Pertahanan Udara Israel Gagal Cegat Rudal dari Yaman

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Militer Israel mengatakan pada Ahad bahwa rudal permukaan-ke-permukaan ditembakkan ke Israel tengah dari Yaman dan mendarat di daerah tak berpenghuni dekat Tel Aviv. Pihak militer menjelaskan, rudal tersebut menempuh jarak sekitar dua ribu kilometer, membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk terbang, dan menembus wilayah udara dari perbatasan timur. Beberapa saat sebelumnya, sirene berbunyi di Tel Aviv dan Israel tengah, membuat warga bergegas mencari perlindungan. Layanan ambulans Israel mengatakan bahwa sembilan warga Israel terluka saat bergegas ke tempat perlindungan setelah menghadapi rudal yang diluncurkan dari Yaman. Polisi Israel mengatakan roket tersebut jatuh di kota Kfar Daniel, dekat Bandara Ben Gurion, dan menambahkan bahwa roket tersebut menyebabkan kebakaran di kawasan hutan dan kerusakan material pada stasiun kereta api utama di dekat kota Modiin. Channel 12 Israel melaporkan bahwa pertahanan udara gagal mencegat rudal dari Yaman yang jatuh di daerah tak berpenghuni dekat bandara di Israel tengah. Tentara Israel mengatakan bahwa angkatan udara sedang menyelidiki alasan keterlambatan dalam mendeteksi dan mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman. Wakil kepala otoritas media Houthi mengatakan bahwa pertahanan udara Israel gagal dan rudal Yaman telah tiba, dan mencatat bahwa “kedalaman musuh telah sepenuhnya terekspos oleh angkatan bersenjata Yaman.” Tentara Israel sebelumnya mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Arrow 3 mencegat rudal permukaan-ke-permukaan yang diluncurkan dari Yaman menuju Eilat, dengan mengatakan bahwa rudal tersebut tidak memasuki wilayah udara Israel. Juli lalu, seorang Israel tewas dan 10 lainnya terluka ketika sebuah drone jatuh di pusat Tel Aviv, ratusan meter dari kedutaan AS, dan kelompok Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam “solidaritas dengan Gaza”, yang telah menghadapi perang Israel yang menghancurkan sejak 7 Oktober 2023, Houthi menargetkan kapal kargo Israel atau yang terkait dengan Israel di Laut Merah dan Laut Arab dengan rudal dan drone. (zul) Baca juga :

