Pangeran Abdullah Qadhi Abdussalam Pendiri Masjid Pertama di Afrika Selatan

Cape Town — 1miliarsantri.net : Pada tahun 1767, Pangeran Abdullah Qadhi Abdussalam dari Indonesia diasingkan ke Tanjung Harapan (Cape Town Ibukota Afrika Selatan saat ini) oleh Belanda, yang sedang menjajah wilayah sejumlah wilayah di Nusantara. Pangeran Tuan Guru Imam Abdullah Qadhi Abdussalam lahir di Tidore pada tahun 1712 dan meninggal di Cape Town pada tahun 1807 pada usia 95 tahun. Tidore adalah kota yang berada di wilayah Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Dulu berdiri Kesultanan Tidore atau Kerajaan Islam Tidore yang berpusat di kota Tidore. Selama Tuan Guru Imam Abdullah Qadhi Abdussalam diasingkan di Afrika Selatan, dia menulis salinan Alquran dari hafalannya. Musfah Alquran yang dia tulis masih disimpan di Cape Town hingga saat ini. Setelah dibebaskan dari status tahanan pada tahun 1793, Tuan Guru Imam Abdullah Qadhi Abdussalam mendirikan madrasah pertama di Afrika Selatan. Madrasah itu menjadi sangat populer di kalangan budak dan komunitas pribumi kulit hitam saat itu. Pada era kolonial itu, orang kulit putih masih menjadikan sebagian orang kulit hitam dan asia sebagai budak. Dilansir dari laman Muslim Hands, diriwayatkan bahwa Tuan Guru Imam Abdullah Qadhi Abdussalam kemudian menjadi imam pertama di Masjid Auwal, yang terletak di lingkungan Bo-Kaap di Cape Town. Masjid Auwal dikenal sebagai masjid pertama yang didirikan di Afrika Selatan. Masjid ini dibangun di atas tanah milik Coridon Van Ceylon, seorang budak Muslim kulit hitam yang telah dibebaskan. Masjid Auwal adalah masjid pertama yang melaksanakan sholat berjamaah, sekaligus sebagai tempat bahasa Arab-Afrika pertama kali diajarkan. Tuan Guru Imam Abdullah Qadhi Abdussalam dimakamkan di Pemakaman Tana Baru, di Bo-Kaap, Cape Town, Afrika Selatan yang merupakan pemakaman Muslim pertama di negara tersebut. Kemudian, imigrasi umat Islam dari India pada awal tahun 1800-an yang dimotori oleh Inggris membantu penyebaran Islam ke seluruh Afrika Selatan. Umat ​​Islam ini segera mendirikan Masjid Jumu’ah, masjid pertama di Jalan Gray di Kota Durban, Afrika Selatan pada tahun 1881. Kemudian Masjid Jalan Kerk juga dikenal sebagai Masjid Jumu’ah di Kota Johannesburg, Afrika Selatan didirikan pada tahun 1906. Islam adalah salah satu agama dengan pertumbuhan tercepat di Afrika Selatan. Muslim di Afrika Selatan sangat berhutang budi atas dedikasi dan komitmen para pemukim Muslim awal yang tetap teguh pada keyakinan mereka dan terus bertawakal kepada Allah SWT meskipun dalam keadaan yang sangat sulit di era penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa. Awal masuknya Islam di Afrika Selatan dapat ditelusuri kembali ke abad ke-17, di tempat yang sekarang disebut Cape Town. Belanda sering mengasingkan para pemimpin Muslim dari Hindia Timur (Indonesia) ke Tanjung Harapan (Cape Town) yang juga mereka kuasai. Orang-orang buangan politik biasanya adalah orang-orang Muslim yang berpangkat tinggi dan kaya, yang diasingkan karena merupakan ancaman terhadap stabilitas pemerintahan Belanda di tempat yang dijajahnya. Salah satu pemimpinnya adalah Abadin Tadia Tjoessoep atau yang dikenal sebagai Syekh Yusuf. Dia tiba di Afrika Selatan melalui kapal bernama De Voetboog pada tanggal 2 April 1694, bersama keluarga dan pengikutnya. Belanda mencoba mengisolasi pemimpin umat tersebut jauh dari orang lain dengan menempatkannya di sebuah peternakan di Zandvliet, sebagai tahanan. Namun hal itu tidak berhasil, dan Syekh Yusuf mulai menyebarkan ajaran Nabi Muhammad SAW kepada budak-budak di dekatnya. Islam segera menjadi sangat populer di kalangan budak lain dan majikan mereka. Para budak menggunakan ajaran tersebut untuk mendapatkan posisi yang lebih baik di rumah majikan mereka, sementara tuan budak belajar betapa pentingnya memperlakukan budak mereka dengan baik. Segera, komunitas Muslim membuat persatuan pertama di Afrika Selatan didirikan di Zandvliet. Syekh Yusuf meninggal di Zandvliet pada tanggal 23 Mei 1699 dan daerah tersebut berganti nama menjadi Macassar untuk menghormati tempat kelahiran Syekh Yusuf. Syekh Yusuf dimakamkan di perbukitan Faure, menghadap Macassar dan masih dianggap sebagai pendiri dan bapak Islam di Afrika Selatan. (yat) Baca juga :

