Lebih dari 1 Juta Orang Kunjungi Percetakan Al-Qur’an Terbesar di Dunia Selama 1445 H

Madinah — 1miliarsantri.net : Lebih dari satu juta orang mengunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd yang Mulia di Madinah. Saudi Press Agency melaporkan, sebanyak 1.019.494 pengunjung dari berbagai negara, termasuk jamaah haji dan umrah serta wisatawan mengunjungi kompleks tersebut antara 19 Juli 2023 hingga 6 Juli 2024. Pengunjung mempelajari berbagai tahapan pencetakan Al-Qur’an di kompleks yang menghasilkan 20 juta eksemplar setiap tahunnya itu. Kitab suci Al-Qur’an diterjemahkan ke dalam 76 bahasa di kompleks tersebut yang telah menciptakan aplikasi khusus hingga memungkinkan umat Islam membaca Al-Qur’an dan mendengarkan qari dari berbagai negara melalui smartphone. Kompleks ini juga memproduksi versi audio kitab suci untuk penyandang disabilitas pendengaran dan penglihatan. Kompleks percetakan ini diresmikan oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz pada 1984. Percetakan ini dibuka hanya 4 jam per hari untuk umum, yaitu pada pukul 08.00 hingga 11.00 waktu setempat. Di sini pengunjung dapat melihat secara langsung proses produksi Al-Qur’an. Namun, jumlah pengunjung dibatasi sekitar 15-20 orang per rombongan. Setiap rombongan diberikan waktu sekitar 15 menit untuk melihat proses percetakan. Dalam sehari, jumlah pengunjung pabrik percetakan Al-Quran Raja Fahd sekitar 5.000 orang. Sebagai informasi, percetakan yang beroperasi selama 24 jam ini memiliki 3 mesin besar yang didukung 1.300 pekerja. Percetakan ini bisa memproduksi sekitar 18 juta eksemplar Al-Qur’an setiap tahunnya. Dalam satu harinya bisa mencetak 80 ribu mushaf Al-Qur’an. (dul) Baca juga :

Read More

Grand Syekh Al-Azhar Prihatin Penindasan Rakyat Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Grand Syekh Imam Besar Al-Azhar Ahmed El Tayeb prihatin terhadap krisis yang menimpa rakyat Palestina akibat perang dengan Israel. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci Interfaith and Intercivilizational Reception for Grand Imam of Al-Azhar Syekh Ahmed El Tayeb di Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta pada Rabu (10/7/2024) yang digelar PBNU. “Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kita sebagai umat Islam menyaksikan hegemoni kekuatan digunakan secara brutal untuk memaksakan kehendak kepada orang lain,” kata Syekh Ahmed El Tayeb. Syekh El Tayeb juga mengungkapkan hegemoni kekuatan yang dimiliki oleh sekelompok pihak dan digunakan untuk menindas umat lain merupakan hal yang tidak pantas. “Kekuatan yang dipergunakan dengan tidak pantas tanpa mengindahkan nilai kemanusiaan dan persaudaraan. Inilah perbedaan kekuatan yang baik dan kekuatan zalim,” tegas Syekh El Tayeb. Menurut Grand Syekh, kebencian terhadap penindasan umat Palestina saat ini bukan hanya di kalangan timur, tetapi juga masyarakat barat. Belakangan ini selalu terlihat para pemuda dan mahasiswa di Barat aktif menyuarakan dan memperjuangkan keadilan bagi saudara-saudara di Gaza. Menurut Syekh El Tayeb nilai-nilai luhur merupakan yang fitrah manusia mendorong timbulnya semangat yang bijaksana dari sekumpulan orang-orang di barat untuk memperjuangkan hak saudara kita di Palestina. Syekh juga berpesan untuk tidak menjadikan hegemoni kekuatan untuk menindas yang kita saksikan saat ini sebagai sebuah peradaban. “Saya berharap, saya tidak berlebihan jika mengatakan kita umat beragama di timur tidak melihat hegemoni kekuatan ini sebagai peradaban ideal yang bisa dijadikan pedoman bagi umat manusia sebagaimana yang digaungkan para tokoh-tokoh penyeru globalisme,” tuturnya. Kecemasan dan hilangnya rasa aman terhadap bangsa barat yang menghinggapi bangsa timur menjadi sebuah pandangan yang juga perlu direkonstruksi. “ Bagi bangsa timur kita harus melihat ada ikatan-ikatan yang bisa mempersatukan kita dengan barat, dan untuk peradaban barat mulai mengadopsi nilai-nilai luhur persaudaraan dari bangsa timur. Inilah pandangan optimistik untuk melihat peradaban barat yang berkemanusiaan,” pungkas Syekh El Tayeb Salah satu upaya tersebut sudah dilakukan dengan penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia oleh Gramd Syekh Ahmed El Tayeb dan Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019. Sebagai informasi, PBB kemudian menetapkan 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional. (yan) Baca juga :

