Terdapat 5 Air Ibu Tak Bisa Digantikan Siapapun

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, ada 5 air yang dihasilkan ibu yang tak bisa digantikan oleh siapapun di dunia. Memurufnya hal ini penting untuk direnungi karena mayoritas yang ada dalam tubuh manusia adalah air dan itu merupakan sumbangsih dari seorang ibu. “Tubuh kita terdiri dari air. 85 persen tubuh kita terdiri dari air. Dan penyumbang utama air kehidupan bagi kita adalah ibu kita,” terang Kang Dhani kepada 1miliarsantri.net, Senin (09/10/2023). Lima air yang dipersembahkan oleh sosok ibu ini tak pernah bisa digantikan oleh siapapun karena benar-benar menjadi penopang kehidupan. “Air yang pertama adalah air ketuban. Ketika kita tumbuh menjadi sosok janin, air ketuban inilah yang menopang hidup. Dan ini didedikasikan oleh seorang ibu dengan mengambil air dari tubuhnya,” ungkapnya. Air kedua adalah air darah ibu yang ketika janin tumbuh menjadi jabang bayi, ibu memberikan air darahnya. Ketiga adalah air susu yang merupakan saripati makanan yang ia konsumsi dan dikorbankan untuk membesarkan anaknya. Keempat adalah air keringat untuk menjaga anaknya agar mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. “Terakhir (yang kelima), yang selalu menghantar kesuksesan orang-orang hebat adalah air mata seorang ibu yang mengiringi kehidupan anaknya,” lanjutnya. Dia mengajak kepada setiap insan manusia untuk senantiasa menghormati sosok Ibu karena hanya dengan cara itulah manusia akan memiliki makna terhadap kehidupan. Menurutnya, penciri orang hebat itu diantaranya adalah selalu menghormati ibunya. Pesan ini juga khusus ia berikan kepada para guru besar untuk senantiasa bersyukur. Allah swt telah menjanjikan bahwa siapa saja yang bersyukur, maka akan ditambah nikmatnya. Namun ia juga mengingatkan bahwa syukur akan ditolak di pintu langit manakala tidak bisa bersyukur kepada sesama manusia khususnya orang tua. Oleh karena itu Kang Dhani mengajak kepada para profesor untuk menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa dalam menghantarkan kepada capaian ini. Terutama kepada orang tua yakni ibu, yang merupakan darah daging dan menjadikan kita hadir di dunia. Selanjutnya Kang Dhani mengatakan bahwa capaian menjadi guru besar atau profesor merupakan prestasi yang luar biasa. Namun prestasi ini tidak boleh diartikan hanya sebagai penghargaan namun lebih dari itu, menjadi seorang profesor adalah sebuah tantangan. “Guru Besar merupakan wujud penghargaan dan pengakuan akademik atas dedikasi dan prestasi luar biasa, yang tidak boleh sekedar dimaknai sebagai sebuah penghargaan tetapi sebuah tantangan yang lebih besar,” imbuhnya. Wujud tantangan tersebut menurutnya adalah sebuah tuntutan jika seorang profesor harus mengajarkan hal-hal up to date (termutakhir) kepada mahasiswa. “Ilmu selalu bergerak dan berubah secara cepat, yang meniscayakan para Guru Besar tidak berada pada zona nyaman dan berhenti pada proses belajar. Berhentinya proses belajar bagi seorang dosen merupakan kematian hakiki dari statusnya sebagai seorang pendidik,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Poin Penting Seputar Ikhlas dan Riya

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Imam Al-Ghazali adalah seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Ulama yang dijuluki Hujjatul Islam ini menjelaskan tentang hakikat ikhlas dan riya dalam kitabnya, Raudhah ath-Thalibin wa Umdah as-Salikin dalam buku “Hidup di Dunia, Apa yang Kau Cari?” yang diterbitkan Rene Turos. Berikut ini beberapa poinnya: Munculnya keikhlasan semacam ini didorong keyakinan yang benar kebalikan dari semuanya adalah nifaq atau kemunafikan atau mendekat kepada selain Allah SWT Lantas pada posisi ikhlas yang bagaimana, dan dalam perbuatan taat yang manakah ia harus berada? “Guru kita berkata, setiap ibadah murni yang mungkin dibelokkan kepada selain Allah mengandung keikhlasan amal. Mayoritas ibadah batin mengandung keikhlasan dalam beramal,” jelas Al-Ghazali “Oleh karena itu, saat melaksanakan ibadah-ibadah batin dan sunnah harus disertai kedua macam keikhlasan ini sekaligus. Perbuatan-perbuatan mubah yang diambil sebagai persiapan hanya mengandung keikhlasan dalam mencari pahala tanpa keikhlasan beramal,” kata Al-Ghazali. (yus) Baca juga :

