Jumlah Jamaah Haji 2024 1,8 Juta, 63% dari Asia

Mekah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Arab Saudi merilis data jumlah jamaah haji tahun 1445 H/2024 M. General Authority for Statistics Arab Saudi menyebut total jamaah haji 1445 H/2024 M berjumlah lebih dari 1,8 juta orang. “Kami barusan mendapat rilis dari General Authority for Statistics atau semacam Badan Pusat Statistik Arab Saudi. Disebutkan bahwa tahun ini ada 1.833.164 jemaah haji, terdiri atas 221.854 jamaah asal Saudi atau domestik dan 1.611.310 dari luar Saudi,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Madinah dalam keterangan resmi, Rabu (3/7/2024). Menurut Hilman, Pemerintah Arab Saudi mengklasifikasikan asal jamaah haji dalam empat kawasan, yaitu: negara-negara Arab, Afrika, Asia, serta kelompok Eropa, Amerika, Amerika Latin, dan Australia. Ada 22,3% jamaah haji yang berasal dari negara-negara Arab, baik Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan lainnya. Sementara jamaah dari kawasan Afrika, jumlahnya mencapai 11,3%. Untuk negara-negara Eropa, Amerika, Amerika Latin dan Australia, prosentasenya 3,2%. “Terbesar dari kawasan Asia, mencapai 63,3%. Dari jumlah itu, Indonesia adalah negara pengirim jamaah haji terbesar, dengan kuota mencapai 241.000,” papar Hilman. Berdasarkan jenis kelamin, lanjut Hilman, mayoritas jamaah haji tahun ini adalah laki-laki. Komposisinya, 958.137 jemaah laki-laki (52%) dan 875.027 jamaah perempuan (48%). “Berdasarkan pintu kedatangan, jamaah hadir dari tiga arah. Pintu perbatasan darat sebanyak 60.251 jemaah. Pintu pelabuhan sebanyak 4.714. Pintu bandara sebanyak 1.546.345 jamaah,” sebut Hilman. Operasional ibadah haji sudah memasuki tahap pemulangan. Secara bertahap, jamaah haji Indonesia sudah diterbangkan dari Tanah Suci menuju Tanah Air sejak 22 Juni 2024. Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat lebih dari 66ribu jamaah haji Indonesia sudah mendarat di Tanah Air. Proses pemulangan jamaah haji Indonesia dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah akan berakhir pada 3 Juli 2024. Selanjutnya, proses kepulangan akan difokuskan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Tahap ini akan berlangsung dari 4 – 21 Juli 2024. (drus) Baca juga :

