Hukum Memindahkan Makam untuk Keperluan Publik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perluasan dan pengembangan suatu wilayah terkadang dihadapkan dengan kompleks pemakaman yang telah ada sebelumnya di daerah tersebut. Tidak jarang, makam dipindahkan ke kompleks lain. Lalu bagaimanakah hukum memindahkan makam ini? Anggota Komisi Fatwa MUI, KH Romli, menjelaskan pada dasarnya memindahkan, membongkar atau menggusur jenazah sebelum jenazah itu rusak, adalah hukumnya haram. Karena merusak kehormatan mayit. Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT di surat Al-Isra ayat 70: ۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ “Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” Begitu juga Nabi bersabda : كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّارواه أبو داود، “Memecahkan tulang mayit seperti memecah tulang orang hidup.” (HR Abu Dawud) Lihat juga fatwa MUI tahun 1981 tentang pemindahan jenazah, bahwa memindahkan jenazah yang telah dimakamkan itu tidak boleh, kecuali ada alasan yang dibenarkan oleh syariat. Sebab di antara penghormatan Allah SWT kepada manusia dengan tidak menggali kuburannya dan merusak kehormatannya. Namun demikian seiring dengan perkembangan dan perluasan kawasan dan wilayah, ternyata banyak makam-makam yang dipindahkan dan digusur. Entah untuk keperluan pembangunan gedung, jalan raya ataupun jalan tol. Lalu bagaimana hukumnya? Dalam literatur fikih, ulama berbeda pendapat terkait persoalan ini. Pertama, ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa haram hukumnya memindahkan mayit dari tempat (negeri atau balad) meninggalnya. Hukum ini berlaku meskipun belum terjadi perubahan pada mayit, sebab ini termasuk ke dalam perbuatan menunda penguburan mayit dan merusak kehormatan mayit. Akan tetapi ulama Syafi’iyah juga menyatakan bahwa diperbolehkan memindahkan mayit dari tempat meninggalnya untuk dimakamkan menuju tempat yang saling terhubung atau berdekatan. Ini juga termasuk apabila telah terjadi adat (uruf) yang berlaku dalam masalah ini (memindahkan mayit dari tempat meninggalnya. Kedua, ulama Hanafiyyah berpendapat diperbolehkan memindahkan mayit sebelum dikuburkan baik jaraknya jauh maupun dekat. Akan tetapi, apabila telah dikuburkan tidak diperkenankan atau haram memindahkannya. Menurut salah satu pendapat dari Imam As-Syarkhasy bila telah melewati jarak 2 mil maka makruh memindahkan makam dari si mayit tersebut. Ketiga, ulama Malikiyyah berpendapat diperbolehkan memindahkan mayit baik sebelum atau setelah dikuburkan. Hal ini dengan syarat asal tidak menyebabkan pemindahan tersebut sampai mayit terpecah atau tubuhnya rusak sehingga mengeluarkan bau busuk yang akan menodai kehormatan mayit (menyebabkan aib bagi mayit). Pemindahan tersebut juga diperbolehkan apabila dikhawatirkan mayit akan tergerus air laut atau pemindahan mayit tersebut untuk dipindahkan ketempat yang lebih berkah. Misalnya adalah dengan dimakamkan di antara keluarganya atau supaya keluarganya dekat untuk menziarahi kuburannya. Keempat, ulama Hanabilah berpendapat tidak diperbolehkan memindahkan mayit dari tempat meninggalnya kecuali dengan tujuan yang baik. Contohnya adalah seperti memindahkan mayit ke tempat yang mulia dari tempat meninggalnya. Lihat : Abdur-Rahman al- Jaziri, Madzahibul al-Arba’ah, Juz 1, h. 538 berikut: نقل الميت من جهة موتهالمالكية- قالوا: يجوز نقل الميت قبل الدفن وبعده من مكان إلى آخر بشروط ثلاثة: أولها: أن لا ينفجر حال نقله، ثانيها: أن لا تهتك حرمته بأن ينقل على وجه يكون فيه تحقير له، ثالثها: أن يكون نقله لمصلحة، كأن يخشى من طغيان البحر على قبره، أو يراد نقله إلى مكان له قيمة، أو إلى مكان قريب من أهله، أو لأجل زيارة أهله إياه فإن فقد شرط من هذه الشروط الثلاثة حرم النقل الحنفية- قالوا: يستحب أن يدفن الميت في الجهة التي مات فيها، ولا بأس بنقله من بلدة إلى أخرى قبل الدفن عند أمن تغير رائحته، أما بعد الدفن فيحرم إخراجه ونقله، إلا إذا كانت الأرض التي دفن فيها مغصوبة، أو أخذت بعد دفنه بشفعة. الشافعية- قالوا: يحرم نقل الميت قبل دفنه من محل موته إلى آخر ليدفن فيه ولو أمن تغيره، إلا إن جرت عادتهم بدفن موتاهم في غير بلدتهم، ويستثنى من ذلك من مات في جهة قريبة من مكة، أو المدينة المنورة، أو بيت المقدس، أو قريباً من مقبرة قوم صالحين فإنه يسن نقله إليها إذا لم يخش تغير رائحته، وإلا حرم، وهذا كله إذا كان قد تم غسله وتكفينه والصلاة عليه في محل موتته، وأما قبل ذلك فيحرم مطلقاً، وكذلك يحرم نقله بعد دفنه إلا لضرورة، كمن دفن في أرض مغصوبه فيجوز نقله إن طالب بها مالكها. الحنابلة- قالوا: لا بأس بنقل الميت من الجهة التي مات فيها إلى جهة بعيدة عنها، بشرط أن يكون النقل لغرض صحيح، كأن ينقل إلى بقعة شريفة ليدفن فيها أو ليدفن بجوار رجل صالح Berdasarkan penjelasan di atas, penulis cenderung pada pendapat yang memperbolehkan pembongkaran dan pemindahan mayit. Hal ini dengan syarat harus sesuai dengan ketentuan dan dengan alasan-alasan yang bersifat syar’i, dharuriy, dan ada kebutuhan mendesak, misalnya: Jenazah dikubur tanpa dimandikan, dikubur di tanah atau pakaian yang digasab, harta jatuh di tempat pengkuburan, atau dikubur tanpa menghadap kiblat. وَنَبْشُهُ بَعْدَ دَفْنِهِ لِلنَّقْلِ وَغَيْرهِ حَرَامٌ إِلَّا لِضَرُوْرَةٍ بِأَنْ دُفِنَ بِلَا غُسْلٍ أَوْ فِيْ أَرْضٍ أَوْ ثَوْبٍ مَغْصُوْبِيْنَ أَوْ وَقَعَ فِيْهِ مَالٌ أَوْ دُفِنَ لِغَيْرِ الْقِبْلَةِ لَا لِلتَّكْفِيْنِ فِي الْأَصَّحِ (lihat : al-Imam Muhyiddin Abu zakariyya Yahya bin Syaraf al-Nawawi, Minhaj al-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin fi al-Fiqh: 62) Ada kebutuhan yang mendesak, seperti kondisi tanah yang becek atau keluar air kotor yang membuat genangan, di daerah sekitarnya banyak binatang buas, atau hal-hal lain yang sekiranya menggangu mayat. Tanah yang dipakai untuk memakamkan milik orang lain dan pemiliknya tidak rela, hingga harus dipindahkan ke pemakaman umum atau lahan pribadi. Ada rencana untuk menggunakan lahan makam demi kepentingan umum seperti jalan Dengan catatan, dalam pembongkaran dan pemindahannya tetap harus memperlakukan dan merawat mayit sebagaimana mestinya. Yaitu menjaga kehormatan orang yang meninggal (mayit), tidak boleh merusak jasadnya dan memecah apalagi mematahkan orang meninggal. (yan) Baca juga :

