Rencana Israel Bisa Hancurkan Ekonomi Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Pemerintahan Presiden AS Joe Biden menyatakan keprihatinan mendalam atas rencana Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich untuk memutus hubungan antara bank-bank Palestina dan sistem keuangan Israel bulan depan. Langkah ini bisa mengakibatkan kehancuran ekonomi di Tepi Barat. Pemerintah AS khawatir bahwa: “Runtuhnya sistem perbankan Palestina bisa menjatuhkan Otoritas Palestina, menciptakan kekosongan kekuasaan yang bisa menjerumuskan Tepi Barat ke dalam kekacauan dan memperburuk konflik di kawasan.” Sementara itu, Smotrich melanjutkan rencananya untuk melemahkan Otoritas Palestina (PA) sebagai bagian dari ideologinya untuk menganeksasi Tepi Barat. Smotrich, yang juga menjabat sebagai menteri di Kementerian Pertahanan dan diberi banyak kekuasaan sipil terkait Tepi Barat yang diduduki, sebelumnya menyatakan bahwa PA merupakan ancaman bagi Israel dan mengatakan bahwa Hamas adalah “aset” karena membagi kepemimpinan Palestina, mengurangi peluang pembentukan negara Palestina. Sebagai menteri keuangan dan menteri di Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab atas urusan sipil di Tepi Barat, Smotrich memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan pemerintah Israel terhadap Palestina. Dia memiliki kekuasaan untuk mengizinkan bank-bank Israel melakukan transaksi keuangan dengan bank-bank Palestina tanpa risiko didakwa melakukan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Tanpa persetujuan tersebut, bank-bank Palestina akan terputus dari sistem keuangan Israel dan runtuh. Persetujuan ini memberikan perlindungan hukum dan ekonomi kepada Bank Hapoalim dan Israel Discount Bank. Kedua bank sentral ini menawarkan layanan perbankan kepada bank-bank Palestina dan mencegah mereka dituduh “pencucian uang” dan “pendanaan terorisme”. Pada bulan Juni, Smotrich mengancam tidak akan memperpanjang izin bagi bank-bank Israel untuk berbisnis dengan bank-bank Palestina, ancaman yang digunakannya untuk menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar menyetujui ribuan rumah pemukiman di Tepi Barat dan melegalkan lima pos terdepan ilegal. Smotrich hanya memperpanjang izin selama empat bulan, dibandingkan dengan perpanjangan satu tahun sebelumnya. Karena izin untuk bank-bank Israel berakhir pada Oktober, Smotrich menuntut audit pihak ketiga terhadap sistem perbankan Palestina sebagai syarat untuk memperpanjang izin selama setahun. Namun, menurut pejabat senior G7, pemerintahan Biden dan sekutu G7-nya khawatir bahwa saat tenggat waktu mendekat dan syarat-syarat Smotrich terpenuhi, dia bisa datang dengan tuntutan baru yang tidak ada hubungannya dengan sistem perbankan tetapi lebih banyak berhubungan dengan perluasan permukiman di Tepi Barat. “Tujuan kami adalah untuk memperjelas bahwa perilaku semacam itu tidak hanya mengancam stabilitas di Tepi Barat tetapi juga mengancam keamanan Israel,” kata pejabat tersebut. Beberapa minggu lalu, diadakan pertemuan menteri keuangan negara-negara G7, di mana AS menyampaikan kekhawatirannya tentang Smotrich dan bank-bank Palestina. Seorang pejabat senior dari salah satu negara G7 mengatakan bahwa AS memperingatkan bahwa: “Jika bank-bank Palestina terputus dari bank-bank Israel, hal itu bisa secara signifikan menggoyahkan Tepi Barat dan menciptakan eskalasi kekerasan yang akan merembet ke Israel.” AS juga memperingatkan bahwa Tepi Barat bisa berubah menjadi “ekonomi tunai” dan menganggap bahwa hal itu bisa menguntungkan kelompok-kelompok teroris yang sangat bergantung pada uang tunai. Pejabat tersebut menambahkan bahwa jika bank-bank runtuh, pasukan keamanan PA akan semakin melemah, dan mereka tidak akan bisa memerangi terorisme. Hal ini akan mempengaruhi stabilitas masyarakat Palestina secara keseluruhan dan mengurangi akses warga sipil Palestina terhadap makanan dan layanan dasar. Dalam minggu-minggu setelah pertemuan tersebut, pemerintahan Biden dan sekutu G7-nya menyampaikan kekhawatiran mereka kepada pemerintah Israel, menekankan risiko keamanan yang bisa ditimbulkan oleh runtuhnya bank-bank Palestina, termasuk risiko terhadap keamanan Israel sendiri. Laporan tersebut mencatat bahwa AS dan sekutunya tidak terlibat langsung dengan Smotrich karena pandangannya yang ekstrem. Ditambahkan bahwa AS telah mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi kepada Smotrich atas tindakannya yang menggoyahkan stabilitas di Tepi Barat. Menurut sumber-sumber, pesan tersebut disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz, Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, dan Netanyahu sendiri. (zul) Baca juga :

