Indonesia Tawarkan Investasi Kepada Pengusaha Arab Saudi

Riyadh — 1miliarsantri.net : Pemerintah Indonesia mengajak para pengusaha di Arab Saudi diajak untuk menanamkan investasi di Indonesia yang memiliki beragam potensi di berbagai bidang khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang prospektif. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyampaikan ajakan itu bersama Duta Besar Indonesia untuk Riyadh Dr. Abdul Aziz Ahmad dalam acara Business Dinner di KBRI Riyadh, Arab Saudi. Turut hadir Duta Besar Indonesia untuk Riyadh, Dr. Abdul Aziz Ahmad; dan Wakil Kepala Perwakilan RI di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, Sugiri Suparwan. Angela mengatakan pascapandemi menjadi kesempatan yang tepat untuk membahas peluang investasi dan potensi kolaborasi. Khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dia memaparkan kondisi terkini Indonesia yang mencatatkan lebih dari 734 juta perjalanan di tahun 2022, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan pada saat sebelum pandemi. Sementara permintaan perjalanan domestik pun cukup tinggi. Karenanya konektivitas dan infrastruktur di Indonesia kian ditingkatkan. “Dengan konektivitas yang lebih baik di dalam negeri, terdapat banyak peluang bagi para pemangku kepentingan pariwisata. Misalnya, mereka dapat menciptakan pola perjalanan baru yang lebih menarik yang dapat meningkatkan lenght of stay dan spending of travelers,” terang Wamenparekraf. Hal yang sama juga berlaku untuk wisatawan mancanegara. Ada pertumbuhan positif yang mencapai hampir enam juta pada tahun 2022. Dan pada 2023, Wamenparektaf Angela optimistis Indonesia bisa mendapatkan setidaknya 10 juta-12 juta kedatangan wisman. Target tersebut tidak terlepas dari berbagai event yang diselenggarakan di Indonesia seperti G20, KTT ASEAN, MotoGP, F1 Power Boat, ASEAN Games, hingga konser internasional seperti Coldplay dan lainnya. “Event ini menciptakan eksposur yang besar bagi pariwisata Indonesia, khususnya di lima destinasi pariwisata super prioritas Indonesia, yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Likupang dan Labuan Bajo. Yang menawarkan banyak peluang dan kemudahan berinvestasi, salah satunya melalui kawasan ekonomi khusus dengan insentif perpajakan,” lanjut Angela. Selain sektor pariwisata, sektor ekonomi kreatif pun menunjukkan grafik yang signifikan dengan nilai ekspor sebesar 26,94 miliar dolar AS di tahun 2022 dengan tiga kontributor terbesar yaitu fesyen, kuliner, dan kerajinan. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. “Namun peluang di sektor ekonomi kreatif tidak berhenti sampai di sini karena pertumbuhan yang menjanjikan juga ada di sektor media dan konten seperti televisi, aplikasi, gim, musik, film, dan animasi, yang didorong oleh besarnya populasi generasi muda Indonesia,” sambungnya. Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 50 persen generasi Z dan milenial. Dan mereka adalah generasi yang sangat produktif, sangat adaptif dan menguasai teknologi, dan mereka cukup konsumtif sehingga menjadi kombinasi yang sangat baik untuk investasi. “Untuk itu, saya menyambut Anda semua untuk datang ke Indonesia dan melihat sendiri peluang investasi di negara kami. Karena kata pepatah staying is believing,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Melihat Makam Imam Bukhori