Read More

Perusahaan Halatina Siap Fasilitasi Layanan Wisata Muslim di Brasil

Sao Paulo — 1miliarsantri.net : Umat Muslim kini lebih mudah untuk berwisata ke Brasil dan negara-negara Amerika Latin. HaLatina, sebuah perusahaan layanan pariwisata yang didirikan Hassan Massoud dan Karen Hayek berupaya fokus memberikan pelayanan kepada wisatawan Muslim dengan layanan pariwisata halal atau ramah Muslim. Seperti dilansir ANBA, Sabtu (07/10/2023), Massoud memastikan para wisatawan Muslim dapat mudah mengonsumsi makanan-makanan halal selama berwisata dan nyaman dalam menutup diri dengan hijab. “Tujuan kami adalah memberikan sambutan istimewa bagi pelanggan Arab yang mengunjungi Brasil. Masih adanya ketidaktahuan dan kekhawatiran mengenai bahasa dan budaya. Dan halal belum dipromosikan secara luas di Brasil,” terang Massoud kepada ANBA saat berkunjung ke kantor pusat Kamar Dagang Arab-Brasil (ABCC) di Sao Paulo. Pendiri HaLatina bertujuan memberikan berbagai pengalaman kepada pelanggan Muslim selama bertugas di Brasil. Tim perusahaan terdiri dari orang-orang yang berbicara Arab, Spanyol, Portugis dan Inggris dan akan dapat menemani pelanggan dalam perjalanan mereka keliling negara. Tim dapat menyarankan kunjungan dan tur atau mengatur paket liburan berdasarkan masukan dari pengunjung. Penerimaan wisatawan Muslim akan dimulai pada saat mereka tiba di bandara di Brasil. Pelanggan pertama HaLatina sudah memesan tiket ke Brasil. Mereka adalah anggota delegasi Arab yang akan berada di negara tersebut pada akhir Oktober untuk berpartisipasi dalam Global Halal Brazil, sebuah forum peluang bisnis halal yang akan diadakan oleh ABCC di Sao Paulo. “Saran kami antara lain menghadirkan wisata budaya, memberikan layanan terbaik dan pengalaman unik di landmark paling terkenal di kota-kota Brasil. Kami juga akan membawa pelanggan kami ke berbagai simbol budaya Arab di sekitar sini. Fitur unik kami akan memungkinkan pelanggan merasakan hal ini dengan mengetahui bahwa, karena kami sendiri adalah orang Arab, kami akan tahu bagaimana membuat mereka merasa nyaman dalam tur kami,” imbuh Hayek. Jika pengunjung memiliki agenda bisnis tertentu di Brasil dan ingin membawa keluarganya, kata Hayek, perusahaan dapat menyelenggarakan program khusus untuk keluarganya termasuk layanan lain yang tersedia. Contoh tur yang disebutkan mitra adalah Karnaval di Rio de Janeiro atau Sao Paulo atau Salvador, Bahia. Pelanggan dapat merasakan festival sesuai aturan halal. “Dengan nyaman dan di tempat terbaik untuk mendapatkan pengalaman penuh yang dapat diberikan Carnaval,” kata Massoud. (fit/AP)

Read More

Begini Konsep Harta dalam Islam, Agar Bisa Dijadikan Fasilitas untuk Beramal Saleh