Read More

Kemenag dan Universitas Al-Azhar Resmikan Pembangunan Markaz Tathwir

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar meresmikan pembangunan Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin Wa Al-Ajanib cabang Indonesia. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Profesor Dr. Nahla Sabry El Seidy, Head of Center for the Development of Foreign Students Education at Al-Azhar Affairs (Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Mahasiswa Asing Al-Azhar) di Auditorium HM Rasjidi, Kamis (11/07/2024). “Mesir adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, maka sudah selayaknya Indonesia menjalin hubungan yang baik dan bekerja sama dengan Mesir demi kebaikan dua negara yang kita cintai,” ujar Wakil Menteri Kementerian Agama, Saiful Rahmat Dasuki. Menurutnya, Mesir memiliki Universitas Al-Azhar yang menjadi salah satu destinasi pendidikan pelajar Indonesia yang ingin menambah ilmu pengetahuan agama islam. “Al-Azhar banyak melahirkan tokoh-tokoh ulama Indonesia, Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, Mustofa Bisri, dan lain-lain. Tentunya ada keterkaitan pandangan pandangan Islam beliau hari ini dan mengajarkan pada kita”, ucap Wamenag. Wamenag menyampaikan, Al-Azhar adalah kampus pencetak ulama yang memiliki pemahaman Islam yang moderat, dan benteng Islam moderat yang tertua yang ada di dunia islam saat ini. “Saya mewakili Menteri Agama, menyampaikan rasa terima kasih yang setulusnya kepada Yang Mulia Grand Syekh Al Azhar, Prof. Ahmed Mohammed Ahmed Al-Tayeb dan juga kepada Prof. Dr. Nadzir Muhammad Iyad, atas kesempatan silaturahmi dan hubungan yang baik ini,” katanya Prof. Dr. Nahla Sabry El Seidy mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia yang berinisiatif membuka cabang Markaz Tathwir di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Al-azhar selalu mengedepankan upaya maksimal untuk melayani para mahasiswa asing terutama dalam pendirian Markaz Tathwir di indonesia. “Markaz Tathwir adalah sebuah markaz yang sangat penting posisinya dalam hal penyiapan calon-calon mahasiswa yang akan belajar di universitas Al-Azhar,” ucapnya. Saat ini proses pendirian Markaz Tathwir sedang dalam tahap urusan persetujuan dari kedua negara. Setelah tahap tersebut selesai, markaz dapat segera melayani mahasiswa Indonesia di Al-azhar. Turut hadir dalam acara tersebut Secretary General of the Islamic Research Institute Al-azhar Prof. Dr Nadzir Muhammad Iyad dan Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Osama Hamdy. Selain Sekretaris Jenderal Kemenag RI Muhammad Ali Ramdhani dan para jajaran, hadir juga para perwakilan dari KBRI di Kairo. (wink) Baca juga :

