Emak-Emak Yahudi ingin membunuh Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net :” Upaya membunuh Rasulullah Muhammad SAW pernah dilakukan melalui cara racun. Namun, Rasulullah SAW selamat dari upaya pembunuhan itu. Dalam sebuah hadits disebutkan: Anas radhiyallahu ‘anhu menceritakan, أن امرأة يهودية أتت رسول الله صلى الله عليه وسلم بشاة مسمومة، فأكل منها، فجيء بها إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فسألها عن ذلك فقالت: أردت لأقتلك! قال: “ما كان الله ليسلطك على ذاك” أو قال: “عليّ”، قالوا: ألا نقتلها؟ قال: “لا”، قال أنس: فما زلت أعرفها في لهوات رسول الله صلى الله عليه وسلم (متفق عليه). Bahwa ada seorang wanita Yahudi datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing (bakar) yang telah diracuni. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan sebagian darinya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang untuk memanggil wanita (yang memberi kambing) itu dan wanita itu pun datang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam segera bertanya kepadanya tentang hal itu. Wanita itu menjawab, “Saya ingin membunuhmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak menguasakanmu untuk atas hal itu”, atau beliau bersabda “ … atasku (yakni membunuhku -pent)”. Para sahabat berkata, “Perlukah kita membunuh wanita ini?” “Jangan!” jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat bekas racun itu senantiasa berada di langit-langit mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR Muslim). Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah II menjelaskan, dalam melakukan dakwah penyebaran Islam, Rasulullah Muhammad SAW banyak mendapat rintangan yang luar biasa. Dari mulai dimarahi sampai dengan dilempari batu dan kotoran. Hal terjadi karena kaum kafir menginginkan agar Rasulullah SAW berhenti berdakwah. Tapi halangan dan rintangan apapun tidak menyurutkan semangat Rasulullah Muhammad SAW dalam berdakwah. Sehingga kaum kafir memutuskan untuk membunuh Rasulullah SAW. Salah satu upaya pembunuhan yang dilakukan oleh kafir adalah seperti yang terdapat dalam hadits di atas. Di mana, seorang wanita Yahudi memberikan makanan kepada Rasulullah SAW yang sudah dibuhuhi racun tapi Allah melindungi Rasulullah SAW sehingga racun itu tidak mengakibatkan beliau SAW wafat. (jeha) Baca juga :

Read More

25 Eks Napi Teroris Ikuti Pelatihan Budidaya Kopi di Gunung Malabar

Bandung — 1miliarsantri.net : Sebanyak 25 orang eks narapidana teroris (napiter) diberi pelatihan budidaya tanaman di lereng Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, akhir pekan ini. Mereka melakukan budidaya tanaman di lahan garapan petani kopi binaan Pupuk Kujang. Pelatihan budidaya tanaman kepada 25 napiter dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri bekerja sama dengan Pupuk Kujang. Para napiter diharapkan dapat memiliki keterampilan dalam bercocok tanam. “Densus 88 menggandeng Pupuk Kujang memberikan pelatihan budidaya tanaman. Pupuk Kujang dipilih karena dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian,” terang Ade Cahya Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang belum lama ini. Selain menambah keterampilan mantan napiter, Ade mengatakan pelatihan tersebut mendukung ketahanan pangan nasional. Pelatihan yang diberikan meliputi budidaya tanaman kopi, madu dan rempah rempah. Para peserta pun mendapatkan dukungan berupa nutrisi tanaman, benih, hingga akses lahan. VP tanggung jawab sosial dan lingkungan Pupuk Kujang Agung Gustiawan mengatakan modal utama yang diberikan kepada para eksnapiter adalah keterampilan yang mumpuni dan sarana pendukung untuk memulai usaha. Mereka diberikan keterampilan berbagai teknik budidya kopi Arabica Java Preanger yang banyak dibudidayakan di Gunung Malabar. Pelatihan mencakup aspek dari hulu hingga hilir, termasuk teknik meroasting dan pengemasan kopi. Setelah pelatihan, Densus 88 dan PT Pupuk Kujang akan melakukan monitoring. AKBP Vanggivantozy Praduga Satria, Kanit 1 Subdirektorat Integrasi Koordinasi, Direktorat Identifikasi dan Sosial, Densus 88/AT mengatakan selain diberi keterampilan bertani para peserta juga diberi akses konsesi lahan. “Setiap kelompok akan menggarap lahan seluas 50 hektare bersama masyarakat. Kalau ada 5 kelompok berarti konsesi lahan sekira 250 hektare,” ungkap Vanggi. Vanggi mengatakan berbagai program dan sarana itu merupakan pendekatan deradikalisasi yang bersifat lunak atau soft approach. Menurut Vanggi, metode itu dipilih karena masyarakat Indonesia cenderung berwatak ramah. “Metode ini juga menarik perhatian sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Thailand, Australia, terakhir dari Inggris dan Swiss,” pungkas Vanggi. (den) Baca juga :

