Pelatihan Life Savers FIMA Di Masjid Istiqlal, Dihadiri Jusuf Kalla Ketua DMI

JAKARTA – 1miliarsantri.net : Pelatihan Life Savers dalam rangka puncak peringatan Hari Jantung sedunia diselenggarakan oleh FIMA di Masjid Istiqlal Jakarta, dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Jusuf kalla Wakil Presiden ke-X dan XII, selalu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ahad 23 Rabiul Awal 1445 H / Minggu 8 Oktober 2023. dr. Fakhri Haidar Anis, Ketua Panitia Pelaksana Life Savers dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan ini adalah puncak dari Peringatan Hari Jantung Sedunia Tahun 2023.” Kegiatan ini diikuti oleh 300 peserta, terbuka untuk umum, peserta dari berbagai elemen masyarakat dan profesi. Berlangsung serentak di 22 negara, jelas Fakhri sambil berujar “Save a life” dan dijawab oleh para peserta “save a mankind”. Sementara itu Dr. Mulawarman mewakili Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menegaskan, “Masjid menjadi agen penyelamat bagi seluruh manusia, bahwa Islam itu Rahmatan Lil’alamin”. sesuai Surah Al Maidah ayat 32 yang dibacakan oleh sari tilawah saat acara ini dimulai. Mulawarman menambahkan, acara seperti ini dibutuhkan oleh Masjid Istiqlal, karena banyaknya pengunjung bisa saja terjadi henti jantung atau henti napas. Pelatihan ini terutama untuk para pengelola Masjid khususnya para Satpam dan petugas keamanan lainnya. Sekjen FIMA, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, dalam sambutannya mengungkapkan, “22 Negara terlibat dalam kegiatan ini, dan ada 500 Masjid ikut aktif dalam pelatihan ini.” Yang luar biasa adalah di UK, negeri yang mayoritas non Muslim, terdapat 120 masjid yang berpartisipasi menyelenggarakan pelatihan ini dan mengajarkan Save Life atau bantuan hidup dasar, jelas Ginanjar menambahkan. Jusuf kalla dalam sambutannya sebagai Ketua DMI, “Saya berterima kasih dan bangga dengan segala upaya dari berbagai pihak untuk keamanan dan kenyamanan dalam Masjid.” Masjid banyak pengunjung dan jamaah terutama para orang tua, sehingga merasa nyaman berada di masjid tanpa harus diantar oleh anak atau keluarganya, ujar JK mengakhiri sambutannya sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Life Savers. Prof. dr. Jurnalis Udin, PAK dalam sambutannya dipenghujung acara seremonial pembukaan Pelatihan Life Savers, Founder FIMA & Penasehat IIMA, itu memaparkan tentang awal mula berdirinya FIMA, “10 negara mendirikan FIMA di Orlando AS. “ “Terima kasih atas pelatihan basic life support bagi masyarakat awam”. “Pelajari sebaik-baiknya apa yg diberikan, dengan cara yang baik dan benar dapat menyelamatkan orang lain dan menjadi amal soleh” Tutup Prof Jurnalis. **(thamrin/red)

Read More

Hamas Lancarkan Operasi Militer Badai Al Aqsa

GAZA — 1miliarsantri.net : Hamas kembali melancarkan operasi militer baru terhadap Israel. Operasi tersebut dinamai Operasi Badai Al Aqsa. Sekitar 5.000 roket telah ditembakkan hingga tembus ke Israel. Pemimpin sayap militer Hamas, Mohammed Deif pada Sabtu (07/10/2023) mendesak semua warga Palestina untuk menghadapi Israel. “Kami memutuskan untuk mengatakan cukup sudah,” kata Deif. Deif, yang selamat dari berbagai upaya pembunuhan Israel, tidak muncul di depan umum saat mendorong warga Palestina untuk berperang. Pesannya disampaikan dalam sebuah rekaman. Militan Palestina di Jalur Gaza pada Sabtu (07/10/2023) melakukan infiltrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Israel selatan. Video amatir yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang bersenjata berseragam di dalam kota perbatasan Israel, Sderot. Suara tembakan terdengar dalam video tersebut. Penyusupan tersebut terjadi ketika para militan di Jalur Gaza meluncurkan ratusan roket ke arah Israel pada Sabtu pagi. Suara roket yang meluncur di udara terdengar di Gaza dan sirene meraung hingga Tel Aviv dalam serangan dini hari yang berlangsung lebih dari 30 menit. Serangan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya babak baru pertempuran sengit. Ketika serangan roket berlanjut di seluruh Israel selatan dan tengah, jutaan warga Israel diinstruksikan untuk tinggal di dekat tempat perlindungan bom di rumah dan gedung apartemen mereka. Tentara mengatakan, penduduk di sekitar Gaza harus tetap tinggal di rumah mereka. (hit/AP) Baca juga :

