Benarkah Kekuasaan Kerajaan Majapahit Hanya Manipulasi Sejarah

Mojokerto — 1miliarsantri.net : Selama ini Kerajaan Majapahit yang dipercaya memiliki kekuasaan yang sangat luas di era puncak kejayaannya, disebut sebagai rekayasa alias manipulasi sejarah. Kekuasaan Majapahit yang terus direproduksi melalui pelajaran sejarah di sekolah dan penataran ideologi menyebabkan orang-orang terdidik sulit melepaskan diri dari manipulasi yang diciptakan penguasa. Pendapat itu disampaikan sejarawan Universitas Negeri Medan, Dr Ichwan Azhari. Beberapa tahun lalu seperti dinukil dari Antara, Dr Ichwan berpendapat, penulisan dan pengajaran sejarah nasional dengan mengangkat teks Jawa sebagai fakta sejarah diperkirakan tidak dapat dipertahankan lagi dan harus dihilangkan. “Hanya saja, meski penempatan kekuasaan Majapahit yang dijadikan sebagai simbol persatuan Indonesia sejak lama ditolak sebagian cendekiawan Indonesia dan juga segi historisnya diragukan sejarawan, tapi penguasa seperti tidak peduli dan tetap menggunakan citra tentang hegemoni Majapahit sebagai dasar persatuan masa lalu Indonesia,” ungkapnya. Ia mengatakan dalam sistem penulisan yang sentralistik, wacana-wacana yang hidup di luar Jawa seolah-olah diabaikan. Tapi gelombang perubahan yang saat ini terus berlangsung di Indonesia seharusnya memunculkan orientasi penulisan sejarah yang desentralistik, pusat kekuasaan tidak bisa lagi memonopoli satu wacana yang dianggapnya benar. “Untuk itu sudah sepantasnya sekarang reproduksi teks klasik Jawa tentang kebesaran kekuasaan Majapahit yang penuh kebohongan itu segera diakhiri dalam penulisan sejarah nasional, termasuk dalam pelajaran sejarah di sekolah-sekolah,” tegasnya. (tin) Baca juga :

Read More

Sedikitnya 26 Masjid Hancur Akibat Serangan Zionis Israel

Yerusalem — 1miliarsantri.net : Sedikitnya 26 masjid di Jalur Gaza hancur akibat diserang Israel sejak 7 Oktober, ungkap Kementerian Urusan Agama dan Wakaf Palestina yang berbasis di Gaza kepada media pada Sabtu (21/101/2023) waktu setempat. Kementerian itu mengungkapkan puluhan mesjid rusak parah akibat serangan udara Israel di sebagian besar wilayah kantong Palestina tersebut. Pesawat tempur Israel juga meluluhlantakkan kantor pusat kementerian ini, stasiun radio Quran milik kementerian itu dan sebuah gereja. Kementerian itu mendesak “organisasi-organisasi Islam dan internasional agar segera campur tangan menghentikan agresi di Gaza dan meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan mereka terhadap warga sipil, mesjid dan gereja.” Konflik Jalur Gaza yang dibombardir dan diblokade Israel sejak 7 Oktober, bermula ketika kelompok perlawanan Palestina Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa. Operasi militer ini merupakan serangan mendadak dengan menggunakan roket dan penyusupan anggota Hamas ke dalam wilayah Israel lewat jalur darat, laut dan udara. Hamas berdalih serangan ini sebagai balasan atas serbuan Israel terhadap Masjid Al Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem Timur dan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina yang terus membesar. Militer Israel kemudian melancarkan “Operasi Pedang Besi” untuk menyerang Hamas di Jalur Gaza. Sedikitnya 4.385 warga Palestina, termasuk 1.756 anak, tewas akibat serangan Israel ke Gaza. Sebaliknya, lebih dari 1.400 warga Israel terbunuh sejak awal konflik ini. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Pesantren Moderen Gontor Launching Mushaf Gontor

