Keluarnya Madzi Tidak Diikuti dengan Kenikmatan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Madzi, mani, dan wadi adalah cairan yang keluar dari kemaluan manusia. Namun ketiga cairan ini memiliki perbedaan yang cukup krusial, baik dari makna hingga perlakuan terhadapnya. Madzi merupakan cairan bening dan lengket yang keluar saat muncul syahwat. Kendati demikian keluarnya madzi tidak diikuti dengan kenikmatan dan tidak pula diikuti dengan kelemasan. Sedangkan mani merupakan cairan yang keluar dari kemaluan dengan disertai pancaran dan kenikmatan. Dalam buku Panduan Shalat an-Nisa Menurut Empat Madzhab karya Abdul Qadir Muhammad Manshur, terkadang madzi keluar tanpa terasa. Madzi bisa keluar dari kemaluan laki-laki maupun perempan, tetapi lebih sering keluar dari kemaluan perempuan. Adapun penyebab keluarnya madzi adalah keinginan untuk bersetubuh. Sama dengan madzi, mani juga dapat keluar dari kemaluan laki-laki maupun perempuan. Hanya saja, terdapat perbedaan dari mani laki-laki dengan perempuan. Mani laki-laki berwarna putih dan bertekstur kental, sedangkan mani perempuan berwarna kuning dan encer. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Rasulullah dalam hadis riwayat Muslim yang artinya: “Sesungguhnya air mani laki-laki kental dan (berwarna) putih, sementara air mani perempuan encer dan (berwarna) kuning,”. Sedangkan Wadi adalah cairan putih dan kental yang keluar dari kemaluan setelah kencing. Para ulama sepakat bahwa hukum madzi adalah najis. Apabila ia mengenai tubuh, maka ia wajib dibasuh sebab Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk membasuhnya. Hal ini sebagaimana yang terekam dalam hadis yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib: “Aku adalah seorang laki-laki yang banyak mengeluarkan madzi. Dan aku malu untuk bertanya kepada Rasulullah SAW karena kedudukan putri beliau. Aku pun menyuruh Miqdad bin Aswad untuk bertanya kepada beliau (Nabi Muhammad SAW), dan beliau menjawab: hendaklah dia membasuh zakarnya (kemaluan laki-laki) dan berwudhu,”. Adapun apabila madzi mengenai pakaian, maka ia cukup disiram dengan air demi menghilangkan kesulitan. Sebab, madzi sangat sulit dihindari dan sering mengenai pakaian pemuda yang masih bujang. Kesulitan itu sebagaimana yang diceritakan Sahal bin Hanif: “Aku dulu mendapatkan kesulitan dan kesusahan dari madzi. Dan aku sering mandi karenanya. Kemudian, aku menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW dan beliau pun bersabda: cukup bagimu berwudhu karena hal itu. Lalu, aku bertanya lagi pada Rasulullah bagaimana dengan madzi yang mengenai pakaianku. Rasul menjawab: cukup bagimu mengambil air sepenuh telapak tangan lalu menyiramkannya pada pakaianmu di mana kamu lihat madzi itu telah mengenainya,”. Hadis tersebut berstatus shahih dan diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, serta Imam Tirmidzi. Ditambahkan, dalam riwayat Atsram Rasul juga berkata: “Cukup bagimu mengambil air sepenuh dua telapak tangan, lalu menyiramkannya pada pakaianmu,”. Sedangkan untuk mani, Imam Malik dan Imam Abu Hanifah menghukuminya sebagai benda yang najis. Sementara jumhur ulama menyatakan sifatnya adalah suci. Meskipun jumhur ulama mengatakan suci, hanya saja umat Islam dianjurkan untuk membasuhnya apabila ia lembab dan menggaruknya apabila ia kering. Mengenai cara membersihkan mani, Rasulullah SAW bersabda: “Huwa bimanzilati al-mikhathi walbushaqi wa innama yakfika an tamsahahu bikhirqatin,”. Yang artinya: “Ia (mani) sama seperti ingus dan ludah. Sesungguhnya cukup bagimu untuk mengusapnya dengan sesobek kain,”. Hadis ini merupakan riwayat dari Daraquthni, Imam Baihaqi, dan Thahawi. Adapun wadi, dihukumi para ulama berupa najis. Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Mundzir, Aisyah berkata: “Adapun wadi, ia keluar setelah kencing. Laki-laki yang mengeluarkannya harus membasuh zakar dan kedua biji kemaluannya lalu berwudhu. Dia tidak perlu mandi,”. Sedangkan Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang wadi dan madzi, yang artinya: “Basuhlah zakarmu dan berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat,”. (yan) Baca juga :

