Alumni Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Fokus Pemberdayaan Ekonomi 

Probolinggo — 1miliarsantri.net : Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo menggelar halaqah alumni dengan tema “Penguatan Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat Pendidika, Sosial Keagamaan dan Pengembangan Ekonomi”. Sabtu (10/02/24) di ruang auditorium I Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan halaqah ini adalah rangkaian dari kegiatan pra haul dan harlah yang ke 75. Ketua Panitia Didik Agung P Wicaksono mengatakan bahwa ada tiga tema yang akan dibicarakan pada halaqah kali ini, yaitu; Pengembangan ekonomi pesantren melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes), Pemberdayaan Laziskaf dan Pendidikan layanan guru tugas. Titik penekanan halaqah kali ini fokus pada pengembangan dan pemberdayaan ekonomi. “Dalam pengembangan ekonomi pesantren Nurul Jadid telah bermitra dan berjejaring melalui BUMpes dan juga mengkolaborasikan hasil produk pesantren melalui jejaring agar dapat mengembangkan ekonomi pesantren lebih baik,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (10/2/2024). Hal senada disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid bahwa bahwa fungsi pesantren itu di titik tafaqquh adalah pendidikan dan pengkaderan, tetapi di titik untuk memberi peringatan (inzar) barangkali juga bisa dimulai pada proses sejak di pesantren adalah dimensi pelayanan masyarakat dan dakwah Menurut Kiai Hamid, kita memikirkan bagaimana dua peran lainnya, pelayanan kemasyarakatan dan dakwah itu bisa dilakukan secara sistemik dan sistematis. Kita yakin bahwa watak dan karakter santri pada dasarnya itu seperti apa yang pernah didawuhkan pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo yaitu; “Kalau warga nuruljadid tidak berjuang di masyarakat, maka ia telah berbuat maksiat” Selanjutnya, Ia menambahkan, paling tidak berbuat sesuai dengan kondratnya sebagai manusia, bahwa dalam ultimate goal berbuat sesuatu, melakukan peran transformatif di masyarakat, maka ketika dia hanya berbuat untuk dirinya, dia telah melanggar fitrah dasarnya, karena itu dia telah berbuat maksiat. Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini menyampaikan bahwa santri harus melaksanakan visi dan misi pesantren dengan berdakwah yaitu mengajak kepada kebaikan kemudian memberi pelayanan pada masyarakat. “Berdakwah harus dengan melakukan pendekatan pada masyarakat. Para muballig terdahulu di dalam menyebarkan islam dengan cara berdagang. Karena dengan berdagang itu lebih efektif untuk menyapa masyarakat,” tegasnya. Namun Kiai Zuhri menekankan bahwa perlu ada pembedaan antara kerja sosial dan kerja bisnis. “Kerja bisnis harus ada perhitungan sedangkan kerja sosial meskipun tidak ada perhitungan itu tidak ada masalah,” pungkasnya. (run) Baca juga :

Read More

Gus Kikin : Pesantren Tebuireng Tetap Netral Tidak Mendukung Salah Satu Capres

Jombang — 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Machfudz atau akrab disapa Gus Kikin, menepis rumor bahwa Pesantren Tebuireng mendukung salah satu capres-cawapres pada pemilu 2024. Gus Kikin dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Pesantren Tebuireng menyatakan bahwa pesantren yang dipimpinnya itu tidak pernah terlibat politik praktis termasuk memberikan dukungan terbuka dalam kontestasi pilpres 2024. “Pesantren Tebuireng tetap dalam posisi netral dan tidak berpihak dalam kontestasi pilpres 2024 dalam rangka menjaga persatuan dan semangat ukhuwah,” terang Ketua PWNU Jawa Timur itu dalam pernyataan tertulisnya kepada media, Kamis (8/2/2024) Berikut pernyataan lengkap Pesantren Tebuireng terkait rumor dukungan terhadap capres-cawapres pada pilpres 2024: Bismillahirrahmanirrahim Sehubungan dengan beredarnya berita/informasi/postingan di media sosial terkait deklarasi yang mengatasnamakan Pesantren Tebuireng tentang dukungan terhadap salah satu Paslon Presiden dan Wakil Presiden, maka Pesantren Tebuireng merasa perlu menyampaikan klarifikasi/tabayun sebagai berikut: Pesantren Tebuireng selalu menjaga marwah pesantren dengan berasaskan kebangsaan untuk umat Islam, sebagaimana diajarkan oleh Hadratussyekh KH M. Hasyim Asy’ari. Pesantren Tebuireng tidak pernah terlibat politik praktis termasuk memberikan dukungan terbuka dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden. Pesantren Tebuireng tetap dalam posisi netral dan tidak berpihak dalam kontestasi pilpres 2024 dalam rangka menjaga persatuan dan semangat ukhuwah. Pesantren Tebuireng senantiasa menerima dan menghormati tamu yang bersilaturahim sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Adanya kegiatan “pemberian dukungan” terhadap salah satu Paslon Pilpres 2024 di acara “Mudzakarah Indonesia Maju” yang diadakan di lokasi parkir KMGD (di luar kawasan Pesantren Tebuireng) tidak mewakili sikap kelembagaan Pesantren Tebuireng, melainkan sikap personal. Demikian hal ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian. Jombang, 7 Februari 2024 Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudzx (tin) Baca juga :

