Perbedaan Hari Raya Idul Adha Indonesia dan Saudi

Madinah — 1miliarsantri.net : Hari Raya Idul Adha 1445 H tinggal menghitung hari. Berbeda dengan Indonesia, hari Raya Idul Adha di Arab Saudi jatuh pada tanggal 16 Juni 2024. Pemerintah RI melalui Kementarian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H pada Sabtu 8 Juni 2024. Maka, dengan ditetapkannya awal Dzulhijjah 1445 H itu, Hari Raya Idul Adha 1445 H di Tanah Air terjadi pada Senin 17 Juni 2024. Dengan demikian, Da’iratul Ahillah Makamah Tinggi Arab Saudi menyatakan, wukuf jamaah haji jatuh pada 9 Zulhijjah 1445 di Arafah atau bertepatan dengan hari Sabtu 15 Juni 2024. Sementara, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H di Arab Saudi bertepatan dengan hari Ahad, 16 Juni 2024. Wukuf di Arafah hari Sabtu 9 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 15 Juni ‘Haziran’. Idul Adha yang terberkati jatuh pada Ahad setelahnya,” kata keputusan Badan Hilal Mahkamah Tinggi KSA terkait awal Dzulhijjah 1445 H. Dengan demikian, perayaan Hari Raya Idul Adha antara Arab Saudi dengan Indonesia berbeda 1 hari. Sebab, Idul Adha di Indonesia jatuh pada Senin 17 Juni 2024. Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS, serta adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Zulhijjah tahun 1445 H jatuh pada hari Sabtu, 8 Juni 2024. “Dan hari raya Idul Adha jatuh pada Senin 17 Juni 2024,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Kamis (13/6/2024). Dia berharap, dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idul Adha bersama-sama. Hanya saja,, perlu diketahui oleh seluruh masyarakat, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha, maka diharapkan semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada. Wamenag menjelaskan, bahwa keputusan penetapan 1 Zulhijjah 1445 H didasarkan dari data posisi hilal di seluruh Indonesia. Yaitu, ketinggian hilal berkisar antara 7° 15,82′ hingga 10° 41,09′ dan sudut elongasinya 11° 34,83′ hingga 13° 14,47’. (wink) Baca juga :

