Ketua MUI Beri Pembekalan Pengembangan Pesantren

Bekasi — 1miliarsantri.net : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Jeje Zaenudin menyampaikan tiga pilar yang menjadi fokus pengembangan pesantren. Pertama, pendidikan; kedua dakwah; dan ketiga, pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Ustaz Jeje di hadapan para asatidz pengasuh Pesantren An-Nahla Al-Islamiy di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/10/2023) lalu. “Dalam konteks pendidikan, kami terus mendukung para guru dan asatidz untuk terus meng-upgrade keilmuannya. Termasuk bagaimana menyelenggarakan program khas pesantren yang berbeda dengan madrasah pemerintah,” terang Ustaz Jeje. Hal ini untuk melestarikan tradisi pesantren yang fokus pada kitab-kitab turats dan ilmu-ilmu syariah secara mendalam. Sehingga diharapkan kualitas alumni pesantren jauh berbeda dengan lulusan madrasah umum. Sementara pada bidang dakwah dan sosial, Ustaz Jeje mendorong para guru dan asatidz untuk aktif menyelenggarakan pelatihan singkat untuk masyarakat sekitar. Di antaranya program pelatihan imam dan khatib, pemulasaran jenazah, tahsin Al-Qur’an, pengolahan air minum, dan pembuatan makanan siap saji. “Saya berharap masyarakat sekitar dapat merasakan kemanfaatan yang luas dari pesantren dengan program-program pemberdayaan. Jika masyarakat merasakan manfaat positif, tentu akan menambah trust mereka kepada pesantren,” tuturnya. Ustaz Jeje juga mengungkapkan bahwa kemajuan dan kemunduran suatu institusi pendidikan bukan hanya terletak pada aspek legal formal, tetapi aspek pengelolaan. Jika para guru dan asatidz fokus dalam mengelola pesantren, kata Ustaz Jeje, maka harapan terwujudnya generasi tafaqquh fid din akan terwujud. “Ibarat pepatah, jangan sampai semut di seberang lautan terlihat, tapi gajah di depan mata tidak terlihat. Maka bagaimana aset yang sudah ada ini dimaksimalkan untuk melahirkan kader-kader ulil albab dan muslim kaffah,” jelasnya. Profil Pesantren An-Nahla Al-IslamyMa’had An-Nahla Al-Islamy adalah lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan yayasan An-nahla Al-Islamy dan berlokasi di Kampung Karang sambung RT 001 RW 009 Desa Karang Satria Kecamatan Tambun utara kabupaten Bekasi. Ma’had An-Nahla Al-Islamy membuka beberapa program pendidikan antara lain ; TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), SMPIT (SMP Islam Terpadu) dan SMA Islam Plus. TPA beroperasi pada tahun 2014, SMPIT beroperasi pada tahun ajaran 2016-2017 serta SMA Islam Plus beroperasi pada tahun ajaran 2019-2020. (fat) Baca juga :