Read More

Masjidil Haram Pasang 15 Perangkat Penyelamat Jiwa Pasien Jantung

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Masjidil Haram menyiapkan 15 peralatan medis penyelamat jiwa untuk jamaah yang mengalami kondisi darurat jantung. Saudi Press Agency melaporkan, defibrillator eksternal otomatis (AED) tersebut dipasang di sejumlah titik krusial di Masjidil Haram. Lima AED diletakkan di gerbang utama masjid, lima di area mataf atau mengelilingi Kakbah, dan sisanya di perluasan ketiga masjid. AED adalah bagian penting dari fasilitas medis yang digunakan untuk menyelamatkan nyawa dalam keadaan darurat terutama ketika seseorang mengalami serangan jantung mendadak. Alat tersebut memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung menjadi normal. Pada tahun 2021, otoritas Saudi mulai memasang perangkat yang mudah digunakan di Masjidil Haram, yang penanganannya tidak memerlukan latar belakang medis. Pemasangan perangkat dilaksanakan oleh Kantor Direktorat Proyek Kementerian Keuangan Saudi bekerja sama dengan Otoritas Bulan Sabit Merah. “Studi ilmiah membuktikan bahwa perangkat ini meningkatkan peluang kelangsungan hidup dalam kasus serangan jantung dan jeda pernapasan,” terang penjabat kepala kantor tersebut, Meshal Dahi. Ia menambahkan, penanganan perangkat ini tidak memerlukan latar belakang medis. “Hanya perlu beberapa pelatihan sederhana dalam penggunaan dan penanganan kasus,” imbuhnya. Sejalan dengan komitmen pemerintah Saudi terhadap keselamatan dan kenyamanan jamaah, AED melengkapi berbagai fasilitas medis yang disediakan di Masjidil Haram. Sebelumnya pemerintah Saudi mengeluarkan sejumlah kebijakan baru seperti perpanjangan masa berlaku visa umrah menjadi 90 hari, pemegang visa umrah dapat masuk melalui jalur manapun baik darat, laut, dan udara. Selain itu, individu yang tinggal di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk diberikan kesempatan untuk mengajukan visa turis yang memungkinkan mereka untuk melakukan ibadah umrah. Kemudian, warga Saudi dapat menyampaikan undangan umrah kepada teman-teman dari luar negeri, dan jamaah haji wanita tidak lagi memerlukan mahram sebagai pendamping. Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al Rabiah menyebutkan bahwa jumlah jamaah umrah tahun lalu mencapai rekor 13,5 juta. (dul) Baca juga :

Read More

Puluhan Guru Ngaji, jamaah Majelis Taklim Hingga Dhuafa Ikuti Program Operasi Katarak Gratis