Read More

Italia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyatakan negaranya siap mengirim tentara ke Gaza. Pengiriman ini akan dilakukan setelah perang berakhir sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB. “Kami mendukung Palestina dan siap membantu kepemimpinan Arab lainnya. Kami juga siap mengirim tentara Italia sebagai pasukan perdamaian PBB setelah perang usai. Kami berada di posisi tengah,” ujar Tajani. Pernyataan ini disampaikan Tajani saat di sela KTT NATO di Washington DC. Dia menambahkan bahwa Palestina dan Israel terbuka terhadap peran Italia. Dia menegaskan Italia mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Tajani memperingatkan bahwa menghancurkan impian Palestina untuk merdeka adalah “kesalahan besar”. Italia telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza. Saat ini, warga Gaza menghadapi ancaman kelaparan akibat pembunuhan massal dan blokade Israel. Obat-obatan dan kebutuhan pokok sulit didapat di sebagian besar wilayah. “Warga sipil bukan Hamas. Mereka adalah korban situasi ini,” tegas Tajani. Dia juga mengecam permukiman Israel di Tepi Barat. Sementara itu, AS baru saja menjatuhkan sanksi pada tiga warga Israel dan lima lembaga. Sanksi ini terkait kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. AS mengancam akan memberikan sanksi tambahan jika Israel tidak segera menindak pelaku kekerasan tersebut. (zul) Baca juga :

Read More

Bahas Industri Halal dan Prodi Halal, Kemenag Undang 28 Perguruan Tinggi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mengajak perguruan tinggi untuk mengembangkan riset dan inovasi di bidang industri halal, hingga pengembangan program studi (prodi) halal. Upaya itu dilaksanakan melalui rapat koordinasi yang digelar di Jakarta dengan mengundang 28 perguruan tinggi. Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan rakor dimaksudkan untuk menjaring gagasan dan bertukar informasi dalam rangka menggali potensi pengembangan sekaligus publikasi riset dan inovasi serta program studi halal yang selama ini belum tergarap optimal. “Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi atau halal center yang hadir pada Rapat Koordinasi BPJPH dengan Perguruan Tinggi ini. Sangat penting bagi kita untuk bertukar gagasan dalam memajukan pengembangan dan publikasi riset dan inovasi di bidang halal serta program studi halal.” kata Kepala BPJPH Kemenag, M Aqil Irham, di Jakarta, Kamis (11/7/2024). “Optimalnya publikasi riset dan inovasi di bidang halal sangatlah diperlukan untuk mendukung peningkatan literasi dan edukasi halal. Sedangkan program studi halal tentu saja berimplikasi pada penguatan kajian dan khasanah keilmuan serta penyiapan SDM untuk mendukung ekosistem industri halal dari hulu ke hilir.” lanjutnya. Aqil juga mengisahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk mendorong optimalisasi publikasi riset halal sejak dua tahun yang lalu. Saat itu, BPJPH menyediakan laman khusus di halal.go.id untuk menghimpun dan mengekspose hasil penelitian atau riset di bidang halal. “Sayangnya sampai hari ini baru 13 yang masuk dari total 63 halal center yang tersebar. Saya harapkan untuk selanjutnya berbagai kajian ilmiah dan penelitian akan membanjiri publikasi kita,” sambungnya. “Bahkan kami harapkan ke depannya para akademisi mengadakan event berkelas internasional di Indonesia untuk mengekspose hasil-hasil penelitian di bidang halal, mengundang para peneliti dari luar negeri yang juga concern soal halal. Seperti halnya yang kami lakukan pada acara Halal 20 beberapa waktu silam.” imbuh Aqil. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH, Dzikro, mengatakan bahwa selain untuk menggali insight terkait riset dan inovasi, juga dimaksudkan untuk menjaring saran dan masukan dari para akademisi terkait penyelenggaraan JPH. “Ini juga menjadi kesempatan kita untuk mengupdate perkembangan riset industri halal hingga mengupas isu regulasi yang secara dinamis terus berkembang,” terangnya. Rakor yang digelar di Hotel Aston Simatupang Jakarta tersebut diikuti perwakilan 28 perguruan tinggi dari berbagai provinsi. Di antaranya, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Instituts Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Universitas Hasanuddin, Universitas Patimura, Universitas Cenderawasih, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Udayana, UIN Mataram, UIN Sunan Gunung Djati, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, UIN Sunan Ampel, Universitas Maulana Malik Ibrahim, Universitas Tazkia, Universitas Muslimin Indonesia, Universitas Tadulako Palu. (Iin) Baca juga :