Read More

Di Era Digital, Tuhan Mungkin Digantikan Google, Pendeta Digantikan AI

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti, diundang menghadiri forum internasional yang bergengsi di Paris, dimana dalam kegiatan tersebut mengidentifikasi lima tantangan utama yang dihadapi agama-agama di Asia Raya dalam era kontemporer. Pernyataan Prof Mu’ti ini disampaikan dalam sebuah forum internasional bertajuk “Imagine Peace, International Meeting for Peace” yang berlangsung di Paris pada 22-24 September 2024. Prof Mu’ti hadir sebagai pembicara di Forum 10 yang dilaksanakan pada 23 September 2024 dengan tema “LA GRANDE ASIE : UN GRAND DEFI POUR LES RELIGIONS” atau dalam bahasa Indonesia “ASIA RAYA: TANTANGAN BESAR BAGI AGAMA-AGAMA”. Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh agama terkemuka dari berbagai negara dan aliran kepercayaan. Peserta forum tersebut termasuk Alberto Quattrucci (Sekretaris Jenderal, Manusia dan Agama, Komunitas Sant’Egidio, Italia), Felix Anthony Machado (Uskup Agung Katolik, India), Swami Atmarupananda (Biksu Misi Ramakrishna, India), Michihiro Kiyose (Tenrikyo, Jepang), Kojitsu Kobori (Buddhisme Tendai, Jepang), Hideki Morioka (Buddhisme Nichiren-Shu, Jepang), Antonio Salimbeni (Gerakan Focolare, Italia), Bhai Sahib Mohinder Singh Ahluwalia (Pemimpin spiritual dan presiden Guru Nanak Nishkam Sewak Jatha, India), Didi Talwalkar (Pemimpin gerakan Swadhyaya, India), dan Tsunekiyo Tanaka (Presiden Shinto, Jinjya-Honcho, Jepang). Dalam paparannya, Prof Mu’ti menyoroti lima tantangan utama: krisis kesehatan mental, masyarakat yang menua, isu-isu kemanusiaan, krisis lingkungan, dan ketimpangan ekonomi. “Masa depan agama bergantung pada kemampuannya menjawab tantangan-tantangan besar ini,” ujar Prof Mu’ti yang juga guru besar UIN Jakarta ini. Terkait dengan era digital, Prof Mu’ti menyinggung perlunya kontekstualisasi nilai-nilai agama agar tetap relevan. “Di era digital ini, Tuhan mungkin digantikan oleh Google. Posisi pendeta mungkin digantikan oleh AI,” katanya, menekankan pentingnya agama untuk tetap bermakna dalam membimbing umat di kehidupan nyata. Prof Mu’ti juga menyoroti fenomena “moneyteisme” – pengutamaan materi di atas segalanya – yang mengancam nilai-nilai spiritual tradisional. “Dalam masyarakat ini, monoteisme bisa digantikan oleh moneyteisme,” tambahnya. Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Prof Mu’ti menyerukan agar komunitas agama tidak hanya mengandalkan toleransi dan dialog. “Toleransi dan dialog saja tidak cukup. Kita perlu kolaborasi dan kerja sama nyata untuk membuat agama tetap bermakna bagi kehidupan nyata,” tegasnya. Pernyataan Prof Mu’ti ini membuka diskusi lebih lanjut tentang bagaimana agama dapat beradaptasi dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah kontemporer di Asia. Tantangan-tantangan yang diidentifikasi mencerminkan kompleksitas perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang dihadapi masyarakat Asia saat ini. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, peran agama di Asia menghadapi ujian besar. “Kemampuan para pemuka agama untuk beradaptasi dan memberikan jawaban atas permasalahan kontemporer akan menentukan relevansi mereka di masa depan,” pungkas Prof Mu’ti. (wink) Baca juga :