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Siapa umat Islam yg tak kenal Imam Bukhori? Yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Ja’fi Al-Bukhari, lahir di Bukhoro, 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M) – wafat di Khartank, 1 Syawal 265 H (1 September 870 M), atau lebih dikenal Imam Bukhari, adalah ahli hadits yang masyhur. Sebagian ulama menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam hal ilmu hadis). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya. Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadis shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadis, mengumpulkan dan menyeleksi hadisnya. Di antara kota-kota yang disinggahinya antara lain Basrah, Mesir, Hihaz (Mekkah dan Madinah), Kufah, Baghdad. Di Baghdad, Imam Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan seorang ulama besar, Ahmad bin Hanbal. Di kota-kota itu ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari mereka ia mengumpulkan dan menghafal satu juta hadis. Kemudian menyaringnya menjadi 7.275 hadis. Komplek makam Imam Bukhari yang terletak di desa Khartank, sekitar 25 kilometer dari Samarkand, telah menjadi salah satu wisata umat Islam seluruh dunia. Ini berkat jasa Presiden Soekarno. Sejarah Soekarno dengan bangsa Uzbekistan dimulai ketika paska Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Pemerintah Soviet mengundang Presiden Soekarno untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. Soekarno mengajukan syarat atas rencananya memenuhi undangan Pemerintah Soviet dengan meminta dicarikan/ditemukan makam Imam Bukhari. Kata Soekarno kepada pemimpin Soviet saat itu, Nikita Krushchev, “Aku sangat ingin menziarahinya”. Pada 1956, kondisi makam tidak terawat dengan baik dan berada di semak belukar, bahkan menurut Azizi pemandu perjalanan saya di Uzbekistan menyebutkan sengaja disembunyikan. Bahkan Soekarno menginap di Samarkand selala tiga hari untuk bertanya kpd masyarakat. Tak ada yg berani menunjukkan di mana letak kuniran Imam Bukhori karena akan ada amcaman dari pemerintah yg anti agama saat itu. Hingga akhirnya pada malam ketiga, di tengah malam ditunjukkan oleh masyarakat tempat quburan (maqbarah) Imam Bukhori. Soekarno sempat mengusulkan jasad Imam Bukhori dipindahkan ke Indonesia. Namun pemerintah Soviet tidak mengizinkan. Dan, Soekarno meminta agar dirawat makam Imam Bukhori, hingga akhirnya pemerintah Soviet membersihkan dan memugar makam tersebut untuk menyambut permintaan Presiden Soekarno. Menurut cerita Aziz, Penghormatan Soekarno terhadap Imam Bukhari dilakukan dengan cara melepas sepatu dan berjalan merangkak menuju makam Imam Bukhori. Atas jasa Presiden Soekarno, komplek makam Imam Bukhari kini dipugar dan sedang proses pembangunan sekaligus masjidnya hingga terlihat sangat megah. Sehingga, komplek makam seluas 10 hektar ini menjadi wisata bagi umat Islam di dunia setelah makam Nabi Muhammad SAW di Madinah. (mif) Baca juga :

Read More

Masjid Al Akbar Surabaya Dukung Penggunaan Listrik Tenaga Surya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan. Masjid ini nantinya segera menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “Alhamdulillah, kegiatan pembangunan panel surya di Masjid Al Akbar selesai. Mudah-mudahan hasil ini maksimal yang bisa memberikan multifungsi, selain hemat energi dan ramah lingkungan,” terang Ketua BPP MAS DR KH Ahmad Sudjak MAg. Menurut nya, dengan menggunakan PLTS bisa menghemat kebutuhan biaya listrik. Biasanya, pembayaran tagihan listrik di MAS mencapai Rp80 juta – Rp90 juta. “Saya yakin bisa menghemat dari pengeluaran itu. Semoga memberikan inspirasi masjid-masjid yang lain,” katanya, dikutip Ahad (1/10/2023). Dalam kesempatan itu, Kasie Perencanaan & Pengembangan BPP MAS H Bambang Wicaksono menambahkan PLTS yang terpasang akan berjumlah 24 pcs dengan total kapasitas 13,2 kWp. “Sebenarnya, sejak 25 September 2023 sudah beroperasi untuk suplai beban lampu di bagian dalam masjid. PLTS mampu menghasilkan 40 kWh listrik/hari, sehingga sangat bermanfaat, terutama untuk mengcover ruang utama masjid,” katanya. Dia menambahkan, manfaat PLTS adalah mendukung program pemerintah dan dunia dalam menyelamatkan bumi dengan menggunakan PLTS. “Juga, dapat menurunkan biaya listrik, menggunakan energi ramah lingkungan, dan dapat digunakan ketika PLN mati, karena dilengkapi dengan baterai, sehingga lampu bagian dalam dapat digunakan seperti biasa,” pungkasnya. (har)