Jakarta — 1miliaraantri.net : Seorang muslim harus memiliki mindset dan sikap yang tepat. Dalam bahasa Arab, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan masalah harta yakni maal jamaknya amwaal, al-khair berarti harta yang dianggap sebaai kebaikan, dan al-konatir yang bermakna harta. Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan empat posisi harta di dalam Islam. Pertama, harta bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Istil rizki jika berdiri sendiri berkaitan dengan kesejahteraan. Dalam konteks ini, setiap orang diizinkan untuk meminta rizki. “Rasul pernah mendoakan sahabatnya agar diberikan rizki dan anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia membutuhkan harta,” kata Ustadz Fauzi kepads 1miliarsantri.net, Jumat (06/10/2023). Kedua, harta menjadi fasilitas untuk beramal shaleh dan menjadi objek amal shaleh itu sendiri. Konsep nafaqah (nafkah) disebutkan di dalam satu ayat mengenai perintah bagi laki-laki yang memiliki keleluasaan harta untuk menginfaqkannya. Dalam konteks ini, ada konsep sedekah dan zakat. Baca juga:Kemajuan Ilmu Pengetahuan Bisa Ciptakan Kenyamanan Sekaligus Bencana “Ada ungkapan yang disampaikan Abdullah bin Mubarak ketika ditanya tentang usahanya, ia mengatakan bahwa ia menggunakan harta ini untuk menyempurnakan agamanya. Harta digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan agamanya. Dalam bahasa lain, harta digunakan untuk beramal shaleh,” kata Ustadz Fauzi. Ketiga, harta memiliki posisi sebagai pencapaian angan-angan yang memukau. Ada orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Di samping sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dasar, harta juga bisa dianggap sebagai pencapaian cita-cita yang memukau. Harta bisa menjadi hal yang membuat seseorang sombong. Keempat, harta sebagai ujian atau fitnah. Dalam Surah Al-Munafiqun, Allah SWT mengingatkan orang-orang beriman agar tidak terlena dari dzikir kepada-Nya karena harta. Itu karena harta bisa melenakan manusia dari mengingat Allah. “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al-Munafiqun: 9) Ustadz Fauzi menerangkan, harta di dalam Islam memiliki dua peluang yakni bisa menjadi jalan kebaikan dan jalan keburukan. Dalam hal ini, harta bukan dimusuhi namun tidak juga diabaikan fitnahnya. “Harta sesungguhnya adalah sesuatu yang netral bergantung kepada pengelolanya. Kalau pengelolanya kuat, maka harta bisa mendatangkan kebaikan. Kalau pengelolanya lemah, maka harta bisa menjadi fitnah yang melenakan,” ujar Ustadz Fauzi. Ketika motif mendapatkan harta itu benar, maka prosesnya saja bisa menjadi amal shaleh. Seseorang yang mencari harta dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar, maka menjadi amal shaleh. Ketika seseorang mengelola harta dengan benar, maka dia bisa mencapai posisi as-shidiqin. Hal ini menjadi fasilitas, penopang dan pengungkit kebaikan. Sebaliknya, ketika motif mendapatkan harta itu keliru, maka prosesnya menjadi jalan (masuknya) setan. Seseorang yang keluar mencari harta dalam rangka kesombongan, maka sesungguhnya ia berada di jalan setan. “Ketika seseorang mengelola harta dengan cara yang haram, maka ini pun adalah suatu keburukan dan mendatangkan petaka. Ketika seseorang mengelola harta dan tidak mengeluarkannya di jalan kebaikan misalkan zakat dan shadaqah, maka ini pun suatu keburukan,” ujar Ustadz Fauzi. Secara umum, jika harta bisa dikelola dengan baik, maka harta bisa menjadi sumber kebaikan. Jika harta tidak bisa dikelola dengan baik, maka harta bisa menjadi petaka bagi pengelolanya. “Di konteks inilah kita tempatkan pandangan tasawuf yang dipandang seakan-akan anti harta namun sebenarnya adalah sangat berhati-hati saking takutnya terhadap fitnah atas harta,” ujar Ustadz Fauzi. (wink) Baca juga :