Read More

Pemerintah Saudi Tetapkan Wukuf dan Idul Adha

Mekah — 1miliarsantri.net : Badan Hisab (Da’iratul Ahillah) dan Rukyat Mahkamah Tinggi Kerajaan Arab Saudi (KSA) menyatakan, puncak haji yakni wukuf di Arofaj, jatuh pada 9 Dzulhijjah 1445 H atau bertepatan dengan hari Sabtu, 15 Juni 2024. Sementara Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Ahad, 16 Juni 2024. Penetapan puncak haji 9 Dzulhijjah 1445 H dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H didasarkan pada kalender Ummul Qura, penanggalan resmi KSA untuk menentukan pergantian bulan qamariyah/hijriyah. Penetapan puncak haji 9 Dzulhijjah 1445 H dan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1445 H tidak dapat dilepaskan dari penetapan awal bulan Dzulhijjah 1445 H Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA itu sendiri. Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Jumat, 7 Juni 2024. Penetapan 1 Dzulhijjah 1445 H didasarkan pada kalender Ummul Qura. Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA mengumumkan awal bulan Dzulhijjah 1445 H setelah melakukan sidang itsbat pada Kamis 29 Dzulqa’dah 1445 H (6/6/2024) sore waktu Arab Saudi (WAS). “Hari Jumat, 1 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 7 Juni ‘Haziran’ 2024 M, yaitu awal bulan Dzulhijjah. Wukuf di Arafah hari Sabtu, 9 Dzulhijjah 1445 H sesuai kalender Ummul Qura yang bertepatan dengan 15 Juni ‘Haziran’. Idul Adha yang diberkati jatuh pada Ahad setelahnya,” tulis putusan Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA terkait awal Dzulhijjah 1445 H. Mahkamah Tinggi KSA menetapkan awal Dzulhijjah berdasarkan aktivitas rukyatul hilal dan ketetapan badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA terkait awal bulan Dzulqa’dah 1445 H yang jatuh bertepatan dengan Kamis, 9 Mei 2024 sesuai dengan hasil aktivitas rukyatul hilal ketika itu. Berdasarkan kesaksian orang yang dapat dipercaya atas hilal Dzulhijjah 1445 H, Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA menyatakan bahwa 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan hari Jumat, 7 Juni 2024. Berdasarkan kesaksian rukyatul hilal itu juga, Badan Hisab dan Rukyat Mahkamah Tinggi KSA menyatakan wukuf jamaah haji pada 9 Dzulhijjah 1445 di Arafah jatuh bertepatan dengan hari Sabtu, 15 Juni 2024. Sedangkan Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1445 H jatuh bertepatan dengan Ahad, 16 Juni 2024. Mahkamah Tinggi KSA mengakhiri maklumatnya dengan mendoakan otoritas Tanah Haram yang telah melayani para tamu Allah, dan mendoakan segenap umat Islam agar tetap di jalan yang diridhai-Nya. Mahkamah Tinggi KSA berdoa semoga Allah menerima amal saleh umat Islam dan mengampuni dosa mereka, memelihara keselamatan para jamaah haji, memudahkan pelaksanaan manasik haji, dan menerima ibadah haji jamaah. Sesungguhnya Dia maha dekat dan pengabul doa. Shalawat dan salam atas Nabi Muhammad saw, keluarga, dan sahabatnya. (drus) Baca juga :

Read More

Jelang Puncak Haji, Jamaah Sudah Wajib Berihram dan Niat Haji

Mekah — 1miliarsantri.net : Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberangkatkan jamaah haji ke Arafah untuk memulai rangkaian puncak haji pada 14 Juni 2024 atau 8 Zulhijjah 1445 H, dimulai pukul 07.00 WAS. Sebelum berangkat ke Arafah setiap jamaah harus memastikan dirinya sudah berihram dan niat haji di hotel masing-masing. Merujuk Tuntunan Manasik Haji bagi Lansia yang diterbitkan Kementerian Agama, Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, pelaksanaan niat ihram haji setelah jemaah bersuci, disunahkan membersihkan badan dengan mandi dan berwudhu, memotong kuku, memakai wangi-wangian. “Lalu berpakaian ihram, dilanjutkan dengan melaksanakan salat sunat ihram dan berniat haji. Khusus bagi jamaah haji lansia, yang lemah atau sakit maka dianjurkan untuk melakukan niat ihram haji disertai Isytirat (ihram bersyarat) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi halangan yang menyulitkan terlaksananya ibadah haji,” terang Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Selasa (11/6/2024). Setelah mengucapkan niat ihram haji, Widi melanjutkan, jemaah dianjurkan berdzikir, dengan membaca talbiyah selama perjalanan dari Makkah ke Arafah, serta bershalawat. Untuk pakaian ihram lansia, kata Widi, khususnya bagi jamaah laki laki perlu melatih diri dengan bimbingan pembimbing ibadah kloter bagaimana memakai pakaian ihram yang nyaman dan sah menurut fikih, seperti menggunakan ikat pinggang atau sabuk di atas pusar, lalu digulung kain ihram hingga sabuk tidak terlihat dan menggunakan kain ihram yang nyaman serta tidak mengekang gerakan kaki dan tangan. Dijelaskan Widi, mengingat jamaah haji lansia mudah melupakan hal-hal yang diharamkan saat memakai baju ihram, seperti mengganti baju ihram dengan baju biasa. Dalam konteks ini, ujar dia, jika lansia lupa sedang berihram atau tidak mengetahui hal-hal yang diharamkan saat berihram, maka tidak wajib membayar fidyah. “Ini pendapat mazhab Syafi’i dan Hambali,” ucapnya. Widi menambahkan, untuk pemantapan manasik haji, selain mendalami secara mandiri melalui buku-buku dan referensi yang dapat diunduh di aplikasi superapps Pusaka Kementerian Agama, jemaah dapat bertanya dan konsultasi manasik haji kepada pembimbing ibadah yang mendampingi di hotel atau sektor. Ia mengatakan, menjelang puncak haji mendatang, tepatnya pada tanggal 5 Zulhijah atau 11 Juni 2024, bus shalawat sementara akan berhenti beroperasi. Karenanya, mulai tanggal 5 sampai 8 Zulhijah atau saat jamaah mulai diberangkatkan ke Arafah, seluruh aktivitas ibadah jemaah dilakukan di hotel. “Jamaah dapat beristirahat penuh dan mempersiapkan diri menjalani rangkaian puncak haji,” sambungnya. Selain itu, ujar Widi menambahkan, jamaah yang mengikuti program Murur, yaitu mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah setelah menjalani wukuf di Arafah tidak perlu khawatir bagaimana memperoleh batu kerikil untuk lontar jumrah. “PPIH akan membekali jamaah batu kerikil sejak jemaah ada di Arafah. Pihak Mashariq menyiapkan kantong berisi kerikil sejumlah 70 buah. Jumlah tersebut cukup untuk keperluan lontar Jumrah Aqobah hingga selesai Nafar Tsani,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More