Read More

Bantuan Pangan 1.000 Ton Ubi Jalar, Bukti Indonesia Tak Pernah Lelah Bantu Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bangsa Indonesia tak akan pernah lelah membela dan mendukung kemerdekaan Palestina untuk menjadi bangsa yang berdaulat. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan meminta pemerintah, baik melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengawal bantuan pangan 1.000 Ton Ubi Jalar ke Palestina menggunakan Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina. Penegasan ini disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Pusat, Prof Dr KH Sudarnoto Abdul Hakim, MA. Hal itu juga disampaikan Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr H Amirsyah Tambunan, MAg, pada Senin 9 September 2024. Hal ini disampaikan keduanya, saat menghadiri “Upacara Bendera Dukung Kemerdekaan Penuh Palestina” yang digelar di Pondok Pesantren Nuu Waar-Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Dalam upacara yang dipimpin inspektur upacara Presiden AFKN, KH MZ Fadzlan Rabbany Garamatan itu, dilakukan Pengibaran Bendera Palestina dengan iringan Lagu Kebangsaan Palestina oleh Pasukan Pengibar Bendera dan Paduan Suara Ponpes Nuu Waar itu. Upacara berlangsung khidmat dan haru, hingga diiringi isak tangis dari inspektur upacara saat mengumumkan program bantuan pangan 1.000 Ton Ubi Jalar dengan menggunakan Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina. Tampak hadir mengikuti upacara “langka” yang baru pertama kali dilakukan di lingkungan lembaga pendidikan pesantren itu, antara lain Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) KH Bachtiar Nasir, Lc, MM, Ketua Majelis Dzikir KH Muhammad Syukur, Ketua Pengurus Pusat BKM Dewan Masjid Indonesia Dr Nurdiati Akmal, Dirut Global Muslim Charity (GMC) Dr H Ahyudin, serta perwakilan Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia Syeikh Ibrahim Ali Hasan. Menurut KH Sudarnoto, upacara pengibaran bendera Palestina ini, merupakan momen yang membuatnya kagum dan terharu. “Ini acara yang luar biasa sekali. Karena sangat konkrit sekali apa yang akan dilakukan terhadap Palestina,” terangnya. Diantaranya, jelas KH Sudarnoto, telah dideklarasikan Pengibaran sekaligus Penyerahan Bendera Kebangsaan Palestina dari Indonesia. Deklarasi Petani Relawan Pangan Indonesia-Palestina. Deklarasi Bantuan Pangan Ubi sebanyak 1.000 Ton, Deklarasi Relawan Thibbun Nabawi Indonesia Palestina. serta Peluncuran Kapal Kemanusiaan Indonesia-Palestina. “Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tak akan pernah lelah untuk membantu, mendukung, bahkan membela bangsa Palestina,” tegasnya. Melalui acara di pesantren Nuu Waar ini, tambah KH Sudarnoto, mudah-mudahan akan diikuti pesantren-pesantren lain serta lembaga-lembaga keagamaan dan kemanusiaan lainnya. “Yang punya komitmen yang sama untuk membela Palestina. Allahuakbar…!” ucapnya. Sementara itu dalam sambutannya, Sekjen MUI Pusat, Dr H Amirsyah Tambunan, MAg, menjanjikan akan berkordinasi langsung dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Panglima TNI, agar mau melakukan pengawalan terhadap keberangkatan Kapal Kemanusian Indonesia-Palestina, saat melakukan pelayaran untuk mengirimkan bantuan pangan 1.000 Ton Ubi Jalar tersebut. KH Bachtiar Nasir menambahkan, bantuan pangan yang akan dikirimkan bukan hanya dalam bentuk buah Ubi Jalar, tetapi juga dalam bentuk Tepung Ubi. “Hal ini perlu dilakukan, agar bahan pangan yang dikrim bisa bertahan lama dan sesuai dengan selera lidah orang Palestina,” tutur Pimpinan AQL Islamic Center ini. KH Fadzlan Rabbany Garamatan membenarkan tentang rencana itu. ”Nanti bantuan bahan pangan yang akan kita klirim juga dalam bentuk tepung, setelah hasil panen Ubi itu kita olah menjadi tepung,” ungkapnya. Dengan adanya program bantuan pangan ini, jelas KH Fadzlan Garamatan, membuat para petani desa yang tergabung dalam Relawan Pangan Indonesia-Palestina ini, dapat bertahan hidup di tengah kesulitan yang dirasakan