Read More

Turki Mempunyai Peran Besar dalam Konflik Berkepanjangan di Suriah

Ankara — 1miliarsantri.net : Recep Tayyip Erdogan dari Turki pasti senang dengan apa yang sedang terjadi di Suriah, meskipun perasaannya pasti akan berubah dengan cepatnya perubahan situasi. Proksi Syiah Iran telah dilemahkan oleh penargetan dan pengeboman Israel yang tak henti-hentinya. Mata dan sumber daya Rusia beralih ke perang di Ukraina. Dengan adanya laporan bahwa kelompok-kelompok pemberontak Suriah kini bertempur di pinggiran ibukota Damaskus, rezim Assad terlihat lemah, pemimpinnya bersembunyi atau mengungsi. Dalam campuran jihadis, nasionalis, dan tentara bayaran, tangan Turki terlihat besar. Intervensinya dalam konflik Suriah dimotivasi oleh dua tujuan utama yaitu penahanan, jika tidak menghilangkan militan Kurdi di Suriah utara, yang dianggap tidak bisa dibedakan dari rekan-rekan PKK (Partai Pekerja Kurdistan) mereka di Turki sendiri, dan menciptakan kondisi stabilitas atau “zona aman” yang memungkinkan kembalinya para pengungsi Suriah jika memungkinkan. Sejak Agustus 2016, Turki telah melakukan tiga kali serangan untuk merebut beberapa wilayah di bagian utara Suriah, memaksakan pendudukan dengan menggunakan pasukan reguler dan pasukan tambahan termasuk Tentara Nasional Suriah (SNA) dan sebuah koalisi yang terdiri dari para mantan pejuang Tentara Pembebasan Suriah (FSA). Pada 2018, Polisi Militer dibentuk oleh pemerintah Turki dan Pemerintah Sementara Suriah (SIG), sebuah pasukan yang seolah-olah dimaksudkan untuk melindungi penduduk sipil. Namun, periode pemerintahan Turki ini justru ditandai dengan kebrutalan, penindasan, dan pengabaian. Dalam laporannya pada Februari 2024, Human Rights Watch mendokumentasikan berbagai kasus penculikan, penangkapan sewenang-wenang, penahanan yang melanggar hukum (termasuk anak-anak), kekerasan seksual, dan penyiksaan. Para pelaku meliputi elemen-elemen SNA, Polisi Militer, anggota Angkatan Bersenjata Turki, Organisasi Intelijen Nasional Turki (Milli İstihbarat Teşkilatı, MİT), dan berbagai direktorat intelijen militer. Kekejaman yang sangat mengerikan ini bisa ditambahkan dengan penyalahgunaan hak milik, penjarahan, perampasan, penyitaan harta benda, pemerasan, dan ketiadaan sistem ganti rugi yang konsisten. Kelompok yang menanggung beban penderitaan terberat adalah penduduk Kurdi, terutama mereka yang telah menerima perlindungan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi yang didukung oleh Amerika Serikat, yang terdiri dari Unit Perlindungan Rakyat (Yekineyen Parastina Gel, YPG), dan Unit Perlindungan Perempuan (Yekineyen Parastina Jin). Pasukan-pasukan ini terbukti sangat penting dalam melawan kelompok Negara Islam (ISIS). Pada Oktober tahun ini, Erdogan mengulangi pandangan yang telah lama dipegang bahwa unit-unit perlindungan Kurdi tersebut hanyalah “cabang Suriah dari kelompok teror PKK, yang ditakdirkan untuk ditinggalkan, dibiarkan terisolasi.” Orang-orang Arab dan kelompok-kelompok lain yang dianggap memiliki hubungan dengan SDF dan Pemerintahan Otonomi Suriah Timur Laut (AANES) juga menjadi sasaran kemarahan yang dipimpin oleh Turki. SNA bukanlah teman bagi kelompok Islamis yang merebut kekuasaan, Hayat Tahrir-al Sham (HTS), yang merupakan tombak utama dalam operasi penerangan terhadap rezim Assad. HTS telah memasarkan dirinya sebagai kelompok yang mandiri, modern, lebih dipertimbangkan, tidak terlalu banyak mendapat serangan dari kelompok al-Qaeda dan al-Nusra, dan konon lebih toleran terhadap agama, sekte, dan pandangan lain. Pemimpinnya, Abu Mohammad Al-Jolani, telah berhasil menerima pujian dan sanjungan di media Barat atas perubahan tersebut, meskipun ia telah dimasukkan dalam daftar Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebagai “Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus” yang layak mendapatkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang bersedia memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya. Bahkan dalam kemajuan HTS, pengaruh Turki tidak dapat diabaikan, meskipun Ankara tidak memberikan dukungan terbuka kepada kelompok tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Fuad Shahbazov, yang menulis untuk Stimson Center, kemajuan HTS baru-baru ini “tidak akan terpikirkan tanpa dukungan militer dan logistik Turki, serta penyediaan persenjataan canggih.” Ada juga yang mengatakan bahwa Ankara memberikan persetujuan terhadap serangan yang dipimpin oleh HTS setelah gagal untuk mendapatkan pemulihan hubungan dengan Assad. Pernyataan Erdogan mengenai serangan tersebut menunjukkan pikiran yang licin dalam beroperasi. Pada tanggal 6 Desember, dia mengatakan kepada wartawan setelah sholat Jumat bahwa target serangan tersebut jelas adalah Damaskus. “Saya akan mengatakan bahwa kami berharap serangan ini akan terus berlanjut tanpa masalah.” Namun dia juga menyatakan pandangan bahwa kemajuan ini “bermasalah” dan “tidak sesuai dengan yang kita inginkan”. Meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut, dapat disimpulkan dari pernyataannya bahwa ia prihatin dengan berbagai “organisasi teroris” yang beroperasi di dalam pasukan pemberontak. Keesokan harinya, Presiden Turki memutuskan untuk bersikap tinggi hati dalam penilaiannya ketika para pemberontak memasuki pinggiran kota Homs. “Sekarang ada realitas baru di Suriah, secara politik dan diplomatik,” katanya dalam sebuah pidato yang disampaikan di kota Gaziantep, Turki selatan. “Dan Suriah adalah milik warga Suriah dengan semua elemen etnis, sektarian, dan agamanya.” Sesuai dengan pandangan para pemimpin lain yang bertanggung jawab untuk mengintervensi urusan negara lain, Erdogan mengatakan bahwa kemerdekaan Suriah adalah sesuatu yang layak, dan kehendak rakyatnya tidak dapat diganggu gugat. “Rakyat Suriah adalah orang-orang yang akan menentukan masa depan negara mereka sendiri.” Dia berharap bahwa negara tersebut akan “segera mendapatkan kembali perdamaian, stabilitas, dan ketenangan yang telah dirindukan selama 13 tahun.” Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa “para pelaku yang bertanggung jawab dan semua organisasi internasional” harus mendukung pelestarian integritas teritorial negara. Keberanian pernyataan semacam itu tidak menyembunyikan bahaya sektarian dan etnis yang sedang berlangsung di akhir misi yang disponsori oleh Ankara ini. Kejatuhan al-Assad akan membahayakan komunitas Syiah dan bahkan lebih membahayakan Kurdi, dan membuka pintu bagi Salafisme. Kelompok-kelompok pemberontak, yang hanya dipersatukan oleh tujuan yang sama untuk menggulingkan Assad, mungkin akan sulit untuk menghindari pertempuran satu sama lain. Mengenai integritas teritorial yang dibicarakan Erdogan, pemerintah dan kebijakan Turki tidak akan pernah mengesampingkan sejumlah jaminan yang pasti akan diperas oleh Ankara dengan syarat-syarat yang berat. Bagaimana dengan para pengungsi? Perkirakan akan ada lebih banyak lagi yang keluar dengan putus asa. (mon) Baca juga :