Read More

UMS Siap Jadi Tuan Rumah Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah 2024

Surakarta — 1miliarsantri.net : Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bakal menjadi tuan rumah Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah yang diselenggarakan di UMS pada 10-11 Agustus mendatang. Kesiapan tersebut disampaikan Rektor Sofyan Anif saat menerima kunjungan dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah. Bahkan Sofyan Anif mempersilakan menggunakan Edutorium bila peserta membludak. Menurut Wiwied Widyastuti akan ada lima komunitas yang hadir di festival tersebut. Kelima komunitas itu ialah komunitas taman pustaka Muhammadiyah, LBSO Aisyiyah, media afiliasimu, penerbit Muhammadiyah dan MPI PWM Se Indonesia. Rencananya Pembukaannya akan bersamaan setelah itu ada acara masing-masing. Kegiatan masing-masing komunitas diantaranya kongres serikat taman pustaka, jambore media afiliasi Muhammadiyah dan hari dongeng Aisyiyah. Di sisi lain, Sofyan Anif menyampaikan apresiasi atas keberadaan media afiliasimu. “Perlu disinergikan agar mampu mengelola isu yang berguna untuk persyarikatan,” saran Sofyan Anif. Sofyan mengingatkan keberhasilan Muktamar kemarin salah satunya atas peran pemberitaan yang intensif dari rekan-rekan media afiliasimu. “Kami berterimakasih atas pemberitaan-pemberitaan muktamar lalu,” tambahnya. Roni Tabroni mengamini yang disampaikan Sofyan Anif terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. “Secara kuantitas jumlah media afiliasimu terus bertambah, di jambore media afiliasimu kali ini akan dirumuskan peningkatan kualitas kelembagaan dan jurnalisnya agar mampu meningkatkan branding persyarikatan di dunia Maya,” terang dosen Komunikasi UMBandung ini. Diperkirakan sebanyak 200 pegiat pers dan literasi akan hadir dalam Jambore pers dan literasi Muhammadiyah tahun ini. Venue jambore di kampus UMS, Pesantren Mahasiswa UMS dan Edutorium. (yung) Baca juga :

