Selamat Idul Fitri 1447 H: Menyambut Hari Kemenangan dengan Penuh Syukur

Redaksi 1MiliarSantri.net dengan penuh kehangatan mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan dunia. Hari kemenangan ini menjadi momen yang istimewa setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali kepada kesucian hati, mempererat tali silaturahmi, serta saling memaafkan dengan tulus. Kami berharap semoga amal ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadan dan sunah-sunah Nabi Muhammad senantiasa dijalankan dan semoga terus terjaga. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin. Selamat merayakan hari yang fitri, semoga kedamaian dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita semua.*** REDAKSI 1Miliarsantri.Net

Read More

Safari Ramadhan MUI Kota Kupang Pekan IV: Perkuat Ukhuwah dan Galang Infaq untuk Masjid dan Anak Yatim

Kupang — 1miliarsantri.net: Kegiatan Safari dan Silaturahmi Ramadhan Pekan ke-IV yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang bersama berbagai ormas, lembaga, dan paguyuban Islam se-Kota Kupang berlangsung khidmat pada Ahad sore (15/3/2026) di Masjid Al Haramain, MTs Negeri Kota Kupang, Namosain. Acara yang menjadi agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan ini dihadiri oleh para tokoh ulama, pengurus organisasi Islam, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kota Kupang. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial umat. Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan ini, panitia juga menggalang dana infaq yang diperuntukkan bagi pembangunan masjid, musholla, lembaga pendidikan Islam, serta panti asuhan yatim piatu di Kota Kupang dan sekitarnya. Program Safari Ramadhan yang digagas oleh MUI Kota Kupang bersama ormas Islam ini telah berlangsung selama sekitar 10 tahun, menjadi tradisi dakwah sekaligus gerakan sosial umat Islam di wilayah tersebut. Para tokoh yang hadir berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin memperkuat semangat berbagi, kepedulian, serta persatuan umat Islam, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Safari Ramadhan ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah dan kesejahteraan anak-anak yatim. Editor: Redaksi / Thamrin Humris Sumber: APG / Laporan kegiatan MUI Kota Kupang.

Read More

Doa Ampunan di Malam-Malam Ramadhan

Bekasi — 1miliarsantri.net: Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum bagi umat Islam untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sangat dianjurkan dibaca terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan. Doa Ampunan di Malam-Malam Ramadhan: اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني “Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anni” Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa ini memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat, Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Pahala Puasa Ramadhan: Hak Allah atau Bisa Diukur Manusia?