Read More

Rahasia Maulid Nabi yang Jarang Diketahui

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ustad Adi Hidayat (UAH) mengajak umat Islam untuk memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW secara lebih mendalam. Tokoh agama yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menekankan bahwa Maulid bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat iman dan memperbaiki akhlak. “Peringatan Maulid seharusnya menjadi titik balik bagi setiap muslim untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas keimanan,” ujar UAH dalam video ceramahnya. Ia menambahkan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui ritual-ritual tertentu. UAH menggarisbawahi pentingnya meneladani seluruh aspek kehidupan Rasulullah, mulai dari akhlak hingga ajaran-ajaran beliau. “Cinta kepada Nabi bukan hanya ucapan di bibir, tapi harus tercermin dalam setiap tindakan kita,” tegasnya. Salah satu bentuk pengamalan yang dicontohkan UAH adalah puasa Senin, hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. “Rasulullah sendiri berpuasa pada hari Senin sebagai bentuk syukur atas hari kelahirannya. Ini bisa menjadi salah satu cara kita mengekspresikan rasa cinta dan syukur kita,” jelasnya. Lebih lanjut, UAH menyoroti bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW telah membawa perubahan besar bagi peradaban dunia. Ia menganalogikan kedatangan Nabi seperti cahaya yang menerangi kegelapan. “Tugas kita sebagai umat Islam adalah meneruskan misi Rasulullah untuk menyebarkan kebaikan dan mengurangi kemungkaran di muka bumi,” tambahnya. Dalam ceramahnya, UAH juga mengkritisi perayaan Maulid yang terkadang hanya berfokus pada aspek seremonial. “Memuliakan Nabi tidak boleh parsial. Kita harus menghormati dan mengikuti seluruh ajaran beliau, bukan hanya merayakan kelahirannya,” imbuh UAH. Di akhir ceramah, UAH mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Maulid sebagai momen introspeksi dan perbaikan diri. “Mari kita jadikan Maulid sebagai momentum untuk meningkatkan amal saleh dan mengurangi perbuatan tercela,” ajaknya. Ia juga berdoa agar umat Islam dapat mempertahankan persatuan dan kelak dipertemukan dengan Rasulullah di akhirat. Pesan UAH ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak netizen yang mengapresiasi pendekatan UAH yang menekankan pada esensi peringatan Maulid, bukan hanya aspek formalitasnya. Ceramah ini juga menjadi bahan diskusi di berbagai forum keagamaan, menandakan relevansi pesan yang disampaikan dengan kebutuhan spiritual umat saat ini. (yan) Baca juga :

