Membiasakan Anak untuk Bersedekah, Membentuk Karakter Peduli Sejak Dini

Malang – 1miliarsantri.net : Salah satu penanaman nilai-nilai kebaikan pada anak yaitu dengan mengajarkan pentingnya bersedekah sejak dini. Bersedekah bukan hanya tentang memberi uang atau barang, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Anak yang terbiasa bersedekah sejak dini akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya peduli terhadap dirinya sendiri. Namun, juga terhadap lingkungan sekitar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil di rumah dan didukung oleh keteladanan orang tua. Membangun kebiasaan bersedekah sejak dini memberikan dampak besar dalam pembentukan karakter anak. Salah satu manfaat utama dari kebiasaan ini adalah tumbuhnya rasa empati. Anak yang sejak kecil dilibatkan dalam kegiatan berbagi akan belajar memahami perasaan orang lain, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan. Empati ini menjadi pondasi penting dalam membentuk kepribadian sosial yang sehat dan seimbang. Selain itu, bersedekah sejak dini juga menumbuhkan rasa syukur dalam diri anak. Ketika anak menyadari bahwa apa yang mereka miliki bisa memberikan manfaat bagi orang lain, mereka akan lebih menghargai dan tidak mudah mengeluh. Kebiasaan ini mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan hanya berasal dari memiliki, tetapi juga dari memberi. Yang tidak kalah penting, kebiasaan bersedekah sejak usia dini mampu mengurangi sifat egois dan konsumtif pada anak. Anak akan terbiasa berbagi dan tidak merasa semua hal harus dimiliki sendiri. Mereka belajar untuk hidup sederhana dan memperhatikan kebutuhan orang lain. Strategi Praktis untuk Mengajarkan Anak Bersedekah Sejak Dini Agar anak benar-benar memahami makna sedekah, pendekatan yang tepat sangat dibutuhkan. Salah satu cara paling sederhana untuk mengenalkan bersedekah sejak dini adalah dengan memulainya dari rumah. Orang tua bisa menyediakan kotak sedekah keluarga dan mengajak anak untuk rutin menyisihkan sebagian uang jajannya. Aktivitas ini secara perlahan membentuk kebiasaan positif yang membekas dalam pikiran anak. Penting bagi orang tua untuk memberikan contoh nyata. Anak adalah peniru yang andal. Saat mereka melihat orang tua atau orang dewasa di sekitarnya rajin bersedekah, mereka akan merasa bahwa hal itu adalah bagian dari kehidupan yang normal dan pantas untuk diikuti. Tak hanya itu, anak juga dapat terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang juga bagian dari proses pembelajaran. Misalnya, saat keluarga membagikan makanan ke tetangga yang membutuhkan, mengunjungi panti asuhan, atau menghadiri acara penggalangan dana, libatkan anak secara aktif. Selain itu, gunakan cerita dan media edukatif yang menyenangkan. Buku anak, video pendek, atau kisah inspiratif tentang anak-anak yang gemar berbagi bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan konsep bersedekah sejak dini secara menarik. Peran Lingkungan dalam Mendukung Anak Bersedekah Sejak Dini Meskipun peran keluarga sangat besar, lingkungan luar juga memiliki pengaruh yang tidak kalah penting dalam membentuk kebiasaan bersedekah sejak dini. Sekolah, misalnya, dapat menyelenggarakan program sedekah secara rutin seperti pengumpulan donasi mingguan atau program “jumat berkah”. Teman sebaya juga memberikan pengaruh besar. Anak-anak biasanya akan meniru perilaku teman-temannya. Jika lingkungan bermain mereka terdiri dari anak-anak yang juga terbiasa bersedekah, maka mereka pun akan merasa bahwa berbagi adalah hal yang biasa dan menyenangkan. Selain itu, komunitas dan kegiatan keagamaan seperti pengajian, sekolah minggu, atau kelompok bermain bisa menjadi sarana pendukung dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Keterlibatan anak dalam komunitas semacam ini membantu memperluas pemahamannya tentang pentingnya berbagi. Manfaat Jangka Panjang dari Bersedekah Sejak Dini Kebiasaan bersedekah sejak dini memberikan dampak luar biasa pada perkembangan karakter anak, bahkan hingga mereka dewasa. Salah satu manfaat paling nyata adalah terbentuknya pribadi yang dermawan dan peduli terhadap sesama. Kebiasaan memberi juga membentuk mental yang lebih positif dan bahagia. Banyak penelitian menunjukkan bahwa memberi, dalam bentuk apapun, dapat meningkatkan rasa puas dan kebahagiaan. Anak-anak yang belajar untuk bersedekah sejak kecil akan lebih terbuka secara emosional dan merasa hidup mereka bermakna. Selain itu, anak akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. Sedekah bukan hanya berupa uang atau barang, tapi juga waktu, tenaga, dan perhatian. Melalui kegiatan bersedekah, anak belajar untuk aktif berkontribusi dan tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan sosialnya. Tantangan dan Solusi dalam Menerapkan Kebiasaan Bersedekah Sejak Dini Tentunya, membentuk kebiasaan bersedekah sejak dini bukanlah hal yang mudah. Salah satu kesulitan yang umum ditemui adalah kurangnya pemahaman anak tentang makna sedekah itu sendiri. Banyak anak yang mengira bahwa sedekah hanya bisa dilakukan jika mereka memiliki uang banyak. Untuk mengatasi hal ini, orang tua bisa menggunakan pendekatan cerita atau simulasi sederhana agar anak memahami bahwa sedekah adalah bentuk kasih sayang dan perhatian kepada sesama. Tantangan lainnya adalah keterikatan anak terhadap barang-barang miliknya. Tidak sedikit anak yang enggan memberi mainannya kepada orang lain. Untuk mengatasinya, orang tua perlu menjelaskan bahwa berbagi tidak akan membuat mereka kehilangan kebahagiaan, justru menambah kebahagiaan bagi dua orang sekaligus. Masalah lain yang sering terjadi adalah kurangnya konsistensi dari orang tua dalam memberi contoh. Anak membutuhkan figur panutan. Oleh karena itu, penting bagi seluruh anggota keluarga untuk menjadikan bersedekah sejak dini sebagai komitmen bersama. Misalnya, dengan melibatkan anak dalam setiap agenda berbagi keluarga agar mereka merasa menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Penulis : Ramadani Wahyu Editor : Iffah Faridatul Hasanah

Read More

Keajaiban Sedekah, Benarkah  Rezeki akan Berlipat Ganda?