Ijazah Kyai Gontor Kepada Santrinya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Suatu ketika seorang santri berstatus guru cukup senior sowan ke Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal mohon ijin sekaligus minta doa melanjutkan kuliah S2 ke Pakistan. Kiai Hasan langsung merestui sembari berkata, pergilah ke Pakistan dengan membawa sepatu bolamu. Santri terkejut mendengar pesan Kiai Hasan. “Tapi Ustadz, saya pergi ke Pakistan untuk menuntut ilmu,” kata santri. Kiai Hasan kembali menjawab “Wes to, gowoen sepatu bolamu (sudahlah bawa sepatu bolamu),” kata Kiai Hasan. Datang lagi santri kedua di waktu berbeda sowan ke Kiai Hasan untuk ijin pulang melanjutkan kuliah ke IAIN Bandung setelah menyelesaikan masa pengabdian di Gontor. Santri ini pun mendapat pesan yang sama dari Sang Kiai. “Lanjutkan main bola di Jawa Barat,” kata Kiai Hasan. Selang beberapa tahun dua orang santri ini kembali ke Gontor setelah menyelesaikan pendidikan. Santri pertama sukses raih gelar S2 di Pakistan dan bercerita sering diajak orang keliling Pakistan karena kehebatannya main bola. Sementara santri kedua mengaku mendapat banyak kemudahan selama di Bandung karena keahliannya main bola. “Dengan sepakbola, sekat-sekat yang sulit ditembus akan terbuka dengan mudah. Santri yang punya keahlian sepakbola harus tetap main bola. Begitu cara Gontor mendidik,” kata Kiai Hasan. Kisah ini terungkap ketia Kiai Hasan menyampaikan sambutan dalam acara opening DGS Annual Match yang dihadiri Foruma Olahragawan Darussalam (FORDA) di lapangan utama PMDG, Jumat (7/6/2024). Dalam tradisi pesantren hubungan antara Kiai dan Santri akan selalu melekat hingga akhir hayat. Tradisi sowan, silaturahmi sering dilakukan untuk meminta doa dan restu dari Kiai. Ada sebuah istilah di kalangan pesantren, meminta Ijazah kepada Kiai. Ijazah Kiai adalah satu bentuk perizinan dari para Kiai kepada para santri untuk mengamalkan satu amalan yang bermanfaat yang berkenaan dengan masalah-masalah duniawi atau masalah-masalah ukhrowiyah. Biasanya Ijazah ini dalam bentuk wirid, dzikir atau puasa dalam waktu tertentu yang harus dilakukan penerima ijazah. Bisa jadi perintah bawa sepatu bola dan main bola dalam kisah di atas adalah ijazah Kiai Hasan kepada santrinya. Ijazah nya sebuah amalan agar main bola. Dalam tradisi Gontor meminta doa Kiai sering dilakukan alumninya, Kiai biasanya membalas doakan kami juga. Inilah tradisi Gontor, saling mendoakan yang dilakukan dua arah bukan hanya dari Kiai ke santri tapi juga dari santri ke Kiai, karena kita semua menyadari hamba yang saling mendoakan akan cepat dikabulkan hajatnya oleh Allah SWT. (yan) Baca juga :