Read More

Tun Juhar Mahiruddin : Persatuan Sangat Penting Karena Merupakan Faktor Utama Yang Menopang Keberlangsungan Negara

Kota Kinibalu — 1miliarsantri.net : Upaya membina persatuan umat memerlukan keikhlasan dan pengertian agar tetap terjaga. Sehingga kerukunan antar umat khususnya di Sabah dan Malaysia selalu terjaga. Yang Dipertua Negeri Sabah, Tun Juhar Mahiruddin mengatakan, persatuan sangat penting karena merupakan faktor utama yang menopang keberlangsungan negara dalam memetakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Terkait hal tersebut, dia mengatakan, penguatan persaudaraan antar umat Islam dan persatuan umat beragama, suku, budaya, dan agama dalam berbangsa dan bernegara perlu terus diperkuat. “Persatuan menuntut keikhlasan dan pengertian dari kita semua dan upaya menabur persatuan perlu terus dilakukan, dengan berpedoman pada ajaran Nabi Muhammad SAW. Mari kita jalani hidup sesuai dengan tujuan hidup sebagai hamba Allah. Saya juga mengajak semua yang hadir di sini untuk mengungkapkan kecintaan kita kepada Nabi SAW,” terang Tun Juhar Mahiruddin, dilansir dari laman Bernama, Ahad (1/10/2023). Turut hadir Ketua Menteri Datuk Seri Hajiji Noor, Wakil Ketua III Datuk Shahelmey Yahya, Ketua Majelis Negara Sabah Datuk Seri Kadzim M Yahya dan Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Sabah Datuk Mohd Arifin Mohd Arif. Sebelumnya, Hajiji dalam pidatonya mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengingatkan umat akan pentingnya persatuan dalam masyarakat dan negara karena perselisihan hanya akan melemahkan dan merugikan, yang pada akhirnya berujung pada perpecahan dan kehancuran. “Dalam konteks Sabah, semangat kebersamaan dan persatuan ras harus selalu dijaga dan dipelihara. Kini saatnya kita semakin mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan dan kesepakatan karena kita perlu merencanakan dan menata masa depan yang lebih kondusif dan cemerlang,” ujarnya. Sementara itu, ia mengatakan pemerintah Sabah melalui Sekretariat Sabah Maju Jaya (SMJ) sedang mempersiapkan dan akan melaksanakan program untuk memberantas kemiskinan ekstrem, di antaranya adalah alokasi 125 juta Ringgit Malaysia setiap tahun untuk membangun Rumah SMJ bagi masyarakat miskin ekstrem. “Pemerintah juga akan mengalokasikan total 175 juta Ringgit Malaysia khusus untuk program pengentasan kemiskinan dengan memberikan kesempatan kerja bagi kelompok sasaran agar mereka bisa keluar dari kategori miskin,” pungkasnya. (wan) Baca juga :

