Krisis Palestina, Kunci Perdamaian Timur Tengah yang Terabaikan

Gaza — 1miliarsantri.net : Otoritas Palestina (PA) menyatakan pada hari Minggu bahwa penyelesaian masalah Palestina adalah kunci untuk menjamin masa depan yang aman dan stabil di Timur Tengah. Juru bicara PA, Nabil Abu Rudeineh, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Selama Yerusalem tetap diduduki, dengan situs-situs suci, sejarah, dan warisannya terancam, perang yang kita saksikan saat ini akan terus berlanjut seperti yang telah terjadi selama satu abad terakhir.” Abu Rudeineh menegaskan, “Satu-satunya alternatif yang layak adalah pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.” Ketegangan regional telah meningkat akibat serangan brutal Israel terhadap Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 41.600 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Konflik ini meluas ke Lebanon dengan Israel melancarkan serangan mematikan di seluruh negeri, yang telah menewaskan lebih dari 800 orang dan melukai lebih dari 2.500 orang lainnya sejak 23 September. Beberapa komandan Hizbullah tewas dalam serangan Israel, termasuk pemimpinnya Hassan Nasrallah. “Genosida Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina… serta penghancuran kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi Palestina, tidak akan membawa keamanan atau stabilitas tetapi justru akan menyebabkan lebih banyak kekerasan dan kekacauan di seluruh wilayah dan sekitarnya,” tegas Abu Rudeineh. Ia membebankan tanggung jawab atas kekacauan regional saat ini kepada administrasi AS yang berturut-turut. “Tindakan semacam itu telah mendorong lebih banyak kejahatan terhadap rakyat Palestina dan rakyat Suriah serta Lebanon, bersama dengan ancaman terus-menerus terhadap daerah-daerah lain,” katanya. Pada 18 September 2024, Majelis Umum PBB menyetujui resolusi yang menyerukan Israel untuk menarik diri dari wilayah Palestina yang diduduki dalam waktu 12 bulan. (zul) Baca juga :

Read More

Warga Satu Desa di Jombang Berangkat Umrah Bareng

Jombang — 1miliarsantri.net : Sebanyak 35 warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang berangkat umrah bareng. Mereka berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (29/9/2024). Tangis haru pun mewarnai keberangkatan para tamu Allah tersebut. Warga satu desa ini kompak mewujudkan impiannya ke Rumah Allah setelah mereka menabung selama 5 tahun. Keberangkatan umrah ini bukanlah hal biasa, sebab mayoritas dari mereka bukanlah berasal dari kalangan berduit. Para jamaah yang umrah ini kebanyakan dari keluarga sederhana yang dengan tekad kuat dan niat berhasil mengumpulkan biaya sedikit demi sedikit. Proses pengumpulan dana ini dikoordinir oleh pengurus organisasi masyarakat (ormas) di desa tersebut. Menurut Nur Mahmudi, salah seorang jamaah umrah, dirinya dan warga lain setiap hari menyisihkan uang mulai Rp10 ribu, Rp50 ribu, hingga Rp100 ribu. “Setiap minggu, uang yang terkumpul dari masing-masing dusun akan disetorkan kepada bendahara desa untuk disimpan di bank,” tutur Nur Mahmudi. Setelah lima tahun menabung, warga yang telah mencapai target dana akhirnya bisa berangkat umrah bersama. Dia mengatakan, ada lebih dari 200 orang yang mengikuti program tabungan umrah di desanya. Ibadah umrah massal satu desa ini ternyata bukan kali ini saja. Sebelumnya, tahun lalu, ada 56 warga juga telah berangkat umrah melalui program ini. Tahun ini adalah gelombang kedua dengan 35 orang jamaah. Ide untuk membuat tabungan umrah bersama ini berawal dari tradisi warga Desa Genukwatu yang rutin melakukan ziarah ke makam Wali Songo. Setelah sering melakukan ziarah lokal, muncul inisiatif untuk menabung agar bisa melakukan ziarah ke Tanah Suci, Makkah. “Awalnya hanya bercanda, tapi setelah dijalani dengan sungguh-sungguh, impian berangkat umrah satu kampung ini bisa terwujud,” kata Nur Mahmudi. Keberangkatan umrah secara massal dari satu desa ini menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kebersamaan, impian besar bisa tercapai, bahkan oleh mereka yang berasal dari latar belakang sederhana. Warga yang belum mencukupi tabungannya akan dikoordinir untuk berangkat umrah di kesempatan berikutnya. (tin) Baca juga :