Bandung — 1miliarsantri.net : Sebanyak 48 pasien penyintas katarak, termasuk di dalamnya guru ngaji dan dhuafa telah menjalankan operasi setelah sebelumnya melakukan tahap skrining pada hari Selasa (30/1/24) yang lalu. Operasi katarak tersebut, digelar oleh Wakaf Salman Bersama RSUD Taman Sari Jakarta dan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) DKI Jakarta secara gratis, yang berlangsung di Ruang Operasi, RSUD Taman Sari Jakarta, akhir pekan lalu. “Alhamdulillah, proses operasi berjalan lancar, menggunakan 4 meja operasi untuk tindakan phacoemulsifikasi. Lama operasi per mata hanya 15 menit, dan dalam 2-7 hari pemulihan, pasien sudah akan sembuh optimal” terang dr Agus Ariyanto Haryono MARS, selaku Direktur RSUD Taman Sari dalam siaran persnya, Senin (5/2/2024). Hal yang sama disampaikan juga oleh dr Faraby Martha, Sp.M (K), selaku Pengurus Perdami DKI Jakarta. Faraby berharap, pada tahap pascaoperasi H+1 sampai H+7 nanti, penglihatan pasien sudah membaik. Sementara itu, Bayu Rian Ardiyansyah selaku General Manager Wakaf Salman mengatakan bahwa program tersebut adalah salah satu ‘dampak nyata’ yang diberikan oleh Wakaf Salman, RSUD Taman Sari Jakarta, dan Perdami DKI Jakarta untuk membantu para penyintas katarak agar bisa kembali hari-hari lebih produktif. “Program ini dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak khususnya para donatur, juga para mitra ” papar Bayu Bagi para pasien, program operasi katarak gratis ini merupakan sebuah motivasi tersendiri untuk mereka agar dapat produktif dan beraktivitas kembali. Seperti halnya Warti Puspiah (67), yang berasal dari daerah Cengkareng. Sebelum mendapatkan tindakan terkait penyakit kataraknya, ia mengaku bahwa penglihatan sehari-harinya terganggu, terlebih ketika hendak membaca Quran. “Kegiatan saya sehari-hari itu ke Majelis Taklim. Tapi ketika mendapatkan gejala (katarak) ini, untuk membaca pun sulit. Diperlukan lampu senter agar saya bisa membaca lebih jelas,” ungkap Warti. Warti mengatakan, gejala penyakit mata katarak yang dideritanya ini sudah dialaminya bertahun-tahun. “Dulu sempat hendak dioperasi, namun takut. Tapi ketika sekarang saya mendengar bahwa teknik operasi yang dilakukannya adalah teknik modern, yang 15-25 menit beres, maka atas izin Allah saya memberanikan diri,” kata Warti. Warti berharap, pasca proses pemulihan dari operasi ini, untuk bisa memanfaatkan anugerah yang diberikan Allah di sisa usianya. Khususnya mengisi waktu untuk mengaji. (den) Baca juga :

Read More

Melirik Salah Satu Musholla Didalam Kampus di Inggris

Nothingham — 1miliarsantri.net : University of Nottingham merupakan salah satu universitas negeri yang berlokasi di Kota Nottingham, Inggris. Perguruan tinggi ini tercatat menduduki peringkat 18 universitas terbaik di Inggris dan ranking 114 di dunia. Seperti halnya universitas terbaik lainnya, University of Nottingham juga sudah dilengkapi banyak fasilitas, termasuk prayer room atau mushola bagi mahasiswa dan karyawan muslim. Salah satu warga negara Indonesia, Lusi Catur Mahgriefie mengungkapkan kenyamanan ruang shalat yang disediakan di kampus ini. Menurut Lusi yang sudah tinggal di Nottingham sejak 2019, University of Nottingham (Uon) memiliki banyak kampus yang dilengkapi prayer room di tiap satu gedungnya. Contoh kenyamanan yang dirasakan Lusi saat shalat di mushola Uon adalah kebersihannya yang cukup terjaga. “Basically tempat sholat yang penting punya cukup ruang bersih untuk wudhu dan sholat kan ya,” ungkapnya. Selain itu, lanjut Lusi, prayer room di kampus University Park Uon, ada pemisahan ruangan untuk jamaah pria dan wanita. “Prayer room male dan female di kampus University Park, University of Nottingham terpisah dan beda lantai tapi benar-benar atas bawah posisinya,” terangnya melalui surat elektronik yang diterima 1miliarsantri.net, Senin (5/2/2024). Berbicara luas ruangan, mushola ini terbilang tidak luas. Bahkan, saat shalat Jumat saja harus dibagi menjadi dua sampai tiga batch karena tempat yang tidak mencukupi. Pun begitu, kata Lusi, ruang shalat yang disediakan oleh kampus sudah mencukupi dan memenuhi kebutuhannya sebagai seorang Muslim. Untuk memberi rasa nyaman, prayer room UoN menyediakan air, teh, kopi dan gula yang disiapkan oleh jamaah untuk para jamaah yang datang. “Kadang ada sweets, kurma, biskuit, cake dan macam-macam lainnya, gratis. Siapapun boleh taruh apapun untuk dimakan siapa saja yang datang,” kata Lusi yang mengunggah video yang memperlihatkan ruang shalat di Uon di Instagram miliknya. Dalam unggahannya, Lusi memperlihatkan ruang wudhu yang dilengkapi bangku di depan kran air. Di salah satu dindingnya terpasang imbauan agar ruang wudhu ditinggalkan dalam keadaan kering. Selain itu, di sisi dinding lain disediakan lemari penyimpanan untuk jaket, tas, dan lainnya. Masuk ke ruang shalat, sajadah yang ada di prayer room UoN berwarna peach dengan motif sederhana. Bila dilihat dari unggahan Lusi, mushola ini sanggup menampung sekitar 20-30 orang. (ika)

