Alquran Peringatkan Bahwa Istri dan Anak Bisa Menjadi Musuh dalam Selimut

Surabaya — 1miliarsantri.net : Alquran Surat At-Tagabun Ayat 14 dan 15 menjelaskan bahwa di antara para istri dan anak-anaknya ada yang menjadi seperti musuh bagi orang beriman. Apa maksud peringatan tersebut? Prof KH Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa menurut Ibnu Abbas ayat 14 dan 15 itu turun berkaitan dengan kasus sekian banyak penduduk Makkah yang ingin berhijrah tetapi dihalangi oleh istri dan anak-anak mereka. Kemudian setelah pada akhirnya mereka berhijrah, mereka menemukan rekan-rekan mereka yang telah terlebih dahulu berhijrah, telah memiliki pengetahuan yang memadai tentang Islam. Ketika itu mereka menyesal dan bermaksud menjatuhi hukuman terhadap istri dan anak-anak mereka yang menjadi penyebab ketertinggalan itu. Riwayat lain menyatakan bahwa ayat 14 itu turun di Madinah berkaitan dengan kasus Auf bin Malik al- Asyja’iy yang istri dan anak-anaknya selalu menangis jika Auf hendak ikut berperang (jihad). Istri dan anaknya melarangnya ikut jihad, khawatir mereka ditinggal mati oleh Auf. Menyadari hal itu, ia mengadu kepada Nabi Muhammad SAW dan turunlah ayat ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌمٌ “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (QS At-Tagabun ayat 14). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.” (QS At-Tagabun ayat 15) Dalam penjelasan Tafsir Ringkas Kementerian Agama, pada ayat tersebut orang-orang beriman diperingatkan tentang istri dan anak-anak mereka. “Wahai orang-orang yang beriman! Hendaknya kamu waspada. Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu dunia-akhirat.” Kadang-kadang istri dapat menjerumuskan suami dan anak-anak dapat mencelakakan bapaknya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dengan mengawasi dan menanamkan pendidikan agama kepada mereka, dan jika kamu memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan, dan kamu menyantuni mereka dengan sikap yang lembut, serta memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, maka sungguh, Allah Mahapengampun kepada hamba-hamba-Nya, Mahapenyayang kepada seluruh makhluk-Nya. Manusia harus menyadari dengan penuh keinsafan peringatan Allah pada ayat 15 ini. Sesungguhnya harta kamu yang sangat kamu cintai dan anak-anak kamu yang menjadi kebanggaan kamu hanyalah cobaan bagimu, apakah kamu mengelolanya dengan baik dan benar, serta mendidik mereka dengan agama yang lurus, dan di sisi Allah pahala yang besar bagi orang-orang beriman yang mengelola harta dengan baik dan mendidik anak-anak dengan benar. Ayat di atas dalam penjelasan Tafsir Tahlili Kementerian Agama, mengandung makna bahwa Allah SWT menjelaskan ada di antara istri-istri dan anak-anak yang menjadi musuh bagi suami dan ayahnya. Istri-istri dan anak-anak ada kalanya mencegah mereka (suami/ ayah) berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghalangi mereka beramal saleh yang berguna bagi akhirat mereka. Bahkan ada kalanya istri-istri dan anak-anak menjerumuskan suami atau ayahnya kepada perbuatan maksiat, perbuatan haram yang dilarang oleh agama. Karena rasa cinta dan sayang kepada istri dan anaknya, agar keduanya hidup mewah dan senang, seorang suami atau ayah tidak segan berbuat yang dilarang agama, seperti korupsi dan lainnya. Oleh karena itu, dia harus berhati-hati, dan sabar menghadapi anak istrinya. Mereka perlu dibimbing, tidak terlalu ditekan, sebaiknya dimaafkan dan tidak dimarahi, tetapi diampuni. Allah SWT sendiri pun Mahapengampun, lagi Mahapenyayang, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْ ۗ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۚ فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍ ۚ فَاِذَآ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ۗ وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ . . . . . . . Kesabaranmu lebih baik bagi kamu. Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang. (QS An-Nisā’ Ayat 25) Ayat 15 dari Surat At-Tagabun dalam penjelasan Tafsir Tahlili Kementerian Agama, Allah SWt menerangkan bahwa cinta terhadap harta dan anak adalah cobaan. Jika tidak berhati-hati, akan mendatangkan bencana. Tidak sedikit orang, karena cintanya yang berlebihan kepada harta dan anaknya, berani berbuat yang bukan-bukan dan melanggar ketentuan agama. Dalam ayat ini, harta didahulukan dari anak karena ujian dan bencana harta itu lebih besar. إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat ada cobaan dan sesungguhnya cobaan umatku (yang berat) ialah harta.” (Riwayat Imam Aḥmad, at-Tirmiżī, aṭ-Ṭabrānī, dan al-Ḥākim, dari Ka‘ab bin ‘Iyāḍ) Kalau manusia dapat menahan diri, tidak akan berlebihan cintanya kepada harta dan anaknya, jika cintanya kepada Allah SWT lebih besar daripada cintanya kepada yang lain, maka ia akan mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda. (yat) Baca juga :

