Mahasiswa Indonesia yang Jadi Penerjemah Khutbah Jumat di Masjid Nabawi

Madinah — 1miliarsantri.net : Empat Warga Negara Indonesia (WNI) dipercaya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjadi penerjemah khutbah Sholat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah. Dzakwan Aisy Fajar Azhari salah seorang di antaranya yang sudah tiga tahun menjadi penerjemah di Masjid Nabawi. Ditemui di sela-sela aktivitasnya di Masjid Nabawi, pria beristri tersebut menuturkan, jamaah haji dan umroh dari Indonesia tidak perlu khawatir tidak mengerti arti dari khutbah Jumat di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram. Sebab, jamaah bisa mendengarkan khutbah tersebut dalam bahasa Indonesia secara live melalui melalui radio, aplikasi, dan website. Jamaah bisa mendengarkan khutbah Jumat di Masjid Nabawi lewat radio di frekuensi 99.0 FM dan di Masjidil Haram di frekuensi 90.50. Sementara untuk aplikasi ada Mixir dan website di alamat https://manaratalharamain.gov.sa. Mahasiswa asal Indonesia di Universitas Islam Madinah (UIM) ini mengungkapkan, tiga rekannya yang juga menjadi penerjemah di Masjid Nabawi adalah Haris Hermawan (mahasiswa S3 Jurusan Manajemen Pendidikan), Hanif Husin Achmad (mahasiswa S2 Jurusan Usul Fikih), dan Hirzi Sasmaya (mahasiswa S2 Jurusan Fikih). “Yang di Makkah ada 1 orang yang non mahasiswa,” ujar Dzakwan kepada 1miliarsantri.net, Jumat (14/6/2024). Program translator khutbah Jumat ini sudah berlangsung selama 10 tahunan, tetapi untuk untuk Bahasa Indonesia dimulai 7 tahun lalu. Mahasiswa S2 Jurusan Ilmu Hadis ini bercerita, awalnya khutbah tersebut menjadi satu bagian dengan pengisi kajian berbahasa Indonesia. Ustadz Firanda Andirja juga merupakan salah seorang yang pernah menjadi pengisi kajian berbahasa Indonesia sekaligus penerjemah khutbah Jumat. Saat menerjemahkan khutbah, Dzakwan berada di salah satu ruangan di dekat pintu 9 Masjid Nabawi yang dipakai sebagai ruang translator. Ruangan lantai pertama untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Hausa, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Persia. Sedangkan ruangan di lantai dua untuk Bahasa Urdu, Bahasa Prancis, Bahasa Turki, Bahasa Bangali, dan Bahasa Rusia. “Setiap ruangan berukuran 15×15 meter. Di dalam ruangan itu dibuat kubikel seperti ruangan kerja redaksi di sebuah media massa,” papar pria asal Karanganyar, Jawa Tengah ini. Masing-masing penerjemah mendapat satu bagian kubikel. Biasanya, kata dia, para penerjemah sudah mendapat naskah khutbah satu hari sebelumnya atau pada Kamis. Mereka lalu membuat naskah versi terjemahan. Namun sering pula mereka mendapatkan salinan revisi khutbah Jumat beberapa jam sebelum Sholat Jumat berlangsung. Di Masjid Nabawi ada 10 khatib tetap yang sekaligus menjadi imam sholat fardhu. Khatib Jumat di Masjid Nabawi memang selalu membawa teks, tetapi disebut Dzakwan, terkadang ada improvisasi dari khatib. “Jadi yang disampaikan tidak ada di naskah. Ada yang puitis juga,” sambungnya. Saat bertugas, Dzakwan menggunakan laptop dan mikrofon serta memakai headset. Laptop, kata mahasiswa yang sudah 7 tahun tinggal di Madinah itu, dipakai untuk mencari ayat yang kadang-kadang tidak ada dalam teks tapi dibaca oleh khatib. “Bisa jadi ada improvisasi, khatib mengutip ayat yang tidak ada dalam naskah khutbah. Saya harus segera searching agar tidak salah dalam menerjemahkan ayat,” lanjut bapak satu anak itu. Pria berusia 27 tahun ini kuliah S1 dan S2 jurusan hadits di UIM. Pria 27 tahun itu berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah. Orang tuanya wiraswasta dan sangat peduli pendidikan. Ayah dan ibunya pernah sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA). Ayahnya juga lulusan UIN Walisongo, Semarang. Setelah menyelesaikan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Karanganyar, Dzakwan dikirim orang tuanya ke Pondok Pesantren Imam Bukhori, Karanganyar. Setelah lulus Madrasah Aliyah, Dzakwan mendaftar ke UIM. Tugas Dzakwan dan tiga mahasiswa lainnya tidak hanya menerjemahkan khutbah Jumat, tetapi juga menerjemahkan khutbah Sholat Idul Fitri, Sholat Idul Adha, dan pernah juga khutbah Sholat Istisqa (minta hujan). “Kami juga menerjemahkan buklet dan pengumuman-pengumuman di Masjid Nabawi,” terang Dzakwan. Di dalam masjid juga ada layar informasi yang berbahasa Indonesia yang juga hasil kerja Dzakwan dan kawan-kawan. Ia kini terdaftar sebagai karyawan Direktorat Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Lembaga itu di bawah badan independen di bawah Kerajaan Arab Saudi yang bertugas mengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Setiap bulannya mereka mendapatkan gaji. Namun, dia enggan menyebutkan jumlahnya meskipun lebih besar daripada uang sakunya sebagai mahasiswa. “Lumayanlah,” kata Dzakwan yang tinggal di daerah Al Iskan, Madinah. Berkah berkuliah di Madinah juga mengantarkannya menemukan belahan jiwa. Dzakwan menikahi istrinya, Intan Prameswari yang juga bekerja di Masjid Nabawi. “Istri saya awalnya kuliah di Institut Nabawi, setelah lulus dia bekerja di Masjid Nabawi. Tugasnya menerima setoran (hafalan quran) dari santri secara online,” pungkas Dzakwan. (dul) Baca juga :