Read More

Tentara Israel Tutup Kantor TV Aljazirah di Ramallah

Ramallah — 1miliarsantri.net : Tentara Israel menyerbu dan menutup kantor TV Aljazirah di kota Ramallah, Tepi Barat, pada Ahad (22/9/2024) pagi, dalam tindakan yang digambarkan sebagai keputusan militer yang sewenang-wenang. Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan pemerintah Israel memerintahkan staf Aljazirah untuk meninggalkan lokasi sebelum kemudian menutup kantor media tersebut. Penyerbuan terjadi di tengah peningkatan ketegangan di kawasan maupun pengawasan terhadap organisasi media yang meliput perang Israel di Gaza. Menurut Wafa, tentara-tentara Israel menyita dokumen dan perlengkapan dari kantor Aljazirah. Mereka juga memberlakukan larangan berkegiatan selama 45 hari terhadap saluran Aljazirah di wilayah tersebut dengan alasan masalah keamanan. Dilansir laman Anadolu, Serikat Jurnalis Palestina mengecam penggerebekan dan penutupan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan baru terhadap jurnalisme dan kebebasan media. Serikat tersebut mendesak organisasi dan lembaga internasional pembela hak dan keselamatan jurnalis agar mengambil tindakan segera untuk mengecam dan memastikan keputusan tersebut dibatalkan. Serikat Jurnalis Palestina juga menyatakan solidaritas dengan Aljazirah dan beserta para jurnalisnya dengan menawarkan kantor pusat dan sumber daya untuk membantu kegiatan staf media tersebut selama masa penutupan paksa. Kendati demikian, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan Aljazirah mengenai penggerebekan yang terjadi pada Ahad. Pemerintah Israel pada Mei memutuskan untuk melarang Aljazirah beroperasi di Israel. (zul) Baca juga :

Read More

Pemerintah Siap Kucurkan Aliran Dana Abadi Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada kabar menarik yang menggembirakan bagi dunia pesantren. Penyusunan peta Dana Abadi Pesantren (DAP) yang kini digarap Kemenag sudah hampir selesai. DAP adalah program strategis yang sangat penting dalam pengembangan pesantren, khususnya dalam meningkatkan kualitas santri di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Abu Rokhmad. Ia mengatakan inisiatif penyusunan peta jalan DAP ini menjadi prioritas strategis setelah disebutkan dalam Pilpres 2024, yang mencerminkan janji pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pesantren dan pendidikan santri. “DAP adalah bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan pendidikan pesantren,” terang Abu Rokhmad di Jakarta. Pesantren selama ini dikenal mandiri, namun dengan disahkannya Undang-Undang Pesantren No. 18 Tahun 2019, pemerintah semakin fokus mendukung peran pesantren dalam pengembangan sumber daya manusia. Alokasi anggaran DAP sebesar Rp250 miliar pada 2024 menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas akademik dan keterampilan praktis para santri. Koordinasi Program Dana Abadi Pesantren membahas dua hal utama, yaitu: 1)program degree, misalnya Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang diperuntukkan bagi mahasiswa S1, serta 2) program non-degree berupa pelatihan singkat di luar negeri. Dunia Pesantren Boleh Gembira, Siap Siap Dapat Aliran Dana Abadi Pesantren “Penting bagi kita memastikan bahwa para santri yang menerima beasiswa ini benar-benar memberikan kontribusi balik kepada pesantren yang merekomendasikan mereka,” tambah Abu Rokhmad. Pertemuan juga membahas perlunya transparansi dalam pengelolaan dan alokasi DAP, mengingat pertanyaan yang sering diajukan oleh mitra Kementerian Agama di Komisi VIII DPR. Abu Rokhmad menekankan bahwa penjelasan yang transparan sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman atau isu negatif terkait pengelolaan dana ini. Abu Rokhmad juga mengungkapkan kemungkinan memperluas kerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk menciptakan skema Dana Abadi Pendidikan Islam melalui wakaf tunai, yang dapat memperluas manfaat DAP, khususnya untuk mendukung pendidikan santri dan madrasah. Dengan peta jalan DAP, Abu Rokhmad berharap program ini mampu menjadi katalis perubahan besar bagi pengembangan pendidikan pesantren, termasuk penguatan kyai muda dan lembaga pesantren secara menyeluruh. “Inisiatif ini tentunya menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan pesantren, menjadikan DAP sebagai sumber daya yang tidak hanya mendukung finansial, tetapi juga mendorong perkembangan yang signifikan bagi dunia pesantren di Indonesia,” imbuhnya. Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Diniyah Ma’had Aly, Mahrus Elmawa, menyampaikan perkembangan penyusunan peta jalan Dana Abadi Pesantren. Menurut Mahrus, sekitar 80% peta jalan telah selesai dibahas, dan beberapa revisi sedang dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan program lain yang terkait dengan pengembangan pesantren. “Revisi ini akan memperkuat pengembangan pesantren secara keseluruhan, termasuk penguatan kyai muda dan lembaga pendidikan pesantren,” jelasnya. Mahrus juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam pengelolaan DAP adalah fluktuasi informasi terkait anggaran dari LPDP, yang menjadi pelajaran penting dalam menyusun program agar tidak terlalu idealis, namun tetap terstruktur dan tepat sasaran. “Kami berharap Pak Dirjen dapat memberikan arahan terkait bagaimana program degree dan non-degree ini bisa dioptimalkan,” tambahnya. Pada tahun kedua implementasi DAP ini, program degree sudah berjalan dengan baik, termasuk kolaborasi dengan LPDP. Namun, program non-degree masih membutuhkan perhatian lebih, terutama agar tidak ada pengulangan program yang kurang berdampak signifikan. Dengan arahan yang tepat, program ini diharapkan dapat lebih efektif dalam menjawab kebutuhan pesantren, baik dari segi pendidikan formal maupun pengembangan keterampilan non-akademis. “Kami harus memperkuat dan mempertajam jangkauan Dana Abadi Pesantren ini,” pungkas Mahrus. (wink) Baca juga :