Read More

Pertama Kali Wali Kota Laurel Amerika Dijabat Seorang Wanita Muslimah

New Jersey — 1miliarsantri.net : Politikus muslimah kembali mencatat prestasi di kancah politik Amerika Serikat. Fauzia Janjua, seorang muslimah keturunan Pakistan-Amerika mengukir sejarah dengan menjabat sebagai wali kota Mount Laurel di New Jersey, AS. Upacara pengambilan sumpah nya di Aula Kotapraja pada pekan lalu. Anggota majelis Carol Murphy, perwakilan negara bagian New Jersey, memberikan sumpah jabatan kepada Janjua. “Saya merasa terhormat menjadi wali kota wanita Pakistan dan Muslim pertama dalam sejarah Mount Laurel. Ini adalah kebanggaan bagi saya dan seluruh komunitas Pakistan,” ucap Fauzia Janjua, Senin (15/1/2024). Fauzia Janjua merupakan keturunan Pakistan yang lahir di AS setelah migrasi ayahnya pada tahun 1970-an. Dalam pidato pelantikan, Fauzia menyatakan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Dia menyebut komitmen tersebut menyulut gairah dalam hidupnya. “Komitmen saya terhadap pelayanan masyarakat telah menjadi gairah seumur hidup, berfokus pada pengajaran tahanan dan anak-anak yang kurang mampu,” ungkapnya. Fauzia mendirikan LSM dengan tujuan meningkatkan kehidupan serta keinginan nya benar-benar mengabdi pada masyarakat. “Bercermin pada perjalanan politik saya, semuanya dimulai di partai gubernur negara bagian di mana seorang wanita mengenali potensi kepemimpinan saya,” tutupnya. (riz) Baca juga :

Read More

Tim Medis di Gaza Terus Berjuang Menolong Korban Luka Akibat Genosida

Gaza — 1miliarsantri.net : Hampir aetiap hari puluhan korban luka dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir Al-Balah, Jalur Gaza tengah. Petugas medis di sana tetap berusaha memberikan perawatan dan pertolongan pertama meski mengalami krisis obat-obatan, krisis peralatan, ruang perawatan, hingga kekurangan tim medis. Dokter Khaled Abu Awamer mengatakan, persediaan medis di rumah sakit hampir habis. Selain itu, banyak petugas medis sudah mengungsi karena dipaksa oleh teroris Israel. Di tengah keterbatasan itu, Abu Awamer sering menghadapi kasus-kasus yang tidak bisa ditangani lantaran tidak ada persediaan obat-obatan. Tidak ada yang bisa dilakukan dalam kondisi itu, selain memberikan perawatan seadanya. Sejak 7 Oktober 2023, militer teroris Israel telah melancarkan perang genosida yang menghancurkan di Gaza. Hal itu menyebabkan lebih dari 23 ribu syahid dan 60 ribu lebih korban luka. Genosida itu juga merusak infrastruktur secara besar-besaran dan menciptakan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. PBB telah memperingatkan tentang runtuhnya sistem kesehatan akibat kesulitan yang dihadapi oleh rumah sakit di Jalur Gaza, serta kondisi pengeboman yang dihadapi oleh tim medis di bawah pemadaman listrik, kekurangan pasokan air, dan kekurangan persediaan medis. Sementara Abu Awamer berbicara, puluhan tim penyelamat tanpa henti mengevakuasi korban ke rumah sakit. Sementara, petugas medis menyiapkan perban untuk memberikan pertolongan pertama. Abu Awamer mengatakan, sekitar rumah sakit telah diserang baru-baru ini, dan merusak ambulans. Palestine Red Crescent Society mengatakan, tentara teroris Israel menargetkan salah satu ambulans mereka di Deir al-Balah. Hal itu menyebabkan kematian empat tenaga medis dan melukai dua lainnya. Di salah satu tempat tidur, seorang pasien terbaring dengan masker ventilator buatan di wajah dan darah terus mengalir dan terkumpul di lantai. Di tempat lain, seorang pria terluka duduk di lantai sementara air bercampur darah mengalir dari ruangan sebelah. Sementara itu terdapat seorang dokter Inggris James Smith menjadi bagian dari misi sukarelawan Medical Aid for Palestinians yang berbasis di Inggris. Misi itu telah bekerja di Rumah Sakit Al-Aqsa sejak akhir Desember lalu, hingga dia terpaksa meninggalkan tempat tersebut akhir pekan lalu, karena pembantaian yang terus-menerus. Smith mengatakan, pasien di rumah sakit mengalami cedera paling serius yang pernah dia lihat. “Setiap hari kita menyaksikan korban luka terus berdatangan tanpa berhenti dan RS Al-Aqsa adalah satu-satunya rumah sakit yang beroperasi di wilayah tersebut,” terangnya. Dia menambahkan, ratusan orang tiba setiap hari, sebagian besar dari mereka mengalami luka fisik, tetapi banyak dari mereka dalam keadaan stres berat. Beberapa bahkan tidak dapat mengendalikan tangisan dan napas terganggu oleh keadaan emosi yang tidak stabil. Dokter dan perawat bekerja dalam shift sepanjang waktu, merawat pasien di lantai karena kekurangan tempat tidur. Seorang petugas medis mungkin bekerja untuk menyelamatkan satu pasien, sementara yang lain meninggal di ruangan yang sama. Dia menggambarkan kondisi seorang gadis berusia 11 atau 12 tahun yang datang satu hari setelah pengeboman, wajahnya dan sebagian besar bagian atas tubuhnya terbakar parah, sehingga merusak wajahnya. Lengannya menyusut sehingga tangannya menunjuk ke langit. Hidup tidak akan dituliskan untuk gadis itu. “Selain dari bahaya cedera akibat pengeboman, kekurangan makanan, air bersih, listrik, dan pengungsian massal penduduk Gaza ke tenda-tenda juga berdampak pada kesehatan,” pungkas James. (zul) Baca juga :