Read More

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas Kunjungi Pesantren NU

Surabaya — 1miliarsantri.net : Salah satu Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas mengunjungi Pesantren Al Amien, Kediri, Jawa Timur, asuhan Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar, Jumat (28/6/2024) lalu. “Datang ke Pesantren Al Amien. Tapi tidak diterima pemilik pondok,” kata Buya Anwar. “Sedang di pondok milik KH Anwar Abbas, eh maaf, milik KH Anwar Iskandar.” Tokoh asal Minang yang kerap viral ini memang suka bercanda. Hanya selang semenit, sang pengasuh pesantren terkaget menimpali. “Lho, saya lagi ke Jakarta, kok tidak kasih kabar?” kata Kiai Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI. Di beranda kediaman Kiai Anwar Iskandar, Buya Anwar Abbas didampingi Gus Reza Lirboyo –KH Reza Ahmad Zahid, cucu KH Mahrus Aly. “Saya mewakili Kiai Anwar Iskandar menyambut Buya Anwar Abbas,” ujar Gus Reza menimpali candaan Buya Anwar, bahwa sang pengasuh mungkin enggan menerimanya. “Alhamdulillah, satu hal (keliling pesantren) yang sudah lama saya idam-idamkan akhirnya terwujud,” kata Buya Anwar dalam kiriman video. Gus Reza mendampingi Buya Anwar keliling pesantren basis NU di Kediri. Tak sempat menyambut langsung tamu istimewanya, Kiai Anwar Iskandar menginstruksikan Gus Reza menjamu Buya Anwar Abbas di Restoran Wong Solo milik Kiai Anwar. Namun Buya Anwar menolak. “Saya tidak mau makan ditemani Gus Reza. Takut ditraktir,” Buya Anwar beralasan. Setelah keliling Kediri, Buya Anwar melanjutkan lawatan ke Tulungagung. Menjelang maghrib, Buya Anwar balik lagi ke Kediri, khusus untuk makan di restoran milik Kiai Anwar Iskandar, namun tanpa dampingan utusan sang pemilik rumah makan. Tiba di restoran pukul 18.00, “Saya lirik kiri kanan, alhamdulillah tidak ada yang kenal saya.” Buya Anwar pun pesan menu dan menikmati dengan nyaman dan lahap. Sampai nambah nasi. “Nasi tambahan pun habis,” kata Buya Anwar. Puas, Buya Anwar pun minta adik yang mendampinginya dari Jakarta untuk membayar. Ternyata, kasir sudah diperintah untuk tidak menerima uang Buya Anwar. “Saya bingung, bagaimana kasir tahu, yang makan itu saya? Adik saya bilang, mungkin perintah muncul lewat pantauan CCTV. Yang jelas, saya kalah lihai dari Pak Kiai (Anwar Iskandar). He he,” tulis Buya Anwar. Sabtu pagi-pagi esoknya, Buya Anwar sudah melaporkan, tengah berada Pesantren An-Nur, Malang, asuhan KH. Ahmad Fahrurrozi Burhan (Gus Fahrur), salah satu Ketua PBNU. Buya Anwar diantar mobil bertuliskan, “Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang” “Saya tidak bisa bertemu Gus Fahrur, karena beliau ada acara wisuda santri di Komplek Annur 1,” kata Buya Anwar. Namun tak lama kemudian, sudah terkirim foto Gus Fahrur menyambut Buya Anwar. Keduanya sering foto bersama selama di Makkah dan Madinah pada musim haji ini, karena Gus Fahrur salah satu anggota Amirul Haj. “Buya Anwar Abbas memang luar biasa, bisa menjadi uswah hasanah bagi yang muda-muda, semoga sehat selalu,” Kiai Anwar Iskandar mengapresiasi. Tokoh Al Irsyad, KH Abdullah Jaidi, yang juga Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi menambahkan, “Masya Allah, pagi-pagi Buya sudah keliling silaturahim, beliau mencontoh persahabatan dahulu tokoh Muhammadiyah dan NU sehingga umat saling guyub.” “Indah dan menyejukkan sekali,” komentar Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Internasional, tokoh Muhammadiyah, yang alumni Pesantren Persis Bangil. Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, memuji rihlah Buya Anwar Abbas sebagai tanda-tanda haji mabrur. “Orang baik di tempat yang baik, milik orang baik. Cahaya bercahaya, Buya. Silaturahim tiada henti, mabruk Buya,” ungkapnya. “Luar biasa. Tokoh Muhammadiyah masuk pesantren NU. Adem rasanya,” kata Rahmat Hidayat, Sekjen Dewan Masjid Indonesia, yang juga bendahara MUI. “Hamzah washal keormasan,” KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Ukhuwah. (har) Baca juga :