Read More

Empat Perkara Yang Akan Dipertanyakan di Akhirat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Segala bentuk tindakan selama hidup di diunia, kelak akan kita pertanggungjawabkan di hari kiamat. Pada hari akhir ini manusia akan mendapatkan empat pertanyaan untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang diperbuat di dunia. Perkara-perkara yang akan ditanyakan pada hari kiamat telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW. لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالتِّرْمِذِيُّ) “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 4 hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan.” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi). Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, empat perkara tersebut harus diperhatikan oleh umat manusia. Perkara tersebut bisa menjadi tolak ukur selaa hidup di dunia. “Setiap detik yang kita habiskan memiliki nilai, dan kita akan dimintai pertanggungjawaban atas penggunaan waktu tersebut. Apakah kita memanfaatkannya dengan baik untuk beribadah, bekerja dengan halal, dan berbuat kebaikan?” ujar Buya Yahya dalam kajiannya, Jumat (7/10/2023). “Penting untuk menggunakan ilmu kita dengan bijak dan berbagi pengetahuan dengan orang lain,” ungkap Buya Yahya. “Terlepas dari cara yang benar dalam memperoleh harta, penting juga untuk memastikan bahwa harta tersebut digunakan dengan baik dan tidak digunakan untuk hal yang haram,” ungkap Buya Yahya. “Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan baik adalah kunci untuk menghindari sengsara di akhirat. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk memanfaatkan waktu, ilmu, harta, dan kesempatan dengan cara yang baik dan sesuai dengan ajaran agama,” tutup Buya Yahya. (yan) Baca juga :