Read More

Mengintip Sejarah Kejadian Malari di Era Orde Baru

Jakarta — 1miliarsantri.net : Salah satu fase penting dalam lintasan sejarah perjalanan bangsa Indonesia terjadi persis setengah abad lalu. Peristiwa itu dilabeli malapetaka 15 Januari 1974 alias Malari. Ada ketidakpuasan, gerakan sosial, protes terhadap arah pembangunan, sekaligus perlawanan balik dari Orde Baru terhadap para pengkritiknya. Malari terjadi ketika Soeharto belum genap 10 tahun berkuasa. Orde Baru di bawah kendalinya dianggap sudah melenceng dari cita-cita awal, terutama dalam kebijakan terkait perekonomian. Investasi asing yang mendapat kemudahan pajak dan pungutan lainnya ini masuk dengan deras. Pertumbuhan ekonomi menjadi “dewa” sebagai acuan. Adalah Hariman Siregar, tokoh penting yang saat itu berstatus sebagai mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjadi motor penggerak protes. Ia lantas ditangkap bersama ratusan orang lainnya. Dalam catatan, peristiwa Malari menewaskan 11 orang, 297 cedera, 820 orang ditahan, 144 gedung terbakar, dan sekitar 1.000 mobil dan motor buatan Jepang dibakar. Selain korban jiwa dan kerusuhan sosial, rangkaian peristiwa Malari juga berbuntut pada pemberedelan surat kabar. Dalam kesaksian yang dituliskan Alwi Shahab, beberapa petinggi koran dipanggil ke Bina Graha. Abah Alwi, saat peristiwa Malari, bertugas sebagai wartawan yang meliput kegiatan kepresidenan di pusat kekuasaan negara. Dengan dihadiri sejumlah pimpinan redaksi, diumumkanlah di Bina Graha bahwa ada surat kabar yang surat izin terbitnya (SIT) dihentikan alias diberedel. Seperti Harian Nusantara, Indonesia Raya, Abadi, Pedoman, The Jakarta Times, Mahasiswa Indonesia, serta mingguan Wenang dan Ekspress. Kesenjangan ekonomi, kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat lapis bawah, terlalu “memanjakan” investor asing, adalah sekian dari banyak isu yang dipilih publik sebagai bentuk koreksi terhadap pemerintah saat itu. Protes atau kritik dari publik itu termanifestasi menjadi gerakan turun ke jalan yang melibatkan massa. Aksi ini menimbulkan gejolak politik dan kerusuhan di Ibu Kota. Dengan kata lain, kritik publik terhadap kebijakan pemerintah sebenarnya sudah terjadi sejak dulu, bukan barang baru. Hanya cara atau ekspresi publik mungkin berbeda. Yang sebenarnya menjadi pembeda adalah respons pemerintah. Orde Baru jelas merespons peristiwa itu dengan represif. Menangkap para tokoh motor penggerak aksi, hingga melakukan pemberedelan terhadap media massa. Semua yang terjadi pada peristiwa Malari adalah potret atau wajah “demokrasi” Indonesia saat itu. Protes publik dijawab dengan penahanan terhadap pengkritiknya. Koran-koran yang kritis pun diberedel untuk memutus rantai informasi agar tak sampai ke masyarakat. Cara terakhir ini sangat efektif zaman itu. Media massa menjadi alat komunikasi paling efektif untuk menyampaikan “keresahan” yang terjadi kepada rakyat. Lantas, bagaimana wajah demokrasi di era kiwari? Pola sebuah kritik dari publik terhadap jalannya sebuah pemerintahan sebenarnya tidak ada yang berubah. Jika laku pemerintah dinilai tidak berada di relnya, kritik akan muncul. Sebuah proses yang sangat alamiah dalam negara yang memilih jalan demokrasi. Yang barangkali berubah, mungkin cara atau alat yang digunakan untuk menyampaikan kritiknya. Perkembangan teknologi telah mengubah dan mempengaruhi banyak sekali cara-cara publik menyampaikan kritik. Medsos telah meruntuhkan sekat ketakutan yang dulu sangat tebal. Orang kini bebas bicara apa saja secara terbuka, selama tidak