Read More

Ketika Rasulullah SAW Ditanya Kapan Hari Kiamat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Orang yang beriman dan berislam pasti meyakini akan datangnya hari kiamat. Hal itu juga mengisyaratkan, semua Muslim mempercayai bahwa alam semesta hanyalah sementara dan kelak akan menemui kehancuran total. Ini tidak berarti pesimisme, melainkan pengakuan bahwa Zat Yang Maha-kekal hanyalah Allah SWT. Acap kali, olok-olok diberikan oleh mereka yang menolak percaya akan kedatangan hari kiamat. Pada masa Rasulullah SAW pun, banyak kaum musyrik yang mengajukan pertanyaan, kapankah kiamat terjadi. Rasulullah SAW diajari Allah SWT untuk memberikan jawaban yang sangat bijaksana. Hal ini dijelaskan dalam Alquran surah al-A’raf ayat ke-187. Artinya, “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, ‘Kapan terjadi?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” Ayat tersebut turun di Makkah berkaitan dengan perangai orang-orang musyrikin Quraisy yang menanyakan waktu terjadinya hari kiamat. Inilah pula yang membedakan penduduk kafir Makkah dan Yastrib (Madinah). Di Makkah, tidak ada kaum ahli kitab–semisal kalangan Yahudi–yang memberitahukan dan mengajarkan penduduk setempat tentang nubuat kerasulan, hari kebangkitan, serta surga dan neraka. Adapun di Madinah, orang-orang Arab setempat sudah biasa bergaul dengan bangsa Yahudi. Mereka memiliki pengertian tentang kenabian dan hari kiamat. Jadi, ketika orang-orang Quraisy menanyakan tentang hari kiamat itu didorong anggapan mereka bahwa kiamat tidak mungkin terjadi. Mereka ingin menuding bahwa Rasulullah SAW hanyalah penyebar berita bohong. Allah menggambarkan pikiran mereka yang picik dengan firman-Nya. يَسۡتَعۡجِلُ بِهَا الَّذِيۡنَ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ بِهَا‌ ۚ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مُشۡفِقُوۡنَ مِنۡهَا ۙ وَيَعۡلَمُوۡنَ اَنَّهَا الۡحَقُّ ‌ ؕ اَلَاۤ اِنَّ الَّذِيۡنَ يُمَارُوۡنَ فِى السَّاعَةِ لَفِىۡ ضَلٰلٍۢ بَعِيۡدٍ “Orang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh” (QS asy-Syura: 18). Ini tak berarti bahwa tiada orang beriman yang pernah bertanya langsung kepada Rasulullah SAW ihwal kapan kiamat terjadi. Pernah suatu ketika, Rasulullah SAW berceramah di hadapan jamaah. Beliau menjelaskan tentang tanda-tanda kiamat dan hal-hal lain agar umat waspada. Di antara para pendengar, terdapat seorang Arab badui. Karena pikirannya yang lugu, ia pun mendengarkan ceramah Nabi SAW itu dengan heran. “Mengapa Rasulullah SAW terus menerangkan perihal tanda-tanda kiamat, tetapi tidak tentang kapan terjadinya?” Akhirnya, Arab badui ini memberanikan diri untuk bertanya ketika Nabi SAW sedang berceramah. “Ya Rasulullah! Kapankah hari kiamat itu terjadi?” Nabi SAW tidak langsung menanggapinya. Maka si Badui terus bertanya, sampai tiga kali berturut-turut. Akhirnya, Rasulullah SAW merespons. “Siapa tadi yang bertanya tentang kapan hari kiamat terjadi?” “Saya, ya Rasulullah,” jawab Arab Badui ini. “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya (hari kiamat)?” tanya Rasulullah SAW kemudian. Setelah terdiam sejenak, lelaki itu pun menjawab, “Saya mungkin tidak punya banyak amalan shalat dan sedekah. Namun, yang sudah saya persiapkan adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah SAW kemudian berkata: أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ “Kalau begitu, engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” Bukan hanya Arab Badui itu, seluruh jamaah tersenyum senang mendengar jawaban Nabi SAW. (yan) Baca juga :

