Pendirian Klinik Kesehatan Diharapkan Membantu Kesehatan Jamaah Haji

Madinah — 1miliarsantri.net : Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Ali Machzumi mengatakan ide awal pendirian klinik ini adalah pihaknya melihat adanya jamaah haji yang memerlukan perawatan darurat sementara lokasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) cukup jauh dari penginapan jamaah haji. Karena itu, kata dia, Keberadaan Klinik Kesehatan Sektor ini sangat bermanfaat dan letaknya yang dekat dengan hotel jamaah haji menginap membuat klinik ini mudah diakses oleh jamaah haji. “Di Madinah ini (KKHI) cukup jauh ketika jamaah di Madinah membutuhkan kedaruratan awal itu dalam kondisi crowded di jalan raya cukup lama. Sehingga klinik ini sangat bermanfaat,” urainya. Di samping itu, kata dia, kehadiran klinik kesehatan ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Menurut Ali, sebenarnya ide pembentukan klinik ini sudah muncul sejak tahun lalu. Idenya klinik didirikan di setiap hotel. Meski begitu, dengan adanya klinik skala sektor ini dan kondisi hotel yang tidak terlalu berjauhan, bisa dimanfaatkan untuk melakukan perawatan pada jamaah yang membutuhkan. “Jamaah yang dalam kondisi sangat darurat bisa langsung ditangani di klinik satelit ini,” bebernya. Ali berharap klinik ini meski baru terwujud di akhir gelombang pertama, sudah bisa berjalan di gelombang kedua. “Sehingga lebih memberikan manfaat kepada jamaah haji kita di gelombang kedua nanti karena waktunya cukup panjang nanti gelombang kedua kloter-kloter juga lebih banyak daripada gelombang pertama,” harapnya. Nantinya, kata Ali, klinik sejenis akan didirikan di semua sektor di Madinah yang mencakup lima sektor. “Kami komunikasikan terus. Semoga dalam satu atau dua hari ini akan ada progres di sektor lain,” imbuhnya. Penanggung Jawab Klinik Kesehatan Sektor 2, Dr Ricky Atrian mengatakan klinik memiliki fasilitas ruang perawatan dan ruang isolasi . Masing -masing ruang memiliki tiga bed. Selain itu, klinik juga dilengkapi sejumlah peralatan medis seperti neubilizer, EKG, dan alat infus. “Klinik ini untuk situasi emergency dan observasi. Jika nanti bekepanjangan nanti akan dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Masjid Aisyah Jadi Tempat Favorite Pengambilan Miqot

