Perketat Masuknya Haji Ilegal Masuk Makkah, Arab Saudi Lakukan Pemeriksaan di Lima Titik

Mekah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Arab Saudi memperketat masuknya jamaah calon haji (Calhaj) Indonesia yang akan menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Setidaknya ada lima titik check point (pos pemeriksaan) yang harus dilalui jamaah yang datang dari Madinah maupun Jeddah. Pemerintah Arab Saudi memperketat jalur masuk Makkah itu untuk mengantisipasi kedatangan jamaah haji ilegal yang tidak memiliki visa haji. Sehingga, proses ibadah pada puncak haji nanti bisa berjalan dengan aman dan lancar. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah Jasam mengatakan, jamaah yang datang dari Jeddah akan melewati dua titik check point. “Kalau dari Jeddah ke Makkah ini ada dua (check point). Jadi, pertama di Shumaisi. Dan yang kedua yang pas biasa cek orang umroh itu, di daerah Zaidi,” terang Nasurullah saat dikonfirmasi di Kantor Daker Makkah, Ahad (2/6/2024). Nasrullah sendiri hampir setiap hari melakukan perjalanan dari Jeddah ke Makkah. Menurut dia, pihak keamanaan Arab Saudi juga selalu melakukan pemeriksaan terhadap dirinya. “Hampir tiap hari saya ke Makkah. Itu di Shumaisi itu ada check point rutin dari pemerintah Arab Saudi. Karena saya punya tasreh murur untuk izin masuk Makkah, itu bukan hanya diperlihatkan kertasnya saja, tapi dicocokkan dengan alat yang mereka punya,” ucap dia. Jika surat izin yang dibawanya itu sesuai dengan alat tersebut, maka baru bisa lewat menuju Makkah. Jika tidak cocok, kata dia, maka biasanya akan dibelokkan ke luar area itu. “Jadi kami pun yang di Arab Saudi itu ketika masuk ke Makkah, itu mendapatkan pemeriksaan yang cukup ketat, dan tiap hari diperiksa,” kata Nasrullah. Sementara itu, untuk jalur Madinah-Makkah lebih ketat lagi. Karena, jamaah harus melewati tiga kali check point, yaitu di daerah setelah Dzul Hulaifah (Bir Ali), pertengahan jalur Madinah-Makkah, dan di daerah Jumum. “Kalau dari Madinah, malah sejak ngambil Miqat di Bir Ali sudah dicek. Belum lagi nanti beberapa check point, mungkin kalau gak salah ada tiga,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Isu Salafi Dinilai Mengalihkan Energi Muhammadiyah dan NU

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pakar Sosiologi Agama dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abd Aziz Faiz menilai polemik salafi dan nasab Ba’alawi di Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) hanya mengalihkan energi Muhammadiyah dan NU. Padahal ada isu yang lebih penting yang harus menjadi perhatian, yakni kemiskinan, isu 10 juta anak muda pengangguran, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang lambat. Aziz mengatakan secara umum polemik salafi dan Muhammadiyah sudah berlangsung lama. Keduanya dalam banyak hal memiliki persamaan terutama soal kembali ke Alquran dan hadits. “Namun, Muhammadiyah memiliki istilah ijtihad dan tajdid yang membuat Muhammadiyah sangat berbeda dengan salafi,” terang Aziz kepada 1miliarsantri.net, Ahad (2/6/2024) Aziz mengatakan, masalahnya belakangan salafi masuk pelan-pelan melalui masjid-masjid Muhammadiyah dan menguasainya. Dalam konteks-konteks tertentu, salafi mengubah tradisi Muhammadiyah di masjid-masjid milik Muhammadiyah, dari situ polemik salafi dan Muhammadiyah semakin meruncing. “Polemik Muhammadiyah dan salafi, kemudian polemik nasab Ba’alawi di NU tampak tidak produktif, sudah terlalu berkepanjangan,” imbuh Aziz. Dia mengatakan, isu-isu internal seperti itu sangat tidak krusial untuk umat. Polemik semacam itu mengalihkan energi NU dan Muhammadiyah dari isu-isu substantif berkaitan dengan kebutuhan umat, seperti soal kemiskinan karena pinjol, investasi di beberapa daerah yang merugikan masyarakat lokal, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang tampak melambat. “Bahkan, Gen-Z yang diisukan menganggur hampir 10 jutaan, isu-isu semacam itu yang seharusnya menjadi perhatian dua organisasi ini,” jelas Aziz. Aziz menegaskan, sudah waktunya energi dua organisasi terbesar ini diarahkan ke kebutuhan umat dari sekadar polemik dan konflik yang tidak produktif. Kemudian sambil membenahi internal organisasi masing-masing. (jeha) Baca juga :