Read More

Anggaran Rp7,25 Triliun untuk GTK Madrasah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Indonesia, Kementerian Agama telah mengambil langkah signifikan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp7,25 triliun untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah pada tahun 2025. Keputusan ini diumumkan dalam Simposium Nasional dan Rembuk Guru 2024 yang berlangsung di Jakarta. Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya kesejahteraan guru dalam mendorong kreativitas dan inovasi di lingkungan madrasah. Namun, beliau juga mengingatkan para guru untuk tetap realistis dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam memperjuangkan hak mereka. “Meskipun harapan kesejahteraan belum sepenuhnya terpenuhi, kami mendorong guru madrasah untuk terus mengembangkan diri dan fokus pada tugas-tugas profetik mereka,” terang Abu Rokhmad, kepada 1miliarsantri.net, Senin (30/9/2024). Thobib Al Asyhar, Direktur GTK Madrasah, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran akan dialokasikan untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Dana ini akan digunakan untuk berbagai tunjangan, termasuk Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Insentif, Tunjangan Khusus, dan BPJS Ketenagakerjaan. “Hanya kurang dari 2 persen anggaran yang digunakan untuk manajemen dan peningkatan kompetensi guru. Selebihnya difokuskan pada peningkatan kesejahteraan,” jelas Thobib. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah panjangnya daftar antrian Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk guru madrasah. Kementerian Agama sedang melakukan kajian untuk mencari solusi percepatan proses ini. Simposium yang mengusung tema “Mewujudkan Guru Bermutu dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri oleh berbagai organisasi guru, termasuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA), dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU). Acara ini tidak hanya berfokus pada masalah anggaran, tetapi juga menyediakan platform bagi para guru untuk bertukar pikiran dan pengalaman. Tujuannya adalah mengembangkan ide-ide inovatif yang dapat memperkuat kolaborasi antar kelompok guru madrasah. Abu Rokhmad juga mendorong guru madrasah yang memiliki keahlian tambahan seperti khatib atau qari untuk tetap menjalankan peran tersebut tanpa mengabaikan tugas utama mereka sebagai pendidik. “Ini penting untuk berkhidmah kepada masyarakat dan juga dapat menjadi sumber tambahan kesejahteraan,” tambahnya. Dengan alokasi anggaran yang signifikan ini, diharapkan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia akan mengalami peningkatan yang substansial. Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045 melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan berbasis agama. (rid) Baca juga :