Read More

Hizbullah Lakukan Serangan Terhadap Zionis Israel

Ankara — 1miliarsantri.net : Konfrontasi antara Hizbullah Lebanon dan zionis Israel semakin memuncak. Kedua belah pihak bersiap-siap untuk saling melakukan serangan. Menyikapi hal ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut menyarankan warga AS untuk menghindari perjalanan ke Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan dengan Israel. “Kami mengingatkan warga Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Lebanon. Lingkungan keamanan masih rumit dan dapat berubah dengan cepat,” kata pernyataan Kedubes Amerika Serikat di Beirut, Selasa (2/7/2024). Kedutaan Besar tersebut mengatakan bahwa warga Amerika tidak boleh melakukan perjalanan ke Lebanon selatan, daerah perbatasan dengan Suriah, dan pemukiman pengungsi di tengah kekhawatiran akan perang besar-besaran antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon. Pernyataan itu turut menambahkan pemerintah Lebanon tidak dapat menjamin perlindungan warga Amerika Serikat terhadap pecahnya kekerasan dan konflik bersenjata secara tiba-tiba. “Warga Amerika Serikat di Lebanon tidak boleh melakukan perjalanan ke Lebanon selatan, daerah perbatasan Lebanon-Suriah, atau pemukiman pengungsi,” tegasnya. Pada Rabu (26/6/2024) lalu, Jerman dan Belanda meminta warganya meninggalkan Lebanon di tengah kekhawatiran akan perang antara Hizbullah dan Israel. Kanada, Makedonia Utara, dan Kuwait sebelumnya telah menyampaikan seruan serupa. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (21/6/2024) menyampaikan keprihatinan “mendalam” atas peningkatan ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon, dan mengatakan bahwa dunia “tidak bisa membiarkan Lebanon menjadi seperti Gaza.” “Hari ini saya merasa terdorong untuk menyampaikan keprihatinan mendalam saya terhadap eskalasi antara Israel dan Hizbullah di sepanjang Garis Biru,” terang Guterres kepada wartawan di New York. Dia merujuk pada “eskalasi retorika perang dari kedua belah pihak seolah perang habis-habisan sudah di depan mata.” Sembari memperingatkan agar konflik regional di Timur Tengah jangan sampai meluas, Guterres mengatakan “Satu langkah gegabah, satu kesalahan perhitungan, bisa memicu bencana yang jauh melampaui batas, dan sejujurnya, tak terbayangkan.” “Mari kita perjelas: Rakyat di kawasan ini dan rakyat di seluruh dunia tidak bisa membiarkan Lebanon menjadi seperti Gaza,” sambungnya. Guterres menyoroti banyaknya orang yang kehilangan nyawa serta maupun yang mengungsi karena rumah dan mata pencaharian mereka hancur. Sekjen PBB juga menyinggung soal pasukan Israel yang menyerang beberapa kota di Lebanon selatan dengan ledakan hingga menyebabkan kebakaran hutan yang menyebar dan mengancam wilayah permukiman. “Bahan peledak yang belum meledak dan sisa-sisa perang berserakan di wilayah itu,” lanjutnya. Insiden semacam itu, ujarnya, “Menimbulkan ancaman tambahan bagi orang-orang di Israel dan Lebanon, dan bagi para personel PBB serta pekerja kemanusiaan.” Dia mendesak[pihak-pihak terkait untuk menerapkan secara penuh resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701, segera menghentikan pertikaian, serta terus melindungi warga sipil. “Anak-anak, jurnalis, dan pekerja medis tidak boleh menjadi sasaran,” tegasnya. Guterres menolak “solusi militer,” yang dia katakan “hanya akan menyebabkan lebih banyak penderitaan, lebih banyak kehancuran bagi masyarakat di Lebanon dan Israel, serta lebih banyak potensi bencana bagi kawasan.” “Sudah saatnya bersikap rasional dan masuk akal,” katanya, seraya mengingatkan bahwa pasukan perdamaian PBB di lapangan sedang berupaya meredam ketegangan dan membantu mencegah salah perhitungan. Guterres menekankan, “Penghentian permusuhan dan perkembangan upaya menuju gencatan senjata permanen adalah satu-satunya solusi yang bertahan lama.” Dia menegaskan dukungan penuh PBB pada upaya diplomasi untuk mengakhiri kekerasan, memulihkan stabilitas, dan mencegah penderitaan rakyat lebih lanjut. “Dan kami melakukannya sembari terus mendesak gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, pembebasan sandera segera dan tanpa syarat, serta upaya nyata untuk mencapai solusi dua negara,” imbuhnya Sementara itu di X, misi Iran untuk PBB memperingatkan Israel atas “keputusan yang tidak bijaksana” yang mendorong perang baru di kawasan tersebut. “Tidak diragukan lagi, perang ini akan berakhir dengan menyisakan satu pecundang, yaitu rezim Zionis,” tulis misi tersebut. Iran menyebutkan Hizbullah “memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dan Lebanon, mungkin waktu untuk menghancurkan diri sendiri dari rezim (Israel) yang tidak sah ini sudah tiba.” Situasi di perbatasan Israel-Lebanon semakin memburuk setelah dimulainya permusuhan antara Israel dan gerakan perlawanan pejuang Palestina Hamas pada Oktober 2023. Tentara Israel dan pejuang Hizbullah Lebanon, yang mendukung pihak Palestina dalam konflik dengan Israel, secara rutin saling baku tembak melintasi perbatasan. Sedangkan pada Selasa (18/6/2024), Israel mengatakan pihaknya menyetujui dan memvalidasi rencana operasional untuk serangan di Lebanon. Ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel di tengah serangan lintas batas antara Hizbullah dan pasukan Israel ketika Tel Aviv terus melancarkan serangan mematikannya di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 37.700 orang sejak Oktober menyusul serangan oleh kelompok Palestina Hamas. (opi) Baca juga :

