Masjid Pusdai Jabar Gelar Kegiatan untuk Disabilitas Hingga Pasar Amal Jariyah

Bandung — 1miliarsantri.net : Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat menggelar sejumlah kegiatan selama bulan puasa Ramadhan 1445 Hijriah. Selain kegiatan rutin, terdapat kegiatan yang diadakan di bulan Ramadhan seperti pesantren kilat bagi penyandang disabilitas hingga Pasar Amal Jariyah. Menurut Ketua DKM Masjid Pusdai Jabar Anang Hambali, kegiatan rutin yang diselenggarakan selama bulan puasa Ramadhan yaitu sholat tarawih, kuliah subuh, kultum setelah shalat zuhur. Kajian Al-quran serta pendalaman makna Al-quran serta kuliah Dhuha. “Silahkan datang ke Pusdai sama-sama mengikuti kegiatan, sesungguhnya kegiatan-kegiatan edukasi pendidikan,” terang Anang kepada 1miliarsantri.net, Rabu (13/3/2024). Dia menambahkan, selain kegiatan tersebut, kegiatan lain yang digelar yaitu itikaf dari tanggal 20 Ramadhan hingga tanggal 29 Ramadhan. Terdapat beberapa tambahan kegiatan lainnya seperti kegiatan Pasar Amal Jariyah, ngabuburit anak ceria, bazzar, lomba dakwah untuk tingkat SMP dan SMA tanggal 21 hingga 27 Maret. Selain itu, pesantren Ramadhan tanggal 25 hingga 27 Maret, pesantren kilat untuk penyandang disabilitas sejak tanggal 22 Maret hingga 4 April. Selain itu, diklat manajemen pengelolaan masjid, kajian hukum waris dan kegiatan pemulasaraan jenazah. “Masyarakat dapat ikut kegiatan tersebut. Kami juga menyiapkan takjil tiap hari sebanyak 1.000 bungkus. Takjil disiapkan sejak tanggal 1 Ramadhan hingga 30 Ramadhan. Kegiatan Pusdai ramai semua, kegiatan mulai dari pagi sampai pagi lagi,” lanjutnya. Ia mengajak masyarakat sekitar di Masjid Pusdai dan dimana pun untuk mengikuti kegiatan Pusdai. Pihaknya juga menerima titipan zakat, infak dan sedekah di Baitul Mal yang didistribusikan kepada mereka yang kurang mampu serta pengajar anak-anak. (den) Baca juga :

Read More

MUI dan Baznas Hadirkan 11 Syaikh Palestina Dalam Safari Ramadhan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar penggalangan dana untuk membantu Palestina melalui Safari Ramadhan. Kegiatan ini akan melibatkan 11 Syekh asal Palestina yang digelar di sembilan provinsi di Indonesia. Kegiatan bertema “Membasuh Luka Palestina: Ramadan with Palestine” itu dipimpin Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim dan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH M Cholil Nafis, PhD. Menurut Prof Sudarnoto, penggalangan dana difokuskan pada 60 masjid di tiap provinsi. Sebelum berangkat ke provinsi masing-masing, syekh-syekh asal Palestina akan menghadiri seremoni penyambutan di Kantor MUI Pusat Jl Proklamasi, Jakarta, Selasa (12/3/2024). Adapun syekh Palestina yang hadir adalah: Diharapkan kegiatan ini dapat menggalang dana untuk membantu masyarakat Palestina yang sampai saat ini masih menderita akibat serangan Israel. (rid) Baca juga :

Read More

Pemkot Bogor Gratiskan Tagihan Rekening Air Masjid dan Musholla Selama Ramadhan

Bogor — 1miliarsantri.net : Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Jawa Barat, menggratiskan tagihan rekening air bagi masjid dan mushala yang ada di wilayahnya selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah. Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizky mengatakan program menggratiskan tagihan rekening air bagi masjid dan mushala di Kota Bogor ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Perumda Tirta Pakuan setiap Ramadhan “Seperti biasa kami akan memberikan gratis pemakaian air untuk masjid dan musala,” ungkap Rivelino kepada 1miliarsantri.net, Senin (11/3/2024). Dia menjelaskan, pemakaian air di masjid dan mushala ini tak akan dihitung selama bulan Ramadhan. Dalam artian, kata dia, tagihan rekening air di bulan berikutnya tidak akan masuk penagihan. “Yang jelas program ini untuk semua masjid dan mushala yang ada di wilayah Kota Bogor,” sambungnya. Selain itu, kata dia, Perumda Tirta Pakuan juga menggulirkan program pemasangan sambungan air baru secara gratis bagi masjid dan mushala. Rivelino menyebutkan, persyaratan program ini yang utama ialah berkas fotokopi KTP marbot atau penanggung jawab dari masjid dan mushala yang akan mengikuti program ini. Selain itu, Perumda Tirta Pakuan juga meminta fotokopi KTP juga rekening air tetangga masjid dan mushala. “Kalau sudah ada jaringan itu yang kami gratiskan, tapi kalau belum karena perlu investasi penambahan jaringan tentu ada biaya yang dikeluarkan,” pungkasnya. (den) Baca juga :