Read More

Ustad di Blitar Lempar Kayu Berpaku ke Santri Akibatkan Kematian

Blitar — 1miliarsantri.net : Aparat Kepolisian Resor Blitar Kota, Jawa Timur, menangani kasus kematian seorang santri sebuah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Blitar, yang diduga dilakukan oleh seorang ustad. Kepala Seksi Bagian Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar mengemukakan korban berinisial KAF (13), santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Blitar. Kasus terjadi saat ustadz melempar kayu yang terdapat paku hingga mengenai kepala korban. “Pelemparan kayu terhadap santri dilakukan oleh ustadnya, guru mengaji di salah satu pondok di Kecamatan Ponggok. Kami sudah menindaklanjuti kejadian tersebut,” terang Samsul di Blitar, Ahad (29/9/2024). Samsul menjelaskan kronologi kejadian itu setelah shalat subuh biasanya santri olahraga seperti bermain badminton, bola voli dan santri sudah diingatkan segera mandi karena ada jam kunjungan dari orangtua sekaligus persiapan shalat dhuha. Saat itu, yakni Ahad (15/9/2024) santri lain sudah bersiap mandi, namun ada salah seorang santri yang masih bandel dan tidak segera menyudahi permainan. Ustad yang mengetahui hal tersebut kemudian melemparkan kayu ke arah santri yang bandel tersebut. Saat bersamaan korban lewat dan mengenai korban. “Ustad tersebut mengambil kayu dan dilemparkan ke santri tersebut. Kebetulan korban lewat dan mengenai kepala. Bagian belakang kayu tersebut ada pakunya. Saat paku dicabut korban tidak sadar,” ungkapnya. Samsul menambahkan, korban juga langsung dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Blitar untuk mendapatkan pertolongan, namun karena lukanya yang serius akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK). “Di RSKK mau dilakukan operasi tidak berani karena kepala mengalami pendarahan. Jika operasi pun kecil sekali untuk berhasil. Rumah sakit tidak berani mengambil risiko untuk operasi ” tuturnya. Samsul menjelaskan sudah meminta keterangan sejumlah pihak termasuk dari santri, ustad bersangkutan, pengasuh pondok pesantren, hingga meminta informasi hasil pemeriksaan kesehatan korban dari rumah sakit. Namun, untuk keluarga korban hingga kini masih belum ada laporan aduan yang masuk. Dirinya menjelaskan, selama ini remaja tersebut tinggal bersama dengan neneknya, sedangkan kedua orang tuanya bekerja di luar negeri. “Kami sudah berupaya memanggil keluarga korban. Selama ini korban hanya dengan neneknya, orang tua di luar negeri. Anggota sudah berupaya memanggil tapi belum hadir dari undangan yang dikirimkan tersebut,” ucap dia. Hingga kini, polisi belum bisa memproses perkara tersebut lebih lanjut dan masih menunggu kabar dari keluarga korban. (ton) Baca juga :

Read More

Pria 63 Tahun Asal Saudi Menikah Sebanyak 53 Kali

Riyadh — 1miliarsantri.net : Bagi orang yang belum menikah namun telah menemukan tambatan hati, tentu tujuan akhirnya bermuara pada pernikahan. Ada banyak tujuan dari pernikahan, mulai dari memenuhi tuntutan biologis dalam diri, membangun rumah tangga yang islami, hingga menghasilkan keturunan yang saleh. Setiap orang tentu memiliki tujuan pernikahannya masing-masing. Seperti halnya Abu Abdullah, pria asal Saudi yang mengaku telah menikah sebanyak 53 kali dalam waktu 43 tahun. Menurut pengakuannya, hal itu dilakukan bukan karena kesenangan pribadi namun bertujuan untuk menstabilkan dan menenangkan pikirannya. Melalui wawancaranya dengan televisi MBC Saudi, pria berusia 63 tahun itu sekarang telah menikah dengan seorang wanita dan tidak berencana untuk menikah lagi. “Saat pertama kali menikah, saya tidak berencana menikah dengan lebih dari satu wanita karena saya merasa nyaman dan punya anak. Tetapi setelah beberapa waktu, masalah terjadi dan saya memutuskan untuk menikah lagi ketika saya berusia 23 tahun dan saya memberi tahu istri saya tentang keputusan saya,” kenang pria yang dijuluki ‘poligami abad ini’ itu dikutip dari Gulf News, Sabtu (28/9/2024). Dia mengatakan kemudian terjadi masalah antara istri pertama dan kedua, yang mendorongnya untuk menikah lagi untuk ketiga dan keempat kalinya. Abu Abdullah mengatakan dia kemudian menceraikan istri pertama, kedua dan ketiga. Abu Abdullah berargumen bahwa alasan dia menikah berkali-kali adalah karena dia mencari wanita yang bisa membuatnya bahagia, dan dia mengatakan bahwa dia berusaha bersikap adil kepada semua istrinya. “Saya menikahi 53 wanita dalam jangka waktu yang lama. Yang pertama saat saya berumur 20 tahun dan dia enam tahun lebih tua dari saya,” ujarnya. Menurutnya, masa pernikahan terpendeknya adalah satu malam. “Setiap pria di dunia ingin memiliki seorang wanita dan tetap bersamanya selamanya…. Stabilitas tidak bisa ditemukan pada wanita muda, tapi pada wanita tua. Sebagian besar pernikahan saya dilakukan dengan wanita Saudi.” Abu Abdullah mengatakan dia juga pernah menikahi wanita asing selama perjalanan bisnisnya ke luar negeri. Islam membolehkan seorang pria mengawini empat istri sekaligus. Jika dia tidak dapat berlaku adil terhadap seluruh istrinya, maka ia harus mengawini satu istri saja. “Saya dulu tinggal selama tiga sampai empat bulan. Jadi saya menikah untuk melindungi diri dari keburukan,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Arab Saudi Berkomitmen Memperluas Industri Halal Secara Global