menghina personal. Maka kemudian, memberedel media massa zaman sekarang mungkin tidak perlu dan tidak akan dilakukan. Di sisi lain, publik menjadi sangat sensitif ketika kritik yang dilontarkan diseret polisi ke ranah hukum. Di wilayah ini, pemerintah harus berhati-hati betul. Sekali salah langkah, kepercayaan publik bisa turun. Pemerintah kini tak bisa lagi menggunakan cara-cara model usang seperti zaman Orde Baru yang “diperhalus” menjadi “proses hukum”. Selain sudah tidak zaman, cara itu tak akan efektif. Di era yang sangat terbuka seperti sekarang, menutup-nutupi kebijakan adalah pilihan paling tidak rasional bagi pemerintah. Publik selalu punya jalan keluar. Ketika demokrasi sudah menjadi kesepakatan bersama sebagai cara yang dipilih dalam bernegara, maka pemerintah harus konsekuen. Setidaknya ada beberapa aspek yang mesti diperhatikan. Pertama, pelibatan publik dalam setiap kebijakan harus dilakukan. Kedua, pemerintah wajib tidak alergi kritik. Ketiga, tidak semena-mena. Respons pemerintah terhadap pengkritiknya inilah yang membedakan satu pemimpin dengan yang lain. Jika tak berubah, atau sekadar “memodifikasi” ancaman berdasarkan zaman, bisa dikata artinya sama saja. (yan) Baca juga :

Read More

MUI Gelar Silaturahim Nasional Undang 6 Majelis Agama, Guna Wujudkan Pemilu Damai

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Silaturahim Nasional untuk mewujudkan Pemilu damai pada Selasa (16/1/2024). Kegiatan tersebut, mengundang majelis-majelis dari enam agama yang diakui di Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal MUI, KH Abdul Manan Ghani menyampaikan kegiatan ini nantinya akan diisi dengan penyampaian dari perwakilan masing-masing majelis agama. Selanjutnya, kegiatan tersebut akan ditutup dengan deklarasi untuk Pemilu jujur, adil, aman, dan damai. “Menjelang pesta pemilu, MUI berinisiatif untuk menyelenggarakan forum silaturahim antar majelis agama-agama di Indonesia. Upaya ini ditempuh tidak lain untuk mewujudkan Pemilu yang bermartabat,” terangnya kepada 1miliarsantri.net, Senin (15/1/2024). Menurut dia, selain akan dihadiri majelis agama dan organisasi masyarakat, kegiatan silaturahim juga mengundang kehadiran Pemerintah, KPU, Bawaslu, dan juga perangkat keamanan negara. Sebab cita-cita untuk mewujudkan Pemilu damai tidak hanya datang dari masyarakat atau ormas semata, tetapi juga dari unsur Pemerintah. Jelang perhelatan Pemilu 2024, Kiai Manan menyebut mulai memanasnya situasi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini dapat dengan jelas dilihat dari banyaknya perseteruan di sosial media terkait Pemilu dan dukung pasangan calon yang mana. “MU memperhatikan situasi tersebut dan berupaya untuk perlu mendinginkan suasana ini. Jangan sampai, dalam Pemilu terjadi ketidakadilan dan ketidakjujuran dalam pelaksanaannya,” tegas dia. Kiai Manan juga menyebut, deklarasi yang nantinya akan menjadi kegiatan menjadi unsur penting dalam acara ini. Sebab akan dilaksanakan oleh pimpinan-pimpinan dari enam agama yang ada di Indonesia. “Bangsa ini tidak berdiri dan diisi oleh umat Islam saja, tapi juga ada 5 agama lain yang diakui negara. Oleh karenanya, melalui deklarasi semoga dapat tersampaikan pesan moral ke seluruh Indonesia untuk menjunjung tinggi dan mewujudkan pemilu yang damai,” imbuhnya. Lebih lanjut, dia juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kegiatan Silaturahim Nasional dapat terselenggara dengan baik. Begitu pula, setiap warga negara memiliki tanggung jawab dan peran untuk mewujudkan Pemilu damai. (wink) Baca juga :