Bekasi — 1miliarsantri.net: Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang di dalamnya setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah seperti puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai amal shalih lainnya. Namun muncul sebuah pertanyaan penting dalam kajian keislaman: apakah pahala puasa dan amal selama Ramadhan dapat “diukur” atau “ditentukan” oleh manusia, ataukah hal itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah? Para ulama sepakat bahwa manusia hanya bisa mengetahui janji pahala secara umum berdasarkan dalil, sedangkan penentuan besarnya pahala secara pasti adalah hak Allah semata. Puasa: Amal yang Pahalanya Langsung dari Allah Dalil paling kuat tentang keistimewaan puasa terdapat dalam hadits qudsi berikut. Rasulullah ﷺ bersabda: Hadits ini menunjukkan bahwa pahala puasa memiliki keistimewaan khusus. Ulama menjelaskan bahwa Allah tidak menyebutkan jumlah pahala puasa secara spesifik, berbeda dengan amal lain. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah: Allah memberikan pahala puasa tanpa batas yang diketahui manusia. Al-Qur’an Menegaskan Pahala Dilipatgandakan oleh Allah Allah berfirman: Dalam ayat lain Allah berfirman: Para mufassir menjelaskan bahwa puasa termasuk ibadah sabar, sehingga pahalanya diberikan tanpa batas perhitungan manusia. Manusia Hanya Mengetahui Janji Pahala Secara Umum Syariat memang menjelaskan keutamaan beberapa amal, seperti: Namun angka-angka tersebut bukan ukuran pasti pahala seseorang, melainkan janji keutamaan secara umum. Imam An-Nawawi menjelaskan: Pandangan Ulama 4 Mazhab 1. Mazhab Hanafi Ulama Hanafi seperti Imam Al-Kasani menjelaskan bahwa pahala ibadah tidak dapat diukur secara pasti karena: Semua itu hanya diketahui oleh Allah. 2. Mazhab Maliki Imam Al-Qurtubi, ulama besar Maliki, menjelaskan bahwa hadits qudsi tentang puasa menunjukkan: Allah sendiri yang menilai dan memberikan pahala puasa secara langsung tanpa batas. Karena puasa adalah ibadah yang sangat tersembunyi dan jauh dari riya’. 3. Mazhab Syafi’i Dalam penjelasan Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa pahala ibadah tidak dapat dihitung manusia secara detail. Manusia hanya bisa mengatakan: Namun jumlah pahala sebenarnya hanya diketahui Allah. 4. Mazhab Hanbali Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa: pahala ibadah bergantung pada rahmat Allah dan kualitas amal. Karena itu tidak ada manusia yang bisa memastikan berapa pahala yang diterima seseorang. Hikmah Mengapa Pahala Tidak Diketahui Manusia Para ulama menjelaskan beberapa hikmah besar: 1. Menjaga Keikhlasan Jika pahala bisa dihitung manusia, sebagian orang mungkin beramal hanya untuk “mengumpulkan angka pahala”. 2. Memotivasi Ibadah Lebih Banyak Karena pahala tidak diketahui batasnya, seorang mukmin akan terus berusaha memperbanyak amal. 3. Menunjukkan Luasnya Rahmat Allah Allah bisa melipatgandakan pahala: Berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadits, dan pendapat ulama empat mazhab, dapat disimpulkan: Karena itu, seorang muslim seharusnya fokus pada keikhlasan dan kesempurnaan ibadah, bukan pada menghitung pahala. Sebagaimana pesan para ulama: Beramallah dengan ikhlas, karena Allah mengetahui amal yang tersembunyi sekalipun.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Keutamaan Makkah: Mengapa Kota Suci Ini Menjadi Tempat Paling Mulia di Bumi Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Makkah — 1miliarsantri.net:  Keutamaan Makkah (Mecca, Mekah) dalam Islam menjadikannya kota paling suci di bumi. Simak penjelasan Al-Qur’an dan hadits tentang kemuliaan Mekah sebagai pusat ibadah haji, umrah, dan tempat kelahiran Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam. Dalam ajaran Islam, terdapat tempat-tempat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Di antara semua tempat di muka bumi, Makkah memiliki kedudukan paling istimewa. Kota ini bukan hanya menjadi arah kiblat umat Islam, tetapi juga menjadi pusat ibadah terbesar seperti haji dan umrah. Keutamaan Mekah disebutkan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW, yang menegaskan kemuliaannya sebagai kota suci yang dipilih langsung oleh Allah. Allah SWT berhak memberikan kemuliaan kepada siapa pun dan apa pun yang Dia kehendaki. Sebagaimana Allah memuliakan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia terbaik, Ramadan sebagai bulan paling mulia, hari Jumat sebagai hari paling utama, serta Al-Qur’an sebagai kitab paling agung, demikian pula Allah memilih Mekah sebagai tempat paling mulia di bumi. Kota suci ini juga menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus lokasi berdirinya Ka’bah, rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia. Karena itulah, jutaan umat Islam dari seluruh dunia datang setiap tahun ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah dengan harapan meraih keberkahan serta ampunan dari Allah SWT. Makkah Dipilih Allah sebagai Tanah Haram Salah satu keutamaan Mekah adalah statusnya sebagai tanah haram yang dimuliakan Allah sejak dahulu kala. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT: “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”(QS. Ali Imran: 96) Ayat ini menunjukkan bahwa Mekah merupakan tempat ibadah pertama yang diberkahi Allah dan menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kota yang Dicintai Nabi Muhammad SAW Keutamaan Mekah juga ditegaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan betapa besar kecintaan beliau terhadap kota ini. Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekah) adalah bumi Allah yang paling baik dan paling dicintai oleh Allah. Seandainya aku tidak diusir darimu, aku tidak akan keluar darimu.”(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) Hadits ini menegaskan bahwa Mekah adalah tempat yang paling dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Tempat Dilipatgandakannya Pahala Ibadah Keutamaan Mekah lainnya adalah pahala ibadah yang dilipatgandakan dibandingkan tempat lain. Shalat di Masjidil Haram memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama dari seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu shalat di masjid lainnya.”(HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Keutamaan ini menjadi salah satu alasan utama umat Islam dari seluruh dunia berlomba-lomba datang ke Mekah untuk beribadah, apalagi di bulan Ramadhan yang mulia dan penuh berkah ini. Kota Aman yang Dijaga Allah Allah SWT juga menjadikan Mekah sebagai kota yang aman. Bahkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS, kota ini telah didoakan agar menjadi negeri yang penuh keamanan dan keberkahan. Allah berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.’”(QS. Ibrahim: 35) Memahami Keutamaan dan Kesucian Mekkah Sebagai Simbol Persatuan Memahami keutamaan Mekah akan membuat setiap Muslim semakin menghargai kemuliaan kota suci ini. Mekah bukan sekadar tempat ibadah haji dan umrah, tetapi juga simbol persatuan umat Islam serta pusat spiritual yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Dengan mengetahui kemuliaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, diharapkan umat Islam semakin termotivasi untuk memperbanyak ibadah dan menjaga adab ketika berada di kota suci tersebut. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semua untuk mengunjungi Mekah dan merasakan langsung keberkahan di kota yang paling mulia di muka bumi ini. Aamiin.*** Penulis dan Editor : Thamrin Humris