Read More

Pemegang Visa Kunjungan Dilarang Masuk Mekah Madinah

Makkah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan kebijakan yang melarang pemegang visa kunjungan untuk menunaikan ibadah haji. Aturan baru tersebut menegaskan bahwa pengunjung dengan visa kunjungan tidak diperbolehkan masuk atau berada di Mekkah sejak 15 Zulkaidah hingga 15 Zulhijah 1445 H atau 23 Mei sampai 21 Juni 2024. Otoritas Keamanan Publik Arab Saudi mengatakan lebih dari 20.000 pemegang jenis visa kunjungan dikenakan sanksi terkait larangan pengunjung tinggal di Mekkah. Pihak berwenang Saudi menekankan bahwa pelanggar akan dikenakan hukuman sesuai dengan peraturan kerajaan. Adapun tujuan dari aturan ini adalah untuk menjamin keselamatan jamaah haji saat melakukan ibadah. Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah keamanan dan organisasi yang diambil oleh Kementerian Dalam Negeri. Kementerian baru-baru ini mengumumkan bahwa pelanggar akan dikenakan denda sebesar SR10.000 atau sekitar Rp43,3 juta. Denda ini berlaku untuk pelanggar baik itu warga negara Saudi, ekspatriat, dan pengunjung yang tertangkap memasuki Mekkah tanpa izin haji selama periode 2 Juni hingga 20 Juni. (dul) Baca juga :

Read More

Aa Gym Ajak Doakan Warga Rafah dan Seluruh Syuhada Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kota Rafah tengah menjadi perhatian masyarakat dunia setelah serangan bom Israel pada Ahad (26/5/2024) dan Selasa (28/5/2024) lalu meratakan seluruh bangunan disana. AFP melaporkan tentara Israel berdalih menargetkan Hamas yang berada di wilayah selatan Jalur Gaza Palestina itu. Namun, serangan mematikan tersebut malah membakar tenda-tenda pengungsi yang mengakibatkan 50 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Kondisi ini kemudian memunculkan seruan “All eyes on Rafah” di media sosial sebagai bentuk kemarahan dunia pada aksi kejam Israel. Slogan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat dunia akan kekejian Israel di Rafah, Gaza, Palestina. Figur publik inetrnasional dan Tanah Air pun membanjiri media sosial dengan mengunggah kampanye tersebut di media sosial. Salah satu yang ikut menyuarakan keprihatinan akan apa yang terjadi di Rafah adalah pendakwah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Melalui beranda Instagram, Aa Gym mengirimkan doa untuk Rafah. Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung ini mengingatkan melalui dzikir sederhana yang diambil dari surat Ali Imron ayat 173. حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ Hasbunallah wa ni’mal wakiil Artinya: Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami. “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Saat ini Rafah sedang diboombardir oleh Zionis Israel, di mana terdapat banyak anak-anak, dan wanita yang mengungsi disana dan terdapat banyak korban yang berguguran,” ucap Aa Gym. Aa Gym pun mengutip surat Ibrahim ayat 42, وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak (QS Ibrahim: 42). Mengutip Tafsir Quran tersebut ditafsirkan bahwa Allah menegaskan betapa Dia tidak pernah lengah mengawasi perbuatan orang yang zalim dan durhaka. Di akhir keterangannya, Aa Gym meminta masyarakat untuk mendoakan agar rakyat Palestina di Rafah mendapat perlindungan Allah Ta’ala. “Mari kita doakan saudara-saudara kita yang berada di Rafah, Semoga Alloh lindungi mereka dan Alloh berikan nikmat syuhada bagi yang meninggal dunia,” pungkas Aa Gym. (yan) Baca juga :