Mekah — 1miliarsantri.net : Miqot adalah batas tempat bagi jamaah untuk memulai ibadah haji atau umrah. Jika ingin melakukan umrah lagi, jamaah haji yang tinggal di Mekah harus menuju titik miqat yang berada di luar Tanah Haram. Ada tiga titik tempat yang kerap dituju jamaah haji Indonesia ketika akan miqat di daerah yang berada di luar Tanah Haram, yaitu Masjid Aisyah di Tan’im, Masjid Ji’ranah, dan Masjid Hudaibiyah. Lokasi Miqat pertama yakni Masjid Aisyah yang berada di daerah Tan’im. Jarak antara masjid ini dengan Masjidil Haram sekitar tujuh kilometer. Jika berangkat dari wilayah Syisyah, hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke masjid ini. Masjid ini selalu ramai dipenuhi jamaah calon haji yang akan melaksanakan ibadah umrah sunnah, termasuk jamaah asal Indonesia. Masjid Tan’im mempunyai dua menara setinggi 50 meter, area yang ditumbuhi rerumputan dan taman. Di sekitar taman, tampak bangunan setinggi tiga meter lebih yang menjadi pembatas antara tanah Haram dan tempat miqat Tan’im. Di bagian atasnya terdapat tulisan “Haram Ends Here”. Jamaah laki-laki yang mengambil miqat di Masjid Aisyah ini rata-rata sudah memakai pakaian ihram. Setelah salat dan niat ihram, mereka baru kemudian menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah. Menurut pembimbing ibadah Daker Mekkah KH Miftah Faqih, masjid ini menjadi tempat istri Nabi Muhammad Saw Sayyidah Aisyah melakukan miqat pada 632 Masehi. Karena itu, masjid ini dinamakan Masjid Aisyah Ummul Mukminin. Sejarah mencatat, saat itu Rasulullah SAW bersama Aisyah dan sahabatnya akan melaksanakan Haji Wada’ dari Madinah. Rombongan haji yang dipimpin Rasulullah itu pun mengambil Miqat di daerah Bir Ali, kecuali Aisyah. Karena, Aisyah pada waktu itu masih dalam kondisi haid. “Namun Sayyidah Aisyah tidak ikut (Miqat), langsung ikut saja ke Makkah menjalani semua prosesi-prosesi kecuali tawaf,” ujar Kiai Miftah kepada 1miliarsantri.net, Kamis (6/6/2024). Begitu sampai di Makkah, Sayyidah Aisyah kemudian melapor kepada Rasulullah bahwa dirinya telah suci. Lalu, Rasulullah menyuruh Aisyah untuk mengambil Miqat yang terdekat dari pintu masuk Ka’bah. Dengan ditemani saudaranya yang bernama Abdurrahman bin Abu Bakar, Aisyah pun pergi ke daerah Tan’im untuk niat ihram. “Maka Tan’im di sini akhirnya menjadi miqat yang diambil oleh Aisyah pada tahun 9 Hijriah. Rasulullah sendiri tidak pernah miqat di Tan’im. “Yang miqat di sini adalah Aisyah,” ucap Kiai Miftah. Maka, lanjut dia, dalam sejarahnya daerah Tan’im ini dulunya sering disebut sebagai miqat umrah perempuan. Sementara, Masjid Ji’ronah yang berada di sebelah timur laut Kota Makkah, menjadi tempat miqat laki-laki. Jadi umroh sughro itu miqatnya di Tan’im, ada mikot qubro itu adanya di Ji’ronah,” jelas Ketua PBNU asal Gresik ini. Dengan padatnya jamaah di musim haji ini dan ketatnya peraturan pemerintah Arab Saudi untuk masuk Makkah, Kiai Miftah mengimbau jamaah Indonesia untuk mengambil miqat di Masjid Aisyah saja. “Kenapa? Karema aksesnya lebih gampang dan tentunya lebih murah. Dan jarak dari Masjidil Haram itu hanya 7,5 kilometer,” ujar Kiai Miftah. Meskipun Rasulullah tidak pernah mengambil miqat di Tan’im, tambah dia, tapi beliaulah yang mengintruksikan kepada Aisyah untuk mengambil miqat di daerah ini. “Dan ini sudah bisa menjadi landasan hukum sah dan tidaknya. Jadi ambil miqat di sini untuk umrah itu sah, tidak usah diragukan lagi,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More