Read More

Saksi Sejarah G30S PKI Yang Selamat, Meski Sempat Mendapat Siksaan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peristiwa berdarah G30S PKI merupakan peristiwa kelam di Indonesia. Namun ada satu sisi menarik pada malam berdarah G30S PKI di Lubang Buaya. Seorang polisi, Sukitman, secara luar biasa, selamat dari pembunuhan. Padahal, dia tertangkap dan sempat disiksa. Dalam narasi yang beredar, Sukitman bersembunyi di kolong truk. Pasca insiden berdarah yang merenggut 6 Jenderal TNI dan disaat pagi menjemput, Sukitman baru keluar dan meminta bantuan. Itu setelah gerombolan PKI, Gerwani dan Pemuda Rakyat, pergi dari Lubang Buaya. Namun, dalam versi kisah ini, selamatnya Sukitman tak sesederhana itu. Ada sosok penyelamat yang rupanya alpa dari catatan sejarah, atau sengaja dilupakan. Dia adalah Ishak Bahar. Seorang alumni pesantren alias santri anggota pasukan pengawal Presiden Soekarno, yang kebetulan jadi sopir komandan Cakrabirawa Letkol Untung pada malam G30S PKI. Suaranya masih merdu dan tartil, meski sedikit bergetar saat melafalkan Surat Al Hadid. Siapa sangka, dia mantan anggota Cakrabirawa, kesatuan elite pengawal presiden yang disangka terlibat G30S/PKI. Namanya Ishak Bahar, lahir di Purbalingga. Ishak berlatar belakang agama yang kuat. Namun, perjalanan hidupnya membuatnya sempat dicap sebagai PKI, gara-gara menjadi anggota Cakrabirawa. Dia merupakan anak Kayim. Masa kecilnya diisi dengan banyak mengaji. Ishak juga belajar di tiga pesantren, di Jawa Tengah. Dia adalah sosok santri tulen. Usai lulus sekolah, dia mendaftar tentara. Belakangan, setelah bertugas di Kodam IV Diponegoro, dia terpilih menjadi salah satu anggota pasukan Cakrabirawa. Tugasnya di ring 1 adalah menjaga keselamatan presiden, sebagai unit yang selalu menempel ke mana pun presiden bergerak. Sebelum menjadi pengawal paling dekat Sukarno, dia adalah ajudan Letkol Untung, Komandan Cakrabirawa yang akhirnya divonis mati karena dinyatakan bersalah melakukan kudeta dan menggerakkan pasukan untuk membunuh enam jenderal dan satu perwira AD pada peristiwa G30S PKI. Ishak berkisah pada Jumat, 1 Oktober 1965, sedianya ia akan mengawal Presiden Sukarno ke Bogor, Jawa Barat. Ia tak terlalu paham agendanya. Namun, berdasarkan informasi yang diperolehnya waktu itu, presiden hendak hadir di sebuah acara olahraga. “Sebagai prajurit, informasi detailnya yang seperti itu baru akan diberitahukan ketika akan berangkat. Kita kalau akan berangkat baru diberi pembagian tugas,” ucapnya kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (07/10/2023) Tetapi, ia batal mengawal Presiden Sukarno. Pasalnya, pada sore 30 September 1965, tiba-tiba Letkol Untung, Komandan Cakrabirawa memintanya untuk mendampinginya ke Lubang Buaya. Tempatnya digantikan oleh pengawal lainnya, Bagyo. “Kamu ikut saya saja,” Ishak menirukan perintah Letkol Untung. Pada 1 Oktober 1965 dini hari, tugasnya adalah mengantar Letkol Untung, tak ada yang lain. Ketika satu kompi Cakrabirawa bertugas menjemput para jenderal, ia tetap berada di Lubang Buaya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di jipnya. Tempat parkirnya, ia sebut, relatif jauh dari pusat kegiatan, sehingga tak begitu memahami detail peristiwa yang terjadi. “Tugas Cakrabirawa saat itu, menjemput para jenderal untuk dihadapkan kepada presiden. Kalau saya tugasnya mengantar Letkol Untung. Saya tidak ikut menjemput,” sambungnya. Informasi samar-samar beredar. Enam jenderal berhasil dijemput. Namun, dua orang meninggal dunia lantaran melawan. Tak berapa lama, rentetan tembakan terdengar. Enam jenderal dan satu perwira AD meninggal dunia. “Di tengah situasi yang tak pasti itu,saya mendapat firasat yang buruk. Wah, salah ini. Lutut saya langsung lemas. Apes saya. Mati saya,” ujarnya. Selain enam jenderal dan satu perwira pertama AD, ada pula anggota polisi yang turut ditangkap dan dibawa ke Lubang Buaya. Namanya Sukitman. “Tahu polisi yang selamat dari Lubang Buaya, Sukitman kan. Sukitman saya yang menyelamatkan,” tiba-tiba Ishak, menyela, kala bercerita soal tragedi 1 Oktober 1965. Di tengah kekalutan situasi kala itu, ia diperintahkan untuk menembak mati Sukitman. Ia adalah polisi yang ditangkap di sekitar kediaman Mayor Jenderal DI Pandjaitan. Sukitman dikhawatirkan akan membocorkan lokasi penguburan para jenderal. “Saya jawab. Orang tidak salah kok ditembak,” ujarnya, menceritakan situasi kala itu. Atasan di Cakrabirawa itu, kata Ishak, lantas pergi, tanpa berbicara apa pun. Rupanya, anggota Cakrabirawa yang memberi perintah itu juga tengah kalut. Saat situasi memungkinkan, dia memerintahkan Sukitman bersembunyi di jipnya. “Lalu saya bilang ke Sukitman, sudah kamu tiduran saja di jip saya. Lalu saya bawa ke Istana Negara. Sukitman kemudian pergi,” ucap Ishak. Bertahun-tahun kemudian, Ishak dan Sukitman dipertemukan di Rutan Salemba. Kondisi terbalik kala itu. Ishak yang tadinya berbobot 73 kilogram, saat itu sudah turun menjadi 40 kilogram. Namun, polisi itu rupanya masih mengenali Ishak. “Waktu bertemu itu, Sukitman itu sampai nyembah-nyembah karena saya menyelamatkan dia,” ujarnya mengenang. (wink) Baca juga :