Malang – 1miliarsantri.net : Sedekah bukan hanya soal memberi harta, tapi ia menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah hidup seseorang secara lahir dan batin. Dalam Islam, keajaiban sedekah sudah disebutkan berkali-kali, baik dalam Al-Qur’an maupun hadis-hadis Rasulullah SAW. Ia bukan sekadar bentuk kebaikan, tapi juga jalan membuka pintu rezeki yang sebelumnya tertutup. Dalam Al-Qur’an sudah jelas Allah menjelaskan perintah tentang sedekah yang difirmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 267 yang artinya; “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan untukmu” Keajaiban sedekah bukan mitos, melainkan janji nyata dari Tuhan kepada mereka yang ikhlas memberi. Pembahasan kali ini kita akan membahas dengan mendalam alasan kenapa sedekah menjadi kunci rezeki yang berlipat ganda, dan bagaimana keajaiban sedekah bekerja secara spiritual dan nyata?. Keajaiban Sedekah Menurut Firman Allah dalam Al-Qur’an Dalam Al-Qur’an, keajaiban sedekah digambarkan sangat jelas. Salah satu ayat yang sering dikutip adalah QS. Al-Baqarah: 261, di mana Allah menyebut sedekah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, dan setiap bulir mengandung seratus biji. Artinya, satu amal sedekah bisa menghasilkan tujuh ratus kali lipat kebaikan dan rezeki. “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” Qur’an Surat Al-Baqarah ayat : 261. Ini bukan hanya simbolik, tetapi juga sebuah perumpamaan yang menunjukkan betapa besarnya balasan Allah kepada mereka yang gemar bersedekah. Maka, kenapa harus sedekah? Inilah rahasia rezeki yang berlipat ganda yang langsung dijelaskan oleh Al-Qur’an kepada umat manusia. Keajaiban Sedekah dalam Hadits Rasulullah Selain itu, keajaiban sedekah juga sangat ditekankan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW. Salah satu sabdanya yang sangat populer adalah “Sedekah tidak mengurangi harta.” Pernyataan ini terdengar paradoks di permukaan, tetapi ketika diamalkan, kebenarannya sangat terasa. Banyak orang yang setelah bersedekah justru mendapatkan keuntungan bisnis yang tak terduga, rezeki yang tiba-tiba datang, atau bahkan jalan keluar dari masalah yang sebelumnya dianggap buntu. Rasulullah juga bersabda bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Maka, selain menjadi sarana menambah rezeki, keajaiban sedekah juga menjadi media penyucian jiwa dan penebus kesalahan. Keajaiban sedekah tidak hanya berhenti pada aspek spiritual dan balasan akhirat, tapi juga berperan sebagai pelindung dari musibah. Dalam satu hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak bisa mendahului sedekah.” Artinya, sedekah bisa menjadi perisai yang menyelamatkan seseorang dari bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Banyak kisah nyata di sekitar kita yang memperlihatkan hal ini, seseorang yang rutin bersedekah ternyata selamat dari kecelakaan, sakit berat, atau kerugian besar. Keajaiban sedekah bekerja secara tak kasat mata, namun efeknya nyata dan tak terbantahkan. Maka, sekali lagi, kenapa harus sedekah? Inilah rahasia rezeki yang berlipat ganda dan perlindungan dari hal-hal yang tak terduga. Keajaiban Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari Dalam kehidupan nyata, keajaiban sedekah sering muncul tanpa kita sadari. Ada pedagang kecil yang setiap hari menyisihkan sebagian penghasilannya untuk orang yang membutuhkan, dan usahanya justru berkembang pesat. Ada pula karyawan biasa yang konsisten bersedekah setiap bulan, lalu tiba-tiba mendapat promosi atau bonus besar. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan buah dari keajaiban sedekah yang terus bekerja seiring dengan niat dan ketulusan pemberinya. Rezeki tidak selalu datang dari arah yang kita rencanakan, kadang ia muncul dari jalan yang tak pernah terpikirkan, dan sedekah menjadi salah satu sebab utamanya. Keajaiban sedekah juga menyentuh sisi emosional dan sosial kita. Orang yang rajin bersedekah cenderung lebih tenang hatinya, lebih peka terhadap sekitar, dan lebih mudah bersyukur. Ini adalah rezeki yang tidak berbentuk materi, tetapi tak kalah penting. Sedekah mengikis rasa tamak, memperkuat empati, dan membangun hubungan yang lebih harmonis antar sesama manusia. Jadi, manfaat sedekah bukan hanya untuk yang menerima, tetapi justru lebih besar dampaknya bagi yang memberi. Itulah keajaiban sedekah yang kadang tak terlihat, namun sangat dirasakan oleh jiwa. Tips Mengamalkan Sedekah dengan Konsisten Agar keajaiban sedekah benar-benar terasa, tentu harus disertai dengan niat yang tulus dan konsistensi. Tidak perlu menunggu kaya untuk mulai bersedekah. Bahkan sedekah yang kecil tapi rutin lebih baik daripada yang besar tapi jarang. Allah tidak melihat seberapa besar nominal yang diberikan, tetapi seberapa ikhlas niat yang mengiringinya. Kita bisa memulai dengan menyisihkan sebagian kecil penghasilan, berbagi makanan kepada yang membutuhkan, atau sekadar membantu orang di sekitar. Semua bentuk kebaikan yang dilakukan karena Allah adalah bagian dari sedekah. Dan semakin kita terbiasa memberi, semakin terbuka pula pintu rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Itulah kenapa harus sedekah inilah rahasia rezeki yang berlipat ganda yang perlu terus kita praktikkan. Keajaiban Sedekah yang Tak Disangka-Sangka Kadang, keajaiban sedekah muncul di saat kita sedang tidak mengharapkannya. Saat seseorang sedang mengalami kesulitan, dan ia tetap memilih untuk berbagi meski dengan keterbatasan, justru di situlah sering kali Allah kirimkan bantuan yang luar biasa. Ini bukan sekadar kisah inspiratif, melainkan fakta yang banyak terjadi. Maka, jangan pernah ragu untuk bersedekah, karena dalam setiap pemberian yang kita lakukan, ada tangan Allah yang sedang bekerja membalas dengan cara-Nya sendiri. Kita bisa simpulkan bahwa keajaiban sedekah bukan sekadar harapan, melainkan kepastian bagi siapa pun yang menjalankannya dengan niat yang benar. Kenapa harus sedekah? Inilah rahasia rezeki yang berlipat ganda yang telah terbukti dalam firman Allah, sabda Rasulullah, dan kisah nyata dari banyak orang. Jika kita ingin hidup penuh berkah, tenang, dan dilimpahi rezeki dari berbagai arah, maka mulailah dengan memberi. Karena dalam setiap sedekah yang kita keluarkan, tersembunyi keajaiban sedekah yang menanti untuk membalas lebih banyak dari apa yang kita keluarkan. Penulis : Ramadani Wahyu Foto Ilustrasi Editor : Iffah Faridatul Hasanah