Read More

Din Syamsudin : Pemberian Konsensi Tambang, Jebakan Pemerintah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, menyuarakan keberatannya terhadap rencana pemberian konsesi izin tambang untuk ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dalam pernyataannya, Din menyebut tawaran tersebut sebagai jebakan. “Sistem Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kontrak karya adalah sistem kolonial Belanda yang dilanggengkan melalui UU Pertambangan terbaru, dan berpotensi disalahgunakan untuk korupsi,” tegas Din yang dikutip Senin (10/6/2024). Din berpendapat bahwa sistem IUP tidak sesuai dengan konstitusi, dan pemberian konsesi tambang kepada NU dan Muhammadiyah tidak seimbang dengan jasa kedua ormas tersebut kepada bangsa dan negara. Sebagai warga Muhammadiyah, Din mengusulkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menolak tawaran pemberian konsesi tambang dari Pemerintah. Menurutnya, langkah ini perlu diambil untuk menghindari kemungkinan pelanggaran hukum dan penyalahgunaan wewenang. Polemik ini muncul dalam konteks rencana Pemerintah untuk memberikan konsesi tambang kepada NU dan Muhammadiyah sebagai bentuk apresiasi terhadap peran kedua ormas tersebut dalam pembangunan nasional. Namun, kebijakan ini menuai kontroversi dan mendapat kritik dari berbagai kalangan, termasuk Din Syamsuddin. Sebelumnya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan, bahwa pengelolaan tambang untuk ormas keagamaan merupakan wewenang pemerintah. “Kemungkinan Ormas Keagamaan mengelola tambang tidak otomatis karena harus memenuhi persyaratan,” jelas Mu’ti pada Ahad (2/6/2024) lalu. Mu’ti juga menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada pembicaraan Pemerintah dengan Muhammadiyah terkait dengan kemungkinan pengelolaan tambang. Mu’ti juga menekankan bahwa Muhammadiyah tidak akan tergesa-gesa dan mengukur kemampuan diri agar pengelolaan tambang tidak menimbulkan masalah bagi organisasi, masyarakat, bangsa, dan juga negara. “Kalau ada penawaran resmi Pemerintah kepada Muhammadiyah akan dibahas dengan seksama,” pungkas Mu’ti. (wink) Baca juga :