Read More

Pejabat Israel Klaim Hamas Menolak Proposal Gencatan Senjata

Gaza — 1miliarsantri.net : Seorang pejabat Israel memberikan pernyataan Hamas menolak proposal gencatan senjata di Jalur Gaza dari Presiden AS Joe Biden. Respons penolakan Hamas diterima Israel melalui perantara. Hamas disebutkan mengubah semua parameter utama dalam proposal, sehingga proposalnya berbeda jauh dari yang diajukan Biden. Hamas secara formal merespons terkait proposal gencatan senjata Amerika Serikat untuk perang delapan bulan di Jalur Gaza. Israel mengatakan respons tersebut sama dengan penolakan, sementara seorang pejabat Hamas menyatakan bahwa kelompok Palestina itu hanya mengulangi tuntutan lama yang tidak terpenuhi oleh rencana saat ini. Mesir dan Qatar menyatakan telah menerima respons Hamas terhadap proposal yang diajukan oleh Presiden AS Joe Biden pada 31 Mei, namun tidak mengungkapkan isinya. Amerika Serikat menyatakan bahwa Israel juga menerima proposalnya, tetapi Israel belum mengatakannya secara terbuka. Israel, yang terus melakukan serangan di bagian tengah dan selatan Gaza, di antara yang paling berdarah dalam perang ini, berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan berkomitmen untuk mengakhiri kampanye mereka di Gaza sebelum Hamas dihancurkan. Sebelumnya, seorang pejabat non-Israel yang mengetahui masalah ini, yang menolak untuk diidentifikasi, mengatakan bahwa Hamas mengusulkan jadwal baru untuk gencatan senjata permanen dengan Israel dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, termasuk Rafah. (zul) Baca juga :