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pondok Modern Darussalam Gontor resmi melaunching awal penulisan mushaf Al-Qur’an yang dinamakan Mushaf Gontor. Kepala Lajnah Pentashihan Mushf Al-Qur’an (LPMQ), Ustadz Abdul Aziz Sidqi, menjabarkan tiga keistimewaan mushaf tersebut. Pertama, Mushaf Gontor merupakan mushaf pertama yang ditulis oleh kalangan pesantren. “Yang menerbitkan mungkin sudah banyak, tapi yang menulis sendiri dengan Mushaf Standar Indonesia dan akan mencetaknya ini baru Gontor pada umur ke 100 tahun ini,” urai Aziz, dikutip laman Gontor, Senin (23/10/2023). Kedua, Mushaf Gontor ditulis oleh hanya satu orang khattat. Mushaf tersebut ditulis oleh Ustadz Muhammad Nur. Dia merupakan sosok yang telah mendapatkan ijazah pada khat naskhi dari kaligrafer Maroko, Syeikh Belaid Hamidi. “Itu suatu kelebihan, karena ia akan istiqamah menulis di sini dan seni khatnya tidak tercampur-campur,” ungkapnya. Ada dua segi yang harus dipersiapkan, yaitu persiapan dzahir dan batin atau fisik dan non-fisik. Dalam segi non-fisik, Ustadz Muhammad Nur menekankan pentingnya niat penulisan sebagai ibadah lillahi ta’ala. Penulisan itu telah menjadi amanah Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. Harapannya, Mushaf Gontor dapat menjadi legasi atau warisan bagi generasi yang akan datang. Dalam pelaksanannya, Ustadz Muhammad Nur dibantu oleh tim yang akan mensupport persiapan dzahir seperti alat tulis, peralatan digitalisasi master, tim pentashihan internal, tim dokumentasi dan persiapan teknis lainnya sehingga dia dapat lebih fokus dalam mempersiapkan mental dan spiritual. Aziz juga mengapresiasi pilihan Gontor untuk menulis mushaf ini sesuai dengan Mushaf Standar Indonesia. “Oleh karena itu insya Allah akan kami kawal sampai selesai, dalam arti sampai proses pentashihannya selesai,” imbuhnya. Bentuk nyata dukungan ini salah satunya terwujud dalam fasilitasi LPMQ bagi tim mushaf Gontor untuk pelatihan digitalisasi mushaf bersama Ustadz Saifuddin El-Cavi dari Forum Pelayan Al-Quran (FPQ) yang dilaksanakan tepat setelah launching penulisan mushaf Gontor. Ketiga, Mushaf Gontor adalah hasil dari digitalisasi master mushaf akan dikembangkan menjadi font jenis naskhi, untuk memperkaya jenis font Arab yang sudah ada. “Dengan demikian, manfaat dari proses penulisan mushaf ini dapat dirasakan lebih luas lagi oleh seluruh umat di Indonesia, bahkan dunia,” kata Ustadz Hakam Ar Rosyada, M.Pd.I., Wakil Ketua II Panitia Penerbitan Mushaf Al-Qur’an Gontor yang fokus dalam digitalisasi master mushaf Gontor. Penulisan mushaf Gontor ini dilakukan Pondok Modern Darussalam Gontor karena merasa teramanati dan dititipi oleh umat Islam untuk menegakkan Al-Qur’an. Demikian disampaikan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal. Salah satu syarat yang tercantum dalam Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor adalah bahwa Pondok Modern harus menjadi sumber pengetahuan agama Islam, bahasa Al-Qur’an/Arab, ilmu pengetahuan umum dan berjiwa pondok. Ustadz Kholid Muslih, ketua panitia penulisan mushaf Gontor menjelaskan bahwa untuk menjadi pusat pengajaran Bahasa Al-Qur’an, tentunya Gontor harus memulai dengan perhatian terhadap Al-Qur’an itu sendiri dalam sisi tulisan maupun dalam sisi bacaan. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dari segi tulisan, di Gontor sudah ada ada materi tentang imla dan Al-Khattul ‘Arabiy. Untuk yang terakhir ini kemudian dibentuk satu lembaha khusus yang disebut dengan Markazul Khattul ‘Arabiy. “Puncak daripada Al-Khat Al-‘Arabiy sebenarnya itu adalah penulisan Al-Qur’an,” kata Kholid Muslih. Penulisan mushaf Al-Qur’an ini direncanakan akan selesai pada akhir 2025 dan dapat mulai dicetak pada 2026. (Iin) Baca juga :