Read More

Grand Syaikh Al Azhar akan membawa pesan wasathiyah ke berbagai kalangan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan kedatangan Grand Syaikh Al Azhar Imam Akbar Ahmed Al Tayeb bakal menjadi kunjungan yang penuh makna bagi Indonesia. “Alhamdulillah, saya menyambut kedatangan Grand Syaikh Al Azhar Imam Akbar Ahmed Al Tayeb dalam kunjungan resminya ke Indonesia, selama kurang lebih empat hari. Meski singkat, saya rasa kunjungan ini sangat bermakna bagi kita di Indonesia, terutama umat Muslim Indonesia,” ujar Menag Yaqut di Jakarta. Pernyataan Yaqut tersebut disampaikan saat menyambut kedatangan Grand Syaikh Al Azhar di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Senin. Grand Syaikh Al Azhar Ahmed Al Tayeb tercatat tiga kali berkunjung ke Indonesia dalam satu dekade terakhir. Dua kunjungan pertama berlangsung pada 2016 dan 2018. Pada kunjungan kali ketiga ini, Imam Akbar Al Tayeb dijadwalkan akan berada di Indonesia selama empat hari, 8-11 Juli 2024. Selama di Indonesia, dia dijadwalkan akan bertemu Presiden RI di Istana Negara. Setelah itu, Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) ini dijadwalkan mengisi Kuliah Umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Imam Akbar Ahmed Al Tayeb juga akan mengadakan diskusi bersama para tokoh lintas agama, serta bertemu dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Pusat Studi Al Quran. Menag berharap kunjungan Grand Syaikh Al Azhar akan memberi inspirasi tentang pemahaman, pengamalan, dan pengalaman terkait moderasi beragama yang selama ini menjadi fokus dari Universitas Al Azhar. “Kita tahu bahwa Al Azhar selama ini sangat concern pada moderasi beragama. Saya kira kedatangan ini juga akan sangat menginspirasi bagi kita semua, dalam berbangsa dan juga beragama,” kata Menag Yaqut. Menurut Yaqut, Indonesia adalah negara yang sangat majemuk, memiliki latar belakang warga yang sangat beragam. Jika tidak dikelola dengan baik, keragaman ini juga rentan akan gesekan. “Saya berharap pemikiran-pemikiran yang dibawa Grand Syaikh Al Azhar ke Indonesia mampu menginspirasi dalam penerapan moderasi beragama,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