Read More

Santri RTO/RTQ Opung Meriahkan Buka Puasa Bersama GoWest6, Lantunan Al-Qur’an dan Shalawat Harukan Hadirin

Jakarta — 1miliarsantri.net: Kebahagiaan terpancar di wajah para santri RTO/RTQ Opung Jatimulya Bekasi saat menghadiri acara buka puasa bersama anak yatim dan piatu yang diselenggarakan oleh Family and Friends GoWest6 pada Ahad (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Bakmi GM, Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan ini menjadi momen kebersamaan yang penuh kehangatan di bulan suci Ramadhan. Rombongan santri Rumah Tahfidz Opung (RTO) / Rumah Tahfidz Qur’an Opung (RTQ Opung) – Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani dipimpin oleh Ustadz Fauzi Rahman Harun. Para santri juga didampingi oleh Hajah Ida Zuraedah serta Zurdin Gani selaku pendiri dan pembina RTO/RTQ Opung. Kehadiran para santri tahfidz ini disambut hangat oleh para alumni SMA Negeri 6 Jakarta yang tergabung dalam komunitas Family and Friends GoWest6 Cycling For Friendship, penyelenggara kegiatan berbagi kebahagiaan Ramadhan tersebut. Acara yang bertepatan dengan 19 Ramadhan 1447 Hijriyah itu mengusung tema “Berbagi IFTHAR Ramadhan 1447 H”. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bagir selaku pimpinan GoWest6. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ajang mempererat silaturahmi antaranggota komunitas dengan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota GoWest6, puluhan anak yatim dan piatu dari Yayasan Bahrul Ulum Pondok Aren, serta tamu undangan lainnya. Salah satu momen yang paling berkesan dalam acara tersebut adalah penampilan para santri RTO/RTQ Opung. Sebanyak 20 santri tampil membawakan hafalan Al-Qur’an dengan melantunkan Surah Al-Mulk secara bersama-sama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan tartil menghadirkan suasana khidmat dan mengharukan bagi seluruh hadirin. Tak hanya itu, para santri juga mempersembahkan pembacaan shalawat yang diiringi dengan doa untuk kedua orang tua. Penampilan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari para tamu undangan yang hadir. Suasana acara semakin meriah dengan dipandu oleh MC dari komunitas Family and Friends GoWest6 Cycling For Friendship. Berbagai rangkaian kegiatan berlangsung penuh keakraban hingga menjelang waktu berbuka puasa. Puluhan anak yatim dan piatu yang mengikuti kegiatan buka puasa bersama tersebut tampak sangat gembira. Kebahagiaan mereka semakin lengkap ketika panitia juga menyalurkan santunan serta paket sembako kepada para peserta. Kegiatan berbagi di bulan Ramadhan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Acara pun ditutup dengan doa bersama serta berbuka puasa dalam suasana penuh kebersamaan dan syukur.*** Editor : Thamrin Humris Foto : Istimewa