Read More

Pesantren Cendekia Amanah Selenggarakan Pelatihan Bisnis Sayur Hidroponik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Memperingati Hari Santri 2023, Pesantren Cendekia Amanah (PCA) menyelenggarakan pelatihan bisnis sayur hydroponik. Pelatihan ini diikuti 17 pesantren se-Jabodetabek untuk menciptakan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi pesantren. Pengasuh PCA KH Cholil Nafis mengatakan, pesantren harus memaksimalkan fungsinya. selain sebagai tempat pendidikan dan dakwah juga sebagai pengembangan ekonomi keumatan. “Pesantren harus menjadi sentra ekonomi dan pasar pemberdayaan umat. Pesantren yang lekat dengan masyarakat dapat dijadikan basis pemberdayaan ekonomi umat,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (22/10/2023). Dia mengatakan, pesantren adalah pasar dan konsumen yang pasti. Selain para santri, alumni dan keluarga santri juga dapat merekatkan jaringan pasar antar pesantren dan jaringan bisnis dengan masyarakat umum. “Sementara ini, pesantren lebih banyak sebagai konsumen. Kini Sudah waktunya pesantren bisa menjadi produsen dan mengembangkan usaha yang bersekala besar hingga ekspor dan impor,” tambahnya.. Pelatihan ini utk menguatkan ikatan pesantren sekaligus fungsi pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. (rid) Baca juga :

Read More

Penjelasan Terkait Suara Wanita Termasuk Aurat atau Tidak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Terkait persoalan apakah suara wanita itu termasuk aurat atau tidak. Ustadzah Aini Aryani Lc memberikan penjelasan tentang apakah suara wanita itu termasuk aurat atau tidak. Penjelasannya didasarkan pada pendapat ulama. Istri Pendiri Rumah Fiqih Indonesia ini mengatakan, banyak kalangan ulama berbeda pendapat mengenai hukum suara wanita itu termasuk aurat atau tidak. “Jumhur atau mayoritas ulama berpendapat bahwa suara wanita bukanlah aurat,” jelasnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (23/10/2023). Ustadzah Aini kemudian mengutip hadist yang berbunyi ‘Shautul mar’ah aurah’ (suara wanita adalah aurat). Dia menyatakan, itu bukanlah hadits shahih. Sebagian ulama berpendapat hadits ini dhaif (lemah). Sebagian lagi menyebutnya hadits maudhu (palsu). Imam Nawawi dalam ‘Raudhatut Thalibin’ menyampaikan, pada dasarnya suara wanita bukan aurat. Namun, hukumnya bisa berubah dalam keadaan di mana ditakutkan menimbulkan fitnah, atau sesuatu yang dapat mengganggu kekhusyuan dalam beribadah. Ibrahim al-Marwidzi juga sependapat dengan Imam Nawawi dalam hal itu. Namun beliau juga menyampaikan, wanita hendaknya tidak melantangkan suaranya dalam berbicara sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab Ayat 32, sebagaimana berikut ini: “Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu ‘tunduk’ dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada ‘penyakit dalam hatinya’ dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab ayat 32) Ustadzah Aini menjelaskan, yang dimaksud ‘tunduk dalam berbicara’ ialah berbicara dengan sikap yang bisa membuat seseorang berani bertindak tidak baik terhadap wanita. Sedangkan yang dimaksud ‘dalam hati mereka ada penyakit’ ialah orang yang memiliki niat berbuat tidak senonoh dengan wanita seperti zina. Karena itu, para wanita sah-sah saja berbicara secara langsung dengan lawan jenis sejauh tidak membawa dampak negatif. Namun Ustadzah Aini mengingatkan agar seorang wanita tidak membuat-buat bunyi suara saat bicara atau mendesah-desahkannya. “Hal ini untuk menghindari fitnah dan mudharat atau efek negatif lainnya,” tambahnya. Ummul Mukminin Aisyah RA, dalam meriwayatkan hadits tidak menuliskannya dalam bentuk tulisan, tetapi menyampaikannya langsung secara lisan kepada para Sahabat Rasulullah SAW. Beliau adalah seorang wanita ahli syariah yang sangat sering meriwayatkan hadits. “Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pun meluangkan satu hari khusus untuk mengajarkan secara langsung ilmu-ilmu agama Islam kepada para wanita muslimah saat itu, tanpa perantara istri-istri beliau. Beliau SAW secara langsung berdialog secara lisan dengan para wanita yang ingin belajar kepada beliau SAW,” tutup Ustadzah Aini. (Iin) Baca juga :