Read More

Beberapa Sifat Orang Mukmin Yang Dicintai Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Mencapai level orang beriman dan dicintai oleh Allah SWT tidak bisa didapatkan begitu saja. Setidaknya ada sifat-sifat tertentu yang bisa menjadikan seorang mukmin dicintai oleh Allah SWT. Mengutip About Islam, untuk menjadi seorang mukmin yang dicintai Allah, ada delapan sifat yang perlu diperhatikan. Di antaranya: Pertama, bertaubat. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang selalu bertaubat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 222. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang bersuci.” Kedua, berbuat baik. Menjadi muslim yang lebih baik perlu dilakukan dengan memilih jalan ihsan, yaitu mengikuti perintah Allah dalam segala hal. Salah satunya adalah berbuat baik. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (Al-Muhsinin) hal ini disebutkan minimal tiga kali dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-BAqarah: 195) Ketiga, orang bertawakal. Orang yang bertawakal dan bersandar hanya kepada Allah disebut orang yang bertakwa. Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya (Al-Mutawakilin). Allah SWT berfirman: “Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS Ali-Imran: 159) Keempat, orang yang berlaku adil. Orang yang berbuat adil dikasihi karena Allah mencintai keadilan dan orang yang berbuat adil. Mereka atau gollngan disebutkan setidaknya tiga kali dalam Al-Qur’an. Pertama kali di Surat ke-5 ayat 42, lalu Surat ke-9 ayat 49, dan dan di Surat ke-8 ayat 60. Kelima, umat yang teguh konsisten (istiqamah). Orang yang istiqamah adalah orang yang berjalan lurus di jalan menuju Allah. “Wahai sekalian manusia. Kerjakanlah amalan-amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian bosan. Dan sungguh, amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim). Keenam, orang yang tabah dan sabar. Allah mencintai kesabaran dan menyukai orang-orang yang tabah (As-Shabirin). Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 153) Ketujuh, orang-orang yang bertakwa. Artinya, orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT yang senantiasa menaati syariat agama dan tidak mau berpaling dari kebaikan. Kedelapan, orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Ada banyak hal yang bisa digolongkan dalam jihad di jalan Allah. Orang yang berjihad bisa berupa orang yang mencari ilmu, memperjuangkan kebaikan bagi sesama, atau pemimpin yang memerangi kebatilan. (yan) Baca juga :