Read More

Ramadhan 2003 dan Ramadhan 2026: Amerika Rusak Ketenangan Ramadhan dengan Menyerang Irak dan Iran, Ayatollah Khamenei Syahid

Ramadhan 2003 dan Ramadhan 2026: Amerika Rusak Jakarta — 1miliarsantri.net: Ramadhan 2026 kembali dinodai oleh tindakan provokatif Amerika Serikat dengan menyerang Negeri Para Mullah “Iran” pada Sabtu 28/2/2026, yang menyebabkan syahidnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei beserta beberapa keluarganya. Bulan Ramadhan dikenal sebagai momen spiritual, puasa, dan refleksi bagi umat Islam di seluruh dunia. Namun sejarah modern mencatat dua periode mengejutkan ketika konflik militer besar melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara Muslim saat Ramadhan berlangsung: Invasi Irak 2003 dan serangan terhadap Iran pada Ramadhan 2026. Kedua peristiwa ini memicu kontroversi global dan penderitaan, terutama ketika kekerasan terjadi di tengah bulan suci. Berikut ulasan komprehensif tentang serangan militer Amerika Serikat terhadap Irak pada Ramadhan 2003 dan serangan bersama AS–Israel terhadap Iran pada Ramadhan 2026, serta dampaknya terhadap kaum Muslim, dan reaksi internasional dan kontroversinya. Invasi Amerika Serikat ke Irak (2003) di Bulan Ramadhan Masih membekas dalam ingatan kaum muslim di Irak dan dunia, pada 19 Maret 2003, Amerika Serikat memimpin koalisi untuk menyerang Irak dalam operasi yang dikenal sebagai Operation Iraqi Freedom atau Invasi Irak 2003. Invasi ini dilatarbelakangi oleh klaim pemerintah AS tentang adanya senjata pemusnah massal (WMD) di bawah rezim Saddam Hussein — klaim yang kemudian tidak terbukti. Konflik ini berlanjut selama bertahun-tahun, menyebabkan jatuhnya pemerintahan Saddam, kekosongan kekuasaan, munculnya pemberontakan sektarian, dan dampak kemanusiaan yang besar. Banyak pihak mengkritik invasi tersebut karena tanpa mandat jelas dari Dewan Keamanan PBB dan karena terjadi saat Ramadhan, menambah kerapuhan sosial dan tragedi bagi warga Irak yang menjalankan ibadah puasa. Invasi militer ini menjadi awal dari periode ketidakstabilan panjang di Irak, dengan ribuan warga sipil tewas serta menghancurkan banyak infrastruktur, dan masih diperdebatkan sampai hari ini. Serangan pada Ramadhan 2026 memicu kecaman internasional, termasuk reaksi keras dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyebut agresi sebagai ancaman eskalasi besar di Timur Tengah, serta tekanan diplomatik agar kembali ke jalur negosiasi. Rusia dan beberapa negara kritis terhadap tindakan AS–Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap negara berdaulat. Kedutaan Iran bahkan membandingkan serangan tersebut dengan pengalaman Irak dan menunjukkan bahwa narasi “membantu rakyat” yang dipakai untuk membenarkan intervensi sering kali berujung pada penderitaan dan kerusakan bagi masyarakat sipil. Dampak terhadap Umat Islam di Timur Tengah Kedua peristiwa ini — serangan ke Irak (2003) dan serangan bersama ke Iran (2026) — terjadi pada bulan suci Ramadhan, ketika umat Islam secara tradisional berharap damai dan keteraturan sosial. Banyak jamaah dan publik internasional melihat aksi militer tersebut sebagai “penghancuran ketenangan Ramadhan”, memperdalam trauma kolektif dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bagi warga Muslim di Irak dan Iran, Ramadhan yang seharusnya menjadi waktu ibadah dan kedekatan spiritual berubah menjadi suasana konflik, kehilangan anggota keluarga, kerusakan harta benda, dan ketidakpastian masa depan. Duka Cita dari Ulama Irak dan Dunia Syiah di Baghdad Di ibukota Irak, tokoh-tokoh Syiah serta aliansi ulama setempat berkumpul untuk menyampaikan duka cita besar. Sebagaimana dilaporkan untuk wilayah Baghdad, sejumlah pemimpin dan kelompok Syiah menyatakan: “…dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei… darahnya akan tetap menjadi sumber inspirasi bagi semua generasi dan kutukan bagi para Zionis pembunuh selamanya.” Beberapa ulama di Irak bahkan menetapkan periode tiga hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan atas peran Khamenei dalam perjuangan politik dan keagamaan mereka. Amerika Tidak Menghormati Bulan Suci Ramadhan Serangan militer di bulan Ramadhan memang sering menimbulkan sensitivitas besar, karena Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam yang identik dengan ibadah, kedamaian, dan solidaritas. Peristiwa invasi Irak 2003 dan serangan terhadap Iran pada Ramadhan 2026 adalah pengingat pahit bahwa konflik modern tidak menghormati waktu sakral dan sering kali membawa akibat jangka panjang bagi rakyat Irak dan Iran. Kedua peristiwa sama-sama terjadi di bulan suci, sehingga dianggap sebagai “penghancuran ketenangan Ramadhan.” Serangan yang dilakukan Amerika Serikat pada Sabtu, 28/2/2026 telah menyebabkan sekitar 200 orang tewas termasuk anak-anak di sebuah sekolah di Minab.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman Foto : Tangkapan layar ArabNews dari khamenei.ir