Read More

Hamaz Himbau Penduduk Gaza Tetap Tinggal Dirumah

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat Hamas mengatakan kepada penduduk Jalur Gaza untuk tetap tinggal di rumah pada Jumat (13/10/2023). Saran tersebut bertentangan dengan seruan militer Israel agar lebih dari satu juta warga sipil pindah ke selatan dalam waktu 24 jam. Permintaan itu disampikan melalui pengumuman di masjid. Masjid-masjid yang berada di Gaza menyiarkan pesan: “Pertahankan rumahmu. Pertahankan tanahmu.” Sebelum permintaan tersebut, Militer Israel memerintah warga sipil Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan. “Teroris Hamas bersembunyi di Kota Gaza di dalam terowongan di bawah rumah dan di dalam bangunan yang dihuni warga sipil Gaza yang tidak bersalah,” ujarnya. Tapi, Hamas mendesak warga Palestina untuk mengabaikan seruan tersebut. Kelompok yang memimpin wilayah Gaza itu menggambarkannya sebagai disinformasi yang dirancang untuk menyebarkan kepanikan dan memfasilitasi rencana Israel untuk menyerang dan menghancurkan kelompok militan tersebut. Israel telah melancarkan serangan udara terberat di Gaza. Militer pun telah mengerahkan 300 ribu tentara cadangan dan mengumpulkan tank di dekat perbatasan sebagai respons terhadap serangan Hamas. Ancaman invasi darat telah memunculkan gambaran Nakba yang mengacu pada perang pada 1948 yang menyebabkan perampasan massal wilayah Palestina. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Amman, bahwa dia juga menolak pemindahan paksa warga Palestina di Gaza. Dia mengatakan kejadian seperti itu akan menjadi Nakba kedua. Analis Gaza Talal Okal juga menggambarkan perintah relokasi Israel sebagai upaya untuk mendorong rakyat Palestina di Gaza ke dalam Nakba. “Seperti yang mereka lakukan pada 1948 ketika mereka mengusir orang-orang dari Palestina yang bersejarah dengan menjatuhkan barel bahan peledak ke kepala mereka, hari ini Israel mengulangi hal yang sama di depan mata dunia dan kamera langsung,” kata Okal. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas Eyad Al-Bozom mendesak masyarakat Arab di mana pun dan terutama di negara-negara yang berbatasan dengan Israel untuk mendukung rakyat Gaza. “Kami memberi tahu masyarakat di Gaza utara dan Kota Gaza, tetap tinggal di rumah dan tempat Anda. Dengan melakukan pembantaian terhadap warga sipil, penjajah ingin sekali lagi mengusir kami dari tanah kami,” katanya. “Pemindahan 1948 tidak akan terjadi. Kami akan mati dan kami tidak akan pergi,” kata Bozom pada konferensi pers yang diadakan di rumah sakit Shifa di Kota Gaza. Badan Pengungsi Palestina PBB menggambarkan seruan militer tersebut sebagai hal yang mengerikan. UNRWA mengatakan, bahwa daerah kantong tersebut dengan cepat menjadi lubang neraka. “Ini hanya akan menyebabkan tingkat kesengsaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan semakin mendorong orang-orang untuk melakukan evakuasi. Gaza ke dalam jurang,” ujar Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini. Lazzarini mengatakan, lebih dari 423 ribu orang telah mengungsi sejak 7 Oktober 2023 dengan 270 ribu orang mengungsi di tempat penampungan UNRWA. “Skala dan kecepatan krisis kemanusiaan yang terjadi sangat mengerikan. Gaza dengan cepat menjadi lubang neraka dan berada di ambang kehancuran,” katanya. Menurut Lazzarini, UNRWA sedang berjuang untuk memenuhi mandatnya ketika lebih dari dua juta orang di Gaza terjebak dalam konflik. “Tidak ada pengecualian, semua pihak harus menjunjung hukum perang, bantuan kemanusiaan harus diberikan di sepanjang waktu untuk warga sipil,” ujarnya. Lazzarini juga menyerukan kepada semua pihak yang mempunyai pengaruh untuk mengakhiri tragedi ini segera memberikan akses kemanusiaan. Dia meminta agar memberikan perlindungan tanpa syarat kepada warga sipil, yang banyak diantaranya adalah perempuan dan anak-anak. “Saatnya bagi umat manusia untuk menang adalah sekarang,” kata pejabat itu. Lebih dari 1.300 warga Israel meninggal dalam serangan pada 7 Oktober. Serangan udara Israel telah membunuh lebih dari 1.400 orang di Gaza sejauh ini. Korban jiwa di Gaza dimungkinkan akan meningkat dengan serangan yang terus-menerus dilakukan dan kemungkinan invasi darat Israel. Terlebih lagi Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin mengatakan, Pentagon siap untuk mengerahkan lebih banyak bantuan militer ke Israel. Austin mengatakan, amunisi, kemampuan pertahanan udara, dan peralatan serta sumber daya lainnya mengalir dengan cepat ke sekutu terdekat Washington di Timur Tengah. “Kelompok penyerang USS Gerald R. Ford kini berada di wilayah yang dipimpin oleh kapal induk terbesar di dunia. Kami telah menambah skuadron pesawat tempur AS di Timur Tengah dan … siap sepenuhnya untuk mengerahkan aset tambahan jika diperlukan,” ujarnya di Tel Aviv. (rio/AP) Baca juga :