Read More

Kelompok Milisi Hizbullah di Lebanon Mulai Menggelar Serangan ke Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Perang Israel di Gaza memasuki hari ke-100 pada Ahad (14/1/2024). Perang ini tidak hanya menghancurkan seluruh pemukiman Palestina, tapi juga mengguncang seluruh kawasan Timur Tengah. Ancaman eskalasi mendorong Amerika Serikat (AS) menggalang aliansi untuk menghadapi kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan tersebut. Setelah serangan mendadak Hamas, kelompok milisi Hizbullah di Lebanon mulai menggelar serangan ke Israel, memicu serangan balasan. Baku tembak antara Israel dan Hizbullah belum memicu perang skala besar. Namun mendekatinya, terakhir pada 2 Januari lalu serangan udara Israel membunuh petinggi Hamas di Beirut. Hizbullah meresponnya dengan serangkaian serangan ke pangkalan-pangkalan militer Israel, sementara Israel membunuh beberapa komandan Hizbullah dengan serangan udara. Di saat yang sama Houthi di Yaman yang juga didukung Iran menggelar serangan ke kapal-kapal komersial di Laut Merah. Sementara milisi-milisi yang didukung Iran menyerang pasukan AS di Irak dan Suriah. AS mengirim kapal perang ke Laut Tengah dan Laut Merah untuk menahan kekerasan. Pada Kamis (11/1/2024) malam militer AS dan Inggris membom lusinan target Houthi di Yaman. Kelompok itu berjanji membalasnya, meningkatkan kemungkinan konflik meluas ke seluruh kawasan. Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras mengabaikan tujuan Palestina. Ia menolak berbagai inisiatif damai, mencela Otoritas Palestina sebagai lembaga yang lemah atau tidak relevan dan mempromosikan kebijakan yang memisahkan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Di saat yang sama ia mencoba menormalisasikan hubungan dengan negara Arab dengan harapan dalam mengisolasi rakyat Palestina dan menekan mereka menerima kesepatakan yang akan memupus cita-cita kemerdekaan. Tepat sebalum serangan 7 Oktober, Netanyahu mendorong upaya memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi. Serangan Hamas dan lonjakan kekerasan pemukim Yahudi di Tepi Barat membawa kembali konflik Israel-Palestina menjadi pusat perhatian. Perang ini menjadi berita utama media berbagai belahan dunia, mendorong Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berkunjung ke kawasan empat kali dan kasus genosida yang diajukan Afrika Selatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ). Arab Saudi bersedia memiliki hubungan dengan Israel dengan syarat pendirian negara Palestina yang merdeka. “Perkembangan menyakitkan selama 100 hari membuktikan tanpa keraguan tujuan Palestina dan rakyat Palestina tidak bisa diabaikan,” terang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh. Perang berlanjut dan korban jiwa terus bertambah tanpa ada prospek kapan perang akan berakhir dan apa yang terjadi selanjutnya. Israel mengatakan Hamas tidak boleh terlibat di Gaza di masa depan. Hamas mengatakan hal itu hanya ilusi. AS dan masyarakat internasional ingin memberikan Gaza ke Otoritas Palestina dan memajukan solusi dua-negara. Israel menolaknya. Israel ingin mempertahankan militernya di permukiman tersebut sementara AS tidak ingin Israel kembali menjajah Gaza. Rekonstruksi akan memakan waktu bertahun-tahun. Tidak jelas siapa yang akan membiayainya atau bagaimana material yang dibutuhkan memasuki wilayah tersebut melalui penyeberangan yang terbatas. Dan dengan banyaknya rumah yang hancur, di manakah orang-orang akan tinggal selama proses yang panjang ini? “Kehidupan kami 100 hari yang lalu sangat baik. Kami memiliki mobil dan rumah. Kami telah kehilangan segalanya, semuanya telah berubah dan tidak ada yang tersisa,” tutup Halima Abu Daqa, seorang wanita Palestina yang mengungsi dari rumahnya di Gaza selatan dan sekarang tinggal di sebuah kamp tenda. (zul) Baca juga :