Read More

Daftar 15 Merek Kurma Produk Israel Yang Diboikot dan Ketahui Ciri-Cirinya

Gaza — 1miliarsantri.net : Bulan Ramadhan identik dengan kurma, di mana sebagian umat Islam menyantapnya untuk sahur dan berbuka puasa. Kurma memiliki cita rasa manis, legit namun kaya akan nutrisi. Buah kurma merupakan makanan pokok di sebagian besar masyarakat Timur Tengah dan umat Islam. Belakangan, kurma menjadi tren karena kandungan manfaat bagi kesehatan. Melansir Palestine Chronicle, Ahad (10/3/2024), industri kurma global bernilai di atas 13,4 miliar Dolar AS pada 2019. Angka ini diprediksi terus tumbuh sebesar 21 persen di tahun 2025. Di antara 5 industri kurma yang paling banyak diekspor adalah industri kurma Israel, yang mengekspor lebih dari 140.000 ton ke seluruh dunia. Friends of Al-Aqsa (FOA), menyebutkan 50 persen kurma Israel diekspor ke Eropa seperti Inggris, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia. Bahkan Inggris mengimpor lebih dari 3.000 ton kurma Israel, senilai sekitar 7,5 juta pound, pada tahun 2020 lalu. Ada dua waktu puncak orang Eropa mengonsumsi kurma, yaitu pada malam tahun baru dan Natal serta bulan Ramadhan. Industri kurma Israel berangkat dari eksploitasi, pencurian dan penyalahgunaan. Israel terus menerus mencaplok tanah Palestina di Tepi Barat untuk membangun permukiman ilegal. Daerah-daerah kantong yang dicaplok secara ilegal ini kebetulan merupakan tempat sebagian besar produksi kurma-kurma tersebut. Menurut Al-Monitor, 40 persen perusahaan kurma Israel beroperasi di pemukiman ilegal di Tepi Barat, seperti di Lembah Yordan. Seiring dengan masih berjalannya serangan zionis di Gaza, Palestina, masyarakat dunia terus menyerukan aksi boikot produk Israel, seperti kurma. Boycott, Divestment, Sanction (BDS) Australia membagikan sejumlah ciri-ciri kurma yang diproduksi Israel. BDS sendiri merupakan gerakan protes dunia tanpa melibatkan kekerasan. Mengutip American Muslim for Palestine, berikut daftar kurma Israel yang diboikot masyarakat dunia: (zul/AP) Baca juga :