Read More

Beberapa Agenda Lomba Hari Santri Nasional 2023

Jakarta — 1miliarsantri.net : Peringatan Hari Santri 2023 dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Lomba tersebut di antaranya fotografi, film pendek, melukis digital wajah kiai, menulis sya’ir dan nadhom bahasa arab, serta lomba mengajar kitab kuning. Rangkaian lomba ini merupakan kolaborasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama H Umarsyah mengatakan, perlombaan dalam hari santri kali ingin terus mengedepankan semangat generasi muda dalam berkarya dan berkreasi. “Ini perayaan hari yang kesekian kalinya, tahun 2023 ada pemikiran dan keinginan untuk mengedepankan semangat di balik hari santri,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (15/10/2023). Dia menjelaskan, lomba fotografi dengan subjek potret kehidupan pesantren yang ada di Indonesia pengumpulan karya dilakukan pada 12-19 Oktober 2023. Lalu, untuk lomba melukis digital wajah kyai. Batas pengumpulan dan pengiriman karya lomba melukis digital wajah kiai ini dilakukan pada tanggal 12-19 Oktober 2023. Kemudian ada lomba film pendek tentang kehidupan di pesantren. Batas pengumpulan dan pengiriman karya untuk lomba film pendek pada 18-19 Oktober 2023. Sedangkan lomba mengajar kitab kuning pengumpulan karya pada 11-17 Oktober 2023. Lomba yang tak kalah menarik yaitu Musabaqah Qowaid Al-Fiqhiyyah yang bisa diikuti oleh berbagai kalangan. Untuk link pendaftaran yaitu http://bit.ly/Formulirharisantrinasional. Tanggal penting pada lomba ini yaitu pada tanggal 16 Oktober 2023 grand final, 18 Oktober 2023 Musabaqah, 22 Oktober pengumuman pemenang. 10 peserta terbaik yang lolos putaran grand final akan diundang ke acara puncak Hari Santri 2023 di tugu Pahlawan Surabaya. (rid) Baca juga :

Read More

Pesantren Gebang Tinatar Merupakan Cikal Bakal Berdirinya Pesantren di Nusantara

Ponorogo — 1miliarsantri.net : Salah satu pesantren yang terkenal sekaligus dijadikan lokasi wisata religi di Ponorogo adalah Pesantren Gebang Tinatar. Pesantren ini dikenal dengan sebutan Pesantren Tegalsari karena berada di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo.Seorang peneliti Belanda Martin Van Bruinessen menyebut pesantren ini merupakan cikal bakal seluruh pesantren yang ada di Indonesia. Bahkan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pun juga mengucapkan hal senada. Pasalnya sebelum adanya Pesantren Tegalsari, belum ditemukan satu bukti pun yang menunjukkan adanya sistem pesantren di Indonesia. Penasihat masjid sekaligus generasi kedelapan, Kunto Pramono (63), mengatakan pada tahun 1669, Kiai Ageng Muhammad Besari babat alas di wilayah timur sungai Jetis. Tahun itu, beliau mendirikan sebuah masjid pertama di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Ponorogo. Lambat laun, masjid itu berkembang menjadi pesantren. Pesantren yang diasuh Kiai Ageng Muhammad Besari tersebut memiliki banyak santri. “Tahun 1680 resmi didirikan Pesantren Gebang Tinatar,” terang Kunto kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (14/10/2023). Kunto menambahkan karena semakin banyaknya jumlah santri, akhirnya tahun 1724 Kiai Ageng Muhammad Besari mendirikan masjid kedua yang hingga saat ini jadi jujugan wisata religi. “Lalu tahun 1747 Kiai Ageng Muhammad Besari meninggal dunia, kepemimpinan pondok diteruskan ke putra dan cucunya,” jelas Kunto. Hingga pada masa Kiai Hasan Besari tahun 1800-1862 M Pesantren Tegalsari mengalami masa keemasannya. Tercatat 3000-an santri menimba ilmu di pesantren tersebut. Para santri pun ditempatkan di pondokan beratap dua sirap dan memiliki satu serambi. Lantainya