Read More

Partai Buruh Kota Surabaya Gelar Doa Bersama dan Bagi-bagi Bunga

Surabaya — 1miliarsantri.net : Komite Eksekutif (EXCO) Partai Buruh Kota Surabaya mengadakan serangkaian kegiatan bertemakan SERIBU BUNGA UNTUK PANCASILA. Acara ini dikemas sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2023. Diawali dengan kegiatan tabur bunga dan kirim do’a kepada para pahlawan nasional dikhususkan untuk 7 (tujuh) orang Pahlawan Revolusi dan seluruh korban peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau yang dikenal dengan G30S-PKI. Kegiatan tabur bunga dan kirim do’a yang dipimpin oleh Gus Firman, Pengasuh Pesantren Rock n’ Roll dilangsungkan di makam pahlawan nasional W.R. Soepratman di Jalan Kenjeran Rangkah, Surabaya mulai pukul 09.00 WIB. Nuruddin Hidayat, Ketua Exco Partai Buruh Kota Surabaya mengatakan, pemilihan tempat di makam W.R. Soepratman ini sebagai bentuk keprihatinan dikarenakan sepinya peziarah di makam pencipta lagu Indonesia Raya tersebut. “Sepinya peziarah di makam W.R. Soepratman dikarenakan bau busuk yang menyengat dari tampat pembuangan sampah yang lokasinya berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan (TMP) tempat pelantun lagu Indonesia Raya dalam Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 itu disemayamkan,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net saat memimpin acara di Makam WR Supratman Surabaya, Minggu (01/10/2023). Firman Sidqi Mulanovanda, tokoh Pemuda dan sekaligus Caleg DPRD Kota Surabaya menambahkan, aksi ini juga sebagai bentuk kritik dan desakan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar segera memindahkan tempat pembuangan sampah tersebut jauh dari Taman Makam Pahlawan. “Perawatan terhadap TMP tidak hanya didalamnya saja, tetapi juga harus dilingkungan sekitar TMP tersebut. Banyak dari warga Surabaya ataupun dari luar kota Surabaya dan juga pelajar yang ingin berkunjung dan berziarah ke makam W.R. Soepratman, tapi terkendala bau tak sedap akibat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada disekitar lokasi makam,” jelasnya. Aksi kegiatan Partai Buruh Kota Surabaya ini nantinya juga akan dilanjutkan pada malam hari sekitar jam 19.00 WIB dengan bagi-bagi bunga untuk warga masyarakat di sepanjang Jl. Tunjungan Surabaya dan sekitarnya. Bagi-bagi bunga ini sebagai simbol perdamaian dan kasih sayang. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan kepada masyarakat umum bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Pristiwa kelam yang terjadi di tahun 1965 hedaknya dapat dijadikan momentum untuk merefleksikan arti penting Pancasila sebagai dasar negara Indonesia serta betapa pentingnya menjaga dan memahami nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Terakhir, ditahun politik saat ini marilah kita menguatkan dan memperlengkapi diri dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, agar kita tidak terjebak dalam perpecahan dan permusuhan sesama anak bangsa,” pungkas Nuruddin. (har) Baca juga :

Read More

Mengintip Tradisi Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Berbagai Negara