Read More

Kisah Heroik Ketangguhan Sawunggaling

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pasca mangkatnya Adipati Terung Raden Kusen di era Majapahit akhir, Adipati Surabaya di era Demak dipegang oleh Adipati Tranggana atau Pangeran Rekyana putra Raden Qasim Sunan Drajat dengan Dewi Sufiyah putri Sunan Gunung Jati. Putranya, Raden Panji Wiryakrama meneruskan sebagai Adipati Surabaya yang berkonflik dengan Pajang. Untuk mendamaikan konflik Pajang-Surabaya, Sunan Prapen dari Giri Kedhaton menikahkan putri Sultan Hadiwijaya dengan Panji Wiryakrama. Di era awal Mataram Islam Adipati Surabaya diteruskan oleh putra Panji Wiryakrama yaitu Panji Jayalengkara (1546-1625) murid Sunan Prapen. Di masanya Surabaya menjadi kota pelabuhan yang sangat ramai. Panembahan Senopati pun tergiur untuk menaklukan Surabaya. Sunan Prapen (1548-1605) kembali menjadi penengah Adipati Jayalengkara dan para adipati jawa tengah dan jawa timur yang menolak kekuasaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati (1586-1601). Putra Senopati, Panembahan Hanyakrawati (1601-1613) dari Mataram berusaha manaklukan Surabaya yang lebih makmur tetapi selalu gagal. Surabaya akhirnya takluk pada Mataram pada 1625 di era Sultan Agung. Putranya, Raden Pekik Jenggolo diangkat sebagai Adipati Surabaya (1625-1670) dan dinikahkan dengan adik Sultan Agung Ratu Pandan Sari. Beliau ditugasi untuk menggulingkan Panembahan Ageng Giri (1616-1636/cucu sunan Prapen) di Giri Kedhaton pada 1636. Pasca wafatnya Pangeran Pekik Jenggolo pada 1670, Adipati Surabaya dilimpahkan kepada Hangga Wangsa yang bergelar Djangrana I (1670-1678). Beliau adalah putra Sunan Boto Putih atau Pangeran Lanang Dangiran putra Prabu Tawang Alun, raja Blambangan di Kedhawung Jember. Adiknya, Mas Sanepo meneruskan tahta ayahnya bergelar Prabu Tawangalun II (1655-1690) di Macan Putih. Pangeran Lanang Dangiran gemar bertapa di laut sampai hanyut di pantai Sedayu Lamongan diasuh oleh Kyai Kendil Wesi dan dinikahkan dengan putri Ki Bimotjili (seorang ulama dari Cirebon). Pada tahun 1595 Pangeran Lanang Dangiran bersama istri dan anak-anaknya pergi ke Surabaya, menetap di timur kali Pegirian dukuh Botoputih untuk berguru kepada Sunan Prapen kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Botoputih sambil membantu Raden Pekik. Sunan Botoputih wafat pada 1638 di usia 70 tahun meninggalkan 7 anak, 2 putra laki-laki yang bernama Hanggawangsa dan Hanggadjaya telah dipersiapkan menjadi pemimpin. Hanggawangsa menggantikan Raden Pekik sebagai bupati Surabaya bergelar Djangrana I (1670-1678) sedangkan adiknya Hanggadjaya diangkat sebagai bupati di Pasuruan (1678-1686). Tercatat dalam sejarah Tumenggung Djangrana I dikenal sebagai bupati Surabaya yang berjasa besar membantu Amangkurat Amral melawan pemberontakan Trunajaya. Amangkurat Amral sejak kecil oleh Pangeran Pekik di Surabaya sebelum akhirnya berpindah ke kraton Plered sebagai putra mahkota. Pada 1677 Djangrana berhasil merebut meriam pusaka Nyai Setomi dari tangan pemberontak di Gresik. Beliau juga yang berhasil membebebaskan Pangeran Cakraningrat II bupati Madura yang dibuang Trunajaya di hutan Lodaya (dekat Blitar). Djangrana gugur di gapura benteng Kediri pada Desember 1678. Dimine Francois Valentina yang ikut dalam peperangan di Kediri mencatat: Satu-satunya pemberani dalam peperangan itu adalah Kiyahi Yangrono, pangeran Surabaya, yang dengan naik kuda serta menggenggam pistol terjun dalam sungai tanpa menghiraukan berondongan senapan dari musuh, menyusup dalam barisan musuh. Lima hari sesudah peristiwa itu pasukan kita dapat merebut benteng Kediri kira2 pada awal atau pertengahan Desember 1678, dan dalam penyerbuan Kediri itu, Sang Pahlawan Pangeran Surabaya tadi kedapatan mati dalam gapuro benteng kota. Adipati Jangrana lalu di makamkan di Boto Putih Surabaya. Adipati Jangrana I menurunkan 5 anak, yaitu: Adipati Djangrana II menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Adipati Surabaya. Ia diangkat oleh Amangkurat II sebagai Adipati Kliwon dari pesisir Wetan bersamaan dengan di angkatnya Cakraningrat II menjadi Panembahan Madura dan Adipati Wedono seluruh pesisir wetan Jawa. Pasca pemberontakan Trunajaya,Jangrana ll ditugasi memadamkan perlawanan Tawangalun ll dari Blambangan yang dituduh membantu dana bagi pemberontakan Trunajaya. Namun ia berperang setengah-setengah karena dalam hati ia memihak Tawangalun II yang masih terhitung kakeknya sendiri. Jangrana ll ini dikenal berdedikasi dan bereputasi tinggi dibuktikan dengan keberhasilannya memadamkan pemberontakan trah Giring-Kajoran yang dilakukan oleh Ki Ageng Wanakusuma dan dua putranya Jaya Lalana dan Jaya Purusa dari Gunungkidul yg dibantu oleh Kertanadi dan Kertinegoro dari trah Kajoran terhadap Amangkurat ll di Kertasura pada 1683, ia pulang dengan meminta residen Surabaya menyambut kedatangannya menggunakan tembakan salvo. Pada saat pemberontakan Untung Surapati di Kertasura, diam-diam ia dilindungi oleh Amangkurat II di dalam keraton yang berakhir dengan terbunuhnya Kapten Tack 8 Februari 1686 dengan 20 tusukan oleh tangan Untung Suropati, ia pun menjadi buron Belanda. Pada 1686 Untung Surapati mendapat restu Amangkurat II untuk pergi ke timur merebut Pasuruan yang saat itu dipimpin Hanggadjaya. Setelah berhasil, ia pun diangkat menjadi bupati Pasuruan bergelar Tumenggung Wiranegara. Adipati Hanggajaya melarikan diri ke Surabaya meminta bantuan pada keponakannya, Jangrana lI namun tidak ditanggapinya karena Jangrana II juga tidak suka terhadap VOC. Tetapi takdir tidak bisa ditolak, pada 1690 Jangrana ll dan Cakraningrat II (bupati Madura) akhirnya mendapat tugas Amangkurat II merebut kembali Pasuruan dari tangan Untung Surapati atas perintah VOC. Keduanya pun menyanggupinya dan terjadilah perang antara kedua belah pihak. Namun perang ini hanya perang sandiwara untuk menyenangkan VOC seakan Amangkurat II tetap setia pada perintah Belanda dg menyuruh dua adipatinya. Amangkurat II wafat pada 1703 dan terjadilah perebutan tahta di Kartasura antara Amangkurat lll (Sunan Mas) dengan Pangeran Puger, pamannya. Dalam hal ini Jangrana ll memihak pada Pangeran Puger (Pakubuwana I). Pada tahun 1705 Pakubuwana I dengan bantuan VOC di Semarang berhasil merebut istana Kartasura dan mengusir Amangkurat III ke Madiun. Pada 1706 Untung Suropati bupati Pasuruan mengirim bantuan untuk melindungi Sunan Amangkurat III. Pada tahun 1706 gabungan pasukan VOC, Kartasura, Madura, dan Surabaya bergerak menyerang Pasuruan karena Amangkurat III dilindungi Untung Surapati. Dalam perang tersebut Jangrana ll melakukan gerakan sabotase yang merugikan Belanda, karena ia sendiri adalah sahabat Untung Surapati. Pada akhirnya, perlawanan Untung Surapati berakhir. Ia tertangkap dan wafat di Pasuruan pada 1706. Adapun Amangkurat lll menyerah di Surabaya pada 1708 dan dibuang ke Sri Langka. Pasca peristiwa itu pihak VOC ganti melaporkan pengkhianatan Jangrana ll kepada Pakubuwana I pada 1709. Jangrana ll terbukti telah merugikan VOC dalam peperangan tersebut. Djangrana II ditunjuk sebagai pemandu perjalanan pasukan gabungan Kertasura dan VOC dalam penyerbuan ke Pasuruan. Ia dengan sengaja memilih jalur yang sulit dengan melewati rawa-rawa, sehingga banyak tentara Belanda yang jatuh sakit dan mati dalam perjalanan. Jangrana ll sendiri juga dinilai bertempur setengah hati, terbukti ada satupun prajurit Surabaya yang gugur melawan pasukan Untung Surapati di Pasuruan,…