Read More

Amalan-amalan Yang Dilakukan Rasulullah SAW disaat Bulan Rajab

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bulan Rajab merupakan salah satu di antara empat bulan mulia, yakni Muharram, Rajab, Dzulhijjah, dan Dzulqa’dah. Malam 1 Rajab 1445 H jatuh tepat pada Jumat (12/1/2024) lalu. Dalam menyambut bulan mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal baik dan melaksanakan sunah-sunah di bulan Rajab. Berikut ini amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keistimewaan bulan Rajab. Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menyatakan: وَ بَلَغنَا اَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: اِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمسِ لَيَالٍ فِي لَيلَةِ الْجُمعَةِ، وَ لَيلَةِ الْاضْحَى، وَ لَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَلَيلةٍ مِن رَجَب، وَ لَيلَةٍ النِّصفَ مَِن شَعبَان “Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam jum’at, malam iduladha, malam idulfitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya’ban.” Karena keistimewaan yang tinggi, umat Islam disarankan untuk menghidupkan malam pertama bulan Rajab dengan memanjatkan doa dan melakukan amal baik seperti shalat sunnah dan berzikir sebanyak-banyaknya. Dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan: “Barang siapa menghidupkan malam pertama dari bulan Rajab, maka hatinya tidak mati dikala matinya hati orang lain. Dan Allah mencurahkan kebaikan di atas kepalanya banyak-banyak, dan dia keluar dari dosa-dosanya seperti saat baru dilahirkan oleh ibunya, dan dia memberi syafaat kepada 70 ribu orang yang berdosa yang harusnya masuk neraka.” (Lubbul Albab, Maulana Tajul Arifin) (A’rojiyah). Puasa 1 hari: mendapat ridha Allah,Puasa 2 hari: mendapat kemuliaan yang tidak habis disebutkan oleh penghuni langit dan bumi,Puasa 3 hari: diselamatkan dari bencana dunia dan adzab akhirat, penyakit gila, kusta, dan fitnah dajjal,Puasa 7 hari: ditutup tujuh pintu jahannam untuknya,Puasa 8 hari: dibuka delapan pintu surga untuknya,Puasa 10 hari: segala sesuatu yang ia minta, akan Allah kabulkan,Puasa 15 hari: Allah ampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu, kesalahan-kesalahannya digantikan dengan kebaikan. Dan barang siapa yang menambah puasanya, Allah akan tambahkan juga pahala baginya. Bacaan niat puasa sunnah bulan Rajab sebagaimana Ketentuan, Niat dan Keutamannya, yaitu: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِِلَّهِ تَعَلى Nawaitu shauma ghodin fii syahri rojaba sunnatan lilahi ta’ala. Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Jibril telah datang kepadaku dan berkata, “Ya Muhammad, tidak seorang pun yang bershalawat kepadamu kecuali didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Dan barang siapa yang didoakan oleh malaikat, maka ia tergolong penghuni surga.” Berbagai bacaan shalawat dapat diperbanyak pada siang dan malam hari di bulan Rajab; mulai dari yang bacaannya singkat seperti shalawat Jibril hingga yang panjang seperti shalawat nariyah dan badar. Bacaan istighfar bulan Rajab adalah: رب اغفرلي وارحمني و تب عليَّ Rabbighfirli warhamni wa tub alayya Umat muslim disunnahkan membacanya sebanyak 70x setiap pagi dan sore hari di bulan Rajab. Selain itu, terdapat bacaan tasbih harian bulan rajab yang dianjurkan untuk dibaca 100x setiap harinya. Tanggal 1-10 Rajab (13-22 Januari 2024)سبحان الله الحي القيوم(Subhanallahil hayyul qayyuum) Tanggal 11-20 Rajab (23 Januari-1 Februari 2024)سبحان الله الاحد الصّمد(Subhanallahil ahadish shamad) Tanggal 21-30 Rajab (2-10 Februari 2024)سبحان الله الرؤوف الرحيم(Subhanallahir rauufur rahiim) (yat) Baca juga :