Read More

Menag Luncurkan Logo Hari Santri Nasional 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan logo peringatan Hari Santri Nasional 2023 dengan mengusung tema “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Rilis logo dan tema ini berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (06/10/2023) Acara tersebut dihadiri perwakilan ormas Islam, beberapa pengasuh dan santri pesantren, para pejabat Eselon I, II, dan III Kementerian Agama, serta para Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Agama. “Pada peringatan tahun ini, kita usung semangat Jihad Santri Jayakan Negeri. Melalui tema ini, kami ajak para santri untuk terus berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual di era transformasi digital,” terang Menag Yaqut. Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini berisi seruan kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan penjajah, hingga memuncak pada perlawanan 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional. Menurut Menag, tema Jihad Santri Jayakan Negeri dapat dimaknai secara historis dan kontekstual. Secara historis, tema ini ingin mengingatkan bahwa para santri memiliki andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. “Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober itu mengacu pada Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Kiai Hasyim Asyari. Resolusi Jihad itu berisi seruan kepada seluruh masyarakat agar berjuang menolak dan melawan penjajah. Bahkan dikatakan bahwa berperang melawan penjajah adalah kewajiban setiap individu (fardlu ‘ain) bagi yang berjarak 94 km dari kedudukan musuh,” tegas Yaqut.. Secara kontekstual, “Jihad Santri Jayakan Negeri” menegaskan bahwa santri terus berkontribusi aktif dalam memajukan negeri. Dikatakan Yaqut, makna jihad secara kontekstual tidak selalu identik dengan berperang angkat senjata. “Jihad santri secara kontekstual adalah jihad intelektual, di mana para santri adalah para pejuang dalam melawan kebodohan dan ketertinggalan. Santri juga turut berjuang dan mengambil peran di era transformasi digital,” imbuhnya. Santri, lanjut Yaqut, adalah teladan dalam menjalani jihad. Dengan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan, mereka memperdalam ilmu dan menyebarkan cahaya. Mereka juga ikut mengisi ruang-ruang digital untuk penguatan literasi keagamaan yang moderat berdasarkan prinsip Islam rahmatan lil alamin. Ada juga jihad di bidang ekonomi, dan para santri harus berdiri di depan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Termasuk juga jihad politik, di mana para santri harus menjadi teladan dalam momentum demokrasi, memilih pemimpin secara rasional dan terbaik. Jangan memilih pemimpin yang ambisius dan suka menggunakan politik identitas saat kampanye. “Dalam momentum politik tahun depan, saya minta santri harus solid dalam satu barisan. Jaga kesejukan, kerukunan, dan jauhi orang-orang yang menggunakan agama untuk kepentingan praktis,” pungkasnya. (rid) Baca juga :

Read More

Perusahaan Halatina Siap Fasilitasi Layanan Wisata Muslim di Brasil

Sao Paulo — 1miliarsantri.net : Umat Muslim kini lebih mudah untuk berwisata ke Brasil dan negara-negara Amerika Latin. HaLatina, sebuah perusahaan layanan pariwisata yang didirikan Hassan Massoud dan Karen Hayek berupaya fokus memberikan pelayanan kepada wisatawan Muslim dengan layanan pariwisata halal atau ramah Muslim. Seperti dilansir ANBA, Sabtu (07/10/2023), Massoud memastikan para wisatawan Muslim dapat mudah mengonsumsi makanan-makanan halal selama berwisata dan nyaman dalam menutup diri dengan hijab. “Tujuan kami adalah memberikan sambutan istimewa bagi pelanggan Arab yang mengunjungi Brasil. Masih adanya ketidaktahuan dan kekhawatiran mengenai bahasa dan budaya. Dan halal belum dipromosikan secara luas di Brasil,” terang Massoud kepada ANBA saat berkunjung ke kantor pusat Kamar Dagang Arab-Brasil (ABCC) di Sao Paulo. Pendiri HaLatina bertujuan memberikan berbagai pengalaman kepada pelanggan Muslim selama bertugas di Brasil. Tim perusahaan terdiri dari orang-orang yang berbicara Arab, Spanyol, Portugis dan Inggris dan akan dapat menemani pelanggan dalam perjalanan mereka keliling negara. Tim dapat menyarankan kunjungan dan tur atau mengatur paket liburan berdasarkan masukan dari pengunjung. Penerimaan wisatawan Muslim akan dimulai pada saat mereka tiba di bandara di Brasil. Pelanggan pertama HaLatina sudah memesan tiket ke Brasil. Mereka adalah anggota delegasi Arab yang akan berada di negara tersebut pada akhir Oktober untuk berpartisipasi dalam Global Halal Brazil, sebuah forum peluang bisnis halal yang akan diadakan oleh ABCC di Sao Paulo. “Saran kami antara lain menghadirkan wisata budaya, memberikan layanan terbaik dan pengalaman unik di landmark paling terkenal di kota-kota Brasil. Kami juga akan membawa pelanggan kami ke berbagai simbol budaya Arab di sekitar sini. Fitur unik kami akan memungkinkan pelanggan merasakan hal ini dengan mengetahui bahwa, karena kami sendiri adalah orang Arab, kami akan tahu bagaimana membuat mereka merasa nyaman dalam tur kami,” imbuh Hayek. Jika pengunjung memiliki agenda bisnis tertentu di Brasil dan ingin membawa keluarganya, kata Hayek, perusahaan dapat menyelenggarakan program khusus untuk keluarganya termasuk layanan lain yang tersedia. Contoh tur yang disebutkan mitra adalah Karnaval di Rio de Janeiro atau Sao Paulo atau Salvador, Bahia. Pelanggan dapat merasakan festival sesuai aturan halal. “Dengan nyaman dan di tempat terbaik untuk mendapatkan pengalaman penuh yang dapat diberikan Carnaval,” kata Massoud. (fit/AP)