Read More

Keistimewaan dan Cara Melakukan Sedekah Subuh

Bekasi – 1miliarsantri.net : Permasalahan ekonomi menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu negara. Perlu diketahui bahwa salah satu aspek penting dalam hal kesejahteraan hidup yaitu mampu memanfaatkan sumber daya ekonomi secara optimal dan adil, yang dalam hal ini dibahas dalam kerangka ajaran Islam. Islam merupakan agama yang menawarkan peluang bagi para pemeluknya untuk mengantisipasi berbagai permasalahan perekonomian. Salah satu ajaran Islam yakni adanya keseimbangan kehidupan antara dunia dan akhirat. Maka dari itu, Islam memberikan solusi terkait permasalahan ekonomi diantaranya adalah zakat, infaq dan sedekah. Sedekah sendiri memiliki arti dalam bahasa arab yaitu memberi kepada orang lain tanpa adanya batasan nisab atau waktu dengan tujuan untuk berharap keberkahan dari Allah SWT. Sedangkan dalam istilah syariah, sedekah berarti menyumbangkan sebagian kepemilikan atau pendapatan seseorang atas dasar yang ditentukan oleh agama. Sedekah menjadi salah satu ibadah paling sederhana namun sangat besar manfaatnya terutama bagi pemberi sedekah. Bagaimana tidak? Pahala sedekah akan terus mengalir meski pemberinya telah meninggal dunia. Lalu, apakah sedekah itu wajib? Hukum sedekah disebutkan ada yang wajib dan ada juga yang sunnah. Namun, secara umum hukum sedekah adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan, terutama dalam bentuk sedekah jariyah yang artinya akan mendatangkan pahala maupun kebaikan meskipun jika tidak bersedekah pun tidak menjadi dosa. Meski begitu, pada kondisi tertentu hukum sedekah menjadi wajib ketika seorang yang mampu bertemu dengan seorang yang kekurangan, seperti dalam kondisi kelaparan. Berikut ini ayat Al Quran yang mengatur mengenai sedekah, yaitu surat Al-Baqarah ayat 271, yang artinya: ‘’Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang  fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.’’ Sedekah tentu memiliki berbagai keutamaan bagi pemberi sedekah, diantaranya adalah: 1. Bersedekah dapat menghapus dosa. 2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan pada hari akhir. 3. Allah melipatgandakan pahala bagi orang yang bersedekah. 4. Sedekah memberikan keberkahan pada harta 5. Disediakan pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang-orang yang bersedekah. 6. Sedekah sebagi bukti keimanan seseorang 7. Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur 8. Orang yang bersedekah dapat merasakan hati yang lapang dan bahagia 9. Pahala sedekah yang akan terus mengalir Keistimewan Sedekah Subuh Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa, sedekah dalam bahasa arab berarti memberi kepada orang lain tanpa adanya  batasan nisab atau waktu. Maka dari itu, salah satu sedekah yang saat ini seringkali menjadi perbincangan adalah sedekah subuh. Sedekah subuh merupakan kegiatan memberikan sumbangan pada saat waktu subuh, yang dapat berupa sumbangan dalam bentuk uang, makanan, atau apapun yang bermanfaat bagi penerima. Tidak hanya itu, dengan adanya kemajuan teknologi juga mendukung adanya sedekah subuh melalui platform digital dan media sosial guna mengumpulkan dan pada waktu subuh yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Istilah lain menyebutkan bahwa, sedekah subuh merupakan tindakan memberikan harta kepada yang membutuhkan pada waktu setelah sholat subuh dengan mengharapkan keridhoan Allah SWT. Meski istilah sedekah subuh tidak dijumpai dalam Al-Quran ataupun As-Sunnah, namun banyak ulama berpendapat bahwa salah satu waktu terbaik untuk mengeluarkan harta di jalan Allah adalah di waktu subuh atau sebelum matahari terbit. Seperti hal nya penjelasan mengenai sedekah subuh yang tertuang dalam hadits berikut: ‘’Tidak ada satu subuh-pun yang dialami oleh hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat, yang mana salah satu di antara keduanya berdoa: ‘’Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berindak’’, sedangkan satu lain nya berdoa ‘’ Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya).’’ (HR. Bukhari 5/270). Lalu, Bagaimana Cara melakukan Sedekah Subuh? Pelaksanaan sedekah subuh tidak berbeda dengan sedekah pada umum nya. Namun, yang membedakan hanya waktu pelaksanaan sebelum matahari terbit atau pada waktu subuh. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk pelaksanaan sedekah subuh: Pertama, pastikan niat bersedekah hanya untuk mengharapakn keridhaan dan keberkahan dari Allah SWT, karena kunci diterimanya amal sedekah adalah niat yang tulus. Kedua, setelah berniat maka pemberi sedekah dapat menentukan jumlah sedekah yang akan dikeluarkan. Tidak harus dalam jumlah yang banyak, namun yang lebih penting adalah konsisten dalam bersedekah karena amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit (HR Bukhari dan Muslim). Ketiga, menyiapkan media yang akan digunakan untuk bersedekah seperti celengan yang mana pemberi sedekah dapat menyisihkan uang hingga terkumpul untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Selain itu, di era digital ada banyak sekali platform yang juga menyediakan aplikasi bersedekah secara online sehingga memudahkan untuk bersedekah dari mana saja. Terakhir, yang tidak kalah penting adalah sesuai dengan niat yaitu melakukan sedekah subuh maka pelaksanaan sedekah ditunaikan pada saat setelah menunaikan shalat subuh. (***) Sumber Referensi : Umiyah, I. (2024). Peran Sedekah Subuh Dalam Membentuk Nilai Karakter Siswa: Studi Kasus Di MI Ma’arif 01 Gentasari. Jurnal Program Studi PGMI. 11(1), 11-20 Aryaningsih, R., & Amalliah, R. (2024). Gerakan Sedekah Subuh Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Dan Semangat Ibadah Mahasiswi Di Wilayah Asrama Tahfidz Al-Quran Mahasiswi. Jurnal Islamic Education. 3(2), 176-184 Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Foto Ilustrasi AI Editor : Toto Budiman dan Iffah Fariddatul Hasanah