belakangan ini. Seperti yang telah dilakukan Petani Relawan Pangan di Desa Cintabodas, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sudah bekerja secara simultan dalam membuka lahan pertanian seluas 50 Hektar untuk penanaman Ubi Jalar secara massal. “Dari target pertama pengiriman Ubi sebanyak 1.000 Ton, jumlah petani yang terlibat sekitar 100 Petani Relawan Pangan. Dan akan kita kembangkan menjadi 300 Petani,” jelasnya. Hal tersebut harus dilakukan, tambahnya, untuk mengejar target pengiriman tahap pertama yang akan dilakukan pada bulan Februari 2025, sebelum masuknya bulan suci Ramadhan 1446 H yang jatuh pada 1 Maret 2025. Dalam upacara bendera bertajuk “Dukung Kemerdekaan Penuh Kemerdekaan Palestina” itu, KH Fadzlan Rabbany Garamatan memberi mandat khusus kepada KH Bachtiar Nasir, untuk mengantarkan sebuah “Bedug Berlapis Emas” berdimensi 5 x 7 meter –yang sedang dalam tahap pengerjaan–, yang nantinya akan dikirim ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina. “Bedug berlapis emas itu, akan menjadi simbol kedekatan hubungan rakyat Indonesia dan rakyat Palestina. Yang akan diletakkan di salah satu sudut di masjid yang pernah menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Kualitas Madrasah harus Terus Ditingkatkan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengendalian Internal Komite Madrasah, jangan hanya terfokus kepada pendanaan, tetapi lebih dari itu pada peningkatan kualitas Madrasah, agar siswa nyaman belajar dan menumbuhkan harapan. Pernyataan itu disampaikan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Adung Abdul Rochman, saat memberikan sambutan pada kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) “Strategi Peningkatan Pengendalian Internal Komite Madrasah (SpeedKOM)”, pada Selasa (10/09/2024) lalu. Strategi Peningkatan Pengendalian Internal Komite Madrasah merupakan Proyek Perubahan Inspektur Wilayah II, Itjen Kemenag sebagai salah satu mata latih Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tk. II Angkatan XXVII yang diselenggarakan Kemenag-Lembaga Administrasi Negara. Adung sangat mendukung dan mengapresiasi proyek perubahan yang di gagas oleh Pak Ruchman Basori. “Semoga menjadi nilai tambah pada tata kelola Komite Madrasah dan meningkatkan mutu dan daya saing Madrasah”, katanya. “Madrasah itu tempat belajar anak-anak kita, agar anak-anak memiliki harapan di masa depan, maka harus dipastikan Madrasah sebagai lembaga Pendidikan yang baik, menjadi tempat belajar yang nyaman dan kondusif,” ungkap Alumni UIN Jakarta ini. Adung memandang topik pengendalian internal Komite Madrasah sangat penting dan strategis, untuk membantu Madrasah mengoptimalkan kualitas kurikulum, guru dan tendik, sarana prasarana pendidikan, sekaligus ikhtiar pendanannya. Inspektur Wilayah II Itjen Kemenag, Ruchman Basori mengatakan proyek perubahan yang diberi nama SpeedKOM ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola Komite Madrasah, agar sesuai harapan Masyarakat. Ruchman telah menetapkan tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang disertai dengan tahapan (melstone) pencapaiannya. “Salah satu tujuan jangka pendek dari Proper ini adalah terbitnya Surat Keputusan Irjen tentang Pengendalian Internal Komite Madrasah”, kata Doktor Manajemen Kependidikan UNNES ini. Proper SpeedKOM dengan Projeck Leader Ruchman Basori dimentori oleh Irjen Kemenag RI Faisal Ali Hasyim, Coach Dr. Wahyu Suprapti, MM dan Evaluator saat Seminar Rancanagn Perubahan Prof. Dr. M. Ishom Yusqi, M.A Kapus pada Balitbang dan Diklat Kemenag. Untuk mensukseskan Proper Komite Madrasah ini, Ruchman menggandeng semua elemen pada Itjen dan menjadikannya sebagai Tim Efektif Proyek Perubahan, pegawai dan auditor tidak hanya dari Itwil II tetapi semua komponen pada Inspektorat Jenderal. Ruchman Basori optimis, Proper ini akan tercapai dengan baik, karena di dukung oleh stake holders dari mulai Inspektur Jenderal, para Irwil, Auditor hingga pegawai. (Iin) Baca juga :