ISNU Jatim Siapkan Buku dan Simposium Hari Santri 2024

Surabaya — 1miliarsantri.net : Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur bersama PC ISNU Ponorogo menyiapkan kegiatan penulisan antologi buku dan simposium “SIIR Santren ke-2” untuk menyambut Hari Santri Nasional 2024. “Ponorogo akan menjadi pusat perayaan Hari Santri Nasional 2024 oleh ISNU Jatim yang sarat akan wacana intelektual,” terang Ketua PW ISNU Jatim Prof Mas’ud Said MA di Surabaya, Kamis (11/7/2024) Kegiatan Hari Santri 2024 yang dipusatkan di Ponorogo itu memang disiapkan ISNU Ponorogo dengan dua acara utama, yakni penulisan antologi buku dan simposium tentang pemikiran santri. Ia menegaskan bahwa tema penulisan antologi buku adalah “Trajectory Visi Kemanusiaan Sarjana NU”, sedangkan tema Simposium SIIR Santren ke-2 adalah “Pemikiran Santri & Khazanah Pesantren Nusantara”. “Antologi ini mengajak para dosen, akademisi, aktivis, penulis, peneliti, dan praktisi untuk menggali gagasan-gagasan segar seputar peran sarjana NU dalam menjawab tantangan zaman,” urainya. Topik-topik yang diangkat meliputi konservasi budaya Islam Nusantara, kebijakan publik, ekonomi inklusif, dan nilai-nilai Aswaja dalam konteks kebangsaan. Partisipan yang terpilih akan mendapatkan e-sertifikat, e-book, sertifikat HAKI, dan kesempatan untuk meluncurkan karya mereka pada Hari Santri Nasional 2024. Sementara itu, simposium SIIR Santren ke-2 akan menjadi ajang diskusi pemikiran santri dalam menghadapi berbagai isu kontemporer, seperti ekologi, era digital, konsep negara bangsa, diaspora Nahdliyin, dan pendidikan tinggi NU era Revolusi Industri 5.0. “Simposium akan diadakan pada 5-6 Oktober 2024 di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo. Makalah terpilih akan dipublikasikan di jurnal-jurnal terkemuka. Pendaftaran dan pengiriman makalah dapat dilakukan hingga 20 September 2024,” lanjutnya. Ia mengharapkan kedua acara ini dapat memperkaya wacana intelektual, memperkuat tradisi pendidikan pesantren, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masyarakat dan budaya Indonesia. Pada Rabu (3/7/2024) lalu, PW ISNU Jatim juga telah meluncurkan “Digital Library” ISNU Jatim di Surabaya yang dihadiri mantan Wakil Gubernur Jatim dan anggota Dewan Penasihat ISNU Jatim Dr Emil Elestianto Dardak MSc, Ketua Umum PP ISNU Prof DR HC Ali Masykur Moesa, dan Stafsus Wapres KH Masduqi Baidlowi. Hingga acara peluncuran itu, Perpustakaan Digital ISNU Jatim sudah menghimpun 200-an buku secara digital, sedangkan perpustakaan non-digital di Kantor PW ISNU Jatim di Jalan Taman Gayungsari Barat I, Pagesangan, Surabaya, juga sudah mengoleksi 1.600-an buku yang juga terbuka untuk publik/umum. (har) Baca juga :