Read More

Baksos Pemeriksaan Mata Gratis Kolaborasi Bimba Bintang Junior Jatijajar dan YAMI

Depok – 1miliarsantri.net: Menjaga kesehatan mata sejak dini sangat penting bagi anak-anak usia Balita karena penglihatan yang baik berperan besar dalam tumbuh kembang mereka, termasuk kemampuan belajar, mengenali wajah, dan menjelajahi lingkungan sekitar. Alasan Menjaga Kesehatan Mata Balita Sejak Dini: Baca juga : RTO Opung Dan YAMI Selenggarakan Baksos Pemeriksaan Mata Gratis & Bantuan Kacamata Bersubsidi Baksos Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata Bersubsidi Baksos Pemeriksaan Mata dan Bantuan Kacamata Bersubsidi kolaborasi Bimba Bintang Junior Jatijajar dan Yayasan Amal Mata Indonesia “YAMI” (Charity Vision) mengadakan “Baksos Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata Bersubsidi. Kegiatan Baksos berlangsung di Bimba Bintang Junior, pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan gelaran kedua yang diinisiasi oleh Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani bekerjasama dengan YAMI. Baksos pertama dilaksanakan di Rumah Tahfidz Opung (RTO) Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi (19/7/2025). Giat Baksos ini diselenggarakan atas inisiatif Hajah Zuraidah (Hajah Ida) Pendiri Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani, dan bertempat di Bimba Bintang Junior, Jl. Sawo RT 08/09 No.31 Jatijajar, Tapos, Depok, yang sejak berdiri hingga saat ini dipimpin oleh Putri Fatmasari. Putri Fatmasari, S.Pd, mengatakan “Bimba Bintang Junior, awal berdiri untuk membantu anak-anak di Jatijajar belajar Calistung (kelas bimba 4-6th) juga membantu stimulasi anak-anak toddler usia 2-3th agar perkembangannya lebih maksimal dengan kegiatan melatih motorik dan sensory.” “Sejak berdiri pada medio Februari 2024, Bimba Bintang Junior telah melakukan kegiatan belajar mengajar selama lebih dari setahun, selain belajar calistung juga ada kegiatan lain seperti sensory play, gardening, panting & fun cooking,” imbuh Putri. Siswa Bimba dan Masyarakat Antusias Mengikuti Pemeriksaan Mata Pemeriksaan dihadiri ratusan orang yang terdiri dari staf pengajar Bimba Bintang Junior, para siswa, orang tua/wali dan masyarakat sekitarnya. Petugas dan relawan YAMI berhasil melakukan pemeriksaan mata kepada 65 orang. Looky Samad S. H., M.Pd. pimpinan Yayasan Amal Mata Indonesia Pusat, berharap semoga Pemeriksaan Mata dan Bantuan Kacamata bersubsidi yang diberikan akan bermanfaat untuk semuanya. Pendiri Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani, Hajah Ida mengucapkan “terima kasih atas kolaborasi dan kerjasama yang baik antara eksponen Yayasan Asa Bestari dan YAMI yang telah melaksanakan Baksos di Rumah Tahfidz Opung (RTO) Bekasi dan Bimba Bintang Junior Jatijajar Depok.” Dengan harapan, kegiatan ini dapat berlangsung secara rutin di tahun-tahun yang akan datang.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto Istimewa dok. Bimba Bintang Junior | Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani

Read More

Kisah Haru Distribusi Kurban BMH: 75.144 Jiwa di Pelosok Jatim Rasakan ‘Kemewahan’ Daging Kurban di Moment Idul Adha