Read More

Kesederhanaan Rasulullah SAW Patut Dicontoh

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kesederhanaan hidup Rasulullah Muhammad SAW merupakan salah satu ciri yang paling mencolok dari kepribadian beliau. Misinya di dunia ini sama sekali tidak didorong oleh kepentingan pribadi atau ambisi duniawi. Ini sangat kontras dengan banyak pemimpin agama palsu dan figur berpengaruh dalam sejarah, yang sering kali memanfaatkan posisi mereka untuk menikmati kemewahan. Pada akhir hayatnya, Rasulullah Muhammad SAW telah berhasil menyatukan seluruh Jazirah Arab di bawah kepemimpinannya. Namun, meskipun memegang kekuasaan yang begitu besar, beliau tetap hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa. Di Madinah, beliau memiliki ribuan pengikut yang sangat setia dan juga sangat mencintainya. Pengikut-pengikut ini bersedia melakukan apa pun demi beliau. Namun, hal itu tidak membuat Nabi Saw tergoda untuk menjalani hidup dalam kemewahan. Berbeda dengan raja-raja atau penguasa pada umumnya yang menikmati kemegahan istana dan kekayaan berlimpah, Nabi Saw memilih hidup dalam sebuah rumah yang sederhana, bahkan sangat sempit. Ketika Rasulullah SAW ingin melaksanakan salat di dalam rumah, beliau harus mengetuk kaki istrinya, ‘Aisyah, untuk membuat ruang yang cukup bagi beliau agar bisa bersujud. Kehidupan Rasulullah SAW diisi dengan aktivitas sehari-hari yang sederhana. Untuk minum dan mandi, beliau menggunakan kantung air kulit kecil yang tergantung di rumahnya. Selama berbulan-bulan, tidak ada api yang dinyalakan di rumah beliau untuk memasak, dan keluarganya bertahan dengan makan kurma dan minum air, kecuali jika ada yang memberi mereka hadiah berupa susu. Kesederhanaan Rasulullah SAW ini berpengaruh bagi para sahabatnya. Suatu ketika, Umar bin Khattab berkunjung ke rumah Rasulullah SAW dan mendapati beliau berbaring di atas tikar kasar yang meninggalkan bekas di tubuhnya. Umar melihat sekeliling dan memperhatikan bahwa persediaan makanan Rasulullah SAW hanya sedikit gandum dan beberapa daun. Pemandangan ini membuat Umar menangis. Ketika Rasulullah SAW bertanya mengapa dia menangis, Umar menjawab bahwa ia tidak dapat menahan tangisannya setelah melihat betapa sedikitnya barang yang dimiliki Rasulullah SAW, sementara penguasa seperti Caesar dan Khosrau hidup dalam kemewahan yang berlimpah. Dalam jawabannya yang tenang, Nabi Saw berkata kepada Umar, “Apakah tidak membuatmu bahagia bahwa mereka diberi kemewahan di dunia ini, sementara kita akan diberi nikmat yang lebih besar di akhirat?” Jawaban Rasulullah SAW ini tidak hanya menjadi penghibur bagi Umar, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang nilai kesederhanaan dan kehidupan akhirat. Rasulullah SAW tidak pernah tergoda oleh gemerlap dunia, meskipun kekuasaan berada di tangannya. Kesederhanaan ini datang secara alami bagi beliau, bukan sesuatu yang dipaksakan atau dilakukan demi mendapatkan pujian dari orang lain. Sikap hidup sederhana Rasulullah Muhammad SAW juga telah diakui oleh banyak sejarawan non-Muslim. Edward Gibbon, seorang sejarawan Inggris terkenal, menulis bahwa Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah terpengaruh oleh kemewahan atau keinginan untuk hidup dalam kekuasaan yang gemerlap. Beliau Saw menjalankan tugas-tugas rumah tangga sendiri seperti menyalakan api, menyapu lantai, memerah susu kambing, bahkan memperbaiki sepatu dan pakaiannya sendiri (Edward Gibbon, 2001: 252). Washington Irving, seorang biografer Amerika, mencatat bahwa Rasulullah Muhammad SAW tetap mempertahankan sikap sederhana ini bahkan setelah beliau mencapai kekuasaan terbesar. Kemenangan-kemenangan militer dan politik yang diraihnya tidak pernah membuat beliau menjadi sombong atau terjebak dalam kebanggaan pribadi. Bahkan, jika para sahabatnya ingin memberikan penghormatan lebih ketika bertemu dengannya, beliau Saw akan menolak dengan halus (Washington Irving and Bertram R. Davis, 1850: 186-187). Kesederhanaan dan kerendahan hati Rasulullah SAW menjadi pelajaran penting bagi umat manusia, baik Muslim maupun non-Muslim. Hingga hari ini, khutbah-khutbah Jumat dan literatur etika Islam dipenuhi dengan contoh-contoh bagaimana Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan utama dalam hal kerendahan hati. Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang tidak pernah malu untuk mengakui jika tidak tahu sesuatu, seorang jenderal yang berbagi hewan tunggangannya dengan orang lain, dan seorang pemimpin yang selalu memperhatikan kebutuhan orang-orang paling lemah di masyarakatnya. Selain memberikan contoh dalam hal kepemimpinan, Rasulullah Muhammad SAW juga teladan dalam kehidupan keluarga. Sebagai suami yang penuh perhatian, beliau peka terhadap perasaan istrinya dan selalu berusaha menjaga keharmonisan rumah tangganya. Sikap rendah hati ini juga terlihat dalam cara beliau menekankan kepada umatnya untuk tidak memujanya secara berlebihan. Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar tidak memujinya seperti umat Kristen memuji Isa Al-Masih. Rasulullah Muhammad SAW selalu menegaskan bahwa dirinya hanyalah seorang hamba Allah dan utusan-Nya. Kesederhanaan, kerendahan hati, dan keteguhan iman Rasulullah Muhammad SAW adalah warisan abadi yang terus menjadi teladan bagi umat manusia. Kesederhanaan hidup beliau merupakan cerminan dari misi luhur yang diembannya. Di dunia yang semakin terobsesi dengan kekayaan dan status sosial, teladan hidup Rasulullah Muhammad SAW mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kerendahan hati, fokus pada akhirat, dan menjalani kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. (yat) Baca juga :