setinggi empat kaki dan diberi tangga. Pesantren ini menjadi tempat penggemblengan para pejuang kemerdekaan. Baik dari kalangan Islam ataupun nasionalisme pada masa depan. Sepeninggal Kiai Ageng Muhammad Besari tampuk kepemimpinan Pesantren ini secara berturut-turut dipegang oleh Kiai Hasan Ilyas (1773-1800), Kiai Hasan Yahya (1800), Kiai Hasan Besari (1800-1862), dan Kiai Hasan Anom. “Saat kepemimpinan Kiai Hasan Anom, pesantren mengalami kemunduran. Saya kurang tahu penyebabnya, apa mungkin karena banyak perkawinan dengan Keraton Solo, akhirnya lebih milih soal darah kebiruan dan tidak belajar agama. Sehingga banyak penyurutan sampai sekarang,” papar Kunto. Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo menjadi tempat penggemblengan para pejuang kemerdekaan. Yang menimba ilmu dari pesantren yang dikenal dengan nama Pesantren Tegalsari itu baik dari kalangan Islam ataupun nasionalisme pada masa lalu. Penasihat masjid sekaligus generasi kedelapan, Kunto Pramono (63) mengatakan pesantren ini pernah ‘menampung’ Pakubuwono II, raja Kasunanan Kartasurya. Dia mengenyam pendidikan di Pesantren Gebang Tinatar-Tegalsari ketika Kerajaan Kartasura sedang menghadapi ‘Geger Pecinan’. Karena kewalahan, Pakubuwono II terpaksa menyingkir ke arah timur dan kemudian berlindung di pesantren yang diasuh oleh Kiai Ageng Mohammad Besari ini. Setelah ‘nyantri’ di sana beberapa lama, Pakubuwono II akhirnya dapat menduduki tahta kembali pada tahun 1743 M. “Lalu ada juga HOS Cokroaminoto, yang pernah nyantri di sini,” imbuh Kunto. Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau yang dikenal dengan HOS. Cokroaminoto adalah santri sekaligus keluarga dari Pesantren Gebang Tinatar-Tegalsari. Pahlawan Nasional yang lahir di Madiun 16 Agustus 1883 ini adalah ketua Syarikat Islam, sebuah organisasi pergerakan di Indonesia. Tjokroaminoto berhasil melahirkan beberapa tokoh pergerakan politik di Indonesia. Salah satunya adalah Soekarno yang kemudian menjadi presiden pertama Indonesia sekaligus pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI); Bung Tomo, pengobar perlawanan arek-arek Surabaya terhadap agresi Belanda, yang sekaligus juga pendiri partai Gerakan Indonesia (Gerindo). “Sejak tahun 1978, kita masuk gabung ke MTs, MA Ronggowarsito. Paling sekarang tinggal 50 siswa,” tandas Kunto. Pesantren Gebang Tinatar atau biasa disebut Pesantren Tegalsari kini tinggal kenangan. Tak ada peninggalan bekas bangunan. Yang tersisa hanya satu pondokan Kiai Ageng Muhammad Besari, Masjid Tegalsari, serta Makam Kiai Ageng Muhammad Besari. Keturunan kedelapan, Kunto Pramono mengatakan saat ini Tegalsari tak punya pondok pesantren. Hanya ada masjid dan makam yang bisa dikunjungi masyarakat untuk wisata religi. “Akhirnya untuk menarik peziarah ada gapura dan menara, tempat wudhu yang nyaman dan masjid yang selalu terjaga kebersihannya,” tutur Kunto. Kunto mengatakan saat ini, para peziarah bisa mendatangi makam Kiai Ageng Muhammad Besari dengan nyaman. Gapura makam, menara, masjid dan tempat wudhu dibuat nyaman. “Banyak peziarah kesini sehabis Isya sampai Subuh, banyak yang tirakatan di makam maupun masjid, silakan saja,” lanjut Kunto. Kini walau kejayaan Pesantren Tegalsari tinggal kenangan, anak, cucu dan santri Kiai Ageng Besari tetap melanjutkan perjuangan. Mereka menyebar ke berbagai penjuru Indonesia untuk mendirikan lembaga pendidikan agama. “Kami berharap bisa mengembalikan kejayaan Tegalsari, semua harus bersinergi, warga, keturunan, pemerintah harus bersatu padu. Apalagi Tegalsari jadi ikon wisata religi Ponorogo,” pungkas Kunto. (yen) Baca juga :