Read More

Dengan Menggunakan Sepeda, Pelajar Asal Guinea Berkeinginan Menuntut Ilmu ke Kairo

Kairo — 1miliarsantri.net : Apapun cara dilakukan untuk dapat menuntut ilmu. Itulah yang dilakukan pelajar asal Guinea, Afrika Barat, Mamadou Safaiou Barry. Diarela menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan menggunakan sepeda angin untuk dapat berkuliah di Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Barry bertekad untuk belajar teologi Islam di sekolah terkemuka tersebut. Alih-alih membayar transportasi, Barry berangkat ke Kairo dengan mengayuh sepeda bekas dengan membawa peta Afrika yang digambarnya. Pria berusia 25 tahun ini hanya membawa bekal pakaian ganti, senter dan peralatan kecil untuk melintasi benua. Dengan sepedanya, Barry melewati hutan, gurun, bahkan daerah konflik. Perjalanan Barry memakan waktu selama empat bulan dengan melintasi tujuh negara. Tekad Barry pun berujung pada keberhasilan. Ia diterima di Universitas Al Azhar, salah satu pusat pembelajaran Muslim Sunni tertua dan paling dihormati di dunia, dengan mendapat beasiswa penuh. “Jika Anda mempunyai mimpi, pertahankan dan kuatkanlah. Tuhan akan membantumu,” ucap Barry, dikutip dari VOA, Sabtu (07/10/2023). Tak hanya Barry, ribuan warga Afrika Barat melakukan perjalanan berisiko melintasi gurun Sahara setiap tahunnya, mencari kehidupan yang lebih baik. Namun banyak yang tidak berhasil. Menurut data Organisasi Internasional untuk Migrasi, hampir 500 orang meninggal atau hilang di jalur migrasi Afrika Barat tahun lalu Barry memutuskan bahwa risikonya sepadan dengan imbalannya. “Saya harus berjuang,” kata Barry pada Agustus lalu di Chad. Barry menempuh jarak sekitar 100 kilometer setiap hari. Dia berkendara melalui Mali, Burkina Faso, Togo, Benin, dan Niger. Ia terpaksa singgah di N’Djamena, ibu kota Chad karena konflik yang sedang berlangsung di Sudan. Dalam perjalanannya, Barry mengungkapkan pernah ditahan tiga kali. Dua kali di Burkina Faso, dan satu kali di Togo. Di sana, pasukan keamanan menahannya selama sembilan hari tanpa dakwaan sebelum melepaskannya seharga 56 dollar AS atau sekira Rp900.000. “Itu semua uangnya untuk sisa perjalanan. Saya sering tidur di semak-semak karena saya takut dengan orang-orang di kota. Saya pikir mereka akan mengambil sepeda dan melukai saya.” lanjutnya. Nasib Barry kembali berubah di Chad. Di sana, seorang dermawan lokal, yang membaca tentang perjalanannya secara online, menawarkan untuk menerbangkannya langsung ke Mesir dan menghindari pertempuran di Sudan. Barry tiba di Kairo pada tanggal 5 September dan beberapa hari kemudian menerima beasiswa penuh ke Al-Azhar. Ia berniat kembali ke Guinea setelah studinya selesai, untuk menyebarkan agama Islam. “Saat saya kembali ke negara saya, saya ingin menjadi seseorang yang mengajarkan Islam dan memberi tahu orang-orang bagaimana melakukan hal-hal baik,” pungkasnya. (ris/AFP) Baca juga :