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peringatan Maulid Nabi atau perayaan kelahiran Nabi Muhammad saw adalah momen penting bagi umat Islam. Seluruh masyarakat Muslim di dunia merayakan nya dengan semangat dan makna mendalam. Maulid Nabi biasanya digelar pada 12 Rabiul Awal dan pada tahun 2023 ini, 12 Rabiul Awal jatuh pada 28 September. Perayaan ini diwarnai dengan tradisi dan budaya di berbagai negara. Meskipun terdapat tradisi yang berbeda, namun tujuan utamanya adalah untuk merayakan kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad saw, serta mempromosikan nilai-nilai kasih sayang, solidaritas, dan kedermawanan di antara umat Islam di seluruh dunia. Berikut kita intip tradisi peringatan Maulid Nabi di berbagai negara : 1.TurkiMasyarakat Turki memperingati Maulid Nabi dengan menggelar pengajian baik di masjid maupun gedung pertemuan. Meski tak semegah perayaan yang dilakukan di Indonesia, masyarakat Turki tetap memperingati Maulid Nabi. “Ada pengajian-pengajian, hanya tidak sebesar Maulid Akbar seperti di Indonesia, tapi ada perayaannya,” ungkap Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki Nazihah, Sabtu (30/09/2023). Peringatan ini juga dilakukan oleh banyak komunitas Muslim di sana, termasuk PCINU sendiri. Nazihah menutur, pihaknya menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi dengan mengundang Syekh asal Turki sebagai pembicara. “PCINU sendiri merayakan offline mengundang Syekh Turki,” ujar penerima Beasisiwa Pemerintah Turki atau Turkiye Burslari Sholarships (YTB) tersebut. Adapun peringatan Maulid Nabi saw 1445 PCINU Turki tersebut digelar pada Ahad, 30 September 2023 pukul 14.00 TRT bertempat di TÜGVA, defterdar, Eyüpsultan, Istanbul. “Insyaallah mauidzah hasanah akan disampaikan oleh ?eyh Seyit Muhammed ElMardini,” ucap dia. “Terbuka untuk umum Konsulat Jenderal Republik Indonesia juga insyaallah datang,” imbuhnya. Saat perayaan Maulid Nabi, masyarakat cenderung membacakan doa, puisi, dan cerita tentang kehidupan Nabi Muhammad. Peringatan ini juga dianggap sebagai kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga, seperti dilansir dari Morocco World News. Pakaian yang baru dibeli untuk anak-anak dan makanan lezat menghiasi meja di pertemuan keluarga pada momen Maulid Nabi. Meskipun Maroko terkenal dengan keragaman budayanya, dan setiap daerah memiliki hidangan serta tradisinya masing-masing, bagi sebagian besar keluarga Maroko, Asida adalah hidangan nasional saat peringatan Maulid Nabi. Mereka menghiasi jalan, masjid, dan pasar dengan lampu-lampu indah berwarna-warni serta bendera warna hijau. Mereka merayakan hari ini dengan penuh kemegahan dan pertunjukan, mereka mengikatkan pita hijau di tangan mereka karena warna hijau melambangkan Islam, seperti dikutip dari Times of India. Mereka mengenakan baju baru, membagikan permen dan mengunjungi masjid sebagai tradisi memperingati Maulid. Para wanita menyiapkan berbagai jenis makanan lezat seperti Sheer Khurma dan Seviyan. Beberapa orang mengunjungi tempat-tempat terkemuka dan keagamaan seperti Haji Ali Dargah, Jama Mazjid, Nizamuddin Aulia, Ajmer Sharif untuk beribadah kepada Allah swt dan mencari berkah. (yan) Baca juga :

Read More