Read More

Hodeidah, Kota Pelabuhan yang Diserang Israel Dulu Pernah Dikuasai Turki Utsmani

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tentara Israel kembali berulah pada Sabtu (26/7/2024) lalu. Tentara dari negeri penjajah tanah Palestina itu menyerang melalui udara, menyerang sasaran militer Houthi di wilayah pelabuhan Hodeidah di Yaman. Akibat serangan itu, dilaporkan 80 orang menderita luka berat. Kebanyakan dari para korban menderita luka bakar. Untuk diketahui, Hodeidah merupakan kota di bagian barat Yaman. Dikutip Encyclopaedia Britannica, kota ini terletak di dataran pantai Tihāmah yang berbatasan dengan Laut Merah. Kota ini merupakan salah satu pelabuhan utama negara ini dan memiliki fasilitas modern. Dalam sejarah peradaban Islam, kota ini pertama kali disebutkan pada tahun 1454/55 dan menjadi penting pada tahun 1520-an ketika Tihāmah Yaman direbut oleh Turki Utsmani . Pada abad-abad berikutnya kota ini menggantikan Mocha sebagai pelabuhan utama negara tersebut. Di bawah kekuasaan Utsmani hingga tahun 1918, Hodeidah menjadi tempat pendaratan bagi upaya-upaya Utsmani berturut-turut untuk merebut kendali penuh atas Imamah Yaman dari para penguasa tradisionalnya (pendudukan Utsmani pertama, dimulai pada 1849; pendudukan kedua, 1872–1918). Selama perang Utsmani-Italia pada 1911-1912 kota ini dibombardir oleh kapal-kapal perang Italia yang berada di lepas pantai. Setelah Perang Dunia I, Inggris yang menang menyerahkan Hodeidah dan Tihāmah Yaman kepada para penguasa Idrīsī di Asir, di utara, tetapi wilayah tersebut direbut kembali oleh Yaman pada tahun 1925. Pemberontakan yang dipicu oleh Yaman di Asir (yang saat itu merupakan bagian dari Arab Saudi ) pada tahun 1934 menyebabkan pendudukan Saudi di Hodeidah. Perjanjian Al Taif tahun itu mengembalikan kota dan Tihāmah Yaman ke Yaman; Yaman, pada gilirannya, mengakui kepemilikan Arab Saudi atas Asir. Kota itu menjadi pusat pemerintahan semi-otonom di bawah salah satu putra imam (pemimpin) Yaman hingga proklamasi republik dan perang saudara berikutnya (1962–70). Pada tahun 1970-an banyak bangunan modern juga telah dibangun. Saat ini, pelabuhan di Hodeidah menangani banyak impor dan ekspor Yaman. (jeha) Baca juga :

Read More

Seorang Jurnalis Tewas saat Operasi Militer Israel di Rafah

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan zionie Israel menghujani beberapa wilayah di Jalur Gaza dalam kurun waktu bersamaan dan menewaskan setidaknya 30 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan, saat tank-tank bergerak lebih dalam ke bagian barat dan utara Rafah. Di antara korban tewas adalah jurnalis lokal Mohammad Abu Jasser, istrinya, dan dua anaknya, dalam serangan Israel ke rumah mereka di utara Jalur Gaza, kata seorang petugas medis. Kantor media pemerintah Gaza yang dijalankan Hamas mengatakan kematian Abu Jasser menambah jumlah pekerja media Palestina yang tewas akibat serangan Israel menjadi 161 orang sejak 7 Oktober. Serangan militer Israel di seluruh Gaza menewaskan 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir dan menghancurkan beberapa rumah. Di kamp Al-Nuseirat di tengah Jalur Gaza, serangan udara ke gedung bertingkat melukai beberapa orang, termasuk dua jurnalis lokal, kata petugas penyelamat. Di Rafah, di mana Israel mengatakan bertujuan menghancurkan batalyon terakhir sayap bersenjata Hamas, penduduk mengatakan tank-tank bergerak lebih dalam ke area utara kota dan mengambil alih sebuah bukit di bagian barat, di tengah baku tembak sengit dengan pejuang yang dipimpin Hamas. Tentara Israel mengatakan pasukan terus melakukan operasi di Rafah, melumpuhkan banyak pejuang dalam sehari terakhir di area Tel Al-Sultan di sisi barat kota. Di Gaza Tengah, militer mengatakan mereka melakukan serangan ke infrastruktur militan. Militer juga mengatakan mereka menyerang struktur yang digunakan militan Palestina di Deir Al-Balah di tengah Jalur Gaza, menyatakan pejuang beroperasi dari area kemanusiaan, dan menuduh militan Gaza memanfaatkan struktur dan populasi sipil untuk tujuan militer, tuduhan yang ditolak Hamas dan kelompok lain sebagai palsu untuk membenarkan serangan semacam itu. Upaya gencatan senjata yang dipimpin Qatar dan Mesir serta didukung Amerika Serikat sejauh ini gagal karena perselisihan antara pihak-pihak yang berperang, yang saling menyalahkan atas kebuntuan tersebut. Israel bersumpah untuk memusnahkan Hamas setelah pejuangnya membunuh 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang dalam serangan 7 Oktober, menurut hitungan Israel. Setidaknya 38.919 warga Palestina telah tewas dalam serangan balasan Israel sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan Gaza. Israel mengklaim telah melumpuhkan setengah dari kepemimpinan sayap militer Hamas dan membunuh atau menangkap sekitar 14.000 pejuang sejak awal perang. Israel mengatakan 326 tentaranya telah tewas di Gaza. Hamas tidak merilis angka korban dan mengatakan Israel melebih-lebihkan laporannya untuk memberi kesan “kemenangan palsu.” (zul/AP) Baca juga :