Read More

Ketika Rasulullah SAW Menemui Malaikat yang Wajahnya Masam

Surabaya — 1miliaraantri.net : Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW ditemani Malaikat Jibril pergi ke langit. Di langit yang berlapis-lapis itu, terdapat sebuah peristiwa di mana Rasulullah SAW menemui malaikat yang wajahnya masam dan tak pernah senyum. Siapa dia? Dalam kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Ishaq syarah dan tahqiq Ibnu Hisyam dijelaskan mengenai perjalanan Isra Miraj Nabi. Ibnu Ishaq berkata, “Berkata kepadaku dari Abu Said Al Khudri yang berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Ketika aku telah menuntaskan seluruh urusan di Baitul Maqdis, aku melakukan Miraj dan aku tidak pernah menyaksikan sebuah peristiwa yang lebih indah daripada peristiwa itu. Yakni seperti seseorang yang melihat kematian saat sedang menjelang ajal. Lalu Malaikat Jibril membawaku naik hingga tiba di salah satu gerbang langit. Gerbang langit tersebut bernama gerbang Al Hafazhah (para penjaga). Pintu Al Hafazhah ini dijaga salah satu malaikat yang bernama Ismail yang mengomandoi 12 ribu malaikat dan setiap satu dari mereka juga mengomandoi 12 ribu malaikat.” Di tengah-tengah Rasulullah SAW menceritakan peristiwa tersebut, beliau melantunkan firman Allah dalam Surat Al Mudatsir ayat 31, “Wa maa ya’lamu junuda Rabbika illa huwa.” Yang artinya, “Dan tidak ada yang mengetahui tantara Tuhan-Mu melainkan Dia sendiri.” Rasulullah SAW melanjutkan lagi, “Ketika Jibril masuk bersamaku, Malaikat Ismail bertanya, ‘Siapa orang ini?’ Malaikat Jibril menjawab, ‘Dia Muhammad,’ kemudian Malaikat Ismail bertanya, ‘Apakah dia sudah diutus?’ Malaikat Jibril menjawab, ‘Ya. Sudah,’ Malaikat Ismail lalu berdoa untuukku.” Ibnu Ishaq berkata, “Sebagian pakar bercerita kepadaku dri orang yang berbicara dengan Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, ‘Para malaikat menyambut kedatanganku pada saat aku tiba di langit dunia. Semua dari para malaikat, tersenyum dan memberi kabar gembira kepadaku, dia tidak tertawa dan tidak tampak wajah gembira padanya sebagaimana yang terlihat pada malaikat-malaikat yang lain. Aku bertanya kepada Malaikat Jibril, “Wahai Jibril, siapakah malaikat ini? Malaikat Jibril berkata kepadaku, “Dia adalah malaikat penjaga neraka.” Aku bertanya kepada Jibril dan kedudukan Malaikat Jibril di sisi Allah seperti yang pernah dijelaskan Allah kepada kalian, Yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. (QS At Takwir ayat 21). Dan bisakah dia memperlihatkan kepadaku?” Malaikat Jibril berkata, “Ya.” Kemudian Malaikat Jibril berkata, ‘Wahai malaikat perlihatkanlah neraka kepada Muhammad.” Malaikat penjaga neraka pun membuka pintu neraka. Api neraka tersebut menyala-nyala sehingga aku menduga bahwa ia pasti akan menghanguskan apa saja yang saya saksikan. Aku berkata kepada Malaikat Jibril, “Wahai Jibril, perintahkan malaikat tersebut untuk menutup kembali pintu neraka ke seperti semula.” Malaikat Jibril pun memerintahkan kepada malaikat penjaga neraka dengan berkata kepadanya, ‘Padamkanlah neraka itu.” Kemudian neraka kembali seperti sedia kala. (yat) Baca juga :

Read More

Begini Konsep Harta dalam Islam, Agar Bisa Dijadikan Fasilitas untuk Beramal Saleh