Read More

Mushaf dengan Tanda Tashih Lama Harus Diperbarui

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) telah melakukan pengawasan penerbitan mushaf Al-Qur’an. Kegiatan ini bertujuan salah satunya untuk memeriksa produk-produk mushaf Al-Qur’an yang menggunakan surat tanda tashih lama, yaitu tanda tashih yang sudah melebihi dua tahun dari tanggal diterbitkannya. Demikian dikutip dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Quran (LPMQ). Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 44 Tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan dan Peredaran Mushaf Al-Qur’an, pasal 16 ayat (4) menyatakan bahwa surat tanda tashih berlaku selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang. Saat ini masih banyak mushaf Al-Qur’an yang beredar di masyarakat dengan menggunakan surat tanda tashih lama. Mushaf ini harus segera ditashih ulang agar dapat diperiksa kembali isinya. Apalagi LPMQ sudah menetapkan penyempurnaan rasm sejak tahun 2018. Tentu para penerbit Al-Qur’an harus sudah menyesuaikan. Penerbit yang melakukan penyempurnaan rasm, tidak boleh langsung mencetak dan menerbitkan mushafnya. Penerbit bersangkutan tetap harus mentashihkan naskahnya kepada LPMQ agar tidak terjadi kesalahan yang akan menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya pengguna Al-Qur’an. Tim Pembinaan dan Pengawasan Mushaf Al-Qur’an telah membagi petugas pengawasan menjadi beberapa group sesuai lokasi penerbit yang dituju, yaitu Jakarta, Bekasi, Depok, Bandung, Semarang, Solo, dan Surabaya. “Pembagian lokasi pengawasan ini sudah disesuaikan dengan tujuan pengawasan dan kondisi anggaran yang masih ada. Jadi semua tim diharap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik” ungkapnya kepada seluruh tim. Selain memeriksa surat tanda tashih lama, kegiatan pengawasan kali ini bertujuan untuk melakukan tindak lanjut terhadap beberapa aduan masyarakat tentang mushaf Al-Qur’an yang salah, baik kesalahan yang bersifat konten maupun yang bersifat technical error seperti lompat halaman, tinta yang “mblobor” dan lain-lain. “Setiap aduan masyarakat itu pasti langsung kita tindak lanjuti. Tahun ini ada beberapa aduan yang sudah kita selesaikan. Bahkan sampai kita terbitkan siaran persnya. Namun, teman-teman pengawas tetap harus mengecek secara langsung produk mushaf Al-Qur’an yang bermasalah tersebut agar kita dapat memastikan bahwa produk tersebut sudah benar-benar baik dan bisa digunakan masyarakat,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Senjata Peledak Hamas Tewaskan Enam Tentara Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Di tengah serangan udara penjajah Israel yang terus mengebom lingkungan Tel al-Hawa sejak Senin (8/7/2024) sore, pejuang Palestina terus menargetkan kendaraan pendudukan Israel yang bergerak maju. Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan bahwa para pejuang berhasil mengoperasikan alat peledak anti-personel buatan lokal yang disebut Ra’diya. Mereka dilaporkan melakukan serangan terhadap sebuah unit patroli jalan kaki penjajah Israel yang terdiri dari enam tentara di poros barat daya Tel al-Hawa. Al-Mayadeen melaporkan, operasi tersebut menewaskan dan melukai semua anggota unit tersebut. Mereka juga menargetkan sebuah jip militer penjajah Israel yang dilengkapi dengan alat peledak di daerah Shalehat, sebelah barat Tel al-Hawa. Sebuah jip militer lainnya diserang dengan peluru Yassin 105. Dengan menggunakan alat peledak jenis Shawaz-3, para pejuang al-Qassam menargetkan sebuah pengangkut personel lapis baja penjajah Israel di Lingkaran ke-17 di sebelah barat Tel al-Hawa, serta sebuah buldoser D9 militer penjajah Israel di Jalan Rashid. Selain itu, mereka menargetkan sebuah tank Merkava 4 Israel dengan alat peledak darat yang telah disiapkan di poros maju Tel al-Hawa. Sementara itu, Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, mengumumkan peledakan dua kendaraan militer Israel dengan menggunakan bahan peledak yang sudah disiapkan sebelumnya di poros maju Tel al-Hawa. Mereka juga menembaki pertemuan pasukan pendudukan Israel dengan peluru mortir di poros maju Tel al-Hawa di barat daya Kota Gaza. Dengan menggunakan persenjataan yang tepat dan beragam, Brigade al-Mujahidin, sayap militer Gerakan Mujahidin Palestina, juga menyatakan bahwa para pejuangnya memukul mundur pasukan pendudukan Israel yang berusaha maju di lingkungan Tel al-Hawa di sebelah barat daya Kota Gaza. Sementara itu, media Israel melaporkan empat situasi keamanan “sulit” yang dihadapi pasukan pendudukan Israel pada Senin di wilayah Tel al-Hawa di selatan Kota Gaza. Dengan menggunakan peluru artileri roket Rajoum 114 mm yang diproduksi secara lokal, Brigade al-Qassam menargetkan pasukan penjajah Israel yang diposisikan di sepanjang poros Netzarim. Sementara itu, sepanjang poros Netzarim, Brigade al-Quds menargetkan pusat komando penjajah Israel dengan peluru mortir. Brigade al-Qassam merilis rekaman video saat para pejuangnya menargetkan posisi tentara penjajah Israel dengan roket. Setelah itu, media lokal Israel melaporkan pendaratan singkat helikopter militer Israel di sepanjang poros Netzarim. Helikopter tersebut mengevakuasi tentara penjajah yang terbunuh atau terluka. Pada gilirannya, media Israel lainnya menyatakan di kemudian hari bahwa tiga tentara penjajah terluka dalam konfrontasi Gaza dan dibawa ke rumah sakit Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Lebih lanjut, Brigade al-Quds, bekerja sama dengan Brigade Abu Ali Mustafa, mengumumkan pengeboman markas komando operasi penjajah Israel di situs militer Nahal Oz di timur Gaza dengan rentetan peluru artileri roket 107mm. Demikian pula, Brigade Syuhada al-Aqsha mengumumkan menargetkan situs tersebut dengan rentetan peluru artileri roket 107mm. Brigade al-Quds juga mempublikasikan adegan pengeboman pusat komando operasi pasukan pendudukan Israel di lingkungan Shuja’iya, sebelah timur Kota Gaza. Sementara, Brigade al-Mujahidin mempublikasikan rekaman yang menargetkan pertemuan pasukan pendudukan Israel di lingkungan Shuja’iya dengan peluru mortir kaliber berat dan peluru kaliber 60. (zul) Baca juga :

