Mengkritik Pemimpin dalam Islam: Antara Amar Ma’ruf dan Etika Berbicara

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Dalam kehidupan bermasyarakat, pembahasan tentang hukum mengkritik pemimpin sering kali menimbulkan perdebatan. Sebagian orang berpendapat bahwa kritik adalah bentuk kepedulian terhadap jalannya pemerintahan, sementara yang lain menganggapnya sebagai tindakan yang bisa mengganggu kehormatan pemimpin. Dalam Islam, segala hal memiliki aturan dan batasan, termasuk dalam hal menyampaikan kritik. Islam mendorong umatnya untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk kepada pemimpin. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana Islam memandang kritik terhadap pemimpin, agar niat baik tidak berubah menjadi ‘dosa sejarah’ karena cara yang keliru. Mengkritik Pemimpin dalam Perspektif Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dalam ajaran Islam, setiap umat memiliki tanggung jawab untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Prinsip ini menjadi dasar bagi hukum mengkritik pemimpin. Kritik dalam Islam memiliki adab dan etika tertentu, agar tidak menimbulkan fitnah dan perpecahan. Kritik bukanlah sesuatu yang dilarang, selama disampaikan dengan niat memperbaiki dan dengan cara yang santun. Namun, Islam juga sangat menekankan cara dalam menyampaikan kritik. Tidak semua bentuk kritik bisa diterima, terutama jika disampaikan dengan nada kasar, terbuka di depan umum tanpa tujuan yang jelas, atau justru menimbulkan fitnah. Ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa menasihati pemimpin sebaiknya dilakukan dengan cara lembut dan pribadi. Hal ini agar tidak menimbulkan permusuhan atau mempermalukan pemimpin di hadapan rakyatnya. Jadi, hukum mengkritik pemimpin sebenarnya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi lebih pada bagaimana kritik itu disampaikan sesuai syariat dan niat yang tulus. Berkaitan dengan ini Allah SWT pernah meminta Nabi Musa untuk menasehati Fir’aun yang mana merupakan pemimpin paling zalim sepanjang sejarah umat manusia, Allah berfirman agar berbicara dengan lemah lembut kepada Fir’aun sebagaimana dalam Qur’an Surat At-Taha ayat 43-44 yang berbunyi: “Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas” “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. Baca juga : Al Qur’an Memberikan Ciri Pemimpin yang Diridhai Allah SWT Etika dan Batasan dalam Mengkritik Pemimpin Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk berbicara dengan sopan, menggunakan kata-kata yang menyejukkan, dan menghindari penghinaan. Etika berbicara ini juga berlaku dalam konteks hukum mengkritik pemimpin. Kritik yang disampaikan tanpa adab bisa berubah menjadi dosa ghibah, fitnah, atau bahkan pemberontakan jika sampai menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sebelum melontarkan kritik, kita perlu menimbang apakah ucapan kita membawa maslahat atau justru mudarat. Dalam sejarah Islam, para sahabat Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan pendapat kepada pemimpin mereka, namun selalu dengan sikap hormat. Misalnya, Umar bin Khattab yang dikenal tegas pun tidak menolak nasihat rakyatnya, tetapi rakyat pun tahu batasnya dalam berbicara. “Tidak ada kebaikan pada kalian, bila tidak menegurku”, ujar Umar bin Khattab. Inilah keseimbangan yang diajarkan Islam, keberanian menyampaikan kebenaran, namun tetap dengan kelembutan dan rasa hormat. Karena sejatinya, hukum mengkritik pemimpin tidak melarang umat untuk menegur, tetapi melarang cara yang merendahkan dan menimbulkan kerusuhan. Amar ma’ruf bukan hanya menyampaikan kebenaran, tetapi juga dengan cara yang ma’ruf. Sebagaimana Al-Qur’an memerintahkan untuk menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (QS. Al-Asr:3).  Kritik yang benar adalah yang disertai dengan solusi. Islam tidak mengajarkan kita hanya sekadar menunjuk kesalahan tanpa memberi jalan keluar. Jika kita melihat pemimpin berbuat salah, maka sampaikan dengan niat memperbaiki, bukan menjatuhkan. Baca juga : Pemimpin Yang Menginspirasi Pada akhirnya, hukum mengkritik pemimpin dalam Islam berakar pada prinsip amar ma’ruf nahi munkar dan etika berbicara yang baik. Mengkritik bukanlah tindakan tercela selama dilakukan dengan adab, niat tulus, dan tujuan memperbaiki keadaan. Sebaliknya, jika kritik dilakukan dengan amarah, hinaan, atau menyebarkan kebencian, maka hal itu bertentangan dengan ajaran Islam. Kritik tidak boleh menjatuhkan legitimasi kepemimpinan secara zalim. Tidak semua kesalahan pemimpin wajib diumbar. Ada ruang maaf dan pertimbangan maslahat umat. Para ulama salaf lebih memilih nasihat langsung, daripada mengkritik di mimbar. Sebagai masyarakat yang beriman, kita perlu bijak dalam menyikapi kebijakan dan perilaku pemimpin. Jika ada kekeliruan, sampaikanlah dengan cara yang baik, penuh rasa hormat, dan berlandaskan ilmu. Jangan jadikan kritik sebagai ajang menunjukkan kehebatan diri, melainkan sebagai bentuk cinta terhadap keadilan dan kebenaran. Semoga kita semua mampu memahami dan mengamalkan hukum mengkritik pemimpin dengan bijak, sehingga niat baik untuk memperbaiki negeri tidak berubah menjadi’ ‘dosa sejarah’ karena cara yang salah.(**) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto Ilustrasi AI