Surabaya – 1miliarsantri.net: Di balik senyuman tulus para penerima daging kurban, tersimpan kisah haru yang sering tak terlihat. Setiap potong daging yang sampai di tangan mereka bukan sekadar santapan — melainkan simbol kasih sayang, kepedulian, dan ikatan persaudaraan yang dikuatkan oleh semangat Idul Adha. Bagi sebagian keluarga, aroma masakan dari daging kurban adalah kemewahan yang hanya hadir setahun sekali. Dalam kesederhanaan itu, kebahagiaan pun tumbuh. Distribusi hewan kurban bukan hanya soal membagi daging, tapi juga membagi harapan dan kebahagiaan kepada mereka yang kerap terpinggirkan. Inilah makna sejati berkurban: menghidupkan nilai kemanusiaan dan menyentuh hati sesama. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali melaksanakan program Qurban 2025, menegaskan komitmen untuk menyentuh wilayah pelosok Kabupaten di Jawa Timur. Sebagaimana tahun lalu, tahun ini, relawan BMH siap menembus Dusun Batu Ampar, Jenggawah, Kabupaten Jember, yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki menempuh jalur curam dan berbatu. Di desa terpencil ini, qurban adalah harapan besar. “Kalau tidak ada BMH, kami tidak akan bisa makan daging qurban. Terima kasih, semoga Allah balas semua kebaikan para donatur,” ujar Mbah Nisa, salah satu penerima manfaat, dengan mata berkaca-kaca. Bagi warga Batu Ampar Idul Adha menjadi kesempatan langka. Dalam semangat berbagi kebahagiaan Idul Adha, Laznas BMH berhasil menyalurkan daging kurban kepada 75.144 jiwa di 24 wilayah Kabupaten di Jawa Timur. Distribusi langsung kepada para mustahik ini memastikan daging kurban dapat segera dinikmati oleh penerima manfaat dalam kondisi segar, tanpa diawetkan, dan dimasak sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.  Salah satu titik distribusi lainnya berlokasi di Bukit Ngemplak, Dusun Watu Agung, Desa Dayak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo — sebuah wilayah terpencil yang jarang tersentuh distribusi daging kurban. Bagi warga di sana, momen Idul Adha seringkali hanya menjadi tontonan. Ruyanto, salah satu penerima manfaat, tak kuasa menahan haru. “Biasanya saat Idul Adha, kami hanya bisa menyaksikan orang lain memotong hewan. Alhamdulillah, tahun ini kami juga bisa merasakan nikmatnya makan daging. Terima kasih BMH dan para donatur,” ucapnya tulus. Distribusi daging kurban oleh BMH dilakukan dengan sistem jemput bola ke daerah-daerah pelosok. Upaya ini wujud mengedepankan kecepatan dan ketepatan sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka. Masyarakat pelosok yang membutuhkan. Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menjelaskan bahwa pendekatan ini diambil agar para mustahik dapat menikmati kurban dalam bentuk yang paling mereka butuhkan. Relawan BMH rela menempuh perjalanan berjam-jam membawa hewan qurban, demi memastikan daging sampai ke tangan warga. “Kami ingin memastikan bahwa daging kurban sampai ke tangan yang tepat dalam kondisi segar. Tanpa diawetkan, para mustahik bisa langsung memasaknya sesuai tradisi daerah mereka, dan benar-benar merasakan kehangatan Hari Raya,” terangnya (6/6). Daging kurban yang disalurkan oleh BMH Jawa Timur ini tidak hanya membawa keberkahan bagi yang berkurban. Tetapi juga menghadirkan senyum dan rasa syukur yang mendalam bagi para penerima. Semangat berbagi ini diharapkan terus hidup dalam masyarakat dan menjadi inspirasi kebaikan sepanjang tahun. Kini saatnya bagi kita, para muhsinin, untuk mengambil bagian dalam kebahagiaan saudara-saudara kita di pelosok negeri yang jarang merasakan lezatnya daging kurban. Mari jadikan momen Idul Adha ini sebagai ladang amal yang tak ternilai, dengan menyalurkan hewan kurban ke daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan kurban…” (HR. Tirmidzi). Semoga setiap tetesan darah yang mengalir menjadi saksi atas keikhlasan kita dan membawa keberkahan yang berlimpah di dunia dan akhirat. Jangan ragu untuk berbagi — karena di balik setiap kurban, ada senyum haru yang akan menjadi doa bagi kita.*** Penulis : Toto Budiman Editor : Thamrin Humris Sumber : BMH Jawa Timur Foto istimewa

Read More

Program TJSL PT Telkom ‘Sediakan Sarana Air Bersih’ Untuk Warga 2 Desa di Kabupaten Tuban

Tuban – 1miliarsantri.net: Dalam rangka mendukung pemerataan akses sarana air bersih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah pesisir dan pedesaan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meresmikan program Sarana Air Bersih (SAB) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Selasa (27/05). Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Adapun peresmian ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan dalam memberikan akses air bersih bagi warga di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang dan Desa Janten, Kecamatan Semanding, Tuban. Sarana Air Bersih ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 400 lebih kepala keluarga yang selama bertahun-tahun menggunakan air tidak layak konsumsi. Melalui program ini, PT Telkom memberikan sarana berupa sumur, tampungan air, alat teknologi filtrasi, dan purifikasi air yang dapat membantu kebutuhan air minum layak secara efisien dan ramah lingkungan bagi warga. Turut hadir dalam peresmian ini, Nugroho Adi Pracoyo (Manajer General Support Telkom Indonesia), Dono Samuri (Kepala Desa Kepohagung), Kasun Ngino Nurhadi (Perwakilan Perangkat Desa), dan tokoh masyarakat setempat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BMM sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Program Bantuan Sarana Air Bersih (SAB) serta kepada seluruh jajaran desa di Kepohagung dan Ngino. Atas dukungan dan fasilitasi yang luar biasa, program ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial dan lingkungan Telkom sebagai BUMN yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam membangun masyarakat Indonesia”, Ujar Nugroho. Nugroho melanjutkan, pemilihan Sarana Air Bersih sebagai bantuan program karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Terlebih, air bersih merupakan kebutuhan wajib bagi masyarakat dan dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan komunitas lokal. Sebelumnya, sejak tahun 2023, PT Telkom telah membangun sumur di Ngino dan Kepohagung untuk pemenuhan kebetuhan air bersih masyarakat setempat. “Tahun ini kami lanjutkan dengan bantuan purifikasi serta pembangunan perluasan bendungan untuk meningkatkan kapasitas tampungan. Dari 2022 hingga 2025, Telkom telah menyalurkan 232 bantuan SAB di seluruh Indonesia yang memberi manfaat bagi hampir 80.000 jiwa,” imbuh Nugroho. “Program ini adalah bagian dari komitmen ESG Telkom dan kami berharap bantuan ini membawa berkah serta mendorong kehidupan yang lebih sehat. Mohon doa agar Telkom terus berkembang dan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat”, lanjut Nugroho. Atas pelaksanaan program ini, Kepala Desa Kepohagung, Dono Samuri, memberikan apresiasi atas komitmen Telkom dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Tuban. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran SAB Telkom ini menjadi solusi nyata terhadap persoalan kekurangan air bersih yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di beberapa wilayah Tuban, terutama saat musim kemarau. “Semoga kegiatan ini menjadi ibadah bagi kita semua dan mendapatkan Ridho dari Allah dan diberikan kelancaran untuk PT Telkom Indonesia, BMM, dan semua pihak yang terlibat kegiatan pemberian Bantuan SAB (Sarana Air Bersih). Semoga bantuan ini dapat memberikan banyak manfaat kepada warga secara Desa secara keseluruhan.” Pungkasnya. Tidak hanya membangun instalasi fisik, Telkom juga menyiapkan program sosialiasi, pelatihan dan pendampingan kepada warga untuk memastikan sistem ini dikelola secara berkelanjutan. Melalui pelibatan aktif kelompok masyarakat dan perangkat desa, SAB Telkom diharapkan dapat berfungsi secara mandiri dan bertahan dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan perilaku hidup bersih. “Alhamdulillah pada siang hari ini musholah An-Nur menerima bantuan sarana air bersih dan air layak minum dari PT Telkom Indonesia. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Telkom Indonesia. Dan saya menyampaikan untuk air layak minum ini bukan hanya untuk jamaah saja, tetapi juga untuk semua warga di RT 4 RW 8 untuk bisa mengambil untuk keperluan sehari-hari sesuai kebutuhan.” Kata Ustadz Syaiful (Takmir Musholla An-Nur) Ucapan terima kasih turut disampaikan oleh Nurhadi selaku perwakilan penerima manfaat dari Desa Ngino. Menurutnya, bantuan Sarana Air Bersih ini akan membawa manfaat yang besar bagi warga di Desa Ngino, khususnya di Dusun Janten. Perlu diketahui, program SAB Telkom ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Program ini juga selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 6 (Akses terhadap air bersih dan sanitasi layak), poin 11 (Kota dan komunitas yang berkelanjutan), serta poin 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan). Melalui peresmian SAB di Tuban, Telkom menegaskan peran strategisnya tidak hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi nasional, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial yang hadir di tengah masyarakat dengan solusi nyata. Perusahaan berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi sektor swasta lainnya untuk ikut terlibat dalam upaya pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.*** Penulis : Toto Budiman Editor : Thamrin Humris Sumber : BMM Foto istimewa