Read More

Guru Besar UIN Walisongo Respons Deligitimasi Kiai NU Sebab Dekat Pemerintah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Syamsul Ma’arif mengatakan bahwa hubungan ulama dan umara atau pemimpin pemerintahan sudah terjalin kuat sejak lama. Menurut dia, akrabnya kaum ulama dengan unsur pemerintahan di Indonesia sudah dimulai dari masa perjuangan kemerdekaan. Kala itu, imbuhnya, para kiai ikut menyerukan santri-nya untuk ikut berjihad mengusir penjajah. “Hubungan ulama dan umara di Indonesia begitu kuat dan ini sudah berlangsung sejak lama. Hal ini bisa tergambar dari seruan Mbah Hasyim Asy’ari di masa perjuangan, yang berbunyi ‘hubbul wathan minal iman,’ artinya ‘cinta negara atau nasionalisme adalah bagian dari keimanan’,” ucap Syamsul dalam keterangan media di Jakarta, Senin (1/7/2024). Dia menyebut, kedekatan kedua pihak ini bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Oleh sebab itu, ulama yang memiliki kedekatan tertentu dengan pemerintah tidak bisa langsung dinilai sebagai kezaliman, terlebih jika menelisik akar historis simbiosis keduanya yang sudah tertanam sebelum Indonesia merdeka. Selain itu, dia menilai belum tentu hasil akhir dari kolaborasi ulama dan pemerintah menghasilkan kemudaratan bagi rakyat. Menurutnya, kolaborasi yang terjadi menghasilkan perundang-undangan dan tata kelola negara yang lebih komprehensif karena melibatkan ulama yang menjadi corong kepentingan masyarakat. Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah periode 2022-2025 ini pun menyebutkan, eksistensi Indonesia sebagai negara multikultural turut didukung oleh para kiai dan ulama yang mampu mengakomodasi berbagai golongan budaya dan kepercayaan. “Ulama moderat adalah kalangan yang lebih luwes dalam menyikapi perbedaan dan dinamika Indonesia sebagai suatu bangsa. Wajar jika kemudian dalam perkembangannya, mereka memiliki kedekatan tersendiri dengan pemerintah Indonesia. Ulama moderat tidak hanya bicara dalam koridor hukum agama semata, namun juga bisa menempatkan kaidah agama dalam bingkai kenegaraan Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut, mantan Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang itu menilai munculnya upaya delegitimasi terhadap ormas keagamaan belakangan ini biasa terjadi di negara demokrasi dan cukup ditanggapi dengan santai. “Terkait dengan adanya upaya delegitimasi ulama moderat, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama yang dianggap ‘cinta dunia’ karena kedekatannya dengan Pemerintah, kita cukup tanggapi dengan santai saja. Bisa jadi ungkapan itu keluar karena rasa cemburu pihak tertentu terhadap kerja sama yang baik antara ulama dan umara,” tuturnya. Dia berpendapat, ormas keagamaan yang dilirik pemerintah menempati posisi strategis bukan murni karena kedekatan personal semata, tetapi juga adanya kecakapan pribadi dan karakter yang dapat diandalkan. “Menurut saya, justru akan semakin baik jika pengelolaan sumber daya dan kepentingan negara diserahkan pada orang-orang yang memiliki ilmu agama yang mumpuni, daripada diserahkan ke orang yang kualitas agamanya dipertanyakan, atau bahkan tidak beragama,” imbuhnya. Walaupun demikian, Syamsul tidak menampik bahwa ilmu agama dan kedekatan dengan pemerintah tidak bisa dijadikan modal tunggal untuk mempromosikan diri seseorang, tanpa dibekali kemampuan pendukung lainnya. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak cepat menilai kapasitas seseorang atau kelompok tanpa mengetahui keseluruhan latar belakangnya. “Rakyat Indonesia jangan mudah termakan narasi yang bernuansa dikotomis dan memecah belah persatuan bangsa. Kepercayaan pemerintah Indonesia sebagai penyelenggara negara terhadap ulama Nusantara dalam pengelolaan hajat hidup orang banyak adalah bukti dari kontribusi nyata kalangan yang moderat dalam beragama. Peran ulama dan umara yang berkelindan justru dapat berfungsi sebagai pengingat serta kontrol sosial dan politik antara satu dengan lainnya,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Makam Mbah Moen Jadi Wisata Religi Jamaah Haji dan Umrah

Mekah — 1miliarsantri.net : Almaghfur KH Maimoen Zubair atau dikenal Mbah Moen wafat lima tahun lalu, pada 2019 di Kota Suci Makkah. Almarhum Mbah Moen dimakamkan di taman makam Ma’la, Makkah, yang tidak pernah sepi peziarah, terutama jamaah haji dan umrah asal Tanah Air. Makam almarhum Mbah Moen terletak di Blok 70, Nomor 151, empat makam dari tembok arah jalan raya. Jamaah haji dan umrah asal Indonesia meluangkan waktu untuk menziarahi makam mbah Moen. Mereka membaca tahlil dan doa di makam pengasuh Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Salah satu peziarah makam Mbah Moen bernama Alwi, jamaah haji dari Surabaya. Ia dan empat sahabatnya menziarahi makam Mbah Moen setelah sebelumnya berdoa di pusara istri Rasulullah, Sayyidah Khadijah, yang berada di taman pemakaman yang sama dengan Mbah Moen. “Saya (ziarah) ke makam Siti Khadijah radhiyallahu ‘anha dulu mas. Su’ul adab nanti,” ucap Alwi Senin (1/7/2024). Peziarah lainnya adalah Ustadz Mahbub Marzuki dari Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan. Ia dan rombongan jamaah haji tampak khusyuk membaca rangkaian tahlil dan doa di makam Mbah Moen. “Alhamdulillah bukan hanya musim haji, tapi juga setiap bawa jamaah umrah saya selalu agendakan ke sini, makam orang saleh, yang luar biasa ada Siti Khadijah ummahatul mukminin, Syekh Nawawi Albantani, Mbah Moen,” kata Ustadz Mahbub, yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Ia menambahkan bahwa ziarah kubur sudah menjadi tradisi bagi warga NU. Ziarah kubur sendiri pada dasarnya mubah. Tapi menziarahi makam orang-orang saleh dianjurkan, apalagi ke makam para ulama. ad Tahun 2024 merupakan tahun kelima kepergian Mbah Moen. Puncak haul Mbah Moen diperingati di aula Sekretariat Daker Makkah, Syisyah, Makkah, Kamis (13/6/2024) sore. Haul dihadiri putra Mbah Moen, para kiai, habaib, petugas haji 2024, dan jamaah haji pecinta Mbah Moen. Tampak hadir dalam haul kelima Mbah Moen tiga putra almarhum Gus Najih Maimoen, Gus Taj Yasin, dan Gus Idhror, serta Wamenag RI Saiful Rahmat Dasuki, Kepala Daker Makkah Ustadz Khalilurrahman, dan Habib Jindan. (drus) Baca juga :