Read More

Orang yang Mengaku imam Mahdi tak Terhitung Jumlahnya

Jakarta — 1mikiarsantri.net : Kemunculan Imam Mahdi merupakan nubat dari Rasulullah SAW yang telah menekankan kepastian kedatangannya kepada para sahabat dalam banyak hadits. Dalam teks keagamaan disebutkan bahwa al-Mahdi adalah pemimpin masa depan bagi orang yang beriman, dan mereka hendaklah menyambut dan bersiap menyongsong kedatangannya. Al-Mahdi datang untuk membasmi kejahatan dan menebar perdamaian di seluruh dunia. Di akhir zaman, penganut tiga agama samawi menenantikan juru selamat mereka. Kaum muslim menanti al-Mahdi dan Isa, kaum Nasrani menanti Isa, sementara kaum Yahudi menunggu juru selamat mereka. Lalu sejak kapan harapan akan munculnya harapan dan sosok yang diklaim sebagai Imam Mahdi itu muncul? Menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, begitu banyak pengklaim Imam Mahdi dalam sejarah peradaban Islam. Guru Besar Studi Islam pada Universitas Universitas Georgetown, Amerika Serikat (AS) itu mengungkapkan, istilah Imam Mahdi dikembangkan oleh kalangan Syiah untuk menjuluki Muhammad Ibnu Hanafiyah. Putra Khalifah Ali yang mengorganisasikan sebuah revolusi pada 685 M itu sangat dihormati oleh pengikut Syiah. Muhammad Ibnu Hanafiyah, kata Esposito,dipandang sebagai ‘’orang yang mendapat petunjuk’’, tidak dianggap mati, tetapi diyakni tersembunyi. “Dia diyakni memiliki pengetahuan esoteris yang diperlukan untuk membebaskan para pengikutnya dari penindasan dan untuk menegakkan masyarakat yang adil,’’ papar Esposito. Kaum Syiah juga menganggap Muhammad bin Hasan Al-Askari – Imam ke-12 – yang gaib pada tahun 878 M, dianggap sebagai Imam Mahdi. Dalam perkembangan sejarah Islam, sosok yang mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi tak terhitung jumlahnya. Pada setiap abad, selalu ada saja tokoh yang memiliki pengikut yang banyak sebagai seorang Imam Mahdi. Pada abad ke-10 M, misalnya, Khalifah Dinasti Fatimiyah yang pertama, Muhammad Ubaid Allah (wafat 934 M) mengaku sebagai Imam Mahdi. “Dengan menampakkan diri di Jabal Massa yang terletak di wilayah Maghribi (Afrika Utara), dia mengaku sebagai keturunan dari anak perempuan Nabi SAW, Fatimah, dan sebagai saudara laki-laki dari Imam ke-12 yang tersembunyi,’’ ungkap Esposito. Pada abad ke-12 M, pendiri gerakan reformasi Al-Muwahhidun, Muhammad Ibnu Tumart (wafat 1130 M), juga mengaku sebagai Imam Mahdi yang berasal dari keturunan Khalifah Ali. Memasuki abad ke-15, berbagai kelompok Islam mulai menghidupkan kembali harapan mereka akan masa depan yang lebih baik. Di kota suci Makkah dan Madinah, papar Esposito, sejumlah ulama menulis pendapat mereka untuk mempertegas keyakinan umum akan kemunculan seorang mujaddid (pembaru) pada abad peralihan. Bahkan, seorang ahli fikih Sunni terkemuka, Ibnu Al-Hajar Al-Maliki, menyatakan Imam Mahdi akan muncul pada milenium itu. Menurut Ibnu Al-Hajar, Imam Mahdi itu berasal dari keturunan Fatimah, putri Nabi. Namanya akan sama dengan nama Nabi, serta orangtuanya sesuai dengan nama orangtua Nabi. Pada abad ke-15 M, di anak Benua India juga bermunculan tokoh yang mengaku sebagai Mahdi. Pada 1495 M, seorang tokoh bernama Sayyid Muhammad dari Jaunpur mengaku sebagai Imam Mahdi. Uniknya, ia mengaku sebagai Imam Mahdi saat berada di Makkah, sembari melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah. Saat kembali ke India, di Masjid Utama Taj khan Salar di Ahmebad, Sayyid Muhammad kembali mengumumkan klaimnya sebagai Imam Mahdi. Untuk memperkuat pengakuannya sebagai Mahdi, disebutkan pula bahwa nama kedua orangtuanya adalah Abdullah dan Aminah. Esposito mencatat, datangnya abad ke-13 Hijriah (1785-1883) sempat memunculkan harapan besar dari kaum Muslim akan datangnya Imam Mahdi. Pada zaman itu, paling tidak ada tiga orang pemimpin gerakan reformasi di Afrika Barat yang mengaku sebagai Mahdi untuk memperkuat jihad yang mereka lakukan. Ketiganya adalah Syeik Usuman Dan Fodio dari Sakoto, Syekh Ahmadu Bari dari masina, dan Al-Hajj Umar Tal dari Kerajaan Tukolor. Harapan akan datangnya Imam Mahdi dari Timur, kata Esposito, sempat menarik gelombang imigran Afrika Barat sampai ke Nil. Pada abad ke-19, lalu muncullah seorang yang mengaku Imam Mahdi di Sudan, bernama Mahdi Muhammad Ahmad dari Sudan. Di Mesir juga sempat muncul beberapa tokoh yang mengaku sebagai Imam Mahdi. Para tokoh yang mengaku sebagai Mahdi itu menjadi pemimpin pemberontakan rakyat melawan penjajah Prancis. Bahkan, menjelang akhir abad ke-19 M, revolusi Mahdi melawan penjajah Eropa merebak di berbagai negara berpenduduk Islam, seperti India, Aljazair, Senegal, Ghana, dan Nigeria. (jeha) Baca juga :