Read More

Gubuk Seng, Menyimpan Duka Tsunami Krakatau

Lampung Selatan — 1miliarsantri.net : Gemuruh ombak yang menghempas batu karang seakan memecah kesunyian di perairan Selat Sunda. Hilir mudik beragam jenis burung menerjang angin laut menambah keelokan yang nyaris sempurna saat memandang panorama Gunung Anak Krakatau (GAK). Gubuk Seng, begitu penduduk Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menyebutnya. Sebuah perbukitan yang agak tinggi dari permukaan laut, memaksa mata terbelalak melihat GAK dari dekat sebagai keagungan sekaligus keindahan ciptaan Allah SWT. Gunung Krakatau (gunung berapi purba) yang meletus pada Agustus 1883, dalam rentang waktu kaldera vulkanisnya telah bermetamorfosis menjadi GAK sampai sekarang. GAK termasuk gunung berapi yang masih aktif vulkanisnya dalam waktu tertentu. Menurut data magma.esdm.go.id, GAK terakhir erupsi mengeluarkan kolom abu dari puncaknya setinggi 1.000 meter pada 16 Desember 2023. Sebelumnya, erupsi GAK yang memuntahkan lava pijar merah dan kolom abu terus beriringan yang dapat dilihat terang dari Pulau Sebesi, terutama pada malam hari. Saking dekatnya dengan GAK, terdapat Menara Pos Pemantau GAK. Namun, banyak yang menyayangkan bangunan pemerintah ini terbengkalai. Menara yang tinggi sekira 100 meter ini tidak terpakai lagi, aktivitas pemantauan dipindahkan jauh dari Gubuk Seng ke Desa Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan atau seberang Pulau Sebesi. “Seharusnya menara ini diaktifkan lagi, karena lebih dekat, agar informasi perkembangan letusan Gunung Anak Krakatau cepat tersampaikan ke masyarakat,” kata Tri, pengunjung asal Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Sembilan bulan aktivitas vulkasnis GAK senyap, warga sekitar pun tenang. Meski trauma penduduk Pulau Sebesi masih membekas pasca bencana gelombang tsunami GAK pada 22 Desember 2018. Musibah ini menelan nyawa ratusan jiwa, korban luka, rumah hilang dan hancur, juga perahu dan kapal nelayan tersapu ombak. Gubuk Seng menjadi tempat terparah saat gelombang tsunami yang tingginya melebihi pohon kelapa normal yang ada di bukit tersebut. Memang, Gubuk Seng bukan tempat pemukiman warga. Sehari-hari kawasan ini sepi penduduk, karena hanya tempat berladang atau berkebun. Ketika mendekati musim panen sebagian warga mendiami gubuk-gubuk di ladangnya. Bahkan, ada sebagian kecil warga yang terpaksa menetap di gubuk-gubuk dalam kebunnya bersama anak-anaknya, agar tidak jauh bolak balik dari Desa Tejang, pusat keramaian Pulau Sebesi yang jarak tempuhnya sekira 20-30 menit naik motor. Bencana tsunami krakatau enam tahun lalu masih meninggalkan bekas kerusakan dan menyimpan duka mendalam. Masih terdapat beberapa pohon besar yang diperkirakan usia ratusan tahun di tepi bukit tercerabut dari akarnya menjadi saksi. Sebagian warga telah membangun kebali gubuk-gubuk atau pondokan di dalam kebunnya setelah disapu gelombang tsunami. Sebelum terjadi tsunami krakatau, warga lokal dan pendatang termasuk orang bule (manca negara) menelusuri perairan di sekitar Pulau Sebesi dengan perahu motor. Salah satu tempat terfavorit pengunjung yakni di bawah bukit Gubuk Seng. Tempat ini bukan seperti pantai berpasir, tapi dipenuhi hamparan batu karang. Ombak menghempas dari perairan laut lepas dekat GAK tertahan di sekumpulan batu karang. Tempat ini banyak dijadikan pengunjung untuk memancing dan juga berekreasi menikmati keindahan alam GAK dari dekat asalkan cuaca cerah atau tidak mendung maupun hujan. Bagi yang ingin berkunjung lewat jalan darat, dapat menempuh Gubuk Seng menggunakan atau menyewa motor penduduk dari Desa Tejang sekira 20 menit. Perjalanan ke Gubuk Seng meniti jalan setapak dan berliku menanjak dan menukik mengiringi perbukitan dan perkebunan warga. Pengunjung harus waspada karena saat berdiri di terumbu karang persis menghadap GAK. Terkadang ombak laut tinggi datang tiba-tiba meski cuaca cerah, sehingga dapat menggulung orang yang berdiri di hadapannya. “Cuaca di sini tidak menentu, kadang tiba-tiba ombak besar dan tinggi, karena angin kencang. Jadi hati-hati kalau berdiri di karang, banyak kejadian,” kata Yusuf, tokoh masyarakat Pulau Sebesi. Untuk lebih aman, ia menyarankan pengunjung tidak memaksakan diri untuk mendekati laut agar dapat menyaksikan GAK lebih nyaman. Pengunjung dapat menikmati pemandangan gunung di dekat Menara Pemantau GAK yang tak dipakai berada di kawasan Gubuk Seng. (mik) Baca juga :