Read More

Penjelasan Kemenag Kenapa Perlu Sidang Isbat Awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap tahun menjelang bulan Ramadhan, Kementerian Agama (Kemenag) rutin menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah. Hal ini sudah berlangsung sejak dekade 1950-an, sebagian sumber menyebut 1962. Hasil sidang isbat tersebut akam diumumkan langsung oleh Menteri Agama dan itu menjadi momen yang ditunggu seluruh masyarakat muslim di Indonesia. Dalam perkembangannya, MUI menerbitkan Keputusan Fatwa No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah. Fatwa itu salah satunya memutuskan penetapan awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode rukyah dan hisab oleh Pemerintah RI cq. Menteri Agama dan berlaku secara nasional. Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Ditjen Bimas Islam, Adib, sidang isbat penting dilakukan karena Indonesia bukan negara agama, bukan juga negara sekuler. Indonesia tidak bisa menyerahkan urusan agama sepenuhnya kepada orang per orang atau golongan. Sidang isbat penting dilakukan karena ada banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia yang juga memiliki metode dan standar masing-masing dalam penetapan awal bulan Hijriyah. Tidak jarang pandangan satu dengan lainnya berbeda, seiring dengan adanya perbedaan mazhab serta metode yang digunakan. Sidang isbat menjadi forum, wadah, sekaligus mekanisme pengambilan keputusan. “Sidang isbat dibutuhkan sebagai forum bersama mengambil keputusan. Ini diperlukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan acuan bagi umat Islam untuk mengawali puasa Ramadan dan berlebaran,” ungkap Adib di Jakarta, Sabtu (9/3/2024). Sidang isbat menjadi forum musyawarah para ulama, pakar astronomi, ahli ilmu falak dari berbagai ormas Islam, termasuk instansi terkait dalam menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Sidang ini dihadiri juga Duta Besar Negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan Badan Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perwakilan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), perwakilan Planetarium Jakarta, pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, dan pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren. “Hasil musyawarah dalam sidang isbat ditetapkan oleh Menteri Agama agar mendapatkan kekuatan hukum. Jadi bukan pemerintah yang menentukan jatuhnya awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Pemerintah hanya menetapkan hasil musyawarah para pihak yang terlibat dalam sidang isbat,” sebut Adib. Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah ukan hanya dilakukan Indonesia saja. Negara-negara Arab juga melakukan isbat setelah mendapatkan laporan rukyat dari lembaga resmi pemerintah atau perseorangan yang sudah terverifikasi dan dinyatakan sah oleh Majlis Hakim Tingginya. Bedanya, Indonesia menggunakan mekanisme musyawarah dengan seluruh peserta sidang isbat. “Inilah yang menjadi nilai lebih bahwa keputusan diambil bersama, nilai-nilai demokrasi sangat tampak dengan kehadiran seluruh ormas yang hadir pada saat sidang isbat,” tegas Adib. Adib menegaskan bahwa peran pemerintah dalam proses sidang isbat adalah fasilitator ormas Islam dan para pihak untuk bermusyawarah. Hasil sidang isbat kemudian diterbitkan dalam bentuk Keputusan Menteri Agama agar mempunyai kekuatan hukum yang dapat dipedomani masyarakat. “Sidang isbat mengingatkan kita semua akan pentingnya menyatukan langkah dalam menjalankan ibadah dan memperkuat hubungan bersama dengan Allah, dengan tetap mengedepankan toleransi dan sikap saling menghormati atas beragam keputusan yang ada,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Jasa Raharja Buka Mudik Gratis 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : PT Jasa Raharja (Persero) membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa biaya tambahan. Melalui akun resmi Instagram @pt_jasaraharja, perusahaan tersebut mengumumkan pembukaan pendaftaran program pada Selasa (5/3/2024). Pendaftaran untuk program mudik gratis ini telah dibuka sejak 4 Maret 2024 pukul 12.30 WIB melalui platform resmi mudik.jasaraharja.co.id. Masyarakat diberi opsi untuk memilih keberangkatan menggunakan kereta api atau bus, menjadikan perjalanan mudik semakin mudah dan nyaman. Rencananya, keberangkatan dengan kereta api akan tersedia pada 2-3 April 2024, sementara untuk bus akan dilaksanakan pada 5 April 2024. Berikut adalah syarat dan ketentuan yang perlu dipenuhi untuk mendaftar program mudik gratis ini: Cara Daftar Mudik Gratis Jasa Raharja: Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi situs resmi Jasa Raharja atau menghubungi nomor layanan pelanggan (021) 5220285/5220289 (Call) whatsapp 081323238700. (wink) Baca juga :