Read More

Israel Gunakan Bom Termobarik yang Kontroversial

Gaza — 1miliarsantri.net : Dalam peristiwa baru-baru ini yang terjadi di wilayah Gaza, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menggunakan bom termobarik atau thermobaric bombs. Senjata ini sangat kontroversial dan sebelumnya tidak digunakan terhadap warga sipil. Dikutip dari financial express, bom termobarik juga dikenal sebagai bom vakum atau aerosol atau bahan peledak bahan bakar-udara. Senjata-senjata ini mengakibatkan luka bakar tingkat 4 dan menyebabkan kerugian besar bagi yang berada dalam radius ledakan. Senjata ini terdiri dari wadah bahan bakar yang menampung dua bahan peledak terpisah. Wadahnya dapat digunakan sebagai roket atau dijatuhkan dari pesawat sebagai bom. Ketika senjata itu mengenai sasarannya, bahan peledak pertama menyebarkan campuran bahan bakar secara luas sebagai awan. Bahan tersebut mampu menyusup ke setiap bukaan bangunan atau pertahanan yang tidak tertutup rapat. Kemudian muatan kedua menyulut awan, menghasilkan bola api besar, gelombang ledakan dahsyat, dan terciptanya ruang hampa yang menyerap semua oksigen di sekitarnya. Senjata ini mempunyai kemampuan untuk menghancurkan bangunan yang diperkuat, menghancurkan peralatan, dan menimbulkan kerugian atau korban jiwa bagi orang-orang yang berada dalam jangkauannya. Bom termobarik tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk yang dirancang untuk masing-masing prajurit, seperti granat dan peluncur roket genggam. Versi besar yang diluncurkan dari udara telah dikembangkan secara khusus untuk menargetkan lokasi tersembunyi. Tidak ada undang-undang internasional yang secara tegas melarang penggunaan bom termobarik. Namun penerapan senjata ini untuk menargetkan penduduk sipil di daerah padat penduduk, lembaga pendidikan, atau fasilitas medis dapat mengakibatkan tuduhan kejahatan perang berdasarkan Konvensi Den Haag tahun 1899 dan 1907. Hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa 1949 mensyaratkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kebutuhan dan proporsionalitas selama konflik. Sejarah amunisi termobarik ini dimulai pada Perang Dunia II yang pertama kali digunakan oleh tentara Jerman. Perkembangan luas baru terjadi pada 1960-an ketika Amerika Serikat (AS) terjun dalam Perang Vietnam. AS juga menggunakan bom termobarik di Afghanistan, pertama pada 2001 dalam upaya untuk melenyapkan pasukan Al Qaidah yang bersembunyi di pegunungan Tora Bora. Kemudian Washington kembali menggunakan pada 2017 melawan pasukan ISIS. Selain itu, AS pernah menguji bom seberat 9.800 kilogram yang dijuluki “Induk Segala Bom” pada 2003. Empat tahun kemudian, Rusia memperkenalkan alat serupa yang dikenal sebagai “Bapak Segala Bom” yang dapat menghasilkan ledakan yang setara dengan bom konvensional seberat 44 ton dan menjadikannya sebagai alat peledak non-nuklir terbesar di dunia. Pada 1999, Rusia menggunakan senjata tersebut selama perang di Chechnya, sehingga mengundang kecaman dari Human Rights Watch. Selain itu, senjata Termobarik buatan Rusia dilaporkan digunakan dalam perang saudara Suriah oleh rezim Bashar al-Assad. Kontroversi seputar senjata-senjata ini terus berlanjut, ketika duta besar Ukraina untuk AS Oksana Markarova menuduh Rusia menggunakan senjata Thermobaric dalam invasi ke Ukraina. Informasi yang tersedia untuk umum menguatkan klaim ini, karena Kementerian Pertahanan Inggris (MOD) mengungkapkan bahwa Rusia menggunakan senjata termobarik di Ukraina. Kementerian Pertahanan melaporkan, Rusia mengakui penggunaan sistem senjata TOS-1A, yang menggunakan roket termobarik, sehingga menimbulkan efek pembakar dan ledakan. Militer Rusia menyebut unit-unit ini sebagai penyembur api berat yang mampu meluncurkan roket hingga jarak 9 kilometer. Sedangkan dalam perang di Gaza, tim Euro-Med Monitor di Gaza melaporkan penggunaan persenjataan Termobarik oleh Israel, khususnya bom vakum dalam serangannya. Senjata ini mengakibatkan kehancuran yang luas dan kemampuan untuk meratakan bangunan bertingkat. (zul-AP) Baca juga :

