasan Stadion Gajayana, Kota Malang itu bertujuan untuk memunculkan energi baru dari para alumni Universitas Jember. Menurutnya, lulusan Universitas Jember merupakan kelompok minoritas kreatid yang mampu membaur dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata. Para alumni Universitas Jember, banyak berkarya untuk masyarakat. “Dan kita harap alumni Universitas Jember, menjadi minoritas kreatif, menjadi kelompok elit yang organik, yang membaur dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata,” harapnya. Ia menambahkan, salah satu bentuk kontribusi alumni Universitas Jember untuk masyarakt adalah dengan memproduksi beras fortifikasi yang bisa membantu penanganan stunting. Inovasi tersebut, merupakan bukti nyata kontribusi salah satu alumni Universitas Jember. “Beras yang dihasilkan bisa diperuntukkan untuk mengatasi stunting. Itu bisa bermanfaat, itu akan kita fasilitasi supaya bisa tampil,” sambungnya. Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Akhmad Munir menambahkan, saat ini alumni Universitas Jember sudah menunjukkan kualitas dan mampu memberikan kontribusi besar kepada masyarakat. Menurutnya, para alumni Universitas Jember tersebut saat ini banyak berkontribusi pada sektor pemerintahan, swasta termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diharapkan, para alumni tersebut akan terus mengisi pembangunan Indonesia ke depan. “Para alumni sudah menunjukkan kualitasnya dan bisa berkontribusi besar kepada beberapa sektor baik di pemerintahan, swasta dan BUMN. Harapannya, ke depan, para alumni ini terus mengisi dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa,” kata Munir. Dalam ajang reuni yang diramaikan dengan kegiatan Jalan Gembira Nasional tersebut, diikuti kurang lebih 4.800 alumni Universitas Jember. Para alumni itu, datang dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Sulawesi Selatan hingga Jakarta. (fq) Baca juga :

Read More

Beberapa Truk Bantuan Kemanusiaan Sudah Tiba di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Truk-truk bantuan kemanusiaan sudah mulai memasuki Gaza melalui penyeberangan Karem Abu Salem di selatan, sementara kondisi kehidupan ratusan ribu warga Palestina terus memburuk akibat perang Israel yang tak henti-hentinya di daerah kantong Palestina tersebut. Penyeberangan Karem Abu Salem terletak di persimpangan Israel, Gaza dan Mesir. TV Al-Qahera yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir pada Minggu membagikan video di X, yang menunjukkan truk-truk bantuan memasuki Gaza melalui penyeberangan, yang dikenal oleh warga Israel sebagai Kerem Shalom. Pihak official pemberi bantuan mengatakan setidaknya ada 200 truk yang barus bisa memasuki Gaza. Empat truk pertama yang memasuki Gaza membawa bahan bakar untuk rumah sakit dan desalination plants, kata Hani Mahmoud dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza. Ia mengatakan empat truk lainnya diperkirakan akan membawa gas untuk memasak. Mahmoud mengatakan, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada organisasi-organisasi yang seharusnya menerima bantuan, yang akan membawanya ke gudang-gudang di zona pengungsian di kota Khan Younis dan pusat Gaza. Namun, Mahmoud juga mengatakan bahwa bantuan itu sangat tidak cukup. “200 truk tersebut tidak cukup untuk mengatasi hambatan dan keadaan ekstrim yang diakibatkan oleh serangan pengeboman besar-besaran serta kondisi yang terjadi di lapangan. Kita berbicara tentang mekanisme bantuan yang rusak di lapangan dalam hal memastikan keamanan bagi para pekerja bantuan, dalam hal infrastruktur, serta gudang-gudang yang telah diserang dengan sengaja beberapa kali di masa lalu,” urao Mahmoud. Volume pengiriman pada Minggu masih jauh dari apa yang dikatakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu minimal 500 hingga 600 truk yang dibutuhkan setiap hari untuk memberi makan jutaan orang – sebagian besar dari mereka adalah para pengungsi – yang berada di ambang kelaparan. Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), sebuah pemantau kelaparan global, telah memperingatkan akan terjadinya kelaparan yang akan segera terjadi di beberapa bagian Gaza, yang dihuni oleh 2,3 juta orang. Sebagai informasi, bantuan untuk Gaza sempat tertahan di penyeberangan perbatasan Rafah sejak awal Mei setelah pasukan Israel meningkatkan serangan militernya di wilayah tempat ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi berlindung. Rafah merupakan pintu masuk utama ke Gaza untuk bantuan kemanusiaan dan pasokan komersial. Para pejabat kemanusiaan PBB, kelompok-kelompok bantuan dan petugas kesehatan telah memohon kepada Israel selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, untuk mengizinkan pengiriman makanan, bahan bakar, dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan ke Gaza, dan memperingatkan bahwa jika hal itu tidak dilakukan, maka akan terjadi kelaparan massal di wilayah tersebut. Pada Jumat, Mesir mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan PBB mengalir ke Gaza untuk sementara waktu melalui Karem Abu Salem hingga mekanisme hukum untuk membuka kembali penyeberangan Rafah dari sisi Palestina. Ada laporan bahwa beberapa pasokan makanan yang menuju Gaza mulai membusuk karena adanya penundaan pengiriman yang sempat terjadi. (zul/AJ) Baca juga :