Read More

Panji Gumilang : Tuhan Bosen Dengarkan Qunutmu

Gresik — 1miliarsantri.net : Sosok Pengasuh Pesantren Al Zaytun Indramayu Jawa Barat, Syekh Panji Gumilang yang saat ini tengah mendekam di penjara atas kasus penistaan agama, ternyata memang sudah terkenal nyeleneh sejak belajar agama di di Pondok Pesantren Moden Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahmah Jakarta, KH Syukron Makmun, menuturkan bagaimana sosok Panji Gumilang selama sama-sama nyantri di Pesantren tersebut. Bahkan, Kiai Syukron pernah menampar sook bernama lengkap Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang. Kisah ini diceritakan Kiai Syukron kepada pengusaha Muslim, Muhammad Lutfi saat silaturahim ke Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Manyar, Gresik, Jumat (13/10/2023) pagi. Kedatangan Kiai Syukron dan Lutfi diterima langsung oleh Pengasuh Pesantren Mambaus Sholihin, KH Masbuhin Faqih. Sebagai informasi, kedatangan Lutfi ke Pesantren Mambaus Sholihin merupakan rangkaian safarinya ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Lutfi bersama rombongannya tiba di pesantren ini sekitar pukul 06.24 WIB. Pada saat yang sama, Kiai Syukron pun datang ke pesantren ini untuk menemui Kiai Masbuhin. Dalam pertemuan itu, Kiai Syukron menceritakan bahwa ketika di Gontor Panji Gumilang masih lebih dikenal dengan nama Abdussalam. Suatu waktu, Kiai Syukron agak terlambat untuk mengimami sholat Subuh, sehingga digantikan Panji Gumilang. “Biasanya kan saya. Karena agak terlambat, Abdussalam jadi imam Subuh, tapi tidak baca qunut, begitu selesai langsung saya tarik lehernya, saya tempeleng,” ucap Kiai Syukron saat berbincang dengan Lutfi dan Kiai Masbuhin di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Setelah itu, Gontor pun menjadi ribut dan Kiai Syukron dilaporkan kepada Pendiri Pondok Pesantren Gontor, almarhum KH Imam Zarkasyi. “Saya dilaporkan kepada Kiai Zarkasyi kalau Pak Syukron itu menempeleng karena tidak membaca qunut, dianggap salah saya,” kenang Kiai Syukron. Setelah dipanggil, Kiai Syukron pum menjelaskan kepada Kiai Zarkasyi bahwa dirinya menampar Panji Gumilang bukan karena tidak baca qunut. Tapi, karena saat berdebat tentang qunut, Panji Gumilang menggunakan kata-kata yang tak pantas. “Terus saya bilang bukan karena qunutnya saya tempeleng kiai, tapi dia pernah bedebat di kelas, termasuk dengan Kiai Masbuhin ini. Berdebat-debat qunut, kemudian ada kata-kata kurang ajar dia, ‘Tuhanmu bosan mendengarkan qunutmu tiap pagi’. Jadi dari Gontor sudah nyeleneh dia. Cuma untungnya di Jakarta itu orang gak tahu kalau saya itu gurunya,” jelas kiai asal Pulau Madura ini. Dia menambahkan, setelah keluar dari Gontor Panji Gumilang kemudian sering bergonta-ganti nama, baik saat tinggal di Pandeglang maupun saat berada di Indramayu. “Jadi dulu itu dia di Gontor murid saya, namanya berubah-ubah. Ketika di Banten namanya Koko. Pindah ke Indramayu berubah menjadi Panji Gumilang. Aslinya anak Gresik. Orang sini dia, namanya Abdussalam. Kawan dengan Kiai Masbuhin ini, sekelas,” pungkas Kiai Syukron. (nas) Baca juga :

Read More

Makam Ibunda Gajah Mada Dipercaya Berada di Kabupaten Lamongan Jawa Timur

Lamongan — 1miliarsantri.net : Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dikenal memiliki beragam sejarah peradaban leluhur yang masih dilestarikan hingga saat ini. Selain makam Sunan Drajat, terdapat juga Makam ibunda Gajah Mada yang dipercaya berada di puncak bukit Gunung Ratu di Dusun Cancing, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Nama ibu Gajah Mada adalah Dewi Andongsari. Untuk menuju makam yang sudah direhab oleh Pemkab Lamongan itu, peziarah harus menaiki tangga undakan jumlahnya ratusan anak tangga harus yang dilewati untuk sampai di puncak Gunung Ratu. Setelah sekitar 30 menit, pengunjung akan sampai pada puncak bukit. Dari pusat kota Lamongan, lokasi situs Gunung Ratu berjarak sekitar 65 kilometer ke arah selatan, sementara untuk akses jalan menuju lokasi juga sudah terbilang bagus dan jalan menuju makam sudah direhab oleh pemerintah. “Situs Makam Dewi Andongsari ini dikenal oleh banyak masyarakat sebagai makam Ibunda Gajah Mada ,” terang Kepala Desa Sendangrejo, Suwaji kepada 1miliarsantri.net, Jumat (13/10/2023). Di bawah pohon besar dan dikelilingi tembok dengan atap tertutup, di sanalah makam Dewi Andongsari. Makam itu membujur ke utara dan selatan, dengan dilengkapi tiga payung warna emas dan juga berhias bendera merah putih. “Sebelum dipugar, makam ini hanya ditandai dengan tumpukan batu-batu kuno saja,” ungkap Suwaji. Selain makam Dewi Andongsari, di kompleks pemakaman yang berada di kawasan perbukitan ini juga ada 2 pusara lain berjajar. Dua pusara tersebut adalah pusara Kucing Condromowo dan Garangan (musang) Putih yang berada tepat sebelum masuk ke makam Dewi Andongsari. Kedua pusara ini, menurut Suwaji, dalam cerita yang diketahui warga, merupakan teman atau hewan peliharaan Dewi Andongsari selama dalam pengasingan di bukit itu. “Masyarakat sekitar situs percaya, Dewi Andongsari adalah nama samaran dari Indreswari, salah satu istri selir pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya. Diceritakan, saat itu Indreswari sedang mengandung. Karena tidak senang kehamilan Indreswari, salah satu istri Raden Wijaya kemudian memerintahkan pengusiran terhadap Indreswari dari keraton. Dalam pelariannya, Indreswari ditemani dua binatang kesayangannya, yakni, Kucing Condromowo dan Garangan Putih,” tuturnya. Selain menjadi lokasi wisata religi, Suwaji mengungkapkan, makam Dewi Andongsari atau Gunung Ratu ini biasanya menjadi tempat untuk ritual sebagai perantara untuk mencapai keinginan mereka. Terkhusus, biasanya dipakai ritual orang-orang yang punya niat untuk meningkatkan derajat, pangkat atau jabatan. “Tempat ini biasanya dipakai ritual orang-orang yang punya hajat niat meningkatkan derajat, pangkat atau jabatan,” tandasnya. (lis) Baca juga :