Read More

2 Kementerian Turun Gunung Tangani Problem Nikah Siri

Jakarta — 1miliarsantri.net : Maraknya nikah siri yang hingga kini masih menimbulkan perdebatan di masyarakat, membuat dua kementerian turun gunung. Adalah Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Pengadilan Agama yang turun gunung mengambil langkah proaktif untuk merumuskan solusi atas pernikahan yang tidak tercatat, atau dikenal dengan nikah siri. Persoalan nikah siri tidak hanya memengaruhi status hukum pasangan, tetapi juga hak-hak anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut. Dirjen Bimas Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, pihaknya berkomitmen mengatasi persoalan tersebut dengan merumuskan kebijakan, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kemendagri dan Pengadilan Agama. “Pernikahan tidak tercatat, pernikahan siri, masih saja terjadi. Agak sulit kita antisipasi, karena tersembunyi. Tapi kita harus menyadari dan merasakan dampak sosiologis yang tidak produktif dari terjadinya pernikahan yang tidak tercatat,” ujar Kamaruddin dalam acara Rapat Koordinasi Layanan Pencatatan Pernikahan, di Badung, Bali, Rabu (10/7/2024). Dengan melibatkan banyak pihak, menurut Kamaruddin, persoalan pernikahan yang tidak terdaftar dapat ditangani dengan sinergis. Kemendagri dan Pengadilan Agama memiliki peran krusial dalam memperkuat data administrasi kependudukan, dan produk hukum kependudukan. “Dengan terjadinya pernikahan yang tidak tercatat, Kemenag, Kemendagri, dan Pengadilan Agama harus bekerja sama mencari solusi. Hal ini untuk mengantisipasi agar pernikahan tidak tercatat dapat diminimalisasi, dan menekan dampak yang terjadi dalam kehidupan sosial,” ucap Kamaruddin. Selain itu, Kamaruddin menginstruksikan para penghulu untuk menyorot isu pernikahan dini dan kerentanan keluarga yang juga perlu dibahas bersama Kemendagri dan Pengadilan Agama. Ia berpendapat, penghulu memegang peran yang sangat penting, dan menjadi garda terdepan untuk mencegah persoalan tersebut. “Banyak persoalan sosial keagamaan, khususnya yang terkait dengan ketahanan keluarga. Perceraian, pernikahan dini, dan kekerasan rumah tangga merupakan isu yang setiap saat harus selalu diperhatikan oleh penghulu,” ungkap Kamaruddin. Rapat Koordinasi Layanan Pencatatan Pernikahan tersebut dihadiri perwakilan dari Kemendagri, Pengadilan Agama, dan Penghulu KUA se-Indonesia secara daring dan luring. (wink) Baca juga :

Read More