Read More

40 Peserta Terpilih Nominator Duta Moderasi Beragama

Bekasi — 1miliarsantri.net : Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama (Kemenag) telah sampai pada tahap penilaian dan presentasi final. Dari 100 peserta yang presentasi di hadapan dewan juri, terpilih 40 peserta yang akan menjadi calon duta moderasi beragama. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah provinsi. Penilaian presentasi Inisiator Muda Moderasi Beragama dilaksanakan pada 18 – 20 September 2024 lalu di Bekasi Jawa Barat. Penilaian mencakup: Kesesuaian dengan Tema, Kreativitas dan Orisinalitas, Kualitas Produksi, Keterbacaan dan Penyampaian, Keterlibatan Penonton dan daya Tarik, dan Dampak Sosial. “Kegiatan ini sebagai ikhtiar Direktorat KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) Madrasah dalam upaya mencegah intoleransi dan ekstremisme serta dalam rangka merawat Kebhinekaan Indonesia. Remaja adalah asset yang akan membawa masa depan bangsa,” ungkap Direktur KSKK Madrasah M Sidik Sisdiyanto kepada 1miliarsantri.net, Kamis (26/9/2024). Menurutnya, para nominator ini akan membawa misi mensosialisasikan moderasi beragama di kalangan sebaya dan publikasi melalui media sosial (medsos). “Para nominator akan diundang ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan selama empat hari kemudian diberi kesempatan mengimplementasikan gagasannya yang tertuang dalam RAPMS selama satu bulan mulai 5 Oktober hingga 5 Nopember 2024,” terang Sidik. Kasubdit Kesiswaan Madrasah Solla Taufiq Menjelaskan bahwa IMMB rutin digelar setiap tahun sejak 2021. Saat ini, IMMB memasuki tahun ke 3 dan diikuti para siswa Madrasah Aliyah (MA). “Semoga telahir bibit-bibit yang mampu menjadi penggerak moderasi beragama di masyarakat terutama di kalangan remaja,” tutup Solla. (fat) Baca juga :