Read More

Kemenparekraf Dorong Hotel Siapkan Paket Diskon Selama Ramadhan dan Lebaran

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku perhotelan menyiapkan paket-paket diskon penginapan ataupun berbuka puasa selama Ramadhan. Hal ini untuk menyiasati datangnya low season sekaligus mempersiapkan diri menjelang libur hari raya Idul Fitri. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya mengatakan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah memperkirakan akan ada penurunan kedatangan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara selama Ramadhan pada 10 Maret hingga 9 April 2024. Kondisi ini berdampak pada menurunnya tingkat hunian (okupansi) kamar hotel berbintang, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. “Namun demikian, Ketua PHRI, Pak Haryadi Sukamdani memperkirakan okupansi hotel saat libur lebaran tahun 2024 akan tinggi. Perkiraan ini didasari oleh perbaikan kondisi perhotelan secara keseluruhan di Indonesia pada tahun 2024 yang semakin membaik,” terang Nia. Selain itu, perkiraan ini juga didasari data PHRI mengenai okupansi hotel jelang Lebaran 2023 di mana okupansi di sejumlah hotel di kota tujuan wisata favorit sudah lebih dari 70 persen. Oleh karena itu, Nia mendorong agar pelaku perhotelan menyediakan diskon kamar hingga 40 persen dan paket-paket diskon lainnya seperti paket berbuka bersama di hotel. Sehingga okupansi kamar hotel bisa tetap terisi meskipun tengah menghadapi low season. “Ketika low season, ada baiknya jika dapat menjual dengan diskon besar-besaran hingga 40 persen, itu jauh lebih baik menguntungkan jika okupansinya hanya 30 persen, karena masyarakat Indonesia yang beragama Islam dan berpuasa tidak melakukan kegiatan traveling saat puasa. Namun diprediksi ketika lebaran akan terjadi lonjakan besar-besaran,” imbuh Nia. Nia menambahkan, dengan menyediakan paket diskon ini diharapkan bisa mempersiapkan ketersediaan kamar hotel di masa libur Idulfitri. Mengingat berdasarkan prediksi Korps Lalu Lintas Polri, jumlah pemudik lebaran 2024 diperkirakan mencapai 200 juta orang atau naik 6 persen dibandingkan jumlah pemudik lebaran tahun 2023 sebanyak 187 juta orang. (Iin) Baca juga :

Read More

Cegah Kekerasan Santri, Perlu Dibentuk Satgas Perlindungan Santri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya Bintang Balqis Maulana (14), santri Pondok Pesantren Al-Hanifiyyah, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur memantik perhatian dari Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Timur. Pengurus RMINU Jawa Timur, Dhomirotul Firdaus atau Ning Firda mengatakan dalam menerapkan takzir (hukuman) terhadap santri diharapkan pihak pesantren menerapkan nilai-nilai ta’dib (mendidik), bukan takzir yang melukai fisik atau psikis santri. “Kita tahu sendiri masih banyak pesantren yang melakukan praktik-praktik takzir dengan cara memukul, menjewer, menendang dan mengintimidasi para santri yang melanggar aturan,” terang Ning Firda kepada 1miliarsantri.net, Rabu (6/3/2024). Ning Firda mengungkapkan pengurus secara bergilir telah melakukan pendampingan dan pelatihan untuk mencegah perundungan atau bullying di sejumlah pesantren. “Kami juga mengadakan pendampingan dan pelatihan untuk pencegahan bullying di lingkungan pesantren bekerja sama dengan Nawaning Nusantara, Fatayat NU setempat dan instansi lainnya,” tutur Ning Firda. Satgas Pesantren Ramah Santri Ketua RMINU Jawa Timur, KH Iffatul Lathoif, menegaskan atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri akan mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) pesantren ramah santri. “Ya, terus terang, kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami akan terus melakukan koordinasi yang mengaktifkan secara optimal Satgas Pesantren Ramah Santri,” tutur Gus Thoif. Dalam kasus kekerasan di Kediri, menjadi pelajaran penting bagi pengelola pondok pesantren untuk melakukan pengawasan yang ketat di antara para santri. “RMINU Jatim mengawal pendampingan korban, tersangka dan pesantren sampai suasana kembali kondusif,” tegas Gus Thoif dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Mojo Kediri. Gus Thoif mengimbau kepada seluruh masyarakat santri, terkhusus pondok pesantren di bawah naungan RMI, untuk melakukan doa bersama bagi Bintang Balqis Maulana (14) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengatakan telah merumuskan langkah kuratif dan preventif bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sekaligus, menggencarkan lagi sosialisasi tentang pesantren ramah anak. “Terus juga mengingatkan kepada pesantren untuk memiliki izin operasional, dan menyusun beberapa aturan tentang penanggulangan kekerasan di pesantren,” ungkap Waryono. Anggota KPAI, Aris Adi Leksono menegaskan, setiap anak yang ada di satuan pendidikan wajib dilindungi oleh pembina dan pihak terkait. Pihak Kemenag harus bisa menggali juga setiap anak yang berkonflik dengan hukum, lalu memproses secara cepat dan mengedepankan rasa keadilan dari keluarga korban. (har)