Read More

Kemenag Mulai Seleksi Maskapai Penerbangan Haji

Jakarta — 1miliarsamtri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mulai melakukan proses seleksi penyediaan transportasi udara bagi jamaah calon haji 1446 Hijriah/2025 Masehi yang tahap pendaftarannya dibuka sejak Kamis di kantor Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Kemenag mengundang delapan maskapai penerbangan nasional Indonesia dan Arab Saudi. Sebanyak enam maskapai hadir dan mengambil dokumen penyediaan transportasi udara yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Pelita Air, Saudia Airlines, dan Flynas. “Semua maskapai diundang untuk turut mengikuti seleksi, agar terjadi kompetisi yang sehat dalam penyediaan transportasi udara bagi jamaah haji,” terang Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhammad Zain di Jakarta. Zain mengatakan proses penyediaan mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1197 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyediaan Transportasi udara Jamaah Haji Tahun 1446 Hijriah/2025. Zain memastikan proses penyediaan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Pelayanan haji tahun ini harus maksimal, lebih baik dari tahun lalu, dan harus ada peningkatan kualitas layanan,” kata dia. Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 Hijriah/2025, terdiri atas 92 persen kuota haji reguler dan 8 persen kuota haji khusus. Dikatakan M Zain, jamaah calon haji Indonesia banyak yang sudah berusia lanjut, sehingga perlu ada pelayanan yang bersifat prioritas dan khusus bagi jamaah tersebut saat di pesawat. “Biaya penerbangan sebagai komponen terbesar biaya penyelenggaraan haji, agar bisa lebih efisien dan layanan lebih maksimal,” kata dia. Dalam pertemuan dengan maskapai ini, Ditjen PHU menjelaskan tentang persyaratan administrasi, teknis pra operasional dan pasca operasional yang harus dipenuhi jika menjadi penyedia transportasi udara jamaah calon haji. Perwakilan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Capt Affandi menyampaikan pihaknya mendukung penuh layanan penerbangan, mulai dari penyediaan pesawat, slot time penerbangan, hingga pengawasan saat operasional haji. Menurutnya, pesawat yang disewa harus pesawat yang siap pakai untuk beroperasi selama dua bulan penuh. (rid) Baca juga :