Silsilah Kerajaan Islam Pertawa Gowa

Makassar — 1miliarsantri.net : Kerajaan Gowa Tallo atau Kerajaan Makassar merupakan kerajaan Islam di Sulawesi Selatan. Letak Kerajaan Gowa Tallo berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa Tallo merupakan gabungan dari dua kerajaan yang berasal dari keturunan Kerajaan Gowa, yang didirikan oleh Tumanurung Bainea sekitar awal abad ke-14. Pada awal abad ke-15, Kerajaan Gowa dibagi menjadi dua, yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo bersatu pada masa pemerintahan Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna, kemudian gabungan dua kerajaan itu disebut Kerajaan Gowa Tallo atau Kerajaan Makassar. Kerajaan Gowa Tallo memasuki masa Islam dan berubah menjadi kesultanan pada akhir abad ke-16. Sejarah Kerajaan Gowa Tallo pada Masa Islam Kerajaan Gowa Tallo berpusat di Sombaopu (Makassar). Lokasi Sombaopu yang strategis membuat pedagang Maluku senang singgah dan berdagang di Kerajaan Gowa Tallo. Pada akhirnya, Sombaopu menjadi penghubung Malaka, Jawa, dan Maluku. Kerajaan Gowa Tallo telah berhubungan dengan Sultan Ternate yang sudah memeluk agama Islam. Agama Islam mulai masuk ke wilayah Sulawesi Selatan disebabkan dakwah Datuk RI Bandang dan Datuk Sulaiman dari Minangkabau. Pemimpin Gowa Tallo yang pertama masuk Islam adalah I Mangarangi Daeng Manrabbia (1593-1639 M) yang bergelar Sultan Alaudiin I. Seluruh rakyat kemudian selesai diislamkan dua tahun setelahnya. Pada saat, Kesultanan Gowa-Tallo bercorak Islam, rakyat sangat patuh pada aturan berdasarkan ajaran Islam. Siapa Nama Tokoh yang Terkenal dari Kerajaan Islam Gowa Tallo Sultan Malikussaid (1639-1653 M) Kejayaan Kasultanan Gowa Tallo berawal dari peran Karaeng Patingalloang, seorang mangkubumi yang menjalankan kekuasaan pada tahun 1639-1654. Di mana, ia mendampingi Sultan Malikussaid yang saat itu masih kecil. Pada saat Karaeng Patingalloang menjabat sebagai mangkubumi, nama Kerajaan Makassar terkenal dan menjadi perhatian sejumlah negeri. Karaeng Patingalloang berkongsi bersama Sultan Malikussaid dengan sejumlah pengusaha dagang dari Portugis dan Spanyol. Karena kepandaiannya, Karaeng Patingalloang diuluki sebagai cendekiawan dari Kerajaan Makassar. Karaeng Patingalloang wafat pada tanggal 17 September 1654 pada saat turut serta dalam barisan Sultan Hasanuddin melawan Balanda. Karaeng Patingalloang telah menyiapkan sekitar 500 kapal untuk menyerang Ambon sebelum meninggal. Sultan Hasanuddin (1653-1669 M) Kerajaan Islam Gowa Tallo memasuki masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Pada saat itu, Sultan Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan dengan menguasai daerah-daerah subur dan daerah penunjang perdagangan. Daerah yang dikuasai hingga Nusa Tenggara Barat, sehingga Kerajaan Gowa Tallo dikenal sebagai negara maritim yang menjadi pusat perdagangan di Indonesia Timur. Dalam bidang sosial pemerintahan, Sultan Hasanudin berhasil memajukan pendidikan dan kebudayaan Islam. Alhasil, banyak murid yang belajar agama Islam ke Banten. Sultan Hasanuddin merupakan raja yang sangat anti dominasi asing. Dirinya menentang kehadiran VOC yang saat itu sudah berkuasa di Ambon. Kemudian, Sultan Hasanuddin memimpin peperangan melawan VOC di Maluku dan berhasil memporak-porandakan pasukan Belanda. Belanda yang menyadari kedudukannya semakin terdesak berupaya mengakhiri peperangan dengan melakukan politik adu domba antara Makassar dengan Kerajaan Bone (daerah kekuasaan Makassar). Rupanya, siasat politik adu domba yang dilakukan Belanda berhasil hingga Raja Bone yang bernama Aru Palaka mau bersekutu dengan VOC untuk menghancurkan Makassar. Perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun membuat Keraaan Makassar harus mengakui kekalahannya dan menandatangani Perjanjian Bonganya tahun 1667. Banyak pasal dalam perjanjian tersebut yang merugikan Makassar, namun harus diterima Sultan Hasanuddin. Sultan Hasanuddin turun tahta setelah dua hari dari perjanjian tersebut dan menyerahkan kekuasaannya pada Sultan Amir Hamzah. Perjanjian Bonganya merupakan awal kemunduran Kerajaan Gowa-Tallo. Hal tersebut dikarenakan, raja-raja setelah Sultan Hasanuddin bukan raja yang merdeka dalam menentukan politik kenegaraannya. (ndro) Baca juga :

Read More

Amalan yang Biasa dikerjakan Saat Bulan Dzulhijah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT amat mencintai amalan yang dilakukan hamba-Nya pada 10 hari pertama di bulan dzulhijah. Sebab itu terdapat anjuran memperbanyak amalan ibadah di hari-hari tersebut agar kita bisa terpilih menjadi orang-orang yabg beriman. Berikut amalan yang disyariatkan. “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku“. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda :“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun“. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih]. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Saw bersabda:“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”. Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma. “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Ra keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan : Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi]. “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi]. “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”. Dalam riwayat lain :“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196]. Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan, janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti, nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari. Baca juga :