Read More

Quraish Shihab : Kemajuan Iptek Bisa Membawa Dampak Baik dan Buruk Untuk Masyarakat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, bak pisau bermata dua, kemajuan tersebut juga memiliki potensi untuk menciptakan kenyamanan sekaligus bencana. “Dewasa ini, tidak jarang terasa bawa kemajuan ilmu pengetahuan kendati melahirkan kenyamanan dan kemudahan bagi manusia saat yang sama tidak jarang mengakibatkan bencana bagi manusia dan lingkungannya,” ungkap cendekiawan muslim Indonesia Prof Muhammad Quraish Shihab kepada 1miliarsantri.net, Kamis (05/10/2023). Ia menganalogikan, manusia serupa dengan kupu-kupu yang bisa terbakar atau dalam konteks ini adalah hancur akibat kemahirannya. “Manusia dewasa ini hampir-hampir mirip dengan kupu-kupu yang terbakar karena kepandaiannya terbang,” tutur Anggota MHM tersebut. Problematika tersebut menurutnya sebab manusia yang tidak memfungsikan hati dan melupakan nurani. Ketamakan manusia telah merebut apa yang bukan haknya sehingga memicu sikap boros yang berpotensi merugikan sesama manusia maupun lingkungan. “Ilmu yang kita kembangkan tidak jarang bukan saja tidak bermanfaat tapi justru merusak. Kita pun sampai hati tidak memfungsikan hati dan melupakan nurani. Di samping itu, ketamakan merebut apa yang bukan hak kita atau bersikap boros sehingga menganiaya pihak lain baik sesama kita maupun lingkungan,” bebernya. Mengamini hal yang sama, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan bahwa dunia sekarang penuh keprihatinan, tentunya karena dunia berarti seluruh umat manusia. Karena seluruh umat manusia artinya seluruh agama, penganut agama mengalami keprihatinan. Krisis lingkungan tersebut, kata ia, juga sangat berdampak kepada sektor ekonomi. Itu mengapa menjadi penting mengajak seluruh pihak untuk melakukan upaya konkret dalam penanganan perubahan iklim. Ditambahkan, biasanya banjir hanya di negara tropis, tapi sekarang di Amerika, Eropa banjir di mana-mana. Biasanya kebakaran hutan hanya terjadi di negara-negara khatulistiwa seperti Indonesia dan sebagainya, sekarang Eropa, Kanada juga kebakaran hutan. “Yang penting adalah bagaimana menjalankan apa yang kita sepakati bersama baik di banyak pertemuan dunia ini, di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan sebagainya. Karena itulah tahap sekarang adalah tahap pelaksanaan,” tutupnya. (yan) Baca juga :

Read More

Membaca Al Quran Termasuk Salah Satu Cara Meruqiyah Diri Kita

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Ruqiyah ukan sekadar ritual keagamaan, namun juga bisa merupakan langkah preventif dalam melindungi diri dari berbagai penyakit fisik maupun non fisik. Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ruslan Fariadi. Menurunya secara bahasa, ruqiyah dipahami sebagai upaya pencegahan untuk perlindungan terhadap berbagai penyakit. Manusia, katanya, bisa tertimpa penyakit fisik, tetapi juga penyakit non-fisik. Ruslan menguraikan, ruqiyah dapat diartikan sebagai upaya memohon perlindungan dengan menggunakan ucapan atau doa untuk menjaga kesehatan dan menghindari sakit. Dengan definisi ini, menurut dia, membaca Al Quran merupakan salah satu langkah preventif yang sangat efektif dalam mencegah berbagai jenis penyakit, termasuk yang bersifat non-fisik. “Membaca Al Quran itu sesungguhnya bagian dari langkah-langkah preventif untuk terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk yang bersifat non-fisik. Ini juga bisa kita sebut sebagai ruqiyah,” ungkap Ruslan. Selain memberikan pahala spiritual, membaca Al Quran juga dapat menjaga kesehatan tubuh dan jiwa seseorang. Dalam pandangan Ruslan Fariadi, ini adalah bentuk keselarasan antara keimanan dan kesejahteraan fisik serta mental. Masyarakat diharapkan untuk memahami bahwa rukiah, termasuk membaca Al Quran, bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan sarana efektif untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Ruslan menekankan, meskipun langkah-langkah preventif seperti membaca Al Quran dapat memberikan manfaat, kesembuhan tetap berada di tangan Allah. Membaca Al Quran hanyalah salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan oleh individu dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka. “Kesembuhan tetap Allah yang mengatur. Membaca Al Quran sebagai sebuah rukiah dapat menjadi ikhtiar agar kita terhindar dari penyakit sekaligus dapat memelihara kesehatan,” tutup Ruslan. (yus) Baca juga :