Read More

Secercah Harapan Dari Sumur Bor Ke-201, BMH: Santri Ponpes Al-Fatah Malang Kini Punya Akses Air Bersih!

Malang – 1miliarsantri.net: Air adalah kebutuhan mendasar bagi kehidupan, namun masih banyak pesantren tahfidz di pelosok yang kesulitan mengaksesnya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sedekah terbaik adalah memberi air” (HR. Ahmad). Melalui program Wakaf Sumur Bor ini, BMH mengajak para dermawan untuk menjadi bagian dari solusi yang nyata—menyediakan air bersih bagi para santri penghafal Al-Qur’an, sekaligus meraih pahala jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat. Bayangkan setiap tetes air yang mengalir dari sumur wakaf Anda menjadi saksi amal shaleh yang tak terputus. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya di antara amalan yang tidak terputus pahalanya meskipun setelah wafat adalah sedekah jariyah” (HR. Muslim). Melalui program Wakaf Sumur Bor untuk Pondok Tahfidz Al-Qur’an, Anda bisa berkontribusi membuka sumber kehidupan sekaligus menyalakan semangat para penjaga Kalamullah. Siapa Sangka, Sebuah Sumur Bor Bisa Membawa Perubahan Besar Di tengah hiruk pikuk kehidupan, kabar baik datang dari Pondok Pesantren Al-Fatah di Turen, Malang. Berkat kedermawanan donatur pada hari Selasa, 26 Mei 2025, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH), meresmikan sumur bor untuk 235 santri yang mukim mondok di sana. Kini tak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur Bor Ke-201 Ini bukan sumur biasa, ini adalah sumur bor ke-201 yang berhasil diwujudkan BMH, membuktikan bahwa gerakan kebaikan tak pernah surut! Bayangkan saja, dulu para santri harus berjuang dengan sumur gali manual yang sering keruh dan bahkan kering saat kemarau. Mandi, mencuci, memasak, hingga beribadah, semua jadi tantangan. Tapi kini, semua berubah. Akses air bersih yang lancar bukan hanya sekadar fasilitas, melainkan fondasi bagi semangat belajar dan beribadah. Tak Ada Lagi Air Keruh “Dulu airnya sering keruh dan kadang nggak keluar kalau siang. Sekarang alhamdulillah lancar. Jadi makin semangat menghafal karena nggak harus antre lama untuk mandi atau wudhu,” cerita Irwan, santri kelas tahfidz yang sudah menghafal 8 juz, dengan wajah sumringah. Di balik lantunan ayat-ayat suci yang dijaga oleh para santri tahfidz, ada perjuangan panjang menghadapi keterbatasan air bersih. Namun Anda bisa menjadi bagian dari keajaiban itu. Bersama BMH Jatim, mari wakafkan sumur bor untuk pondok tahfidz—biarkan setiap tetesnya menjadi doa yang terus mengalir untuk Anda dan keluarga tercinta. Kisah Irwan adalah secuil gambaran optimisme yang terus dipupuk oleh BMH. Inilah wujud nyata dari ikhtiar BMH yang tak kenal lelah. Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa air adalah kebutuhan pokok yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan pendidikan. “Sumur bor ini bukan sekadar fasilitas, tapi fondasi bagi semangat belajar dan beribadah para santri,” ujarnya. Komitmen Berkelanjutan BMH terus menunjukkan komitmennya untuk memastikan pesantren-pesantren di pelosok negeri mendapatkan infrastruktur dasar yang memadai. Dengan dukungan para donatur yang tak henti mengulurkan tangan, BMH terus menebarkan kebermanfaatan yang merata, khususnya di lingkungan pendidikan Islam.Ini adalah bukti bahwa gerakan kebaikan, sekecil apa pun, mampu menciptakan gelombang perubahan yang besar. Pernyataan ini bukan bualan, tapi cerminan dari dampak positif yang dirasakan langsung oleh ratusan santri. Kesehatan terjaga, kenyamanan meningkat, dan semangat menuntut ilmu pun berkobar. Ini adalah bukti bahwa gerakan kebaikan, sekecil apa pun, mampu menciptakan gelombang perubahan yang besar. Kisah dari Ponpes Al-Fatah ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa masih banyak tangan-tangan baik yang terus bergerak, membangun harapan, dan mewujudkan impian. Mari terus dukung lembaga-lembaga amil zakat seperti BMH, karena setiap tetes kebaikan yang kita sumbangkan, akan mengalirkan manfaat tak terhingga bagi sesama. Yuk sisihkan sebagian rezeki anda dengan turut berdonasi melalui rekening an. Baitul Maal Hidayatullah BCA 3890409767 dan konfirmasi donasi ke sdr. ARHAM di 0899-9699-1907. Bukankah ini optimisme kebaikan yang patut terus kita lanjutkan?*** Ikuti terus artikel Ziswaf untuk mendapatkan informasi aktual dan bermanfaat, yang disajikan oleh tim Redaksi 1miliarsantri.net. Penulis : Toto Budiman Editor : Thamrin Humris Sumber : BMH Jawa Timur Foto istimewa

