Kemenag Evalusi dan Bakal Ganti Cara Terbaik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag menggelar evaluasi pelayan katering jemaah haji di Arab Saudi 1445 H/2024 M. Rapat mengevaluasi menu makanan sekaligus meningkatkan cita rasa nusantara dan bahan baku Indonesia. Evaluasi juga mencakup variasi menu, siklus menu, serta gizi makanan yang akan dikonsumsi jemaah haji. Hadir, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Mudir BPKH Limited Iman Ni’matullah, serta perwakilan dari Kemterian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan Poltek NHI. Hadir juga, Kasubdit Layanan Konsumsi Sutikno, serta jajaran Direktorat Layanan Luar Negeri. Evaluasi ini dikemas dalam Fokus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebijakan, Rencana Kerja dan Peningkatan Pelayanan di Arab Saudi” dalam rangka Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1446 H/2025 M. Giat ini berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat. Kementerian Agama masih tetap mempertahankan menu cita rasa nusantara dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M. Kami berharap tahun depan semakin banyak menu dan bumbu yang didatangkan langsung dari Indonesia sehingga diharapkan rasanya sama dengan yang ada di tanah air,” jelas Subha. “Kita harus memenuhi standar gizi namun harus sesuai dengan bahan baku yang tersedia. Kita juga bahas kemungkinan tambahan kebutuhan gizi jemaah baik buah, susu, dan lain sebagainya,” sambungnya. Subhan menambahkan, pihaknya mengajak semua pihak untuk menangkap peluang penyediaan bahan baku Indonesia dalam penyediaan katering jemaah haji. Menurutnya, ibadah haji digelar setiap tahun. Jemaah haji Indonesia lebih 200ribu setiap tahun. Jemaah umrah lebih banyak lagi, mencapai satu juta setiap tahunnya. “Ini peluang besar bagi para pengusaha Indonesia untuk ekspor bahan baku nusantara,” sebutnya. Mudir BPKH Limited, Iman Ni’matullah mengapresiasi layanan katering yang diberikan Ditjen PHU kepada jemaah. Menurutnya, respons jemaah terhadap layanan katering juga positif. “Alhamdulillah di aplikasi Kawal Haji, layanan konsumsi tahun 2024 banyak komen positif dari jemaah dan kami sangat mengapresiasi untuk tim katering haji,” ujarnya. “Jika menu sudah disusun maka kami akan bisa lebih awal mempersiapkan bumbu yang sesuai dengan cita rasa masakan Indonesia,” sebutnya. Iman Ni’matullah berkomitmen untuk mensuply bumbu sepanjang harganya masuk, dan tentunya dengan kualitas yang baik sesuai dengan amanah Undang-Undang No 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Tujuannya, meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, rasionalitas dan efisiensi penggunaan BPIH, serta manfaat bagi kemaslahatan umat Islam. “Mudah-mudahan April tahun depan kita sudah siap betul,” tandasnya.(rid) Baca juga :