Read More

Kemenag Buka Peluang 500 Dai untuk Wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) memberi kesempatan kepada 500 penceramah untuk berdakwah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) pada Ramadan 1445 H/2024 M. “Kami membuka kesempatan kepada 500 penceramah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan di wilayah 3T pada Ramadan 1445 Hijriah,” terang Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, di Jakarta, Jumat (12/1/2024). Menurut Zayadi, pengiriman dai bertujuan memberi pelayanan keagamaan yang merata di kawasan 3T. “Selama 2 tahun terakhir, kita rutin mengirim dai ke wilayah 3T yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, termasuk pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan pemahaman aspek akidah dan syariat. Karenanya, ini bagian dari upaya Kemenag untuk menyapa masyarakat di wilayah 3T,” ujarnya. Perekrutan dibuka mulai 10 hingga 31 Januari 2024. Ada dua tahap seleksi, yaitu: pengumpulan berkas dan wawancara. Untuk mendaftar, calon Dai 3T dapat mengisi formulir melalui http://bit.ly/FormDaiWilayah3T2024. Para dai yang terpilih dan dikirim ke wilayah 3T selama Ramadan, kata Zayadi, akan mendapatkan insentif, transportasi, akomodasi, dan sertifikat. “Penugasan direncanakan berlangsung pada 1 sampai 31 Maret 2024. Kami berharap, para dai dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama di wilayah yang membutuhkan,” tegasnya. Berikut kriteria yang harus dimiliki calon Dai 3T: Baca juga :

Read More

Kisah Ummi Salamah Sukses Jualan Jamu Akar Jawi hingga Merambah ke Mancanegara

Semarang — 1miliarsantri.net : Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam memajukan UMKM terbukti melahirkan pengusaha sukses. Salah satunya Ummi Salamah, produsen jamu Akar Jawi. Dia mendapat pembinaan dan pendampingan Rumah BUMN (RB) yang dikelola PT Semen Gresik sebagai anak usaha SIG di Rembang, Jawa Tengah. Ummi Salamah, warga Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, merintis usaha Akar Jawi pada 2011 dengan membuat masker wajah untuk mengatasi jerawat pada mukanya. Berbekal ilmu dan pengalaman meracik bahan alami saat masih kuliah Jurusan Farmasi Jamu di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, Ummi Salamah mencoba meracik masker untuk perawatan wajahnya. “Pertama-tama saya buat untuk keperluan sendiri. Tapi ternyata teman dan tetangga banyak yang minat. Dari situ saya mulai buat lebih banyak untuk dijual. Bahkan sampai masuk supermarket di Yogyakarta. Pada 2013 karena terkendala izin, masker wajah produksi kami tidak boleh dipasarkan di toko besar. Akhirnya, saya berinovasi membuat minuman berbahan rempah tradisional dengan modal Rp200 ribu saat itu,” ungkapnya kepada 1miliarsantri.net, Ahad (14/1/2024). Ummi Salamah mengungkapkan, resep minuman rempah diperoleh dari ibu mertua yang berprofesi sebagai penjual jamu, kemudian disesuaikan dengan selera “lidah” masyarakat Rembang. Pada awalnya, Ummi Salamah menjalankan usaha Akar Jawi untuk mengisi waktu luang. Sampai pada 2020, dia mendapat informasi tentang RB Rembang dan memutuskan untuk bergabung. “Awalnya saya titip produk untuk dijual di RB Rembang, syukurlah hasil penjualannya memuaskan. Saya juga dapat pendampingan pemasaran, pembukuan, membuat database pelanggan, sampai diajak ke pameran-pameran yang menambah pengalaman dan membuat produk saya dikenal luas. Bahkan produk minuman rempah Akar Jawi yang diikutsertakan dalam pameran Tong Tong Fair di Belanda pada 2022 lalu habis terjual,” tambahnya. Keseriusan dalam mengembangkan usaha membuahkan hasil. Saat ini, Akar Jawi telah jauh berkembang. Dibantu oleh 3 karyawan dalam proses produksi dan pemasaran di rumah produksi “Omah Jamu Iqtaja”, Akar Jawi telah memproduksi beragam varian minuman rempah, meliputi kunyit asem, jahe merah, kunyit, kunyit putih, temu lawak, jahe sereh, dan wejeh (jamu pelancar ASI). Kegiatan pemasaran dan penjualan yang dilakukan secara masif, baik offline maupun online dengan memanfaatkan platform media sosial dan marketplace, membuat Akar Jawi sukses memperluas pasar dan menjaring pelanggan dari luar Rembang, seperti Boyolali, Yogyakarta, Magelang, Purwakarta dan Kalimantan. Bahkan, ada pembeli untuk dijual kembali (reseller) ke Malaysia. Menurut Ummi Salamah, minuman rempah Akar Jawi banyak digemari karena dibuat dengan bahan alami terbaik yang didapat langsung dari petani di Pamotan, Banyuurip, Sulang dan Pancur serta diolah dengan proses kristalisasi yang menghasilkan minuman rempah tanpa endapan, tanpa bahan pengawet atau tambahan lainya, sehingga enak, segar dan menyehatkan. Usaha yang semakin berkembang telah mengerek omzet Akar Jawi 4 kali lipat lebih besar dari awal berdiri, atau tumbuh 300%. Kini Ummi Salamah bisa meraup omzet hingga Rp20 juta setiap bulannya. “RB Rembang sangat bagus untuk pengembangan UMKM di Rembang karena membantu pemasaran dan penjualan. Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari galeri untuk display produk UMKM, ruang pertemuan, studio mini untuk pemotretan produk, dan komputer untuk edit gambar. Semoga RB Rembang terus eksis sehingga dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak UMKM,” urainya. Sementara itu Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, RB Rembang adalah wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang menjadi rumah bagi para pelaku UMKM untuk berkumpul, berdiskusi dan berkreasi guna meningkatkan kompetensi dan daya saing usaha. Sejak didirikan pada 2020, kini RB Rembang memiliki mitra binaan sebanyak 371 UMKM yang seluruhnya telah mendapat kualifikasi “Naik Kelas”, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,527 orang. (hud) Baca juga :