Read More

Kemenparekraf Fasilitasi Pelatihan Content Creator dan Digital Marketing

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan pelatihan untuk menjadi content creator serta digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi, Jawa Timur. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan jumlah pengguna internet di Indonesia pada awal 2024 telah mencapai lebih dari 215 juta orang. Angka ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan pendekatan digital. Di mana para pelaku ekraf harus dapat melakukan promosi produk dengan cara yang kreatif, dan membangun komunitas yang loyal. “Kami menemukan korelasi yang sangat kuat antara konten-konten yang viral terhadap penjualan yang meningkat. Hampir semua bisa menjadi konten kreator dan hari ini 100 pelaku ekraf dari Banyuwangi sedang kami ikutkan dalam pelatihan tentang content creator dan digital marketing,” ungkap Sandiaga. Dia menekankan, konten yang harus disiapkan bukan hanya sekadar viral, tapi adalah konten yang menghibur juga inspiratif. Konten yang ada aspek religi juga bisa mendongkrak penjualan bukan hanya pariwisata tapi juga produk ekonomi kreatif. “Karenanya kita tingkatkan pelatihan seperti ini sehingga mereka bisa menciptakan konten-konten yang bisa sesuai dengan algoritma yang mampu mendapatkan view yang tinggi dan engagement yang luas,” terangnya. Pihaknya juga memiliki berbagai program yang dapat mendukung pengembangan kapasitas dan kapabilitas pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi. “Kami akan bantu dengan aspek pemasaran dan juga melalui aspek pembiayaan. Jadi pelatihan-pelatihan tentang pemasaran, juga permodalan akan terus kita tingkatkan,” pungkasnya. (nif) Baca juga :