Read More

Zionis Buang Limbah ke Aliran Mata Air untuk Warga Palestina

Yerikho — 1miliarsantri.net : Pemerintah zionis Israel pada Selasa (2/7/2024) membuang limbah ke aliran mata air atau Wadi Al-Auja, di utara kota Yerikho. Pembuangan limbah tersebut membuat warga Palestina tidak bisa mendapatkan air minum yang layak. Pemerintah penjajah itu membuang limbah ke aliran Wadi Al-Auja, dengan tujuan mencemarinya sehingga membuat warga Palestina tidak dapat menggunakannya atau berjalan-jalan di sekitar aliran air tersebut, menurut pengawas umum organisasi Al-Baidar yang membela hak-hak suku Arab Badui, Hassan Mlihat. Milhat menambahkan bahwa polisi pendudukan pada Selasa juga mengeluarkan tiket bagi pengemudi traktor pertanian dari masyarakat Arab Badui di wilayah sekitar, yang datang untuk mengambil air dengan mengisi tangki mereka untuk keperluan minum serta memberi minum ternak mereka. Dia mengatakan bahwa membuang sampah dan membuangnya ke mata air merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka pendek dan panjang, serta bahaya lingkungan yang akan terjadi. Mlihat menegaskan, tindakan tersebut melanggar hukum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan hukum humaniter internasional. (der) Baca juga :

Read More

Wapres Ajak Santri Belajar Kesuksesan Mesir dari Produk Kopi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengajak para santri pondok pesantren (ponpes) untuk belajar dari kesuksesan Mesir dalam mengekspor produk kopi rempah ke berbagai negara. Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau produk unggulan UMKM pesantren di Pondok Pesantren Salaf Al-Quran (PPSQ) Asy-Syadzili 1 Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya, Wapres menyoroti stan dari Ponpes Bahrul Magfiroh yang memamerkan produk kopi rempah. Ia membandingkan dengan kopi rempah dari Mesir yang sukses menembus pasar Eropa dan Amerika. “Pasarnya sudah ke mana? Mesir itu, itu kopi yang sudah diolah dengan rempah. Kopi Mesir di Eropa dan Amerika tetapi Mesir tidak punya kopi, tidak punya rempah. Kopinya dari sini (Indonesia). Dia (Mesir) hanya mengolah saja tetapi keluarnya jadi kopinya Mesir,” ucap Wapres dikutip dari keterangan Biro Pers Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta, Rabu (3/7/2024). Oleh karena itu, Wapres pun menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan produk untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. “Coba kalian berinovasi, cari itu, kopi Mesir, rasanya seperti apa, buat, tandingi. Kalau bisa lebih bagus. Bisa menguasai Eropa dan Amerika,” ujar Wapres. Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi terhadap berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh pondok pesantren dan SMK mulai dari olahan makanan, produk pertanian hingga teknologi. Ia mengharapkan para santri terus mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk memajukan produk-produk lokal. Selain produk kopi rempah dari Ponpes Bahrul Maghfiroh, produk-produk lain yang dipamerkan di antaranya aneka olahan amplang ikan dan sale pingsang dari Ponpes Babussalam; olahan keripik pisang, keripik singkong, dan keripik talas dari SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo; dan layanan produk e-Money untuk internal santri dan wali murid pesantren dari Ponpes Sidogiri serta produk-produk lainnya seperti keju, pupuk hingga sepatu. Acara peninjauan tersebut merupakan bagian dari peresmian Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS) Asy-Syadzili, Graha Manarul Qur’an (GMQ), Gedung SMK NU Sunan Ampel serta pembukaan Halaqoh Ponpes se-Provinsi Jatim. Melalui peninjauan itu, Wapres ingin memastikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar global. (mcy) Baca juga :