Read More

Beberapa Cara Supaya Bisa Bangun Untuk Shalat Subuh

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setiap muslim di dunia diwajibkan untuk menunaikan rukun Islam kedua, yaitu shalat lima waktu dalam sehari. Selain sebagai tiang agama, shalat juga dapat meningkatkan ketakwaan pada Allah SWT, memberi ketenangan lahir dan batin, mendapatkan kecintaan pada Allah Ta’ala dan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Subuh adalah salah satu waktu untuk mendirikan shalat setiap harinya. Shalat subuh mengandung banyak keistimewaan, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78). Meski shalat subuh memiliki keistimewaan, namun banyak muslim yang masih lalai dalam mengerjakannya dengan melanjutkan tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651). Agar kita dapat meraih keistimewaannya, berikut 10 tips yang dapat membantu untuk bangun shalat subuh tepat waktu seperti dilansir dari laman Muslimi: Mohon kepada Allah (SWT) untuk memberikan kekuatan dan kemauan bangun di waktu Subuh. Bacalah Ayatul Kursi dan doa lainnya sebelum tidur. Letakkan alarm jauh dari tempat tidur agar Anda memaksakan diri untuk bangun. Jangan tergoda untuk menekan tombol snooze dan kembali memejamkan mata, ‘hanya beberapa menit lagi’! Jika mengalami masalah, atur beberapa jam alarm. Anda juga dapat menginstal berbagai aplikasi di ponsel, yang secara otomatis akan berbunyi di waktu-waktu shalat sesuai dengan lokasi. Meski terdengar klise, namun cara ini ampuh membantu untuk bangun lebih awal. Rasulullah memiliki kebiasaan tidur di awal waktu atau setelah Isya. Dari Abu Barzah radhiallahu ‘anhu “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” [HR. Bukhari & Muslim]. Sikap ini dapat memotivasi Anda untuk terus menyenangkan Allah SWT dan memperkuat keingin diri dalam melakukan perbuatan baik. Tanamkan pada diri keistimewaan shalat subuh dan takut untuk melewatkannya. Perbanyak literasi akan keutamaan dan pahala dari shalat subuh yang bisa didapat dari buku, hadist atau ilmiah. Jika alarm sulit membangunkan Anda, mungkin kandung kemih yang akan membangunkan. Di samping itu, ada banyak manfaat kesehatan dari minum sebelum tidur. Makan sebelum tidur akan membuat Anda malas dan ingin tidur lebih lama. Akibatnya Anda akan sulit bangun di awal waktu. Minta tolong pada anggota keluarga atau teman Anda unntuk menelepon atau berkirim pesan di waktu shalat subuh. Saling membantu dalam kebaikan sangat dianjurkan dalam Islam, seperti tertulis dalam surat Adz Dzariyat ayat 55 yang berbunyi, “Dan ingatkanlah, karena sesungguhnya pengingat itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” Saat bangun tidur, disunnahkan menggosok kedua telapak tangan pada wajah dan mata agar rasa kantuk hilang. Setelah itu, bacalah doa bangun tidur. Segeralah berwudhu setelah bangun tidur dan buang air. Begitu air itu mengenai wajah, otomatis rasa kantuk pun akan hilang. (yat) Baca juga :

Read More