Riyadh — 1miliarsantri.net : Arab Saudi telah mengklaim menempati tempat ketiga di antara lima negara peserta teratas di MIHAS 2024, pameran dagang halal terbesar di dunia, yang menggarisbawahi peran pentingnya di pasar halal global. Kerajaan memamerkan komitmennya untuk memperluas industri halal dengan 38 stan di Malaysia International Halal Showcase, yang menarik peserta dari 66 negara. Diselenggarakan di Kuala Lumpur dari 17 hingga 20 September, MIHAS 2024 diselenggarakan oleh Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia dan diselenggarakan oleh Malaysia External Trade Development Corp. Negara-negara terkemuka termasuk Tiongkok, Indonesia, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Thailand, yang menyoroti daya tarik internasional acara tersebut. “MIHAS 2024 menyaksikan partisipasi 38 stan dan dua pembeli dari Arab Saudi,” kata Reezal Merican Naina Merican, ketua MATRADE. Ia menambahkan: “Kami optimis bahwa hubungan perdagangan antara Malaysia dan Arab Saudi akan terus menguat, didorong oleh komitmen bersama kedua negara untuk memperluas sektor halal, yang tetap menjadi fokus utama MIHAS.” Istilah “halal” diterjemahkan menjadi “diizinkan” atau “sah” dalam bahasa Arab. Selama upacara pembukaan, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Utama Zafrul Abdul Aziz mengumumkan bahwa nilai ekspor halal negara tersebut mencapai hampir 55 miliar ringgit Malaysia ($13 miliar) pada tahun 2023, menandai tahun kedua berturut-turut melampaui ambang batas 50 miliar ringgit. Sektor makanan dan minuman menyumbang porsi terbesar, senilai 29,37 miliar ringgit, mencerminkan peningkatan 5 persen dari tahun 2022. Kontributor signifikan lainnya termasuk bahan halal, kosmetik, turunan minyak sawit, dan farmasi. “Ini telah menghasilkan hampir 25 miliar ringgit dalam total penjualan, menarik 500.000 pengunjung perdagangan, dan secara signifikan meningkatkan profil Malaysia di panggung global,” tambah Abdul Aziz. MIHAS 2024 menargetkan penjualan sebesar 3,5 miliar. Ia juga menyoroti bahwa pemerintah Malaysia secara aktif mendukung industri halal, karena permintaan global terhadap produk dan layanan halal diproyeksikan mencapai $5 triliun pada tahun 2030. Setelah 20 edisi MIHAS yang sukses di Malaysia, menteri perdagangan menyatakan kegembiraannya tentang debut internasional acara tersebut, yang dijuluki MIHAS@Dubai. Abdul Aziz mengatakan tujuannya adalah untuk memanfaatkan posisi Dubai sebagai kota pelabuhan utama dan pusat utama untuk pasar Timur Tengah dan Afrika Utara, memfasilitasi impor dan distribusi barang-barang Malaysia di wilayah tersebut. Ia menetapkan target penjualan ekspor sebesar 1 miliar ringgit untuk MIHAS Dubai dan menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan-perusahaan Malaysia yang berpartisipasi akan mencapai tujuan ini. “Saya bertemu dengan peserta baru, dan pertemuan saya dengan rekan-rekan kami dari Kirgistan, Uzbekistan, Kazakhstan, baru-baru ini menunjukkan bahwa minat dan komitmen untuk bekerja sama dengan kami semakin meningkat,” kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat upacara pembukaan. Ia menambahkan: “Tentu saja, saya harus menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua rekan saya, para pemimpin negara-negara ini di UEA, Arab Saudi, Qatar, dan tentu saja, saya akan segera berangkat ke Mesir. Dalam semua pertemuan ini tanpa kecuali, saya tegaskan kembali bahwa industri