Read More

Sebanyak 66.611 Jamaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Mekah — 1miliarsantri.net : Fase pemulangan jamaah haji Indonesia hingga tanggal 30 Juni 2024 pukul 21.00 WAS. Jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 66.611 orang tergabung dalam 169 kelompok terbang. Jamaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 06.44 wib berjumlah 336 orang. Jamaah yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 1.525 orang tergabung dalam 4 kloter. Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kualitas makanan jamaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melalui tim Sanitasi dan Food Security Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan. “Tim ini berupaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Inspeksi yang dilaksanakan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah,” terang Widi. Widi menambahkan, tim Sanitasi dan Food Security memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, pos kesehatan sektor, dan pos kesehatan satelit. IKL yang dilaksanakan, tutur Widi, berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap aspek lingkungan katering dan pemondokan jamaah haji. Untuk menjamin keamanan makanan para jemaah sebelum dikonsumsi, dilakukan pemeriksaan sampel makanan secara organoleptik. “Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan. Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jamaah haji. Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia, yang dikirimkan oleh katering ke KKHI pada setiap waktu makan (pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan),” sambungnya. Untuk kegiatan sanitasi, ia menjelaskan, tim melaksanakan kegiatan sanitasi melalui inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan di KKHI, katering, dan hotel/pemondokan jamaah. Di KKHI, menurutnya, inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan fokus pada pengelolaan limbah medis dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dan pemantauan limbah medis hingga pos kesehatan sektor dan pos kesehatan satelit. “Di katering, tim juga melakukan IKL terhadap dapur katering penyedia makanan jamaah haji pada tahun ini. IKL dilakukan terhadap 57 dapur katering penyedia makanan jamaah haji,” ujarnya. Sasaran lainnya dari kegiatan IKL, kata dia, adalah 169 hotel/pemondokan jemaah haji. IKL terhadap hotel/pemondokan dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungannya sesuai dengan standar yang berlaku. “Setiap hari, tim Sanitasi dan Food Security memperbarui informasi cuaca harian yang meliputi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Pembaharuan informasi dalam bentuk infografis yang disebarluaskan melalui media komunikasi grup Whatsapp Daker Kesehatan, PPIH Arab Saudi serta semua yang terkait,” imbuhnya. PPIH, terang Widi, kembali mengingatkan jamaah haji untuk mempertimbangan kapasitas koper bagasi dan tas tentengan yang akan dibawa ke pesawat dengan tidak membeli oleh-oleh atau belanja berlebihan. “Jamaah dapat mengirim oleh-olehnya melalui jasa ekspedisi atau dapat membeli di Tanah Air. Selama di Kota Madinah, PPIH juga mengimbau jemaah untuk mengindahkan ketentun-ketentuan dan larangan yang berlaku selama berada di Kota Madinah khususnya di area Masjid Nabawi,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More