Read More

PP Muhammadiyah Buka Peluang Kerjasama dengan Imam Besar Masjid Nabawi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudhaify beserta rombongan yang melakukan kunjungan ke Indonesia. Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief mengatakan, sejak 112 tahun yang lalu, Muhammadiyah telah berkecimpung di bidang pendidikan dan kesehatan dengan mendirikan ratusan universitas dan ribuan sekolah serta ratusan rumah sakit. “Satu abad yang lalu pendiri organisasi Muhammadiyah belajar dari para imam di Makkah dan Madinah dan kembali dari sana mendirikan Persyarikatan ini. Maka dari itu atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya ucapkan terima kasih kepada Dubes Arab Saudi dan Konsul Agama Islam yang selalu membantu dan sangat perhatian kepada kami. Kami juga bersyukur dapat bertemu dengan Imam Besar Nabawi,” ucap Hilman dalam pertemuan di kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, ASEAN dan Republik Demokratik Timor Leste, Faisal Abdullah H. Amodi. Sementara itu, Syekh Ahmad mengaku telah banyak mendengar sekaligus membaca tentang kegiatan Muhammadiyah di bidang pendidikan, tarbiyah dan kesehatan yang telah memenuhi kebutuhan kaum Muslimin dan sangat kagum dengan apa yang telah dilakukan Muhammadiyah. “Ini akan membangun kesehatan akal dan kesehatan fisik dan semoga menjadi sebuah kebaikan yang terus berjalan hingga di zaman yang akan datang”, katanya. Menurutnya, keberadaan ormas di Indonesia merupakan salah satu contoh dalam penerapan sikap kasih sayang serta moderasi. Syekh Ahmad berharap, adanya kerja sama di bidang pendidikan dan dakwah yang sesuai dengan Al Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan sikap kasih sayang dan moderasi dalam beragama. “Dan inilah manhaj yang insyaallah akan membawa kebaikan buat negeri ini,” lanjutnya. Syekh Ahmad juga mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud beserta Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi melakukan kunjungan ke Indonesia pada 8-11 Oktober 2024 yang salah satu tujuannya untuk mempromosikan nilai-nilai Islam toleran dan moderat. Kunjungan ini dilakukan sesuai dengan arahan yang mulia dan diawasi langsung oleh Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan, Syek. Abdul Latif bin Abdul Aziz Al-Syaikh, dengan tujuan menggaungkan pesan dua masjid suci dan memperkuat kerja sama antara Kerajaan Saudi dan negara-negara Islam untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi, keseimbangan, dan toleransi. (wink) Baca juga :

Read More

Gus Baha Ungkap Kunci Produktivitas Maksimal bagi Profesional Muslim

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam dunia yang semakin kompetitif, banyak orang menghadapi dilema antara memenuhi tuntutan pekerjaan dan melaksanakan kewajiban ibadah. KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab disapa Gus Baha, baru-baru ini memberikan pandangan mencerahkan tentang masalah ini dalam sebuah ceramah yang menarik perhatian publik. Gus Baha mengangkat kisah Abdul Qasim Al Junidi, seorang tokoh spiritual yang pernah ditanya tentang pilihan antara bekerja dan sholat berjamaah. Dalam situasi di mana majikan tidak mengizinkan untuk sholat berjamaah, Al Junidi menekankan pentingnya memastikan nafkah untuk keluarga. “Jangan sampai kita mengabaikan tanggung jawab kepada istri dan anak hanya karena berfokus pada ibadah semata,” ungkap Gus Baha, menyoroti perlunya keseimbangan antara kewajiban duniawi dan spiritual. Ia menegaskan bahwa meskipun sholat berjamaah penting, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab mencari nafkah. Gus Baha menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun sholat berjamaah adalah fardu kifayah, tidak ada yang bisa menggantikan tanggung jawab seseorang untuk memberikan nafkah. “Jangan sampai sholat itu jadi tersangka karena kita mengabaikan pekerjaan,” tegasnya, menekankan pentingnya menyeimbangkan kedua aspek kehidupan ini. Dalam ceramahnya, Gus Baha mengajak umat untuk mencari solusi agar ibadah dan pekerjaan bisa berjalan berdampingan. Ia menyarankan untuk tetap melaksanakan sholat di tempat yang memungkinkan, baik di rumah maupun di tempat kerja, ketika tidak bisa menghadiri sholat berjamaah. “Ibadah itu bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang niat dan konsistensi,” ujarnya, mendorong umat untuk tetap berkomitmen pada ibadah tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan. Gus Baha juga menekankan pentingnya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan tanpa mengorbankan ibadah. Ia mengajak umat untuk menjadikan sholat sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik, bukan sebagai beban “Sholat harus menjadi penyemangat kita dalam menjalani hidup, bukan penghalang,” tegasnya, mengakhiri ceramah dengan harapan agar umat Islam dapat menemukan keseimbangan yang baik antara dunia dan akhirat. Pesan Gus Baha ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk menjalani kehidupan dengan bijak, memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta mencari keseimbangan antara kewajiban duniawi dan spiritual. (hud) Baca juga :