Read More

Kisah Tabi’in Urwah bin Zubair

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pagi itu, mentari memancarkan benang-benang cahaya keemasan di atas Baitul Haram, menyapa ramah pelatarannya yang suci. Di Baitullah, sekelompok sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup dan tokoh-tokoh tabi’in tengah mengharumkan suasana dengan lantunan tahlil dan takbir, menyejukkan sudut-sudutnya dengan doa-doa yang saleh. Mereka membentuk halaqah-halaqah, berkelompok-kelompok di sekeliling Kakbah agung yang tegak berdiri di tengah Baitul Haram dengan kemegahan dan keagungannya. Mereka memanjakan pandangan matanya dengan keindahannya yang menakjubkan dan berbagi cerita di antara mereka, tanpa senda gurau yang mengandung dosa. Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya dalam bukunya berjudul “Shuwaru min Hayati A;-Tabi’in” yan diterjemahkan Abu Umar Abdillah menjadi “Mereka adalah Para Tabiin” berkisah, di dekat rukun Yamani, duduklah empat remaja yang tampan rupawan, berasal dari keluarga yang mulia. Keempat remaja itu adalah Abdullah bin Zubair dan saudaranya yang bernama Mus’ab bin Zubair, saudaranya lagi bernama Urwah bin Zubair dan satu lagi adalah Abdul Malik bin Marwan. Pembicaraan mereka semakin serius. Kemudian seorang di antara mereka mengusulkan agar masing-masing mengemukakan cita-cita yang didambakannya. Mulailah Abdullah bin Zubair angkat bicara, “Cita-citaku adalah menguasai seluruh Hijaz dan menjadi khalifahnya.” Saudaranya Mush’ab menyusulnya, “Keinginanku adalah dapat menguasai dua wilayah Irak dan tak ada yang merongrong kekuasaanku.” Giliran Abdul Malik bin Marwan berkata, “Bila kalian berdua sudah merasa cukup dengan itu, maka aku tidak akan puas sebelum bisa menguasai seluruh dunia dan menjadi khalifah setelah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.” Sementara itu, Urwah terdiam seribu bahasa, tak berkata sepatah pun. Semua mendekati dan bertanya, “Bagaimana denganmu, apa cita-citamu kelak wahai Urwah?” Ia berkata, “Semoga Allah Ta’ala memberkahi semua cita-cita dari urusan dunia kalian, aku ingin menjadi seorang alim (orang berilmu yang beramal), sehingga orang-orang akan belajar dan mengambil ilmu tentang Rabb-nya, sunnah nabinya dan hukum-hukum agamanya dariku, lalu aku berhasil di akhirat dan memasuki surga dengan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Hari-hari berganti begitu cepat. Abdullah bin Zubair dibai’at menjadi khalifah menggantikan khalifah Yazid bin Mu’awiyah yang telah meninggal. Dia menjadi hakim atas Hijaz, Mesir, Yaman, Khurasan dan Irak yang pada akhirnya terbunuh di Kakbah, tak jauh dari tempatnya mengungkapkan cita-citanya dahulu. Sedangkan Mus’ab bin Zubair telah menguasai Irak sepeninggal saudaranya Abdullah dan akhirnya juga terbunuh ketika mempertahankan wilayah kekuasaannya. Adapun Abdul Malik bin Marwan, menjadi khalifah setelah ayahnya wafat dan bersatulah suara kaum muslimin pasca terbunuhnya Abdullah bin Zubair dan saudaranya Mus’ab, setelah keduanya gugur di tangan pasukannya. Akhirnya, ia berhasil menjadi raja dunia terbesar pada masanya. Ia lahir satu tahun sebelum berakhirnya masa khalifah al-Faruq Umar bin Khattab. Dalam sebuah rumah yang paling mulia di kalangan kaum muslimin dan paling luhur martabatnya. Ayahnya bernama Zubair bin Awwam, “Hawariy” (pembela) Rasulullah SAW dan orang pertama yang menghunus pedangnya dalam Islam serta termasuk salah satu di antara sepuluh orang yang dijamin masuk surga. Sedangkan ibunya bernama Asma’ binti Abu Bakar ash-Shidiq yang dijuluki dzatun nithaqain (pemilik dua ikat pinggang). Kakeknya dari jalur ibu adalah Abu Bakar Shidiq, khalifah Rasulullah SAW yang menemani beliau di sebuah goa. Sedangkan nenek dari jalur ayahnya adalah Shafiyah binti Abdul Muthalib yang juga bibi Rasulullah SAW. Bibinya adalah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, bahkan dengan tangan Urwah bin Zubair sendirilah yang turun ke liang lahat untuk meletakkan jenazah Ummul Mukminin. Maka siapa lagi yang kiranya lebih unggul nasabnya dari Urwah? Adakah kemuliaan di atasnya selain kemuliaan iman dan kewibawaan Islam? Demi merealisasikan cita-cita yang didambakan dan harapan kepada Allah yang diutarakan di Kakbah yang agung tersebut, ia amat gigih dalam usahanya mencari ilmu. Maka ia mendatangi dan menimbanya dari sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup. Urwah mendatangi rumah demi rumah mereka, salat di belakang mereka, menghadiri majelis-majelis mereka. Ia juga meriwayatkan hadis dari Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zaid bin Tsabit, Abu Ayyub al-Anshari, Usamah bin Zaid, Sa’id bin Zaid, Abu Hurairah, Abdullah bin Abbas, Nu’man bin Basyir dan banyak pula mengambil dari bibinya Aisyah Ummul Mukminin. Pada gilirannya nanti, ia berhasil menjadi satu di antara fuqaha sa’bah (tujuh ahli fikih) Madinah yang menjadi sandaran kaum muslimin dalam urusan agama. Para pemimpin yang saleh banyak meminta pertimbangan kepadanya baik tentang urusan ibadah maupun negara karena kelebihan yang Allah berikan kepadanya. Sebagai contoh adalah Umar bin Abdul Aziz. Ketika ia diangkat menjadi gubernur di Madinah pada masa Al-Walid bin Abdul Malik, orang-orang pun berdatangan untuk memberikan selamat kepadanya. Usai salat zuhur, Umar bin Abdul Aziz memanggil sepuluh fuqaha Madinah yang dipimpin oleh Urwah bin Zubair. Ketika sepuluh fuqaha itu telah berada di sisinya, maka Umar melapangkan majelis bagi mereka serta memuliakannya. Setelah bertahmid kepada yang berhak dipuji ia berkata, “Saya mengundang Anda semua untuk suatu amal yang banyak pahalanya, yang mana saya mengharapkan Anda semua agar sudi membantu dalam kebenaran. Saya tidak ingin memutuskan suatu masalah kecuali setelah mendengarkan pendapat Anda semua atau seorang yang hadir di antara kalian. Bila kalian melihat seseorang mengganggu orang lain atau pejabat yang melakukan kezaliman, maka saya mohon dengan tulus agar Anda sudi melaporkannya kepada saya.” Kemudian Urwah mendo’akan baginya keberuntungan dan memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar senantiasa menjadikan beliau tetap lurus dan tidak menyimpang. Sungguh telah terkumpul pada diri Urwah bin Zubair antara ilmu dan amal. Beliau membiasakan berpuasa di musim panas dan salat di waktu malam yang sangat dingin. Lidahnya senantiasa basah dengan zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, senantiasa bersanding dengan Kitabullah dan tekun membacanya. Urwah mengkhatamkan seperempat Al-Qur’an setiap siang dengan membuka mushaf, lalu salat malam membacanya ayat-ayat Al-Qur’an dengan hafalan. Tak pernah ia meninggalkan hal itu sejak menginjak remaja hingga wafatnya melainkan sekali saja. Yaitu ketika peristiwa mengharukan terjadi. Dengan menunaikan salat, Urwah memperoleh ketenangan jiwa, kesejukan pandangan dan surga di dunia. Ia tunaikan sebagus mungkin, ia tekuni rukun-rukunnya secara sempurna dan panjangkan salatnya sedapat mungkin. Telah diriwayatkan bahwa ia pernah melihat seseorang menunaikan salat secepat kilat. Setelah selesai, dipanggilnya orang tersebut dan ditanya, “Wahai anak saudaraku, apakah engkau tidak memerlukan apa-apa dari Rabb-mu Yang Maha Suci? Demi Allah aku memohon kepada Rabb-ku segala sesuatu sampai dalam urusan garam.” Urwah bin Zubair r.a adalah seorang yang ringan tangan, longgar dan dermawan. Di antara bukti kedermawanannya adalah manakala beliau memiliki sebidang kebun…