Bapak Para Nabi ini Berbohong di Hadapan Penguasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap orang beriman diharuskan berkata jujur. Sebab perkataan demikian adalah wasilah menuju ketakwaan. Namun ini ada orang shaleh, bahkan bukan cuma shaleh, ini nabi sekaligus rasulullah yang terpaksa tidak berkata jujur. Nabi satu ini harus berbohong demi kemaslahatan tertentu. Siapa dia? Dia adalah Khalilullah (el-khalil) Nabi Ibrahim Alaihissalam. Nabi yang sejak kecil sudah dibersamai Allah sehingga tumbuh menjadi insan pemberani menghadapi raja Namrud (Nimrod). Kisah dia berbohong terjadi beberapa kali. Pertama adalah saat dia menghancurkan berhala-berhala yang disembar banyak orang. Kemudian menyisakan satu berhala yang paling besar. Ketika orang-orang bertanya kepada Ibrahim siapa yang menghancurkan berhala – berhala itu, dia menjawab, bahwa yang menghancurkan mereka adalah berhala yang besar. Penguasa Namrud murka mendengar jawaban itu. Dia menghukum Ibrahim dengan membakarnya. Tapi karena ibrahim ditemani Allah, maka sang nabi yang seharusnya merasakan panas dan terbakar hancur, malah justru merasakan dingin dan ketenangan saat nyala api menjilati tubuhnya. Bohong yang kedua adalah saat berjalan bersama istri tercinta Sarah. Wanita satu ini dikenal berparas cantik. Kecantikannya membuat orang-orang di sekitarnya hormat kepada wanita tersebut. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa pria yang tertampan adalah Nabi Yusuf. Sedangkan wanita tercantik adalah Sarah, istri Ibrahim. Nah, suatu ketika, Sarah bersama Ibrahim datang ke sebuah daerah. Penguasa di sana masyhur sebagai pria yang gemar menyetubuhi wanita cantik. Bila si penguasa mengetahui ada perempuan cantik sudah bersuami, maka dia akan membunuh si suami dan mempersunting si wanita tersebut. Saat Ibrahim bersama Sarah tiba di daerah tersebut, informasi menyebar ke banyak orang. Penduduk di sana mengagumi paras cantik Sarah. Bahkan info itu sampai ke telinga si penguasa. Itu sultan langsung bernafsu hendak menemui Sarah dan mempersuntingnya. Lalu datanglah pasukan pengawal menjemput Sarah dan Ibrahim. Keduanya dihadapkan kepada si sultan. Si pemegang tahta bertanya kepada Ibrahim, “Siapa engkau?” kemudian Ibrahim tidak menyebut dirinya sebagai suami Sarah. Dia malah menjawab, “Saya saudara Sarah.” Karena dusta itu, Ibrahim selamat dari ancaman si penguasa zalim. Ibrahim diminta keluar dan Sarah tetap bersama si sultan. Ibrahim berdoa agar Allah melindungi Sarah. Sarah juga berdoa yang sama. Sementara si Sultan hendak menjamah Sarah, tapi tidak pernah berhasil. Tubuhnya mendadak gemetar dan membeku ketika hendak berbuat jahat terhadap Sarah. Si Sultan ketakutan, sampai akhirnya menganggap Sarah adalah wanita hebat. Akhirnya, keduanya dibebaskan. Selamatlah Ibrahim dan Sarah dari kezaliman penguasa. (yan) Baca juga :