Fesyar Regional Jawa 2023 Diikuti 350 Pelaku UMKM Produk Syariah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2023, telah dibuka pada Jumat (29/09/2023) sore. Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia ini dimulai 29 September hingga 1 Oktober 2023 di Grand Atrium Pakuwon Trade Center, Surabaya. Sebanyak 150 UMKM produk syariah ikut serta dalam FESyar baik secara offline dan 200 UMKM secara online. Wagub Jatim Emil Dardak yang juga sekaligus Ketua Harian KDEKS Jatim, hadir dalam upacara pembukaan menyampaikan tema tahun ini “Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Dukungan Digitalisasi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa yang Inklusif”. Tema ini memiliki cakupan yang komprehensif dalam mendukung ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. “Kami sangat terkesan dengan komprehensif nya cakupan dari dan tema FESyar tahun ini baik itu tadi program PAHALA yaitu Halal Value Chain maupun program MASLAHAT yang menekankan pada social investment dan digitalisasi sebagai akselerasi untuk inklusi. Ini semuanya benar-benar On The Spot betul menjawab tiga pilar utama di dalam mengembangkan ekonomi syariah,” ungkap Emil. Emil menambahkan, ketiga pilar utama tersebut ialah pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset, asesmen, serta edukasi. Dalam kesempatan tersebut Wagub Emil mengatakan sejatinya hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia telah mengedepankan prinsip syariah. Mulai dari makanan dan minuman, pekerjaan, pakaian, dan lainnya. Hanya perbankan saja yang masih menggunakan dual system. “Sehingga motivasinya adalah meningkatkan compliance dan quality insurance. Karena ternyata kita juga masih menemukan sedikit banyak terjadi kasus dimana produk tertentu dipertanyakan kehalalannya,” imbuhnya. Guna meningkatkan compliance tersebut Jatim memiliki beberapa program salah satunya Juru Sembelih Halal (Juleha) dan sertifikasi halal yang telah mencapai 160.000 sertifikat. Dimana 154.000 di antaranya menggunakan metode self declaire dengan pendampingan dari pendamping penyedia produk halal. Motivasi yang kedua, lanjut Wagub Emil adalah meningkatkan ekonomi umat. Salah satunya ialah dengan membangun para pelaku ekonomi di sektor Pesantren. Terlebih di Jatim terdapat lebih dari 6000 pesantren dan lebih dari 1 juta santri. Tentu ini merupakan sebuah kekuatan ekonomi umat dan bagian dari memperkuat ekonomi keumatan. “Lalu motivasi ketiga ialah global competitive. Alhamdulillah Indonesia nomor satu di bidang moslem friendly tourism. Ketiga motivasi inilah yang kemudian yang menjadi pendorong perekonomian di Jawa Timur. Sehingga Tahun 2022 kita mendapatkan apresiasi Adinata syariah, dan juga Halal Industry Award di tingkat nasional,” lanjutnya. Pencapaian ini bisa diraih berkat komitmen penuh seluruh stakeholder. Mulai dari Bank Indonesia, Pondok Pesantren, hingga para kyai. Terkait keuangan syariah, Wagub Emil mendorong terbentuknya fintech syariah di Jatim. Selain itu, Pemprov Jatim juga telah bekerja sama dengan Baznas dan BUMD-BUMD untuk menggelar zakat produktif di berbagai daerah di Jatim. “Dimana zakat produktif ini ditujukan pada pelaku ekonomi ultra mikro yang belum bisa difasilitasi oleh perbankan untuk penyediaan modal usahanya,” jelasnya. Wagub Emil berharap FESyar Regional Jawa 2023 ini akan menjadi wadah yang berharga untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif. “Mari kita bersatu, belajar bersama, dan berinovasi demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur,” pungkasnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Doddy Zulverdi menyampaikan bahwa FESyar merupakan rangkaian agenda menuju Indonesian Sharia Economic Festival (ISEF). FESyar Regional Jawa tahun ini memiliki showcase UMKM secara hybrid. “Ada 150 UMKM produk syariah yang mengikuti FESyar secara offline dan 200 UMKM secara online. Untuk showcase via online bisa diakses melalui laman www.fesyarjawa.com,” pungkasnya. (har) Baca juga :