Read More

Revitalisasi Masjid Baiturrahman Semarang Diharapkan Dapat Memberikan Kontrobusi Ekonomi Masyarakat

Semarang — 1miliarsantri.net : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengungkapkan revitalisasi Masjid Raya Baiturrahman Semarang dapat memberikan kontribusi ekonomi kepada daerah dan masyarakat Kota Semarang, Jawa Tengah. “Kami berharap peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan sebagai dampak dari revitalisasi bangunan cagar budaya,” terang Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Cakra Nagara dalam seminar daring yang diikuti di Jakarta, Jumat (13/10/2023). Cakra Nagara menambahkan, terkait dengan pembangunan atau penataan cagar budaya tersebut, ada beberapa pelajaran yang dapat diambil. Seperti penanganan teknis bangunan cagar budaya, pemanfaatan dan pengelolaannya, serta memberikan wawasan mengenai eksistensi bangunan cagar budaya dalam kontribusi ekonomi. “Penataan bangunan cagar budaya besar sekali manfaatnya, ini menelisik sejarah kita di masa lalu karena seperti halnya yang disampaikan oleh para sejarawan adalah jangan melupakan sejarah. Jadi sejarah ini memberikan semangat kepada kita bagaimana melakukan pembangunan di wilayah tersebut,” tandasnya. Masjid Raya Baiturrahman Semarang sudah menjadi bangunan cagar budaya yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Renovasi bangunan dan penataan kawasan pusaka Masjid Baiturrahman dilaksanakan sejak Agustus 2021 dan selesai Agustus 2022 dengan biaya sebesar Rp 92,58 miliar. Penataannya menerapkan konsep bangunan gedung hijau yang dinamis dan modern. “Masjid Baiturrahman merupakan ikon Jawa Tengah, khususnya bagi masyarakat Semarang. Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Semarang sebagai pusat ibadah umat dan pusat edukasi seni budaya serta pendidikan,” lanjutnya. Setelah dilakukan penataan, Masjid Raya Baiturrahman Semarang memberikan kemanfaatan antara lain ada lift dan jalur difabel yang memudahkan para penyandang disabilitas. laman masjid yang dimanfaatkan untuk plaza seperti taman dan penghijauan. Kemudian kemanfaatan lainnya yaitu jalur jamaah masuk masjid lebih banyak, masjid lebih tertata, indah dan nyaman, bangunan tidak kalah dengan bangunan di sekitarnya, dan di luar fungsi ibadah dan pusat kajian maka masjid ini juga menjadi magnet bagi wisata religi. Dalam kesempatan sama, Pengamat perkembangan kota Woerjantari Kartidjo dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan bahwa dua magnet daya tarik kota yakni Masjid Raya Baiturrahman Semarang dan Alun-Alun Simpang Lima Kota Semarang boleh dikatakan menjadi city branding bagi Kota Semarang. “Hal ini tentunya menjadi dasar untuk nantinya menjadi kunjungan destinasi wisata di dalam kota sekitarnya,” ucap Woerjantari Kartidjo. (hud) Baca juga :