Read More

Hewan Ternak yang Diberi Pakan Campuran Darah Babi Tidak Boleh Disertifikasi Halal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui kegiatan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII membahas mengenai hukum pemanfaatan darah babi untuk bahan pakan hewan ternak. Dari pembahasan tersebut, Ijtima Ulama VII menetapkan bahwa hewan ternak yang diberi pakan campuran darah babi tidak boleh disertifikasi halal. Ketua SC Ijtima Ulama se-Indonesia VIII Prof Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, memanfaatkan babi dan turunannya untuk bahan produk halal hukumnya haram. Selain itu, Prof Ni’am menyampaikan, memanfaatkan darah babi untuk bahan pakan ternak hukumnya juga haram. Lebih lanjut, tuturnya, produk pakan ternak yang dicampur dengan darah babi hukumnya najis dan haram untuk diperjualbelikan. “Hewan ternak yang diberikan pakan dengan produk pakan ternak yang dicampur dengan darah daging babi tidak dapat disertifikasi halal,” tegasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/6/2024). Kegiatan Ijtima Ulama VIII berlangsung pada 28-31 Mei 2024 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara Ijtima Ulama ini diikuti oleh 654 peserta dari unsur pimpinan lembaga fatwa Ormas Islam Tingkat Pusat, pimpinan Komisi Fatwa MUI se-Indonesia, pimpinan pesantren tinggi ilmu-ilmu fikih, pimpinan fakultas Syariah perguruan tinggi ke-Islaman, perwakilan lembaga fatwa negara ASEAN dan Timur Tengah, seperti Malaysia dan Qatar, individu cendekiawan Muslim dan ahli hukum Islam, serta para peneliti sebagai peninjau. Kegiatan yang bertajuk “Fatwa: Panduan Keagamaan untuk Kemaslahatan” ini dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Hadir memberikan materi pengayaan terkait tema pembahasan Ijtima antara lain Ketua BAZNAS Prof Noor Ahmad, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Dirjen Pengelolaan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Prof Hilman Latief, Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Hubungan Antar Lembaga Muhsin Syihab, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 KH Jusuf Kalla serta Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid. (wink) Baca juga :

Read More

Hasil Ijtima Ulama MUI: Salam Lintas Agama Mengandung Doa Haram Diucapkan Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ijtima Ulama ke-VIII yang digelar Majelis Ulama memutuskan salam lintas agama tidak diperbolehkan. Sebab salam lintas agama bukan implementasi dari toleransi dan moderasi. Ketua Steering Committee (SC) Ijtima Ulama Komisi VIII, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan penggabungan ajaran berbagai agama termasuk pengucapan salam dengan menyertakan salam berbagai agama bukanlah makna toleransi yang dibenarkan. Karena dalam Islam, mengucapkan salam merupakan doa yang bersifat ubaidiah. “Karenanya harus mengikuti ketentuan syariat Islam dan tidak boleh dicampur adukkan dengan ucapan salam dari agama lain,” terang Kiai Niam saat membacakan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII pada akhir Mei 2024. Kiai Niam menerangkan, pengucapan salam yang berdimensi doa khusus agama lain oleh umat Islam hukumnya haram. Sebab, pengucapan salam dengan cara menyertakan salam berbagai agama bukan merupakan implementasi dari toleransi dan moderasi beragama yang dibenarkan. “Dalam forum yang terdiri atas umat Islam dan umat beragama lain, umat Islam dibolehkan mengucapkan salam dengan Assalamualaikum atau salam nasional yang tidak mencampuradukkan dengan salam doa agama lain, seperti selamat pagi,” tambah Kiai Niam. Kiai Niam yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, dalam prinsip hubungan antarumat beragama, Islam menghormati pemeluk agama lain dengan menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinannya. Hal itu juga harus dengan prinsip-prinsip seperti toleransi (al-tasamuh), sesuai dengan tuntunan Alquran “lakum dinukum wa liyadin” yang artinya untukmu agamamu, dan untukku agamaku. Juga tanpa mencampuradukkan ajaran agama (sinkretisme). “Dalam masalah muamalah, perbedaan agama tidak menjadi halangan untuk terus menjalin kerja sama (al-ta’awun) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara harmonis, rukun dan damai,” kata Kiai Niam yang juga Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat. Meski begitu, Kiai Ni’am menegaskan, umat Islam tidak boleh mengolok-olok, mencela dan atau merendahkan agama lain (al-istihza’). Antar umat beragama tidak boleh mencampuri atau mencampuradukkan ajaran agama lain. Kegiatan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ini digelar pada 28-31 Mei 2024 dengan mengangkat tema tentang Fatwa: Panduan Keagamaan untuk Kemaslahatan Umat. Kegiatan ini diikuti oleh 654 peserta dari unsur pimpinan lembaga fatwa ormas Islam tingkat pusat, pimpinan Komisi Fatwa MUI se-Indonesia, pimpinan pesantren tinggi ilmu-ilmu fikih, pimpinan fakultas syariah perguruan tinggi keIslaman, perwakilan lembaga fatwa negara ASEAN dan Timur Tengah seperti Malaysia dan Qatar, individu cendekiawan Muslim dan ahli hukum Islam, serta para peneliti sebagai peninjau. Kegiatan ini juga dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin. Sebelum pembukaan, hadir sejumlah tokoh untuk memberikan materi pengayaan terkait tema pembahasan ijtima antara lain Ketua Baznas Prof Noor Ahmad, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Dirjen Pengelolaan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Prof Hilman Latief, Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Hubungan Antar Lembaga Muhsin Syihab, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 KH Jusuf Kalla serta Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid. (rid) Baca juga :