Read More

Muhammadiyah dan NU Terima Penghargaan Zayed Award for Human Fraternity

Abu Dhabi — 1miliarsantri.net : Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia atau Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) mengumumkan penerima penghargaan untuk tahun 2024. Zayed Award menetapkan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Profesor Sir Magdi Yacoub, dan Sister Nelly Leon Correa sebagai pemenang penghargaan tersebut. Pengumuman tersebut disampaikan pada Jumat (2/2/2024) waktu Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) oleh Sekjen Muslim Elders Council/Sekjen ZAHF Hakim Mohamed Abdelsalam dan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova. Adapun upacara penghargaan untuk para penerima tersebut akan diselenggarakan pada 5 Februari 2024 di Founder’s Memorial di Abu Dhabi. Ahli bedah jantung terkenal dunia, Sir Magdi Yacoub, asal Mesir, dan pemimpin masyarakat Chili, Sister Nelly Leon Correa, bersama dengan dua organisasi besar Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, telah dipilih oleh komite juri independen karena upaya luar biasa mereka dalam mengatasi tantangan sosial kompleks dan mempromosikan perdamaian serta solidaritas internasional dan di masyarakat akar rumput. Sekretaris Jenderal Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia, Hakim Mohamed Abdelsalam, menyatakan para penerima penghargaan tahun ini benar-benar mencerminkan nilai-nilai dari isi dokumen kemanusiaan, dan dirinya merasa terhormat dapat mengakui kontribusi luar biasa atas keempat nominasi itu. Hakim Mohamed Abdelsalam dikutip dari NU Online menerangkan, penerima nominasi adalah mercusuar harapan dalam komunitas mereka dan mempertahankan visi untuk dunia yang lebih damai. “Menjelang Hari Persaudaraan Kemanusiaan Internasional, kami memiliki tiga penerima penghargaan yang benar-benar memberikan contoh nilai-nilai Dokumen ini. Komite juri Zayed Award for Human Fraternity mendapat kehormatan untuk mengumumkan para penerima penghargaan tahun ini yang telah memperjuangkan nilai-nilai persaudaraan manusia, dan bertindak sebagai mercusuar harapan dalam komunitas mereka. Masing-masing penerima penghargaan telah menjunjung tinggi visi mulia untuk dunia yang lebih damai dan kami akan memastikan pengakuan ini membantu mempercepat upaya di bidangnya masing-masing,” terang Hakim Mohamed Abdelsalam, Minggu (4/2/2024) di Abu Dhabi. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 190 juta anggota, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah diakui karena upaya kemanusiaan dan perdamaian yang tak terhingga. Melalui pendirian lembaga pendidikan, rumah sakit, dan proyek pengentasan kemiskinan, kedua organisasi ini telah meningkatkan kualitas hidup banyak orang Indonesia dan populasi rentan di seluruh dunia. Profesor Sir Magdi Yacoub, seorang ahli bedah jantung terkenal dunia, meraih penghargaan Zayed Award atas kontribusinya dalam menyediakan perawatan medis yang menyelamatkan nyawa, khususnya untuk populasi rentan. Pendiri Yayasan Jantung Magdi Yacoub di Mesir dan organisasi amal Chain of Hope di Inggris itu telah membuka pusat-pusat jantung di berbagai negara, merintis teknik bedah yang merevolusi transplantasi jantung. Penghargaan yang diterimanya termasuk Ksatria Britania, Ordo Agung Sungai Nil, dan Ordo Jasa dari Ratu Elizabeth II. Sementara itu, Sister Nelly Leon Correa yang merupakan Presiden dan Co-Founder dari Fundación Mujer Levántate (Yayasan Wanita Bangkit) berfokus pada mendukung perempuan yang dipenjara, memberikan dukungan komprehensif selama masa tahanan, dan membantu reintegrasi mereka ke dalam masyarakat. Dengan komitmen pada prinsip-prinsip persaudaraan kemanusiaan, yayasan Sister Nelly ini memberikan harapan kepada mereka yang berada di penjara dan pemulihan kepada mereka yang baru saja dibebaskan. Hampir 94 persen peserta mengikuti program tetap bebas dari hukuman dalam dua tahun setelah pembebasan. Penghargaan ini diberi nama Zayed Award untuk menghormati almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri Uni Emirat Arab, yang kemanusiaan dan dedikasinya terus diakui melalui upacara tahunan ini. Zayed Award for Human Fraternity adalah penghargaan independen dan internasional tahunan yang mengakui individu atau entitas di seluruh dunia yang memimpin dengan memberi contoh, berkolaborasi tanpa pamrih dan tanpa kenal lelah untuk menjembatani kesenjangan dan menciptakan hubungan antarmanusia yang nyata. Para penerima penghargaan menerima hadiah sebesar USD$1 juta yang diberikan oleh Komite Tinggi Persaudaraan Manusia. Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla dan Wasekjen PBNU Ahmad Ginanjar Sya’ban hadir di Abu Dhabi mewakili PBNU, sedangkan Muhammadiyah diwakili Syafiq Mughni. (dul) Baca juga :