Read More

Beberapa Tips Memperkenalkan Anak Tentang Kehidupan Rasulullah SAW

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Membicarakan kehidupan Nabi Muhammad dan mengikuti jejaknya harus menjadi kebiasaan sehari-hari bagi keluarga Muslim, terutama mengenalkan sejarah kehidupan Nabi Muhammad kepada anak-anak kita, dimana anak-anak kita harus terus mencintai, menghormati dan menaati Nabi Muhammad, sebagai manusia yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyempurnakan agama Islam. Berikut sepuluh tips untuk membantu anak-anak belajar tentang dan mencintai Nabi Muhammad. Tips ini dapat digunakan sepanjang tahun. Secara sadar memikirkan perbuatan baik setiap hari akan meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap kehidupan Nabi Muhammad, seperti yang dinyatakan berulang kali dalam Al-Qur’an bahwa umat Islam harus mengikuti jalan Muhammad. Membiasakan anak-anak untuk melakukan satu perbuatan baik dalam sehari dan melihatnya akan menanamkan kecintaan mereka kepada Rasulullah, dan berpegang teguh pada ajaran-ajaran Sunnah Nabi. Tentu saja, ada baiknya untuk menjadi kreatif dalam memikirkan perbuatan baik yang sedikit berbeda atau tidak biasa, seperti membantu tetangga membersihkan halaman rumah. Jika satu ‘Perbuatan Sehari’ menjadi terlalu mudah, seseorang selalu dapat meningkatkan ke “Dua Perbuatan Sehari,” dan seterusnya. Mendengarkan kisah-kisah Rasulullah sebelum tidur, memungkinkan anak-anak membawa pesan-pesan Nabi bersama mereka, setelah melalui hari yang panjang dan sibuk. Anda bisa membuat paspor dan menentukan ke mana ingin pergi, mungkin setiap bulan. Dengan bantuan bola dunia, atlas, ensiklopedia, dan internet, lakukan riset tentang komunitas di negara tersebut. Pelajari tentang pembagian etnis, bahasa, dan cerita rakyat mereka. Pelajari tentang susunan geografis mereka dan apa yang membuat ekonomi mereka berjalan. Pelajari tentang Masjid mereka (jika itu adalah negara Muslim) atau pelajari tentang perayaan mereka yang berbeda. Memahami bahwa dunia ini terdiri dari beragam ras manusia akan membantu menanamkan rasa kerendahan hati dan penghargaan terhadap orang lain, juga terhadap diri kita sendiri. Jika ada kesempatan bagi anak-anak Anda untuk memiliki sahabat pena, carilah orang tua yang berpikiran sama dan menginginkan hal yang sama. Jadi, ajaklah anak-anak untuk keluar dan bersentuhan dengan alam. Biarkan mereka menghargai bunga dan serangga. Buatlah kebun organik. Lakukan olahraga keluarga. Jika anak sudah cukup besar, ajaklah mereka terhubung dengan para aktivis lingkungan agar mereka dapat menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Ajaklah mereka ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan dan inisiatif lainnya. Semua yang mereka lakukan untuk menyelamatkan bumi akan membuat mereka lebih dekat dengan Nabi Muhammad, yang akan mendukung Hari Bumi setiap hari. Mengikuti program ramah anak yatim mengajarkan anak-anak tentang rasa syukur dan kerendahan hati. Hal ini membantu membesarkan anak-anak yang penuh kasih yang suka beramal dan menghargai semua yang mereka miliki. Anak-anak yang lebih besar mungkin dapat membantu mengajar kelas di panti asuhan atau mengatur penggalangan dana. Anak-anak yang lebih kecil mungkin senang mengumpulkan sumbangan untuk panti asuhan atau berpartisipasi dalam perjalanan pendidikan yang diatur oleh orang tua dan pengasuh mereka. Mintalah anak-anak Anda untuk menulis surat, mengirim kartu pos, atau mengirim pesan singkat kepada orang-orang terkasih yang berada di tempat yang jauh. Hal ini tidak hanya memungkinkan mereka untuk tetap berhubungan, tapi juga mendorong mereka untuk mengekspresikan diri mereka secara tertulis. Jadi, pelajari surah baru dan pelajari tafsirnya. Hal ini pasti akan membawa anak-anak kita lebih dekat dengan kesalehan Nabi Muhammad dan cintanya kepada Allah. Doa dapat membuka pintu-pintu hidayah dan melindungi kita dari kejahatan, dengan izin Allah. Selain bertemu untuk sholat dan kelas Qur’an/Islam, doronglah anak-anak Anda untuk membawa buku-buku mereka sendiri atau proyek kerajinan tangan sederhana. Semakin anak-anak menikmati berada di Masjid, semakin besar kemungkinan mereka akan kembali untuk mencari ketenangan dan relaksasi serta memupuk kecintaan mereka pada kehidupan sosial yang sehat, seperti halnya para pemuda pada masa Nabi. Itulah mengapa hal ini merupakan sunnah yang penting. Anak-anak yang makan kurma juga dilaporkan lebih tenang dan damai. Untuk memberikan sentuhan yang menarik, cobalah resep berbahan dasar kurma seperti puding, kue, dan tumisan. Pastinya, ada banyak cara untuk menanamkan kecintaan kita pada Nabi Muhammad sepanjang tahun. Berbicara kepada anak-anak kita tentang Nabi Muhammad dalam segala hal yang kita lakukan akan membantu mereka mengikuti jejak Rasulullah terakhir untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh dan penuh cinta. Kita juga harus terus menerus bershalawat kepada Rasulullah dan berdoa agar tempat tinggal terakhir kita di Jannah (Surga) sedekat mungkin dengan beliau. (yus) Baca juga :