Read More

Sejarah Pemegang Juru Kunci Ka’bah

Makkah — 1miliarsantri.net : Ka’bah sebagai kiblat umat Islam sedunia. Sangat wajar jika setiap muslim memiliki niatan baik dan cita-cita yang mulia untuk menggenapkan rukun Islam dengan melakukan haji atau setidaknya melaksanakan umrah. Pembahasan ini akan berbicara tentang salah satu bagian penting dari Ka’bah yang mungkin jarang diketahui banyak orang, yaitu tentang kunci Ka’bah. Lalu bagaimana sejarah, spesifikasi dan siapakah para penggenggam amanah sebagai juru kunci Ka’bah itu ? Sebagaimana kunci dan pintu pada umumnya, asal mula kunci Ka’bah selalu berkaitan erat dengan pintu Ka’bah yang bisa dibuka dan ditutup seperti yang tampak hari ini. Sedangkan secara pasti, belum ada satupun sumber yang secara rinci menyebut kapankah awal mulanya Ka’bah memiliki pintu dan kunci. Akan tetapi, keberadaan kunci Ka’bah ini diketahui ada sejak era Daulah Abbasiyah, dan masih ada hingga hari ini. Di era Abbasiyah, kunci Ka’bah terbuat dari besi dengan ukiran emas atau perak di atas gembok dan kuncinya. Begitu halnya yang ditemukan di era-era selanjutnya, seperti era Mamluk dan era Daulah Utsmaniyyah, dengan mutu ukiran yang semakin meningkat, terukir dalam gembok dan kunci tersebut ayat-ayat Al-Quran, nama penguasa masa itu dan nama pembuat ukiran. Di era Utsmaniyah, gembok dan kunci Ka’bah diketahui dibuat atas perintah dari Sultan Abdul Hamid Khan dengan angka tahun termaktub 1309 Hijriyah. Gembok dan kunci dengan ukiran nama sultan ini bertahan hingga hari ini. Kemudian di era Kerajaan Arab Saudi, Raja Khalid bin Abdul ‘Aziz memberikan perintah untuk mengganti pintu Ka’bah yang lama dengan yang lebih baru. Dengan tetap mempertahankan bentuk gembok dan kunci Ka’bah di era Sultan Abdul Hamid Khan. Ada sekitar 48 kunci Ka’bah sejak era Utsmaniyyah hingga sekarang, sebagian terbuat dari emas murni. Spesifikasi Gembok Gembok Ka’bah terbuat dari besi dengan bentuk tabung hexagonal dengan enam sisi. Panjangnya 38 cm. dan lebar keenam sisinya 3 cm. Sehingga keliling sisi-sisinya adalah 18 cm. Enam sisi tersebut terlapisi dengan kuningan yang tipis dengan panjang kuningan sekitar 8 cm dan lebar sekitar 2 cm, pada masing-masing sisi kuningan tersebut (kecuali sisi keenam) terdapat ukiran tulisan dengan tipe khat tsuluts yang diukir dengan sangat indah dengan tulisan setiap sisinya sebagai berikut: Pada lembaran kuningan yang pertama tertulis: “Laa ilaha illa Allah, Muhammadu Rasulullah”, yang bermakna “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah”. Pada bagian kedua: “nashrun min Allah wa fathun qarib” dan “inna fatahna laka fathan mubiina” yang bermakna “kemenangan dari Allah, dan kemenangan itu dekat”, dan “Kami telah memberimu kemenangan yang besar”. Pada bagian ketiga: “Amara bihadzal qafli asy-syarifi Maulana al-Mu’adzham”, yang bermakna “Gembok kehormatan ini (dibuat) atas perintah yang mulia Sultan yang agung”. Pada bagian keempat: “al-Khaqan al-Afkham, as-Sulthan al-Ghazi ‘Abdul Hamid Khan” yang bermakna “Khaqan (julukan penguasa atau raja Turk dan Tartar) paling mulia, Sultan al-Ghazi (ksatria) Abdul Hamid Khan”. Pada bagian kelima: “Khalada Allahu mulkahu ila muntaha ad-dauran” yang bermakna “Semoga Allah menjadikan kerajaannya kekal sampai urutan terakhir”. Kunci Kunci gembok Ka’bah bentuknya panjang, menyerupai gagang lesung di kedua ujungnya dengan panjang kurang dari 40 cm. Kepalanya berbentuk lingkaran berdiameter 3,5 cm, dengan tebal 1 cm. Juru Kunci Ka’bah Para juru kunci Ka’bah diwariskan dalam satu keluarga turun temurun sejak 16 abad lebih, bahkan sejak masa sebelum Islam, yaitu keluarga Bani Syaibah, yang merupakan keturunan Qushay bin Kilab. Keluarga ini memiliki tugas untuk menyimpan kunci Ka’bah, dan membukanya dalam sebuah upacara pencucian Ka’bah yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada setiap tanggal 1 Sya’ban dan 15 Muharram setiap tahunnya. Upacara pencucian Ka’bah dimulai dengan shalat Subuh berjama’ah di Masjidil Haram, lalu dilanjutkan dengan membuka pintu Ka’bah dan memasukinya kemudian berlanjut dengan membersihkan bagian dalam Ka’bah dengan air Zamzam dan air perasan bunga Mawar. Lalu dilanjutkan dengan dengan pembersihan bagian luarnya dengan air bercampur wewangian, dan ditutup dengan shalat seusai pencucian Ka’bah telah selesai. (dul) Baca juga :