halal tetap menjadi inti dari kampanye dan program kami.” Tonggak penting tahun ini adalah MIHAS menerima gelar Rekor Dunia Guinness untuk Kehadiran Terbanyak di Pameran Dagang Halal, dengan 38.566 pengunjung menghadiri MIHAS 2023. “MIHAS 2024 memiliki tujuan yang lebih tinggi karena pertumbuhan yang menggembirakan ini semakin mengukuhkan MIHAS sebagai pameran halal global utama, menjadikannya acara yang tidak boleh dilewatkan oleh para profesional industri di seluruh dunia,” kata Merican. Pada hari kedua acara, MATRADE menyelenggarakan Program Pengadaan Internasional terbesar, yang menampilkan jajaran sedikitnya 250 pembeli internasional. Salah satu pembeli yang berbasis di Saudi, Ghaydaa Medical, mengkhususkan diri dalam persediaan perawatan kesehatan untuk orang tua dan individu dengan kebutuhan khusus, serta suplemen nutrisi kesehatan. Sameh Abdelhamed, manajer umum dan apoteker di Ghaydaa Medical, menjelaskan pentingnya memperoleh sertifikasi halal untuk memastikan kualitas. “Katakanlah saya seorang produsen, dan saya memiliki pabrik yang memproduksi produk halal. Di sinilah saya harus melihat proses pembuatannya. Ini termasuk melihat komponen, prosedur penggunaannya. Proses ini berada di bawah justifikasi produk halal,” kata Abdelhamed kepada Arab News. Ia menekankan tujuan perusahaan untuk memperluas penawaran produknya di kawasan Teluk, khususnya di Arab Saudi, yang memiliki sumber daya dan manfaat yang melimpah bagi pelanggan dan bisnis. Menurut MATRADE, hingga Juni, 19 proyek yang melibatkan investasi dari Arab Saudi telah disetujui, dengan total $1,65 miliar dan diharapkan dapat menciptakan 2.570 lapangan pekerjaan di Malaysia. Proyek-proyek ini terutama berfokus pada sektor farmasi, elektronik, dan pengolahan makanan. Empat proyek manufaktur yang didukung oleh investasi Saudi, senilai $53 juta, telah dibangun di Malaysia, menciptakan 717 lapangan pekerjaan. Perusahaan-perusahaan Saudi terkemuka yang beroperasi di Malaysia termasuk Saudi Aramco, Al Rajhi Group, dan AJ Biologics. Pada tahun 2023, perdagangan antara Malaysia dan Arab Saudi mencapai $11,06 miliar, dengan Malaysia mengekspor barang senilai $1,49 miliar ke Kerajaan tersebut, sementara ekspor Saudi ke Malaysia mencapai $9,56 miliar. Kemitraan perdagangan yang kuat ini telah memposisikan Arab Saudi sebagai mitra dagang utama Malaysia dan sumber impor utama di kawasan Asia Barat. Pada tahun 2023, total impor Malaysia dari Arab Saudi naik sebesar 11,6 persen, mencapai $9,57 miliar. Dari Januari hingga Juli 2024, impor mencapai $4,5 miliar, mencerminkan penurunan sebesar 22,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, yang menunjukkan adanya pergeseran dinamika perdagangan antara kedua negara. Pada bulan Juni, MATRADE Jeddah, bagian komersial Konsulat Jenderal Malaysia di Jeddah, memfasilitasi partisipasi 33 peserta pameran Malaysia di Saudi Food Show 2024, sebuah pameran internasional yang berfokus pada industri makanan dan minuman yang diadakan di Riyadh. Menurut MATRADE Jeddah, Kerajaan dipandang sebagai pasar utama untuk diversifikasi dan pertumbuhan dalam industri makanan, yang menawarkan peluang baru bagi eksportir Malaysia di pasar yang bernilai $45 miliar, yang terbesar di Timur Tengah. Pasar halal global diproyeksikan tumbuh hingga $5 triliun pada tahun 2030, sementara pertumbuhan domestik di Malaysia diperkirakan mencapai $113,3 miliar. (Iin) Baca juga :