Read More

Airbus A400M Pertama Diserahkan Kepada Kementerian Pertahanan RI

Airbus Defence and Space secara resmi telah menyerahkan Pesawat A400M pertamanya kepada Kementerian Pertahanan Indonesia. Jakarta — 1miliarsantri.net: Penyerahan Pesawat Airbus A400M oleh Airbus Defence and Space kepada Indonesia, yang diterima oleh Kementerian Pertahanan RI, menandai tonggak penting dalam upaya modernisasi kemampuan transportasi militer Indonesia. Pesawat angkut udara taktis berat A400M ini akan dioperasikan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), diserah terimakan di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakata, setelah prosesi serah terima pesawat di fasilitas Airbus di Seville, Spanyol. Indonesia Operator ke-10 Pesawat A400M Mengutip laman resmi AIRBUS, Kepala Divisi Internasional Airbus Defence and Space, Karl-Heinz Grossman mengatakan, “Hari ini kami menyambut Indonesia sebagai operator kesepuluh A400M.” Grossman menegaskan, “Pengiriman ini merupakan bukti nyata kepercayaan yang diberikan kepada kemampuan multi-peran pesawat ini dan kesesuaiannya untuk operasi di lingkungan yang beragam dan menantang, seperti kompleksitas geografis negara ini.” Lebih lanjut dia mengatakan, “Kami berharap dapat mendukung Angkatan Udara Indonesia dalam pengoperasian A400M untuk misi nasional dan regional.” Layanan dan Dukungan Kepada AU Indonesia Sebagai bentuk dukungan, Airbus akan menyediakan pelatihan komprehensif dan layanan dukungan kepada Angkatan Udara Indonesia untuk memastikan kelancaran masuknya layanan. Sebagai contoh, dalam konteks pengiriman A400M ini, Indonesia akan mempelajari potensi integrasi peralatan pemadam kebakaran A400M yang baru dikembangkan pada kedua pesawat. Peralatan pemadam kebakaran modular roll-on/roll-off memungkinkan A400M untuk dengan cepat diubah menjadi pesawat pengebom air, yang mampu menjatuhkan hingga 20.000 liter retardant atau air dalam sekali jalan, tulis Airbus. Kemampuan baru ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam merespons kebakaran hutan di wilayahnya yang luas dan seringkali sulit dijangkau. Konfigurasi Pesawat A400M Indonesia Pesawat A400M yang dikirimkan ke Indonesia dikonfigurasi untuk misi kargo, transportasi pasukan, evakuasi medis, dan kemanusiaan. Dengan kemampuan terbang sejauh 2.400 mil laut, pesawat ini mampu menjangkau seluruh wilayah nusantara dari Jakarta. Kemampuan A400M : Kehadiran Pesawat A400M yang dioperasikan oleh Tentara Nasional Indonesia “TNI” Angkatan Udara, merupakan peningkatan kekuatan alutsista yang memperluas jangkauan Angkatan Udara Indonesia.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : Siaran Pers Airbus Foto istimewa : Airbus A400M