Read More

Hanya NU yang Ajukan Usaha Tambang

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan permohonan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang diajukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di tambang batu bara Kalimantan Timur, apabila memenuhi persyaratan akan terbit dalam kurun waktu 15 hari. “Setelah terpenuhi, 15 hari dapat diterbitkan IUPK-nya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Yuliot Tanjung dihubungi di Jakarta, Kamis (13/6/2024). Menurut dia, untuk permohonan izin tambang batu bara dari PBNU yang hendak mengelola wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) di Kalimantan Timur tersebut, saat ini dalam proses evaluasi untuk dilihat kelengkapan administrasi dan pemenuhan kewajiban. Ia mengatakan, pihaknya belum menerima permohonan izin tambang dari organisasi keagamaan lainnya untuk mengelola tambang di Indonesia. “Baru PBNU yang mengajukan,” katanya. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadilia menyatakan segera menerbitkan izin usaha pertambangan (IUP) pengelolaan batu bara untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), guna mengoptimalkan peran organisasi keagamaan. Ia beralasan pemberian izin usaha kepada PBNU karena dirinya bangga terhadap organisasi islam terbesar di dunia asal Indonesia tersebut yang sudah banyak berkontribusi bagi pembangunan negara. “Saya bangga terhadap NU karena saya lahir dari kandungan seorang ibu yang kader NU,” tegasnya. Presiden Joko Widodo pada Kamis (30/5/2024) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) 25/2024 tentang Perubahan Atas PP 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). Dalam Pasal 83A PP 25/2024 menyebutkan bahwa regulasi baru itu mengizinkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah mengelola wilayah izin pertambangan khusus (WIUPK). Keputusan Presiden Joko Widodo mengizinkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan mengelola tambang, mendapat sorotan. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 96 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang ditetapkan pada Kamis 30 Mei 2024. Dalam beleid tersebut, terdapat aturan yang membuka peluang bagi ormas keagamaan untuk memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK). Itu tertuang dalam pasal 83A PP Nomor 25 Tahun 2024. WIUPK diberikan melalui penawaran secara prioritas kepada badan usaha yang dimiliki oleh ormas keagamaan. Dalam beleid tersebut, terdapat aturan yang membuka peluang bagi ormas keagamaan untuk memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK). Itu tertuang dalam pasal 83A PP Nomor 25 Tahun 2024. WIUPK diberikan melalui penawaran secara prioritas kepada badan usaha yang dimiliki oleh ormas keagamaan. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menekankan, perizinan tambang tersebut akan tetap melalui Kementerian ESDM. “Itu nanti juga ke sini (perizinan), jadi itu kan yang dialokasikan hanya untuk ormas keagamaan,” terang Arifin di Jakarta, Kamis (13/6/2024). Lebih lanjut, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi menyampaikan, izin akan diberikan sesuai aturan yang berlaku. Hal itu dimulai dari kemampuan finansial, teknis, dan manajemen. “Harus memenuhi syarat, kalau tidak, ya tidak dikasih juga. Jadi masih jauh nih jalan,” ujar Agus. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan, Bisman Bakhtiar mengatakan, terdapat tiga syarat suatu badan usaha atau dalam hal ini ormas keagamaan untuk mengelola bisnis pertambangan. Hal itu yakni ada syarat administratif, teknis, maupun finansial. Bisman menilai ormas keagamaan tidak memiliki kapasitas untuk memenuhi semua persyaratan tersebut. Dia justru mengkhawatirkan, jika tetap berjalan, maka akan dipaksakan. “Apakah bisa? Bisa saja, akhirnya kan ormas nanti akan bekerja sama juga dengan kontraktor. Ormas bakal bermitra dengan perusahaan-perusahaan lain. Jadi sebenarnya dia ormas hanya akan menjadi kedok saja,” ungkap Bisman. Ia mengakui saat ini ada beberapa organisasi keagamaan yang sudah memiliki unit bisnis. Ia mencontohkan, Muhammadiyah selama ini sudah berproses menghidupi dirinya sendiri dengan berbagai usaha. Akan tetapi, bukan usaha pertambangan. Bisman menilai, keputusan ini justru berpotensi melanggar Undang-Undang Minerba. Menurutnya, badan usaha yang mengakses Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) harus melalui lelang. Sementara, prioritas hanya diberikan kepada BUMN. Dalam aturan yang ditetapkan, kebijakan presiden tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang sama dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Ormas keagamaan yang memperoleh IUP dari pemerintah adalah yang menjalankan kegiatan di bidang ekonomi. Kemudian bertujuan memberdayakan ekonomi anggotanya dan kesejahteraan masyarakat. Ormas yang mempunyai IUPK tidak dapat dipindahtangankan dan/atau dialihkan tanpa persetujuan menteri terkait. Kriteria lahan tambang yang ditawarkan pemerintah kepada ormas keagamaan merupakan wilayah bekas Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B). PKP2B adalah perjanjian antara pemerintah dengan perusahaan berbadan hukum untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan batu bara. Ormas keagamaan yang mau mengelola pertambangan harus mencatatkan saham mayoritas di badan usaha. Badan Usaha ormas keagamaan yang mendapatkan IUPK dilarang bekerja sama dengan pemegang PKP2B sebelumnya. Juga dengan mitra yang berafiliasi dengan pemegang izin terdahulu. (rid) Baca juga :