Read More

40 Peserta Terpilih Nominator Duta Moderasi Beragama

Bekasi — 1miliarsantri.net : Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama (Kemenag) telah sampai pada tahap penilaian dan presentasi final. Dari 100 peserta yang presentasi di hadapan dewan juri, terpilih 40 peserta yang akan menjadi calon duta moderasi beragama. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah provinsi. Penilaian presentasi Inisiator Muda Moderasi Beragama dilaksanakan pada 18 – 20 September 2024 lalu di Bekasi Jawa Barat. Penilaian mencakup: Kesesuaian dengan Tema, Kreativitas dan Orisinalitas, Kualitas Produksi, Keterbacaan dan Penyampaian, Keterlibatan Penonton dan daya Tarik, dan Dampak Sosial. “Kegiatan ini sebagai ikhtiar Direktorat KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) Madrasah dalam upaya mencegah intoleransi dan ekstremisme serta dalam rangka merawat Kebhinekaan Indonesia. Remaja adalah asset yang akan membawa masa depan bangsa,” ungkap Direktur KSKK Madrasah M Sidik Sisdiyanto kepada 1miliarsantri.net, Kamis (26/9/2024). Menurutnya, para nominator ini akan membawa misi mensosialisasikan moderasi beragama di kalangan sebaya dan publikasi melalui media sosial (medsos). “Para nominator akan diundang ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan selama empat hari kemudian diberi kesempatan mengimplementasikan gagasannya yang tertuang dalam RAPMS selama satu bulan mulai 5 Oktober hingga 5 Nopember 2024,” terang Sidik. Kasubdit Kesiswaan Madrasah Solla Taufiq Menjelaskan bahwa IMMB rutin digelar setiap tahun sejak 2021. Saat ini, IMMB memasuki tahun ke 3 dan diikuti para siswa Madrasah Aliyah (MA). “Semoga telahir bibit-bibit yang mampu menjadi penggerak moderasi beragama di masyarakat terutama di kalangan remaja,” tutup Solla. (fat) Baca juga :