Read More

PBB Memberikan Tempat Duduk kepada Palestina Saat Sidang

Gaza — 1miliarsantri.net : Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) secara resmi telah meningkatkan hak-hak perwakilan Palestina pada Sidang Ke-79 Majelis Umum PBB di New York yang dibuka Selasa (10/9/2024) lalu. Palestina diberikan kursi di antara negara anggota PBB. Sebelumnya, Palestina diberi status sebagai pengamat dan belum mendapatkan hak penuh sebagai anggota PBB. Sebagaimana dilansir NHK, Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour duduk di antara perwakilan Sudan dan Sri Lanka. Di mejanya tertulis Negara Palestina. Menanggapi hal itu, Mansour mengatakan bahwa keberadaan Palestina pada Sidang Umum PBB bukanlah sekadar masalah prosedural tetapi momen bersejarah bagi rakyat Palestina. “Negara Palestina harus berkedudukan di Majelis Umum di antara negara-negara anggota, negara-negara anggota penuh.” ujar Mansour dikutip dari The New Arab. Duduk di antara negara-negara anggota merupakan salah satu hak Palestina yang ditetapkan oleh Majelis Umum pada Mei 2024. Hal ini didasarkan pada resolusi yang mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB. Resolusi tersebut didukung oleh 143 suara, sembilan menentang, termasuk AS dan Israel, dan 25 abstain. Namun untuk mendapatkan keanggotaan penuh memerlukan rekomendasi dari Dewan Keamanan. Amerika Serikat kemudian memveto resolusi tersebut sebulan sebelum diadopsi oleh Majelis Umum. Veto Amerika itu menjadikan Palestina berstatus pengamat yang tidak dapat memberikan suara di PBB. Dengan Perubahan yang diumumkan saat Sidang Ke-79 Majelis Umum PBB tentang kursi bagi perwakilan Palestina, besar harapan banyak pihak Palestina bisa mendapat hak penuh sebagai anggota PBB. Delegasi Israel Jonathan Miller tidak menyukai peningkatan hak Palestina itu. Ia mengklaim bahwa Palestina, yang tidak mengecam pembunuhan massal dan penculikan yang terjadi pada 7 Oktober di Israel, tidak layak untuk mendapatkan peningkatan status di PBB. (zul) Baca juga :