Read More

Bentuk Rezeki Tak Selalu Berbentuk Uang, tapi Hadir dengan Cara yang Tak Terduga

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Banyak di antara kita yang sering kali menilai keberhasilan dan kebahagiaan dari seberapa banyak uang yang dimiliki. Namun, sesungguhnya bentuk rezeki tak selalu berbentuk uang. Bentuk rezeki bisa datang dalam bentuk tak kasat mata, namun berdampak besar dalam kehidupan manusia. Terkadang, bentuk rezeki hadir dalam bentuk yang jauh lebih berharga dari sekadar harta. Ia bisa datang melalui kesehatan yang prima, keluarga yang hangat, sahabat yang tulus, atau bahkan kedamaian hati yang sulit ditukar dengan apapun. Dalam hidup, bentuk rezeki bukan hanya soal materi, tapi tentang bagaimana kita menerima setiap kebaikan yang Allah SWT hadirkan, meskipun dalam wujud yang tidak selalu terlihat atau terduga. Rezeki berarti segala bentuk pemberian Allah yang membawa manfaat, bukan hanya sekedar materi seperti yang dipahami oleh orang kebanyakan. Baca juga : modal sosial pembuka pintu rezeki Makna Sebenarnya dari Rezeki Tak Selalu Berbentuk Uang Jika kita mau sedikit merenung, maka kita akan menyadari bahwa rezeki tak selalu berbentuk uang, karena hidup ini lebih luas dari sekadar angka di rekening. Ada orang yang hartanya berlimpah, tapi kesehatannya rapuh. Ada pula yang sederhana secara ekonomi, tapi hidupnya tenang dan penuh cinta. Rezeki yang sejati adalah segala sesuatu yang memberi manfaat dan kebahagiaan bagi kita, baik secara lahir maupun batin. Ketika kita bisa bangun pagi dengan tubuh sehat dan hati tenang, itu juga rezeki. Ketika seseorang menolong kita tanpa diminta, atau ketika kita mendapat kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru, itu pun bentuk rezeki yang sering kali terabaikan. Sering kali manusia terlalu fokus pada uang, sehingga lupa bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari materi, melainkan dari rasa cukup dan syukur. Baca juga : Doa Ampuh AA Gym: Amalan Nabi Daud Ini Dijamin Buka Pintu Rezeki Dalam kehidupan sehari-hari, rezeki bisa hadir dalam banyak wujud. Terkadang, Allah SWT memberikan rezeki dalam bentuk waktu luang untuk kita beristirahat setelah lelah bekerja. Kadang juga rezeki datang dalam bentuk kesempatan, seperti bertemu orang yang membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Ujian dan kehilangan pun sering menjadi pintu rezeki yang tersembunyi. Ada pula rezeki dalam bentuk perlindungan. Mungkin kita pernah mengalami kejadian yang membuat rencana gagal, namun ternyata di balik itu ada hikmah besar yang menyelamatkan kita dari sesuatu yang buruk. Itu pun rezeki, hanya saja wujudnya tidak selalu terlihat jelas pada awalnya. Bahkan, hati yang tenang dan pikiran yang lapang adalah rezeki luar biasa yang tidak semua orang miliki. Dalam hubungan sosial, rezeki bisa hadir melalui orang-orang baik yang tulus mendukung dan mendoakan kita. Persahabatan yang jujur, keluarga yang selalu ada di saat susah dan senang, atau anak-anak yang tumbuh dengan kasih sayang, semua itu adalah bentuk rezeki yang nilainya tak ternilai dengan uang sekalipun. Ketika kita memahami bahwa rezeki tak selalu berbentuk uang, maka cara kita memandang hidup pun akan berubah. Kita tak lagi mengeluh ketika penghasilan berkurang atau peluang terasa kecil, karena kita mulai melihat kebaikan lain yang Tuhan titipkan dalam hidup kita. Pada akhirnya, rezeki tak selalu berbentuk uang, dan itulah yang membuat hidup menjadi kaya makna. Ketika kita belajar menghargai setiap bentuk rezeki baik yang besar maupun kecil, terlihat maupun tersembunyi maka kita akan hidup lebih bahagia dan damai. Rezeki adalah tentang bagaimana kita melihat dan mensyukuri setiap nikmat yang ada, bukan hanya menghitung seberapa banyak harta yang kita punya. Beberapa kunci untuk membuka pintu rezeki, seperti bersyukur dalam segala keadaan, Ikhtiar dan kerja keras yang jujur, serta tawakal dan tidak mudah mengeluh. Perbuatan sedekah dan menebar manfaat kepada sesama juga dipercaya sebagai pembuka jalan rezeki. Disamping menjaga hubungan dengan sesama. Semoga kita semua selalu diberi hati yang lapang untuk menyadari bahwa rezeki tak selalu berbentuk uang, karena kebahagiaan sejati sering kali datang dari hal-hal sederhana yang mungkin selama ini luput dari perhatian kita.(***) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto Ilustrasi AI