Read More

Pengadilan Tertinggi PBB: Permukiman Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki Ilegal

Washington — 1miliarsantri.net : Mahkamah Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi PBB, menyatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal. Dalam pendapat penasihat penting yang dikeluarkan Jumat lalu, ICJ mengatakan semua negara harus bekerja sama untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Meskipun temuan hakim ICJ tidak mengikat, namun memiliki bobot dalam hukum internasional dan dapat memperlemah dukungan untuk Israel. “Permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta rezim yang terkait dengannya, telah didirikan dan dipertahankan dengan melanggar hukum internasional,” kata Presiden ICJ Nawaf Salam, membacakan temuan panel 15 hakim. Kepemimpinan Palestina menyambut baik putusan pengadilan tertinggi PBB ini sebagai “bersejarah”. Kantor Presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan menyambut “keputusan bersejarah ini dan menuntut agar Israel dipaksa untuk melaksanakannya.” Pendapat ICJ menyebutkan bahwa Israel harus membayar ganti rugi kepada rakyat Palestina atas kerusakan yang disebabkan oleh pendudukan. ICJ juga menemukan bahwa Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum, dan semua negara berkewajiban untuk tidak mengakui pendudukan sebagai legal dan tidak memberikan bantuan atau dukungan untuk mempertahankannya. Kasus ini berasal dari permintaan Majelis Umum PBB pada tahun 2022, sebelum perang di Gaza yang dimulai pada Oktober lalu. Israel merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur – wilayah Palestina historis yang diinginkan Palestina untuk menjadi negara – dalam perang 1967 dan sejak itu membangun permukiman di Tepi Barat dan terus memperluas mereka. Para pemimpin Israel berpendapat bahwa wilayah-wilayah tersebut tidak diduduki secara hukum karena berada di tanah yang dipersengketakan, tetapi PBB dan sebagian besar komunitas internasional menganggapnya sebagai wilayah yang diduduki Israel. Pada Februari lalu, lebih dari 50 negara menyampaikan pandangan mereka di hadapan pengadilan, dengan perwakilan Palestina meminta pengadilan untuk menyatakan bahwa Israel harus menarik diri dari semua wilayah yang diduduki dan membongkar permukiman ilegal. Israel tidak berpartisipasi dalam sidang tersebut tetapi mengajukan pernyataan tertulis kepada pengadilan bahwa mengeluarkan pendapat penasihat akan “merugikan” upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina. Mayoritas negara yang berpartisipasi meminta pengadilan untuk menyatakan pendudukan itu ilegal, sementara beberapa negara, termasuk Kanada dan Inggris, berpendapat bahwa pengadilan harus menolak memberikan pendapat penasihat. Amerika Serikat, pendukung terkuat Israel, mendesak pengadilan untuk membatasi pendapat penasihatnya dan tidak memerintahkan penarikan tanpa syarat pasukan Israel dari wilayah Palestina. Pada tahun 2004, ICJ memberikan putusan penasihat bahwa tembok pemisah Israel di sekitar sebagian besar Tepi Barat “bertentangan dengan hukum internasional” dan permukiman Israel didirikan dengan melanggar hukum internasional. Israel menolak putusan tersebut. (ris) Baca juga :