Read More

Rumus Agar Allah SWT Ijabah Segala Hajat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Mengangkat tangan saat memohon hajat dikabulkan oleh Allah SWT adalah salah satu adab dalam berdoa. Banyak hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengangkat tangan saat berdoa. Imam As-Suyuthi dalam Tadribur Rawi mengatakan, “Ada sekitar seratus hadits dari Rasulullah SAW yang menunjukkan bahwa beliau mengangkat tangan saat berdoa, di antaranya adalah hadits dari Ibnu Umar. Dikisahkan dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah mengangkat kedua tangan beliau, lalu beliau berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung pada-Mu atas apa yang diperbuat oleh Khalid (Shahih Bukhari 7/189 secara mu’allaq). Juga hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Diceritakan dari Anas, dari Rasulullah, bahwasanya beliau mengangkat tangan beliau sehingga aku melihat warna putih pada kedua ketiaknya (Shahih Bukhari no. 6341). Sementara tata cara mengangkat tangan saat berdoa yang sesuai tuntunan Nabi, mengutip buku “Jangan Lelah Berdoa” karya Nasrudin Abd. Rohim, disebutkan sebagai berikut. Ibnu Abbas ra meriwayatkan dengan sanad yang sahih, “Berdoa untuk meminta sesuatu adalah dengan mengangkat kedua tanganmu sejajar dengan pundak, adapun kalau saat beristighfar maka engkau mengisyaratkan dengan satu jari, adapun kalau meminta sesuatu dalam keadaan sangat kepepet, maka angkat semua tanganmu ke atas. Pendakwah muda Ustad Irfan Rizki Haas menyebut, berdoa dengan mengangkat tangan merupakan rumus agar semua hajat yang diminta dikabulkan oleh Allah SWT. “Kalau kita mau doa kita mudah Allah ijabah, salah satu rumusnya angkat tangan ketika berdoa. Sebagaimana nabi ajarkan, siapa yang mengangkat tangan waktu dia lagi berdoa maka kata nabi, Allah malu kalau dia menurunkan tangannya lalu Allah belum ijabah semua doa-doanya,” kata Ustad Irfan Rizki dalam kajian majelis ilmu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda: إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ “Sesungguhnya Allah itu sangat pemalu dan Maha Pemurah. Ia malu jika seorang lelaki mengangkat kedua tangannya untuk berdoa kepada-Nya, lalu Ia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa” (HR. Abu Daud 1488, At Tirmidzi 3556, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ 2070). “Artinya, setiap hamba yang mengangkat tangannya, kata nabi, Allah pasti ijabah. Allah kabulkan semua permintaannya. Maka angkat tangan, ‘Ya Allah bantulah hamba. Ya Allah sungguh hamba sedang berusaha, mudahkan. Ya Allah sungguh kami sedang berikhtiar mudahkan, lancarkan Ya Allah. Amin,” terang pengasuh Masjid Muhammad Al-Fatih (MAF) sekaligus Pondok Pesantren Tahfizh Quran MAF Wonolelo, Wonosobo, Jawa Tengah ini. (yat) Baca juga :