Read More

6 Kota di Indonesia Masuk Daftar 100 Kota dengan Makanan Terenak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Taste Atlas laman makanan dunia memberikan daftar 100 kota dengan makanan terenak di seluruh dunia. Indonesia pun terdapat 6 kota yang masuk daftar dan diakui memiliki makanan terenak di dunia. Kota tersebut adalah Surabaya, Solo, Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Padang. Sebelum masuk dalam dafrar 100 kota dengan makanan terenak di dunia, kota-kota tersebut masuk dalam 17.073 kota database Taste Atlas. “Berdasarkan 477.287 rating makanan untuk 15.478 makanan di database itu, tercatat 100 kota dengan rating tertinggi yang menyajikan hidangan daerah dan nasional,” tulis Taste Atlas seperti dikutip dalam laman resminya. Dalam laman tersebut, Taste Atlas nenyebutkan makanan daerah serta tempat makan yang ikonik dan direkomendasikan. Adapun restoran tradisional ikonik di Jakarta menurut Taste Atlas adalah 1945 Restaurant, Lapo Marpadotbe, Bandar Djakarta, Asinan Betawi H. Mansyur, dan Rumah Makan Marannu Bila datang ke Bandung, kamu bisa mencoba restoran tradisional yang dijadikan rekomendasi Taste Atlas, yaitu Warung Nasi Ibu Imas 81, Lemper Purnama, Baso Tahu Mang Ade, Serabi Kinca Suji – Eka Rasa, dan Batagor Yunus. Sementara untuk tempat makan tradisional di Surabaya, bisa mencoba Soto Ayam Ambengan Pak Sadi, Soto Ayam Cak To, Bebek Goreng Papin, Rawon Pak Pangat, dan Zangrandi Ice Cream. Rumah makan tradisional yang bisa didatangi untuk menikmati aneka makanan tersebut adalah Lamun Ombak Rumah Makan, Kripik Balado Christine Hakim, Pagi Sore, Resto Selamat, dan Restoran Simpang Raya. Baca juga :