Read More

Pesantren Ramadhan Rumah Tahfidz Opung, Full Charge: Beriman Kepada Allah Subhanahu Wata’ala

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum mengisi ulang iman — full charge menuju ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Bekasi — 1miliarsantri.net: Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa untuk memperkuat iman, memperbanyak ibadah, dan memperdalam interaksi dengan Al-Qur’an. Semangat itulah yang kini terasa kuat di lingkungan Rumah Tahfidz Opung (RTO), sebuah lembaga pendidikan non-formal yang fokus pada pembinaan hafiz dan hafizah Al-Qur’an di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Memasuki Ramadhan 1447 Hijriyah, Rumah Tahfidz Opung menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pesantren Ramadhan Santriwan-Santriwati RTO”, yang berlangsung setiap hari Senin hingga Jumat, mulai 23 Februari hingga 10 Maret 2026, pukul 16.00 WIB. Program ini dirancang sebagai upaya “full charge” spiritual, yaitu mengisi kembali energi keimanan para santri agar semakin kokoh dalam beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala. “Full Charge: Beriman kepada Allah SWT” dengan : Full Charge Iman: Mengisi Ulang Energi Ruhani Tema “Full Charge: Beriman Kepada Allah Subhanahu Wata’ala” mengandung makna mendalam. Seperti halnya perangkat yang membutuhkan pengisian daya, hati manusia juga membutuhkan pengisian iman secara berkala. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk itu.Melalui interaksi intensif dengan Al-Qur’an, ibadah puasa, dan kebersamaan dalam lingkungan yang saleh, iman para santri diharapkan semakin kuat. Sebab, iman bukan sesuatu yang statis, melainkan harus terus dipupuk melalui ilmu, ibadah, dan amal saleh. Rumah Tahfidz Opung berkomitmen menjadikan Pesantren Ramadhan sebagai sarana pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga kokoh dalam akidah dan mulia dalam akhlak. Partisipasi dan Dukungan Rumah Tahfidz Opung berdiri sejak tahun 2017 yang diinisasi oleh Hajah Zuraedah (Hajah Ida) bersama keluarga besar almarhumah Opung Hj. Maryani Gani bt Haji M. Ali Ociem, didukung oleh Pimpinan RTO Ustadz Fauzi Rahman, Hajah Enny dan Zurdin Gani (Pendiri dan Pembina Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani), telah melaksanakan berbagai macam kegiatan rutin dalam membina para penghafal Qur’an dari usia balita, anak hingga remaja. Kegiatan Pesantren Ramadhan yang telah dibuka dan dimulai secara resmi pada Senin 23 Februari 2026 atau bertepatan dengan 5 Ramadhan 1447H memerlukan dukungan dari semua pihak, untuk itu eksponen Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani mengajak segenap Umat Islam, para donatur perorangan maupun kelembagaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bantuan dapat dikirimkan melalui rekening: Bank BSI, No. Rekening : 1235101234, atas nama Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Pesantren Ramadhan ini menjadi bukti bahwa pendidikan Al-Qur’an tetap menjadi prioritas utama dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dengan semangat Ramadhan, Rumah Tahfidz Opung mengajak seluruh santri untuk memanfaatkan bulan suci ini sebagai momentum perubahan, memperkuat hubungan dengan Allah, dan menjadi pribadi yang lebih baik.** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto Istimewa