Read More

Memaknai Arti Ihram Sebenarnya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ihram memiliki makna mengharamkan. Dalam konteks pelaksanaan ibadah haji, makna ihram adalah mengharamkan segala sesuatu yang dilarang selama memakai pakaian ihram yang dimulai sejak mengucapkan niat ihram dan mengenakan pakaian ihram di miqat. Sebagaimana maknanya tersebut, maka setelah berihram ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dan apabila dilanggar maka akan dikenakan fidyah atau denda yang harus dibayar untuk menebus pelanggaran larangan Ihram. Larangan-larangan tersebut ada yang berlaku umum dan ada larangan yang dikhususkan untuk laki-laki maupun wanita. Larangan yang berlaku umum meliputi larangan memotong atau mencabut rambut, bulu, atau kuku, memakai wewangian kecuali yang sudah dipakai sebelum melakukan niat ihram. Berburu dan memakan hasil buruan. Melakukan hubungan seks dan yang mengundang syahwat, serta melakukan kejahatan dan maksiat seperti bertengkar atau berkelahi. Mengucapkan kata-kata kotor atau mencaci. Dilarang menikah, menikahkan ataupun meminang untuk dinikahi. Larangan Ihram bagi laki-laki yaitu, memakai pakaian yang dijahit, memakai tutup kepala, memakai sarung tangan, memakai alas kaki. Sementara larangan bagi perempuan yaitu, menutup wajah memakai cadar, menutup kedua telapak tangan memakai sarung tangan. Berbagai bentuk pelarangan tersebut memiliki makna tersendiri. Pelarangan menyakiti binatang, membunuh, menumpahkan darah dan mencabut pepohonan sebagai pesan yang dalam kepada manusia yang berhaji agar memelihara alam, mulai dari binatang, pepohonan dan mahluk Allah yang lain dalam rangka implementasi “Rahmatan lil ‘alamian” dan kepedulian lingkungan. Selanjutnya dilarang menggunakan wangi-wangian, berhias bercumbu atau kawin supaya manusia yang berhaji menyadari bahwa manusia bukan hanya materi semata dan bukan pula memenuhi birahi, tetapi manusia harus menyadari bahwa hiasan yang dinilai Allah adalah hiasan ruhani. Hal ini sejalan dengan HR Muslim yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak melihat badanmu atau bentukmu, tetapi melihat ke dalam hatimu.” Dilarang pula menggunting rambut, memotong kuku, supaya masing-masing menyadari jati dirinya, serta menghadap kepada Allah SWT apa adanya, tanpa dibuat-buat dan penuh kejujuran. Pelarangan ini, sebagaimana uraian tsb tentu tidak hanya dimaknai fisik dan hanya saat ihram, tetapi memiliki makna yang dalam. Makna inilah yang harus menjadi perilaku yang telah berihram dalam kehidupan nyata dan dalam kehidupan sehari-hari. (yan) Baca juga :

Read More

Perbedaan Hari Raya Idul Adha Indonesia dan Saudi

Madinah — 1miliarsantri.net : Hari Raya Idul Adha 1445 H tinggal menghitung hari. Berbeda dengan Indonesia, hari Raya Idul Adha di Arab Saudi jatuh pada tanggal 16 Juni 2024. Pemerintah RI melalui Kementarian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H pada Sabtu 8 Juni 2024. Maka, dengan ditetapkannya awal Dzulhijjah 1445 H itu, Hari Raya Idul Adha 1445 H di Tanah Air terjadi pada Senin 17 Juni 2024. Dengan demikian, Da’iratul Ahillah Makamah Tinggi Arab Saudi menyatakan, wukuf jamaah haji jatuh pada 9 Zulhijjah 1445 di Arafah atau bertepatan dengan hari Sabtu 15 Juni 2024. Sementara, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H di Arab Saudi bertepatan dengan hari Ahad, 16 Juni 2024. Wukuf di Arafah hari Sabtu 9 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 15 Juni ‘Haziran’. Idul Adha yang terberkati jatuh pada Ahad setelahnya,” kata keputusan Badan Hilal Mahkamah Tinggi KSA terkait awal Dzulhijjah 1445 H. Dengan demikian, perayaan Hari Raya Idul Adha antara Arab Saudi dengan Indonesia berbeda 1 hari. Sebab, Idul Adha di Indonesia jatuh pada Senin 17 Juni 2024. Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS, serta adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Zulhijjah tahun 1445 H jatuh pada hari Sabtu, 8 Juni 2024. “Dan hari raya Idul Adha jatuh pada Senin 17 Juni 2024,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Kamis (13/6/2024). Dia berharap, dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idul Adha bersama-sama. Hanya saja,, perlu diketahui oleh seluruh masyarakat, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha, maka diharapkan semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada. Wamenag menjelaskan, bahwa keputusan penetapan 1 Zulhijjah 1445 H didasarkan dari data posisi hilal di seluruh Indonesia. Yaitu, ketinggian hilal berkisar antara 7° 15,82′ hingga 10° 41,09′ dan sudut elongasinya 11° 34,83′ hingga 13° 14,47’. (wink) Baca juga :