Read More

Menteri Israel Picu Kontroversi

Gaza — 1miliarsantri.net : Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, menuai kritik setelah menyerukan ekspansi wilayah Israel hingga ke Damaskus dalam sebuah film dokumenter baru-baru ini. Dalam wawancara untuk dokumenter berjudul “In Israel: Ministers of Chaos” yang diproduksi oleh saluran layanan publik Eropa, Arte, Smotrich mengklaim bahwa Israel akan melakukan ekspansi “sedikit demi sedikit” hingga akhirnya mencakup seluruh wilayah Palestina serta Yordania, Lebanon, Mesir, Suriah, Irak, dan Arab Saudi. “Tertulis bahwa masa depan Yerusalem adalah untuk meluas hingga Damaskus,” ujarnya, mengutip ideologi “Israel Raya” yang membayangkan perluasan negara ke seluruh Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam pernyataan provokatif tersebut, menyebutnya sebagai cerminan ideologi berbahaya dan “rasis” Smotrich. Sebelumnya, Smotrich juga menyinggung konsep serupa dalam acara peringatan untuk seorang aktivis Likud di Paris. Saat berpidato di podium yang dihiasi peta Israel termasuk Yordania, dia menyatakan bahwa rakyat Palestina “tidak ada”. Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan bahwa perwakilan pemerintah di Paris tidak berencana untuk bertemu dengan Smotrich selama kunjungannya ke negara tersebut. Selain menjabat sebagai menteri keuangan, Smotrich kini memegang kekuasaan signifikan atas Tepi Barat yang diduduki Israel. Pada Agustus lalu, Smotrich menyatakan dukungannya untuk memblokir bantuan ke Gaza, dengan mengatakan: “Tidak ada yang akan membiarkan kita menyebabkan dua juta warga sipil mati kelaparan meskipun itu mungkin dibenarkan dan bermoral sampai sandera kita dikembalikan.” Akhir Februari lalu, sang menteri mengatakan bahwa negara Israel harus “memusnahkan” desa Palestina Huwwara, setelah desa tersebut mengalami serangan kekerasan oleh pemukim Israel. (zul/AP) Baca juga :

Read More

MUI Minta Prabowo Jadikan Isu Pembelaan Palestina Program 100 Hari Pertama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menjadikan isu pembelaan terhadap Palestina sebagai program 100 hari pertama. “Indonesia ke depan di bawah kepeminpinan Presiden Prabowo dalam hari-hari pertama kepemimpinannya perlu meletakkan isu pembelaan terhadap Palestina sebagai program 100 hari pertama,” terang Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim. Hal ini disampaikan oleh Prof Sudarnoto dalam Thufanul Aqsha, sebuah peringatan, atas serangan Israel terhadap Palestina yang terjadi pada 7 Oktober 2023. “Selama satu tahun ini, kebusukan, kebobrokan moral dan kejahatan Israel semakin terbuka secara kasat mata di pentas internasional. Per hari ini, genosida terus dilakukan bahkan diekskalasi hingga Libanon Selatan oleh Israel,” sambungnya. Oleh karena itu, MUI meminta Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih untuk menjadikan isu pembelaan terhadap Palestina sebagai program 100 hari pertama. Prof Sudarnoto menambahkan, dalam program tersebut, Prabowo bisa berkomunikasi dengan Amerika Serikat untuk meyakinkan agar tidak lagi memberikan dukungan kepada Israel. “Dalam kerangka mewujudkan dunia yang lebih damai dan menghapus segala bentuk penjajahan, Amerika perlu diyakinkan oleh presiden baru agar tidak lagi memberikan dukungan kepada penjajah Israel dan tidak lagi memberikan veto di DK PBB,” tegasnya. Prof Sudarnoto menyebut Amerika Serikat harus bertanggung jawab dan terlibat secara konstruktif untuk menegakkan supremasi hukum internasional. Dalam konteks ini, MUI mengajak pemerintah dan seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersatu padu tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. “Untuk menghentikan kegiatan import produk Israel sekaligus boikot Israel, dan terakhir untuk meyakinkan tidak ada lagi agen-agen zionis di Indonesia,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