Read More

Masjid Al Akbar Surabaya Dukung Penggunaan Listrik Tenaga Surya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan. Masjid ini nantinya segera menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “Alhamdulillah, kegiatan pembangunan panel surya di Masjid Al Akbar selesai. Mudah-mudahan hasil ini maksimal yang bisa memberikan multifungsi, selain hemat energi dan ramah lingkungan,” terang Ketua BPP MAS DR KH Ahmad Sudjak MAg. Menurut nya, dengan menggunakan PLTS bisa menghemat kebutuhan biaya listrik. Biasanya, pembayaran tagihan listrik di MAS mencapai Rp80 juta – Rp90 juta. “Saya yakin bisa menghemat dari pengeluaran itu. Semoga memberikan inspirasi masjid-masjid yang lain,” katanya, dikutip Ahad (1/10/2023). Dalam kesempatan itu, Kasie Perencanaan & Pengembangan BPP MAS H Bambang Wicaksono menambahkan PLTS yang terpasang akan berjumlah 24 pcs dengan total kapasitas 13,2 kWp. “Sebenarnya, sejak 25 September 2023 sudah beroperasi untuk suplai beban lampu di bagian dalam masjid. PLTS mampu menghasilkan 40 kWh listrik/hari, sehingga sangat bermanfaat, terutama untuk mengcover ruang utama masjid,” katanya. Dia menambahkan, manfaat PLTS adalah mendukung program pemerintah dan dunia dalam menyelamatkan bumi dengan menggunakan PLTS. “Juga, dapat menurunkan biaya listrik, menggunakan energi ramah lingkungan, dan dapat digunakan ketika PLN mati, karena dilengkapi dengan baterai, sehingga lampu bagian dalam dapat digunakan seperti biasa,” pungkasnya. (har)

Read More

Mengintip Tradisi Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Berbagai Negara