Read More

Lawan Cuaca Ekstri. saat Ramadhan Dengan Tiga Cara Ini

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan Ramadhan dalam hitungan hari lagi. Di momen ini setiap Muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi kala berpuasa, salah satunya cuaca panas. Profesor Psikologi dari Reed College Paul Currie mengatakan, cuaca yang semakin panas dapat mengganggu kenyamanan untuk menjalankan ibadah puasa. Cuaca panas menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi makanan berminyak seperti gorengan dan minuman manis dingin. Tantangan lain saat berpuasa yang disebut Paul Currie adalah perut kosong. Kondisi ini membuat kadar gula darah menurun sehingga memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang menyebabkan seseorang menjadi lebih emosional. Paul Currie melalui siaran pers nya memberikan tiga kiat mengatasi tantangan saat berpuasa. Berolahraga disebut Paul bisa menjaga stabilitas emosi sekaligus membuat tubuh lebih segar. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengelola hati yang panas adalah memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat atau berdzikir yang mana sesuai dengan anjuran para ulama. Langkah kedua untuk melawan cuaca panas adalah menggunakan pakaian berbahan katun yang lembut dan cepat menyerap keringat, serta hindari sinar matahari secara langsung. Jika diharuskan beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa pakai topi agar tidak terkena langsung paparan matahari. Agar terhindar dari panas dalam, sebaiknya perhatikan asupan makanan selama bulan puasa. Misalnya untuk sahur, konsumsi makanan yang tergolong karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal serta makanan dengan protein tinggi seperti telur maupun dada ayam. Kemudian sayur, buah-buahan dan mengonsumsi air putih sebanyak dua gelas agar gizi terpenuhi dan membuat tubuh kenyang lebih lama. “Sementara untuk menu berbuka dianjurkan membuka dengan minum segelas air putih dan kurma yang mengandung serat dan gula alami, sehingga dapat mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa, baru setelahnya dilanjutkan dengan makanan yang lebih berat,” tutup Paul Currie. (yus) Baca juga :

Read More

RMI-PWNU Jatim Lakukan Pendampingan Kasus Kekerasan Santri Kediri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kekerasan di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) menjadi keprihatinan di kalangan Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahidil Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Ketua RMI PWNU Jawa Timur, K.H. M. Iffatul Lathoif, menegaskan pihaknya menyatakan keprihatinannya atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri. Untuk itu, pihaknya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban. “RMI PWNU Jatim mengawal pendampingan korban, tersangka dan pesantren sampai suasana kembali kondusif. Dengan mengoptimalkan fungsi Satgas Pesantren Ramah Santri,” terang Gus Thoif kepada 1miliarsantri.net, Senin (4/3/2024). Gus Thoif, mengimbau kepada seluruh masyarakat santri, terkhusus pondok pesantren di bawah naungan RMI, untuk melakukan doa bersama bagi Bintang Balqis Maulana (14 tahun) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024. Pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan tertua dan khas di Nusantara dalam mengembangkan dakwah Islam ala Ahlussunnah Waljamaah. Sebagian besar menjadi bagian dari organisasi Islam moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Pendiri NU, Hadratusy Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, adalah pendiri pesantren tua pada akhir abad ke-19. Demikian pula guru para ulama dan kiai pesantren di Nusantara, yakni Syaikhona Muhammad Kholil Al-Bankalany, mempunyai sajarah panjang dalam penerapan pola pendidikan Islam di pesantren. Dari pesantren lahir para tokoh bangsa dan menjadi pendiri negara. Seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH As’ad Syamsul Arifin, KH Masjkur, dll. Mereka kemudian mendapat anugera Pahlawan Nasional. Dalam kasus kekerasan di Kediri, menjadi pelajaran penting bagi pengelola pondok pesantren untuk melakukan pengawasan yang ketat di antara para santri. “Ya, terus terang, kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami akan terus melakukan koordinasi yang mengaktifkan secara optimal Satgas Pesantren Ramah Santri,” tutur Gus Thoif, dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Mojo Kediri. Sebelumnya, seorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14 tahun) meninggal diduga akibat penganiayaan di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanifiyyah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Si korban, merupakan adik kelas para pelaku. Korban berasal dari Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Terkait hal itu, pihak pondok pesantren bersama Ketua PCNU Banyuwangi, KH Ali Makki Zaini, didampingi Rais Syuriyah MWCNU Glenmore, KH. Moh. Noer Khotib Thalib memyatakan belasungkawa. Para tokoh itu telah melakukan silaturahmi dan menyatakan prihatin atas kasus yang menimpa almarhum Bintang Balqis Maulana kepada keluarga korban. PCNU Banyuwangi pun melakukan koordinasi dengan lembaga dan badan otonom NU setempat untuk melakukan kepedulian sosial bagi keluarga korban. (har) Baca juga :

Read More