Read More

Chile Bergabung dengan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional

Chile — 1miliarsantri.net : Presiden Chile Gabriel Boric mengatakan bahwa negaranya akan bergabung dengan Afrika Selatan dalam kasus di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuduh Israel melakukan “genosida” di Gaza dalam perang melawan Hamas. Berbicara di hadapan Kongres Nasional, Boric mengecam “situasi kemanusiaan yang katastrofik” di Gaza dan menyerukan “respons tegas dari komunitas internasional.” “Chile akan menjadi pihak dan mendukung kasus yang diajukan Afrika Selatan melawan Israel di hadapan Mahkamah Internasional di Den Haag,” kata Boric. ICJ sedang mempertimbangkan kasus Afrika Selatan, namun sementara itu telah memberlakukan “tindakan sementara” yang memerintahkan Israel untuk melakukan segala upaya guna mencegah tindakan genosida selama kampanyenya melawan Hamas. Pengadilan PBB tertinggi bulan lalu memerintahkan Israel untuk menghentikan operasi militer di kota Rafah, Gaza selatan, tempat di mana warga Palestina yang terlantar mencari keselamatan dari ofensif militer Israel. Sebelum invasi Rafah dimulai, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan hingga 1,4 juta orang berlindung di kota tersebut. Sejak saat itu, satu juta orang telah melarikan diri dari daerah tersebut, menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA. Chile telah mengakui Palestina sebagai negara sejak 2011, dan Boric sebelumnya mengatakan bahwa perang di Gaza “tidak memiliki pembenaran” dan “tidak dapat diterima.” Perang Gaza dipicu oleh serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober, yang mengakibatkan kematian 1.189 orang, sebagian besar warga sipil, menurut perhitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel. Militan juga menyandera 252 orang, 121 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 37 orang yang menurut tentara Israel telah meninggal. Serangan balasan Israel telah menewaskan setidaknya 36.379 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Sebanyak 5850 Warga Aceh Terima Wakaf Habib Bugak Arsyi di Mekah

Mekah — 1miliarsantri.net : Sebanyak 5.850 warga Aceh menerima dana wakaf dari Baitul Asyi — lembaga yang mengelola dana wakaf Habib Bugak Asyi, seorang warga Arab yang pernah tinggal di Aceh pada era tahun 1.800-an. Warga Aceh yang menerima wakaf itu terdiri dari 4.716 jamaah haji asal Aceh, ditambah 1.134 tenaga musiman (temus) dan mahasiswa asal Aceh. Pembagian dana itu dilakukan usai salat Asar di Baitul Asyi Misfalah, Mekah (2/6/2024). Pembagian dana dibagi menjadi beberapa tahap. Untuk tahap awal, dibagi kepada jamaah kloter 2. Masing-masing jamaah mendapatkan 1.500 riyal atau Rp6,5 juta dan satu mushaf Al-Quran. Para warga aceh mengaku senang dan terharu menerima wakaf ini. Cut Halimatussadiah, 53, jamaah asal Bireuen, Aceh, misalnya, mengaku senang dan terharu mendapatkan wakaf dari nenek moyang mereka. Wakaf itu katanya akan digunakan untuk hal yang bermanfaat. “Terharu, senang, Alhamdulillah. Uangnya mau diwakafin lagi, berbagi ke orang lain,” ucapnya. Hal yang sama diungkapkan oleh Khalidin, jamaah kloter 2 asal Bireuen. Dia mengatakan menerima wakaf bersama ibunya juga. Hasil wakaf Alquran akan disumbangkan ke Masjidil Haram. “Saya sangat senang. Untuk mama bilang Al-Qurannya mau diwakafkan ke Masjidil Haram,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Pemerintah Aceh, Yusrizal mengatakan pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan ini. Dia berharap wakaf ini bisa menjadi contoh bagi warga Aceh lain untuk terus berbuat kebaikan. “Memotivasi kita sekalian untuk tetap berwakaf sekecil apapun dalam bentuk apapun,” ucap Yusrizal di lokasi pembagian wakaf. Yusrizal mengatakan, pemerintah Aceh awalnya mendata warganya yang akan pergi haji tahun ini. Data tersebut lalu dikirimkan ke nadzir atau pengelola wakaf. Setelah itu data tersebut akan diproses untuk pemberian wakaf yang dilakukan setiap setahun sekali setiap musim haji. “Setelah dilakukan pendataan, pemerintah Aceh akan memberikan kartu kepada para penerima wakaf sebelum mereka berangkat ke Mekah. Kartu tersebut harus dibawa untuk ditukarkan saat menerima wakaf. “Pembagian wakaf ini ada kartunya dari Pemerintah Aceh,” ucapnya. Sementara itu Syekh Abdul Latif Baltou selaku nadzir wakaf Habib Bugak Asyi, mengatakan Habib Bugak sangat cinta kepada warga Aceh sehingga wakaf ini masih berlangsung meski 200 tahun sudah berlalu. “Habib Bugak sangat cinta kepada kita semua. Maka dari itu berdoalah (untuk beliau),” ucap Syekh Abdul. Dia juga berpesan kepada para jemaah haji asal Aceh untuk selalu menjaga waktu. Manfaatkan waktu selama di Tanah Suci ini untuk beribadah dan berbuat kebaikan. “Kalau lah di negeri kita di Aceh kita banyak makan, banyak bicara. Tetapi ketika kita berada di Kota Mekah sedikitkanlah hal itu. Perbanyaklah ketaatan kepada Allah SWT,” katanya. Wakaf itu berawal Habib Bugak Al Asyi dua abad lalu. Kala itu pada 1800-an, Habib Bugak yang berasal dari Arab Saudi pergi ke Aceh. Saat berada di Aceh, Habib Bugak memiliki gagasan untuk mengumpulkan uang untuk membeli tanah di Mekah untuk diwakafkan kepada jamaah haji asal Aceh. Dana tersebut berasal dari uang Habib Bugak dan juga urunan dari masyarakat Aceh kala itu. (drus) Baca juga :