Read More

Etika dan Hukum dalam Berdagang Ala Rasulullah

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Dalam dunia usaha, etika dan hukum berdagang menjadi dua hal yang sangat penting untuk dijunjung tinggi. Tanpa keduanya, kegiatan jual beli bisa kehilangan arah dan makna. Berdagang ala Rasulullah menjadi hal penting diperhatikan. Sebagai umat yang meneladani Rasulullah SAW, kita diajarkan bahwa berdagang bukan hanya soal keuntungan, tapi juga soal amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Rasulullah sendiri dikenal sebagai sosok pedagang yang sukses karena memiliki karakter jujur, adil, dan menepati janji. Nilai-nilai inilah yang seharusnya menjadi landasan bagi kita dalam menerapkan etika dan hukum berdagang di masa kini. Meneladani Etika Berdagang ala Rasulullah SAW Dalam membahas etika dan hukum berdagang, kita tidak bisa melepaskan contoh dari Rasulullah SAW. Sebelum menjadi Nabi, beliau sudah dikenal sebagai pedagang ulung yang sangat dipercaya oleh para mitra bisnisnya. Salah satu kunci keberhasilan Rasulullah adalah etika berdagang yang beliau pegang teguh, hingga disenangi oleh para pelanggan dan mitra dagangnya. Etika berdagang mencakup sikap jujur dalam menakar dan menimbang barang, tidak menipu pembeli, tidak menyembunyikan cacat produk, serta tidak bersumpah palsu untuk melariskan dagangan. Rasulullah SAW bersabda, “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menjadi bukti betapa tinggi kedudukan seorang pedagang yang menjaga etika dalam usahanya. Kejujuran (Shidq) berarti tidak menipu dalam timbangan, kualitas, atau informasi barang. Dalam kehidupan modern saat ini, penerapan etika dan hukum berdagang juga bisa kita lihat dari cara berbisnis yang transparan dan tidak merugikan konsumen. Seperti tidak memanipulasi harga, tidak menggunakan strategi penipuan digital, dan menjaga keaslian produk yang dijual. Ketika pedagang mampu menjaga nilai kejujuran, keberkahan dalam usaha pun akan mengalir dengan sendirinya. Selain itu, Rasulullah SAW juga mencontohkan pentingnya keadilan dalam berdagang. Beliau tidak pernah menekan pembeli atau memanfaatkan kebutuhan orang lain untuk meraih keuntungan berlebihan. Prinsip ini sangat relevan di era sekarang, di mana banyak pelaku usaha berlomba-lomba mencari laba tanpa mempertimbangkan nilai moral. Akad transaksi yang jelas, transparan dan bebas dari spekulasi berlebihan juga menjadi tauladan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Selain menekankan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan, dengan memperhatikan dan memberi ruang bagi sedekah, zakat, dan keadilan ekonomi. Baca juga : Meneladani Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari Hukum Berdagang dalam Islam Setelah memahami etika, penting juga bagi kita untuk mengetahui bagaimana hukum berdagang diatur dalam Islam. Islam adalah agama yang sangat menghargai kegiatan ekonomi, selama dilakukan dengan cara yang halal dan sesuai syariat. Dalam konteks etika dan hukum berdagang, Islam memberikan pedoman yang jelas agar transaksi berjalan adil, tidak merugikan salah satu pihak, dan bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), serta penipuan. Prinsip dasar hukum muamalah :”Segala bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang melarang.” Hukum berdagang dalam Islam berpijak pada prinsip halal dan toyyib (baik). Segala bentuk transaksi yang melibatkan barang haram, seperti minuman keras atau riba, otomatis dilarang. Selain itu, dalam Islam, jual beli harus dilakukan