Read More

Lafadz Subhanallah Memiliki Kekuatan Tersendiri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kalimat tasbih dan juga salah satu kalimat thayyibah yaitu Subhanallah memiliki “kekuatan” tersendiri di mata Allah SWT. Ternyata Subhanallah merupakan bacaan yang sangat disukai oleh Allah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda tentang kalimat tasbih, yang artinya: “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai Allah Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat ‘Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’ (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari Muslim). Lafal Subhanallah juga senantiasa dijadikan dzikir. Dijelaskan dalam hadis, Rasululah SAW bersabda: إنَّ أَحَبَّ الكَلَامِ إلى اللهِ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ Artinya: “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi”. (HR Muslim) Disebutkan bahwa kalimat Subhanallah memiliki banyak faedah dan hikmah bila seorang muslim banyak mengamalkannya. Apa saja hikmahnya? Di antaranya adalah memberikan pahala besar di sisi Allah karena merupakan lafaz yang paling disukai oleh-Nya, dapat menghapus segala dosa, serta memperoleh kebaikan berkali-kali lipat. Tidak hanya itu, masih ada lagi keutamaan melafazkan Subhanallah sebagaimana keterangan dari Abu Umamah, dirinya berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu untuk beribadah pada malam hari, atau tidak sanggup membelanjakan hartanya karena bakhil (pelit), atau tidak sanggup berjihad karena penakut maka hendaknya ia memperbanyak membaca subhanallah wa bihamdihi sebanyak-banyaknya karena kalimat ini dicintai Allah SWT lebih daripada membelanjakan emas sebanyak gunung di jalan Allah Azza Wa Jalla.” (HR. At-Thabrani) Bagi seorang Muslim sebisa mungkin memperbanyak amal sholeh guna mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan cinta-Nya. Salah satu cara mendekatkan diri yakni dengan memperbanyak dzikir, di dalamnya termasuk membaca Subhanallah. Adapun beberapa bacaan dzikir yang dicintai Allah SWT dan dicatat sebagai amal sholih selain Subhanallah yaitu, Alhamdulillah, Allahu Akbar dan Laa ilaaha illallah. (yat) Baca juga :