Read More

Presiden Turki Bongkar Kebusukan Israel di Gaza

New York — 1miliarsantri.net : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam PBB atas ketidakaktifannya di Gaza. Dia menuduh Israel mengubah wilayah Palestina itu menjadi “kuburan terbesar anak-anak dan wanita di dunia”. Erdogan juga mendukung Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel terhadap Hizbullah. Dia mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyeret kawasan Timur Tengah lebih dalam ke arah perang. “Bukan hanya anak-anak, tapi sistem PBB juga sekarat di Gaza. Kebenaran dan nilai-nilai yang diklaim Barat untuk dipertahankan sedang mati… Saya bertanya terus terang: Hai organisasi hak asasi manusia, bukankah mereka yang ada di Gaza dan Tepi Barat juga manusia? ,” terang Erdogan dalam pidatonya di Majelis Umum PBB di New York. Erdogan mengkritik Dewan Keamanan PBB yang gagal menghentikan pertempuran. Dia berulang kali mengatakan “dunia lebih besar dari lima”, merujuk pada lima anggota tetap Dewan Keamanan, termasuk sekutu terkuat Israel yaitu Amerika Serikat. “Dewan Keamanan PBB, apa lagi yang kalian tunggu untuk mencegah genosida di Gaza dan mengatakan ‘hentikan’ kekejaman dan kebiadaban ini?” tanyanya. Sebagai kritikus vokal terhadap ofensif Israel di Gaza, Erdogan mendesak masyarakat internasional untuk menghentikan “Netanyahu dan jaringan pembunuhnya”. Dia membandingkan perdana menteri Israel itu dengan Adolf Hitler dari Nazi Jerman. “Sama seperti Hitler dihentikan oleh aliansi kemanusiaan 70 tahun lalu, Netanyahu dan jaringan pembunuhnya harus dihentikan oleh ‘aliansi kemanusiaan’,” ujarnya. Mengenai gelombang terbaru serangan mematikan Israel ke Lebanon, pemimpin Turki itu berkata: “Apa lagi yang kalian tunggu untuk menghentikan jaringan pembantaian yang membahayakan nyawa warga negaranya sendiri bersama rakyat Palestina dan menyeret seluruh kawasan ke dalam perang demi prospek politiknya?” Erdogan menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, di mana pihak berwenang mengatakan operasi Israel telah menewaskan setidaknya 41.467 orang, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober ke Israel yang mengakibatkan 1.215 orang tewas. “Gencatan senjata segera dan permanen harus dicapai, pertukaran sandera-tahanan harus dilakukan, dan bantuan kemanusiaan harus dikirimkan ke Gaza tanpa hambatan dan tanpa gangguan,” tutupnya. (ris) Baca juga :