atas dasar suka sama suka antara penjual dan pembeli. Tidak boleh ada unsur paksaan ataupun penipuan dalam kesepakatan. Baca juga : Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia Melalui Jalur Perdagangan Dalam praktiknya, etika dan hukum berdagang juga menuntut kita untuk memenuhi hak-hak konsumen. Jika seseorang menjual barang cacat tanpa memberitahu kekurangannya, maka jual beli tersebut bisa dianggap batal atau tidak sah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa menipu, maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Muslim). Dengan demikian, hukum berdagang dalam Islam tidak hanya mengatur hal-hal teknis, tetapi juga menanamkan nilai moral yang kuat bagi setiap pelaku usaha. Dari uraian di atas, kita dapat memahami bahwa etika dan hukum berdagang bukan hanya sekadar aturan, tetapi juga panduan moral yang membawa kita menuju keberkahan dalam usaha. Meneladani cara berdagang Rasulullah SAW berarti menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan amanah dalam setiap transaksi. Semoga kita semua dapat menjadi pedagang yang tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga mendapat ridha Allah melalui penerapan etika dan hukum berdagang dalam kehidupan sehari-hari.(***) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto Ilustrasi AI

Read More

Menteri Keuangan Purbaya Tidak Mau Pakai Burden Sharing, Begini Penjelasannya

Purbaya Yudhi Sadewa Tidak Akan Melanjutkan Kebijakan Burden Sharing Yang Berpotensi Mengaburkan Batas Antar Kebijakan Fiskal dan Moneter Jakarta — 1miliarsantri.net: Kebijakan Burden Sharing adalah skema pembagian beban pembiayaan antara pemerintah dan bank sentral daam hal ini Bank Indonesia untuk meringankan beban fiskal negara, terutama saat krisis atau kebutuhan pendanaan besar. Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan melanjutkan kebijakan tersebut. Menurut Purbaya, Burden Sharing berpotensi mengaburkan batas antar kebijakan Fiskal dan Moneter. Purbaya Tidak Akan Memakai Burden Sharing Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia INDEF di Menara Bank Mega, yang berlangsung pada 28/10/2025 lalu, Purbaya menegaskan, “Saya semaksimal mungkin tidak akan memakai burden sharing itu.” Diapun menambahkan, “Presiden RI, Prabowo Subianto tak pernah meminta penerapan skema tersebut,” skema yang berpotensi mengaburkan batas antar kebijakan moneter dan fiskal itu. Padahal Bank Indonesia sejatinya dibuat sebagai lembaga independen agar kebijakannya tidak dipengaruhi kebijakan politik maupun pemerintahan. BI Sebagai Bank Sentral Independen Dalam kesempatan itu, Purbaya menegaskan, “BI dipisahkan dari pemerintah agar berdiri sebagai bank sentral independen. Dengan begitu, politik dan pergantian pemerintahan tidak akan memengaruhi kebijakan bank sentral yang berdampak jangka panjang,” tulis cnnindonesia.com. Kemenkeu dan BI sempat berencana menerapkan kembali burden sharing untuk mendukung program perumahan rakyat dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, bagian dari agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Namun Purbaya bergeming tidak akan menggunakan kebijakan burden sharing. Untuk diketahui, kebijakan burden sharing pertama kali digunakan pada saat pandemi Covid-19, mengingat saat itu Pemerintah RI membutuhkan dana besar dalam rangka menangani kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi tersebut.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto istimewa Kementerian Keuangan RI Sumber : Kemenkeu.go.id dan CNN Indonesia