3 Langkah Jaga Kesehatan Mental Jelang Masa Pensiun

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kesehatan mental akhir-akhir ini menjadi isu yang kerap dibahas di masyarakat. Terlebih gangguan kesehatan mental bisa dialami siapa saja, baik tua maupun muda. Namun, umumnya isu kesehatan mental banyak disuarakan oleh kalangan muda yang lebih sadar dan peduli akan kesehatan mental, misalnya saat menghadapi berbagai tekanan dalam dunia kerja. Padahal pada kenyataannya isu kesehatan mental pun banyak dialami juga oleh kalangan yang lebih senior, misalnya kondisi depresi yang dialami menjelang dan setelah masa pensiun. Tidak hanya di masa-masa produktif namun juga di masa lebih lanjut (pensiun), sulitnya beradaptasi dengan perubahan dapat memicu kestabilan kondisi mental setiap orang. Masa pensiun merupakan salah satu fase transisi kehidupan di mana seseorang harus menghadapi perubahan yang signifikan dalam hidupnya. Psikolog Industri & Organisasi Ade Goenawan, menjelaskan beberapa tahapan reaksi atas suatu perubahan. ”Dimulai dari seseorang mengantisipasi sesuatu akan terjadi (anticipation), menghadapi kenyataan dengan kondisi yang berbeda (letting go), menghadapi segala sesuatu yang tidak lagi seperti sebelumnya (disorientation), menilai kembali atau mempunyai pandangan baru dalam menentukan situasi dan penilaian, dan kemudian menghubungkan kembali ke satu tujuan tertentu (re-commitment).” kata Ade Goenawan dalam rangkain acara ”Work Well, Retire Well, Live Well” yang digelar Allianz Indonesia. Dalam konteks kehidupan pascapensiun, Ade Goenawan menjelaskan, beberapa perubahan yang menimbulkan kesehatan mental ini disebabkan ketika seseorang kehilangan rutinitas, sulit bersosialisasi, kesepian, dan mengalami post-power syndrome, kondisi seseorang membandingkan pencapaian masa lalu dengan masa kini. ”Perubahan yang drastis ini sangat mempengaruhi kondisi mental seseorang hingga dapat menurunnya rasa percaya diri dan bahkan menyebabkan depresi. Untuk itu hal ini juga perlu diperhatikan.” Untuk itu, Ade membagikan beberapa tips penyesuaian diri di masa kehidupan setelah pensiun yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan gangguan kesehatan mental: Di masa produktif, tentunya kehidupan setiap orang diwarnai dengan tujuan hidup masing-masing. Namun, saat masa pensiun datang, beberapa orang dapat merasa tidak berguna lagi atau tidak memiliki tujuan hidup. Perasaan inilah yang dapat menimbulkan stres pasca pensiun dan bahkan berdampak secara lanjut pada kesehatan tubuh keseluruhan. Temukan tujuan baru yang ingin dicapai di masa pensiun. Ini bisa dimulai dengan berpikir positif dan fleksibel, meluangkan waktu untuk pengembangan diri, mengejar kembali hobi dan minat pribadi yang, dan lainnya. Dengan menemukan tujuan dan rutinitas baru, tidak akan ada celah untuk munculnya pikiran-pikiran yang dapat menurunkan semangat hidup. Hilangnya koneksi sosial berpotensi menimbulkan rasa kesepian dan sulitnya bersosialisasi serta dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Perasaan ini bisa dicegah dengan mengambil inisiatif untuk memperkuat ikatan dengan keluarga dan ikatan sosial seperti bergabung dengan komunitas-komunitas tertentu. Di masa pensiun ini, manfaatkan waktu yang dimiliki dengan menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, dan kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan sekitar untuk menjaga produktivitas dan sisi sosial. Kondisi finansial juga erat kaitannya dengan kesehatan jiwa dan raga. Hal ini menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan untuk menikmati masa pensiun dengan maksimal dan melanjutkan hidup ke depannya. Beberapa hal yang bisa dipersiapkan untuk menjaga kondisi finansial dapat melalui hasil investasi dari berbagai instrumen investasi dan juga dana pensiun yang pengelolaannya langsung dikelola oleh lembaga keuangan dan tim investasi yang berpengalaman dan terpercaya. Pada program dana pensiun juga terdapat berbagai pilihan dana investasi dan juga bisa mengkombinasikan pilihan investasi yang tersedia. Dengan melakukan persiapan ini, untuk menjaga kestabilan kondisi keuangan. ”Persiapan diri yang baik dari segi mental dan finansial sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental, sejak saat ini sampai dengan masa pensiun yang akan datang,” pungkas Ade Goenawan. (Iin) Baca juga :