Read More

Senyum Haru di Tlogosari, Saat ‘Mukena Dan Al Quran Baru Dari BMH’ Jadi Rezeki Tak Terduga

Banyuwangi – 1miliarsantri.net: Program bantuan sembako, Al Quran dan mukenah baru yang digagas BMH Jatim hadir sebagai wujud kepedulian sosial terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan. Melalui program ini, BMH berupaya meringankan beban mereka dengan menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari serta perlengkapan ibadah, agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak dan beribadah dengan tenang. Bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari rasa empati, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial kita sebagai umat manusia. Allah SWT berfirman dalam Al Quran: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS. Al-Baqarah: 261). Bantuan Paket Mukenah, Al Quran dan Sembako Ditengah kesahajaan Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, secercah kebahagiaan menyapa (28/5). Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) giat menebar kebaikan, kali ini melalui penyaluran paket mukenah, Al Quran, dan sembako yang disambut dengan senyum haru dan mata berkaca-kaca oleh warganya. Program ini bukan sekadar bantuan biasa. Di momen pasca-Ramadan yang syahdu ini, BMH ingin memastikan kehangatan kebaikan tetap terasa, tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tapi juga merangkul aspek spiritual masyarakat di pelosok. Harapan yang Terjawab Di tangan sesosok wajah yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya adalah Ibu Siti Mujayana. Dengan suara bergetar menahan haru, ia mengungkapkan perasaannya saat menerima uluran tangan kebaikan ini. “Saya tidak menyangka akan menerima mukenah baru dan Al Quran,” ujarnya sambil menatap mukenah yang baru saja dipegangnya. “Sudah lama saya ingin punya mukenah yang layak untuk shalat, tapi belum mampu beli. Terima kasih banyak kepada para donatur dan BMH,” ungkapnya penuh rasa syukur. Kisah Ibu Siti hanyalah satu dari sekian banyak cerita di Tlogosari. Keterbatasan ekonomi memang menjadi tantangan sehari-hari bagi sebagian besar warga di sana. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, kehadiran paket sembako menjadi penopang penting untuk mencukupi kebutuhan pangan, sementara mukenah dan Al Quran hadir sebagai penguat rohani yang tak ternilai harganya. Sinergi Umat, Sinar Kebaikan Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata sinergi antara kepedulian umat dan amanah yang disalurkan melalui BMH. “Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudari kita di pelosok, seperti di Dusun Tlogosari ini, juga bisa merasakan langsung manfaat dari zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan umat,” jelas Imam. “Fokus kami tidak hanya membantu secara ekonomi, tapi juga menguatkan sisi keimanan dan semangat beribadah mereka. Ini adalah cara kami merajut kebersamaan, agar setiap orang bisa tumbuh dalam syukur dan kedekatan dengan Allah.” Melalui program-program semacam ini, BMH berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan. Juga dapat memotivasi masyarakat untuk mempererat hubungan dengan Sang Pencipta dan sesama. Sebuah pengingat bahwa di setiap sudut negeri, selalu ada harapan dan uluran tangan yang siap membantu. Lebih jauh juga bisa membawa senyum, dan mengukir kisah-kisah penuh berkah.*** Penulis : Toto Budiman Editor : Thamrin Humris Foto istimewa Sumber : BMH Jawa Timur

Read More

Investasi Akhirat ‘Bantu Bebaskan Lahan’ Untuk Pondok Pesantren Al Quran Fajar Ashshiddiq

Bandung – 1miliarsantri.net: Dari Bumi Parahiyangan yang sejuk ada seuntai harapan dan doa dari para santri penghafal quran kepada para donatur/muhsinin yang berkenan berbagi, mengulurkan tangan dalam bentuk bantuan atau donasi untuk “Pembebasan Lahan” guna pengembangan Pondok Pesantren Al Quran Fajar Ashshiddiq. Pembebasan lahan dikhususkan untuk membangun asrama santri (putra) yang selama ini hanya ditampung dalam “kobong” ruangan sederhana yang berfungsi sebagai tempat beristirahat dan belajar, yang tidak layak huni. Untuk itu segenap eksponen Yayasan Fajar Ashshiddiq berupaya menggalang bantuan dari umat Islam agar dapat merealisasikan bangunan asrama yang representatif bagi santri. Bantuan dapat disalurkan dalam bentuk dana untuk pembebasan lahan melalui rekening: Bank : Bank BJB No. Rekening : 0142109131100 Atas Nama : Yayasan Fajar Ashshiddiq Alamat Pesantren : Komp. Bukit Sukasari Mukti No. 11A, RT.001 RW.008, DS. Bumiwangi, Kec. Ciparay, Kab. Bandung. Penanggung jawab : KH. Tata Moch Tasdiq – Ustadzah Sri Mulyantini. Nomor Telpon / WhatsApp: 0821-2736-6667 / 0852-9452-5682. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Al Quran Fajar Ashshiddiqi Pondok Pesantren Al Quran Fajar Ashshiddiqi didirikan pada tahun 2005 oleh KH. Tata Moch. Tasdiq, SH, seorang ulama yang tumbuh dari lingkungan sederhana namun memiliki tekad besar untuk menjadi pribadi yang berguna bagi umat. KH. Tata menjalani liku-liku kehidupan yang panjang dan penuh ujian. Namun justru dari perjalanan hidup yang penuh kepahitan itulah tumbuh tekad kuat dalam dirinya untuk mendirikan lembaga pendidikan yang mencetak generasi Qur’ani yang beraqidah lurus, berakhlak mulia, serta istiqamah di atas manhaj salafus shalih. Dengan bermodal semangat, Doa dari sosok kedua orangtuanya dan keyakinan yang sangat kuat, dan pengabdian kepada Allah, beliau memulai langkah awal di sebuah lokasi yang terjal dan sejuk, tepat di bawah kaki Gunung Tumpeng. Suasana alam yang tenang ini menjadi saksi awal berdirinya pesantren, di mana santri mulai diajarkan untuk menghafal Al Quran, memahami kitab-kitab salaf, dan dibina akhlaknya secara menyeluruh. Nama Fajar Ashshiddiqi dipilih sebagai simbol harapan lahirnya generasi penerus yang cemerlang seperti cahaya fajar, serta jujur dan tegar seperti Ash-Shiddiq, Abu Bakar ra. Kini, Pondok Pesantren Al Quran Fajar Ashshiddiqi terus berkembang sebagai tempat pembinaan ilmu dan iman yang menanamkan nilai-nilai Islam murni kepada para santri.*** Ikuti terus informasi Ziswaf melalui 1miliarsantri.net, silahkan salurkan bantuan sebagai investasi akhirat dalam rangka membangun Pesantren-pesantren dan pusat-pusat Al-Quran di Indonesia yang akan menjadi pusat Sumber Daya Manusia Indonesia yang berakhlaq mulia dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto istimewa.