Read More

MUI dan Rumah Zakat Tandatangani MoU Program Pesantren Lansia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Rumah Zakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) program Pesantren Lansia. Penandatanganan bertempat di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (01/02/2024). Penandatanganan tersebut sekaligus peresmian Pesantren Lansia dalam kegiatan Public Expose 2024 yang diselenggarakan Rumah Zakat. Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud mewakili penandatanganan dan peresmian Pesantren Lansia. Pesantren Lansia merupakan salah satu program unggulan dari Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI pada 2024. Pada akhir Januari lalu, Rumah Zakat bersama KPRK MUI telah melaksanakan peletakan batu pertama bangunan pesantren yang berlokasi di Cipayung Jakarta Timur. “Saya ucapkan selamat kepada KPRK MUI yang terus berupaya dan berjejaring dengan banyak stakeholder. Sehingga, program ini dapat diresmikan sekaligus menjadi program unggulan,” ungkap Kiai Marsudi. Menurutnya, Pesantren Lansia hadir sebagai jawaban dari keresahan banyaknya orang tua yang terlantar dan ditinggalkan oleh anaknya. Mereka hidup terkatung-katung di jalan. Program ini juga semakin menguatkan komitmen KPRK MUI dalam isu-isu seputar keluarga. Selain meresmikan program Pesantren Lansia, Kiai Marsudi Syuhud juga diminta oleh pihak Rumah Zakat untuk meresmikan campaign terbaru mereka di 2024 yaitu “Bersama Wujudkan #ManfaatHebat”. Dalam Gelaran Public Expose 2024 ini Rumah Zakat juga memberikan penghargaan kepada MUI dalam program Kolaborasi Palestina. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa komitmen serius dari MUI dalam memberikan bantuan kepada warga Palestina. “Dalam Alquran kita diperintahkan untuk berzakat. Tak hanya sekadar membayar dan mengeluarkan sebagian harta saja. Lebih dari itu, hakikatnya perintah zakat merupakan dorongan dari Allah agar kita menjadi orang yang mampu secara, sehingga kita bisa berzakat,” pesan Kiai Marsudi. Dia menyebut, orang yang berzakat adalah orang yang mampu atau kaya. Dari sinilah semangat berzakat bukan sekadar memberi, tapi juga dorongan untuk mampu dan berdaya secara harta. Dia berharap, banyak kolaborasi dan aksi-aksi baik selanjutnya antara MUI dengan Rumah Zakat. Oleh karena itu, diharapkan program Pesantren Lansia dapat menjadi pembuka bagi kegiatan dan program lain yang bisa dikolaborasikan bersama. (rid) Baca juga :