Read More

Hadapi Tekanan Pansus Haji, Menag Berkunjung ke Arab, Italia, Perancis dan Balik ke Uni Emirat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Meski sedang menghadapi tekanan keras dari Pansus Haji DPR, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas tetap tak mau terganggu. Menag tetap kerja seperti biasa. Malah hari ini, Menag berangkat kunjungi beberapa negara untuk urusan haji, wakaf dan sertifikasi halal. “Ya saya bertolak menuju Arab Saudi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kunjungan ini dalam rangka persiapan awal penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M. Ini sebagai bentuk tanggungjawab dan dalam rangka melakukan quality control yang dilakukan oleh pimpinan pada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” terang Menag. Turut mendampingi kunjungan Gus Menteri, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, Juru Bicara Kemenag, Sunanto, dan Penerjemah Habib Ali Bahar. Hadir mengantar keberangkatan Gus Menteri di Gedung VVIP Soekarno-Hatta, Sekjen Kemenag Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, Stafsus Menag Ishfah Abidal Aziz, serta Kepala Biro Humas Data dan Informasi, Akhmad Fauzin. Kunjungan di Saudi akan diawali dengan rapat koordinasi bersama Kantor Urusan Haji (KUH). Selanjutnya, Menag akan menggelar pertemuan dengan Deputi Kerjasama Luar Negeri Kementerian Haji Arab Saudi, sekaligus pertemuan dengan Syarikah Asia Tenggara dan Naqabah. Selepas dari Saudi, Menag akan lanjut terbang ke Italia untuk menghadiri Indonesian Global Halal Fashion Week di Milan. Menag juga akan melakukan pertemuan dengan Halal Quality Control Italia. Selepas dari Italia, Menag juga akan melakukan kunjungan kerja ke Prancis. Menag melaksanakan amanat dari Presiden Joko Widodo untuk menghadiri pertemuan Internasional untuk Perdamaian ke-38 yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Acara ini dijadwalkan terselenggara pada 23 September 2024. “Tujuan dalam pertemuan ini untuk mendiskusikan secara terbuka upaya mencapai pedamaian dan kesejahteraan bersama di dunia,” sambung Menag. Selepas dari Prancis, Menag akan lanjut ke Uni Emirat Arab untuk melakukan pertemuan dengan Kepala Otoritas Umum Urusan Islam, Wakaf, dan Zakat Uni Emirat Arab, Omar Habtoor Al Darei. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari kerja sama bidang Zakat dan Wakaf. “Kedua negara berusaha memaksimalkan potensi zakat dan wakaf melalui berbagai inisiatif dan regulasi yang mendukung kesejahteraan umat Islam,” tutupnya. (rid) Baca juga :

Read More

Nikah Mutah di Bogor Dibongkar Media Asing

Bogor — 1miliarsantri.net : Baru-baru ini media asing, Los Angeles Times yang mengungkap praktik kawin kontrak atau nikah mutah di Puncak Bogor, Jawa Barat. Ada apa denganmu? Adakah yang ingin saya ketahui dan matahari apa yang harus saya hubungkan dengan saya? Jika Anda ingin tahu apa yang Anda inginkan dan apa yang Anda inginkan dari keluarga, orang ini akan senang dengan apa yang Anda inginkan dan inginkan, tetapi apa yang harus Anda lakukan dengannya. Inilah yang aku katakan, aku memikirkannya dan aku ingin tahu apa yang aku pikirkan tentangnya, tetapi aku ingin membaginya dengan orang lain, aku bahagia, aku di rumah, aku saling jatuh cinta. Setelah jangka waktu tersebut selesai, pernikahan dianggap batal secara otomatis tanpa perlu perceraian formal. Perspektif Ulama Mengenai Nikah Mutah: Keesokan harinya, Syiah, semoga Tuhan mengasihaninya, Syiah Ja’fariyah (Syiah Imamiyah), mungkin tidak bisa membaca apa-apa lagi. Ulama Syiah Berargumen bahwa nikah mut’ah didasarkan pada praktik yang pernah dibolehkan pada masa Rasulullah SAW. Berikut daftar ayat-ayat tertentu dalam Alquran (baca QS An-Nisa: 24) dan keanggotaannya adalah Yarat tentang kebolehan nikah mutah. Bagaimana pun, sama seperti pria yang pertama kali bersama Ali bin Abi Thalib dan sahabat Rasulullah SAW. Nikah mutah diperbolehkan untukikanikanikanikan salusi bagi seseorang yang membutuhkan hubungan sementara, tanpa harus menjalani pernikahan permanen. Sementara itu, dalam tradisi Sunni, nikah mutah tadak diperbolehkan. Banyak sunnah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) yang tidak ada kaitannya. Argumennya sama sekali tidak sependapat dengan jumlah hadits yang menyebutkan bahwa nikah mut’ah sempat dibolehkan pada al-Islam, namun kemudian Rasulullah SAW membatalkan kebolehan tersebut dan melarangnya secara tetap. Atas wewenang Salamah ibn al -Aka’a radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah, semoga doa dan damai Allah besertanya, berlisensi pada tahun Dari Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah memberi kelonggaran untuk nikah mutah selama tiga hari pada tahun Awthas (tahun penaklukan kota Makkah). “Kemudian beliau melarangnya.” (HR Muslim) Dalam hadits lain juga dinyatakan:Atas wewenang Ali radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW, melarang mut’ah pada tahun Khaybar. Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah SAW melarang nikah mut’ah pada waktu perang Khaibar.” (HR Bukhari dan Muslim). Apalagi nikah mutah telah dihapus kebolehannya hingga hari kiamat nanti. Semoga Allah merahmatinya, Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia, ini dia yang adalah dia yang adalah dia yang adalah dia yang adalah dia. Dan, sungguh kini Allah telah mengharamkannya hingga hari terhenti. Karena itu, barang siapa yang masih ada di sesinya sebagian kaum wanita. Dan, sungguh kini Allah telah mengharamkannya hingga hari kiamat. Karena itu, barang siapa yang masih ada di sesinya sebagian kaum wanita stay at home ( hidup) nya sendiri kepada mereka barang sedikit pun Para ulama Sunni berpendapat bahwa pernikahan seharusnya bertujuan untuk membangun ikatan yang permanen dan berkelanjutan, bukan untuk kepentingan sementara. Nikah mutah dianggap sebagai tujuan sakral pernikahan yang diatur dalam Islam. Berikut kitabnya Al-Umm, Imam Syafii mengungkapkan, “Nikah mut’ah itu dilarang karena dibatasi dengan waktu baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.” Jadi, bagi kalangan Syiah, nikah mutah adalah bentuk pernikahan yang sah, sementara bagi Sunni nikah mutaah sudah diharamkan oleh Nabi Muhammad SAW. Nikah mut’ah bersifat sementara dan dibatasi oleh waktu, sedangkan dalam khanhan yang diakui oleh Sunni, pernikahan bersifat permanen dan tidak dibatasi oleh jangka waktu tertentu. Pendulum ini sangat berguna dan dapat digunakan untuk menafsirkan teknik-teknik yang digunakan oleh Sunnah, dan kemudian mereka akan menerima Islam mereka sendiri. (Iin) Baca juga :