Read More

BMH Hadirkan Air Bersih untuk Santri Di Pelosok Lamongan Dan Pamekasan

Mendukung program bantuan sumur bor di pondok pesantren yang kesulitan mendapatkan air bersih adalah bentuk nyata kepedulian sosial dan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi para santri untuk belajar, beribadah, dan menjaga kesehatan, sehingga setiap tetes bantuan dari para donatur akan membawa kebaikan yang tak terputus. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni). Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu penyediaan air bersih, para donatur bukan hanya meringankan beban sesama, tapi juga menanam investasi amal yang terus mengalir bahkan setelah mereka tiada. Sumur Bor ke-199 di tanah Lamongan Kekuatan umat melalui Laznas BMH terus menorehkan jejak kebaikan. Terbaru, BMH sukses menancapkan wakaf sumur bor ke-199 di tanah Lamongan (24/5). Kali ini, air bersih mulai mengalir di Pondok Pesantren Nashoihuddin, Desa Sambi Galih—menjadi penawar dahaga santri yang selama ini bergantung pada air rawa keruh. Sebelum sumur bor hadir, para santri hanya bergantung pada air rawa yang keruh dan tidak layak pakai. Kondisi ini membuat aktivitas belajar maupun ibadah di pesantren menjadi kurang optimal. Ustadz Moch. Maftuhin menyambut sumur bor itu dengan penuh syukur. Baginya, kehadiran air bersih tak hanya menjawab kebutuhan fisik, tapi juga memudahkan aktivitas harian santri di pesantren. “Alhamdulillah, sekarang mereka bisa lebih mudah mendapat air bersih. Kami sangat berterima kasih kepada para donatur BMH. Ini benar-benar anugerah,” ujarnya. Sementara itu, Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menyebut sumur bor ini sebagai wujud nyata kebaikan donatur yang terus berdampak besar. “Selain menyediakan air bersih, bantuan ini juga membuat santri lebih nyaman dalam belajar, beribadah, dan menjalani aktivitas sehari-hari. Inilah wakaf yang tak hanya bermanfaat kini, tapi juga mengalirkan pahala untuk para pemberi,” ujarnya. BMH terus bergerak dalam diam, menghadirkan harapan di tengah kesulitan. “Lewat wakaf produktif, BMH membawa air bersih ke pelosok negeri—bukan sekadar memberi, tapi menjaga harkat para santri dan warga yang memperjuangkan hidup dengan iman dan ilmu,” tutup Imam Muslim. Sumur Bor ke-200 BMH Mengalir di Pamekasan Ada air mata yang jatuh bukan karena duka, melainkan karena haru dan syukur yang tak bisa ditahan. Di tengah halaman Pesantren Baitul Hikmah, Desa Panaan, Palengaan, Pamekasan, air bersih pertama kali mengalir dari sumur bor baru. Bukan sembarang sumur, ini adalah sumur bor ke-200 yang direalisasikan oleh LAZNAS BMH di Jawa Timur (23/5). Bagi sebagian orang, air bersih mungkin hal biasa. Tapi bagi para santri di sini, air adalah perjuangan. Abdurrahman, santri penghafal Qur’an, masih ingat betul rasa lelah membawa ember siang-siang, kadang harus pulang dengan tangan kosong karena air sudah habis. “Sekarang Alhamdulillah, kami sudah bisa ambil air di pondok sendiri,” katanya, matanya bersinar, seolah tak percaya bahwa hari ini akhirnya datang juga. Air memang tak bersuara, tapi kehadirannya bisa menenangkan. Dan di tempat seperti pesantren ini, air bukan sekadar kebutuhan, tapi juga penopang ibadah, pembelajaran, dan kehidupan. Hadirnya sumur bor ini bukan hanya menyelesaikan krisis air, tapi juga menyiramkan semangat baru bagi para santri yang tengah menghafal Kalamullah. Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menyebut peresmian ini sebagai tonggak penting perjuangan panjang menghadirkan akses air layak hingga ke pelosok. “Ini adalah sumur ke-200 kami di Jatim. Alhamdulillah, para santri kini tak lagi tergantung pada sumur warga. Mereka bisa belajar dan beribadah dengan lebih nyaman,” tuturnya. Sumur ini mungkin tak besar. Tapi dampaknya sangat luas. Di balik aliran airnya, mengalir pula harapan, ketenangan, dan semangat baru. Karena di sanubari setiap tetesan air itu, ada doa-doa yang dijaga, ayat-ayat yang dihafal, dan masa depan yang sedang dipersiapkan. Dan kita semua—yang ikut berkontribusi walau hanya sebutir doa atau setetes sedekah—menjadi bagian dari mengalirnya kehidupan ini.*** Penulis : Toto Budiman Editor: Thamrin Humris Sumber : BMH Foto istimewa

Read More