Read More

Dua Santri Jawa Timur Terpilih Menjadi Duta Santri 2023

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dua santri dari Jawa Timur terpilih sebagai Duta Santri 2023. Mereka adalah Nasikhul Huda dari Pondok Pesantren Al Jihad, Surabaya dan Duta Santri putri terpilih atas nama Norma Hasanatul dari Pondok Pesantren Luhur Malang. Kompetisi Duta Santri ini diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Ketua Umum Duta Santri Nasional, Syifa’ Nurda Mu’affa mengatakan, kompetisi ini untuk menumbuhkan bakat yang dimiliki para santri dalam berbagai bidang sekaligus memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa. “Kompetisi ini kami adakan setiap dua tahun sekali sebagai wujud komitmen dalam membangun negeri dan mendorong para santri menjadi agen perubahan yang positif, kami percaya bahwa santri memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujarnya kepada 1miliarsantri.net, Minggu (22/10/2023). Selain itu, yang menarik pada Duta Santri Nasional 2023 yakni mengapresiasi para desainer muda dalam menampilkan desain busananya untuk dikenakan oleh 48 finalis yang tengah berkompetensi. Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. menyampaikan, program inisiatif ajang Duta Santri Nasional ini menjadi salah satu langkah positif dalam mempersiapkan para santri menjadi pemimpin masa depan. “Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan serta meyakini acara ini akan menjadi wadah bagi para santri muda untuk menunjukkan potensi terbaik mereka, dan mengekspresikan pemikiran mereka dalam memajukan peradaban global,” terangnya. Jazidie mengungkapkan, jihad di zaman yang sangat kompleks saat ini, tidak lagi merujuk pada pertempuran melainkan perjuangan intelektual. Ada empat hal yang menjadi tantangan dalam jihad santri kedepannya, yakni memperjuangkan keadilan, meningkatkan pendidikan, mengupayakan kesehatan, dan menghapus kemiskinan. “Meyakini jihad santri ke depan, Unusa sebagai lembaga pendidikan, melakukan upaya kontribusi salah satunya dengan membentuk research center dan research group di masing-masing fakultas. Dan bentuk implementasi tersebut adalah terwujudnya pusat penelitian Center of Environmental Health for Pesantren (CEHP),” tandasnya. Dia berharap para santri sebagai pejuang ilmu, terus semangat melakukan jihad intelektual dalam mengembangkan pengetahuan dan mengikuti transformasi teknologi digital. Unusa menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif yang menjadi peran santri dalam mendedikasikan baktinya dan menjalankan misi-misi yang diemban oleh Nahdlatul Ulama sekaligus senantiasa memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Duta Santri Nasional telah menjadi bagian penting sejak 2016 dalam perayaan Hari Santri Nasional. Kompetisi ini diikuti oleh 6.431 santri yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia, hingga akhirnya terpilih 48 finalis yg lolos dalam babak grand final di Auditorium Unusa, Jumat (19/10/2023). (kik) Baca juga :