Read More

Seribu Petugas Siap Layani Puncak Ibadah Haji

Mekah — 1miliarsantri.net : Jumlah jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun 2024 ini berjumlah 141 ribu jamaah. Sebanyak 75 persen jamaah kini sudsh tiba di Makkah dan menunggu untuk mengikuti rangkaian ibadah pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Armuzna, Harun Arrasyid mengatakan, untuk memaksimalkan pelayanan jamaah pada puncak haji, pihaknya akan mengerahkan seribu lebih petugas haji ke Armuzna. “Lebih dari seribu petugas akan ditempatkan di Armuzna untuk melayani jamaah. Petugas harus sigap, mulai sekarang sudah dipupuk kesiapan mentalnya,” ujar Harun saat diwawancara di Kantor Daker Makkah, Sabtu (8/6/2024). Menurutnya, seribu lebih petugas ini nantinya kan ditempatkan di lokasi-lokasi yang akan dipadati jamaah haji ketika Wukuf di Arafah, mabit di Muzadalifah dan Mina. Kasie Perlindungan Jamaah (Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ini menuturkan, skenario saat puncak haji nanti menekankan pelayanan dan perlindungan maksimal untuk jamaah haji. Petugas di antaranya akan ditempatkan di Pos Mina, pos rute, jalur jamarat dan tenda-tenda maah. Sebagian petugas juga akan menempati pos Mobile Crisis Rescue (MCR) yang harus sigap menangani jamaah yang kelelahan atau ada yang sakit saat puncak musim haji itu. Dia pun mengungkapkan tantangan pelayanan di Armuzna tahun ini. Menurut dia, tantangannya di antaranya adalah jarak antara tenda dengan jamarat yang cukup jauh, yang mana dapat memunculkan potensi jamaah kelelahan. Namun, Harun berharap agar semua skenario yang disiapkannya bisa berjalan baik. Puncak Haji akan dimulai sejak 9 Dzulhijjah yang diperkirakan jatuh pada 15 Juni mendatang. Kepala Daerah Kerja (Kadaker Makkah), Khalilulrahman mengatakan, saat ini persiapan layanan di Armuzna sudah maksimal. Pihaknya secara juga telah menyiapkan segala sesuatu agar layanan saat puncak haji bisa maksimal. “Seiring waktu yang semakin dekat dengan puncak haji di arafah, maka kami dari daker Makkah sudah mempersiapkan beberapa persiapan untuk pelayanan jamaah haji selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” jelas Khalil. Dia menambahkan, jumlah sumber daya manusia yang akan jadi pelayan jamaah haji berasal tim kesehatan, pembimbing ibadah hingga layanan safari wukuf untuk lansia. Meski petugas sudah maksimal dipersiapkan, ia meminta agar jamaah tetap harus jaga diri. “Kami mohon lagi kepada jamaah haji agar memperbanyak ibadah di pemondokan masing-masing dan mengurangi aktivitas-aktivias amaliyah yang tidak penting yang tidak berkaitan dengan ibadah,” pungkas Pengurus MUI DKI Jakarta ini. (drus) Baca juga :

Read More

Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun, Begini Tanggapan BSI

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah secara resmi mengumumkan penarikan dana persyarikatan yang disimpan di BSI. Dana sebesar Rp13 triliun itu akan dialihkan. Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Wisnu Sunandar menekankan bahwa BSI berkomitmen untuk selalu melayani dan mengembangkan ekonomi umat. “BSI senantiasa berkomitmen memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil, seimbang, dan bermanfaat (maslahat) sesuai syariat Islam,” kata Wisnu Sunandar dalam keterangan tertulis yabg diterima 1miliarsantri.bet, Junat (7/6/2024). Wisnu menegaskan BSI akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. “Terkait pengalihan dana oleh PP Muhammadiyah, BSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam upaya mengembangkan berbagai sektor ekonomi umat. Terlebih bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung ekonomi bangsa,” tambahnya. Wisnu mengatakan, BSI terus berkomitmen menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat, baik institusi maupun perorangan. “BSI berupaya menjadi bank yang modern serta inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip syariah,” terang Wisnu. Selain menggandeng PP Muhammadiyah, BSI sebelumnya juga menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) dalam penyaluran pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi KPR Sejahtera FLPP kepada pegawai di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Diketahui, PP Muhammadiyah memutuskan untuk mengalihkan dana dan menginstruksikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk ikut memindahkan dananya dari BSI. (wink) Baca juga :