Read More

Lazisnu dan Poroz Kirim Bantuan 12 Kontainer Bahan Pokok untuk Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : NU Care-Lazisnu dan lembaga amil zakat yang tergabung dalam Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz) mengirimkan bantuan untuk warga Palestina korban genosida Israel dari Zarqa, Amman, Yordania. Pelepasan bantuan ini dilakukan bersama Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono. “Alhamdulillah, LAZISNU bersama Dubes RI untuk Yordania-Palestina dan 6 LAZ anggota Poroz lainnya, melepas bantuan gandum dan hygiene packges sejumlah 12 kontainer dari gudang bantuan kemanusiaan yang berlokasi di Zarqa Yordania menuju Palestina,” terang Direktur NU Care-LAZISNU PBNU, Qohari Cholil kepada 1miliarsantri.net, Rabu (25/9/2024). “Semoga bantuan ini dapat segera sampai dan diterima masyarakat Palestina,” harap Qohari. Qohari Cholil mengatakan beberapa barang bantuan yang akan dikirimkan berupa kebutuhan pokok dan peralatan kesehatan bagi rakyat Palestina. Qohari menambahkan, bantuan berupa hygiene kits dan kebutuhan pokok dikirim langsung menggunakan 12 kontainer, terdiri dari 8 kontainer berisi gandum, dan 4 kontainer berisi hygiene kits. Pihaknya menyebutkan total bantuan yang dikirimkan senilai Rp5 miliar. Adapun bantuan dari NU Care-LAZISNU bernilai total Rp1,5 miliar. Dana tersebut bersumber dari penggalangan yang dilakukan NU Care-LAZISNU di wilayah dan cabang di Indonesia dan NU Care-LAZISNU PCINU seluruh dunia. Wakil Direktur Bidang Fundraising, Humas dan IT NU Care-LAZISNU Anik Rifqoh yang ikut serta dalam rombongan menambahkan bantuan diperkirakan akan sampai kepada penerima dalam waktu satu bulan. “Jika tak ada kendala, bantuan tersebut akan diterima masyarakat Palestina di Gaza dalam waktu satu bulan. Karena ada proses pengecekan dan antrean administrasi,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Emak-Emak Yahudi ingin membunuh Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net :” Upaya membunuh Rasulullah Muhammad SAW pernah dilakukan melalui cara racun. Namun, Rasulullah SAW selamat dari upaya pembunuhan itu. Dalam sebuah hadits disebutkan: Anas radhiyallahu ‘anhu menceritakan, أن امرأة يهودية أتت رسول الله صلى الله عليه وسلم بشاة مسمومة، فأكل منها، فجيء بها إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فسألها عن ذلك فقالت: أردت لأقتلك! قال: “ما كان الله ليسلطك على ذاك” أو قال: “عليّ”، قالوا: ألا نقتلها؟ قال: “لا”، قال أنس: فما زلت أعرفها في لهوات رسول الله صلى الله عليه وسلم (متفق عليه). Bahwa ada seorang wanita Yahudi datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing (bakar) yang telah diracuni. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan sebagian darinya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang untuk memanggil wanita (yang memberi kambing) itu dan wanita itu pun datang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam segera bertanya kepadanya tentang hal itu. Wanita itu menjawab, “Saya ingin membunuhmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak menguasakanmu untuk atas hal itu”, atau beliau bersabda “ … atasku (yakni membunuhku -pent)”. Para sahabat berkata, “Perlukah kita membunuh wanita ini?” “Jangan!” jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat bekas racun itu senantiasa berada di langit-langit mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR Muslim). Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah II menjelaskan, dalam melakukan dakwah penyebaran Islam, Rasulullah Muhammad SAW banyak mendapat rintangan yang luar biasa. Dari mulai dimarahi sampai dengan dilempari batu dan kotoran. Hal terjadi karena kaum kafir menginginkan agar Rasulullah SAW berhenti berdakwah. Tapi halangan dan rintangan apapun tidak menyurutkan semangat Rasulullah Muhammad SAW dalam berdakwah. Sehingga kaum kafir memutuskan untuk membunuh Rasulullah SAW. Salah satu upaya pembunuhan yang dilakukan oleh kafir adalah seperti yang terdapat dalam hadits di atas. Di mana, seorang wanita Yahudi memberikan makanan kepada Rasulullah SAW yang sudah dibuhuhi racun tapi Allah melindungi Rasulullah SAW sehingga racun itu tidak mengakibatkan beliau SAW wafat. (jeha) Baca juga :