Read More

Golongan Manusia yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sayyidatina Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anha adalah putri dari Abu Bakar Ash-Shiddiq sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan bahwa Sayyidatina Asma binti Abu Bakar menyampaikan sebuah hadits tentang orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Sayyidatina Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anha berkata bahwa mendengar baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pada hari kiamat, semua orang akan dikumpulkan di suatu tempat. Suara yang diumumkan oleh malaikat pasti akan terdengar oleh semua orang.” Malaikat mengumumkan, “Di mana orang yang selalu mengingat dan memuji Allah SWT dalam keadaan senang atau susah? Mendengar pengumuman itu, sekelompok manusia berdiri dan masuk surga tanpa hisab.” Kemudian, malaikat mengumumkan lagi, “Di mana orang yang sibuk beribadah pada malam hari dan mejauhkan diri dari tempat tidurnya? Sekelompok manusia bangun dan masuk surga tanpa hisab.” Malaikat mengumumkan lagi, “Di mana orang yang perdagangan dan jual belinya tidak melalaikannya dari mengingat Allah SWT? Kemudian sekelompok manusia bangun dan masuk surga tanpa hisab.” Kisah ini juga diriwayatkan dalam hadits lain dengan tambahan bahwa akan diumumkan, “Penduduk Mahsyar akan melihat siapakah orang yang mulia?” Kemudian akan diumumkan lagi, “Mereka adalah orang yang kesibukkan perdagangannya tidak menghalangi dia dari mengingat Allah SWT dan dari mendirikan sholat.” (dari Kitab Durrul Mantsur) Dilansir dari buku Fadhail Namaz yang disusun Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi Rahmatullah alaih dan diterjemahkan Tim Penerjemah Kitab Fadhilah Amal Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta, diterbitkan Pustaka Ramadhan. Berdasarkan hadits di atas, ada beberapa golongan manusia yang masuk surga tanpa hisab. Di antaranya golongan manusia yang selalu mengingat dan memuji Allah SWT dalam keadaan senang atau susah. Golongan manusia yang sibuk beribadah pada malam hari. Golongan manusia yang perdagangan dan jual belinya tidak melalaikannya dari mengingat Allah SWT. (yan) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Singapura Keluhkan Panasnya Cuaca di Tanah Suci