Read More

PBNU Keluarkan Edaran Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel. Surat resmi tersebut dikeluarkan dengan nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 yang mempertegas surat instruksi sebelumnya pada era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021 lalu. “Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini,” isi surat edaran tersebut. Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni menegaskan, surat pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel yang keluar pada masa Kiai Said dan ditegaskan kembali pada masa kepengurusan Gus Yahya. “Sebetulnya kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ yang disebutkan secara eksplisit di dalam surat itukan sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode yang lalu ketika Ketua Umumnya KH Said Aqil Siroj,” terang Amin Said Husni, Selasa (23/7/2024). Amin mengatakan, pelarangan hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC), dan sejenisnya tidak pernah dicabut sejak 2021 silam. “Dan surat itu sampai hari ini tidak pernah dicabut, tidak pernah juga direvisi karena itu sifatnya masih berlaku,” jelasnya. Amin bercerita, yang melatarbelakangi surat tersebut diedarkan kembali adalah, setelah adanya kabar terkait lima orang nahdliyin yang berkunjung menemui Presiden Israel tanpa sepengetahuan PBNU. “PBNU sekarang hanya menegaskan kembali me-remind seluruh jajaran struktural Nahdlatul Ulama baik itu pengurus wilayah, pengurus cabang sampai ke paling bawah. Termasuk ke Banom dan lembaga-lembaga di lingkungan NU termasuk perguruan tinggi, pondok-pondok pesantren atau madrasah lain itu masih terikat keputusan PBNU,” bebernya. Terkait konsekuensi yang didapat selepas adanya penegasan Kembali surat edaran itu, Amin mengatakan PBNU akan terus melakukan pembinaan agar dapat mencegah kejadian serupa. “Nanti akan ada pembinaan,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Pusat Kajian Tafsir Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) ditetapkan menjadi pusat kajian Tafsir Al-Jailani karya ulama sufi dan ahli fiqih Syeikh Abd Qadir Jailani. Kajian akan dilakukan selama kurun 2024-2025. Penetapan MAS sebagai pusat kajian tafsir itu dimulai dengan kajian pertama yang dihadiri langsung cicit ke-23 Syeikh Abd Qadir Jailani, yakni Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani, di MAS, Jumat (19/7/2024) lalu. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara tersebut menjelaskan MAS menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang menjadi pusat kajian itu setelah dirinya ke Turki pada 2022. “Pada Februari 2022, saya mendapat hadiah tafsir Al Jailani saat berkunjung ke Turki. Tafsir itu merupakan manuskrip yang menarik setelah 800 tahun hilang dan akhirnya ditemukan cucu ke-25 Syeikh Abdul Qadir Jailani,” katanya. Di hadapan ribuan jamaah MAS serta jutaan jamaah daring itu, Khofifah yang mantan Gubernur Jatim (2019-2024) mengatakan Tafsir Al-Jailani yang mengulas ayat demi ayat Al-Quran dan tersimpan di Perpustakaan Vatikan itu sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. “Dalam pertemuan yang didampingi DR KHA Fahrur Rozy (Ketua PBNU) itu, saya minta Syeikh Fadhil untuk memberi pembelajaran langsung kepada masyarakat Indonesia hingga kajian ini terlaksana dengan koordinator kajian Prof DR KH Ridlwan Nasir (imam besar MAS),” sambungnya. Menurut Khofifah, kajian Tafsir Al-Jailani akan dilaksanakan dua kali setiap bulan yakni Jumat ke-1 dan Jumat ke-4 yang berlangsung secara virtual/daring dengan peminat kajian dari masyarakat umum dan pesantren sebanyak 2,4 juta. “Kajian akan dilaksanakan mulai 19 Juli 2024 hingga Juli 2025 setelah Sholat Jumat pada jam 13.00 WIB, atau kalau di Turki sekitar jam 09.00 pagi waktu Turki,” imbuhnya yang idampingi Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg. Saat menyampaikan kajian pertama Tafsir Al-Jailani, Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani menjelaskan ulama dunia mengakui tafsir karya Syeikh Abdul Qadir Al Jailani itu merupakan tafsir terbaik. “Ulama dari berbagai negara mengakui hal itu setelah saya beri tafsir itu dan mengkaji sendiri, karena Syeikh Abdul Qadir Al Jailani itu menafsirkan ayat dengan ayat, ayat dengan hadits, dan ayat dengan penjelasan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib (kakek Syeikh Abdul Qadir),” ujarnya. Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani yang mengaku Indonesia sebagai “negara kedua”-nya itu mencontohkan “bismillah” itu ditafsirkan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani secara berbeda sesuai ayatnya. “Bismillah dalam Surah Albaqoroh dikaitkan artinya dengan keyakinan orang-orang Muslim tentang tauhid. Surah Al-Ikhlas itu, ahli tafsir lain menerjemahkan ‘qulhu’ dengan ‘Katakan Wahai Muhammad’, tapi Syeikh Abdul Qadir Jailani tidak mau menyebut nama ‘Muhammad’ tapi menyebut ‘Rasul yang paling sempurna’ yang lebih beradab),” ungkapnya. Fatihah juga ditafsirkan sebagai surat keesaan Tuhan yang tak berbilang dan keabadian, bahkan “Iyyakana’budu” diartikan keesaan yang hanya menyembah kepada Allah sebagai puncak tauhid. “Semua milik Allah, Allah itu robbul Alamin, bukan robbul Muslimin,” katanya. Kajian yang dimulai Jumat (19/7/2024) hingga Juli 2025 itu dimulai dengan kajian “Al-Mau’idhah” (QS Yunus : 57, QS Luqman : 57, QS Al-A’raf : 205), lalu kajian “Al-Rahmah (QS Al-Anbiya’ 107, QS Al-An’am 54, QS Ali Imran 159, QS Al-Mu’min 118, QS Al-Isra’ 24, QS An-Nisa 175, QS Yunur 58, QS At-Taubah 128, QS Ar-Rum 21, QS An-Naml 77). Kajian lainnya, As-Sakinah dalam Al-Qur’an, Al-Mawaddah, As-Salam, Al-Washiyat, Al-Qital, Al-Birru, At-Taqwa, Al-Itsmu, Ash-Shukru, Al-Du’a, Al-Ukhuwah, Al-Ni’mah, Al-Dunya, Al-Akhirat, Al-Insan, Al-Musiibah, Al-Sabru, Al-Amaanah, Al-Baraakaat, dan Pesan Moderasi Beragama (Takfir kepada Negara, Takfir kepada pendosa, Jihad, Membunuh non-Muslim, merusak Fasuliras Umum, dan Merampas Harta untuk Jihad). (har) Baca juga :