Read More

25 Eks Napi Teroris Ikuti Pelatihan Budidaya Kopi di Gunung Malabar

Bandung — 1miliarsantri.net : Sebanyak 25 orang eks narapidana teroris (napiter) diberi pelatihan budidaya tanaman di lereng Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, akhir pekan ini. Mereka melakukan budidaya tanaman di lahan garapan petani kopi binaan Pupuk Kujang. Pelatihan budidaya tanaman kepada 25 napiter dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri bekerja sama dengan Pupuk Kujang. Para napiter diharapkan dapat memiliki keterampilan dalam bercocok tanam. “Densus 88 menggandeng Pupuk Kujang memberikan pelatihan budidaya tanaman. Pupuk Kujang dipilih karena dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian,” terang Ade Cahya Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang belum lama ini. Selain menambah keterampilan mantan napiter, Ade mengatakan pelatihan tersebut mendukung ketahanan pangan nasional. Pelatihan yang diberikan meliputi budidaya tanaman kopi, madu dan rempah rempah. Para peserta pun mendapatkan dukungan berupa nutrisi tanaman, benih, hingga akses lahan. VP tanggung jawab sosial dan lingkungan Pupuk Kujang Agung Gustiawan mengatakan modal utama yang diberikan kepada para eksnapiter adalah keterampilan yang mumpuni dan sarana pendukung untuk memulai usaha. Mereka diberikan keterampilan berbagai teknik budidya kopi Arabica Java Preanger yang banyak dibudidayakan di Gunung Malabar. Pelatihan mencakup aspek dari hulu hingga hilir, termasuk teknik meroasting dan pengemasan kopi. Setelah pelatihan, Densus 88 dan PT Pupuk Kujang akan melakukan monitoring. AKBP Vanggivantozy Praduga Satria, Kanit 1 Subdirektorat Integrasi Koordinasi, Direktorat Identifikasi dan Sosial, Densus 88/AT mengatakan selain diberi keterampilan bertani para peserta juga diberi akses konsesi lahan. “Setiap kelompok akan menggarap lahan seluas 50 hektare bersama masyarakat. Kalau ada 5 kelompok berarti konsesi lahan sekira 250 hektare,” ungkap Vanggi. Vanggi mengatakan berbagai program dan sarana itu merupakan pendekatan deradikalisasi yang bersifat lunak atau soft approach. Menurut Vanggi, metode itu dipilih karena masyarakat Indonesia cenderung berwatak ramah. “Metode ini juga menarik perhatian sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Thailand, Australia, terakhir dari Inggris dan Swiss,” pungkas Vanggi. (den) Baca juga :

Read More

Kemenparekraf Fasilitasi Pelatihan Content Creator dan Digital Marketing

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengadakan pelatihan untuk menjadi content creator serta digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi, Jawa Timur. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan jumlah pengguna internet di Indonesia pada awal 2024 telah mencapai lebih dari 215 juta orang. Angka ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan pendekatan digital. Di mana para pelaku ekraf harus dapat melakukan promosi produk dengan cara yang kreatif, dan membangun komunitas yang loyal. “Kami menemukan korelasi yang sangat kuat antara konten-konten yang viral terhadap penjualan yang meningkat. Hampir semua bisa menjadi konten kreator dan hari ini 100 pelaku ekraf dari Banyuwangi sedang kami ikutkan dalam pelatihan tentang content creator dan digital marketing,” ungkap Sandiaga. Dia menekankan, konten yang harus disiapkan bukan hanya sekadar viral, tapi adalah konten yang menghibur juga inspiratif. Konten yang ada aspek religi juga bisa mendongkrak penjualan bukan hanya pariwisata tapi juga produk ekonomi kreatif. “Karenanya kita tingkatkan pelatihan seperti ini sehingga mereka bisa menciptakan konten-konten yang bisa sesuai dengan algoritma yang mampu mendapatkan view yang tinggi dan engagement yang luas,” terangnya. Pihaknya juga memiliki berbagai program yang dapat mendukung pengembangan kapasitas dan kapabilitas pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi. “Kami akan bantu dengan aspek pemasaran dan juga melalui aspek pembiayaan. Jadi pelatihan-pelatihan tentang pemasaran, juga permodalan akan terus kita tingkatkan,” pungkasnya. (nif) Baca juga :