Read More

Israel Intensifkan Serangan ke Rafah

Gaza — 1miliarsantri.net : Warga Rafah melaporkan telah terjadi kembali penembakan artileri dan tembakan senjata yang intens pada Kamis (30/5/2024) di kota paling selatan Gaza usai Israel menyatakan telah menguasai koridor strategis Philadelphi di perbatasan wilayah Palestina dengan Mesir. Militer Israel meluncurkan operasi penyerbuannya ke Rafah sejak awal Mei meskipun ada keberatan internasional atas nasib warga Palestina yang berlindung di sana. Serangan akhir pekan ini yang memicu kebakaran dan menewaskan puluhan warga di kamp pengungsi telah memicu gelombang kecaman baru, termasuk kampanye media sosial dengan slogan “Semua Mata Tertuju pada Rafah” yang telah dibagikan oleh puluhan juta pengguna. Israel menyatakan pada Rabu (29/5/2024) bahwa pasukannya telah mengambil alih koridor Philadelphi sepanjang 14 kilometer (8,5 mil) di perbatasan Gaza-Mesir, yang diklaim digunakan Hamas untuk penyelundupan senjata. Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengumumkan pihaknya telah mengambil “kendali operasional” atas area perbatasan sempit itu, di mana ia juga mengklaim pasukannya “menemukan sekitar 20 terowongan.” Mesir, yang telah lama berperan sebagai mediator konflik dan semakin vokal dalam mengkritik operasi Israel, telah menolak semua klaim tentang adanya terowongan penyelundupan yang melintasi zona penyangga itu. “Israel menggunakan tuduhan ini untuk membenarkan kelanjutan operasi di kota Palestina Rafah dan memperpanjang perang untuk tujuan politik,” terang sumber tingkat tinggi Mesir yang dikutip oleh media afiliasi pemerintah Al-Qahera News. Pejabat Mesir mengatakan kemungkinan pengambilalihan Philadelphi oleh Israel bisa melanggar perjanjian perdamaian bersejarah antara kedua negara pada 1979, meskipun belum ada komentar resmi dari Kairo sejak pengumuman militer tersebut. Dalam kunjungan di Beijing, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan untuk Gaza yang dikepung, dan menegaskan kembali penentangan negara terhadap “upaya apapun untuk memaksa pengungsian warga Palestina secara paksa dari tanah mereka.” Pemimpin Tiongkok Xi Jinping, sementara itu, pada Kamis mendesak diadakannya “konferensi perdamaian internasional yang kredibel, otoritatif dan efektif” untuk mengatasi perang ini, saat ia menjamu para pemimpin Arab termasuk Sisi. Sebagai informasi, di Jalur Gaza, saksi melaporkan tembakan artileri dan senjata Israel yang intensif di Rafah bagian tengah dan barat. Saksi juga menyebutkan pasukan Israel telah menghancurkan beberapa bangunan di wilayah timur kota tempat invasi Israel dimulai pada 7 Mei, yang awalnya berfokus pada penyeberangan perbatasan Rafah yang vital, pintu masuk utama untuk bantuan kemanusiaan. (zul) Baca juga :

Read More

Pemkab Bantul Siapkan Pasokan Kambing dari luar

Bantul — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membuka pasokan kambing dari luar daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 2024. Pasalnya, kebutuhan kambing di Bantul belum bisa terpenuhi peternakan lokal. Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yus Warseno, mengatakan, permintaan kambing setiap harinya bisa mencapai sekitar 700 ekor. Menurut dia, permintaan hewan ternak tersebut terbilang tinggi karena Bantul merupakan salah satu sentra kuliner sate kambing. Namun, Warseno mengatakan, peternakan lokal belum mampu memenuhi tingginya permintaan kambing itu. “Bantul juga mengembangbiakkan ternak kambing, cuma tidak cukup. Peternaknya terbatas. Tidak terpenuhi kalau setiap hari permintaannya 700 ekor,” kata dia. Mendekati Idul Adha, permintaan kambing diperkirakan semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan kurban, kata Warseno, pihaknya terbuka menerima pasokan kambing dari luar daerah. “Untuk memenuhi permintaan stok kambing, maka kami mengizinkan ternak kambing dari luar untuk masuk,” ujar dia. Namun, Warseno mengatakan, hewan ternak yang akan didatangkan dari luar daerah itu mesti dipastikan dalam kondisi sehat, sehingga aman juga untuk dikonsumsi. “Diizinkan (masuk ke Bantul), dengan tetap memantau kesehatan hewan ternaknya,” kata Warseno. Ihwal harga kambing menjelang Idul Adha, menurut Warseno, sejauh ini belum mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah peternak, kata dia, harga kambing mulai dari sekitar Rp 2,5 juta per ekor. “Namun, harga kambing pun tergantung kepada bobot kambing yang dijual,” ujar dia. Melihat tingginya permintaan kambing, Warseno mengatakan, Pemkab Bantul mendorong warga untuk mengembangkan usaha peternakan hewan tersebut. Menurut dia, beberapa tahun terakhir pun Pemkab Bantul mendorong generasi milenial menjadi peternak kambing. (aji) Baca juga :

Read More