Read More

Mengenal Dokter Kamal, Arsitek Lantai Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Jakarta — 1miliarssntri.net : Bagi umat Islam yang sudah menunaikan ibadah haji ataupun umroh, tentu sering bertanya tentang lantai di masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengapa tidak terasa panas saat cuaca sangat panas? Terutama jamaah yang sedang menunaikan ibadah tawaf mengelilingi Ka’bah di siang hari dengan panas yang sangat terik, kaki kaki para jamaah tetap tidak merasa kepanasan. Lantai yang bisa menahan panas tersebut, karena memang didesain sejak awal untuk para jamaah agar saat ibadah tidak merasa terganggu. Arsitek yang mendesain lantai tidak panas ini adalah, ilmuan asal Mesir. Namanya Dr.Muhamad Kamal Ismail. Dr.Kamal ini yang memiliki marmer dingin, kubah listrik dan payung megah yang berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dr Kamal adalah anak muda dan lulusan termuda di sekolah setingkat SMA di Mesir. Dalam sejarah Mesir, dia anak muda yang terdaftar dalam sekolah teknik kerajaan pertama yang kemudian di sekolahkan ke Eropa. Ia memperoleh tiga gelar dokter di bidang arsitektur Islam. Selain itu, ia juga anak termuda yang mendapatkan sel nil dan pangkat besi dari raja. Dr Kamal, menikah di usia 44 tahun, dan istrinya melahirkan anak laki-laki, namun tidak lama kemudian istrinya meninggal dunia. Setelah ditinggal istrinya, Dr Kamal memilih menyendiri dn memfokuskan beribadah kepada Allah. Ia hampir menghabiskan usianya 100 tahun untuk melayani dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Apa yang dilakukan Dr Kamal ini jauh dari sorotan media massa. Ia asalah Insinyur pertama yang melakukan perencanaan pelebaran dua masjid suci di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah. Yang juga mengagumkan, saat bekerja untuk dua masjid suci tersebut, ia menolak untuk mendapat cek pembayaran dari raja arab, Abdullah Abdul Aziz bin Saud maupun dari perusahaan bin laden atas desain arsitekturnya. Ia hanya bilang,” Untuk apa saya menerima bayaran untuk sebuah pekerjaan saya di dua masjid suci, bagaimana saya nanti kalau menghadap Allah kalau untuk dua pekerjaan di masjid suci ini saya menerima bayaran.” Dokter genius ini, adalah sosok yang menemukan bahan batu marmer yang bisa dipakai untuk melapisi lantai yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi agar lantai tersebut bisa menjadi lebih dingin sehingga membuat jamaah yang tawaf tidak merasa kepanasan. Batu marmer ini dideteksi doctor genius ini adanya hanya di gunung kecil di Yunani. Di gunung gunung lain tidak ada. Ia kemudian berangkat menuju Yunani untuk menandatangani kontrak pembelian batu marmer separo dari gunung tersebut. Meskipun marmer yang dibeli itu jumlahnya adalah separo dari satu gunung di Yunani, namun pemanfaatnya hanya untuk Masjidil Haram. Usai melakukan pembelian, Dr Kamal kembali ke Mekkah dan memulai melakukan pembangunan. Namun setelah selesai menuntaskan pembangunan di Masjidil Haram, Doktor genius ini diminta Raja Arab untuk melakukan pelapisan bahan marmer yang sama di Masjid Nabawi di Madinah. Setelah mendapat tugas dari Raja, ia merasa bingung karena bahan batu marmer itu hanya ada satu di gunung di Yunani dan separonya sudah dia beli. Tapi karena diperintah oleh Raja Arab, akhirnya ia berangkat kembali ke Yunani untuk menemui perusahaan yang menguasai gunung yang ada batu marmernya tersebut. Dia bertemu CEO perusahaan dan menyampaikan niatnya untuk membeli kembali separo sisa batu marmer dari gunung tersebut. Namun apa yang terjadi, menurut CEO, bahwa batu marmer sudah habis karena sudah dibeli semua oleh orang lain. Dokter Kamal penasaran siapa perusahaan yang membelinya. Ia bertanya kepada sekretaris perusahaan yang menjual batu marmer tersebut, namun jawabannya tidak tahu karena pembeliannya dilakukan sudah lama. Namun, sekretaris tersebut berjanji akan mencari data di filenya untuk mengetahui alamat perusahaan yang membeli separo dari sisa batu marmer di gunung Yunani tersebut dan segera melaporkan kepada Dr Kamal setelah menemukan datanya. Setelah ketemu data filenya, sekretaris perusahaan tersebut meyampaikan kepada Dr Kamal bahwa perusahaan yang membeli itu adalah perusahaan di Saudi Arabia. Dalam kondisi penasaran, kemudian ia kembali terbang ke Saudi Arabia untuk mencari perusahaan tersebut. Dan akhirnya bertemu perusahaan yang dicari. Dr Kamal ditemui oleh direktur Teknik. Namun saat ditanya tentang pembelian batu marmer dari Yunani tersebut, direktur Teknik mengatakan merasa sudah lupa karena pembeliannya dianggap sudah terlalu lama. Namun direktur Teknik mencoba menghubungi bagian Gudang dan dijelaskan bahwa batu marmer yang dibeli beberapa tahun lalu dari Yunani masih ada semua dan belum terpakai. Subhanalloh. Dokter kamal mulai menangis. Lalu dia menceritakian kisahnya mencari marmer dari Yunani tersebut yang tujuannya untuk pembangunan di dua Masjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Saat itu, Doktor Kamal menyodorkan cek kepada direktur Teknik tersebut untuk mengisi jumlah uang yang diminta agar separo marmer dari gunung Yunani itu bisa dia beli. Ternyata Direktur Teknik tersebut tidak mau mengisi karena dia tahu ternyata batu marmer yang ada di Yunani itu memang dipersiapkan Allah untuk dua masjid suci. Direktur tersebut mempersilakan kepada Dokter Kamal untuk mengambil marmer tersebut dan dipergunakan untuk pembangunan dua masjid suci. Subhanalloh. Dr Kamal pun merasa lega karena bisa melanjutkan pembangunan di Masjid Nabawi sesuai perintah Raja Arab. Dr Kamal yang dikenal sangat religious tersebut, setelah bisa menuntaskan pembangunan di dua masjid suci, tidak lama kemudian Dr Kamal meninggal pada agustus 2008. Dan sampai sekarang jasanya bisa dinikmati seluruh umat Islam di seluruh dunia setiap menjalankan ibadah haji dan umroh. (rid) Baca juga :