Read More

Rashdul Qiblah Terjadi pada 27 dan 28 Mei 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) RI meminta masyarakat untuk mengecek ulang arah kiblat pada 27 dan 28 Mei mendatang. Imbauan ini terkait akan peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat. “Peristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada hari Senin dan Selasa, 27 dan 28 Mei 2024, bertepatan dengan 18 dan 19 Zulkaidah 1445 H pada pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA. Saat itu, matahari akan melintas tepat di atas Kakbah,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib, Ahad (26/5/2024). Lalu apa itu Istiwa A’zam atau Rashdul Qiblah? Istiwa A’zam adalah momen di mana matahari melintas tepat di atas Kakbah. Di masa ini arah kiblat searah dengan matahari yang ditandai dengan bayang-bayang benda tegak lurus yang akan membelakangi arah kiblat. Mengacu pada tinjauan astronomi/ilmu falak, ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, theodolite, serta fenomena rashdul kiblat tersebut. “Ini adalah waktu yang tepat bagi kita, umat Islam Indonesia untuk kembali mengecek arah kiblat,” ujarnya. Berikut cara menentukan arah kiblat menggunakan Istiwa Azam atau Rashdul Qiblah: Baca juga :

Read More

Baznas Tidak Akan Gunakan Dana ZIS Jika Dilibatkan Program Makan Gratis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyatakan tidak akan menggunakan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), jika dilibatkan dalam program makan siang dan minum susu gratis untuk anak, yang diusung oleh pemerintahan terpilih. “Program makan siang gratis ini kami pastikan tidak akan menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan oleh masyarakat ke Baznas,” kata Ketua Baznas RI Noor Achmad dalam keterangan di Jakarta, Ahad (26/5/2024). Noor melanjutkan pihaknya justru akan memberdayakan para mustahik dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui binaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas. Ia menegaskan pihaknya tidak akan pernah mengkapitalisasi program makan siang gratis dengan objek mustahik yang makan, tapi justru melibatkan mustahik yang menyediakannya. “Justru kalau sudah dikapitalisasi, kami tidak bisa terlibat. Kami berusaha memberdayakan mustahik. Para mustahik boleh saja mengambil keuntungan, sementara kami hanya mendampingi,” ungkapnya. Menurut Noor, program makan siang gratis harus banyak dinikmati mustahik, sehingga tidak ada lagi orang tanpa asupan gizi dan protein yang memadai, apalagi sampai ada yang kelaparan, yang sesuai dengan tujuan Baznas dalam menyejahterakan masyarakat. “Jangan sampai ada program besar seperti itu, tapi justru banyak mustahik yang menganggur. Ini menurut kami jangan sampai terjadi,” ujarnya. Noor menjelaskan banyak program unggulan Baznas yang tersebar di pelosok negeri, yang bisa menopang kesuksesan program makan siang gratis, salah satunya Balai Ternak Baznas yang kini ditargetkan mencapai 35 titik balai ternak. Kemudian, sambungnya, Baznas juga memiliki Program Lumbung Pangan Baznas, yang telah berperan penting dalam menyuplai kebutuhan beras zakat fitrah Baznas ke seluruh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Noor juga menyebut sepanjang triwulan pertama 2024 lebih dari 66 ribu mustahik telah diberdayakan oleh Baznas/Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam bidang ekonomi, yang diklaim sangat mungkin bertambah jika para mustahik dilibatkan dalam program makan siang gratis. “Kalau terealisasikan, maka akan menjadi pergerakan ekonomi umat di tingkat bawah dan terbangun ta’awuniyah yaitu saling tolong menolong dan kegotongroyongan, yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan serta terbangunnya moral umat yang penuh dinamika untuk maju dan saling menghargai,” tutup Noor Achmad. (wink) Baca juga :