Read More

Tanggal 1 Februari Diperingati Sebagai World Hijab Day

Jakarta — 1miliarsantri.net : Muslimah di berbagai belahan Bumi memperingati tanggal 1 Februari sebagai hari hijab sedunia atau World Hijab Day (WHD). Ada sejarah panjang di balik perayaan ini, yang digagas oleh sosok Muslimah bernama Nazma Khan. Dilansir laman Worldhijabday.com, Jumat (2/2/2024), peringatan tahunan hari hijab sedunia dimulai sejak 1 Februari 2013. Tujuannya, menggaungkan pengakuan atas jutaan perempuan Muslim yang memilih untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan mengenakan hijab. Pasalnya, tidak semua Muslimah di seluruh dunia leluasa mengenakan hijab dalam kegiatan sehari-hari. Bagi yang tinggal di sebuah negara sebagai minoritas, tidak jarang menghadapi berbagai diskriminasi. Pengalaman itu juga pernah dilalui oleh Khan. Nazma Khan adalah perempuan asal Bangladesh yang tinggal di New York, Amerika Serikat, sejak usia 11 tahun. Khan mengemukakan gagasan hari hijab sedunia untuk menumbuhkan kebebasan personal dalam berekspresi beragama dan pemahaman budaya. Untuk mendorong hal itu, selama satu hari pada tanggal 1 Februari, Khan dan organisasi World Hijab Day mengundang perempuan dari semua lapisan masyarakat untuk ikut merasakan mengenakan hijab. Khan berharap cara itu membuka jalan baru menuju pemahaman masyarakat awam mengenai berhijab. Selain itu, tujuan lainnya yakni untuk mengatasi beberapa kontroversi seputar mengapa perempuan Muslim memilih untuk mengenakan jilbab. Tumbuh di Bronx, New York City, Khan mengalami banyak diskriminasi karena berhijab. Di sekolah menengah, dia dijuluki “Batman” dan “ninja”. Ketika Khan masuk universitas dan terjadi insiden 11 September, dia kerap dipanggil Osama bin Laden atau teroris. “Itu mengerikan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika kita meminta saudara kita yang lain untuk berhijab,” ungkap Khan, dikutip dari situs resmi World Hijab Day. Sejak 2013 hingga kini, banyak orang di lebih dari 150 negara mengambil bagian dalam hari hijab sedunia setiap tahunnya. WHD memiliki banyak relawan dan duta di seluruh dunia yang menggelar berbagai acara guna meningkatkan kesadaran tentang hijab. Pada 2017, WHD mendapat pengakuan resmi oleh Negara Bagian New York, AS. Di tahun yang sama, House of Commons of the UK di Inggris menyelenggarakan acara untuk memperingati hari tersebut. Parlemen Skotlandia juga menyelenggarakan pameran selama tiga hari untuk memperingati WHD 2018. Semua itu terus berlanjut hingga kini. Sejak 2018, WHD resmi menjadi organisasi nirlaba dengan misi untuk membongkar kefanatikan, diskriminasi dan prasangka terhadap perempuan Muslim melalui kesadaran, pendidikan, dan pemberdayaan. (Iin) Baca juga :

Read More

Komunitas Sepeda Muslim Inggris Gowes dari Makkah ke Madinah, Kumpulkan Dana Untuk Warga Gaza

Jeddah — 1miliarsantri.net : Sebagai seorang muslim, mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah suatu hal yang diharuskan, terlebih mengikuti jalur hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Hal ini dilakukan sekelompok konunitas pengendara sepeda muslim seluruh Inggris, mereka mengayuh sepedanya sejauh 550 kilometer antara kedua kota suci tersebut. Gowes sepeda ini melambangkan hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW saat beliau melarikan diri dari penganiayaan di Makkah dan melakukan perjalanan ke Madinah demi keselamatan. Kegiatan bersepeda antarkota suci ini dilakukan untuk mendukung anak-anak yang menderita berbagai penyakit jantung, menjadi korban perang dan kemiskinan. “Selama dua edisi pertama Hijrah Ride, kami mengumpulkan lebih dari 220 ribu poundsterling (sekitar Rp 4,4 miliar) untuk anak-anak yang menderita berbagai penyakit jantung bawaan,” kata mereka, sebagaimana dilansir About Islam, Kamis (1/2/2024). Melihat penderitaan dan kehancuran di Gaza, maka Hijrah Ride edisi ketiga (Hijrah Ride 1445 H) kali ini akan mendukung bantuan darurat dan pembangunan kembali berbagai proyek yang dikelola Muntada Aid yang hancur dalam perang yang sedang berlangsung di Gaza. Sasarannya, antara lain tiga pabrik air desalinasi, pembangunan kembali Gaza Palestine Trauma Center (PTC), dan penyediaan paket darurat segera. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina terbaru, lebih dari 26.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, gugur akibat pengeboman Israel sejak Oktober lalu. Data tersebut masih terus meningkat. Sebelumnya, warga Gaza yang syahid sejak Oktober 2023 tercatat ada 25.900 orang. Di antara mereka adalah 11 ribu anak-anak dan 7 ribu wanita. Data ini dilaporkan Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq. Pada Jumat (26/1/2024), Fikri melaporkan, militer Israel juga masih terus membatasi dan mengontrol bantuan yang masuk ke jalur Gaza, bahkan truk-truk bantuan makanan yang akan masuk dicegat di Perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir. Sehingga, 2,2 juta warga yang ada di Jalur Gaza mengalami kelaparan luar biasa. “Dari Kemenkes ada 400 ribu warga yang kemungkinan akan mati kelaparan, karena bantuan yg masuk ke jalur gaza terus dibatasi,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Kesabaran Sri Mulyani Membimbing dan Mengajar Tari Anak-anak Disabilitas