Read More

Dampak Terbesar dari Adanya Robot Pekerja Pabrik bagi Perkembangan Ekonomi

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi berkembang sangat cepat, terutama dalam dunia industri dan bisnis. Salah satu inovasi yang paling banyak dibicarakan adalah penggunaan robot pekerja dalam dunia kerja. Banyak orang mulai membahas tentang dampak adanya robot pekerja pabrik, baik dari sisi positif maupun negatif. Kehadiran robot pekerja pabrik di sektor industri memang membawa perubahan besar mulai dari efisiensi produksi, penghematan biaya, hingga munculnya tantangan baru bagi tenaga kerja manusia. Namun, sejauh mana dampaknya terhadap perkembangan ekonomi secara keseluruhan? Mari kita bahas bersama. Dampak Adanya Robot Pekerja terhadap Perkembangan Ekonomi Sebelum kita menilai dampaknya, penting untuk memahami mengapa robot pekerja mulai digunakan secara masif. Di era otomatisasi, perusahaan berlomba-lomba meningkatkan efisiensi agar bisa bersaing di pasar global. Robot pekerja dianggap sebagai solusi karena mampu bekerja tanpa lelah, memiliki akurasi tinggi, dan bisa menggantikan beberapa peran manusia dalam pekerjaan yang berisiko atau membutuhkan presisi tinggi. Nah, dari sinilah muncul berbagai dampak adanya robot pekerja terhadap perekonomian yang patut kita cermati lebih dalam. Salah satu dampak positifnya adalah meningkatkan produktivitas. Seperti yang kita ketahui bahwa robot dapat bekerja tanpa batas waktu, tidak membutuhkan istirahat, dan mampu menghasilkan output yang konsisten. Seperti dalam sektor manufaktur, pabrik yang memanfaatkan robot dalam lini produksinya bisa menghasilkan barang dengan volume lebih besar dan waktu yang lebih singkat. Akibatnya, biaya produksi menurun, harga jual menjadi lebih kompetitif, dan pasar dapat berkembang lebih luas. Ini jelas menjadi keuntungan besar bagi perekonomian secara umum, karena roda industri berputar lebih cepat. Namun, dampak adanya robot pekerja tidak selalu positif. Banyak kalangan menyoroti potensi berkurangnya lapangan pekerjaan bagi manusia. Beberapa posisi yang dulunya diisi oleh tenaga manusia kini digantikan oleh mesin otomatis. Misalnya di industri otomotif, robot kini mengerjakan hampir seluruh proses perakitan mobil. Hal ini memang membuat produksi lebih cepat, tetapi di sisi lain banyak pekerja yang kehilangan sumber penghasilan. Jika hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan keahlian dan pendidikan yang relevan, bisa saja ketimpangan ekonomi semakin melebar. Meski begitu, bukan berarti kehadiran robot akan sepenuhnya menggantikan manusia. Justru, kita bisa melihatnya sebagai peluang baru. Karena