Read More

Umat Islam Seperti Buih di Lautan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW telah memperingatkan bagaimana situasi umat Islam di akhir zaman. Bahkan dalam sebuah riwayat, beliau SAW juga memberitahukan tentang apa yang menjadi kelemahan umat Muslim di akhir zaman kelak. Diriwayatkan dari Tsauban RA, Rasulullah SAW bersabda: يُوشِكُ الأممُ أن تداعَى عليكم كما تداعَى الأكَلةُ إلى قصعتِها . فقال قائلٌ : ومن قلَّةٍ نحن يومئذٍ ؟ قال : بل أنتم يومئذٍ كثيرٌ ، ولكنَّكم غُثاءٌ كغُثاءِ السَّيلِ ، ولينزِعنَّ اللهُ من صدورِ عدوِّكم المهابةَ منكم ، وليقذِفَنَّ اللهُ في قلوبِكم الوهْنَ . فقال قائلٌ : يا رسولَ اللهِ ! وما الوهْنُ ؟ قال : حُبُّ الدُّنيا وكراهيةُ الموتِ “Bangsa-bangsa di dunia akan memperebutkan kalian (umat Islam), seperti memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami (umat Muslim) pada waktu itu berjumlah sedikit?” Beliau SAW menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, tapi seperti buih di genangan air . Sungguh Allah akan mencabut rasa takut para musuh kepada kalian, dan menanamkan Al Wahn ke dalam hati kalian.” Seseorang lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?” Beliau SAW menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud) Dari hadits tersebut diketahui, ketika umat Muslim meninggalkan ketakwaan kepada Allah SWT, menjadi tertarik pada dunia dan mencintainya sertai membenci kematian, maka saat itulah musuh-musuh Allah SWT akan berusaha untuk menggoyahkan umat Muslim. Hal pertama yang disampaikan Nabi SAW dalam hadits tersebut, bermakna bahwa bangsa-bangsa kafir berkumpul dan bersatu melawan kaum Muslimin. Mereka, bangsa-bangsa kafir itu, seolah sedang berkumpul di sekitar mangkuk makan, lalu memperebutkan makanan pada mangkuk tersebut. Ini isyarat betapa mudahnya musuh-musuh Allah SWT dalam menyudutkan umat Islam. Lalu seorang sahabat bertanya apakah perebutan oleh kaum kafir terhadap umat Muslim itu dikarenakan jumlah umat Muslim yang sedikit. Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan bahwa justru sebaliknya, yaitu jumlah umat Muslim sangat banyak, tetapi seperti buih yang mengapung. Ini artinya, ambisi kaum kafir terhadap umat Muslim bukan karena jumlahnya yang sedikit, melainkan karena jumlahnya yang banyak tetapi lemah, yakni penakut dan begitu kerasnya perpecahan yang ada di tengah umat Muslim. Saat itu pulalah, tidak ada lagi rasa takut dalam diri musuh-musuh Islam terhadap umat Muslim. Allah SWT menanamkan wahn ke dalam hati setiap Muslim. Al Wahn yang dimaksud yaitu cinta dunia dan takut mati. Al Wahn di sini menunjukkan bahwa banyak dari umat Muslim yang meninggalkan amalan akhirat. Dalam kondisi inilah, umat Muslim menjadi takut mati dan mencintai kenikmatan dunia daripada akhirat. Akibatnya, mereka pun meninggalkan jihad di jalan Allah SWT. Rasulullah ﷺ telah mengabarkan kepada umatnya bahwa pada akhir zaman, Islam akan kembali datang dalam keadaan terasing. Dan orang-orang yang masuk ke dalam keterasingan itu akan lebih beruntung. Dikutip berdasakan laman Saaid dari kitab Al-Ghurabaa karya Imam Al-Ajuri, dalam sebuah riwayat disebutkan: إن الإسلام بدأ غريبا وسيعود كما بدأ فطوبى للغرباء» قيل: من الغرباء يا رسول الله؟ قال: ” النزاع من القبائل Dari Abdullah dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Islam muncul pertama kali dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing pula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing.” Abdullah berkata, “Dikatakan, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?” beliau menjawab: “Orang-orang yang memisahkan diri dari kabilah-kabilah (yang sesat).” Dari Abdullah bin Amru, dia berkata, “Pada suatu hari saat matahari terbit aku berada di dekat Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda: «يَأْتِي قَوْمٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نُورُهُمْ كَنُورِ الشَّمْسِ، قَالَ أَبُو بَكْرٍ: نَحْنُ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: لاَ وَلَكُمْ خَيْرٌ كَثِيرٌ وَلَكِنَّهُمْ الْفُقَرَاءُ وَالْمُهَاجِرُونَ الَّذِينَ يُحْشَرُونَ مِنْ أَقْطَارِ اْلأَرْضِ، ثم قَالَ: طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ، طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ، قِيْلَ مَنْ الْغُرَبَاءُ؟ قَالَ: نَاسٌ صَالِحُونَ فِي نَاسِ سَوْءٍ كَثِيرٍ مَنْ يَعْصِيهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيعُهُمْ “Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari. Abu Bakar berkata, “Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Bukan, tapi kalian mempunyai banyak kebaikan. Mereka adalah orang-orang fakir yang berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi”. Kemudian beliau bersabda, “Kebahagian bagi orang-orang yang terasing, kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing”. Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?” Beliau ﷺ bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit di antara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang yang menaatinya.” (yan) Baca juga :