Read More

25 Eks Napi Teroris Ikuti Pelatihan Budidaya Kopi di Gunung Malabar

Bandung — 1miliarsantri.net : Sebanyak 25 orang eks narapidana teroris (napiter) diberi pelatihan budidaya tanaman di lereng Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, akhir pekan ini. Mereka melakukan budidaya tanaman di lahan garapan petani kopi binaan Pupuk Kujang. Pelatihan budidaya tanaman kepada 25 napiter dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri bekerja sama dengan Pupuk Kujang. Para napiter diharapkan dapat memiliki keterampilan dalam bercocok tanam. “Densus 88 menggandeng Pupuk Kujang memberikan pelatihan budidaya tanaman. Pupuk Kujang dipilih karena dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian,” terang Ade Cahya Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang belum lama ini. Selain menambah keterampilan mantan napiter, Ade mengatakan pelatihan tersebut mendukung ketahanan pangan nasional. Pelatihan yang diberikan meliputi budidaya tanaman kopi, madu dan rempah rempah. Para peserta pun mendapatkan dukungan berupa nutrisi tanaman, benih, hingga akses lahan. VP tanggung jawab sosial dan lingkungan Pupuk Kujang Agung Gustiawan mengatakan modal utama yang diberikan kepada para eksnapiter adalah keterampilan yang mumpuni dan sarana pendukung untuk memulai usaha. Mereka diberikan keterampilan berbagai teknik budidya kopi Arabica Java Preanger yang banyak dibudidayakan di Gunung Malabar. Pelatihan mencakup aspek dari hulu hingga hilir, termasuk teknik meroasting dan pengemasan kopi. Setelah pelatihan, Densus 88 dan PT Pupuk Kujang akan melakukan monitoring. AKBP Vanggivantozy Praduga Satria, Kanit 1 Subdirektorat Integrasi Koordinasi, Direktorat Identifikasi dan Sosial, Densus 88/AT mengatakan selain diberi keterampilan bertani para peserta juga diberi akses konsesi lahan. “Setiap kelompok akan menggarap lahan seluas 50 hektare bersama masyarakat. Kalau ada 5 kelompok berarti konsesi lahan sekira 250 hektare,” ungkap Vanggi. Vanggi mengatakan berbagai program dan sarana itu merupakan pendekatan deradikalisasi yang bersifat lunak atau soft approach. Menurut Vanggi, metode itu dipilih karena masyarakat Indonesia cenderung berwatak ramah. “Metode ini juga menarik perhatian sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Thailand, Australia, terakhir dari Inggris dan Swiss,” pungkas Vanggi. (den) Baca juga :

Read More

Rahasia Maulid Nabi yang Jarang Diketahui

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ustad Adi Hidayat (UAH) mengajak umat Islam untuk memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara lebih mendalam. Tokoh agama yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menekankan bahwa Maulid bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat iman dan memperbaiki akhlak. “Peringatan Maulid seharusnya menjadi titik balik bagi setiap muslim untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas keimanan,” ujar UAH dalam video ceramahnya. Ia menambahkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui ritual-ritual tertentu. UAH menggarisbawahi pentingnya meneladani seluruh aspek kehidupan Rasulullah, mulai dari akhlak hingga ajaran-ajaran beliau. “Cinta kepada Nabi bukan hanya ucapan di bibir, tapi harus tercermin dalam setiap tindakan kita,” tegasnya. Salah satu bentuk pengamalan yang dicontohkan UAH adalah puasa Senin, hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. “Rasulullah sendiri berpuasa pada hari Senin sebagai bentuk syukur atas hari kelahirannya. Ini bisa menjadi salah satu cara kita mengekspresikan rasa cinta dan syukur kita,” jelasnya. Lebih lanjut, UAH menyoroti bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW telah membawa perubahan besar bagi peradaban dunia. Ia menganalogikan kedatangan Nabi seperti cahaya yang menerangi kegelapan. “Tugas kita sebagai umat Islam adalah meneruskan misi Rasulullah untuk menyebarkan kebaikan dan mengurangi kemungkaran di muka bumi,” tambahnya. Dalam ceramahnya, UAH juga mengkritisi perayaan Maulid yang terkadang hanya berfokus pada aspek seremonial. “Memuliakan Nabi tidak boleh parsial. Kita harus menghormati dan mengikuti seluruh ajaran beliau, bukan hanya merayakan kelahirannya,” imbuh UAH. Di akhir ceramah, UAH mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Maulid sebagai momen introspeksi dan perbaikan diri. “Mari kita jadikan Maulid sebagai momentum untuk meningkatkan amal saleh dan mengurangi perbuatan tercela,” ajaknya. Ia juga berdoa agar umat Islam dapat mempertahankan persatuan dan kelak dipertemukan dengan Rasulullah di akhirat. Pesan UAH ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak netizen yang mengapresiasi pendekatan UAH yang menekankan pada esensi peringatan Maulid, bukan hanya aspek formalitasnya. Ceramah ini juga menjadi bahan diskusi di berbagai forum keagamaan, menandakan relevansi pesan yang disampaikan dengan kebutuhan spiritual umat saat ini. (yan) Baca juga :

Read More