Read More

Gunung Gede Membeku Hingga ‘Bersalju’, Suhu Capai 0 Derajat

Bandung — 1miliarsantri.net : Gunung Gede Pangrango membeku di puncak musim panas pada Juli 2024. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mencatat suhu mencapai 0 derajat celcius Kawasan alun-alun Suryakancana membeku akibat suhu udara yang menurun tajam terutama pagi hari. Pendaki harus berhati-hati dan mengenakan perlengkapan sesuai standar agar tidak mengalami hipotermia. Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Deni mengatakan suhu udara mengalami penurunan sejak beberapa terakhir. Bahkan hal yang sama dapat dirasakan di kawasan pintu masuk pendakian Cibodas dan Gunung Putri. “Suhu di kawasan Alun-alu Suryakancana sempat dilaporkan sampai 0 derajat saat pagi hari, penurunan suhu terjadi lebih dingin dibandingkan biasanya, untuk pastinya kami masih menunggu laporan petugas,” ungkapnya. Seiring penurunan suhu tersebut, pihaknya meminta pendaki untuk ekstra hati-hati dalam melakukan aktivitas pendakian, patuhi aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku serta mematuhi anjuran petugas di pintu masuk pendakian. Setiap pendaki diminta mempersiapkan diri dengan matang termasuk kesehatan fisik, teknis dan perlengkapan yang dibutuhkan dipastikan sesuai standar keselamatan agar terhindar dari hipotermia karena suhu dingin. “Kami juga menempatkan petugas di sepanjang jalur pendakian hingga Alun-alun Suryakancana, guna memastikan pendakian masih dapat dilakukan serta mengimbau pendaki menggunakan peralatan terutama pakaian yang dapat menghangatkan tubuh,” katanya. Sementara membekunya kawasan Alun-alun Surakancana Gunung Gede, sempat dibagikan sejumlah pendaki di akun media sosialnya seperti yang disiarkan pendaki asal Bogor Muhammad Fikri. Dia menyebut saat pagi dan malam hari tenda yang ditempatinya diselimuti es. Bahkan saat pagi hari, ungkap dia, rerumputan di kawasan tersebut dipenuhi embun yang membeku akibat suhu udara yang turun drastis sedangkan pada malam hari suhu lebih dingin sehingga dia dan sejumlah rekannya terpaksa menggunakan jaket rangkap dua. “Biasanya tidak sedingin ini, saat malam hari lebih dingin, ketika pagi di atas tenda tertutup es termasuk di rerumputan, es tersebut baru mencair menjelang siang,” pungkasnya. (den) Baca juga :

Read More

Danau Kelimutu tak bisa dilepaskan dari kepercayaan Suku Lio.