Read More

Presiden Jokowi Mengapresiasi Semangat Para Santri Sebagai Pilar Kekuatan Bangsa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir sekaligus didapuk menjadi Pembina Apel pada Apel Hari Santri 2023. Presiden Jokowi mengapresiasi kiprah santri sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga saat ini. Apel Akbar Hari Santri 2023 digelar di Tugu Pahlawan Surabaya. “Santri pilar kekuatan bangsa, pondasi kekokohan bangsa, sudah terbukti sejak zaman perjuangan,” tegas Jokowi di hadapan puluhan ribu santri di Tugu Pahlawan dan ruas-ruas jalan di sekitarnya, Surabaya, Minggu (22/10/2023). Hadir dalam kegiatan ini, Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Miftachul Achyar, Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, beserta jajaran PBNU. Hadir juga Ketua DPR RI Puan Maharani, Menhan Probowo Subianto, Mensesneg Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Tohir, Mendag Zulkifli Hasan, Menteri Investasi Bahlil L, Menpan RB Abdullah Azwar Anas, Panglima TNI Yudo Margono, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Forkompimda Jatim, Menurut Presiden, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, ada 36 ribu pesantren di Indonesia. Hal itu menjadi sebuah kekuatan besar. “Jumlah pesantren yang sangat banyak menjadi kekuatan besar penentu masa depan bangsa, penentu lompatan kemajuan bangsa, dan penentu keberhasilan mencapai cita-cita,” pekik Presiden. Presiden lalu mengenang awal adanya Hari Santri. Dikisahkan Presiden, hal itu bermula dari kunjungannya ke salah satu pesantren di Malang-Jawa Timur sebelum menjabat sebagai Kepala Negara. Saat itu, ada usulan dari para kiai dan santri untuk memutuskan adanya Hari Santri. “Saat itu saya belum Presiden. Setelah terpilih jadi Presiden, permohonan yang saya ingat dari pesantren di Malang, kita kaji dan tindaklanjuti. Lalu kita putuskan adanya Hari Santri lewat Keputusan Presiden No 22 tahun 2015. Sejak itu kita punya Hari Santri,” tutur Presiden. Dijelaskan Presiden, 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri, merujuk pada seruan Resolusi Jihad dari Hadratusy-Syaikh Romo Kyai Haji Hasyim Asy’ari. Resolusi itu antara lain menegaskan bahwa melawan penjajah itu wajib, fardu ain, dan meninggal berperang melawan musuh itu hukumnya mati syahid. “Ini fatwa luar biasa sehingga kita semua, termasuk para santri terus berjuang untuk kepentingan bangsa, negara, dan umat. Semangat Hari Santri harus terus dijaga sesuai konteks kondisi saat ini,” tandasnya. Apel Hari Santri 2023 dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelum arahan Presiden, Ketum PBNU membacakan Resolusi Jihad yang terbit pada 22 Oktober 1945. Doa Apel Hari Santri 2023 dipimpin oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Achyar. (yat) Baca juga :