Read More

Mengenal Sosok Waliyullah yang Dipuji Gus Dur

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kiai Abdullah Zain Salam merupakan seorang teladan Muslimin Indonesia, khususnya bagi warga Nahdliyin. Mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bahkan memujinya sebagai ulama besar. Cucu Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari itu memandang Kiai Abdullah Zain Salam sebagai seorang wali Allah yang memiliki makrifat. Mbah Dullah–demikian sapaaan akrabnya–dipandang sebagai satu dari tiga ulama pesantren panutan Gus Dur. Adapun dua nama lainnya adalah KH Abdullah Abbas dan KH Abdullah Faqih. Masing-masing berasal dari Cirebon (Jawa Barat) dan Tuban (Jawa Timur). KH Abdullah Zain Salam atau Mbah Dullah lahir di Kajen, Margoyoso, Pati (Jawa Tengah), pada 1920. Namun, ada sumber lain yang menyebut bahwa tokoh ini lahir pada 1910 atau 1915. Setelah menyelesaikan pendidikan di Kajen, Abdullah kemudian melanjutkan rihlah keilmuannya ke Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari. Ia juga pernah melakukan safari keilmuan ke Kudus, Jawa Tengah, khususnya untuk menimba ilmu qira’ah sab’ah dari KH Arwani Amin Said. Di samping itu, dirinya belajar kepada seorang ulama-sufi, KH Abdul Hamid, asal Pasuruan. Setelah itu, barulah lelaki ini kembali ke Kajen untuk mengajar di Perguruan Islam Matholi’ul Falah sekaligus mengasuh Pondok Pesantren Mathali’ul Huda. Mbah Dullah masyhur sebagai pakar kajian dan tafsir Alquran. Dalam hal ini, ia sukses melakukan kaderisasi ilmu kepada sejumlah santrinya. Hal itu dilakukannya dengan penuh disiplin dan ketegasan. Dari orang-orang terdekatnya, bermunculan tokoh-tokoh umat yang disegani dan penuh keteladanan. Seorang di antaranya adalah KH Sahal Mahfudz, rais aam PBNU periode 1999-2014 dan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2000-2010. Kiai Sahal merupakan keponakan Mbah Dullah. Sama seperti pamannya, ia lahir di Kajen, Pati. Mbah Dullah masyhur sebagai pakar kajian dan tafsir Alquran. Dalam hal ini, ia sukses melakukan kaderisasi ilmu kepada sejumlah santrinya. Hal itu dilakukannya dengan penuh disiplin dan ketegasan. Dari orang-orang terdekatnya, bermunculan tokoh-tokoh umat yang disegani dan penuh keteladanan. Seorang di antaranya adalah KH Sahal Mahfudz, rais aam PBNU periode 1999-2014 dan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2000-2010. Kiai Sahal merupakan keponakan Mbah Dullah. Sama seperti pamannya, ia lahir di Kajen, Pati. Mbah Dullah bukan hanya sosok hafidzul qur’an, tetapi juga sudah sampai pada taraf hamilul qur’an. Sebab, dirinya piawai dalam memahami dan mengamalkan kandungan Alquran. Ia juga merupakan sosok mufassir dan ahli fikih sehingga menjadi tempat orang-orang bertanya. Kiai Abdullah Zain Salam wafat pada 11 November 2001. Kepergian bapak sembilan orang anak itu menyisakan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga seluruh santri, ulama, dan masyarakat Muslimin pada umumnya. (jeha) Baca juga :