Read More

Muhammadiyah Mulai Melaksanakan Puasa Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026: Penetapan, Metode dan Imbauan Sikap Bijak

Muhammadiyah resmi menentukan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Artikel ini membahas dasar penetapan, perbedaan dengan pemerintah, serta ajakan sikap bijak umat. Jakarta — 1miliarsantri.net: Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, telah menetapkan awal ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Penetapan tersebut juga telah diikuti pelaksanaan Salat Tarawih di sejumlah masjid di berbagai daerah pada Selasa malam (17/2/2026) sebagai malam pertama Ramadhan bagi warga Muhammadiyah. Dasar Penetapan: Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar perhitungannya, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan. Metode ini memadukan tiga unsur utama yaitu prinsip, syarat, dan parameter (PSP) untuk menentukan awal bulan Hijriah secara global. Menurut KHGT, parameter tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat setelah ijtimak (konjungsi) harus terpenuhi di mana saja di permukaan bumi. Untuk awal Ramadhan 1447 H, ketentuan ini telah terpenuhi di wilayah Alaska, Amerika Serikat, sehingga Muhammadiyah memutuskan 18 Februari 2026 sebagai 1 Ramadhan. Pakar falak Muhammadiyah juga mencatat bahwa konjungsi jelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC. Perbedaan dengan Pemerintah dan Saran Sikap Umat Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan hisab dan rukyatul hilal menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini didasarkan pada ketentuan rukyat di wilayah Indonesia yang belum terpenuhinya posisi hilal secara visual. Perbedaan penetapan ini mendapat perhatian publik. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam bersikap bijaksana menanggapi perbedaan tersebut. Ia menekankan pentingnya saling menghormati pilihan ijtihad dan tidak saling menyalahkan, sebab tujuan puasa adalah untuk meningkatkan takwa. Makna Puasa dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah Islam mewajibkan puasa Ramadhan sebagaimana ditegaskan Allah SWT: Al-Qur’an menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah ibadah yang melatih ketakwaan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan dimensi spiritual puasa sebagai sarana pembinaan akhlak dan pengampunan dari Allah SWT. Respons Masyarakat dan Kegiatan Ramadhan Di berbagai daerah, warga Muhammadiyah telah menjalankan tarawih malam sebelumnya sebagai bagian dari menyambut puasa Ramadhan 1447 H. Di Jawa Barat, misalnya, lebih dari 400 masjid menggelar tarawih dengan 11 rakaat pada Selasa malam (17/2/2026). Sementara di Jawa Timur, diperkirakan jutaan warga Muhammadiyah akan melaksanakan tarawih dan puasa sejak 18 Februari 2026 sesuai ketetapan PP Muhammadiyah. Saling Menghormati Ijtihad Penetapan awal Ramadhan 1447 H oleh Muhammadiyah pada 18 Februari 2026 diwarnai perbedaan dengan pemerintah yang menetapkan 19 Februari 2026. Perbedaan ini terjadi akibat metode perhitungan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah. Meskipun demikian, pimpinan Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk saling menghormati ijtihad tiap pihak. Dengan pemahaman yang matang dan sikap arif, umat Islam diharapkan menyambut puasa Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan.*** Editor : Thamrin Humris dan Toto Budiman Foto : Istimewa Sumber : Berbagai sumber