Surabaya — 1miliarsantri.net : Manusia adalah makhluk paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah lain nya, karena didalam manusia terdapat Cipta – Rasa dan Karsa. Manusia terlahir dengan disertai akal fikiran yang diperuntukkan untuk bekal kehidupan di alam dunia. Hal itulah yang menginspirasi Sri Mulyani (48) seorang koreografer tari asal Surabaya. Lewat sanggar tari Mulyojoyo Enterprise milik nya, Sri mencoba menjadikan anak-anak disabilitas menjadi insan yang memiliki bakal keterampilan didunia seni, khusus nya seni tari. Berlokasi di Jl. Tambak Medokan Ayu II – 15 Surabaya, Sri mendidik, mengasah dan mengajari beberapa anak disabilitas sejak tahun 2013 dan membuka kelas gratis disabilitas setahun lalu. Banyak pengalaman istimewa yang dirasakan wanita yang juga sebagai tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Wilwatikta (STKW) Surabaya ini. “Alhamdulillah anak-anak pernah tampil dibeberapa event yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya, hingga Bapak Walikota sempat terharu dan meneteskan air mata melihat penampilan anak-anak ini,” ungkap Sri kepada 1miliarsantri.net, Kamis (1/2/2024). Beberapa prestasi juga pernah diraih Sanggar Mulyojoyo yang berdiri mulai tahun 2013 diantara nya mulai tingkat lokal Surabaya hingga di kancah Intermasional. “Terakhir kemarin anak-anak ditugaskan untuk menyambut tamu mancanegara penumpang Kapal Pesiar Aidabella sebuah cruise asal Jerman yang singgah di Kota Surabaya, dan Alhamdulillah mendapat sambutan yang sangat luar biasa saat tampil di Balai Kota Surabaya,” imbuhnya. Selain mengajar tari, Sri juga dikenal sebagai Pencipta tari. Banyak hasil karya tari yang sudah ditampilkan diantaranya Tari Ampel Kembang, Mustika Praban Kinco, Goyang Jedher, Rerukun, hingga Panji Klaras Keboan Sikep yang terinspirasi dari Spirit Kyai Hasan Mukmin yang pada hari Pahlawan 2023 lalu tampil secara kolosal di Tugu Pahlawan Surabaya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur. Sri juga kerap diundang sebagai narasumber koreografi, seperti Disbudpar Propinsi Papua Barat yang telah memberikan kepercayaan kepada Sri setiap tahun nya mengajar 3 Kabupaten sejak tahun 2021 hingga saat ini. “Respon positif dari beberapa Disbudpar Kabupaten yang saya datangi, menginginkan saya untuk selalu mengajar di Kabupaten tersebut,” lanjutnya. Beberapa event internasional, penghargaan dan kolaborasi dengan beberapa pihak juga sudah dijalani oleh Sri dalam menapaki dunia seni tari nya. Sederetan karya tari Sri diantaranya tari chatra melati, tari silih asih anak2 disabilitas sdh pentas Festival payung internasional di Balaikota Surakarta, Asean Panji Festival di Amphy theater Taman Candra Wilwatikta dan acara di Balai Kota Surabaya. “Bersyukur dan selalu berharap banyak pihak yang mau peduli dengan dunia seni tari dan juga teman-teman disabilitas yang memiliki segudang prestasi, sehingga nanti nya anak-anak ini bisa menjadi kebanggan orang tua mereka,” pungkasnya. (fq) Baca juga :

Read More