Read More

Diambang Perang Terbuka Hizbullah – Israel

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Militer Israel menyatakan pada Selasa (4/6/2024) malam bahwa keputusan melakukan perang terbuka dengan kelompok Hizbullah di Lebanon memasuki pembahasan tahap akhir. Sementara pihak Hizbullah menyatakan siap meladeni ancaman perang terbuka tersebut. Ancaman perang ini terkait saling balas serangan antara kedua pihak yang kian intens di perbatasan Lebanon Israel. Sejak awal pekan ini, rudal-rudal Hizbullah telah menyebabkan kebakaran hebat di utara Israel. Hizbullah menyatakan serangan-serangan itu untuk menekan agar Israel mundur dari Gaza. Kabinet perang Israel bertemu pada Selasa malam untuk membahas perkembangan terbaru di sepanjang perbatasan dengan Lebanon di tengah kritik terhadap pemerintah karena gagal membawa keamanan ke wilayah tersebut setelah konflik selama berbulan-bulan. Kepala Staf IDF Letjen Herzi Halevi mengatakan pada Selasa bahwa Israel makin dekat dengan keputusan mengenai serangan harian Hizbullah di Israel utara. Pihaknya siap setelah proses pelatihan yang sangat baik hingga tingkat Staf Umum untuk melakukan serangan di utara. “Kami mendekati titik di mana keputusan harus dibuat, dan IDF siap dan sangat siap untuk mengambil keputusan ini. Kami telah menyerang selama delapan bulan, dan Hizbullah harus membayar harga yang sangat, sangat tinggi. Kekuatannya telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dan kami bersiap setelah melalui proses pelatihan yang sangat baik untuk melakukan serangan di utara,,” terang Halevi di pangkalan militer di Kiryat Shmona. Sebelumnya, menteri sayap kanan Israel Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir juga mendesak tindakan militer yang lebih jauh ke Lebanon. “Tidak akan ada perdamaian di Lebanon jika tanah kami terkena dampaknya dan orang-orang di sini dievakuasi. Mereka membakar kita di sini, kita harus membakar seluruh benteng Hizbullah, menghancurkannya. Perang,” kata Ben-Gvir setelah tur di kota utara Kiryat Shmona dalam pernyataan video yang dibagikan di X. Ben-Gvir dan Smotrich adalah anggota kabinet keamanan Israel tetapi bukan anggota kabinet perang. Sebaliknya Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyatakan bahwa pihaknya siap melawan jika Israel menginginkan perang habis-habisan. “Keputusan kami bukan untuk memperluas perang, namun kami akan melawannya jika hal itu dipaksakan kepada kami. Setiap perluasan perang Israel di Lebanon akan mengakibatkan kehancuran, kehancuran, dan pengungsian di Israel,” kata Qassem. Qassem membantah laporan mengenai penarikan pasukan elit ‘Pasukan Radwan’ dari perbatasan dengan Israel, dan menekankan bahwa Hizbullah baru menggunakan “sebagian kecil dari kemampuannya, sebanding dengan sifat pertempuran.” Tim pemadam kebakaran Israel pada Selasa terus memadamkan api besar, yang dipicu oleh roket yang ditembakkan dari Lebanon selatan. Kebakaran melanda beberapa permukiman dan lokasi militer di Galilea Atas dan Dataran Tinggi Golan, sehingga memaksa evakuasi. Tentara Israel melaporkan bahwa pasukannya mampu mengendalikan titik api, namun situasinya tetap berbahaya, dengan api masih berkobar di sekitar beberapa pemukiman, termasuk Kiryat Shmona, di mana api telah mencapai beberapa perumahan. Penyebaran api memerlukan diterjunkannya sejumlah besar pemadam kebakaran serta pasukan tentara dan polisi. Banyak warga yang dievakuasi dari Kiryat Shmona dan permukiman lainnya. Tentara Israel membenarkan bahwa enam tentara cadangan terluka karena menghirup asap. Namun menurut Aljazirah, Rumah Sakit Sefad mengonfirmasi bahwa mereka menerima sedikitnya 16 orang yang terluka dalam kebakaran Kiryat Shmona, termasuk tujuh tentara. Sejak tanggal 8 Oktober, pasukan pimpinan Hizbullah hampir setiap hari menyerang komunitas dan pos militer Israel di sepanjang perbatasan, dan kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka melakukan hal tersebut untuk menekan Israel agar menghentikan serangan ke Gaza. Sejauh ini, bentrokan di perbatasan telah mengakibatkan 10 kematian warga sipil di pihak Israel, serta tewasnya 14 tentara dan cadangan IDF. Ada juga beberapa serangan dari Suriah, tanpa ada korban jiwa. Hizbullah telah menyebutkan 328 anggotanya yang dibunuh oleh Israel selama pertempuran yang sedang berlangsung, sebagian besar di Lebanon tetapi beberapa juga di Suriah. Di Lebanon, 62 anggota kelompok Hizbullah lainnya, seorang tentara Lebanon, dan puluhan warga sipil telah terbunuh. Israel telah menduduki sebagian wilayah Lebanon selama beberapa dekade dan baru meninggalkan negara itu pada tahun 2000, menyusul perlawanan keras Lebanon di bawah kepemimpinan Hizbullah. Mereka berusaha untuk menduduki kembali Lebanon pada tahun 2006 namun gagal dalam apa yang dianggap Lebanon sebagai kemenangan besar melawan Israel. Namun Israel tetap menduduki sebagian wilayah Lebanon, yakni wilayah Peternakan Sheeba. Hizbullah telah berjanji untuk memulihkan setiap inci wilayah Lebanon yang telah diduduki Israel bertentangan dengan hukum internasional. (zul/AFP) Baca juga :