Read More

Memaknai Keutamaan bulan Dzulhijah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bulan Dzulhijah akan datang, hanya tinggal hitungan beberapa hari saja. Tahukah Anda bahwa di 10 hari awal bulan Dzulhijah memiliki banyak keutamaan di mata Allah Swt? Yuk simak ulasannya. Pada bulan Dzulhijah umat Islam melaksanakan beberapa amalan ibadah penting. Di antaranya ibadah haji dan peringatan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban. Selain itu terdapat anjuran memperbanyak amalan ibadah khususnya 10 hari pertama bulan Dzulhijah, sebab Allah Swt amat mencintai amalan yang dilakukan di hari tersebut daripada hari-hari ini. “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“. (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas) Selanjutnya Imam Ahmad, rahimahullah meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”. Adapun amalan yang bisa dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijah yaitu puasa, sholat sunnah, dzikir, membaca Al Qur’an dan bersedekah. Menjelang bulan Dzulhijah, sebaiknya kita sebagai umat Islam mempersiapkan diri. Apa saja yang harus dipersiapkan? “Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq (65): 4) Lantas kapan jatuh 1 Dzulhijah dalam kalender Masehi? Berdasarkan SKB 3 Menteri, Idul Adha 2024 atau 10 Dzulhijah 1445H jatuh pada 17 Juni 2024. Dengan demikian 1 Dzulhijjah adalah 8 Juni 2024. Meski begitu untuk memastikan kembali, pemerintah akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Dzulhijah dan Hari Raya Idul Adha pada 7 Juni 2024. (yat) Baca juga :