Read More

Kisah Bung Karno Ngaku Pelagak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hari ulang tahun pertama Angkatan Perang akan dilakukan pada 5 Oktober 1946. Perencanaannya penuh gegap gempita. Bung Karno sebagai panglima tertinggi Angkatan Perang akan melakukan inspeksi pasukan dengana cara yang megah dan mengagumkan dengan naik kuda. Padahal ia tak pernah naik kuda. Mengaku sebagai pelagak, ia akan menunjukkan hal yang layak dilakukan oleh pelagak. “Untuk pawai besok berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak dan yang hampir mendekati kematiannya,” perintah Bung Karno kepada seorang perwira kavaleri. Di rumah, Fatmawati pun terheran-heran mendengar keinginan Bung Karno itu. Tentu saja, karena ia belum pernah melihat Bung Karno naik kuda. Maka, kita pun layak heran. Sebab yang sering kita lihat di foto-foto adalah Bung Karno sedang naik sepeda ontel. Baik itu naik sepeda sendirian maupun berdua bersama Fatmawati yangduduk di boncengan belakang. Kenapa inspeksi pasukan tidak menggunakan sepeda saja? Tidak. Bung karno ingin upacara peringatan Angkatan Perang itu bernagsung secara medah dan menganggumkan. Naik sepeda tidak memperlihatkan kemegahan yang ia inginkan. Maka, naik kuda menjadi pilihan utama. “Jadi bagaimana caranya?” tanya Fatmawati. “Aku hendak menghadapi kenyataan bahwa aku orang pelagak. Karena itu aku hendak melakukan apa yang diperbuat oleh orang yang pelagak. Aku akan belajar naik kuda,” kata Bung Karno. “Kan pawainya besok?” sahut Fatmawati. “Ya, saya akan belajar dalam satu hari,” jawab Bung Karno. Seorang perwira kavaleri melatih Bung Karno naik kuda. Tetapi ketika perwira itu tidak setuju Bung Karno naik kuda tua, Bung Karno yang pelagak itu menjadi grogi. “Tidak, Pak. Tidak pantas untuk Bapak. Kuda yang disediakan harus yang muda dan garang,” kata perwira itu. Sang perwira memiliki alasan kuat. Angkatan Perang harus memiliki semangat tempur. “Dia harus memperlihatkan semangat tempur yang menyala-nyala dan kuda yanag terbaik dari seluruh kelompok,” kata perwira itu. Bung Karno layak gugup mendengar pe njelasan perwira itu, karena ia memang berlum pernah naik kuda. “Di masa yang sudah-sudah, pergaulanku dengan kuda hanya sekadar menepuk-nepuk kuduknya saja,” kata Bung Karno. Bung Karno semakin grogi karena ia mendapat informasi bahwa kuda yang akan ia naiki belum pernah berbaris mengikuti irama musik. Kuda itu hanya dilatih sehari penuh untuk siap mengikuti upacara dan dinaiki Bung Karno. Seusai berlatih naik kuda, Bung Karno mendapat pijatan darfi Fatmawati. Ia mengeluh badannya pegal-pegal. “Fat, rupanya kuda itu tidak dilatih untuk tahu bahwa Presiden yang akan menunggangnya,” kata Bung Karno. “Nanti kuberitahu pelatihnya, kuda-kuda itu harus diberi pelajaran mengenal penunggangnya. Presiden, meneri, atau jenderal,” jawab Fatmawati yang disusul dengan tawa ringan. Hari-H tiba. Terompet telah dititup, genderang telah dipukul berderam-deram. Bung Karno menaiki kuda untuk memulai pawai. “Binatang itu berjalan mengikuti irama musik. Ia menjadi liar,” kata Bung Karno. Untung, Bung Karno yang sudah naik kuda itu bisa segera mengatasi situasi. Itu terjadi saat ia melihat pasukan yang berbaris rapi. “Datanglah sifatku yang congkak. Sorak-sorai dan teriakan gembira dari rakyat yang berjejal-jejal di lapangan pawai menghidupkan semangat,” kata Bung Karno yang mengaku sebagai seorang pelagak. Ia lalu menggunakan pergelangan kakinya untuk mengendalikan kudanya, seperti yang diajarkan oleh perwira kavaleri. Kuda itu menurut perintah Bung Karno, berjalan dengan langkah yang tenang dan teratur di depan pasukan Angkatan Perang. “Dan kuda yang bagus itu tak pernah menyadari bahwa tuannya lebih gentar menghadapi peristiwa itu daripada binatang itu sendiri,” kata Bung Karno. (yan) Baca juga :

Read More