Read More

PBB Sahkan Usulan Indonesia akan Hari Danau Sedunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi mengadopsi resolusi Hari Danau Sedunia (World Lake Day) setiap 27 Agustus yang diajukan Indonesia secara konsensus dalam Sidang Majelis Umum ke-79 di New York. Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Hari Prabowo, menyatakan bahwa hari peringatan tersebut akan menjadi pengingat bersama bagi dunia mengenai pentingnya danau dan pengelolaan danau secara berkelanjutan. “Resolusi World Lake Day merupakan penegasan komitmen global untuk melindungi danau, sekaligus melindungi lingkungan dan penghidupan yang berkelanjutan,” terang Duta Besar Hari Prabowo, sebagaimana pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa (17/12/2024). Hari merasa prihatin bahwa danau kerap kali terabaikan dalam pembahasan isu lingkungan. Padahal, kerusakan danau berdampak pada kesejahteraan global dan dapat menghambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). “Saat ini banyak danau besar yang menyusut, padahal danau merupakan sumber dari 90 persen air tawar dunia dan memiliki peran penting dalam pertanian, energi, dan pariwisata,” sambungnya. Hari Danau Sedunia hendak mengingatkan masyarakat dunia supaya lebih peduli terhadap pengelolaan danau secara berkelanjutan yang menjadi kunci bagi perlindungan air tawar dunia, keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, dan ekosistem dunia. Resolusi Hari Danau Sedunia yang diajukan Indonesia mendapat dukungan luas dari 73 negara mitra sponsor bersama yang mewakili berbagai kawasan, seperti negara-negara ASEAN, Rusia, China, Kenya, dan Uni Emirat Arab. Usulan hari peringatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Forum Air Dunia (World Water Forum/WWF) ke-10 yang digelar di Bali Mei 2024 lalu. (wink) Baca juga :

Read More

Arab Saudi Terpilih Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Riyadh — 1miliarsantri.net : FIFA secara resmi mengumumkan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 dalam kongres virtual yang digelar pada hari Rabu. Dalam pertemuan tersebut, FIFA juga mengkonfirmasi Maroko, Spanyol, dan Portugal sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, sementara Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menggelar pertandingan perayaan. Arab Saudi mengajukan niat untuk menjadi tuan rumah pada 4 Oktober 2023 dan mengirimkan surat resmi ke FIFA pada 9 Oktober 2023. Negara ini menjadi satu-satunya kandidat setelah Australia mengundurkan diri. Arab Saudi akan menjadi negara Timur Tengah kedua yang menggelar turnamen ini, setelah Qatar yang sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2022. Kemenangan ini semakin memperkuat kehadiran Arab Saudi di kancah olahraga global, seiring dengan pesatnya perkembangan sektor ini di Kerajaan. Laporan Evaluasi Penawaran FIFA terbaru memberikan nilai 419,8 dari 500 untuk tawaran Arab Saudi, yang merupakan “skor teknis tertinggi yang pernah diberikan FIFA untuk tawaran tuan rumah Piala Dunia,” menurut Saudi Press Agency (SPA). Kampanye penawaran Arab Saudi dengan slogan “Growing Together” mengungkapkan rencana untuk menggelar Piala Dunia FIFA 48 tim pertama yang diselenggarakan di satu negara. Pertandingan akan digelar di 15 stadion yang tersebar di lima kota: Riyadh, Jeddah, Khobar, Abha, dan NEOM, ditambah 10 lokasi lainnya di seluruh Kerajaan. Ada delapan stadion yang diusulkan di Riyadh, empat di Jeddah, dan masing-masing satu di Abha, NEOM, dan al-Khobar. Riyadh akan menggelar pertandingan pembuka dan final di Stadion King Salman yang akan menampung lebih dari 92.000 penonton setelah selesai dibangun. Stadion King Fahd Sports City di Riyadh juga termasuk dalam stadion yang diusulkan. Stadion ini terkenal dengan atap kain khasnya yang terinspirasi dari tenda tradisional dan memiliki kapasitas sekitar 70.000 kursi. Arab Saudi juga terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia 2027 dan Asian Winter Games 2029 di resor pegunungan di Neom. (dul) Baca juga :