Singapura — 1miliarsantri.net : Warga Singapura yang menunaikan ibadah haji tahun ini harus berjuang melawan panas terik, cuaca kering, dan kerumunan massa yang super padat. Mereka yang kembali ke rumah pada Selasa (25/6/2024) setelah menyelesaikan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci mengingat suhu yang melebihi 50 derajat Celcius saat mereka melakukan ritual keagamaan di ruang terbuka. Ibadah haji tahunan, yang jatuh pada bulan Juni tahun ini, telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian dari 1,8 juta jamaah di seluruh dunia, menurut pihak berwenang Saudi. Suhu mencapai 51,8 derajat Celcius di Masjidil Haram di Mekah pekan lalu, menurut laporan media yang mengutip Pusat Meteorologi Nasional negara tersebut. Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan semua umat Islam yang memiliki kemampuan harus menyelesaikannya setidaknya satu kali. Karena tingginya permintaan, negara-negara diberi kuota jamaah untuk mencegah kepadatan yang berlebihan. Mirip dengan tahun 2023, Singapura mendapat alokasi 900 tempat tahun ini. Calon jamaah dapat memilih lebih dari 20 paket yang disetujui yang ditawarkan oleh delapan agen perjalanan resmi untuk perjalanan antara 3 Juni dan 7 Juli. Gelombang pertama jamaah Singapura yang menyelesaikan haji kembali pada hari Senin (24/6/2034). Menanggapi pertanyaan CNA (channel news asia), Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) mengatakan jamaah haji Singapura secara umum dalam kondisi kesehatan yang baik. Dua agen perjalanan yang dihubungi CNA memiliki sekitar 320 jamaah. Ada yang menderita batuk dan demam, namun tidak ada yang menderita penyakit serius. Para peziarah disarankan untuk menjaga diri mereka tetap terhidrasi dan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika suhu mencapai puncaknya sekitar tengah hari, kata MUIS dan agen perjalanan. Mereka juga diminta untuk tetap sehat dan bugar dalam persiapan perjalanan mereka beberapa minggu sebelumnya. Agen perjalanan juga telah melatih petugas medis untuk menemani rombongan mereka. Direktur Layanan & Perjalanan Noor Mohamad, Juyda Noor Mohamad, yang mendampingi rombongan turnya, mengatakan suhu rata-rata berkisar 43 hingga 47 derajat Celcius hampir setiap hari. Agensinya menangani lebih dari 100 jamaah berusia 30 hingga 77 tahun. Ada pula yang menderita batuk dan sakit tenggorokan. Agensi Halijah Travels mengatakan demam, infeksi saluran pernapasan atas, tumit pecah-pecah, dan lecet akibat berjalan adalah hal yang umum terjadi pada jamaah haji. “Kadang-kadang jamaah mengalami dehidrasi, jadi kami memberikan mereka rehidrasi jika diperlukan (melalui infus di fasilitas medis),” terang General Manager Haffidz Abdul Hamid. Dokter hewan Hasnul Ismail, yang masih menjalani ibadah haji, mengatakan kepada CNA bahwa dia berolahraga secara teratur dan mengontrol pola makannya di rumah, tetapi masih jatuh sakit dan diberi antibiotik minggu lalu. Dr Hasnul, yang dijadwalkan kembali pada 5 Juli, mengatakan cuacanya terasa lebih panas dibandingkan perjalanan sebelumnya pada tahun 2012 dan 2014. Alat penyiram air dan kabut air di luar masjid, serta ventilasi di area terlindung membantu mengatasi panas, tambah pria Singapura berusia 53 tahun yang menjalankan praktik dokter hewan di Malaysia. “Berkeliling mengelilingi Ka’bah di bawah terik matahari musim panas bisa menjadi sebuah tantangan,” kata Dr Hasnul, mengacu pada bangunan di tengah Masjidil Haram Mekkah yang dilingkari para peziarah. Tapi ada petugas yang berpatroli dan menyemprotkan air di sana-sini, warga Samaria yang Baik Hati juga melakukan hal yang sama atau hanya individu yang menuangkan atau menyemprot diri mereka sendiri dengan air.” Grup tur pertama Noor Mohamad Services & Travel kembali pada Selasa sore dan mereka disambut dengan pelukan dan air mata dari anggota keluarga dan teman di Bandara Changi. Salah satu yang kembali adalah Ibu Rugaiyah Alkhatib, yang telah menyelesaikan haji pertamanya. “Bagi saya, bagian tersulit dari ibadah haji adalah melaksanakan ibadah haji di tengah kerumunan hampir 2 juta jamaah dalam cuaca lebih dari 50 derajat Celcius,” ungkap pria berusia 29 tahun, yang merupakan petugas kesejahteraan sukarelawan untuk perjalanan tersebut. . Selama kursus persiapannya, Halijah Travels terus memberi tahu para peziarah tentang kemungkinan kondisinya. “Kami menginformasikan kepada mereka untuk mengurangi ekspektasi mereka… Diperkirakan akan terjadi kerumunan besar, kemacetan, dan panas ekstrem,” kata Haffidz, seraya menyebutkan bahwa wilayah seukuran Orchard Road dan Marina Bay dapat dipadati oleh 1,8 juta orang. Guru penitipan anak, Norhashikin, menganggap kerumunan itu sebagai tantangan selama ritual di mana para peziarah melempar kerikil untuk melambangkan rajam setan. “Yang lain dari negara lain, suka dorong satu sama lain, jadi kita harus (berdiri) kuat,” papar pria berusia 58 tahun yang tidak menyebutkan nama lengkapnya. Halijah Travels menangani 220 jamaah dengan usia rata-rata 55 hingga 65 tahun, dengan yang tertua adalah wanita berusia 83 tahun. Beberapa diantaranya memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya sehingga harus ditangani saat bepergian tetapi telah dinyatakan layak untuk bepergian, kata Mr Haffidz. Peziarah Muhammad Sofwat, 38, yang melakukan perjalanan bersama rombongan yang anggotanya berusia antara 50 hingga lebih dari 60 tahun, mengatakan bahwa mereka naik bus dan taksi untuk jarak jauh namun terkadang harus berjalan kaki jarak pendek sekitar 2 km. “Mereka mudah lelah. Bagi kami itu sangat singkat, tetapi bagi mereka, mereka pasti kelelahan,” beber petugas manajemen logistik sambil membagikan video yang menunjukkan beberapa jamaah didorong dengan kursi roda untuk beberapa bagian perjalanan. Namun perjalanan ini sulit bahkan bagi wisatawan muda seperti Rugaiyah, yang harus memastikan dirinya tetap terhidrasi sebelum dan sesudah setiap ritual, dan mengemas es instan saat cuaca sangat panas. “Menyelesaikan ritual ini, sambil memastikan bahwa kesejahteraan dan keselamatan jamaah kami dijaga dengan baik di setiap langkahnya, merupakan tantangan namun benar-benar merupakan pengalaman yang memuaskan,” pungkasnya. (tim) Baca juga :