Read More

Ahmad Soffa, Pelaku UMKM Rembang Populerkan Sirop Buah Kawista

Tuban — 1miliarsantri.net : Tren minuman kekinian dengan berbagai rasa, mendorong Ahmad Soffa (40 tahun), pegiat UMKM asal Rembang mengembangkan usaha sirop dari buah kawista. Usaha Ahmad ini didukung Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Ahmad Soffa berhasil menjual ribuan botol sirop buah kawista ke wilayah Rembang, Blora, Pati hingga Tuban, Jawa Timur. Menurut pria yang akrab disapa Soffa ini, buah kawista yang dikenal dengan aroma dan rasa uniknya, kian sulit ditemukan. “Saya melihat potensi di sini, bukan hanya dari sisi bisnis, tapi juga bagaimana menjaga warisan Rembang. Pohon penghasil buah kawista di Rembang sekarang mulai sulit ditemukan karena jarang ada pihak yang membudidayakan, sementara buah kawista adalah salah satu identitas daerah ini, dan saya ingin masyarakat tetap bisa menikmatinya,” ungkap Ahmad Soffa kepada 1miliarsantri.net, Senin (22/9/2024). Soffa mengisahkan, ia memulai usaha produksi sirop kawista dengan merk Sonaya pada Agustus 2023 lalu dengan dorongan dari kerabat dekat serta orang tua. Berbekal resep turunan dari orang tuanya yang diproduksi untuk konsumsi pribadi, kini Soffa mampu menjual hingga 4.000 botol sirop kawista dalam setahun, dengan harga Rp19.000 per botol sirop. “Berawal dari produksi dengan porsi kecil 10 botol yang dijual ke kerabat, sampai akhirnya meningkat seiring permintaan kerabat dari pembeli-pembeli sebelumnya. Alhamdulillah, sekarang ada kemajuan, selain karena peran reseller juga, banyak dari orang lokal Rembang membeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan oleh-oleh keluarga di luar kota, terutama pada momen Ramadan kemarin,” ujar Soffa. Dia menambahkan, produk siropnya dibuat dengan fokus pada kualitas dan keaslian rasa. Tanpa menggunakan bahan pengawet buatan, Soffa memastikan bahwa setiap botol sirop diproses dengan komposisi yang tepat. Ia berharap produknya dapat dinikmati masyarakat sebagai bentuk pelestarian buah khas Rembang. “Sirop kawista Sonaya diproduksi tanpa bahan pengawet pabrikan, pencampuran komposisi yang pas dengan menggunakan gula tebu premium. Saya berusaha menjaga cita rasa asli kawista setelah melalui beberapa kali eksperimen resep, agar masyarakat bisa menikmati rasa sirop kawista yang autentik,” jelas Soffa. Keberhasilan Soffa tidak terlepas dari peran Rumah BUMN Rembang PT Semen Gresik. Sejak bergabung pada bulan Januari 2024 lalu, Soffa merasakan berbagai manfaat, antara lain ilmu untuk melakukan pembukuan keuangan yang efektif, peningkatan omzet, hingga desain kemasan. Produknya juga masuk dalam program Hampers Berkah UKM Rembang pada Idul Fitri 1445 H lalu. “RB Rembang banyak membantu saya dalam mengembangkan usaha ini, mulai dari pelatihan hingga dukungan pasar melalui display produk di workshop RB Rembang. Sekarang, produk kami lebih dikenal dan permintaan terus meningkat. Saya berharap, dengan dukungan berkelanjutan dari RB Rembang, akan lebih banyak pelaku usaha lokal yang bisa mengembangkan potensi bisnis dan menjaga nilai lokal yang ada.” tambah Soffa. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, sebagai perusahaan BUMN, SIG berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan dan pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, untuk menggerakkan perekonomian daerah. Karena sejak dulu, UMKM telah terbukti menjadi salah satu penyokong perekonomian. “UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian karena mendukung pemberdayaan masyarakat dalam hal pengentasan pemasalahan sosial seperti pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan. Kami berharap, dengan pendampingan yang berkelanjutan, akan lebih banyak UMKM dapat berkembang, berdaya saing, mandiri dan mampu menembus pasar nasional hingga global, sehingga mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi bangsa dan negara,” tutur Vita Mahreyni. Selama empat tahun, RB Rembang telah membantu lebih dari 400 mitra UMKM dan mencatatkan transaksi senilai Rp3,9 miliar. Melalui pelatihan dan pendampingan, RB Rembang terus menjadi mitra strategis bagi para pengusaha lokal yang ingin mengembangkan usahanya, seperti yang dialami Ahmad Soffa. (lau) Baca juga :

Read More