Read More

Buya Yahya Soroti Fenomena Gelar Spiritual dalam Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gelar “Pak Haji” telah lama menjadi simbol kehormatan di masyarakat Indonesia. Namun, fenomena pemberian gelar ini kepada mereka yang belum menunaikan ibadah haji memicu perdebatan. Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, baru-baru ini angkat bicara mengenai isu sensitif ini. Dalam ceramahnya yang viral di media sosial, Buya Yahya memaparkan dua pandangan berbeda terkait penggunaan gelar “Pak Haji”. Sebagian kalangan berpendapat bahwa gelar tersebut seharusnya eksklusif untuk mereka yang telah melaksanakan rukun Islam kelima ini. Alasannya, ibadah haji membutuhkan pengorbanan besar, baik dari segi materi maupun waktu tunggu yang panjang. “Ada yang merasa tidak adil jika orang yang belum berhaji dipanggil ‘Pak Haji’. Mereka yang sudah menunaikan ibadah haji telah mengeluarkan banyak biaya dan menunggu bertahun-tahun,” urai Buya Yahya, mengutip perspektif kelompok pertama. Di sisi lain, pandangan kedua lebih moderat. Mereka menganggap pemberian gelar “Pak Haji” kepada yang belum berhaji sebagai bentuk motivasi dan doa. “Sebagian masyarakat memandang panggilan ini sebagai harapan agar seseorang bisa segera menunaikan ibadah haji,” tambah Buya Yahya. Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat umum. Buya Yahya mengisahkan kejadian unik di Cirebon, di mana seseorang yang mengenakan pakaian putih langsung diasumsikan telah berhaji. “Ini menunjukkan betapa kuatnya asosiasi antara penampilan dan gelar ‘haji’ di benak masyarakat,” ujarnya. Namun, Buya Yahya mengingatkan bahwa esensi ibadah haji bukan sekadar gelar. “Yang terpenting adalah bagaimana seseorang yang telah berhaji dapat menjaga perilakunya, seperti menjauhi riba dan perbuatan haram lainnya,” tegasnya. Polemik ini mencerminkan kompleksitas budaya dan agama di Indonesia. Di satu sisi, gelar “Pak Haji” mencerminkan penghormatan terhadap ibadah suci. Namun di sisi lain, penggunaannya yang meluas dapat menimbulkan dilema etis. Terlepas dari kontroversi, Buya Yahya menekankan pentingnya niat baik dalam penggunaan gelar ini. “Selama tujuannya untuk memotivasi dan bukan untuk kesombongan, maka tidak ada yang salah,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More

Nasihat Sayyidina Anas RA saat Gelap Gulita

Jakarta — 1miliarsantri.net : Syaikh Nadhr bin Abdullah Rahmotullah ‘alaih bercerita, “Pada waktu hidupnya Sayyidina Anas Rodhiyollohu ‘anhu, tiba-tiba siang menjadi gelap. Segera aku menjumpai Sayyidina Anas RA dan bertanya kepadanya, “Apakah kejadian seperti ini pernah terjadi pada zaman Baginda Nabi SAW?” Jawabnya, “Na’udzubilloh, jika angin bertiup sedikit kencang pada zaman Baginda Nabi SAW,kami segera pergi ke masjid karena takut akan terjadi Kiamat.” Sayyidina Abu Darda’ RA juga bercerita, “Jika terjadi angin ribut, biasanya Baginda Rasulullah SAW akan merasa takut dan segera pergi ke masjid.” Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal menjelaskan, belakangan ini, meskipun berbagai musibah besar melanda kita, siapakah yang ingat untuk datang ke masjid? Jangankan masyarakat awam, bahkan orang-orang berilmu pun sedikit yang mempedulikannya. “Silakan menjawab masalah ini dengan merenungkannya didalam hati masing-masing,” ujar Maulana Zakariyya. (jeha) Baca juga :