Ende — 1miliarsantri.net : Suara nyaring burung saling bersahutan memecah suasana hening di kawasan yang masih asri di Taman Nasional Kelimutu, Ende, NTT. Sepanjang perjalanan menuju puncak Gunung Kelimutu, pengunjung akan ditemani suara burung garugiwa. Fauna terbang yang dikenal sebagai burung arwah tersebut merupakan peksi endemik yang hanya bisa ditemui di Flores. Garugiwa termasuk burung cerdas yang mampu menirukan hingga 12 suara. Tak heran burung tersebut dijadikan ikon Balai Taman Nasional Kelimutu. Untuk menuju Danau Kelimutu, yang merupakan kawah dari Gunung Kelimutu, dari tempat parkir pengunjung harus berjalan kaki menelusuri jalan setapak sepanjang 2 kilometer dan menapaki kurang lebih 300 anak tangga menuju puncak gunung. Berbicara tentang Danau Kelimutu memang tak bisa dilepaskan dari kepercayaan masyarakat Suku Lio di Kabupaten Ende. Mereka meyakini danau tersebut merupakan tempat bersemayamnya para arwah. Konon kabarnya, para arwah dari orang yang meninggal akan bersemayam di tiga danau yang berada di puncak gunung. Tiga danau berwarna atau triwarna tersebut bernama Tiwu Ata Mbupu, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Polo. Orang yang semasa hidupnya mengamalkan kebaikan dan kebajikan hingga berumur panjang, maka setelah meninggal arwahnya akan menempati Tiwu Ata Mbupu, yakni danau yang berwarna gelap. Sementara, orang yang meninggal muda, arwahnya akan menempati Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang berwarna hijau. Sementara, orang yang semasa hidupnya berlaku jahat maka setelah meninggal arwahnya akan menempati Tiwu Ata Polo, yakni danau yang berwarna gelap seperti hijau tua, coklat, hingga dapat berubah warna menjadi merah. Warna danau yang terletak di Gunung Kelimutu itu dapat berubah-ubah, dari hijau menjadi biru, hitam, ataupun merah. Masyarakat yang mendiami kaki Gunung Kelimutu meyakini bahwa perubahan warna danau membawa pesan tertentu. “Misalnya, pada 1996 (sebelum terjadinya krisis moneter) danau mengalami perubahan warna dan selanjutnya pada 2008 menjelang Pak Harto (Soeharto) meninggal dunia,” kata warga setempat bernama Adel, saat ditemui di kawasan Danau Kelimutu, akhir pekan lalu. Terlepas dari kepercayaan masyarakat setempat, secara ilmiah perubahan warna terjadi karena pengaruh dari mekanisme vulkanis, yang mendesak gas-gas di dalam Bumi hingga keluar ke permukaan. Gas itu bereaksi dan bercampur di danau dan menyebabkan perubahan warna air danau. Perubahan warna dari hijau menjadi putih menandakan meningkatnya aktivitas Gunung Kelimutu. Perubahan warna ini tidak mempunyai pola yang jelas, tergantung aktivitas vulkanik yang terjadi Danau Kelimutu yang terletak di ketinggian 1.639 mdpl tersebut berasal dari kata dari “keli” yang berarti gunung dan “mutu” yakni mendidih. Dengan demikian, Kelimutu bermakna gunung mendidih dengan perbedaan warna air. Tak heran pesona danau tiga warna tersebut memukau sejumlah wisatawan untuk mengunjungi danau yang berjarak 65 km dari Kota Ende tersebut. Tak hanya wisatawan lokal, banyak pula turis mancanegara yang takjub. Seorang wisatawan asal Jakarta, Gabriel, mengaku takjub dengan pemandangan alam yang luar biasa di kawasan tersebut. Meskipun kala itu ia tak bisa melihat dengan jelas keindahan danau tersebut karena terhalang kabut, tak menutupi ketakjuban Gabriel akan keindahan pesona alam tersebut. “Indah sekali. Ternyata banyak wilayah di Indonesia yang perlu dijelajahi dan lebih indah dibandingkan tempat lain,” kata Gabriel yang baru pertama datang ke Danau Kelimutu. Untuk menuju kawasan tersebut, Gabriel harus bermalam di desa yang ada di kaki gunung tersebut. Banyak penginapan dengan harga terjangkau tersedia di kawasan berhawa sejuk. Ia menyarankan pengunjung datang sebelum pukul 08.00 waktu setempat agar bisa melihat keindahan danau tersebut lebih jelas. Jika bepergian sendirian, penduduk lokal dengan senang hati akan mengantarkan pengunjung. Pemandu wisata dari Dinas Pariwisata Ende, Ferdinand Radawara, mengatakan dari tiga danau tersebut hanya danau Tiwu Ata Mbupu yang bisa didekati. Pengunjung namun tetap tidak diperkenankan melakukan aktivitas seperti berenang. “Apalagi saat ini berada pada Level II atau ‘Waspada’. Pengunjung hanya diperbolehkan untuk naik ke puncaknya, tidak boleh mendekat ke danau. Waktu kunjungan pun dibatasi hanya sampai pukul 12.00,” terang Ferdinand. (th) Baca juga :