Jakarta — 1miliaraantri.net : Seorang muslim harus memiliki mindset dan sikap yang tepat. Dalam bahasa Arab, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan masalah harta yakni maal jamaknya amwaal, al-khair berarti harta yang dianggap sebaai kebaikan, dan al-konatir yang bermakna harta. Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan empat posisi harta di dalam Islam. Pertama, harta bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Istil rizki jika berdiri sendiri berkaitan dengan kesejahteraan. Dalam konteks ini, setiap orang diizinkan untuk meminta rizki. “Rasul pernah mendoakan sahabatnya agar diberikan rizki dan anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia membutuhkan harta,” kata Ustadz Fauzi kepads 1miliarsantri.net, Jumat (06/10/2023). Kedua, harta menjadi fasilitas untuk beramal shaleh dan menjadi objek amal shaleh itu sendiri. Konsep nafaqah (nafkah) disebutkan di dalam satu ayat mengenai perintah bagi laki-laki yang memiliki keleluasaan harta untuk menginfaqkannya. Dalam konteks ini, ada konsep sedekah dan zakat. Baca juga:Kemajuan Ilmu Pengetahuan Bisa Ciptakan Kenyamanan Sekaligus Bencana “Ada ungkapan yang disampaikan Abdullah bin Mubarak ketika ditanya tentang usahanya, ia mengatakan bahwa ia menggunakan harta ini untuk menyempurnakan agamanya. Harta digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan agamanya. Dalam bahasa lain, harta digunakan untuk beramal shaleh,” kata Ustadz Fauzi. Ketiga, harta memiliki posisi sebagai pencapaian angan-angan yang memukau. Ada orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Di samping sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dasar, harta juga bisa dianggap sebagai pencapaian cita-cita yang memukau. Harta bisa menjadi hal yang membuat seseorang sombong. Keempat, harta sebagai ujian atau fitnah. Dalam Surah Al-Munafiqun, Allah SWT mengingatkan orang-orang beriman agar tidak terlena dari dzikir kepada-Nya karena harta. Itu karena harta bisa melenakan manusia dari mengingat Allah. “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al-Munafiqun: 9) Ustadz Fauzi menerangkan, harta di dalam Islam memiliki dua peluang yakni bisa menjadi jalan kebaikan dan jalan keburukan. Dalam hal ini, harta bukan dimusuhi namun tidak juga diabaikan fitnahnya. “Harta sesungguhnya adalah sesuatu yang netral bergantung kepada pengelolanya. Kalau pengelolanya kuat, maka harta bisa mendatangkan kebaikan. Kalau pengelolanya lemah, maka harta bisa menjadi fitnah yang melenakan,” ujar Ustadz Fauzi. Ketika motif mendapatkan harta itu benar, maka prosesnya saja bisa menjadi amal shaleh. Seseorang yang mencari harta dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar, maka menjadi amal shaleh. Ketika seseorang mengelola harta dengan benar, maka dia bisa mencapai posisi as-shidiqin. Hal ini menjadi fasilitas, penopang dan pengungkit kebaikan. Sebaliknya, ketika motif mendapatkan harta itu keliru, maka prosesnya menjadi jalan (masuknya) setan. Seseorang yang keluar mencari harta dalam rangka kesombongan, maka sesungguhnya ia berada di jalan setan. “Ketika seseorang mengelola harta dengan cara yang haram, maka ini pun adalah suatu keburukan dan mendatangkan petaka. Ketika seseorang mengelola harta dan tidak mengeluarkannya di jalan kebaikan misalkan zakat dan shadaqah, maka ini pun suatu keburukan,” ujar Ustadz Fauzi. Secara umum, jika harta bisa dikelola dengan baik, maka harta bisa menjadi sumber kebaikan. Jika harta tidak bisa dikelola dengan baik, maka harta bisa menjadi petaka bagi pengelolanya. “Di konteks inilah kita tempatkan pandangan tasawuf yang dipandang seakan-akan anti harta namun sebenarnya adalah sangat berhati-hati saking takutnya terhadap fitnah atas harta,” ujar Ustadz Fauzi. (wink) Baca juga :

Read More