Read More

Masjid Aisyah Jadi Tempat Favorite Pengambilan Miqot

Mekah — 1miliarsantri.net : Miqot adalah batas tempat bagi jamaah untuk memulai ibadah haji atau umrah. Jika ingin melakukan umrah lagi, jamaah haji yang tinggal di Mekah harus menuju titik miqat yang berada di luar Tanah Haram. Ada tiga titik tempat yang kerap dituju jamaah haji Indonesia ketika akan miqat di daerah yang berada di luar Tanah Haram, yaitu Masjid Aisyah di Tan’im, Masjid Ji’ranah, dan Masjid Hudaibiyah. Lokasi Miqat pertama yakni Masjid Aisyah yang berada di daerah Tan’im. Jarak antara masjid ini dengan Masjidil Haram sekitar tujuh kilometer. Jika berangkat dari wilayah Syisyah, hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke masjid ini. Masjid ini selalu ramai dipenuhi jamaah calon haji yang akan melaksanakan ibadah umrah sunnah, termasuk jamaah asal Indonesia. Masjid Tan’im mempunyai dua menara setinggi 50 meter, area yang ditumbuhi rerumputan dan taman. Di sekitar taman, tampak bangunan setinggi tiga meter lebih yang menjadi pembatas antara tanah Haram dan tempat miqat Tan’im. Di bagian atasnya terdapat tulisan “Haram Ends Here”. Jamaah laki-laki yang mengambil miqat di Masjid Aisyah ini rata-rata sudah memakai pakaian ihram. Setelah salat dan niat ihram, mereka baru kemudian menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah. Menurut pembimbing ibadah Daker Mekkah KH Miftah Faqih, masjid ini menjadi tempat istri Nabi Muhammad Saw Sayyidah Aisyah melakukan miqat pada 632 Masehi. Karena itu, masjid ini dinamakan Masjid Aisyah Ummul Mukminin. Sejarah mencatat, saat itu Rasulullah SAW bersama Aisyah dan sahabatnya akan melaksanakan Haji Wada’ dari Madinah. Rombongan haji yang dipimpin Rasulullah itu pun mengambil Miqat di daerah Bir Ali, kecuali Aisyah. Karena, Aisyah pada waktu itu masih dalam kondisi haid. “Namun Sayyidah Aisyah tidak ikut (Miqat), langsung ikut saja ke Makkah menjalani semua prosesi-prosesi kecuali tawaf,” ujar Kiai Miftah kepada 1miliarsantri.net, Kamis (6/6/2024). Begitu sampai di Makkah, Sayyidah Aisyah kemudian melapor kepada Rasulullah bahwa dirinya telah suci. Lalu, Rasulullah menyuruh Aisyah untuk mengambil Miqat yang terdekat dari pintu masuk Ka’bah. Dengan ditemani saudaranya yang bernama Abdurrahman bin Abu Bakar, Aisyah pun pergi ke daerah Tan’im untuk niat ihram. “Maka Tan’im di sini akhirnya menjadi miqat yang diambil oleh Aisyah pada tahun 9 Hijriah. Rasulullah sendiri tidak pernah miqat di Tan’im. “Yang miqat di sini adalah Aisyah,” ucap Kiai Miftah. Maka, lanjut dia, dalam sejarahnya daerah Tan’im ini dulunya sering disebut sebagai miqat umrah perempuan. Sementara, Masjid Ji’ronah yang berada di sebelah timur laut Kota Makkah, menjadi tempat miqat laki-laki. Jadi umroh sughro itu miqatnya di Tan’im, ada mikot qubro itu adanya di Ji’ronah,” jelas Ketua PBNU asal Gresik ini. Dengan padatnya jamaah di musim haji ini dan ketatnya peraturan pemerintah Arab Saudi untuk masuk Makkah, Kiai Miftah mengimbau jamaah Indonesia untuk mengambil miqat di Masjid Aisyah saja. “Kenapa? Karema aksesnya lebih gampang dan tentunya lebih murah. Dan jarak dari Masjidil Haram itu hanya 7,5 kilometer,” ujar Kiai Miftah. Meskipun Rasulullah tidak pernah mengambil miqat di Tan’im, tambah dia, tapi beliaulah yang mengintruksikan kepada Aisyah untuk mengambil miqat di daerah ini. “Dan ini sudah bisa menjadi landasan hukum sah dan tidaknya. Jadi ambil miqat di sini untuk umrah itu sah, tidak usah diragukan lagi,” pungkasnya. (drus) Baca juga :