Read More

PWNU Jatim Gelar Pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah di Gedung ex MBO

Sidoarjo — 1miliarsantri.net : Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2023 diisi dengan pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah oleh jajaran warga NU dari pusat hingga ranting desa pada Sabtu (21/10/2023) jam 18.30 WIB. Pembacaan Shalawat Nariyah dipusatkan di dua titik, yakni di eks gedung Markas Besar Oelama (MBO) Waru, Sidoarjo, dan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS). Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah dalam rangka Hari Santri 2023 itu merupakan instruksi PBNU kepada PWNU (provinsi), PCNU (kabupaten/kota), dan MWC NU (kecamatan) serentak se-Indonesia. Kalau PWNU lainnya mengadakan acara itu di kantor masing-masing, berbeda dengan PWNU Jatim yang mengadakan di MBO dan MAS. PWNU Jatim menempatkan lokasi “Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah” di eks gedung MBO yang bersejarah. Alasannya dipilih gedung MBO karena Hari Santri memiliki kaitan dengan sejarah perjuangan kaum santri untuk membela kemerdekaan negara yang dikenal dengan Pertempuran 10 November 1945. Dalam sejarahnya, MBO merupakan markas perjuangan para ulama, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dalam menggembleng spiritualitas santri agar memiliki semangat juang. Semua itu terbukti dengan kemenangan Arek-Arek Suroboyo dan pemuda daerah lainnya untuk membela kemerdekaan yang sudah diproklamasikan Soekarno-Hatta. Spirit itu diperkuat dengan keluarnya Resolusi Jihad. Peristiwa Pertempuran 10 November 1945 itu ada kaitannya dengan peran kaum santri, yang hal itu bukan hanya di garda depan di kota Surabaya, tapi juga berangkat dari markas-markas perjuangan para ulama di daerah-daerah perbatasan ke arah Surabaya, seperti di Waru, Sidoarjo. Gedung MBO pun rencananya akan direvitalisasi. Dalam buku “Perjuangan Laskar Hizbullah” karya Isra Kayyis (cetakan 1 Tahun 2015, Unit Penerbitan Pesantren Tebuireng, Jombang) pada halaman 193 dijelaskan pada 3 Desember 1945, Laskar Hizbullah dipindahkan ke Waru, menempati perumahan bekas Pabrik Gula. Catatan itu menguatkan adanya markas ulama yang menjadi tempat penggemblengan pejuang-pejuang santri yang turut bertempur di Kota Pahlawan Surabaya, pada Pertempuran 10 November 1945. Bahkan, disebutkan markas itu merupakan tempat melakukan konsolidasi kekuatan yang ditempatkan di daerah di luar jangkauan artileri Sekutu. Sementara dalam buku “TRI Hizbullah Berjuang” karya Abdul Jalal SH yang terbit pada 11 September 1982 disebutkan, pasukan Hizbullah meminta agar surat undangan disebar kepada para ulama sekitar Jawa, minta doa ke kiai di markas Waru, Sidoarjo, Jatim. Catatan lain yang menguatkan keberadaan MBO itu juga ditulis putra KH Hasyim Latief, yakni dr H Fathoni Rozi, dalam buku “Kyai Hasyim Latief, Pejuang dan Pendidik” (Penerbit Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif Sepanjang, Sidoarjo, cetakan Mei 2005, halaman 20) bahwa Kiai Hasyim Lathief siaga di markas kiai, Desa Pagerwojo, Waru, Sidoarjo, (barat Kota Surabaya). Artinya, sejarah yang terkait Hari Santri perlu direvitalisasi untuk menunjukkan peran santri dan ulama dalam perjuangan bangsa. Lebih dari itu, Hari Santri juga penting untuk dimaknai dengan pentingnya semangat cinta Tanah Air. Hari Santri sejatinya bukan bermakna khusus, apalagi hari khusus untuk santri. Hari Santri memiliki makna penting yakni tentang hubbul wathon minal iman (cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman). Cinta Tanah Air (hubbul wathon) itu seperti cinta yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dengan kerinduan/kecintaan Nabi kepada Mekkah, ketika Rasulullah berada di Madinah yang jauh dari tanah kelahirannya itu. Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2023 dipimpin Presiden Joko Widodo, dengan komandan upacara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dipusatkan di Tugu Pahlawan Surabaya pada 22 Oktober 2023 pukul 07.00 WIB. Tidak hanya upacara Hari Santri Nasional (HSN) di Tugu Pahlawan, rangkaian HSN 2023 juga mengandung makna historis, yakni rencana pertemuan Presiden dengan ulama setelah upacara HSN 2023 di kantor PCNU Kota Surabaya, yang merupakan tempat perumusan Resolusi Jihad oleh para ulama. (pang) #harisantri #santriindonesia #puncakharisantri Baca juga :