Read More

Imam Ghazali sempat Alami Krisis Spiritual, Hingga Bertemu Guru Sufi nya

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Imam al-Ghazali merupakan seorang mujadid atau pembaru yang masyhur dalam sejarah Islam. Perjalanan hidupnya diwarnai lika-liku. Mula-mula, pemilik nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad ath-Thusiy al-Ghazali itu menekuni dunia akademis. Bahkan, ia pernah menjabat guru besar di Universitas Nizamiyah, Baghdad. Sebagai seorang ilmuwan, wajarlah bila ia cenderung mengandalkan pencerapan pengetahuan melalui penalaran maupun pembuktian empiris. Namun, pada akhirnya ia menjadi sangsi akan kedua metode epistemologis itu. Bahkan, ia kemudian mengalami krisis spiritual dan intelektual. Seperti diungkapkannya dalam Al-Munqidz Mina adh-Dhalal, enam bulan lamanya sang profesor mengalami kegelisahan batin. Ia bimbang, apakah meneruskan posisinya sebagai pengajar ataukah berhenti. Sebab, al-Ghazali merasa sudah teranjur skeptis pada keandalan akal rasional dan metode empiris sebagai jalan menuju kebenaran. Satu-satunya pilihan yang terbuka lebar untuknya ialah jalan salik. Ia merasa perlu merasakan pengetahuan yang diperoleh melalui kalbu, yang tercerahkan iman kepada Allah SWT. Tasawuf diyakininya mampu menghilangkan segala kesangsian yang dirasakannya. Sejak 1905, Imam al-Ghazali meletakkan jabatan di Universitas Nizamiyah. Ia pun mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Meski harus beranjak dari kekayaan, pangkat, popularitas, dan segala pernak-pernik duniawi, perjalanan itu ditempuhnya dengan penuh ketenteraman hati. Sebelum momen penting itu terjadi dalam hidupnya, al-Ghazali muda juga pernah bersinggungan dengan hikmah tasawuf. Kisahnya terekam dalam kitab Muid an-Ni’ami, dengan mengutip penuturan Imam Tajuddin as-Subki. Dikisahkan, suatu hari Imam al-Ghazali memimpin shalat di sebuah masjid. Masyarakat setempat memang biasa menjadikannya imam dalam shalat wajib yang diselenggarakan di sana. Apalagi, rumah al-Ghazali tak jauh dari tempat ibadah itu. Namun, adik Imam al-Ghazali yang bernama Ahmad mulai menyisihkan diri begitu melihat kakaknya itu menjadi imam shalat. Ia lebih suka meneruskan shalat secara sendirian (munfarid) daripada harus ikut menjadi makmum di belakang al-Ghazali. Orang-orang mulai membicarakan hal itu. Bahkan, lama kelamaan muncul rumor tidak sedap tentang hubungan antara Imam al-Ghazali dan adiknya itu. Alhasil, sang imam pun merasa tidak nyaman. Ia menduga, Ahmad telah menganggap shalat yang dipimpinnya tidak sah. Padahal, dirinya merasa sudah menjalankan setiap syarat dan rukun shalat secara sempurna. Suatu ketika, ia pun menceritakan kegundahan hatinya itu kepada ibunya. Sang ibunda lantas berjanji akan menyuruh Ahmad untuk turut menjadi makmum manakala al-Ghazali tampil sebagai imam shalat. Mendengar itu, ia pun bersuka cita karena orang tidak akan lagi menyebarkan desas-desus yang bukan-bukan. Akhirnya, Ahmad bersedia untuk ikut shalat berjamaah di masjid yang diimami al-Ghazali. Orang-orang yang menyaksikannya sempat terkejut, tetapi kemudian tidak berkata apa-apa. Bagaimanapun, di tengah shalat Ahmad justru membatalkan dirinya. Ia keluar dari shaf dan meneruskan shalat secara sendirian. Sesudah salam dan shalat selesai, beberapa jamaah pun mulai berbisik-bisik satu sama lain. Hati al-Ghazali kian gusar. Sesampainya di rumah, ia segera meminta penjelasan dari adiknya itu. “Mengapa kamu membatalkan makmum kepadaku!? Apakah kamu menganggap shalat yang aku imami tidak sah?” tanya dia dengan nada tinggi. “Aku melihat pakaianmu berlumuran darah,” jawab Ahmad. Al-Ghazali tidak mengerti maksud perkataan adiknya itu. Ia melihat dengan jelas, gamis yang dikenakannya bersih, tak ada noda sedikitpun. Ia pun beranjak ke kamarnya dan kemudian berupaya menenangkan perasaannya. Tiba-tiba, ia tersadar bahwa belakangan ini sebelum shalat dirinya sering membuka-buka kitab tentang hukum fikih. Kebetulan, sesaat sebelum berangkat ke masjid tadi dirinya sempat membuka bab tentang bersuci (thaharah). Malahan, saat sedang mengimami shalat tadi pun pikirannya terbersit pada soal hukum darah haid. Al-Ghazali segera keluar dari kamarnya dan menjumpai adiknya itu untuk meminta maaf. “Bagaimana mungkin kamu bisa mengatahui apa yang aku pikirkan tadi saat menjadi imam shalat?” tanya dia Ahmad menjawab, “Aku berguru kepada seorang ulama yang tidak terkenal di pinggiran kota. Namanya, Syekh al-Utaqy. Dia orang alim, tetapi sehari-hari bekerja sebagai tukang sol sepatu di toko dekat pasar.” Karena penasaran, al-Ghazali pun pergi untu menemui orang alim tersebut. Sesampainya di bangunan pertokoan pasar yang dimaksud, ia pun berhasil menemukan Syekh al-Utaqy. “Izinkanlah aku untuk menjadi muridmu,” pintanya. “Aku kira, kamu tidak akan sanggup mengikuti perintahku,” jawab al-Utaqy. “Insya Alllah aku bisa melakukannya,” kata al-Ghazali lagi. Guru adiknya itu akhirnya menerimanya. Al-Ghazali lantas diperintahkan untuk membersihkan kotoran yang ada di lantai dengan tangannya. Meskipun sempat merasa aneh, ia tetap mematuhi perintah sang ulama yang juga salik itu. Saat akan mengambil kotoran tersebut, Syekh al-Utaqy tiba-tiba mencegahnya, lalu menyuruh al-Ghazali agar pulang. Setibanya di rumah, Imam al-Ghazali semakin heran terhadap pelajaran pertama yang diajarkan syekh tersebut. Akan tetapi, ia akhirnya mendapatkan ilham tentang tindakan al-Utaqy. Sang sufi hendak mengisyaratkan agar dirinya membersihkan hati terlebih dahulu sebelum mengurus apa-apa yang tampak dalam pandangan mata. Mulai saat itu, Imam al-Ghazali terus berguru kepada Syekh al-Utaqy. Ia merasa terpanggil untuk menyelami lebih dalam ilmu tasawuf. (mif) Baca juga :