Read More

PBB Dorong Israel Hentikan Agresi Militer

Gaza — 1miliarsantri.net : Operasi militer Israel di Gaza utara telah membuat setidaknya 400.000 warga Palestina terjebak di wilayah tersebut, kata kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Tentara Israel melancarkan serangan baru di Gaza utara pada Minggu (6/10), dengan alasan bahwa operasi itu bertujuan untuk mencegah Hamas mendapatkan kembali kekuatan di wilayah tersebut. Menurut saksi mata, tubuh-tubuh korban terlihat di jalanan di seluruh kamp pengungsi Jabalia, sementara pasukan Israel menghalangi tim medis untuk mencapai area tersebut. “Setidaknya 400.000 orang terjebak di wilayah tersebut,” kata Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini dalam sebuah unggahan di platform X. Ia juga mengatakan bahwa perintah evakuasi Israel yang terbaru “memaksa orang-orang untuk terus melarikan diri berulang kali, terutama dari Kamp Jabalia.” “Banyak yang menolak karena mereka tahu tidak ada tempat yang aman di Gaza.” Kepala UNRWA itu memperingatkan bahwa persediaan dasar di Gaza utara hampir habis. “Kelaparan semakin meluas dan mendalam kembali. Tempat perlindungan dan layanan UNRWA terpaksa ditutup. Beberapa untuk pertama kalinya sejak perang dimulai,” katanya. Lazzarini juga memperingatkan bahwa serangan Israel mengancam pelaksanaan tahap kedua kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di Gaza utara. “Anak-anak seperti biasa, adalah yang pertama dan paling menderita,” katanya. “Mereka pantas mendapatkan yang lebih baik, mereka pantas mendapatkan gencatan senjata sekarang, mereka pantas mendapatkan masa depan.” Tahap pertama kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di seluruh Jalur Gaza berakhir pada 15 September. Israel telah melanjutkan serangannya yang brutal di Jalur Gaza sejak serangan oleh kelompok Palestina Hamas tahun lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera. Hampir 42.000 orang telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta lebih dari 97.300 orang lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat. Serangan Israel juga telah membuat hampir seluruh penduduk Jalur Gaza mengungsi di tengah blokade yang berlangsung, yang menyebabkan kekurangan parah bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Israel saat ini menghadapi gugatan genosida di Pengadilan Internasional atas tindakannya di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Amerika Biang Kerok Perang Gaza dan Lebanon