Read More

Keluhan Nabi Muhammad tentang Umat yang Meninggalkan Alquran

Surabaya — 1miliarsantri.net : Surat Al-Furqan ayat 30 berisi tentang keluhan Nabi Muhammad kepada Allah tentang orang-orang Makkah yang meninggalkan Alquran. Menurut pakar tafsir Alquran KH Abdul Ghofur Maimun atau Gus Ghofur, indikasi orang yang meninggalkan Alquran itu tidak hanya secara fisik, tapi juga secara maknawi. Allah SWT berfirman: وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا Artinya: Rasul (Nabi Muhammad) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.” (QS Al-Furqan [25]: 30). Melalui ayat tersebut, menurut dia, generasi zaman sekarang bisa berkaca pada zaman Nabi tentang orang-orang yang mengabaikan atau meninggalkan Alquran. “Orang akan mengaca bahwa yang dihadapi Kanjeng Nabi adalah umat yang meninggalkan Alquran. Jadi, orang boleh mengaca apakaj zaman sekarang umatnya sudah meninggalkan Alquran atau tidak,” ujar Gus Ghofur beberapa waktu lalu. Pengasuh Pondok Pesantren al-Anwar Sarang, Rembang menuturkan, ayat tersebut bercerita tentang Nabi Muhammad saat berada di Makkah. Saat itu, Nabi menyampaikan ajaran Alquran dan banyak yang tertarik dan terpesona. Bahkan, karena sangat tertarik, mereka mendengarkan Nabi membaca Alquran pada malam hari secara sembunyi-sembunyi. Namun, para pembesar Quraisy di Makkah melarang masyarakat untuk mendengarkan Alquran. Mereka pun menutup telinga mereka dan mulai meninggalkan Alquran secara fisik. “Kalau mendengarkan itu ya secara fisik atau secara kasat mata. Tapi mereka ini meninggalkan Alquran dan itu yang dikeluhkan oleh Nabi Muhammad. Karena, mereka tidak mau mendengarkan Alquran,” kata Gus Ghafur. Selain itu, menurut dia, ada juga yang meninggalkan Alquran secara maknawi, yaitu mereka yang mengabaikan ajaran-ajaran Alquran, seperti tentang ketuhanan, tentang Nabi Muhammad, tentang syariat, dan hal baik lainnya yang terdapat dalam Alquran. “Mereka tidak terima dengan ajaran-ajaran Alquran, bahkan Nabi Muhammad dianggap gila,” ucap Gus Ghafur. Pada saat itu, menurut dia, Nabi Muhammad tidak hanya menyampaikan dakwahnya kepada orang-orang Makkah, tapi juga kepada orang-orang luar Makkah yang datang pada musim Haji. Namun, orang-orang Makkah yang tidak menyukai Nabi juga menyampaikan kepada mereka bahwa Nabi Muhammad adalah orang gila. “Jadi memang secara fisik itu mereka tidak mau mendengarkan. Nah, secara maknawi ajaran-ajaran itu juga dinafikan,” jelas putra almarhum KH Maimoen Zubair ini. “Pokoknya ajaran-ajaran tentang bahasa Alquran yang indah juga diperolok-olok,” ujar dia. Namun, menurut Gus Ghafur, meskipun mengeluhkan umat yang mengabaikan Alquran itu, Nabi Muhammad tidak sampai mengecamnya. Lalu, pada surat Al Furqan ayat 31, Allah SWT menjelaskan kepada Nabi Muhammad bahwa nabi-nabi sebelumnya juga menghadapi orang-orang seperti itu. Allah SWT berfirman: Allah SWT berfirman: وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِيْنَۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَّنَصِيْرًا Artinya: “Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari para pendosa. Cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.” (QS Al-Furqan [25]:31) Dalam ayat tersebut, menurut Gus Ghafur, Nabi Muhammad mendapatkan balasan dari Allah SWT bahwa setiap Nabi itu pasti akan mengalami situasi seperti itu dari kaumny. “Nah berarti kalau disimpulkan, setiap generasi pasti ada yang seperti ini,” jelas doktor lulusan Universitas al-Azhar (Mesir). Pada zaman sekarang pun, menurut Gus Ghafur, selalu ada orang-orang yang meninggalkan Alquran, baik secara fisik maupun secara maknawi. “Secara maknawi itu misalnya ada sesuatu yang kelihatannya tidak cocok langsung dinafikan. Misalnya, ada yang mengatakan ini Alquran sudah ketinggalkan zaman, Alquran sudah tidak bisa menyikapi orang modern. Nah itu dalam hal-hal meninggalkan secara maknawi. Atau, mereka tetap membaca 30 juz setiap Ramadhan, tapi tidak mau melakukan kontemplasi lebih lanjut,” kata Gus Ghafur. Menurut Gus Ghofur, generasi zaman sekarang sudah mulai ada indikasi untuk mengabaikan ajaran-ajaran Alquran seperti itu, seperti tidak mentadabburi Alquran dan tidak memahami maknanya. “Jadi kalau (meninggalkan) secara maknawi misalnya, Alquran hanya untuk dibaca, tidak untuk dipahami. Pengajian-pengajian Alquram tidak mendapatkan tempat,” ujar dia. Karena itu, menurut dia, umat Islam sekarang perlu sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat kembali pada Alquran, baik secara fisik maupun secara maknawi. “Ya itu harus menjadi gerakan ya. Kalau menurut ulama-ulama kita itu kan ada prioritas-prioritas,” ujar Gus Ghafur. Ketua STAI Al-Anwar Sarang, Rembang ini memahami bahwa umat Islam memiliki banyak amalan-amalan baik yang bisa dikerjakan, seperti membaca dzikir atau sholawat sebanyak-banyaknya. Namun, menurut dia, umat Islam harus memiliki prioritas dalam mengerjakan amalan-amalan tersebut. “Kalau ornag gak punya sekala prioritas, Alqurannya sendiri tidak pernah dibaca. Padahal kita itu kan diingatkan berkali-kali bahwa salah satu dzikir terbaik bagi umat Islam itu sebetulnya membaca Alquran, walaupun mislanya satu lembar atau setengah lembar setiap hari,” pungkas Gus Ghafur. (yat) Baca juga :

Read More

Lima Rahasia Kesehatan Ala Rasulullah SAW

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW disebutkan dalam beberapa riwayat pernah mengalami sakit hanya dua kali selama masa hidup sampai akhir hayatnya di usia 63 tahun Selama masa hidup, Rasulullah Muhammad SAW hanya sakit dua kali, yang pertama adalah ketika demam sesaat setelah menerima wahyu pertama dari Malaikat Jibril, dan sakit yang kedua adalah sakit menjelang meninggalnya. Tapi dalam riwayat yang lain juga disebutkan, sakit yang pertama itu bukan demam sesaat setelah mendapatkan wahyu, sebab itu tidak bisa disebut sakit. Akan tetapi sakit yang pertama adalah ketika kaki Rasulullah Muhammad SAW berdarah ketika dilempari batu oleh penduduk Thaif. Akan tetapi yang ingin disampaikan oleh dr. Agus adalah bukan perdebatan soal kapan waktunya Rasulullah sakit. Melainkan perihal apa yang menyebabkan Rasulullah semasa hidupnya amat jarang sakit. “Sehat yang dilakukan Rasul itu memenuhi empat kriteria sehat (sehat fisik, jiwa, sosial, dan spiritual),” ungkap dr. Agus Taufiqurrahman. Adapun kunci sehat yang dijalani oleh Rasulullah itu sekurangnya meliputi lima hal, yaitu menjaga kebersihan, menjaga makan, menjaga emosi, kebiasaan mengatur tidur dan bangun lebih awal, dan kebiasaan Rasulullah Muhammad SAW yang sering melakukan puasa. Terkait dengan kebiasaan berpuasa yang dilakukan oleh Rasulullah, kata dr. Agus, selain menyehatkan, juga dapat mencegah penuaan dini, puasa dapat dijadikan sebagai cara untuk antiangina. Hal itu dibuktikan dari hasil penelitian orang Jepang yang bernama Yoshinori Ohsumi yang juga memenangi hadiah Nobel Kedokteran tahun 2016. “Termasuk orang yang ingin menaikkan kekebalan tubuh. Penelitian itu banyak tentang bagaimana puasa bisa menaikkan kekebalan tubuh,” ungkapnya. Oleh karena itu, dr. Agus berpesan supaya seorang muslim beserta keluarganya untuk senantiasa menerapkan lima kebiasaan Rasulullah dalam hidupnya yaitu hidup bersih, jaga pola makan, jaga emosi, mengatur waktu tidur dan bangun, serta membiasakan diri berpuasa. (jeha) Baca juga :