dengan hadirnya teknologi otomatisasi, muncul juga kebutuhan akan tenaga ahli di bidang pemrograman, pemeliharaan robot, hingga analisis data. Jadi, ekonomi akan bergeser dari ekonomi berbasis tenaga manual menuju ekonomi berbasis keterampilan dan inovasi. Itulah bentuk adaptasi yang menjadi kunci agar kita bisa tetap relevan di tengah perubahan zaman. Baca juga : Penggunaan Robot AI Diharapkan Bisa Membantu Sisi Berdakwah Ciri Bisnis Siap Go Digital Pada akhirnya, kehadiran robot dalam dunia kerja adalah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Dunia sedang bergerak menuju era di mana manusia dan mesin bekerja berdampingan. Apakah bisnis anda sudah siap go digital? Diantara 4 ciri bisnis yang sudah siap go digital adalah sebagai berikut : Kalau iya, waktunya kerja bareng dengan salah satu perusahaan IT yang akan membantu memaksimalkan produktifitas bisnis anda. PT. Cipta Karya Teknologi Indonesia atau yang sering dikenal dengan PT. CKTI adalah perusahaan yang sudah berjalan dari tahun 2011. Fokus bergerak pada bidang teknologi informasi, fabrikasi, perbaikan mesin, Robotik dan Elektronika. Kami membangun masa depan industri dengan kombinasi kekuatan manusia dan kecerdasan teknologi. Dari sistem otomasi hingga manajemen logistik energi, PT. CKTI siap menjadi penggerak kemajuan dan produktivitas bisnis Anda. “Terpercaya dalam Solusi dan Unggul dalam inovasi.” Untuk konsultasi gratis bisa menghubungi Hotline 0811-3058-1117, website https://ckti.co.id. Atau chanel sosmed IG CKTI https://www.instagram.com/p/DQkrspXk5kF/?igsh=Z3gyb3ZvbDEwaG44 Yang perlu kita lakukan adalah beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dengan bijak. Jika semua pihak pemerintah, perusahaan, dan masyarakat mampu berkolaborasi, maka dampak adanya robot pekerja tidak hanya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang baru bagi generasi masa depan. Baca juga : Terungkap! Inilah Perkembangan Teknologi Terbaru Yang Akan Mengubah Masa Depan Dunia Kesimpulannya, dampak adanya robot pekerja memang membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, robot menghadirkan efisiensi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Namun di sisi lain, ada tantangan besar dalam hal ketenagakerjaan dan pemerataan ekonomi. Kuncinya terletak pada bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi era ini dengan keterampilan, kreativitas, dan sikap adaptif yang tinggi. Dengan begitu, kemajuan teknologi tidak akan menjadi ancaman, melainkan menjadi jembatan menuju masa depan ekonomi yang lebih maju dan seimbang.(***) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto Ilustrasi AI