Read More

Spanyol Siapkan Pertemuan Bilateral dengan Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, melakukan percakapan dengan rekan Bahrain-nya, Abdullatif bin Rashid Alzayani, membahas situasi di Palestina dan solusi dua negara sebagai langkah menuju perdamaian definitif di Timur Tengah. “Saya telah berbicara dengan rekan Bahrain saya, Abdullatif bin Rashid Alzayani, tentang hubungan bilateral yang erat dan situasi di Palestina. Spanyol berkomitmen pada solusi dua negara untuk mencapai perdamaian yang nyata di Timur Tengah,” ungkap Albares melalui akun resmi di media sosial X. Percakapan telepon ini terjadi beberapa hari sebelum Madrid menjadi tuan rumah pertemuan antara perwakilan negara-negara Eropa dan Arab yang membahas solusi untuk mengakhiri perang antara Israel dan Palestina. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat mendatang, dengan para menteri luar negeri dari berbagai negara Eropa dan Arab telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama yang diadakan pada 29 April di Riyadh, yang memanfaatkan acara Forum Ekonomi Dunia di ibu kota Saudi tersebut. Pertemuan sebelumnya dihadiri oleh menteri-menteri dari Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, serta beberapa menteri Eropa, termasuk Spanyol, Inggris, dan Norwegia, bersama Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Keamanan. Spanyol adalah salah satu negara Eropa yang baru-baru ini mengakui Negara Palestina, tepatnya pada 28 Mei. Menurut pengumuman terbaru dari Presiden Pemerintah, Pedro Sánchez, eksekutif sedang mempersiapkan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Palestina di Madrid sebelum akhir tahun ini. (zul) Baca juga :

Read More

Ketua PBNU Minta Kurikulum Aswaja NU Segera Diluncurkan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Muhammad Faesal meminta agar Kurikulum Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama yang disusun Lembaga Pendidikan Ma’arif NU bisa segera diluncurkan dan disebarkan. Hal tersebut disampaikan Faesal saat Puncak Harlah Ke-95 LP Ma’arif NU di Hotel Yuan Garden, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024) lalu. “Kami berharap kurikulum Aswaja Nahdatul Ulama tidak boleh berhenti, (segera) luncurkan dan sebarkan karena daerah-daerah menunggu Kurikulum Aswaja Nahdlatul Ulama ini,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (23/9/2024). Ia juga meminta LP Ma’arif NU untuk mempercepat kurikulum Aswaja untuk meluruskan sejarah NU ke jalur yang benar dan mempersiapkan generasi muda yang kuat. “Kami minta segera (luncurkan) kurikulum Aswaja karena pelencengan-pelencengan sejarah sudah kita temukan. Oleh karena itu, dengan kurikulum Ahlussunnah wal Jamaah NU ini bisa mengembalikan sejarah NU kepada jalur yang benar dan paling tidak mempersiapkan generasi-generasi muda kita memiliki perisai kuat yaitu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” jelasnya. Faesal mengharapkan kurikulum ini dapat segera diimplementasikan, disosialisasikan, dan dijalankan. Ia juga mengapresiasi LP Ma’arif NU yang selalu menghidupkan kegiatan di bidang pendidikan. “LP Maarif PBNU luar biasa, hampir setiap bulan melaksanakan kegiatan di bidang pendidikan dan pengajaran dan saya kira ini tidak boleh berhenti, percayalah kalau LP Ma’arif NU berhenti, bubar pendidikan Nahdlatul Ulama,” lanjutnya. Faesal juga mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh pemenang Olimpiade Sains dan Matematika. “Yang kami banggakan seluruh pemenang Olimpiade Sains dan Matematika LP Ma’arif yang sungguh sangat luar biasa,” ungkapnya. Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengenai fenomena yang dihadapi dalam perubahan peradaban saat ini. “Fenomena perubahan peradaban baru meliputi perubahan tatanan politik internasional, perubahan democratie dan keluarga, perubahan dalam standar norma-norma, dan perubahan globalisasi,” tegasnya. Dia mengungkapkan, kunci untuk menghadapi fenomena perubahan tersebut adalah pendidikan, dan NU berkewajiban menyiapkan generasi muda yang siap berhadapan dengan perubahan-perubahan. “Transformasi pendidikan tidak mungkin kita abaikan, transformasi teknologi tidak mungkin kita abaikan, karena jika kita abaikan percayalah kita pasti akan ketinggalan bahkan kita akan tergerus oleh perubahan,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More