Read More

Pasukan Zionis Israel Menghadapi Tekanan Kejiwaan Hingga Bunuh Diri

Gaza — 1miliarsantri.net : Lebih dari 250 hari sejak meletusnya agresi Israel terhadap Palestina di Gaza, tentara pendudukan Israel perlahan-lahan mengungkap masalah-masalah yang membunuh para tentaranya, serta faktor-faktor lain yang membatasi kemampuan mereka untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Dalam artikel bertajuk The Occupation Army Is Being Affected Seriously By Suicide, Low Morale And Mental Illness yang diterbitkan middleeasmonitor, kolumnis Aziz Mustafa berbicara tentang meningkatnya jumlah kasus bunuh diri, masalah psikologis yang serius, dan moral yang rendah. Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah masalah yang nyata. Tentara rupanya telah membuka penyelidikan terhadap fenomena bunuh diri di kalangan tentaranya, karena mereka tidak mampu mengatasinya secara memadai. Ini adalah gejala dari penyakit mental yang mempengaruhi semakin banyak tentara Israel, dan bukan hanya di antara jajaran lainnya. Setidaknya seorang letnan kolonel telah melakukan bunuh diri, mendorong kepala Pusat Studi Bunuh Diri dan Sakit Mental Lior Tsfaty, Profesor Yossi Levi-Belz, mengatakan bahwa masalah ini sangat mengejutkan karena mereka tidak terbiasa dengan hal itu selama pertempuran, meskipun itu termasuk mereka yang menderita PTSD, yang terbangun setiap pagi karena berbagai pemandangan, suara, dan perasaan bersalah. Tetapi pihak militer menolak untuk mempublikasikan nama-nama tentara dan perwira yang telah melakukan bunuh diri dan merahasiakannya. Namun demikian, kita tahu bahwa antara 1973 dan 2024, 1.227 tentara Israel melakukan bunuh diri berdasarkan catatan resmi, tetapi jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Beberapa pihak mengklaim bahwa tentara menutup-nutupi jumlah pastinya. Keinginan untuk berperang telah runtuh, meskipun kehancuran telah terjadi di Gaza. Tentara mulai goyah antara semangat militer yang memburuk dan keinginan untuk membelot. Dengan semakin banyaknya yang tidak mau bertugas di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Gaza, Israel menghadapi keruntuhan pasukan cadangannya dalam waktu dekat. Frustrasi dan kecemasan menyebar di antara para prajurit, yang menyebabkan hilangnya kesiapan tempur, moral yang rendah, serta rasa takut dan putus asa yang mendalam. Tentara Israel telah menemukan di Gaza bahwa meskipun mereka memiliki peralatan yang unggul dan pelatihan yang intensif, mereka telah menjadi sasaran empuk bagi para pejuang perlawanan. Jelas terlihat dari persentase tentara yang terbunuh dalam pertempuran bahwa kehidupan mereka di dalam tank telah menjadi neraka yang tak tertahankan. Perintah mereka termasuk tetap berada di dalam tank sepanjang waktu, dan mereka bahkan tidak boleh melihat keluar dari tank untuk berjaga-jaga jika ditembak oleh penembak jitu. Jangan tanya bagaimana mereka pergi ke toilet. Selain itu, tentara pendudukan kehilangan tingkat kepercayaan publik yang tinggi yang telah dinikmati selama beberapa dekade. Kepercayaan terhadap kepemimpinan tentara telah terkikis sejak perang dimulai di Gaza, turun secara signifikan dari 75 persen pada Maret menjadi 59 persen pada awal Mei, sementara 70 persen warga Israel tampaknya percaya bahwa Kepala Staf Jenderal Herzl Halevi harus mengundurkan diri karena kegagalan keamanannya pada tanggal 7 Oktober. Hal ini menjadi perhatian utama bagi tentara, yang menganggap tugas mempertahankan posisinya di hati warga Israel sebagai tugas resmi. Masalahnya belum terbantu dengan kegagalannya di Gaza, dan tentara yang kembali dari garis depan membuat komentar negatif, sehingga meningkatkan dampak kegagalannya pada citranya yang tadinya dipoles dengan baik. Semakin banyak warga Israel yang tidak lagi percaya bahwa “Pasukan Pertahanan Israel” adalah yang terkuat di wilayah tersebut. Sebaliknya, mereka kurang optimis dengan kemampuan pasukan, yang membuatnya sulit untuk meningkatkan moral di dalam barisan dan memenangkan perang Gaza. Para perwira senior sekarang takut akan hilangnya kredibilitas tentara. Yang lebih berbahaya lagi adalah bahwa mereka tidak lagi memiliki otoritas “moral” untuk mengirim tentara ke medan perang setelah kegagalan intelijen Oktober lalu. Krisis kepercayaan terhadap tentara pendudukan terlihat jelas, bukan pada suara-suara kritis di luar negeri, meskipun ada banyak, tetapi pada mereka yang berada di dalam institusi tersebut. Sekelompok perwira cadangan senior yang berpangkat brigadir jenderal ke atas menginginkan penyelidikan eksternal atas kegagalan perang di Gaza, karena mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada kesalahan-kesalahan yang sangat serius yang telah dilakukan, yang akibatnya negara pendudukan harus membayar mahal. Terkikisnya kekebalan militer dari kritik publik dalam beberapa bulan terakhir ini merupakan isu penting, karena hal itu mengubah hubungan yang sudah lama terjalin dengan masyarakat Israel yang lebih luas. Hingga beberapa tahun yang lalu, tentara merupakan “sapi suci” yang tidak akan dikritik atau dirusak oleh warga Israel dengan cara apa pun. Selama delapan bulan terakhir perang di Gaza, masalah psikologis telah meningkat secara signifikan di antara personel militer. Data menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi peningkatan jumlah yang mengkhawatirkan pada mereka yang menerima layanan psikologis. Sampai-sampai para pejabat dari divisi sumber daya manusia militer menyatakan bahwa “masalah psikologis” telah menjadi jalan keluar yang nyaman bagi warga untuk menghindari dinas militer. Perlu dicatat bahwa di antara gangguan-gangguan yang diderita para tentara Israel adalah kesepian dan keterasingan, keterpisahan paksa dengan sanak keluarga, kurang makan, minum dan tidur, dan tekanan yang luar biasa akibat ketidakmampuan mereka untuk memprediksi taktik-taktik gerilya, yang menyulitkan mereka untuk mengantisipasi waktu dan tempat penyerangan atau penyergapan berikutnya. Mereka juga menjadi terbebani oleh tekanan-tekanan tempur lainnya, sampai-sampai pertahanan psikologis mereka menjadi lemah, dan kemudian terjadi gangguan psikologis, bersamaan dengan insomnia, penarikan diri, kebingungan, paranoid, ketidakpercayaan, perasaan teraniaya, dan eskalasi masalah-masalah sosial dan psikologis yang meningkat secara eksponensial. Sementara perang Gaza telah membebankan biaya yang besar kepada Israel dalam hal korban jiwa dan cedera fisik, gangguan psikologis telah menyebabkan ribuan tentara mencari pengobatan. Karena stres pasca-trauma, orang-orang mulai hidup dalam keadaan terisolasi secara psikologis, dengan fenomena tangisan yang menyebar di antara para tentara. Banyak yang menggunakan jenis kekerasan yang paling parah untuk melampiaskan tekanan yang membuat mereka tertekan. (zul/AFP) Baca juga :