Read More

Buya Hamka dan KH Idham Chalid Saling Menghormati Tata Cara Ibadah yang Berbeda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Suatu ketika di masa lalu, perjalanan haji masih menggunakan kapal laut. Pada waktu itu, terjadilah kisah yang sangat bisa diteladani oleh umat Islam dalam menjaga kerukunan dan persatuan. Di atas kapal laut tersebut, ada dua ulama terkemuka yakni pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) KH Idham Cholid dan pemimpin Muhammadiyah Buya Hamka. Keduanya, dikisahkan melaksanakan sholat Subuh berjamaah dalam satu ruangan dalam perjalanan ke Tanah Suci. Pada waktu itu, yang menjadi imam adalah KH Idham Cholid. Namun, para jamaah Nadhlatul Ulama heran saat KH Idham Cholid yang biasa membaca doa qunut saat sholat Subuh, tapi kali itu tidak membaca doa qunut. Ternyata, hal itu dilakukan KH Idham Cholid karena Buya Hamka sebagai pengikut Muhammadiyah menjadi makmumnya. Sebagaimana diketahui, Buya Hamka tidak membaca doa qunut saat sholat Subuh. Hal yang menakjubkan, saat Buya Hamka giliran menjadi imam sholat Subuh, juga membaca doa qunut. Gliran para pengikut Muhammadiyah yang merasa heran. Hal itu dilakukan Buya Hamka karena KH Idham Cholid dan sebagian pengikut NU menjadi makmumnya. Demikian praktik keagamaan yang dilakukan kedua ulama besar dari Indonesia, keduanya menunjukan akhlak Alquran, akhlak yang penuh dengan ilmu dan kebijaksanaan. KH Idham Cholid dan Buya Hamka saling menghormati perbedaan. KH Idham Cholid dan Buya Hamka tidak merasa paling benar sendiri, tidak menyalahkan yang lain, apalagi membid’ahkan dan mengkafirkan Muslim lain yang dianggap berbeda. Keduanya orang berilmu yang bisa melihat perbedaan dengan ilmu dan kebijaksanaan. Sebagaimana disampaikan Ustaz Adi Hidayat (UAH) soal hukum musik. UAH menyampaikan tentang hukum musik dałam Islam, menyampaikan terlebih dahulu bagaimana sikapnya secara pribadi terhadap musik. Kemudian UAH menambahkan, terkait hukum musik, mesti jujur disampaikan bagaimana pandangan ulama tentang hukum itu. Walaupun punya sikap berbeda terhadap pandangan ulama tersebut, hukum harus tetap disampaikan. UAH menjelaskan bahwa hukum mengenai musik menurut pandangan ulama ada tiga aspek. Ada yang mengharamkan musik secara mutlak, ada yang menghalalkan musik secara mutlak, dan ada yang menghalalkan musik dengan catatan. UAH menjelaskan ada pendapat ulama yang menghalalkan musik dengan catatan, dan ada yang mengharamkan. Dalam hal ini, UAH tidak membid’ahkan dan mengkafirkan ulama yang menghalalkan musik dengan catatan. Sebelumnya, Ustaz Derry Sulaiman juga memberikan tanggapan kepada pendakwah atau penceramah yang kerap membid’ahkan dan mengkafirkan Muslim lain yang memiliki amalan berbeda. Menurutnya dakwah seharusnya membuat orang kafir menjadi Muslim, bukan mengkafirkan Muslim. Ustaz Derry mengatakan, dakwah ini adalah kerjanya Nabi-Nabi, kerja baginda Rasulullah SAW. Mestinya dengan dakwah itu, orang bermusuhan menjadi berdamai, dan orang-orang yang berperang menjadi saudara. Bukan membuat orang yang bersaudara jadi perang atau membuat orang damai jadi bermusuhan. “Jadi hari ini ada orang yang berdakwah dengan cara yang tidak hikmah, tugas mereka mestinya mengislamkan orang kafir tapi justru sebaliknya mengkafirkan orang Islam,” terang Ustaz Derry kepada 1miliarsantri.net, Rabu (5/6/2024). Ustaz Derry mengatakan, jadi ada oknum-oknum penceramah yang membid’ahkan dan mengkafirkan umat Islam lain. Tapi umat Islam sekarang sudah mulai cerdas, umat Islam sudah tahu di mana dakwah yang menyejukkan dan dakwah yang menenangkan. Ustaz Derry, mesti dakwah itu membuat iman seseorang naik, bukan darah seseorang naik. Jadi pesan-pesannya, dakwah itu mestinya mengajak, bicarakan obat, bukan bicarakan penyakit. “Dakwah itu, mestinya menyalakan cahaya, bukan mencacimaki kegelapan,” pungkas Ustaz Derry. (yan) Baca juga :