Read More

Banyak Ulama Iran Merasakan Manfaat Penggunaan AI untuk Penyebaran Ajaran Islam

Qom — 1miliarsantri.net : Beberapa ulama Iran mulai merasakan manfaat penggunaan artificial intelligence (AI) untuk membantu penyebaran ajaran agama. Financial Times melaporkan, inisiatif ini datang dari kota suci Qom, sebuah pusat pembelajaran Islam dan ziarah yang menjadi rumah bagi setengah dari 200.000 ulama Syiah di Iran. Dorongan untuk mengadopsi AI mendapat dukungan dari kalangan atas. Para ulama bahkan didesak untuk mengeksplorasi teknologi tersebut. Langkah pemerintah Iran untuk mengeksplorasi penggunaan AI di seminari keagamaan sangat kontras dengan kondisi sebelumnya. Pada April lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan fatwa yang menentang AI, dan menyebutnya sebagai “setan.” Fatwa ini menjadi serangan pertama pemerintah Iran ada entitas non-manusia. Namun, para pemimpin agama berpendapat bahwa masyarakat menuntut modernisasi. AI dianggap sebagai cara untuk menanggapi seruan tersebut sambil tetap berpegang pada nilai-nilai tradisional. Para ulama berharap teknologi canggih dapat membantu penyebaran ajaran Islam lebih cepat dan memungkinkan keputusan agama atau fatwa, dapat mengimbangi perkembangan masyarakat Iran yang pesat. “Robot tidak bisa menggantikan ulama senior, tapi mereka bisa menjadi asisten tepercaya yang bisa membantu mereka mengeluarkan fatwa dalam lima jam, bukan 50 hari. Masyarakat saat ini lebih menyukai percepatan dan kemajuan,” terang Mohammad Ghotbi, kepala Rumah Kreativitas dan Inovasi Eshragh di Qom. Ia juga mengatakan, lembaga keagamaan tidak boleh menentang keinginan masyarakat Iran untuk ikut serta dalam kemajuan teknologi global. Namun, mereka yang skeptis menyoroti bagaimana penerapan AI dapat menjadi tantangan bagi sistem hukum Islam yang rumit. Sejumlah orang menyatakan keprihatinannya bahwa AI tidak dapat memahami kompleksitas aturan agama atau nilai-nilai yang disampaikan melalui metode pembelajaran tradisional. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, Ghotbi berpendapat bahwa inisiatif di Qom adalah tanda bahwa lembaga keagamaan Iran bersedia menggunakan teknologi baru agar tetap relevan di dunia modern. Ia berargumentasi bahwa meskipun alat-alat tersebut mengubah tujuan mereka, namun ia tetap menegaskan bahwa AI tidak serta merta membuat Iran menjadi lebih selaras dengan pandangan sekuler Barat. “Kami berupaya melokalisasi penggunaan teknologi karena nilai-nilai budaya kami berbeda,” pungkasnya. (kom/AP) Baca juga :

Read More