Read More

Dampak Akibat Ibu Durhaka Terhadap Anak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ibu durhaka merupakan ungkapan yang digunakan untuk merujuk pada seorang ibu yang telah melakukan sifat durhaka atau kesalahan pada anak-anaknya. Durhaka tersebut bisa terjadi dalam beberapa cara. Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, salah satu cara itu adalah saat seorang ibu memilih pasangan hidup tanpa pertimbangan matang. Seorang ibu bisa saja memilih pasangan karena faktor materi atau bahkan popularitas. “Tanpa memperhatikan agama, akhlak, dan moralitas calon pasangan tersebut. Hasilnya, anak-anak dari pernikahan semacam ini mungkin akan menghadapi berbagai masalah dan penderitaan di masa depan,” terang Buya Yahya dalam kajiannya yang disiarkan secara daring, Jumat (13/10/2023). Menurut Buya Yahya, ibu durhaka memiliki dampak besar terhadap anak. Menurut dia, anak-anak dari pernikahan yang tidak didasarkan pada nilai-nilai agama dan moralitas cenderung tumbuh tanpa pedoman yang benar. “Mereka mungkin tidak diajarkan tentang Allah, agama, atau nilai-nilai yang mulia. Akibatnya, anak-anak ini dapat tumbuh menjadi individu yang kehilangan arah, tanpa moralitas yang kuat, dan mungkin cenderung terjerumus ke dalam dosa-dosa besar,” tandasnya. Maka itu, kata dia, sangat penting memilih pasangan hidup dengan bijaksana. Menurutnya, ketika memilih pasangan, seseorang seharusnya tidak hanya memikirkan kesenangan dan cinta semata, tetapi juga mempertimbangkan agama, akhlak, dan moralitas calon pasangan. “Kriteria ini haruslah menjadi faktor utama dalam memilih pasangan hidup,” lanjutnya. Selain itu, Buya Yahya juga menegaskan pentingnya pendidikan agama dan akhlak kepada anak-anak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya agar mengenal Allah dan ajaran-Nya. “Ini adalah kunci untuk mencegah durhaka terhadap anak-anak,” tutup Buya Yahya. (yan) Baca juga :

Read More

Beragam Kecaman Terhadap Israel dan Jutaan Doa Ditujukan Untuk Warga Palestina Menggema di Seantero Dunia