Read More

Buya Hamka dan KH Idham Chalid Saling Menghormati Tata Cara Ibadah yang Berbeda

Jakarta — 1miliarsantri.net : Suatu ketika di masa lalu, perjalanan haji masih menggunakan kapal laut. Pada waktu itu, terjadilah kisah yang sangat bisa diteladani oleh umat Islam dalam menjaga kerukunan dan persatuan. Di atas kapal laut tersebut, ada dua ulama terkemuka yakni pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) KH Idham Cholid dan pemimpin Muhammadiyah Buya Hamka. Keduanya, dikisahkan melaksanakan sholat Subuh berjamaah dalam satu ruangan dalam perjalanan ke Tanah Suci. Pada waktu itu, yang menjadi imam adalah KH Idham Cholid. Namun, para jamaah Nadhlatul Ulama heran saat KH Idham Cholid yang biasa membaca doa qunut saat sholat Subuh, tapi kali itu tidak membaca doa qunut. Ternyata, hal itu dilakukan KH Idham Cholid karena Buya Hamka sebagai pengikut Muhammadiyah menjadi makmumnya. Sebagaimana diketahui, Buya Hamka tidak membaca doa qunut saat sholat Subuh. Hal yang menakjubkan, saat Buya Hamka giliran menjadi imam sholat Subuh, juga membaca doa qunut. Gliran para pengikut Muhammadiyah yang merasa heran. Hal itu dilakukan Buya Hamka karena KH Idham Cholid dan sebagian pengikut NU menjadi makmumnya. Demikian praktik keagamaan yang dilakukan kedua ulama besar dari Indonesia, keduanya menunjukan akhlak Alquran, akhlak yang penuh dengan ilmu dan kebijaksanaan. KH Idham Cholid dan Buya Hamka saling menghormati perbedaan. KH Idham Cholid dan Buya Hamka tidak merasa paling benar sendiri, tidak menyalahkan yang lain, apalagi membid’ahkan dan mengkafirkan Muslim lain yang dianggap berbeda. Keduanya orang berilmu yang bisa melihat perbedaan dengan ilmu dan kebijaksanaan. Sebagaimana disampaikan Ustaz Adi Hidayat (UAH) soal hukum musik. UAH menyampaikan tentang hukum musik dałam Islam, menyampaikan terlebih dahulu bagaimana sikapnya secara pribadi terhadap musik. Kemudian UAH menambahkan, terkait hukum musik, mesti jujur disampaikan bagaimana pandangan ulama tentang hukum itu. Walaupun punya sikap berbeda terhadap pandangan ulama tersebut, hukum harus tetap disampaikan. UAH menjelaskan bahwa hukum mengenai musik menurut pandangan ulama ada tiga aspek. Ada yang mengharamkan musik secara mutlak, ada yang menghalalkan musik secara mutlak, dan ada yang menghalalkan musik dengan catatan. UAH menjelaskan ada pendapat ulama yang menghalalkan musik dengan catatan, dan ada yang mengharamkan. Dalam hal ini, UAH tidak membid’ahkan dan mengkafirkan ulama yang menghalalkan musik dengan catatan. Sebelumnya, Ustaz Derry Sulaiman juga memberikan tanggapan kepada pendakwah atau penceramah yang kerap membid’ahkan dan mengkafirkan Muslim lain yang memiliki amalan berbeda. Menurutnya dakwah seharusnya membuat orang kafir menjadi Muslim, bukan mengkafirkan Muslim. Ustaz Derry mengatakan, dakwah ini adalah kerjanya Nabi-Nabi, kerja baginda Rasulullah SAW. Mestinya dengan dakwah itu, orang bermusuhan menjadi berdamai, dan orang-orang yang berperang menjadi saudara. Bukan membuat orang yang bersaudara jadi perang atau membuat orang damai jadi bermusuhan. “Jadi hari ini ada orang yang berdakwah dengan cara yang tidak hikmah, tugas mereka mestinya mengislamkan orang kafir tapi justru sebaliknya mengkafirkan orang Islam,” terang Ustaz Derry kepada 1miliarsantri.net, Rabu (5/6/2024). Ustaz Derry mengatakan, jadi ada oknum-oknum penceramah yang membid’ahkan dan mengkafirkan umat Islam lain. Tapi umat Islam sekarang sudah mulai cerdas, umat Islam sudah tahu di mana dakwah yang menyejukkan dan dakwah yang menenangkan. Ustaz Derry, mesti dakwah itu membuat iman seseorang naik, bukan darah seseorang naik. Jadi pesan-pesannya, dakwah itu mestinya mengajak, bicarakan obat, bukan bicarakan penyakit. “Dakwah itu, mestinya menyalakan cahaya, bukan mencacimaki kegelapan,” pungkas Ustaz Derry. (yan) Baca juga :