Read More

Jutaan Warga Mengikuti Jalan Santai Hari Santri Nasional 2023 di Surabaya

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ketua Umum PBNU Yahya Staquf melepas jutaan peserta jalan santai dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2023 dari Gedung Negara Grahadi, Sabtu (21/10/2023). Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurut Gus Yahya, salah satu peran santri adalah membangun negeri. Peran itu antara lain terwujud dari semangat jihad fi sabilillah yang sudah digelorakan sejak zaman perang kemerdekaan. Gus Yahya mengingatkan peran santri dalam jihad fii sabilillah mempertahankan NKRI, menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945. “Mari kita berjihad. Sebab negara ini didirikan dengan jihad. Masa depannya juga harua diperjuangkan dengan jihad. Jihad santri, jayakan negeri. Negeri ini tidak akan berjaya tanpa jihad dari warganya. Jihad yang dilandasi semangat kepahlawanan sebagaimana diteladankan para pahlawan demi tegaknya Indonesia,” tegas Gus Yahya. Ditanya kenapa Hari Santri dipusatkan di Surabaya, Gus Yahya menjelaskan bahwa hal tersebut tidak lepas dari sejarah Resolusi Jihad yang digaungkan para ulama pada 22 Oktober 1945. Saat itu, mereka berkumpul di Surabaya dan meminta pemerintah memobilisasi warganya untuk jihad fii sabilillah, mempertahankan NKRI dari upaya sekutu untuk menjajah kembali. “Surabaya menjadi pusat dari pertarungan mempertahankan NKRI. Peristiwa itu menjadi titik penting sebagai pondasi keberlangsungan proklamasi,” ungkap Gus Yahya. Gus Yahya berharap jangan sampai kejayaan yang telah diperjuangkan para pahlawan itu batal di masa depan karena kita tidak mampu meneladani kepahlawanan mereka. Sementara itu Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, jalan santai digelar dalam semarak Hari Santri sebagai ikhtiar menjaga kesehatan dan memberi nuasan kegembiraan. Menurutnya, Hari Santri patut dirayakan dengn riang gembira. “Ini menunjukkan bahwa negara mengakui perjuangan para santri, memberikan kado istimewa yakni Hari Santri. Santri selalu terlibat menjadi bagian dalam momentum penting negeri ini. Momentum Hari Santri menunjukkan bahwa setiap episode sejarah negeri ini, selalu melibatkan santri,” tandasnya. Jalan santai ini diikuti jutaan warga masyarakat dan santri dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan provinsi lainnya. Mereka memadati sepanjang Jalan Gunernur Suryo, Kota Surabaya, sejak pagi. Panitia telah menyiapkan banyak doorprize, mulai dari sepeda gunung, televisi, lemari es, 60 paket umrah hingga mobil. Jalan santai dilepas Gus Yahya mulai pukul 06.30 WIB dari Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi. Peserta lalu menuju jalan Jenderal Soedirman, lalu keJalan Basuki Rahmat, kawasan Embong Malang, Praban, Siola, lalu balik ke Gedung Negara Grahadi. (har) Baca juga :

Read More