Read More

Pemuda Penjual Angkringan Wakili Indonesia di WorldSkills Competition Prancis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Namanya Septian Agung Nugroho. Pemuda berprestasi ini mendapat kesempatan emas mewakili Indonesia di ajang bergengsi dunia WorldSkills Competition (WSC) di Lyon, Prancis, pada 10 hingga 15 September 2024 mendatang. Septian sempat membuka usaha angkringan kecil-kecilan saat masa pandemi. Namun, segalanya berubah saat ia mencoba mengikuti Ajang Talenta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tahun 2021 dan berhasil meraih medali perunggu pada bidang Mechatronics. Alumni SMK Negeri 1 Jenangan, Ponorogo ini menceritakan awal kisah perjalanan prestasinya. “Saat pandemi Covid-19 sehabis ujian nasional di kampung, saya inisiatif buka usaha yaitu angkringan di tepi jalan raya. Kemudian, saya mendapat kabar ada seleksi LKS di SMK Negeri 1 Jenangan pada bidang Mechatronics dan Industrial Control. Saat itu saya masih ragu tetapi akhirnya saya mendapat wejangan dari bapak saya ‘tugasmu itu sekolah bukan dagang, sudah tinggalin dulu angkringannya’ kata Bapak saya waktu itu,” terang Septian kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/7/2024). Dalam benaknya, Septian pun memberanikan diri untuk melangkah di Ajang Talenta LKS SMK yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Ia tak pernah mengeluh meskipun harus menempuh perjalanan ke sekolahnya dengan jarak 32 km setiap harinya. Septian mengaku ingin sekali bersekolah di luar kecamatan. Ia pun bersekolah di SMKN 1 Jenangan Ponorogo, mengambil jurusan Teknik Otomasi Industri dengan program belajar empat tahun. “Meski jarak rumah saya ke sekolah itu adalah 32 km jadi selama 4 tahun itulah saya menempuh jarak 64 km pulang pergi setiap harinya,” kenang Septian. Pada tahun 2021 Septian berhasil lolos seleksi untuk mewakili SMKN 1 Jenangan pada Ajang Talenta LKS SMK. Ia menjelaskan, saat pandemi Covid-19 melanda, proses latihannya memakan waktu hampir 6 bulan. Kesabarannya pun membuahkan hasil, Septian memperoleh medali perunggu pada bidang Mechatronics di LKS SMK Tahun 2021 yang diselenggarakan secara daring pada Oktober 2021. Dari situlah jalan prestasinya terbuka lebar. Ia diterima di kampus impiannya sebagai mahasiswa D4 Mekatronika di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Di tahun 2022, Septian berkesempatan mengikuti Seleksi Daerah (Selekda) ASEAN Skills Competition (ASC). Dalam ajang tersebut, ia meraih Juara 1 pada Selekda ASC tahun 2022.Tak berhenti sampai di situ, pada 2023 Septian kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet Juara 1 Seleksi Nasional (Seleknas) ASEAN Skills Competition (ASC) tahun 2023. Di tahun yang sama, Septian mewakili Indonesia pada ajang ASEAN Skills Competition (ASC) di Singapura. Ia pun berhasil menyabet medali perak untuk Indonesia. Prestasi Septian tentu tak lepas dari dukungan kedua orangtua. Ayah Septian bernama Suprianto berprofesi sebagai wiraswasta dan sang ibu bernama Mistrini, sebagai ibu rumah tangga. Dalam beberapa tahun mendatang, Septian memiliki keinginan untuk menyumbangkan ilmu kepada adik-adik yang menekuni bidang mekatronika. Mimpinya yang lain adalah memperbaiki perekonomian kedua orang tuanya. “Saya harus menyelesaikan kuliah saya. Saya juga ingin mengabdikan ilmu saya terkait dunia kompetensi mekatronika ini ke adik-adik dan orang yang membutuhkan. Saya berharap setelah lulus sudah dapat kerja di pemerintahan dan instansi. Yang penting saya bisa kerja dulu dan meningkatkan ekonomi keluarga dulu,” imbuh Septian. Kini petualangan Septian berlanjut, tahun ini Septian sedang mempersiapkan dirinya sebagai kompetitor di ajang bergengsi dunia WorldSkills Competition (WSC) di Lyon, Prancis. Saat ini ia tengah mengikuti pembinaan dalam beberapa bulan terakhir di PT. Festo untuk memberikan kontribusi dan prestasi yang maksimal untuk Indonesia. “Kampus saya PENS juga memberikan saya kesempatan untuk ikut WSC ini tentunya. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada orang tua dan teman teman saya yang selalu mendukung saya sampai saat ini dan juga pasti atas ridho dari Tuhan yang mengantarkan saya pada titik ini,” ungkap Septian. Sebagai informasi, tahun ini Indonesia kembali mengikuti ajang WorldSkills Competition (WSC), di Lyon, Prancis. Delegasi Indonesia akan berkompetisi di WSC pada tanggal 10 s.d. 15 September 2024. WSC merupakan ajang kompetisi tingkat dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh WorldSkills International (WSI) dengan fokus meningkatkan kompetensi kejuruan. Indonesia akan mengirimkan peserta pada 11 bidang lomba, yaitu Mechatronics, Industry 4.0, Hairdressing, Industrial Control, IT Network Systems Administration, Heavy Vehicle Technology, Autonomous Mobile Robotics, Electronics, Refrigeration and Air Conditioning, Restaurant Service, dan Rail Vehicle Technology (disponsori PT. Kereta Api Indonesia). Sebelum mengakhiri, Septian kepada anak muda lainnya bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Yang penting lakukan yang terbaik yang ada di depan mata. “Kita juga harus selalu berusaha maksimal dan jangan pantang menyerah. Ketika sudah terwujud jangan lupa bersujud,” pungkasnya. (Iin) Baca juga :

Read More