Read More

Saat Ujian Hidup Datang Tanpa Peringatan, Adakah Cara untuk Tetap Tenang?

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Ujian hidup datang seringkali hadir tanpa peringatan. Setiap orang pastinya pernah merasakan masa-masa yang sulit dalam bentuk ujian hidup yang dialami. Entah itu ujian hidup dalam bentuk kehilangan pekerjaan, sakit yang tak kunjung sembuh, atau masalah keluarga yang membuat hati terasa sesak. Reaksi pertama seringkali adalah kaget, takut atau tidak merasa siap menghadapi ujian hidup datang. Di momen ujian hidup seperti itu, banyak dari kita merasa goyah dan kehilangan arah. Namun, percaya atau tidak, ada cara tenang saat ujian hidup datang agar kita tidak terhanyut dalam gelombang kesedihan. Ketika hidup terasa berat dan jalan tampak buntu, ketenangan justru menjadi kunci untuk menemukan solusi dan makna di balik setiap ujian. Ujian hidup tidak datang dengan peringatan. Ia bisa hadir tiba-tiba, tanpa kita sempat bersiap. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menghadapinya dengan tenang. Ketenangan bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi mampu tetap berpikir jernih meski hati sedang terluka. Dalam sisi psikologis ujian membentuk ketangguhan dan kedewasaan emosional. Cara agar Tetap Tenang Saat Ujian Hidup Datang Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu kita tetap tenang saat badai kehidupan datang menghampiri. 1. Menyadari Bahwa Ujian Hidup Adalah Bagian dari Proses Sebelum berbicara lebih jauh tentang cara tenang saat ujian hidup datang, kita perlu memahami satu hal penting, yaitu hidup tidak selalu berjalan mulus. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang luput dari ujian. Bahkan orang-orang yang terlihat bahagia di luar sana pun sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing. Tidak ada yang hidup selalu enak, kita hanya berbeda dalam menghadapi ujian hidup dan tanpa disadari itu adalah bagian dari proses. Proses hidup untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih ikhlas dan ridho atas ketentuannya. Dalam perspektif spritual, ujian bukan hukuman. Melainkan sarana penyucian hati dan peningkatan derajat manusia. 2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT sebagai Sumber Ketenangan Di saat kita merasa rapuh, tidak ada tempat yang lebih menenangkan selain bersandar kepada Allah SWT. Inilah salah satu cara tenang saat ujian hidup datang yang paling mendalam. Ketika doa mengalir dengan tulus, beban yang terasa berat perlahan menjadi ringan. Kedekatan spiritual membantu kita menerima kenyataan tanpa memberontak. Dalam diam, kita menyadari bahwa setiap ujian bukan hukuman, tetapi cara Allah SWT mendewasakan kita dan menarik hikmah kehidupan dari setiap kejadian. Setiap ujian membawa pesan dan pelajaran tersembunyi yang baru terlihat setelah kita melewatinya. Baca juga : UAH: Ujian Berbanding Lurus dengan Doa dan Harapan 3. Belajar Melepaskan Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan Banyak orang merasa stres karena mencoba mengendalikan hal-hal yang sebenarnya di luar kuasanya. Padahal, salah satu cara tenang saat ujian hidup datang adalah dengan belajar melepaskan. Tidak semua hal bisa kita atur, dan tidak semua orang bisa kita ubah. Melepaskan bukan berarti menyerah, melainkan memahami batas kemampuan diri. Saat kita berhenti melawan hal yang tak bisa dikontrol, kita memberi ruang bagi diri sendiri untuk bernapas. Ujian mengajarkan bahwa kendali hidup sepenuhnya bukan di tangan manusia. 4. Membangun Lingkungan Positif di Sekitar Diri Tak bisa dipungkiri, orang-orang di sekitar kita berperan besar dalam membentuk suasana hati. Jika kita dikelilingi oleh energi positif, seperti orang-orang yang mendukung, memahami, dan memberi semangat maka menghadapi ujian hidup terasa lebih ringan. Lingkungan yang sehat secara emosional bisa menjadi penyembuh yang kuat. 5. Fokus pada Hal-Hal Kecil yang Bisa Disyukuri Syukur adalah obat hati yang luar biasa. Saat ujian hidup datang, cobalah alihkan perhatian dari apa yang hilang ke apa yang masih ada. Bersyukur bukan berarti menolak kenyataan pahit, tetapi belajar melihat cahaya di balik kegelapan. Dengan bersyukur, kita mengingat bahwa masih ada banyak hal baik dalam hidup ini kesehatan, keluarga, teman, bahkan napas yang masih kita hirup. Baca juga : Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Memberikan 5 Langkah Memupuk Kesabaran Hidup tidak akan pernah lepas dari ujian. Tapi setiap badai pasti punya akhirnya. Ketenangan bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari cara kita memandang dan menyikapi kehidupan. Dengan belajar menerima, bersyukur, dan mempercayakan semuanya kepada ketentuan Allah SWT, kita bisa menemukan cara tenang saat ujian hidup datang tanpa harus kehilangan semangat. Semoga kita semua bisa melewati setiap ujian dengan hati yang kuat dan pikiran yang damai, karena di balik setiap kesulitan, selalu ada makna yang menunggu untuk kita temukan.(**) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Foto Ilustrasi AI

Read More