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peringatan Maulid Nabi atau perayaan kelahiran Nabi Muhammad saw adalah momen penting bagi umat Islam. Seluruh masyarakat Muslim di dunia merayakan nya dengan semangat dan makna mendalam. Maulid Nabi biasanya digelar pada 12 Rabiul Awal dan pada tahun 2023 ini, 12 Rabiul Awal jatuh pada 28 September. Perayaan ini diwarnai dengan tradisi dan budaya di berbagai negara. Meskipun terdapat tradisi yang berbeda, namun tujuan utamanya adalah untuk merayakan kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad saw, serta mempromosikan nilai-nilai kasih sayang, solidaritas, dan kedermawanan di antara umat Islam di seluruh dunia. Berikut kita intip tradisi peringatan Maulid Nabi di berbagai negara : 1.TurkiMasyarakat Turki memperingati Maulid Nabi dengan menggelar pengajian baik di masjid maupun gedung pertemuan. Meski tak semegah perayaan yang dilakukan di Indonesia, masyarakat Turki tetap memperingati Maulid Nabi. “Ada pengajian-pengajian, hanya tidak sebesar Maulid Akbar seperti di Indonesia, tapi ada perayaannya,” ungkap Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki Nazihah, Sabtu (30/09/2023). Peringatan ini juga dilakukan oleh banyak komunitas Muslim di sana, termasuk PCINU sendiri. Nazihah menutur, pihaknya menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi dengan mengundang Syekh asal Turki sebagai pembicara. “PCINU sendiri merayakan offline mengundang Syekh Turki,” ujar penerima Beasisiwa Pemerintah Turki atau Turkiye Burslari Sholarships (YTB) tersebut. Adapun peringatan Maulid Nabi saw 1445 PCINU Turki tersebut digelar pada Ahad, 30 September 2023 pukul 14.00 TRT bertempat di TÜGVA, defterdar, Eyüpsultan, Istanbul. “Insyaallah mauidzah hasanah akan disampaikan oleh ?eyh Seyit Muhammed ElMardini,” ucap dia. “Terbuka untuk umum Konsulat Jenderal Republik Indonesia juga insyaallah datang,” imbuhnya. Saat perayaan Maulid Nabi, masyarakat cenderung membacakan doa, puisi, dan cerita tentang kehidupan Nabi Muhammad. Peringatan ini juga dianggap sebagai kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga, seperti dilansir dari Morocco World News. Pakaian yang baru dibeli untuk anak-anak dan makanan lezat menghiasi meja di pertemuan keluarga pada momen Maulid Nabi. Meskipun Maroko terkenal dengan keragaman budayanya, dan setiap daerah memiliki hidangan serta tradisinya masing-masing, bagi sebagian besar keluarga Maroko, Asida adalah hidangan nasional saat peringatan Maulid Nabi. Mereka menghiasi jalan, masjid, dan pasar dengan lampu-lampu indah berwarna-warni serta bendera warna hijau. Mereka merayakan hari ini dengan penuh kemegahan dan pertunjukan, mereka mengikatkan pita hijau di tangan mereka karena warna hijau melambangkan Islam, seperti dikutip dari Times of India. Mereka mengenakan baju baru, membagikan permen dan mengunjungi masjid sebagai tradisi memperingati Maulid. Para wanita menyiapkan berbagai jenis makanan lezat seperti Sheer Khurma dan Seviyan. Beberapa orang mengunjungi tempat-tempat terkemuka dan keagamaan seperti Haji Ali Dargah, Jama Mazjid, Nizamuddin Aulia, Ajmer Sharif untuk beribadah kepada Allah swt dan mencari berkah. (yan) Baca juga :