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan Literasi dan Numerasi di Pendidikan Dasar

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pemprov Jawa Timur akan berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi) dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dasar, terutama di bidang literasi dan numerasi. Sejak 2016, Australia dan Indonesia telah meluncurkan sebuah kemitraan pendidikan untuk mendukung pembelajaran di sekolah-sekolah dasar di Indonesia. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pada 2024 ini Inovasi telah memasuki fase ketiga dalam rangka mendukung implementasi serta meluncurkan reformasi dan prioritas pendidikan. Selain menguatakan pendidikan dasar di SD, INOVASI juga fokus dalam penguatan pendidikan dasar di madrasah. “Seiring dengan perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Australia dan Indonesia, kami senang dapat memperluas kemitraan kami di bidang pendidikan dan sekolah dasar ke lebih banyak provinsi, termasuk Jawa Barat dan Maluku,” ujar Madelaine Moss, Minister-Counsellor for Governance and Human Development, Kedutaan Besar Australia, Rabu (12/6/2024). Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Rohmat Mulyana, menyoroti peran penting ekosistem pendidikan dalam meningkatkan kualitas madrasah. Kemenag melayani lebih dari 10 juta siswa di 87.000 madrasah yang tersebar di seluruh nusantara. Rohmat menekankan, hubungan yang kuat dan kolaborasi antara para pemangku kepentingan lokal, termasuk mereka yang berasal dari sektor pendidikan Islam, mendukung Kemenag untuk menawarkan layanan pendidikan yang komprehensif, berkualitas tinggi, dan merata kepada siswa madrasah. “Saya sangat senang Inovasi kembali berkolaborasi dengan Kemenag dan memberikan penguatan kepada madrasah. Seperti diketahui sebanyak 95% madrasah adalah swasta dimana para gurunya sangat membutuhkan pelatihan dan pendampingan. Hadirnya INOVASI sangat membantu Kemenag dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah,” terang Rohmat. Kepala Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur Abu Khaer menyambut baik dengan adanya kerjasama dengan Inovasi yang memasuki masa fase 3. Di fase 2 kerjasama dengan INOVASI meliputi pengembangan kelas rangkap di wilayah terpencil di Kabupaten Probolinggo sebagai solusi mengatasi kekurangan guru di Kabupaten Probolinggo. “Praktik baik ini sudah kami rencanakan akan kami sebarluaskan ke wilayah-wilayah terpencil di Jawa Timur yang masih kekurangan guru. Selain itu bekerjasama dengan Inovasi di afse 3 kami juga berencana mengembangan pendidikan inklusif untuk semua anak, sehingga anak dengan kondisi apapun dapat mengenyam pendidikan yang bermutu,” jelasnya. Inovasi fase 3 akan memberikan dukungan dan pelatihan bagi para guru dan staf pendidikan di tingkat nasional dan provinsi, seperti di Jawa Timur, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. (har) Baca juga :