Read More

Barang yang Dilarang Masuk di Masjidil Haram

Makkah — 1miliarsantri.net : Masjidil Haram adalah masjid suci yang berada di Kota Mekkah, Arab Saudi. Selain sebagai arah kiblat, Masjidil Haram merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Di awal tahun, Otoritas Masjidil Haram mengeluarkan kebijakan baru untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah. Aturan tersebut membatasi barang-barang yang boleh dibawa masuk ke Masjidil Haram. Pengawas Departemen Gerbang Masjidil Haram, Saif Al Salami, mengumumkan sejumlah benda yang tidak boleh atau dilarang masuk ke dalam masjid suci. Berikut daftar barang yang dilarang masuk ke Masjidil Haram, yaitu: Otoritas Masjidil Haram tidak membolehkan jamaah atau pengunjung mengonsumi makanan dan minuman, kecuali kopi, kurma, dan air. Jamaah atau pengunjung dilarang membawa makanan lengkap atau camilan ke dalam masjid. Aturan ini diterapkan untuk membantu menjaga kebersihan dan memastikan jamaah nyaman dan fokus dalam beribadah. Segala sesuatu yang tajam dilarang keras. Gunting, pisau, dan alat pemotong lainnya tidak diperbolehkan. Selain antisipasi keselamatan jamaah, ada juga aspek spiritual yang dipertimbangkan. Otoritas terkait juga melarang jamaah atau pengunjung membawa cairan yang mudah terbakar seperti parfum atau kaleng aerosol. Kebijakan ini sebagai upaya menekan risiko kebakaran di tempat suci Masjidil Haram. Jamaah disarankan untuk tidak membawa masuk tas dan koper berukuran besar ke dalam Masjidil Haram. Selain ruang yang terbatas, membawa barang berukuran besar dapat menjadi hambatan dan menyulitkan jamaah lain untuk bergerak. Pastikan Anda membawa barang-barang penting saja saat masuk ke Masjidil Haram. Namun bila Anda berniat bermalam atau membawa barang berharga, disediakan fasilitas penyimpanan di sekitar lokasi. Pastikan jamaah untuk tidak membawa masuk stroller atau kereta bayi ke dalam Masjidil Haram. Banyaknya jamaah atau peziarah di dalam masjid dapat menyulitkan Anda saat membawa kereta dorong. Pertimbangkan untuk menggunakan gendongan bayi demi kenyamanan dan menjaga anak tetap dekat. Pastikan sebelum berangkat ke Masjidil Haram, jamaah memeriksa kembali barang-barang yang perlu dibawa atau cukup disimpah di hotel saja. Manfaatkan momen ke Masjidil Haram untuk fokus pada hal yang benar-benar penting yaitu perjalanan spiritual Anda. Dengan sadar dan bersiap, Anda akan membantu menjaga suasana damai yang menjadikan situs suci ini begitu istimewa. (drus) Baca juga :

Read More