Read More

Ramadhan 1447 H: Semarak Pawai Tarhib Ramadhan, Santri RTO/RTQ Opung Sambut Bulan Suci dengan Penuh Sukacita

RTO/RTQ Opung menggelar Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H di Perumahan Jatimulya, diikuti ratusan santri dan orang tua. Kegiatan edukatif ini menjadi syiar menyambut Ramadhan tahun 2026. Bekasi — 1miliarsantri.net: Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, RTO/RTQ Opung menggelar Pawai Tarhib Ramadhan pada Selasa (17/2/2026) bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat keislaman di lingkungan Perumahan Jatimulya. Sekitar 90 peserta didik dari Lembaga Pendidikan Opung, yang terdiri atas santri RTQ Opung dan siswa Bimba Opung ASA Kidz Station, turut ambil bagian. Selain itu, sekitar 40 orang pengurus, pengajar, serta orang tua santri dan siswa juga hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H dimulai pukul 08.00 WIB dari Gedung RTO di Jalan Rambutan Raya No. 5 dan menyusuri jalan-jalan sekitar Perumahan Jatimulya Kabupaten Bekasi sebelum kembali ke titik awal pada pukul 09.00 WIB. Para santri tampak membawa poster-poster kreatif bertema penyambutan Ramadhan. Bahkan, dua santri tampil mencuri perhatian dengan sepeda hias bernuansa Islami. Poster dan sepeda hias tersebut akan dilombakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas santri. Syiar Ramadhan dan Penguatan Iman Kegiatan ditutup pada pukul 09.30 WIB dengan tausiyah pembina RTO, Hj. Zuraedah yang akrab disapa Bunda Hj. Ida. Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Beliau mencuplik kandungan Surat Al-Ikhlas sebagai penguatan tauhid: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1) Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperteguh keyakinan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya yang berhak disembah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi bertakwa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk menyambut Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan akan ampunan Allah SWT. Doa menyambut Ramadhan juga dipimpin oleh pengajar RTO, memohon agar Allah SWT menyampaikan usia hingga Ramadhan serta diberi kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Relaksasi Edukatif dan Persiapan Pesantren Ramadhan Mudir RTO, Ustadz Rahman Harun, menyampaikan bahwa Pawai Tarhib Ramadhan merupakan bagian dari program kegiatan santri. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana relaksasi dari rutinitas belajar. “Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengekspresikan kecintaan mereka kepada bulan suci Ramadhan dengan cara yang positif dan kreatif,” ujarnya. Ia menambahkan, setelah pawai ini, santri akan mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan yang telah dipersiapkan. Lembaga Pendidikan Opung yang menaungi RTQ dan Bimba berada di bawah Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani. Para pengurus, di antaranya Bapak Ahmad Zurdin dan jajaran lainnya, turut mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. Menanamkan Cinta Ramadhan Sejak Dini Pawai Tarhib Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter Islami bagi anak-anak. Dengan menanamkan kecintaan terhadap Ramadhan sejak dini, diharapkan tumbuh generasi yang memahami makna ibadah secara mendalam. Rasulullah SAW sendiri memberi kabar gembira tentang datangnya Ramadhan. Dalam hadis disebutkan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad) Semangat keberkahan itulah yang tampak dalam wajah-wajah ceria para santri RTO/RTQ Opung pagi itu. Dengan langkah kecil namun penuh makna, mereka mengumandangkan syiar, meneguhkan iman, dan menyambut Ramadhan 1447 H dengan suka cita.** Sumber : RTO/RTQ Opung Foto : Istimewa Editor : Thamrin Humris

Read More