Read More

Jusuf Kalla Himbau Pengurus DMI Istiqomah Memakmurkan Masjid

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 dan 2014 – 2019, H.M Jusuf Kalla (JK) mengimbau pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) istikamah memakmurkan masjid. Bahkan masjid yang merupakan rumah Allah harus dijadikan energi meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. “Sekarang ada 800 ribu masjid di Indonesia, tersebar di banyak kawasan. Kalau semuanya digerakkan untuk memakmurkan masyarakat sekitar, maka ini akan menjadi inspirasi yang membangun negeri ini,” terang Ketua Umum DMI di Jakarta pada Minggu (30/6/2024). Jumlah tersebut jauh melampaui jumlah masjid di negara lain. Arab Saudi memiliki sekitar 200.000 hingga 300.000 masjid yang tersebar di seluruh negeri. Namun, di antara semua masjid tersebut, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah adalah dua tujuan utama wisata religi bagi umat Islam di seluruh dunia setiap saat. Mesir, dengan sejarah Islam yang panjang, memiliki sekitar 100.000 hingga 110.000 masjid. Negara Turki berada di urutan kelima dengan memiliki sekitar 80.000 hingga 85.000 masjid. Masjid-masjid di Turki sering kali menjadi titik fokus dalam arsitektur kota-kota besar seperti Istanbul, mencerminkan warisan kekayaan sejarah dan budaya Islam di negara ini. India memiliki sejarah peradaban Islam yang cukup panjang. Saat ini, India tercatat sebagai negara dengan Masjid terbanyak ketiga, memiliki sekitar 300.000 hingga 400.000 masjid. Berdasarkan data tersebut, jumlah masjid di Indonesia adalah terbanyak. JK mengatakan, dulu visi DMI sederhana, memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Sebab selama ini hanya berbicara memakmurkan masjid, tapi fungsi masjid itu hanya tempat ibadah. Padahal untuk lebih bermanfaat tentu harus memakmurkan jamaahnya juga. DMI mengemban amanah untuk melakukan hal tersebut. Terdiri dari 200 personel pengurus DMI dari berbagai profesi dan latar belakang, mereka dinilai cakap dan mampu menghidupkan dan meramaikan masjid untuk menjadi sentra pemberdayaan masyarakat sekitar. “Sebab siapapun yang hadir di sini, ada orang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah atau siapapun, doanya pasti ditutup Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar (wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka),” ungkap JK. Pada kesempatan yang sama, JK melantik pengurus DMI yang bertepatan dengan hari jadi organisasi tersebut ke-52. Di antara tokoh yang dilantik dalam kepengurusan tersebut adalah Menkominfo periode 2014-2019 Rudiantara sebagai wakil ketua umum, purnawirawan Polri Irjen Pol (pur) Mas Guntur Laupe yang juga menjabat wakil ketua umum, pengusaha Mohammad Arsjad Rasyid yang juga menjadi pengurus harian DMI, ahli wakaf dan filantropi Islam KH Anang Rikza Masyhadi, dan banyak lagi. Ketua Kerja Sama Antarlembaga dan Hubungan Luar Negeri DMI Anizar Masyhadi mengatakan, masjid merupakan permulaan simpul pembangunan, kebudayaan, bahkan peradaban. “Al-Azhar Mesir bermula dari masjid yang menjadi pusat ibadah dan pembelajaran. Lambat laun berkembang menjadi perguruan tinggi yang usianya kini sudah lebih dari seribu tahun,” ujar peraih gelar magister Universitas Suez Canal Mesir tersebut. Pihaknya mengimbau berbagai pihak bekerja sama menguatkan fungsi masjid di berbagai kawasan. Dimulai dari sentra ibadah, masjid dapat dikembangkan menjadi basis perkumpulan untuk membangun ide kreatif hingga kemudian menjadi tempat melestarikan berbagai kearifan. “Tentu ini harus kolaborasi, harus melibatkan berbagai profesi dengan segala potensi yang dimiliki. Insya Allah masjid di Indonesia akan terus menginspirasi pembangunan di masyarakat,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji Gelombang Dua Sudah Diberangkatkan ke Madinah

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji Indonesia gelombang 2 mulai didorong dari Makkah ke Madinah pada Rabu (26/6/2024) lalu. Sebanyak 6.950 jamaah haji Indonesia yang diberangkatkan. Mereka tergabung dalam 17 kelompok terbang (kloter). “Alhamdulillah Rabu lalu jamaah haji Indonesia gelombang kedua sudah diberangkatkan dari Kota Makkah menuju Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman saat diwawancaral di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Minggu (30/6/2024). Setelah melaksanakan ibadah di Madinah, baru mereka akan dipulangkan ke Tanah Air. Khalil pun mengimbau kepada jamaah yang akan berangkat ke Madinah untuk mematahi jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan oleh petugas haji di Makkah. “Jangan sampai jamaah masih melaksanakan ibadah sunnah ataupun ibadah yang lainnya di Masjidil Haram pada saat berangkatan,” harap Khalil. Sementara itu, salah satu jamaah yang diberangkatkan dari Hotel Yaqub Al Qoqandi I Makkah, Zulkifli mengaku merasa berat meninggalkan kota suci Makkah. Apalagi, ia harus menunggu 12 tahun lamanya untuk sampai ke Tanah Suci. “Sedih rasanya meninggalkan Makkah, entah kapan ke sini lagi,” ucap jamaah asal Batam itu. Zulkifli bersama jamaah lainnya tergabung dalam kloter 12 embarkasi BTH. Selama berada di Makkah hingga puncak haji, dia pun mengaku mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari para petugas haji. “Dari awal keberangkatan sampai di sini, saat puncak haji semua terlayani dengan baik,” ungkap Zulkifli. Sebagaimana diketahui, proses kepulangan jamaah haji Indonesia dari Makkah sudah dimulai sejak Jumat (21/6/2024) lalu. Mereka dipulangkan melalui King Abdulaziz International Airport di Jeddah maupun Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Rabu (26/6/2024) pagi, sebanyak 84 kloter sudah dipulangkan ke Tanah Air. Total jamaah haji reguler tercatat sebanyak 553 kloter. (drus) Baca juga :