Gaza — 1miliarsantri.net : Komunitas Muslim di seluruh dunia, termasuk di Masjid Al Aqsa, berkumpul di masjid untuk melakukan shalat Jumat pertama sejak perang antara Hamas-Israel meletus. Beberapa negara memberikan perhatian pada khutbah Jumat menyoroti konflik tersebut. Polisi Israel hanya mengizinkan pria lanjut usia, perempuan, dan anak-anak untuk beribadah di kompleks Masjid Al Aqsa. Tindakan ini dilakukan dalam upaya untuk mencegah potensi kekerasan karena puluhan ribu orang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat. “Kami tidak bisa hidup, kami tidak bisa bernapas, mereka membunuh segala sesuatu yang baik dalam diri kami,” ucap Ahmad Barbour, seorang petugas kebersihan berusia 57 tahun yang mengenakan pakaian thobe putih bersih, marah setelah polisi menghalanginya masuk untuk salat. Sedangkan di ibu kota Irak, Baghdad, puluhan ribu orang berkumpul di Lapangan Tahrir untuk melakukan protes yang diserukan oleh ulama Syiah berpengaruh dan pemimpin politik Muqtada al-Sadr. “Semoga demonstrasi ini… menakuti kejahatan besar, Amerika, yang mendukung terorisme Zionis terhadap orang-orang yang kita cintai di Palestina,” tegas al-Sadr dalam pernyataan daring. Di seluruh Iran, yang merupakan pendukung Hamas dan musuh bebuyutan regional Israel, para demonstran melakukan protes. Di Teheran, mereka membakar bendera Israel dan Amerika sambil meneriakkan: “Matilah Israel”, “Matilah Amerika”, “Israel akan hancur”, dan “Palestina akan menjadi penakluk.” “Rakyat Palestina sudah muak, sekarang ide Anda adalah menghancurkan Gaza, rumah-rumah rakyat. Orang-orang di dunia dan Palestina akan menimbulkan masalah bagi Anda,” tegas Presiden Iran Ebrahim Raisi dalam pidatonya di provinsi Fars di selatan negara itu. Sedangkan di ibu kota Pakistan, Islamabad, seorang ulama di Masjid Merah memohon kepada Allah untuk mengirimkan bantuan khusus kepada warga Palestina. “Ya Allah hancurkan Israel! Pisahkanlah menjadi beberapa bagian,” tegas Abdul Aziz dalam khutbah yang penuh emosi di sebuah masjid yang penuh sesak, tempat sekitar 900 jamaah berkumpul untuk shalat Jumat. Dalam doa dan khutbah khusus, Aziz memohon agar Allah membantu semua orang yang ingin mengikuti jihad atau perang melawan Israel di wilayah Palestina. “Ya Allah mudahkan mereka untuk sampai ke sana, dan berkahi kami dengan wafatnya seorang syahid,” ujar Abdul Aziz dengan suara bergema melalui pengeras suara masjid. Khutbah serupa juga diadakan di masjid-masjid di seluruh negeri, termasuk di pusat kota besar Karachi dan Lahore. Partai-partai Islam mengadakan demonstrasi anti-Israel setelah shalat Jumat. Orang-orang berdoa untuk kemenangan Palestina dan para ulama menggunakan khutbah untuk memotivasi para jamaah agar tetap mendoakan orang-orang Palestina. Doa ini dihantarakan sebagai penguat dan penolong meskipun mereka tidak dapat ikut berperang melawan Israel. Sedangkan di Sanaa Yaman yang dikuasai oleh Houthi yang didukungan Iran menampilkan demonstrasi mellaui tayangan langsung di televisi. Para demonstran berkerumun di jalan-jalan dan mengibarkan bendera Yaman dan Palestina. Setelah shalat Jumat di Islamabad, ibu kota Pakistan, beberapa jamaah menginjak bendera Amerika dan Israel, sebagai tanda tidak hormat. Protes di sana bubar dengan damai, meskipun protes yang lebih besar diperkirakan akan terjadi pada hari berikutnya. “Berhenti membom Palestina! Berhentilah membunuh warga Palestina yang tidak bersalah!” teriak salah satu pengunjuk rasa, Ahmed Raza. Sekitar 1.000 Muslim berunjuk rasa di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, setelah shalat Jumat. Mereka menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Para demonstran meneriakkan slogan “Bebaskan Palestina” dan “Hancurkan Zionis”. Mereka membakar dua patung bergambar bendera Israel. “Masalah Israel-Palestina ini lebih dari sekedar masalah agama, ini adalah masalah kemanusiaan,” ucap mahasiswa Malaysia Yasmin Hadi Abdul Halim. Mantan perdana menteri Mahathir Mohamad termasuk di antara mereka yang menghadiri acara tersebut. “75 tahun yang lalu, mereka merampas tanah Palestina untuk mendirikan Israel. Tidak puas, mereka terus mengambil lebih banyak lahan. Ini bukan sekedar perampasan tanah. Rakyat Palestina menjadi sasaran penyiksaan, pembunuhan, pemenjaraan, dan penahanan yang lama. Hamas melakukan apa yang mereka lakukan karena penindasan (oleh Israel) selama beberapa dekade,” terang Mahathir. Puluhan orang lainnya menghadiri unjuk rasa yang lebih kecil di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) yang menutup pintunya bagi pengunjung sebagai tindakan pencegahan keamanan. Demonstrasi berakhir dengan damai. Sedangkan para pemuka agama Islam di Indonesia mengimbau seluruh masjid di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia ini untuk mendoakan perdamaian dan keselamatan bagi rakyat Palestina. Dewan Masjid Indonesia mengimbau seluruh masjid untuk menunaikan shalat Qunut Nazilah yang dilakukan untuk perlindungan. Shalat ini untuk memohon pertolongan Allah agar konflik di Jalur Gaza segera berakhir. Shalat itu dilaksanakan bersamaan dengan shalat Ghaib. Lebih dari 200 orang juga berunjuk rasa di depan Monumen Nasional di Jakarta pada Jumat. Mereka mengibarkan spanduk yang menyatakan solidaritas terhadap Palestina. (sys/AP) Baca juga :

Read More

BMH Programkan Pembangunan 1000 Masjid, Komunitas Vanilla Hijab Siap Dukung

Depok — 1miliarsantri.net : Bunda Aisah dan Keluarga Besar Vanilla Hijab menyalurkan bantuan pembangunan Masjid Ummul Qura, Pesantren Hidayatullah, Depok, Jawa Barat (13/10) sore. “Alhamdulillah, karunia Allah, akhirnya Bunda dan Vanilla Hijab bisa memberikan bantuan pembangunan masjid ini. Sekarang bisa bantu Rp. 100 juta. Semoga tepat Ramadhan sudah bisa digunakan untuk ibadah para santri dan jama’ah, untuk tahajjud dan tadarus Alquran,” ucap Bunda Aisah yang disambut seruan “aamiin” dari santri dan para Ustadz yang hadir di area pembangunan masjid itu. Direktur Marketing BMH Pusat, Tri Winarno menuturkan bahwa dukungan Bunda Aisah dan Vanilla Hijab terhadap kebaikan umat melalui BMH terus mengalir. “Bukan sekali dua kali, Bunda Aisah dan Vanilla Hijab terdepan dalam kebaikan umat bersama BMH. Bahkan di beberapa tempat Bunda Aisah dan Vanilla Hijab datang sendiri ke titik pedalaman yang di sana ada program pesantren dan keumatan lainnya dari BMH, seperti NTT dan Bengkulu,” tutupnya. (bun) Baca juga :

Read More