Read More

Al-Faqih al-Muqaddam Dikenal Sebagai Leluhur Habaib

Jakarta — 1miliarsantri.net : Salah seorang leluhur para habaib yang mulia adalah Muhammad bin Ali Ba’alawi (574 H / 1178 M – 653 H/ 1256 M) atau yang dikenal dengan julukannya ‘si ahli fikih utama zahir dan batin’ atau al-faqih al-muqaddam. Dialah yang kelak menurunkan banyak alim dan waliyullah dengan berbagai marga, seperti Assegaf, Basyaiban al-Husaini, bin Syihabudin (Shihab/Shahab) Alaydrus, al-Attas, al-Kherid, Baharun, bin Syekh Abubakar, dan banyak lagi. Ada sebuah kisah menarik tentangnya. Suatu ketika dia berjalan ke arah pantai mendekati jilatan air di sana. Dari kejauhan, seorang anaknya mengikuti si ayah untuk mengetahui apa yang akan dilakukan. Ketika al-Faqih al-Muqaddam sampai di tepi lautan, dia mengumandangkan laa ilaaha illa Allah. kemudian semua makhluk yang ada di sekitarnya ikut berdzikir kalimat tahlil tersebut. Kisah ini begitu masyhur di kalangan ulama pegiat tarekat. Ini merupakan kisah yang menggugah kesadaran pelaku spiritualisme untuk memperbanyak dzikir mengingat Allah. Semasa hidupnya, al-Faqih al-Muqaddam dikabarkan mampu melihat masa depan keturunannya. Dia melihat anak, cucu, cicit, dan sesudahnya, akan banyak menghadapi rintangan dakwah. Ada yang menzalimi mereka, menghalangi dakwahnya, dan lain sebagainya. Berdasarkan penyingkapan tabir penglihatan batin tersebut, dia memohon tiga hal kepada Allah, sebagaimana ditulis oleh mantan Ketua Umum Rabithah Alawiyah sekaligus pernah menjabat mustasyar PBNU Habib Zen bin Umar bin Smith dalam bukunya Rangkaian Mutiara 99 Tokoh Ulama Dzuriyat Rasulullah dari Masa ke Masa. Doa tersebut adalah sebagai berikut:Pertama, agar anak, cucu, cicit, dan keturunan setelahnya senantiasa tawadhu’, rendah hati, sehingga perangai dan kepribadian mereka sama dengan akhlak orang-orang yang miskin. Maksud doa ini adalah agar anak cucunya terhindar dari sifat takabur dan menjauhkan diri dari kekerasan, dan menggantinya dengan akhlak sebagai bagian dari dakwah yang disebarkannya. Kedua, agar mereka terselamatkan dari segala kezaliman penguasa yang akan menyusahkan hidup dan gerak dakwah mereka. Al-Faqih al-Muqaddam bedoa kepada Allah agar selalu memudahkan mereka berdakwah menyampaikan pesan takwa kepada banyak orang, sehingga mereka menjadi orang beriman yang selalu berpegang teguh pada Alquran dan sunnah Nabi Muhammad. Ketiga, memohon kepada Allah agar menjelang wafat, mereka selalu dilindungi oleh Allah dari godaan dunia yang bisa merusak agamanya, selalu dalam keimanan, dan husnul khatimah. (jeha) Baca juga :

Read More

Israel Ancam dan Serang Lebanon

Lebanon — 1miliarsantri.net : Lebanon dalam keadaan perang akibat ancaman dan serangan dari israel. Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan, ancaman dari Israel membuat Lebanon menghadapi perang psikologi. “Pertanyaan semua orang adalah ‘apakah itu perang?’ Ya, kita dalam keadaan perang. Akibat serangan Israel, ada banyak korban tewas dari pihak sipil dan non sipil dan desa-desa yang hancur,” ungkap Mikati seperti dinukil dari Sputnik, Selasa (02/4/2024). Pada 18 Juni, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan pihaknya telah menyetujui rencana operasional serangan di Lebanon. Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz kemudian mengatakan bahwa Israel “sedikit lagi” memutuskan untuk “mengubah aturan” terhadap Hizbullah dan Lebanon, mengancam akan menghancurkan gerakan tersebut “dalam perang habis-habisan” dan “memukul keras” Lebanon. Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan gerakan tersebut dapat menyerang Israel utara jika konfrontasi semakin meningkat. Situasi di perbatasan Israel-Lebanon memburuk setelah dimulainya serangan militer Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023. IDF dan pasukan Hizbullah saling baku tembak di kawasan sepanjang perbatasan setiap hari. Kementerian Luar Negeri Lebanon mengatakan sekitar 100.000 orang harus meninggalkan rumah-rumah mereka di wilayah perbatasan, sementara Kemenlu Israel mengatakan sebanyak 80.000 warganya harus melakukan hal yang sama. (yyt) Baca juga :

Read More