Read More

Menag Mengimbau Warga Untuk Hidup Berdampingan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara “Rakor Sekber MB & Launching Grand Design: Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia” di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag RI, Jl Thamrin, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Menteri Agama (Menag) RI, Prof KH Nasaruddin Umar menegaskan tentang tugas Kemenag, khususnya lembaga badan moderasi beragama dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurut Prof Nasar, tugas Kemenag bukanlah menyatukan umat, melainkan memberikan pembelajaran tentang hidup berdampingan di tengah perbedaan. “Saya ulangi tugas kita selaku kementerian agama bukan untuk menyatukan umat, bukan itu yang priority, tapi bagaimana memberikan pembejaran terhadap umat ini bisa hidup berdampingan dengan perbedaan yang ada,” ujar Prof Nasarudin dalam siaran pers kepada mediaz Senin (16/12/2024). Dia menilai, pembelajaran untuk membiasakan hidup di tengah keberagaman jauh lebih penting dilakukan saat ini. Dengan bisa menghargai perbedaan, kata dia, maka dengan sendirinya persatuan akan terbangun sendirinya. “Jadi bukan bagaimana bersatu, tapi bagaimana membiasakan hidup di tengah perbedaan. Ini lebih urgen bagi kita,” sambung Imam Masjid Istiqlal Jakarta ini. Selain itu, Prof Nasar juga mengatakan, salah satu tantangan kementerian agama saat ini adalah bagaimana mengartikulasikan agama yang semula sebagai mitos menjadi logos, kemudian menjadi etos dan membentuk sebagai habbit (kebiasaan/laku baik). “Jadi mengamalkan apa yang ia yakini dan meyakini apa yang diamalkan. Mengetahui apa yang diamalkan, dan mengamalkan apa yang dia ketahui. Itulah umat beragama yang konstruktif. Jadi berangkat dari mitos, menjelma jadi logos, lalu menjadi etos (etik), lalu menjadi habbit. Kalau agama menjadi habbit kita semua, dengan sendirinya kerukukan beragama akan berjalan dengan sendirinya,” jelas Prof Nasar. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Pratikno menyoroti sosial media sebagai ruang yang harus diperhatikan secara serius bagi badan moderasi beragama. “Sosial media memberikan ruang kepada siapapun untuk mengupload apapun. Oleh karena itu, kita sebagai pejuang moderasi harus mengisi. Kalau tidak, ruang sosial media akan diisi oleh orang lain,” ujar Pratikno. Karena itu, Praktikno mendorong kepada badan moderasi beragama untuk berpikir lebih besar soal media sosial. Dia mengingatkan, agar ruang-ruang digital harus dikuasai. “Kita tidak lagi hanya berpikir bagaimana meningkatkan moderasi ini dengan cara-cara, mohon maaf eceran, tapi kita harus mikir dengan cara-cara grosiran. Jangan sampai chanel besar yang namanya media digital justru tidak kita kuasai. Itu merupakan satu strategi penting yang harus kita pikirkan,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Dua Doa Nabi yang Sederhana, Namun Sarat Makna

Rembang — 1miliarsantri.net : Ulama terkenal KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal Gus Baha mengungkap tentang cara berdoa Nabi Muhammad SAW yang sederhana namun sarat makna. “Nabi itu cara berdoa itu indah sekali,” kata Gus Baha dikutip dari salah satu ceramahnya yang beredar dikutip Senin (16/12/2024). Pertama, doa Nabi yang diungkap Gus Baha adalah sebagai berikut: اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي. وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي Allahumma ahyini ma kaanatil hayatu khairan li. Wa tawaffani idza kanatil wafatu khairan li. Artinya: “Ya Allah hidupkanlah aku selama hidup adalah lebih baik bagiku. Dan wafatkanlah aku apabila kematian adalah lebih baik bagiku.” Gus Baha juga mengutip potongan doa nabi yang terdapat dalam hadits Nabi berikut ini: اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ Allahummaj’alil hayata ziyadatan li fi kullk khoirin wal mauta rohatan li min kulli syarrin Artinya: “Ya Allah jadikanlah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan” (HR Muslim: 7078) Berdasarkan doa di atas, menurut Gus Baha, Nabi Muhammad sangat mudah memandang kehidupan dan kematian. “Segampang itu Nabi melihat kehidupan dan mati, mengajarkan kita, tentu mengajarkan kita,” ucap Gus Baha. Gus Baha mengatakan, mungkin saat ini tidak berbuat Zina atau melakukan korupsi. Namun, kata Gus Baha, semua potensi untuk melakukan perbuatan itu tetap ada. “Yang bisa mengakhiri potensi itu apa? Ya mati,” kata Gus Baha. Maka, tambah dia, mati bukanlah sebuah problem bagi orang-orang baik. “Kalau sampean anggap problem berarti agak kurang baik,” kata Gus Baha yang kemudian disambut dengan tawa jamaahnya. (hud) Baca juga :

Read More