Jakarta — 1miliarsantri.net : Wakil Ketua MUI Dr.KH. Anwar Abbas menyatakan, akibat serangan dan tindakan biadab yang dilakukan israel 42 ribu jiwa telah melayang di Gaza Palestina dan sekitar 1.200 orang lainnya di libanon. “Di Gaza palestina ada sekitar 97.303 orang dan di libanon sekitar 9.384 orang. Angka-angka ini tentu akan terus merangkak naik melihat situasi di kedua wilayah tersebut belum juga kunjung kondusif,” terang Kiai Abbas. Dijelaskan, kejadian biadab itu tentu tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan keterlibatan negara-negara sekutu israel seperti amerika serikat, inggeris dan perancis kareba tanpa bantuan keuangan dan senjata dari ketiga negara tersebut terutama Amerika, maka Israel tentu tidak akan bisa berbuat banyak. “Jadi sebenarnya yang menjadi biang kerok utama dari perang Israel Palestina tersebut selain Israel adalah Amerika sebab kalau negara paman sam itu memberhentikan bantuan keuangan dan persenjataannya ke Israel maka tentu negara zionis tersebut sudah akan kehabisan tenaga untuk menghadapi hamas dan hizbullah,” lanjutnya. Jika tanpa bantuan, katanya, Israel akan lebih memilih penyelesaian konflik yang ada secara politik bukan lagi berperang seperti sekarang ini. Oleh karena itu, imbuhnya, cara yang paling efektif untuk penyelesaian konflik Israel Palestina ini menurut Turk al-Faisal seorang pangeran senior Saudi yaitu menekan Amerika serikat supaya menghentikan bantuan senjata dan keuangan kepada Israel. Hal yang sama, katanya, juga disadari oleh Macron Presiden Perancis yang menyatakan keprihatinannya terhadap perang Israel-Palestina yang tidak kunjung usai dengan menyarankan supaya memprioritaskan penyelesaian masalah kembali melalui solusi politik dan menghentikan pengiriman senjata untuk bertempur di Gaza karena penyelesaian lewat perang tampak tidak akan menyelesaikan masalah. Harus diskui, yang namanya rakyat Palestina tidak akan pernah mengenal istilah menyerah dan itu sudah mereka perlihatkan selama 76 tahun dimana rakyat Palestina tanpa mengenal rasa takut dan lelah terus melakukan perlawanan untuk mendapatkan kembali hak-haknya. Oleh karena itu menurut Kiai Abbas, jika dunia ingin perang Israel Palestina ini berakhir maka biang kerok dari bencana kemanusiaan di kawasan tersebut yaitu Amerika, harus dihadapi dan ditekan oleh dunia internasional secara bersama-sama. “Tanpa itu maka konflik antara palestina dan israel tidak akan pernah berakhir,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More