Read More

Al Quran Isyaratkan Karakter Tentara Israel yang Penakut

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam artikel bertajuk The Occupation Army Is Being Affected Seriously By Suicide, Low Morale And Mental Illness yang diterbitkan middleeasmonitor, kolumnis Aziz Mustafa berbicara tentang meningkatnya jumlah kasus bunuh diri, masalah psikologis yang serius, dan moral yang rendah. Gangguan stres pascatrauma (PTSD) adalah masalah yang nyata. Tentara Israel rupanya telah membuka penyelidikan terhadap fenomena bunuh diri di kalangan tentaranya, karena mereka tidak mampu mengatasinya secara memadai. Ini adalah gejala dari penyakit mental yang mempengaruhi semakin banyak tentara Israel, dan bukan hanya di antara jajaran lainnya. Setidaknya seorang letnan kolonel telah melakukan bunuh diri, mendorong kepala Pusat Studi Bunuh Diri dan Sakit Mental Lior Tsfaty, Profesor Yossi Levi-Belz, mengatakan bahwa masalah ini sangat mengejutkan karena mereka tidak terbiasa dengan hal itu selama pertempuran, meskipun itu termasuk mereka yang menderita PTSD, yang terbangun setiap pagi karena berbagai pemandangan, suara, dan perasaan bersalah. Tetapi pihak militer menolak untuk mempublikasikan nama-nama tentara dan perwira yang telah melakukan bunuh diri dan merahasiakannya. Namun demikian, kita tahu bahwa antara 1973 dan 2024, 1.227 tentara Israel melakukan bunuh diri berdasarkan catatan resmi, tetapi jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Beberapa pihak mengklaim bahwa tentara menutup-nutupi jumlah pastinya. Keinginan untuk berperang telah runtuh, meskipun kehancuran telah terjadi di Gaza. Tentara mulai goyah antara semangat militer yang memburuk dan keinginan untuk membelot. Dengan semakin banyaknya yang tidak mau bertugas di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Gaza, Israel menghadapi keruntuhan pasukan cadangannya dalam waktu dekat. Terkait hal ini, Alquran telah memberikan isyarat tentang karakter kejiwaan mereka. Bani Israil yang menjadi akar dari bangsa Yahudi dalam kisahnya terkenal sebagai umat yang penakut. Alquran mengisahkan bahwa Bani Israil tidak mau memasuki wilayah Kana’an karena takut berperang sehingga mereka membangkang kepada Nabi Musa alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ Mereka berkata, “Wahai Musa, sesungguhnya kami sampai kapan pun tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Oleh karena itu, pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya kami tetap berada di sini saja.” (QS Al-Ma’idah Ayat 24) Maksud ayat di atas yaitu, sebagaimana dikutip Tafsir Ringkas Kementerian Agama, setelah orang-orang Yahudi menolak perintah dua utusan Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune. Kemudian orang-orang Yahudi berkata, “Wahai Musa! Meski engkau menyuruh kami untuk masuk ke Kana’an yang merupakan daerah orang Palestina, sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka, yaitu penduduknya yang merupakan orang-orang kuat lagi besar, masih ada di dalamnya. Karena itu, lebih baik pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan kemudian berperanglah kamu berdua untuk mengalahkan mereka. Sementara kalian berperang, biarlah kami tetap berada dan menanti di sini saja sambil menunggu hasil dari perjuanganmu.” Dalam ayat di atas dijelskan bahwa anjuran dua orang utusan Nabi Musa itu tidak dapat mempengaruhi kaumnya dan tidak mengubah semangat mereka. Oleh karena itu setelah anjuran itu, mereka mengulangi ucapan mereka kepada Nabi Musa bahwa mereka selamanya tidak akan masuk Kana’an selama kaum raksasa dan angkuh penduduk negeri itu masih berada di sana. Umat Nabi Musa menegaskan bahwa jika Nabi Musa tetap berkehendak akan memasuki tanah Kana’an, maka biar Nabi Musa sajalah bersama bantuan Tuhan yang akan memerangi kaum itu, sedangkan mereka tetap membangkang tidak mengikuti Nabi Musa memasuki Kana’an. Jawaban Bani Israil (Yahudi) kepada utusan Nabi Musa ini menunjukkan kedangkalan pikiran dan kekerdilan mereka. Memang mula-mula mereka telah menyembah Allah mengikuti Nabi Musa, kemudian mereka berusaha menyembah anak sapi mengikuti ajakan Samiri. Memang kaum Yahudi itu biasa membangkang terhadap Nabinya, malah kadang-kadang membunuhnya. Sementara itu, dalam Alquran, surat Ali Imran ayat 112, diceritakan bahwa kaum Yahudi dikenal sebagai kaum yang penakut, pesimis, tamak terhadap dunia, dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Allah SWT berfirman: ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ اَيْنَ مَا ثُقِفُوْٓا اِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ الْاَنْبِۢيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ “Kehinaan ditimpakan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka pasti mendapat murka dari Allah dan kesengsaraan ditimpakan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.” Terkait ayat tersebut, dalam Tafsir Tahlili Kemenag dijelaskan bahwa dengan kekafiran dan keingkaran para Ahli Kitab (Yahudi), serta tindak tanduk mereka yang keterlaluan memusuhi umat Islam dengan berbagai cara dan usaha, Allah SWT menimpakan kehinaan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali bila mereka tunduk dan patuh kepada peraturan dan hukum Allah dengan membayar jizyah, yaitu pajak untuk memperoleh jaminan keamanan (ḥabl min Allah) dan mereka memperoleh keamanan dari kaum Muslimin (habl min al-nas). Tetapi hal itu tidak dapat mereka laksanakan dalam pergaulan mereka dengan Nabi dan para sahabatnya di Madinah, bahkan mereka selalu menentang dan berusaha melemahkan posisi kaum Muslimin dan tetap memusuhi Islam. Karena itu mereka mendapat kemurkaan Allah SWT, ditimpa kehinaan dan terusir dari Madinah. Mereka ditimpa kehinaan menjadi kaum yang penakut. (yan) Baca juga :

Read More