Read More

Butuh Puluhan Tahun untuk Pulihkan Perekonomian di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : PBB memperingatkan dampak ekonomi yang menghancurkan di Gaza dan Tepi Barat yang diduduk Israeli. Perang di Gaza telah menghancurkan perekonomian wilayah Palestina tersebut, menciutkannya hingga kurang dari seperenam ukuran pada tahun 2022. Sementara itu, terjadi juga “penurunan signifikan” di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan PBB. “Proses produksi terganggu atau hancur, sumber pendapatan hilang, kemiskinan semakin parah dan meluas, lingkungan permukiman lenyap, serta komunitas dan kota-kota hancur,” demikian temuan laporan yang diterbitkan Kamis oleh badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD). Mutasim Elagraa, koordinator program bantuan Palestina UNCTAD, mengatakan masih belum jelas berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun kembali Gaza. “Tapi bukti yang kami miliki sekarang menunjukkan biayanya akan mencapai puluhan miliar atau bahkan lebih. Butuh puluhan tahun untuk mengembalikan Gaza ke kondisi seperti Oktober 2023,” ujarnya kepada wartawan di Jenewa. UNCTAD melaporkan bahwa pada awal 2024, hingga 96 persen aset pertanian Gaza, termasuk lahan pertanian, kebun, sistem irigasi, mesin, dan fasilitas penyimpanan telah “hancur”. Hal ini telah melumpuhkan kapasitas produksi pangan dan memperburuk jumlah orang yang tidak memiliki cukup makanan di wilayah Palestina yang terkepung tersebut. Sebanyak 82 persen bisnis di Gaza juga mengalami kerusakan atau kehancuran. Pada kuartal terakhir 2023 saja, produk domestik bruto (PDB) Gaza anjlok 81 persen, menyebabkan kontraksi 22 persen untuk keseluruhan tahun. “Pada pertengahan 2024, ekonomi Gaza telah menyusut menjadi kurang dari seperenam ukurannya pada 2022,” kata UNCTAD. Sementara itu, meningkatnya kekerasan di Tepi Barat telah memicu “penurunan ekonomi yang cepat dan mengkhawatirkan” di sana juga. UNCTAD mencatat PDB di wilayah tersebut mengalami kontraksi 19 persen pada kuartal terakhir 2023. Sejak 7 Oktober, tentara dan pemukim Israel telah menewaskan setidaknya 662 warga Palestina di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Sedikitnya 24 warga Israel, termasuk anggota pasukan keamanan, tewas dalam serangan Palestina selama periode yang sama, kata pejabat Israel. Laporan menyebutkan faktor-faktor seperti perluasan permukiman, penyitaan tanah, penghancuran struktur Palestina, dan meningkatnya kekerasan pemukim telah mengungsikan komunitas Tepi Barat dan sangat berdampak pada kegiatan ekonomi. Sekitar 80 persen bisnis di Kota Tua Yerusalem telah menghentikan operasi baik sebagian atau seluruhnya, kata UNCTAD. Kondisi pasar tenaga kerja di seluruh wilayah Palestina juga memburuk drastis sejak 7 Oktober. Laporan menunjukkan 96 persen bisnis di Tepi Barat mengurangi aktivitas dan lebih dari 42 persen mengurangi tenaga kerja mereka. Secara total, 306.000 pekerjaan hilang, mendorong tingkat pengangguran Tepi Barat dari hampir 13 persen sebelum Israel melancarkan perang ke Gaza menjadi 32 persen. Sementara di Gaza, dua pertiga dari pekerjaan pra-perang – sekitar 201.000 posisi – telah hilang pada Januari, menurut laporan tersebut. UNCTAD menyatakan pengangguran di wilayah yang terkepung itu mencapai 79 persen pada kuartal terakhir 2023, naik dari 46 persen pada kuartal sebelumnya. (zul) Baca juga :

Read More