Read More

Perdebatan Hukum Halal Haram Karmin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pewarna karmin menjadi rahasia di balik banyak produk. Contohnya, minuman, yogurt stroberi, hingga bahan warna lipstik. Sebenarnya apakah pewarna karmin itu? Dilansir laman Treehugger, Jumat (29/09/2023), pewarna karmin dibuat dari serangga cochineal yang merupakan bagian dari keluarga Coccidae, sejenis serangga skala yang berkerabat dekat dengan kutu daun, kutu putih, dan lalat putih. Mereka memiliki tubuh datar berbentuk oval seukuran sebutir beras dan berasal dari daerah tropis dan subtropis Amerika Selatan hingga Amerika Utara. Cochineal menyerang dan hidup dari kaktus nopal atau dikenal sebagai kaktus pir berduri. Mereka berkumpul dalam kelompok besar di bantalan kaktus untuk memakan kelembapan dan nutrisi alami tanaman. Secara khusus, pewarna merah tua dihasilkan dari asam yang dikeluarkan betina secara alami untuk menghalangi predator. Tetapi serangga itu sendiri lebih berwarna abu-abu putih. Hingga 20 persen dari berat tubuh serangga ini terdiri dari asam karminat. Serangga yang biasanya digunakan adalah spesies Dactylopius coccus, yang betinanya sebagian besar tidak bergerak dan hidup sekitar 90 hari di alam liar. Untuk membuat pewarna, serangga cochineal dipanen, dikeringkan, dan digiling hingga menghasilkan warna merah tua dalam bentuk bubuk. Kebanyakan serangga cochineal dipanen di alam liar, tetapi ada juga tempat di mana mereka diternakkan. Pertanian cochineal tradisional melibatkan budidaya tanaman kaktus yang sudah dipenuhi serangga atau menambahkan serangga dengan tangan ke bantalan kaktus liar. Dalam metode pertanian lainnya, keranjang berisi betina ditambahkan ke bantalan kaktus untuk berkembang biak dalam lingkungan yang terkendali. Pewarna yang diekstraksi dari serangga direbus, disaring, dan dicampur dengan garam dasar aluminium untuk menghasilkan pewarna. Secara hukum, ekstrak tersebut harus dipasteurisasi atau diolah untuk menghancurkan mikroorganisme salmonella. Selain minuman dan yogurt, karmin juga ditambahkan ke daging olahan (seperti sosis atau daging kepiting buatan), kue kering, jus, dan kosmetik. Dalam industri kosmetik, karmin terutama digunakan untuk lipstik, eyeshadow, dan lip gloss. Karmin ditambahkan untuk menghasilkan warna cerah dan meningkatkan daya tahan atau intensitas bayangan riasan. Penggunaan karmin juga sebagai dasar untuk mendapatkan rentang warna merah muda dan ungu yang lebih dingin tanpa menggunakan pewarna sintetis. Meskipun karmin terbuat dari bahan alami, kurangnya transparansi dalam penggunaannya secara luas dalam industri kosmetik menjadi topik kontroversial. Karmin tidak selalu diberi label jelas pada daftar bahan. Ia mungkin juga muncul dengan nama berikut: E120, Natural RED 4, Crimson lake, Carmine lake, Cl 75470, Cochineal extract, Cochineal, Carminic acid, dan natural colorings. Ada risiko kesehatan terkait penggunaan produk mengandung karmin. Penelitian menunjukkan, paparan terhadap bahan tersebut dapat menyebabkan reaksi anafilaksis yang parah, alergi kontak, bahkan asma. Pada 2009, Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika (FDA) mulai mewajibkan perusahaan yang memproduksi makanan dan kosmetik yang mengandung karmin untuk mengungkapkan bahan pada label. Yang lain mengeklaim bahwa karmin lebih baik bagi lingkungan daripada alternatif buatan karena sepenuhnya alami. Pewarna buatan sering kali dibuat menggunakan produk sampingan batu bara atau minyak bumi. Penelitian telah menghubungkan bahkan pewarna makanan yang paling umum dengan hiperaktif pada anak-anak serta reaksi alergi dan efek samping lainnya. Apakah karmin halal atau haram? Founder Halal Corner Aisha Maharani melalui postingannya di akun Instagram Halal Corner @halalcorner menulis dua pendapat ulama terkait apakah karmin halal atau haram. Di kalangan ahli fikih, tulis Aisha, ada yang membolehkan dan mengharamkan penggunaan serangga sebagai bahan pewarna. Mazhab Syafi’i termasuk yang mengharamkan pemanfaatan serangga untuk bahan konsumsi. Zat pewarna yang diambil dan dibuat dari yang haram, maka hukumnya haram juga. Abu Hanifah memiliki pandangan yang sama dengan Imam Syafi’i berkenaan dengan serangga. Aisha menulis menurut mereka, serangga hukumnya haram karena termasuk khabaits. Dalilnya ada di QS Al-Araf ayat 157, “… Dan Ia (Rasulullah) mengharamkan yang khabaits atau menjijikkan”. Sementara itu, pendapat imam mazhab lain dalam kita fikih, menyatakan, serangga itu disebut hasyarat. Binatang dibagi menjadi dua kategori yakni yang darahnya mengalir (Laha damun sailun) dan yang darahnya tidak mengalir (Laisa laha damun sailun). Menurut para fuqaha, serangga yang darahnya mengalir, maka bangkainya adalah najis. Sedangkan yang darahnya tidak mengalir, bangkainya dinyatakan suci. Imam Malik, Ibn Layla, dan Auza’i memiliki pendapat yang sama bahwa serangga itu halal selama tidak membahayakan. Di sisi lain, bagaimana dengan pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI)? Darah dari cochineal masuk dalam kategori tidak mengalir. Secara hewani menjadi qiyas atau dianalogikan cochineal mempunyai kedekatan dan kesamaan dengan belalang yang dihalalkan secara nash. Aisha menulis pandangan para imam dan fuqaha menjadi referensi para ulama saat pembahasan referensi para ulama saat pembahasan kehalalan cochineal di Komisi Fatwa MUI. Didukung penjelasan secara perinci dari pakar serangga mengenai cochineal tersebut, tulis Aisha, akhirnya para ulama di Komisi Fatwa MUI sepakat menetapkan fatwa halal untuk bahan produk pewarna makanan minuman dari serangga cochineal. MUI menghargai perbedaan pendapat dari Bahtsul Masail NU Jatim tentang pengharaman dan kenajisan karmin. (yan) Baca juga :

Read More