Read More

Mal Nutrisi yang Menyebabkan Kematian Anak di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Amira al-Taweel menyusuri apotek-apotek di Gaza utara untuk mencari susu bagi anaknya, namun dia tidak bisa menemukan satu botol pun untuk memenuhi rasa lapar Youssef anaknya. “Youssef membutuhkan pengobatan dan susu, tapi tidak ada yang tersedia di Gaza. Saya memberinya makan, tapi tidak ada susu karena tidak tersedia. Saya memberinya tepung gandum yang membuatnya kembung. Sementara Youssef terbaring di ranjang sempit, tubuh lemahnya menerima obat yang sangat dibutuhkan melalui selang infus di kakinya.,” ungkap ibu berusia 33 tahun itu kepada koresponden AFP di rumah sakit Al-Aqsa Martyrs di Gaza tengah, tempat putranya dirawat karena malnutrisi. Kantor media pemerintah Hamas mengatakan bahwa setidaknya 32 orang, kebanyakan anak-anak, telah meninggal karena malnutrisi di Gaza sejak perang pecah pada 7 Oktober menyusul serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel. Serangan itu mengakibatkan 1.189 orang di Israel tewas, sebagian besar warga sipil, menurut perhitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel. Sejak saat itu, kampanye militer balasan Israel telah menewaskan 36.439 orang di Gaza, juga sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan Palestina. Namun badan-badan bantuan memperingatkan bahwa situasinya bahkan lebih buruk ketika menyangkut anak-anak. Pada hari Sabtu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa lebih dari empat anak tidak makan sama sekali selama sehari penuh, paling tidak sekali dalam 72 jam. “Anak-anak kelaparan,” kata juru bicara WHO Margaret Harris dalam sebuah pernyataan. Meningkatnya malnutrisi di kalangan anak-anak Gaza sebagian besar disebabkan oleh bantuan kemanusiaan yang masuk ke wilayah Palestina tidak mencapai tujuan yang telah ditetapkan, kata badan-badan bantuan. Sejak pertengahan Januari, badan kemanusiaan PBB OCHA telah memeriksa lebih dari 93.400 anak di bawah usia lima tahun di Gaza untuk malnutrisi, termasuk 7.280 yang ditemukan menderita malnutrisi akut. Malnutrisi terutama meluas di Gaza utara, yang menerima sedikit bantuan pada bulan-bulan awal perang. Baru dalam beberapa minggu terakhir sebagian besar bantuan makanan dialihkan melalui penyeberangan baru setelah badan-badan bantuan memperingatkan akan terjadinya kelaparan. Militer Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa total 1.858 truk bantuan telah diperiksa dan dikirim ke Gaza minggu ini melalui penyeberangan Kerem Shalom dan Erez Barat, termasuk 764 dari Mesir. Di rumah sakit Al-Aqsa Martyrs, para ibu khawatir tentang anak-anak mereka yang kekurangan gizi. Setelah Youssef dan seorang bayi laki-laki lainnya, Saif, dirawat, ibu mereka duduk di samping mereka, khawatir berapa lama mereka bisa bertahan dengan makanan yang disediakan rumah sakit. “Kami bergantung pada bantuan yang datang ke sini dan diberikan kepada anak-anak. Sepanjang malam dia menderita… Seharusnya dia menjalani operasi, tapi ditunda,” kata Noha al-Khaldi, ibu Saif, yang kulitnya meregang di atas tulang-tulang yang menonjol. Hazem Mostafa, seorang dokter anak di rumah sakit itu, menyalahkan penutupan penyeberangan Rafah di selatan atas memburuknya situasi. Penyeberangan ini adalah jalur utama bantuan ke Gaza dari Mesir tetangga, namun pasukan Israel merebut kendali atasnya pada 7 Mei. Sejak saat itu, tidak ada bantuan yang masuk ke wilayah tersebut melalui penyeberangan, dan tidak ada pasien sakit atau terluka yang dapat keluar untuk mendapat perawatan di Mesir. Kasus malnutrisi di antara anak-anak di Rafah juga muncul dalam beberapa hari terakhir, dengan beberapa bayi dirawat karena hal itu di pusat-pusat perawatan kesehatan, demikian dilaporkan koresponden AFP. “Pendudukan (Israel) telah mencegah masuknya makanan, terutama susu, untuk anak-anak, yang telah menyebabkan kelemahan serius dalam tubuh, pertumbuhan yang sangat buruk dan infeksi oleh berbagai penyakit. Kami menuntut pasokan susu yang melimpah agar para ibu dapat memberi makan anak-anak mereka untuk menjaga kesehatan mereka,” kata Dr Mostafa kepada AFP sambil mempelajari sinar-X pasien di kantornya. (zul/AFP) Baca juga :

Read More