Read More

Rasulullah SAW Ketika Berkurban

Surabaya — 1miliarsantri.net : Memasuki bulan Dzulhijjah, banyak hikmah yang dapat dipetik. Selain berhaji, tak kalah penting keutamaan dalam berkurban. Rasulullah Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) menjadi teladan sekaligus tempat berkaca bagi umatnya dalam berkurban seperti yang telah diwariskan makna kurban oleh Nabi Ibrohim kholilullah. Di Mina, saat Haji Wada (perpisahan) Rasulullah SAW berkurban 100 unta. Setelah shalat Idul Adha, Nabi SAW menyembelih langsung 63 unta, sisanya dilanjutkan Ali bin Abitholib rodhiyallahuanhu (RA). Dari sini kita sadar, 14 abad lalu, Rasul SAW seorang “sultan”, istilah generasi Z saat ini menyebut ‘orang kaya’. Padahal, dalam banyak riwayat rumah Rasulullah SAW saat tinggal bersama istrinya Aisyah rodhiyallahuanha (RH) di pojokan Masjid Nabawi, Madinah, berukuran 3,5 meter (m) x 5 m x 2,5 m hanya beralaskan tanah dan pelepah daun kurma kasar, plus sedikit perabotan rumah seadanya. Dalam Siroh Nabawi, saat shalat malam di kamarnya, Nabi SAW harus menggeser sedikit kaki istrinya hanya untuk sujud, itu berarti saking sempit kamarnya. Kesederhanaan rumah tangga Rasul SAW ini membuat sahabatnya Umar bin Khotob RA menangis sejadi-jadinya. “Mengapa engkau (Umar) menangis?” tanya Rasul SAW. “Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini membekas pada tubuhmu. Engkau adalah Rasulullah SAW, Utusan Allah Subhanahu wata’ala (SWT). Kekayaanmu hanya seperti ini. sedangkan Kisra dan raja-rajanya hidup bergelimangan kemewahan,” jawab Umar RA, sahabat Nabi SAW kedua yang membela dan memperjuangkan kejayaan Islam pada masanya. Apakah engkau tidak rela jika kemewahan itu untuk mereka (raja-raja kala itu) di dunia, dan untuk kita (umat) di akhirat nanti?” terang Nabi SAW. (HR. Bukhori dan Muslim). Makna kurban sesungguhnya telah dipraktekkan Nabi Ibrohim kholilullah kepada anaknya Ismail ‘alaihissalam, dan telah diajarkan Rasul SAW, agar umatnya semata-mata untuk mendekatkan diri (taqorrub) kepada Allah SWT, dzat yang Maha Segalanya. Meski hidup sangat sederhana sekali, tapi Nabi Muhammad SAW mampu berkurban hingga 100 unta. Sesungguhnya, Nabi SAW seorang kaya. Dapat dihitung, menurut portal kemenag.go.id, bila satu unta untuk korban atau untuk disembelih berkisar Riyal Saudi (RS) 3.000 atau setara Rp 12 juta (1 RS = Rp 4.000) per unta, kalau berkurban 100 unta di bulan Dzulhijjah ini, Nabi Muhammad SAW telah berkurban setara Rp 3,6 miliar. Begitulah Nabi SAW, kekayaan yang melimpah dimiliki Rasul SAW digunakan untuk berbagi kepada manusia, bukan untuk disimpan atau didepositokan, apalagi seperti kebanyakan para “Sultan” zaman Now yang kerap mengumbar dan memamerkan hartanya di publik media sosial. (yat) Baca juga :

Read More

Pemerintah Saudi Tetapkan Wukuf dan Idul Adha

Mekah — 1miliarsantri.net : Badan Hisab (Da’iratul Ahillah) dan Rukyat Mahkamah Tinggi Kerajaan Arab Saudi (KSA) menyatakan, puncak haji yakni wukuf di Arofaj, jatuh pada 9 Dzulhijjah 1445 H atau bertepatan dengan hari Sabtu, 15 Juni 2024. Sementara Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Ahad, 16 Juni 2024. Penetapan puncak haji 9 Dzulhijjah 1445 H dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H didasarkan pada kalender Ummul Qura, penanggalan resmi KSA untuk menentukan pergantian bulan qamariyah/hijriyah. Penetapan puncak haji 9 Dzulhijjah 1445 H dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H tidak dapat dilepaskan dari penetapan awal bulan Dzulhijjah 1445 H Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA itu sendiri. Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Jumat, 7 Juni 2024. Penetapan 1 Dzulhijjah 1445 H didasarkan pada kalender Ummul Qura. Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA mengumumkan awal bulan Dzulhijjah 1445 H setelah melakukan sidang itsbat pada Kamis 29 Dzulqa’dah 1445 H (6/6/2024) sore waktu Arab Saudi (WAS). “Hari Jumat, 1 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 7 Juni ‘Haziran’ 2024 M, yaitu awal bulan Dzulhijjah. Wukuf di Arafah hari Sabtu, 9 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 15 Juni ‘Haziran’. Idul Adha yang diberkati jatuh pada Ahad setelahnya,” tulis putusan Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA terkait awal Dzulhijjah 1445 H. Mahkamah Tinggi KSA menetapkan awal Dzulhijjah berdasarkan aktivitas rukyatul hilal dan ketetapan badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA terkait awal bulan Dzulqa’dah 1445 H yang jatuh bertepatan dengan Kamis, 9 Mei 2024 sesuai dengan hasil aktivitas rukyatul hilal ketika itu. Berdasarkan kesaksian orang yang dapat dipercaya atas hilal Dzulhijjah 1445 H, Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA menyatakan bahwa 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Jumat, 7 Juni 2024. Berdasarkan kesaksian rukyatul hilal itu juga, Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA menyatakan wukuf jamaah haji pada 9 Dzulhijjah 1445 di Arafah jatuh bertepatan dengan hari Sabtu, 15 Juni 2024. Sedangkan Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan Ahad, 16 Juni 2024. Mahkamah Tinggi KSA mengakhiri maklumatnya dengan mendoakan otoritas Tanah Haram yang telah melayani para tamu Allah, dan mendoakan segenap umat Islam agar tetap di jalan yang diridhai-Nya. Mahkamah Tinggi KSA berdoa semoga Allah menerima amal saleh umat Islam dan mengampuni dosa mereka, memelihara keselamatan para jamaah haji, memudahkan pelaksanaan manasik haji, dan menerima ibadah haji jamaah. Sesungguhnya Dia maha dekat dan pengabul doa. Shalawat dan salam atas Nabi Muhammad saw, keluarga, dan sahabatnya. (drus) Baca juga :

Read More