Ini Tata Cara Sholat Berjamaah Bagi Muslimah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam sholat, terdapat keutamaan yang berbeda antara lelaki dan perempuan sesuai dengan aturan Islam. Para ulama memiliki pandangan yang berbeda terkait hukum wanita ikut sholat berjamaah di masjid bersama laki-laki. Meski demikian, ulama sepakat melarang wanita melantunkan iqamah saat ada laki-laki dalam jamaah shalat, merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan, “Wanita tidak perlu adzan dan iqamat.” Namun, keabsahan hadits tersebut menjadi perdebatan di kalangan ahli hadits, karena tidak mencantumkan perawi atau derajat kekuatannya. Untuk hukum perempuan pergi ke masjid, Mazhab Hanafiyah melarang wanita muda atau perawan untuk pergi ke masjid karena dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah, sementara wanita tua dibolehkan. Mazhab Asy-Syafi’iyah menyatakan wanita cantik dimakruhkan pergi ke masjid, sementara yang tidak menarik seperti wanita tua diperbolehkan asalkan memenuhi syarat tertentu. Berbeda dengan itu, Mazhab Adz-Dzahiriyah lebih menganjurkan wanita ikut shalat berjamaah di masjid untuk mendapatkan pahala 27 derajat dari shalat berjamaah.”Gerakan dan bacaan shalat wanita pada dasarnya sama dengan laki-laki, kecuali jika ada dalil khusus yang mengaturnya,” tulis Ustadzah Aini Aryani L.c, dalam buku Fiqih Sholat Jamaah Wanita. Dalam hal takbiratul ihram, Mazhab Al-Hanafiyah membolehkan wanita mengangkat tangan sebatas puncaknya, sementara dalam Mazhab Al-Hanabilah terdapat dua riwayat: satu tidak menganjurkan mengangkat tangan dan melebarkan lengan, sementara riwayat lain membolehkan wanita mengangkat tangan berdasarkan contoh Ummu Darda’ dan Hafshah binti Sirin. Untuk bacaan shalat, wanita yang mengimami jamaah wanita dianjurkan mengeraskan bacaan pada shalat jahriyah, kecuali ada laki-laki non-mahram yang dapat mendengar, sesuai pendapat Mazhab Asy-Syafi’iyyah. Dalam sholat berjamaah, Islam mengatur agar wanita meninggalkan masjid lebih awal setelah selesai sholat, sementara laki-laki dianjurkan menunggu sejenak sebelum keluar. Menurut Imam az-Zuhri, Rasulullah SAW diam sejenak setelah shalat untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid lebih dahulu agar tidak terlihat oleh jamaah pria. Oleh karena itu, dalam shalat yang diikuti oleh laki-laki dan wanita, para pria disarankan untuk tetap di tempatnya sejenak, sementara wanita segera meninggalkan masjid setelah shalat selesai. Hal ini sesuai dengan hadits dari Ummu Salamah: إِنَّ النِّسَاءَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ كُنَّ إِذَا سَلَّمَ مِنَ المَكْتُوبَةِ قُمْنَ وَثَبَتَ رَسُولُ اللَّهِ وَمَنْ صَلَّى مِنَ الرِّجَالِ مَا شَاءَ اللَّهِ فَإِذَا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ قَامَ الرِّجَالُ “Sesungguhnya para wanita di masa Rasulullah SAW segera berdiri setelah beliau SAW melakukan salam (untuk mengakhiri) shalat fardhu. Dan Rasulullah SAW beserta orang-orang yang shalat dari kaum laki-laki melaksanakan apa yang dikehendaki Allah SWT, maka apabila Rasulullah SAW berdiri, maka berdirilah pulalah mereka.” (HR. Bukhari) Dalam sholat berjamaah, posisi barisan wanita diatur dengan tujuan menjaga kesopanan dan ketertiban. Wanita boleh bermakmum pada imam laki-laki, dengan posisinya di belakang barisan laki-laki. Menurut Mazhab Al-Hanafiyah, Asy-Syafi’iyah, dan Al-Hanabilah, jika semua makmum adalah wanita, mereka harus berada di belakang imam. Jika jamaah terdiri dari laki-laki dan wanita, makmum laki-laki berdiri di belakang imam, sementara wanita berada di belakang mereka. Dalam kasus makmum yang terdiri dari laki-laki, wanita, dan khuntsa (banci), urutan barisan dimulai dari laki-laki dewasa, diikuti anak laki-laki, banci, lalu wanita dewasa dan anak-anak perempuan. Pengaturan ini berdasarkan ajaran Nabi SAW dan bertujuan untuk menjaga kesucian dan kehormatan dalam ibadah shalat berjamaah. Hal ini juga bertujuan agar masing-masing makmum laki-laki dan wanita mendapatkan keutamaan pahala yang lebih besar di sisi Allah SWT. Nabi SAW bersabda: خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا “Sebaik-baik shaf bagi kaum laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling buruk bagi mereka adalah shaf yang paling akhir. Sedangkan sebaik- baik shaf bagi kaum wanita adalah yang paling akhir, dan yang paling buruk adalah shaf yang paling depan.” (HR. Muslim) Dalam shalat berjamaah, wanita dapat bertindak sebagai imam bagi jamaah wanita, dengan aturan yang berbeda tergantung pada jumlah makmum. Jika hanya ada satu makmum, maka makmum tersebut berdiri di samping kanan imam, mirip dengan tata cara shalat berjamaah dua orang laki-laki. Namun, jika imam wanita memimpin lebih dari satu makmum wanita, ia berdiri di tengah-tengah barisan paling depan, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA. Menurut Ibnu Qudamah dari Mazhab Al-Hanabilah, posisi di tengah shaf memberikan tempat yang tertutup bagi imam wanita, meskipun shalatnya tetap sah jika ia berdiri di depan seperti imam laki-laki. (yat) Baca juga :

Read More